Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Sistem Budidaya Tanaman Kacang Tanah Di Kampung Kofalit Distrik Salkma Kabupaten Sorong Selatan Mlik, Dorce; Ali, Akhmad; Fajeriana, Nurul
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 1 No. 1 (2023): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v1i1.2100

Abstract

Penelitian diakukan untuk mengetahui sistem budidaya dan pengaruh sistem budidaya tanaman kacang tanah pada Kampung Kofalit Distrik Salkma Kabupaten Sorong Selatan. Lokasi yang menjadi subjek penelitian adalah Kampung Kofalit Distrik Salkma Kabupaten Sorong Selatan yang berlangsung dari bulan Juni sampai dengan Oktober 2022. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya kacang tanah oleh petani Kampung Kofalit masih dengan sistem tradisional dengan menggunakan peralatan yang seadanya, pengolahan tanah hanya dengan pembersihan lahan dan penggemburan tanah tanpa membuat bedengan. Dalam hal pemupukan, petani tidak memberikan tambahan pupuk luar melainkan memanfatakan serasah tanaman sisa panen sebelumnya dengan ditambahkan kotoran ternak yang artinya tidak ada input luar (pembelian pupuk), serta dalam pemeliharaan tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman dilakukan secara manual yang artinya petani mencabut gulma dan mengusir hama tanpa menggunakan pestisida, serta panen dilakukan secara manual tanpa memnggunakan teknologi dan teknik yang modern. Sistem budidaya tradisonal ini memberikan pengaruh terhadap produksi tanaman yang kurang optimal tetapi sepadan dengan keuntungan yang didapat petani dengan modal, waktu, dan tenaga yang dikeluarkan sangat sedikit.
Pelatihan Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok untuk Karang Taruna Tirta Bahari Sorong Sukmawati, Sukmawati; Ponisri, Ponisri; Fajeriana, Nurul; Mangallo, Bertha; Musaad, Ishak; Lestari, Agnes Dyah Novitasari
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i1.3733

Abstract

Purpose: The catfish farming training using the biofloc system conducted for the Tirta Bahari Youth Group in Jamaimo Village aims to enhance the skills and knowledge of the fisheries group in utilizing biofloc technology as an efficient, sustainable, and environmentally friendly aquaculture method. Methodology: The biofloc system boosts fish farming productivity by using microorganisms to process feed waste and excrement into an additional nutrient source. Results: This training covered biofloc pond design, introduction of microorganisms, water quality monitoring for catfish growth, and maintenance management through aeration control and measurement of key parameters, such as pH, dissolved oxygen, and ammonia, to maintain pond stability. Conclusions: This training is expected to enhance the knowledge and skills of the Tirta Bahari Youth Group in biofloc-based fish farming, enabling them to apply it independently and sustainably. In the long term, this initiative is expected to strengthen the local economy by creating business opportunities in the aquaculture sector, enhancing food security, and empowering the Tirta Bahari Youth Group and other youth as agents of change who can contribute to sustainable fishery resource use in Jamaimo Village. Limitations: The time available for training may not be sufficient to cover all technical aspects in depth; therefore, participants may not be fully prepared to implement the biofloc system independently. Contribution: This service can have a wide and sustainable positive impact on the Jamaimo Village community.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KELOMPOK TANI MELALUI SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENYEMAIAN BENIH SAYURAN Fajeriana, Nurul; Ponisri, Ponisri; Sukmawati, Sukmawati; Mangallo, Bertha; Musaad, Ishak; Lestari, Agnes Dyah Novitasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27474

Abstract

Abstrak: Produktivitas pertanian yang optimal merupakan tantangan besar bagi petani. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill kelompok tani "Malawo Sejahtera" di Kelurahan Jamaimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong melalui sosialisasi dan pendampingan penyemaian benih sayuran. Kegiatan ini melibatkan 22 peserta dari kelompok tani "Malawo Sejahtera" dan difokuskan pada budidaya sayuran seperti terong, sawi, dan bayam yang dinilai mudah dibudidayakan serta memiliki nilai ekonomi tinggi. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman dasar tentang teknik penyemaian yang efektif, diikuti dengan pendampingan langsung untuk memastikan praktik di lapangan sesuai dengan teori. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta observasi langsung terhadap hasil praktik di lapangan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dari 61,18% menjadi 85,56% dengan bibit yang lebih sehat dan siap tanam sebagai indicator keberhasilan. Dengan pendekatan partisipatif dan pendampingan yang intensif, diharapkan produktivitas kelompok tani "Malawo Sejahtera" dapat meningkat secara berkelanjutan.Abstract: Optimal agricultural productivity remains a significant challenge for farmers. This community service program aims to enhance both the hardskills and softskills of the "Malawo Sejahtera" farmer group in Jamaimo Village, Mariat District, Sorong Regency, through socialization and mentoring on vegetable seedling techniques. The activity involved 22 participants from the "Malawo Sejahtera" farmer group and focused on cultivating vegetables such as eggplant, mustard greens, and spinach, which are considered easy to grow and have high economic value. The socialization provided a basic understanding of effective seedling techniques, followed by direct mentoring to ensure field practices aligned with the theoretical knowledge. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure participants' knowledge and skill improvement, along with direct observation of field practices. Results showed an increase in participants' knowledge and skills from 61.18% to 85.56%, with healthier and more transplant-ready seedlings as an indicator of success. With a participatory approach and intensive mentoring, the productivity of the "Malawo Sejahtera" farmer group is expected to improve sustainably.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah dalam Mengoptimalkan Potensi Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya Fajeriana, Nurul; Kadir, Muhammad Arifin Abd.; Purwanti, Nanik; Hasriyanti, Hasriyanti; Yuniar, Fita Dewi; Salmah, Ummu; Rivai, Andi Pangeran
SINAR SANG SURYA Vol 10, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4931

Abstract

Sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat penting dalam mengoptimalkan potensi pertanian berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia. Rapat Pengembangan Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Papua Barat Daya ini dilaksanakan melalui dua tahapan kegiatan yakni pemaparan materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab interaktif. Rapat ini menyoroti Pengembangan pangan dan pertanian di Provinsi Papua Barat Daya harus berorientasi pada keberlanjutan, dengan mengintegrasikan teknologi modern, pendekatan ekologi, dan kearifan lokal. Hasil dari program ini meliputi rekomendasi strategis, seperti penyusunan peta jalan untuk pertanian berkelanjutan, peningkatan investasi pada infrastruktur pertanian, dan pengembangan platform digital untuk mendukung akses pasar dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Sesi interaktif juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan pemerintah untuk menghadapi tantangan lokal serta menerapkan praktik pertanian yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan secara ekonomi, serta inklusif secara sosial. Optimalisasi lahan pertanian, diversifikasi komoditas, serta penguatan kapasitas petani menjadi elemen penting dalam mencapai ketahanan pangan. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang pertanian berkelanjutan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya alam. Dengan pendampingan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, dan kebijakan yang mendukung, Papua Barat Daya diharapkan menjadi model inovasi pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Penguatan Peran Komunitas Perempuan dalam Ketahanan Pangan dan Kesehatan Lingkungan melalui Pelatihan Urban Farming Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik Nurul Fajeriana; Gunaisah, Endang; Suherni, Suherni; Khasanah, Khasanah; Nurjannah, Siti; Yuniar, Fita Dewi; Dahar, Darmiati; Angka, Andi Werawe
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.532

Abstract

Permasalahan keterbatasan lahan dan peningkatan volume sampah rumah tangga menjadi tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan lingkungan yang sehat di wilayah perkotaan, termasuk di Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu ‘Aisyiyah Provinsi Papua Barat Daya dalam menerapkan urban farming sebagai solusi terhadap keterbatasan lahan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, pelatihan pembuatan pupuk organik cair, pembuatan pestisida nabati dari kulit bawang, serta praktik penanaman sayuran daun dengan memanfaatkan sampah anorganik sebagai media tanam. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan pendampingan selama praktik berlangsung. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 58,55% meningkat menjadi 85,62% pada post-test. Peserta menunjukkan antusiasme dan kesiapan untuk menerapkan urban farming di rumah masing-masing. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas perempuan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mendorong pengelolaan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
PEMANFAATAN KULIT BAWANG PUTIH DENGAN BIOAKTIVATOR MICROBACTER ALFAAFA-11 (MA-11) SEBAGAI BIOPESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN Nurul Fajeriana; Mochamad Firmasyah Agustio; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Ismail Munadi Sangadji; Fita Dewi Yuniar; Siti Nurjanah; Nanik Purwanti; Lukman Rais; Ummu Salmah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58585

Abstract

Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan pertanian. Kondisi tersebut masih ditemukan pada Kelompok Tani Malawo Sejahtera di Kelurahan Jamaimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya yang sebagian besar petaninya masih bergantung pada pestisida kimia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan biopestisida ramah lingkungan berbahan Microbacter Alfaafa-11 (MA-11) dan kulit bawang putih sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 minggu dengan melibatkan 22 anggota kelompok tani melalui pendekatan partisipatif dan edukatif berupa penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, fermentasi, pengemasan produk, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada seluruh variabel evaluasi. Pengetahuan peserta mengenai dampak pestisida sintetis meningkat dari 61,44% menjadi 84,16%, pemahaman pertanian ramah lingkungan dari 60,31% menjadi 87,17%, pengetahuan bahan organik sebagai biopestisida dari 63,02% menjadi 88,59%, dan keterampilan pembuatan biopestisida dari 41,87% menjadi 87,64%. Selain itu, pemahaman teknik aplikasi dan penyimpanan meningkat dari 52,48% menjadi 85,73%, sedangkan motivasi penggunaan biopestisida ramah lingkungan meningkat dari 58,26% menjadi 89,11%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas petani menuju sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Soil Quality Study Of Pomelo (Citrus Maxima (Burm) Merr) Plantation in Padanglampe Village, Pangkajene Regency Asmita Ahmad; Andi Ravita Sari Musrini; Nurul Fajeriana
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 January 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v8i1.5006

Abstract

Pamelo orange plants represent a significant horticultural commodity with substantial economic value and are extensively cultivated in Pangkajene Regency. The quality of Pamelo fruit in Padanglampe Village varies, with some fruits being sweet and others slightly sour, suggesting that differing soil conditions may influence fruit quality. This study aims to investigate the soil quality of Pamelo plants in Padanglampe Village, Ma'rang District, Pangkajene Regency. A quantitative descriptive method was employed, involving the collection of secondary data, field surveys, primary data collection through soil sampling, and laboratory analysis of minimum data sets (pH, total nitrogen, available phosphorus, organic carbon, and exchangeable potassium). Soil quality indices were analyzed using statistical tests, including principal component analysis (PCA). The findings indicated that soil pH was slightly acidic, organic carbon content was low, and nitrogen, phosphorus, and potassium levels were categorized as medium. Correlation tests revealed a significant negative correlation at the 1% alpha level between bulk density and porosity, while organic carbon and soil pH were positively correlated at the 5% alpha level. The scree plot showed three eigenvalues corresponding to the main components in PCA1, PCA2, and PCA3 analyses, which can be further examined to determine the Soil Quality Index (SQI) value. The SQI-PC1 value of 0.55 was categorized as moderate, while the SQI-PC2 and SQI-PC3 values were classified as very low. However, the comprehensive soil quality index (CSQI) value was 0.97, indicating outstanding soil quality. This finding suggests that Padanglampe Village has highly favorable soil conditions for pomelo cultivation, though improved management practices are needed to sustain optimal production. The primary strength of this study lies in integrating chemical and physical soil indicators into a single comprehensive index, providing a more holistic assessment of land suitability for pomelo cultivation. Based on these findings, it is recommended that farmers prioritize areas with high SQI values as primary zones for pomelo development and implement sustainable soil management practices, particularly by increasing soil organic matter content and applying appropriate fertilizer management, to maintain soil quality and ensure the long-term sustainability of pomelo production.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah dalam Mengoptimalkan Potensi Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya Nurul Fajeriana; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Nanik Purwanti; Hasriyanti Hasriyanti; Fita Dewi Yuniar; Ummu Salmah; Andi Pangeran Rivai
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4931

Abstract

Sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat penting dalam mengoptimalkan potensi pertanian berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia. Rapat Pengembangan Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Papua Barat Daya ini dilaksanakan melalui dua tahapan kegiatan yakni pemaparan materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab interaktif. Rapat ini menyoroti Pengembangan pangan dan pertanian di Provinsi Papua Barat Daya harus berorientasi pada keberlanjutan, dengan mengintegrasikan teknologi modern, pendekatan ekologi, dan kearifan lokal. Hasil dari program ini meliputi rekomendasi strategis, seperti penyusunan peta jalan untuk pertanian berkelanjutan, peningkatan investasi pada infrastruktur pertanian, dan pengembangan platform digital untuk mendukung akses pasar dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Sesi interaktif juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan pemerintah untuk menghadapi tantangan lokal serta menerapkan praktik pertanian yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan secara ekonomi, serta inklusif secara sosial. Optimalisasi lahan pertanian, diversifikasi komoditas, serta penguatan kapasitas petani menjadi elemen penting dalam mencapai ketahanan pangan. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang pertanian berkelanjutan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya alam. Dengan pendampingan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, dan kebijakan yang mendukung, Papua Barat Daya diharapkan menjadi model inovasi pertanian berkelanjutan di Indonesia.