Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Sistem Budidaya Tanaman Kacang Tanah Di Kampung Kofalit Distrik Salkma Kabupaten Sorong Selatan Mlik, Dorce; Ali, Akhmad; Fajeriana, Nurul
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 1 No. 1 (2023): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v1i1.2100

Abstract

Penelitian diakukan untuk mengetahui sistem budidaya dan pengaruh sistem budidaya tanaman kacang tanah pada Kampung Kofalit Distrik Salkma Kabupaten Sorong Selatan. Lokasi yang menjadi subjek penelitian adalah Kampung Kofalit Distrik Salkma Kabupaten Sorong Selatan yang berlangsung dari bulan Juni sampai dengan Oktober 2022. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya kacang tanah oleh petani Kampung Kofalit masih dengan sistem tradisional dengan menggunakan peralatan yang seadanya, pengolahan tanah hanya dengan pembersihan lahan dan penggemburan tanah tanpa membuat bedengan. Dalam hal pemupukan, petani tidak memberikan tambahan pupuk luar melainkan memanfatakan serasah tanaman sisa panen sebelumnya dengan ditambahkan kotoran ternak yang artinya tidak ada input luar (pembelian pupuk), serta dalam pemeliharaan tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman dilakukan secara manual yang artinya petani mencabut gulma dan mengusir hama tanpa menggunakan pestisida, serta panen dilakukan secara manual tanpa memnggunakan teknologi dan teknik yang modern. Sistem budidaya tradisonal ini memberikan pengaruh terhadap produksi tanaman yang kurang optimal tetapi sepadan dengan keuntungan yang didapat petani dengan modal, waktu, dan tenaga yang dikeluarkan sangat sedikit.
Pelatihan Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok untuk Karang Taruna Tirta Bahari Sorong Sukmawati, Sukmawati; Ponisri, Ponisri; Fajeriana, Nurul; Mangallo, Bertha; Musaad, Ishak; Lestari, Agnes Dyah Novitasari
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i1.3733

Abstract

Purpose: The catfish farming training using the biofloc system conducted for the Tirta Bahari Youth Group in Jamaimo Village aims to enhance the skills and knowledge of the fisheries group in utilizing biofloc technology as an efficient, sustainable, and environmentally friendly aquaculture method. Methodology: The biofloc system boosts fish farming productivity by using microorganisms to process feed waste and excrement into an additional nutrient source. Results: This training covered biofloc pond design, introduction of microorganisms, water quality monitoring for catfish growth, and maintenance management through aeration control and measurement of key parameters, such as pH, dissolved oxygen, and ammonia, to maintain pond stability. Conclusions: This training is expected to enhance the knowledge and skills of the Tirta Bahari Youth Group in biofloc-based fish farming, enabling them to apply it independently and sustainably. In the long term, this initiative is expected to strengthen the local economy by creating business opportunities in the aquaculture sector, enhancing food security, and empowering the Tirta Bahari Youth Group and other youth as agents of change who can contribute to sustainable fishery resource use in Jamaimo Village. Limitations: The time available for training may not be sufficient to cover all technical aspects in depth; therefore, participants may not be fully prepared to implement the biofloc system independently. Contribution: This service can have a wide and sustainable positive impact on the Jamaimo Village community.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah dalam Mengoptimalkan Potensi Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya Fajeriana, Nurul; Kadir, Muhammad Arifin Abd.; Purwanti, Nanik; Hasriyanti, Hasriyanti; Yuniar, Fita Dewi; Salmah, Ummu; Rivai, Andi Pangeran
SINAR SANG SURYA Vol 10, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4931

Abstract

Sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat penting dalam mengoptimalkan potensi pertanian berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia. Rapat Pengembangan Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Papua Barat Daya ini dilaksanakan melalui dua tahapan kegiatan yakni pemaparan materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab interaktif. Rapat ini menyoroti Pengembangan pangan dan pertanian di Provinsi Papua Barat Daya harus berorientasi pada keberlanjutan, dengan mengintegrasikan teknologi modern, pendekatan ekologi, dan kearifan lokal. Hasil dari program ini meliputi rekomendasi strategis, seperti penyusunan peta jalan untuk pertanian berkelanjutan, peningkatan investasi pada infrastruktur pertanian, dan pengembangan platform digital untuk mendukung akses pasar dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Sesi interaktif juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan pemerintah untuk menghadapi tantangan lokal serta menerapkan praktik pertanian yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan secara ekonomi, serta inklusif secara sosial. Optimalisasi lahan pertanian, diversifikasi komoditas, serta penguatan kapasitas petani menjadi elemen penting dalam mencapai ketahanan pangan. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang pertanian berkelanjutan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya alam. Dengan pendampingan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, dan kebijakan yang mendukung, Papua Barat Daya diharapkan menjadi model inovasi pertanian berkelanjutan di Indonesia.
PEMANFAATAN KULIT BAWANG PUTIH DENGAN BIOAKTIVATOR MICROBACTER ALFAAFA-11 (MA-11) SEBAGAI BIOPESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN Nurul Fajeriana; Mochamad Firmasyah Agustio; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Ismail Munadi Sangadji; Fita Dewi Yuniar; Siti Nurjanah; Nanik Purwanti; Lukman Rais; Ummu Salmah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58585

Abstract

Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan pertanian. Kondisi tersebut masih ditemukan pada Kelompok Tani Malawo Sejahtera di Kelurahan Jamaimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya yang sebagian besar petaninya masih bergantung pada pestisida kimia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan biopestisida ramah lingkungan berbahan Microbacter Alfaafa-11 (MA-11) dan kulit bawang putih sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 minggu dengan melibatkan 22 anggota kelompok tani melalui pendekatan partisipatif dan edukatif berupa penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, fermentasi, pengemasan produk, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada seluruh variabel evaluasi. Pengetahuan peserta mengenai dampak pestisida sintetis meningkat dari 61,44% menjadi 84,16%, pemahaman pertanian ramah lingkungan dari 60,31% menjadi 87,17%, pengetahuan bahan organik sebagai biopestisida dari 63,02% menjadi 88,59%, dan keterampilan pembuatan biopestisida dari 41,87% menjadi 87,64%. Selain itu, pemahaman teknik aplikasi dan penyimpanan meningkat dari 52,48% menjadi 85,73%, sedangkan motivasi penggunaan biopestisida ramah lingkungan meningkat dari 58,26% menjadi 89,11%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas petani menuju sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Soil Quality Study Of Pomelo (Citrus Maxima (Burm) Merr) Plantation in Padanglampe Village, Pangkajene Regency Asmita Ahmad; Andi Ravita Sari Musrini; Nurul Fajeriana
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 January 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v8i1.5006

Abstract

Pamelo orange plants represent a significant horticultural commodity with substantial economic value and are extensively cultivated in Pangkajene Regency. The quality of Pamelo fruit in Padanglampe Village varies, with some fruits being sweet and others slightly sour, suggesting that differing soil conditions may influence fruit quality. This study aims to investigate the soil quality of Pamelo plants in Padanglampe Village, Ma'rang District, Pangkajene Regency. A quantitative descriptive method was employed, involving the collection of secondary data, field surveys, primary data collection through soil sampling, and laboratory analysis of minimum data sets (pH, total nitrogen, available phosphorus, organic carbon, and exchangeable potassium). Soil quality indices were analyzed using statistical tests, including principal component analysis (PCA). The findings indicated that soil pH was slightly acidic, organic carbon content was low, and nitrogen, phosphorus, and potassium levels were categorized as medium. Correlation tests revealed a significant negative correlation at the 1% alpha level between bulk density and porosity, while organic carbon and soil pH were positively correlated at the 5% alpha level. The scree plot showed three eigenvalues corresponding to the main components in PCA1, PCA2, and PCA3 analyses, which can be further examined to determine the Soil Quality Index (SQI) value. The SQI-PC1 value of 0.55 was categorized as moderate, while the SQI-PC2 and SQI-PC3 values were classified as very low. However, the comprehensive soil quality index (CSQI) value was 0.97, indicating outstanding soil quality. This finding suggests that Padanglampe Village has highly favorable soil conditions for pomelo cultivation, though improved management practices are needed to sustain optimal production. The primary strength of this study lies in integrating chemical and physical soil indicators into a single comprehensive index, providing a more holistic assessment of land suitability for pomelo cultivation. Based on these findings, it is recommended that farmers prioritize areas with high SQI values as primary zones for pomelo development and implement sustainable soil management practices, particularly by increasing soil organic matter content and applying appropriate fertilizer management, to maintain soil quality and ensure the long-term sustainability of pomelo production.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah dalam Mengoptimalkan Potensi Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya Nurul Fajeriana; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Nanik Purwanti; Hasriyanti Hasriyanti; Fita Dewi Yuniar; Ummu Salmah; Andi Pangeran Rivai
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4931

Abstract

Sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat penting dalam mengoptimalkan potensi pertanian berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia. Rapat Pengembangan Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Papua Barat Daya ini dilaksanakan melalui dua tahapan kegiatan yakni pemaparan materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab interaktif. Rapat ini menyoroti Pengembangan pangan dan pertanian di Provinsi Papua Barat Daya harus berorientasi pada keberlanjutan, dengan mengintegrasikan teknologi modern, pendekatan ekologi, dan kearifan lokal. Hasil dari program ini meliputi rekomendasi strategis, seperti penyusunan peta jalan untuk pertanian berkelanjutan, peningkatan investasi pada infrastruktur pertanian, dan pengembangan platform digital untuk mendukung akses pasar dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Sesi interaktif juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan pemerintah untuk menghadapi tantangan lokal serta menerapkan praktik pertanian yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan secara ekonomi, serta inklusif secara sosial. Optimalisasi lahan pertanian, diversifikasi komoditas, serta penguatan kapasitas petani menjadi elemen penting dalam mencapai ketahanan pangan. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang pertanian berkelanjutan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya alam. Dengan pendampingan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, dan kebijakan yang mendukung, Papua Barat Daya diharapkan menjadi model inovasi pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Penguatan Peran Komunitas Perempuan dalam Ketahanan Pangan dan Kesehatan Lingkungan melalui Pelatihan Urban Farming Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik Nurul Fajeriana; Endang Gunaisah; Suherni Suherni; Khasanah Khasanah; Siti Nurjannah; Fita Dewi Yuniar; Darmiati Dahar; Andi Werawe Angka
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.532

Abstract

Permasalahan keterbatasan lahan dan peningkatan volume sampah rumah tangga menjadi tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan lingkungan yang sehat di wilayah perkotaan, termasuk di Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu ‘Aisyiyah Provinsi Papua Barat Daya dalam menerapkan urban farming sebagai solusi terhadap keterbatasan lahan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, pelatihan pembuatan pupuk organik cair, pembuatan pestisida nabati dari kulit bawang, serta praktik penanaman sayuran daun dengan memanfaatkan sampah anorganik sebagai media tanam. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan pendampingan selama praktik berlangsung. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 58,55% meningkat menjadi 85,62% pada post-test. Peserta menunjukkan antusiasme dan kesiapan untuk menerapkan urban farming di rumah masing-masing. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas perempuan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mendorong pengelolaan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Berbahan Air Cucian Beras terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam Hijau (Amaranthus viridis L.) Chica Nurul Azizah Kadir; Nurul Fajeriana; Muzna Ardin Abdul Gafur; Ismail Munadi Sangadji
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 18 No. 2 (2026): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v18i2.5936

Abstract

The productivity of green amaranth (Amaranthus viridis L.) is strongly influenced by nutrient availability during the vegetative growth stage. Meanwhile, rice washing water, a common household waste, contains various organic compounds and essential nutrients, making it a potential raw material for liquid organic fertilizer (LOF). This study aimed to evaluate the effects of different concentrations of fermented rice washing water-based liquid organic fertilizer on the growth and yield of green amaranth and to determine the optimum concentration for enhancing plant productivity. The experiment was conducted from October to December 2024 in a simple greenhouse located in Aimas Unit II, Malasom District, Sorong Regency, Indonesia. A single-factor Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of four treatments: 0, 50, 75, and 100 mL L⁻¹ of liquid organic fertilizer, with three replications. The fertilizer was applied by soil drenching at a rate of 10 mL per polybag once a week from one to four weeks after transplanting. Observed variables included plant height, number of leaves, and fresh biomass weight. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by the Honestly Significant Difference (HSD) test at the 5% significance level. The results demonstrated that the application of fermented rice washing water-based liquid organic fertilizer significantly improved the growth and yield of green amaranth. The highest concentration (100 mL L⁻¹) produced the best performance, with a plant height of 50.93 cm, 13.23 leaves per plant, and a fresh biomass weight of 19.63 g plant⁻¹, representing increases of 44.98%, 64.76%, and 130.13%, respectively, compared with the control treatment. These findings indicate that fermented rice washing water-based liquid organic fertilizer has considerable potential as an environmentally friendly alternative fertilizer for improving green amaranth productivity while promoting the sustainable utilization of household organic waste in vegetable production systems.
Advocacy Assistance for Patients' Families' Civil Law Rights in Alleged Medical Disputes in Sorong City: Pendampingan Advokasi Hak Keperdataan Keluarga Pasien pada Dugaan Sengketa Medis di Kota Sorong Hasriyanti Hasriyanti; Nurul Fajeriana; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Hadi Tuasikal; Akhmad Faqih Mursid; Mulyadi Golap
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 10 No. 3 (2026): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v10i3.568

Abstract

The right to information and access to medical records constitutes a fundamental component of patients' civil law rights as guaranteed under Law Number 17 of 2023 on Health in Indonesia. However, information asymmetry between healthcare providers and patients and their families in alleged medical disputes continues to limit public understanding of legal rights and appropriate dispute resolution mechanisms. This Community Service Program aimed to enhance the legal literacy of patients' families regarding their right to information and access to medical records while strengthening their bargaining position through a non-litigation advocacy approach. The program involved six family members of a patient facing an alleged medical dispute in Sorong City. The implementation consisted of three stages: preparation, advocacy, and evaluation. The preparation stage involved identifying legal facts through in-depth interviews and document analysis. The advocacy stage included legal counseling, communication assistance, and facilitation of requests for information and access to medical records from healthcare providers. The evaluation stage assessed improvements in participants' legal understanding and the progress of the advocacy process. The results showed that the advocacy assistance improved the legal understanding of all six participants regarding patients' civil law rights, strengthened their ability to exercise their rights to information and medical records in accordance with applicable laws and regulations, and promoted more constructive communication with healthcare providers. This community service program demonstrates that civil law rights-based advocacy assistance is an effective community empowerment strategy for supporting more transparent, equitable, and patient-centered resolution of alleged medical disputes.
Pemodelan Hidrograf untuk Menilai Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Karakteristik Aliran Sungai Di Sub-DAS Tanralili, Sulawesi Selatan (Hydrograph Modeling to Assess the Impact of Land Use Changes on River Flow Characteristics in the Tanralili Sub-Watershed, South Sulawesi) Sartika Laban; Hazairin Zubair; Fajar Nugraha; Nurul Fajeriana
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Manageme
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Teknisi Kehutanan dan Lingkungan Hidup Indonesia (APTKLHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59465/jppdas.2025.9.1.1-22

Abstract

The Tanralili sub-watershed is part of the Maros watershed, located in South Sulawesi, which plays a crucial role in maintaining an important ecosystem function. However, it has experienced a decline in quality due to land cover change, such as deforestation. This study aimed to assess the physical characteristics of the Tanralili sub-watershed area that affect the variability of stream flow components, analyse land cover changes, calculate the magnitude of flow components, and evaluate the impact of land cover change on the hydrological response of the sub-watershed. The data used included land cover, rainfall, river water levels in 2011 and 2022, and soil types. The straight-line hydrograph method was used to analyse the river flow components, namely surface flow, interflow, and base flow. The results showed an increase in surface flow of 85.43% and a decrease in base flow of 65.12%. This change is related to the conversion of forests into agricultural land and settlements, as well as variations in rainfall that affect the watershed’s hydrological response. These changes increase the potential risk of flooding during the rainy season and droughts during the dry season. Therefore, the importance of upstream area conservation and land conversion control as part of hydrological risk mitigation strategies and sustainable water resources management in the Tanralili Sub-watershed. Although this study suggests that the hydrograph approach can be used to detect the impact of land use change on river flow dynamics,