This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekonomi : Journal of Economic INFERENSI Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Indonesia Journal of Halal JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI FINANSIA : Jurnal Akuntansi dan Perbankan Syariah Business, Economics and Entrepreneurship Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Cendekia Niaga Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Investasi Islam MUBEZA Pemikiran Hukum dan Ekonomi Islam Journal of Islamic Economic and Business Research Journal Of Sharia Banking ProBisnis : Jurnal Manajemen Al-Buhuts (e-journal) EKSYA: Jurnal Ekonomi Syariah International Journal Mathla'ul Anwar of Halal Issues Al Dzahab Jurnal Riset Ekonomi Syariah Al-Iqtishad : Jurnal Ekonomi Saree : Research in Gender Studies Sosiologia : Jurnal Agama dan Masyarakat Al Hisab: Jurnal Ekonomi Syariah Journal of Islamic Economics and Finance AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Amal: Jurnal Ekonomi Syariah Ekonom : Jurnal Ekonomi dan Bisnis AT-TIJARAH: Journal Islamic Banking and Finance Research Jurnal Al-ittifaq JSE: Jurnal Sharia Economica Jurnal Bisnis dan Ekonomi Dalwa Islamic Economic Studies: Jurnal Ekonomi Syariah J-ISCAN : Journal of Islamic Accounting Research JESKaPe: Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan Tijarah GREAT: Jurnal Manajemen dan Bisnis Islam Malik Al-Shalih Mu'amalatuna: Jurnal Ekonomi Syariah Jurnal Kolaborasi Akademika Taraadin : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Seumike : Society Progress Journal J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBIAYAAN INDUSTRI HALAL OLEH LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Adzkia, Salsabila; Malahayatie
EKSYA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol 5 No 1 (2024): JURNAL EKSYA: JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/eksya.v5i1.1799

Abstract

Indonesia has the largest Muslim population in the world. This encourages Indonesian people to choose to live in sharia. Sharia is very closely related to the halal industry. Islamic banking can encourage halal industries in Indonesia. The enthusiasm of the community to run a sharia system, it encourages banks to disburse financing to develop a halal industry. Global economic conditions have indicated and caught a signal that the Islamic the economy began to develop. Halal industries should be developed in all sectors, but this Sharia market share is not yet wide. The halal industry should be able to encourage the share of the Islamic banking market to develop broader Sharia-compliant goods and services. The research method used is a descriptive quantitative method and literature review. From the results of the analysis of the role of banks, it is not limited to financing without training, guidance and usury, but also includes halal regulations, halal consumption of products, halal industry intelligence and lawful governance. The government has a role as a regulator between Islamic banking, business actors and MUI so that the economic potential and halal industries according to Sharia can be realized.
Pemikiran Imam Abu Hanifah Dalam Ekonomi Islam Wira, Wiranda; Malahayatie
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.317

Abstract

Ekonomi Islam pada dasarnya telah dipraktikkan 14 abad silam oleh Nabi Muhammad Saw. Diantara praktik tersebut antara lain pelarangan baii' najasyy, talaqqii ruukbann, dan dan masih banyak ketentuan-ketentuan lainnya yang berbicara ekonomi Islam pada masa itu. Ulama yang menulis dan berbicara berkenaan ekonomi Islam dalam karyanya antara lain Abu Hanifah dengan  Al-Makharif fi AlFiqh, Abu Ubaid dengan Al-Amwal, Yahya bin Umar dengan Ahkam al-Suq dan masih banyak lagi yang lainnya. Penelitian ini, penelitian kepustakaan. Data  penelitian ini diperoleh melalui metode dokumenter untuk mencari informasi tentang pemikiran Imam Abu Hanifah tentang ekonomi Islam, antara lain melalui buku, majalah, internet, dan artikel. Untuk mengatasi permasalahan ekonomi tersebut, perlu adanya  penelitian yang mengkaji  konsep-konsep ekonomi menurut para ulama, khususnya para Imam yang pemikirannya dianut oleh umat Islam di seluruh dunia, seperti Imam Abu Hanifah. Abu Hanifah merupakan ulama yang berpikir positif rasional, ia tidak hanya berpedoman pada Al-Quran dan Sunnah saja namun memadukannya dengan rasionalitas berupa kaidah istiḥsan.
Studi Pemikiran Ekonomi Islam Ibnu Khaldun Hasan Syakri, wulan Gustina Putri; Malahayatie
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.337

Abstract

Ibnu Khaldun adalah seorang tokoh cendikiawan yang hidup pada abad ke-14, dikenal secara luas karena karyanya yang sangat luar biasa, yaitu “Muqaddimah”(Preolegomena). Karya ini menjadi landasan sangat penting dalam pemikiran sejarah dan ilmu sosial. Salah satu peran terbesar Ibnu Khaldun adalah pengembangan teori siklus sejarah. Ibnu Khaldun sangat memahami bahwa peradaban manusia mengalami sistem tertentu dalam perkembangannya. Contohnya kenaikan, puncak, kemunduran dan kemudian kembali lagi ke sistem lainnya. Teori ini juga memberikan wawasan yang sangat mendalam tentang peradaban. Karya-karya Ibnu Khaldun bukan tentang mempengaruhi pemikiran sejarah saja, tapi ada juga tentang ilmu sosial, ekonomi dan politik. Menurutnya konsep “Abbasiah” (Sosidaritas) menjadi salah satu yang sangat penting dalam memahami perubahan sosial dan politik dalam masyarakat. Ibnu Khaldun juga berpendapat bahwa keberlangsungan sebuah peradaban juga terkait pada tingkat “Asabiyyah” (Kesukuan) yang ada dalam masyarakat.
Analisis Tantangan dan Peluang Industri Halal di Indonesia Jannah, Miftahul; Malahayatie
Mubeza Vol. 14 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v14i2.394

Abstract

Tujuan penelitian deskriptif ini adalah untuk menganalisis tantangan dan peluang industri halal di Indonesia. Data dalam penelitian diperoleh dengan cara menganalisis artikel jurnal nasional yang membahas mengenai industri halal di Indonesia. Artikel tersebut diperoleh dari Google Scholar dan referensi artikel dengan kata kunci industri halal. Analisis dilakukan dengan reduksi data, analisis data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, tetapi juga menghadapi beberapa tantangan. Untuk mengembangkan industri halal, Indonesia perlu meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan kualitas rantai pasokan produk halal, meningkatkan kepedulian terhadap produk ramah Muslim, dan meningkatkan kerjasama dengan negara lain. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan posisinya sebagai sentra perkembangan ekonomi syariah di dunia dan meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan industri halal.
Kondisi Eksisting Industri Halal Di Indonesia Wiranda; Malahayatie
Mubeza Vol. 14 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v14i1.398

Abstract

Industri halal di Indonesia merupakan sektor yang vital bagi perekonomian nasional, didukung oleh mayoritas penduduk Muslim. Pertumbuhan industri ini didorong oleh meningkatnya kesadaran terhadap pemenuhan syariah Islam dan dukungan regulasi pemerintah. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya harmonisasi sertifikasi halal, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya adopsi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus untuk mengidentifikasi dinamika, tantangan, dan peluang industri halal di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat hambatan, industri halal Indonesia memiliki potensi besar untuk ekspansi pasar ekspor, diversifikasi produk, dan peningkatan efisiensi melalui adopsi teknologi. Keterlibatan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil sangat penting untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang, guna memastikan pertumbuhan industri halal yang berkelanjutan dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian negara.
PRAKTIK PENGELOLAAN DAN PENJAMINAN HALAL PADA UMKM POTONG AYAM: STUDI KASUS DI WILAYAH ACEH TENGAH Imeliani, Sandrina Dimas; Malahayatie
International Journal Mathla’ul Anwar of Halal Issues Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine how halal management and assurance practices are implemented in a micro, small, and medium enterprise (MSME) chicken slaughter business in the Aceh Tengah region, particularly in the context of slaughtering, hygiene, marketing, and the business owner's understanding of the importance of halal certification. Method: This research employed field observation and direct interviews with the MSME owner. Semi-structured interviews were conducted to gather information related to the production process, marketing strategies, and the business owner's level of understanding regarding halal certification. The data were analyzed using a descriptive-qualitative method with a case study approach. Results and Discussion: The findings indicate that the chicken slaughtering process is conducted manually in accordance with Islamic law, supported by the use of a feather-removal machine to make the cleaning process faster and more efficient. Product management remains traditional, from the selection of raw materials, slaughtering process, to simple packaging. Promotion is carried out modestly through social networks and the use of WhatsApp to take orders and communicate with regular customers. The business has not yet obtained official halal certification, and the owner lacks understanding of the procedures and benefits of the certification. The business owner’s awareness of the importance of halal certification remains low, and there is no halal supervisor involved in the production process. This highlights the need for guidance and education to improve MSMEs' understanding of halal product management. Conclusion: This study concludes that although the chicken slaughtering practice complies with basic Islamic principles, formal legal recognition in the form of halal certification has not yet been obtained. This presents a significant challenge for MSMEs in building consumer trust in the growing halal industry. Active involvement from the government, certification bodies, and academics is needed to support MSMEs in enhancing their knowledge, legal compliance, and management of products according to national halal standards.
Ekonomi Industri Halal: Studi Kasus Penerapan Prinsip Syariah pada Usaha Es Kelapa Jeruk Pemuda Maulidansyah; Malahayatie
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i5.27446

Abstract

Sektor halal berkembang pesat secara global, didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen Muslim akan pentingnya produk dan layanan yang sesuai syariah. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, memiliki potensi besar dalam sektor ini, khususnya melalui peran usaha mikro. Artikel ini mengkaji penerapan prinsip ekonomi syariah pada usaha mikro Es Kelapa Jeruk Pemuda sebagai contoh nyata pelaku industri halal lokal. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, penelitian menemukan bahwa usaha ini konsisten menerapkan prinsip Islam dalam operasionalnya, mulai dari produksi yang halal dan bersih, transaksi tanpa gharar dan riba, hingga pengelolaan keuntungan yang adil dan berkah. Nilai-nilai etika bisnis Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, dan pelayanan kepada masyarakat juga dijunjung tinggi. Usaha ini mencerminkan pentingnya maqashid syariah, terutama prinsip keadilan (al-‘adl), kemaslahatan (maslahah), dan penghindaran riba sebagai dasar kegiatan ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa usaha kecil berperan penting dalam membangun industri halal yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menunjukkan bahwa prinsip ekonomi Islam dapat diterapkan secara efektif dalam konteks mikroekonomi yang nyata dan bermanfaat.
INTEGRASI NILAI-NILAI SYARIAH DALAM ETIKA BISNIS ISLAM Nurhasanah, Ishma; Malahayatie, Malahayatie
Al-Hisab: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 5 No 2 (2025): AL HISAB: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Baktiya Aceh Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59755/alhisab.v5i2.390

Abstract

Integrasi nilai-nilai syariah dalam etika bisnis Islam merupakan upaya penting untuk menciptakan praktik bisnis yang tidak hanya mengutamakan keuntungan material, tetapi juga berlandaskan pada prinsip-prinsip moral dan spiritual yang diajarkan dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai syariah dapat diintegrasikan dalam etika bisnis, serta untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang ada dalam penerapannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, dengan analisis terhadap berbagai sumber seperti buku, artikel, dan catatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip syariah, seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial, dapat meningkatkan moral dan motivasi karyawan, serta kinerja perusahaan. Selain itu, integrasi nilai-nilai syariah juga berkontribusi pada hubungan yang lebih baik dengan pemangku kepentingan. Namun, tantangan dalam implementasi, seperti tekanan pasar dan kurangnya regulasi, perlu diatasi untuk mencapai keberlanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai syariah dalam etika bisnis tidak hanya merupakan kewajiban moral, tetapi juga strategi yang cerdas untuk mencapai kesuksesan jangka panjang dan kesejahteraan masyarakat.
Halal tourism | economic development strategy based on community Agus Ariyanto; Malahayatie; Riska Nanda; Nuril Husna
JKA Vol. 1 No. 2 (2024): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/p4xp0w16

Abstract

aa
Peran Teknologi Dalam Industrialisasi Halal Di Indonesia Dan Dampak Industrialisasi Zulia (IAIN Lhokseumawe), Silvina; (IAIN Lhokseumawe), Malahayatie
Mu'amalatuna: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 7, No 2 (2024): Mu'amalatuna: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/muamalatuna.v7i2.2538

Abstract

Dunia dan cara manusia bekerja telah berubah karena kemajuan teknologi. Dalam praktiknya, industrialisasi melibatkan kemajuan teknologi, perusahaan, individu, bahkan negara atau otoritas berkuasa. Transformasi ini mengubah suatu negara atau wilayah dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis manufaktur massal. Dengan industri pengolahan sebagai fokus utama, industrialisasi lalah bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah di seluruh ekonomi. Kemajuan teknologi telah menjadi katalisator utama dalam perubahan dunia industri, terutama dengan munculnya revolusi industri 4.0. Di Indonesia, perubahan ini tidak hanya berdampak pada sektor-sektor tradisional, tetapi juga mempercepat pertumbuhan industri halal melalui integrasi teknologi seperti blockchain dan Internet of Things (IoT). Industri halal Indonesia semakin menunjukkan kemampuannya, seperti yang ditunjukkan oleh pencapaian ekonomi dan keuangan syariah Indonesia yang menduduki peringkat keempat di dunia. Hal ini jelas menghasilkan pemerintah lebih keras untuk membangun industri halal di negara ini. Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mengembangkan industri halal, salah satunya adalah mendirikan 3 (tiga) wilayah industri halal di Indonesia, penting untuk memperhatikan dampak industri terhadap lingkungan sekitar dan menerapkan strategi pengelolaan kawasan industri yang berkelanjutan, seperti eco-industry park, untuk meminimalkan dampak negatif industri terhadap lingkungan. Industri harus dapat berkontribusi pada peningkatan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan rakyat karena peran teknologi menjadi sangat penting untuk kemajuan industrialisasi Indonesia. Masalah ekonomi dan sosial sering dikaitkan dengan industrialisasi. Perubahan teknologi dalam industrialisasi ditandai dengan munculnya mesin atau perangkat lainnya yang dapat mempercepat kinerja industri. . Selain itu, penting untuk memperhatikan dampak industri terhadap lingkungan sekitar dan menerapkan strategi pengelolaan kawasan industri yang berkelanjutan, seperti eco-industry park, untuk meminimalkan dampak negatif industri terhadap lingkungan.