Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Kesesuaian Lahan dan Kesuburan Tanah pada Lahan Budidaya Kacang Tanah (Arachis hypogaea) di Kampung Kofalit Distrik Salkma Kabupaten Sorong Selatan Nurul Fajeriana
Agroteknika Vol 7 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i1.254

Abstract

Tanaman kacang tanah yang dibudidayakan secara tradisional di Kampung Kofalit, Distrik Salkma, Kabupaten Sorong Selatan tidak menerapkan Good Agricultural Practice (GAP), sehingga terjadi penurunan produktivitas tanah dan tanaman setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas lahan dengan evaluasi kelas kesesuaian lahan dan status hara tanah agar dapat memaksimalkan pengelolaan lahan dan meminimalisir kerusakan lahan. Metode penelitian ini mencakup pengumpulan data primer dan sekunder, pengolahan data curah hujan, analisis status hara tanah melalui pengambilan sampel dan analisis laboratorium, serta evaluasi kesesuaian lahan berdasarkan parameter karakteristik lahan dan syarat tumbuh tanaman kacang tanah. Hasil analisis digunakan untuk menentukan apakah lahan di Kampung Kofalit sesuai untuk budidaya kacang tanah dengan kemungkinan rekomendasi perbaikan atau pengelolaan yang tepat jika diperlukan. Lahan budidaya kacang tanah di Kampung Kofalit, Distrik Salkma, Kabupaten Sorong Selatan tergolong dalam kelas kesesuaian lahan S2, meskipun cukup cocok untuk budidaya, namun memiliki faktor pembatas dan status hara tanah yang rendah, sehingga perlu dilakukan perbaikan hara dan teknik olah tanah guna meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman.
Growth and Production Response of Mustard Plants (Brassica juncea L) Due to the Application of Chicken Manure Compost Enriched with Kirinyuh Plant Leaf Waste and Banana Stems Maruapey, Ajang; Wati, Darma; Fajeriana, Nurul
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 16 No. 2 (2023): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v16i2.1729

Abstract

Organic materials of animal manure, green plant debris when composted into fertilizer are very useful as plant fertilizers, increase soil organic matter and improve the quality of soil health in a sustainable manner. The purpose of this study was to reveal the effect of chicken manure compost fertilizer on the growth and yield of mustard plants. The research was conducted in the farmer's garden of Matawolot Village, Salawati District, Sorong Regency, Southwest Papua Province. The experiment was conducted from May to July 2023 at an altitude of ± 15 m above sea level with flat topography. The experimental design used was a Randomized Group Design (RAK) with 4 treatments of chicken manure compost doses, namely; A0 = 0 kg plot-1, A1 = 2 kg plot-1, A2 = 4 kg plot-1, A3 = 6 kg plot-1. Each treatment was repeated 3 times so that 12 experimental plots were obtained. Each plot consisted of 16 plants, each plot was taken 5 plants as observation samples. The results of the study were analyzed using variance analysis. if the analyzed data showed significant differences among fertilizer treatments, then continued with the Least Significant Difference Test (BNT) at the 0.05% confidence level. The results proved that all variables measured due to compost fertilizer treatment gave optimal results. Thus the highest final yield obtained from this study reached 8.04-8.94 tons/ha.
The Role of Local Communities in Implementing Soil and Water Conservation Practices for Sustainable Food Production Enhancement in the Salawati District, Sorong Regency Fajeriana, Nurul; Ali, Akhmad
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 24 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v24i1.3402

Abstract

Salawati District, as one of the agricultural centers in Sorong Regency, has 82.43% of its population employed in the agricultural sector. Over time, the community faces various challenges threatening the food supply and agricultural sustainability. The success of soil and water conservation practices heavily relies on the participation and contribution of local communities. This research aims to identify adopted soil and water conservation practices, assess the level of knowledge regarding these practices, and evaluate their impact on sustainable food production. The research design combines qualitative and quantitative approaches. Results indicate that the local community's knowledge stands at 72.86%, with 82.86% implementing soil and water conservation practices in agricultural cultivation processes. The primary motivation for applying conservation practices is to enhance agricultural yields (70%), followed by environmental sustainability concerns (15.71%) and personal motivations (14.29%). Challenges faced include a lack of resources (34.29%), weather uncertainties (30%), insufficient knowledge about conservation practices (22.86%), and time constraints (12.86%). Information sources for implementing soil and water conservation practices include other farmers (51.43%), the internet or social media (37.14%), local agricultural experts (8.57%), and agricultural training (2.86%). Farmer groups serve as the primary support system for implementing soil and water conservation practices, with 100% of the local community having a more sustainable outlook on increasing local food production. Sustainable agricultural systems can be achieved by improving land quality, ultimately enhancing sustainable food production and achieving food security.
Peran Lembaga Pemerintah Terhadap Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak: Studi Kasus di Kota Sorong Papua Barat Daya Kadir, Muhammad Arifin Abd; Salmawati, Salmawati; Fajeriana, Nurul; Ali, Muhammad; Amri, Irman
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 9 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v9i1.2925

Abstract

Kekerasaan pada perempuan dan anak masalah yang perlu diseriusi terutama di kota sorong masih sangat tinggi tujuan dalam penelitian ini untuk mengkaji peran lembaga perlindungan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak di Kota Sorong. Metode pada penelitian ini pendekatan kualitatif dengan hasil rendahnya pengetahuan yang hanya sekitar 20-25% untuk beberapa lembaga menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Kota Sorong tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang lembaga perlindungan kekerasaan, Masyarakat masih ambingu tentang Tantangan dalam melaporkan kasus dan menghadapi hambatan dalam mengakses proses hukum untuk melindungi diri mereka atau orang lain dan Lembaga perlindungan memberikan edukasi kepada masyarakat masih kurang guna meningkatkan kesadaran masyarakat. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Lembaga pemerintah memberikan perhatian lebih seperti penyediaan Layanan Perlindungan dan Bantuan karena Lembaga pemerintah di Kota Sorong, Papua Barat Daya, memiliki peran dalam menyediakan layanan perlindungan dan bantuan bagi korban kekerasan perempuan dan anak. Hal ini meliputi tempat penampungan, konseling, pendampingan hukum, dan fasilitas medis. Pemerintah memiliki peran dalam menegakkan hukum untuk memastikan pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak mendapat sanksi yang setimpal. Pemerintah memiliki peran dalam melakukan advokasi dan pegawasan untuk mendorong kesadaran masyarakat dan dukungan terhadap perlindungan perempuan dan anak
PEMBERDAYAAN PERANGKAT DESA, MASYARAKAT, DAN PEMUDA DALAM MANAJEMEN PEMBANGUNAN DESA BERWAWASAN LINGKUNGAN DENGAN PRAKTIK KONSERVASI PESISIR Kadir, Muhammad Arifin Abd; Fajeriana, Nurul; Refra, Mohamad Saleh; Hasriyanti, Hasriyanti; Sulfiana, Sulfiana; Salmawati, Salmawati
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3705

Abstract

Kegiatan ini adalah kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola pembangunan desa yang berkelanjutan, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap kerusakan lingkungan. Program ini bertujuan untuk memberdayakan perangkat desa, masyarakat, dan pemuda dalam manajemen pembangunan desa dengan fokus pada praktik konservasi pesisir. Metode pengabdian ini meliputi beberapa tahap: (1) Sosialisasi mengenai manajemen pembangunan desa yang berwawasan lingkungan, di mana materi tentang pentingnya pelestarian ekosistem pesisir disampaikan kepada peserta; dan (2) Penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir, yang dilakukan secara gotong-royong oleh masyarakat setempat dengan bimbingan dari tim pengabdi. Evaluasi program dilakukan melalui sesi tanya jawab, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya dan berdiskusi dengan tim pengabdi mengenai praktik manajemen pembangunan desa dan teknik penanaman mangrove yang benar. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya konservasi pesisir. Masyarakat tidak hanya lebih memahami pentingnya manajemen pembangunan desa yang berwawasan lingkungan, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir melalui kegiatan penanaman mangrove. Upaya ini diharapkan dapat menjadi model keberlanjutan bagi pembangunan desa di kawasan pesisir lainnya.
SOSIALISASI PENERAPAN SISTEM AGROFORESTRY UNTUK KEBERLANJUTAN LAHAN PERTANIAN Ponisri Ponisri; Nurul Fajeriana; Sukmawati Sukmawati; Bertha Mangallo; Ishak Musaad; Agnes Dyah Novitasari Lestari
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Jamaimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong memiliki potensi lahan pertanian seluas 20 ha dengan topografi beragam, dari datar hingga berbukit, yang rentan terhadap erosi dan penurunan kualitas tanah. Masyarakat setempat, dengan berbagai latar belakang profesi, sebagian besar adalah petani yang masih mengandalkan sistem monokultur. Sistem agroforestry diperkenalkan sebagai solusi untuk meningkatkan keberlanjutan lahan melalui integrasi tanaman dan pohon guna mencegah erosi, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab, melibatkan 22 petani untuk memberikan pemahaman mengenai teknik dan manfaat agroforestry. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan petani tentang agroforestry masih rendah, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan untuk mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, produktif, dan berkelanjutan. Sosialisasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman tentang agroforestry, dengan beberapa hal yang terkait pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan, pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia, dampak positif dari agroforestry dan kesadaran akan keberlanjutan lahan. Sehingga kedepannya kesadaran kelompok tani akan menerapkan system agroforestry dan keberlanjutan lahan dapat dilaksanakan lebih baik lagi dengan pendampingan secara kontinyu pada kelompok tani.
Pengaruh Konsentrasi ZPT Alami Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Stek Batang Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Rombe, Wanti; Gafur, Muzna Ardin Abdul; Fajeriana, Nurul
Agroteknika Vol 7 No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i4.390

Abstract

Tanaman buah naga adalah tanaman beriklim tropis yang dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan stek batang, untuk mempercepat pertumbuhannya bisa dilakukan dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang diperoleh dari air kelapa muda. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT air kelapa muda terhadap parameter persentase pertumbuhan stek, waktu muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas dan panjang akar primer. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Konsentrasi yang digunakan yaitu K1 (0%); K2 (30%); K3 (60%); dan K4 (90%). Penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan vegetatif stek batang buah naga merah dipengaruhi oleh konsentrasi air kelapa. Konsentrasi 30% berpengaruh pada jumlah tunas 90 HST yaitu 3,33 helai dan panjang tunas 30 HST 31,20 cm. Konsentrasi 60% berpengaruh pada waktu muncul tunas yaitu 21,00 hari, panjang tunas 60 HST yaitu 77,33 cm, dan panjang tunas 90 HST yaitu 116,66 cm. konsentrasi 90% menghambat pertumbuhan vegetatif karena kandungan sitokininnya. Konsentrasi terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi 60%.
PERAN STAKEHOLDER DALAM MEMBANGUN PEMAHAMAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM PADA PEMANFAATAN KEKAYAAN INTELEKTUAL DAERAH Hasriyanti, Hasriyanti; Fajeriana, Nurul; Kadir, Muhammad Arifin Abd; Lestaluhu, Rajab; Mursid, Akhmad Faqih; Naim, Sokhib
PROFICIO Vol. 6 No. 2 (2025): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v6i2.4616

Abstract

Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan hak eksklusif yang diberikan kepada individu atau kelompok atas hasil cipta, karya, atau inovasi mereka. Pelanggaran HAKI berdampak serius, termasuk kerugian ekonomi, penurunan kualitas produk, persaingan tidak sehat, hingga hilangnya kepercayaan konsumen. Dalam menghadapi tantangan ini, pengabdian masyarakat berupa penyuluhan bertujuan meningkatkan pemahaman stakeholder terkait upaya pencegahan pelanggaran HAKI dan penguatan perlindungan hukum di tingkat daerah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan tanya jawab yang melibatkan aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan instansi terkait. Materi penyuluhan mencakup pengertian HAKI, jenis perlindungan yang tersedia, regulasi hukum, dampak pelanggaran, serta strategi pencegahan berbasis kolaborasi antar pihak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memahami sepenuhnya dampak pelanggaran HAKI dan pentingnya perlindungan hukum. Solusi yang ditawarkan mencakup pendidikan masyarakat, penerapan regulasi tegas, penguatan pengawasan, dan kolaborasi lintas sektor. Penyuluhan ini diharapkan mendorong kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan kekayaan intelektual secara optimal sekaligus mencegah potensi pelanggaran. Dengan strategi yang tepat dan kerja sama yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, perlindungan HAKI dapat diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.
Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Selada dengan Teknik Hidroponik Wick di Kelurahan Aimas Kabupaten Sorong Fajeriana, Nurul; Abd. Kadir, Muhammad Arifin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i1.11899

Abstract

Kelurahan Aimas merupakan daerah trasmigran yang menjadi sentra produksi sayuran di Sorong Raya Papua Barat. Sayuran yang dibudidayakan bermacam-macam, namun kini yang marak yakni budidaya selada karena alasan hasil penjualan yang kian meningkat. Tetapi karena keadaan iklim di Kabupaten Sorong yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga jika melakukan budidaya secara konvensional maka akan mengeluarkan modal yang besar dalam hal pengolahan tanah, pemupukan, dan pemeliharaan tanaman, khususnya selada, sehingga mengharuskan memilih alternatif sistem budidaya yang efisien sehingga mampu tetap menjaga hasil dan pertumbuhan tanaman selada. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan dan pendampingan budidaya Hidroponik Wick dengan memanfaatkan larutan nutrisi untuk tumbuh. dengan tujuan agar mengubah pemikiran dan meningkatkan keterampilan peserta agar dapat melakukan budidaya walaupun memiliki keterbatasan dalam hal modal dan lahan karena teknik hidroponik Wick dapat dilakukan dirumah masing-masing secara mandiri dan dengan memanfaatkan barang bekas sehingga tidak memerlukan modal yang banyak. Oleh karena itu, pelatihan ini mendapatkan tanggapan yang luar biasa karena tahapan budidaya yang mudah, modal yang dikeluarkan lebih sedikit, serta pemeliharaan yang praktis, sehingga peserta akan melakukan budidaya serupa di rumah mereka masing-masing yang nantinya akan menunjang aktualisasi kemandirian pangan dan ketahanan pangan di masyarakat.
Pelatihan Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok untuk Karang Taruna Tirta Bahari Sorong sukmawati, sukmawati; Ponisri, Ponisri; Fajeriana, Nurul; Mangallo, Bertha; Musaad, Ishak; Lestari, Agnes Dyah Novitasari
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i1.3733

Abstract

Purpose: The catfish farming training using the biofloc system conducted for the Tirta Bahari Youth Group in Jamaimo Village aims to enhance the skills and knowledge of the fisheries group in utilizing biofloc technology as an efficient, sustainable, and environmentally friendly aquaculture method. Methodology: The biofloc system boosts fish farming productivity by using microorganisms to process feed waste and excrement into an additional nutrient source. Results: This training covered biofloc pond design, introduction of microorganisms, water quality monitoring for catfish growth, and maintenance management through aeration control and measurement of key parameters, such as pH, dissolved oxygen, and ammonia, to maintain pond stability. Conclusions: This training is expected to enhance the knowledge and skills of the Tirta Bahari Youth Group in biofloc-based fish farming, enabling them to apply it independently and sustainably. In the long term, this initiative is expected to strengthen the local economy by creating business opportunities in the aquaculture sector, enhancing food security, and empowering the Tirta Bahari Youth Group and other youth as agents of change who can contribute to sustainable fishery resource use in Jamaimo Village. Limitations: The time available for training may not be sufficient to cover all technical aspects in depth; therefore, participants may not be fully prepared to implement the biofloc system independently. Contribution: This service can have a wide and sustainable positive impact on the Jamaimo Village community.