p-Index From 2021 - 2026
7.172
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekonomi : Journal of Economic INFERENSI Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Indonesia Journal of Halal JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI FINANSIA : Jurnal Akuntansi dan Perbankan Syariah Business, Economics and Entrepreneurship Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe) Cendekia Niaga Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Investasi Islam MUBEZA Pemikiran Hukum dan Ekonomi Islam Journal of Islamic Economic and Business Research Journal Of Sharia Banking ProBisnis : Jurnal Manajemen Al-Buhuts (e-journal) EKSYA: Jurnal Ekonomi Syariah International Journal Mathla'ul Anwar of Halal Issues Al Dzahab Jurnal Riset Ekonomi Syariah Al-Iqtishad : Jurnal Ekonomi Saree : Research in Gender Studies Al Hisab: Jurnal Ekonomi Syariah Journal of Islamic Economics and Finance AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Amal: Jurnal Ekonomi Syariah Ekonom : Jurnal Ekonomi dan Bisnis AT-TIJARAH: Journal Islamic Banking and Finance Research Jurnal Al-ittifaq JSE: Jurnal Sharia Economica Jurnal Bisnis dan Ekonomi Dalwa Islamic Economic Studies: Jurnal Ekonomi Syariah J-ISCAN : Journal of Islamic Accounting Research JESKaPe: Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan Tijarah Malik Al-Shalih Mu'amalatuna: Jurnal Ekonomi Syariah Jurnal Kolaborasi Akademika Taraadin : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Seumike : Society Progress Journal J-EBI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Journal Of Economic Cluster
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Pemikiran Ekonomi Islam Ibnu Khaldun Hasan Syakri, wulan Gustina Putri; Malahayatie
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.337

Abstract

Ibnu Khaldun adalah seorang tokoh cendikiawan yang hidup pada abad ke-14, dikenal secara luas karena karyanya yang sangat luar biasa, yaitu “Muqaddimah”(Preolegomena). Karya ini menjadi landasan sangat penting dalam pemikiran sejarah dan ilmu sosial. Salah satu peran terbesar Ibnu Khaldun adalah pengembangan teori siklus sejarah. Ibnu Khaldun sangat memahami bahwa peradaban manusia mengalami sistem tertentu dalam perkembangannya. Contohnya kenaikan, puncak, kemunduran dan kemudian kembali lagi ke sistem lainnya. Teori ini juga memberikan wawasan yang sangat mendalam tentang peradaban. Karya-karya Ibnu Khaldun bukan tentang mempengaruhi pemikiran sejarah saja, tapi ada juga tentang ilmu sosial, ekonomi dan politik. Menurutnya konsep “Abbasiah” (Sosidaritas) menjadi salah satu yang sangat penting dalam memahami perubahan sosial dan politik dalam masyarakat. Ibnu Khaldun juga berpendapat bahwa keberlangsungan sebuah peradaban juga terkait pada tingkat “Asabiyyah” (Kesukuan) yang ada dalam masyarakat.
Analisis Tantangan dan Peluang Industri Halal di Indonesia Jannah, Miftahul; Malahayatie
Mubeza Vol. 14 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v14i2.394

Abstract

Tujuan penelitian deskriptif ini adalah untuk menganalisis tantangan dan peluang industri halal di Indonesia. Data dalam penelitian diperoleh dengan cara menganalisis artikel jurnal nasional yang membahas mengenai industri halal di Indonesia. Artikel tersebut diperoleh dari Google Scholar dan referensi artikel dengan kata kunci industri halal. Analisis dilakukan dengan reduksi data, analisis data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, tetapi juga menghadapi beberapa tantangan. Untuk mengembangkan industri halal, Indonesia perlu meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan kualitas rantai pasokan produk halal, meningkatkan kepedulian terhadap produk ramah Muslim, dan meningkatkan kerjasama dengan negara lain. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan posisinya sebagai sentra perkembangan ekonomi syariah di dunia dan meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan industri halal.
Kondisi Eksisting Industri Halal Di Indonesia Wiranda; Malahayatie
Mubeza Vol. 14 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v14i1.398

Abstract

Industri halal di Indonesia merupakan sektor yang vital bagi perekonomian nasional, didukung oleh mayoritas penduduk Muslim. Pertumbuhan industri ini didorong oleh meningkatnya kesadaran terhadap pemenuhan syariah Islam dan dukungan regulasi pemerintah. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya harmonisasi sertifikasi halal, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya adopsi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus untuk mengidentifikasi dinamika, tantangan, dan peluang industri halal di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat hambatan, industri halal Indonesia memiliki potensi besar untuk ekspansi pasar ekspor, diversifikasi produk, dan peningkatan efisiensi melalui adopsi teknologi. Keterlibatan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil sangat penting untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang, guna memastikan pertumbuhan industri halal yang berkelanjutan dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian negara.
PRAKTIK PENGELOLAAN DAN PENJAMINAN HALAL PADA UMKM POTONG AYAM: STUDI KASUS DI WILAYAH ACEH TENGAH Imeliani, Sandrina Dimas; Malahayatie
International Journal Mathla’ul Anwar of Halal Issues Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine how halal management and assurance practices are implemented in a micro, small, and medium enterprise (MSME) chicken slaughter business in the Aceh Tengah region, particularly in the context of slaughtering, hygiene, marketing, and the business owner's understanding of the importance of halal certification. Method: This research employed field observation and direct interviews with the MSME owner. Semi-structured interviews were conducted to gather information related to the production process, marketing strategies, and the business owner's level of understanding regarding halal certification. The data were analyzed using a descriptive-qualitative method with a case study approach. Results and Discussion: The findings indicate that the chicken slaughtering process is conducted manually in accordance with Islamic law, supported by the use of a feather-removal machine to make the cleaning process faster and more efficient. Product management remains traditional, from the selection of raw materials, slaughtering process, to simple packaging. Promotion is carried out modestly through social networks and the use of WhatsApp to take orders and communicate with regular customers. The business has not yet obtained official halal certification, and the owner lacks understanding of the procedures and benefits of the certification. The business owner’s awareness of the importance of halal certification remains low, and there is no halal supervisor involved in the production process. This highlights the need for guidance and education to improve MSMEs' understanding of halal product management. Conclusion: This study concludes that although the chicken slaughtering practice complies with basic Islamic principles, formal legal recognition in the form of halal certification has not yet been obtained. This presents a significant challenge for MSMEs in building consumer trust in the growing halal industry. Active involvement from the government, certification bodies, and academics is needed to support MSMEs in enhancing their knowledge, legal compliance, and management of products according to national halal standards.
INTEGRASI NILAI-NILAI SYARIAH DALAM ETIKA BISNIS ISLAM Nurhasanah, Ishma; Malahayatie, Malahayatie
Al-Hisab: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 5 No 2 (2025): AL HISAB: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Baktiya Aceh Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59755/alhisab.v5i2.390

Abstract

Integrasi nilai-nilai syariah dalam etika bisnis Islam merupakan upaya penting untuk menciptakan praktik bisnis yang tidak hanya mengutamakan keuntungan material, tetapi juga berlandaskan pada prinsip-prinsip moral dan spiritual yang diajarkan dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai syariah dapat diintegrasikan dalam etika bisnis, serta untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang ada dalam penerapannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, dengan analisis terhadap berbagai sumber seperti buku, artikel, dan catatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip syariah, seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial, dapat meningkatkan moral dan motivasi karyawan, serta kinerja perusahaan. Selain itu, integrasi nilai-nilai syariah juga berkontribusi pada hubungan yang lebih baik dengan pemangku kepentingan. Namun, tantangan dalam implementasi, seperti tekanan pasar dan kurangnya regulasi, perlu diatasi untuk mencapai keberlanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai syariah dalam etika bisnis tidak hanya merupakan kewajiban moral, tetapi juga strategi yang cerdas untuk mencapai kesuksesan jangka panjang dan kesejahteraan masyarakat.
Halal tourism | economic development strategy based on community Agus Ariyanto; Malahayatie; Riska Nanda; Nuril Husna
JKA Vol. 1 No. 2 (2024): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/p4xp0w16

Abstract

aa
Peran Teknologi Dalam Industrialisasi Halal Di Indonesia Dan Dampak Industrialisasi Zulia (IAIN Lhokseumawe), Silvina; (IAIN Lhokseumawe), Malahayatie
Mu'amalatuna: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 7, No 2 (2024): Mu'amalatuna: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/muamalatuna.v7i2.2538

Abstract

Dunia dan cara manusia bekerja telah berubah karena kemajuan teknologi. Dalam praktiknya, industrialisasi melibatkan kemajuan teknologi, perusahaan, individu, bahkan negara atau otoritas berkuasa. Transformasi ini mengubah suatu negara atau wilayah dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis manufaktur massal. Dengan industri pengolahan sebagai fokus utama, industrialisasi lalah bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah di seluruh ekonomi. Kemajuan teknologi telah menjadi katalisator utama dalam perubahan dunia industri, terutama dengan munculnya revolusi industri 4.0. Di Indonesia, perubahan ini tidak hanya berdampak pada sektor-sektor tradisional, tetapi juga mempercepat pertumbuhan industri halal melalui integrasi teknologi seperti blockchain dan Internet of Things (IoT). Industri halal Indonesia semakin menunjukkan kemampuannya, seperti yang ditunjukkan oleh pencapaian ekonomi dan keuangan syariah Indonesia yang menduduki peringkat keempat di dunia. Hal ini jelas menghasilkan pemerintah lebih keras untuk membangun industri halal di negara ini. Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mengembangkan industri halal, salah satunya adalah mendirikan 3 (tiga) wilayah industri halal di Indonesia, penting untuk memperhatikan dampak industri terhadap lingkungan sekitar dan menerapkan strategi pengelolaan kawasan industri yang berkelanjutan, seperti eco-industry park, untuk meminimalkan dampak negatif industri terhadap lingkungan. Industri harus dapat berkontribusi pada peningkatan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan rakyat karena peran teknologi menjadi sangat penting untuk kemajuan industrialisasi Indonesia. Masalah ekonomi dan sosial sering dikaitkan dengan industrialisasi. Perubahan teknologi dalam industrialisasi ditandai dengan munculnya mesin atau perangkat lainnya yang dapat mempercepat kinerja industri. . Selain itu, penting untuk memperhatikan dampak industri terhadap lingkungan sekitar dan menerapkan strategi pengelolaan kawasan industri yang berkelanjutan, seperti eco-industry park, untuk meminimalkan dampak negatif industri terhadap lingkungan.
IMPLEMENTASI MAQASID SYARIAH DALAM BISNIS ONLINE Salvia, Putri Nabila; Malahayatie
Ekonom : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 3 No 3 (2023): Ekonom: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Yana Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/ekonom.v3i3.1021

Abstract

Kesejahteraan ekonomi dalam perspektif Islam terbagi menjadi dua aspek utama, yaitu kesejahteraan dalam kehidupan dunia dan kesejahteraan dalam kehidupan akhirat. Kesejahteraan materiil diperoleh melalui peningkatan pendapatan yang memungkinkan seseorang memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. Sementara itu, kesejahteraan rohani terkait dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara memelihara prinsip-prinsip Maqashid Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Maqasid Syariah Dalam Bisnis Online. Maqashid mengacu pada tujuan-tujuan yang dapat dicapai melalui syariah, dan pelaksanaannya bergantung pada pemahaman terhadap sumber utama hukum Islam, yakni Al-Quran dan Hadis. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data yang menggunakan penelusuran literatur (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Maqasid Syariah dalam bisnis online telah terbukti sangat efektif dan mempermudah pengguna, serta telah memenuhi lima prinsip Maqashid Syariah yang meliputi pemeliharaan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. ABSTRACT Economic well-being in the perspective of Islam is divided into two main aspects: well-being in worldly life and well-being in the afterlife. Material well-being is attained through increasing income that enables an individual to meet their livelihood needs adequately. Meanwhile, spiritual well-being is linked to drawing closer to Allah SWT by upholding the principles of Maqasid Shariah. This research aims to analyze the Implementation of Maqasid Shariah in Online Business. Maqasid refers to the goals achievable through Shariah, and its implementation depends on understanding the primary sources of Islamic law, namely the Quran and Hadith. This study is descriptive-qualitative in nature, employing a data collection method that involves literature review (library research). The research findings indicate that the application of Maqasid Shariah in online business has proven to be highly effective and user-friendly, meeting the five principles of Maqasid Shariah, which include the preservation of religion, life, intellect, progeny, and wealth.  
TRANSFORMASI INDUSTRI HALAL DI INDONESIA REGULASI NASIONAL DAN PRAKTIK UMKM UD. MIE SEUDAP ACEH Naufal, Muhammad; Malahayatie
Ekonom : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4 No 3 (2024): Ekonom: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Yana Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/ekonom.v4i3.1460

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dinamika transformasi industri halal di Indonesia, dengan penekanan khusus pada bagaimana undang-undang telah diterapkan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh negeri. UD. Mie Seudap Aceh, sebuah UMKM yang bergerak dalam produksi mie tradisional, menjadi subjek studi kasus ini. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk melihat bagaimana praktik halal lokal mengalami pergeseran menuju sistem sertifikasi halal yang resmi. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis telah menyadari pentingnya sertifikasi halal untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dan daya saing produk mereka. Namun, mereka menghadapi beberapa masalah besar, seperti biaya sertifikasi yang tinggi, kurangnya literasi tentang halal, keterbatasan infrastruktur digital, dan kurangnya dukungan dari lembaga terkait. Dalam proses produksi, UD. Mie Seudap Aceh mematuhi prinsip halalan thayyiban, menunjukkan langkah demi langkah menuju standar halal nasional. Meskipun belum tersertifikasi secara resmi, usaha ini memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh jika diberikan akses informasi, pelatihan teknis, dan dukungan regulasi yang lebih inklusif. Studi ini menemukan bahwa kerja sama antara pemerintah, lembaga sertifikasi, dan bisnis sangat penting untuk membangun ekosistem industri halal yang adil, terjangkau, dan berkelanjutan. Ini terutama berlaku untuk UMKM di wilayah tersebut. Untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia, pendekatan kebijakan yang partisipatif dan responsif terhadap situasi lokal sangat penting.
SINERGI KEUANGAN SYARIAH DAN UMKM HALAL STUDI KASUS INDACO COFFEE INDONESIA Zuhra Tarina, Indah Vellicia; Malahayatie
Ekonom : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4 No 2 (2024): Ekonom: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Yana Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/ekonom.v4i2.1461

Abstract

UMKM halal menjadi salah satu fondasi utama dalam memperkuat ekonomi syariah di Indonesia. Namun, masih ada banyak pelaku UMKM halal yang menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan dalam akses pendanaan, kurangnya pemahaman mengenai keuangan syariah, serta rendahnya kemampuan untuk mendapatkan sertifikasi halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kerjasama antara lembaga keuangan syariah dan UMKM halal dengan meneliti Indaco Coffee, sebuah bisnis kopi halal yang berada di Aceh. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui tinjauan pustaka dan wawancara mendalam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kerjasama dapat tercipta melalui kolaborasi dalam pembiayaan syariah, pendampingan bisnis, serta pemanfaatan dana sosial Islam (ZISWAF) secara maksimal. Studi ini menekankan pentingnya peranan strategis perbankan syariah, Baitul Maal wat Tamwil (BMT), dan lembaga zakat dalam mendorong perkembangan UMKM halal. Disarankan agar kerjasama ini diperkuat melalui kebijakan yang inklusif dan pemberdayaan masyarakat lokal.