Claim Missing Document
Check
Articles

PERUBAHAN ATURAN DAN BATASAN LOKAL PADA MORFOLOGI RUANG KAMPUNG TUA DI KOTA SURABAYA MELALUI PEMBACAAN SECARA SINKRONIK DAN DIAKRONIK Annisa B Tribhuwaneswari; Moch. Shofwan; Rizky Darmadi
Jurnal Plano Buana Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v3i2.6989

Abstract

Studi terkait perubahan aturan dan batasan lokal pada morfologi ruang kampung tua di Kota Surabaya, Kampung Surabayan, melalui pembacaan secara sinkronik dan diakronik telah dilakukan. Terdapat perubahan tipologi/aturan lokal yang terjadi di perimeter segmen yaitu, hunian asli dengan arsitektur Kolonial Belanda, pengembangan bangunan asli menjadi komersial dan pemerintahan terutama berupa perubahan bentuk serta ukuran kavling. Adapula pembentukan tipe jalan yang muncul akibat perubahan pola bermukim yaitu, jalan utama (lokal) kampung (terbuka), cul de sac, dan jalan pertolongan. Perubahan aturan dan batasan lokal tersebut merupakan perwujudan dari berkembangnya pola sosial, ekonomi, dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi morfologi dengan melakukan analisis eksploratif melalui perspektif masa lampau sehingga diketahui titik kritis yang membentuk pola penggunaan ruang, struktur kota, elemen - elemen pembentuk kota serta implikasi sosial maupun faktor pengaruh lainnya yang mempengaruhi bentuk kota. Alat untuk melakukan identifikasi perubahan pola dan struktur kampung adalah pembacaan secara sinkronik dan diakronik. Pada pembacaan secara sinkronik, aspek ciri suatu kota (arsitektur kota), keterkaitan (interweaving) antara bangunan dan ruang luar (figure and ground) diamati. Kemudian dalam pembacaan diakronik menggunakan dimensi fisik-spasial kota serta struktur ruang kota yang terbentuk dalam perkembangannya masa ke masa (layer by layer).
Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Rancangan Fasilitas Pendukung Badan Usaha Milik Desa Buncitan Sedati Sidoarjo Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Linda Dwi Rohmadiani; Moch. Shofwan; Suning Suning; Siti Nuurlaily Rukmana; Annisa Bhudiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i2.373

Abstract

Desa memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan nasional. Banyak program pemerintah pusat memberikan ruang pada desa untuk mengembangkan potensi yang ada melalui kewenangan dalam pengelolaan desa secara mandiri. Salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kemandirian desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya adalah melalui progam pendirian BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).  Potensi dan Kebutuhan desa menjadi landasan BUMDes membuat program kerja. Desa Buncitan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat karena mempunyai beberapa potensi berupa lahan BUMDes yang luas yang bisa dikembangkan sebagai usaha mendukung kegiatan BUMDes berupa fasilitas bidang usaha. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi tentang BUMDes dan penyebaran kuisioner kepada apparat pemerintahan desa dan pengelola BUMDes. Hasil identifikasi potensi yang diharapkan adalah berupa pembukaan lahan untuk kegiatan kuliner berupa rumah makan dengan konsep back to nature serta bisnis kolam pemancingan yang sekarang ini marak di lingkungan perkotaan. Bentuk partisipasi masyarakat untuk memperkuat BUMDes adalah ide/gagasan, tenaga, dan keterampilan.
Aplikasi google earth untuk menganalisis fenomena gentrifikasi akibat komersialisasi ruang di area sekitar kampus Nasobi Niki Suma; Moch Shofwan
WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA Vol 21 No 02 (2023): WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v21i02.7546

Abstract

Peningkatan pembangunan kampus, akan berdampak pada munculnya fenomena gentrifikasi. Lahan dan bangunan di sekitar kampus menjadi strategis, sehingga akan dilirik oleh kaum kaya. Akibatnya kawasan sekitar kampus beralih tangan dari masyarakat asli dengan modal ekonomi rendah ke kaum yang memiliki modal ekonomi lebih tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis fenomena gentrifikasi di area sekitar kampus UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Perubahan status kampus, dari STAIN menjadi UIN berdampak pada perkembangan jumlah mahasiswa secara signifikan. Sehingga penduduk sekitar kampus yang awalnya terkenal daerah industri kerupuk, sekarang berubah menjadi tempat kos mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan menggunakan citra google earth sebagai Object Base Image Analysis (OBIA) dan diperkuat data kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa terjadi perubahan penggunaan lahan di sekitar kampus yang begitu signifikan. Lahan pertanian sawah beralih fungsi menjadi bangunan. Lahan industri kerupuk, berubah fungsi menjadi tempat kos, warung, tampat rental fotokopi dan laundry.
CHARACTERISTICS OF INDIGENOUS CULTURE AND DISASTER MANAGEMENT OSING TRIBE, KEMIREN VILLAGE, GLAGAH DISTRICT, BANYUWANGI REGENCY Mochammad Shofwan; Nasobi Niki Suma; Jelita Citrawati Jihan
Fenomena Vol 21 No 2 (2022): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v21i2.130

Abstract

Banyuwangi has excellent potential in Tourism sector. One is Osing traditional tourism located in Kemiren Village, Glagah District. With the possibility of culture, that is still a perfect opportunity to introduce the original culture of Banyuwangi throughout Indonesia and even abroad. The method used in this study is descriptive qualitative data collection techniques used in the study of observation and documentation. The purpose of this study is to know and know the cultural customs and disasters of the Osing Tribe, Kemiren Village. The results of the analysis based on the calculation of IFAS and EFAS are known quadrant matrix is located in Quadrant I; this shows that the village Kemiren has a favorable situation which has an excellent opportunity to make the village Kemiren as a disaster-aware Tourism Village. Traditions such as Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, drinking coffee, Angklung Paglak, Mocoan Lontar Yusuf, and sustainable traditional house systems can be significant forces to increase disaster mitigation capacity.
Distribution Patterns and Spatial Relationships in the Perspective of Tourism Destination Typology Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Siti Nuurlaily Rukmana; Moch Shofwan; Anak Agung Gede kamajaya Waisnawayadnya
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 16, No 1 (2024): January 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v16i1.11656

Abstract

Gianyar Regency, as one of Bali’s leading tourist regions, continues to develop tourism destinations in support of the regional tourism development plan and vision of “Realizing High-Quality, Competitive, Sustainable, and Prosperous Cultural Tourism.” The development of Gianyar Regency’s tourism potential requires an understanding of the spatial relationships based on the typology and distribution patterns of tourism destinations. This research aimed to reveal the typology of tourism destinations in Gianyar Regency, determine the distribution patterns of tourism destinations in Gianyar Regency, and assess spatial relationships in Gianyar Regency based on the typology and distribution patterns of tourism destinations. The research method employed in this study is qualitative descriptive, Near Neighbour Analysis (NNA), and Linkage system analysis. The typology of tourism destinations in Gianyar Regency includes cultural tourism, marine tourism, and natural reserve tourism. The distribution pattern of cultural and marine tourism destinations is clustered, while natural reserve tourism exhibits a random distribution pattern. Overall, tourism destinations in Gianyar Regency have a clustered distribution pattern. Spatial relationships in Gianyar Regency, based on the typology and distribution patterns of tourism destinations, are visually characterized by linear elements such as roads, corridor elements like buildings and trees, and side elements consisting of variations in tourism typology. The collective spatial relationships found in Gianyar Regency fall into an open-ended group form. The policy implications of this research suggest the need for improvements in tourism infrastructure and the development of spatial relationships to enhance the tourist experience, supporting sustainable tourism development in Gianyar Regency
PEMETAAN KONDISI FISIK KAWASAN RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN NGRAMBE KABUPATEN NGAWI Guruh Mahardika Purnama Putra; Moch. Shofwan
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ngawi Tahun 2010-2030, Pasal 23 ayat 2, Kecamatan Ngrambe termasuk dalam kawasan rawan longsor dan tergolong wilayah paling rawan bencana tanah longsor karena memiliki letak geografis yang berdekatan dengan hutan gundul dan kritis disamping lokasinya berada di lereng Gunung Lawu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu Observasi dan Instansi terkait. Tujuan penelitian mengetahui kondisi fisik kawasan rawan bencana tanah longsor di Kecamatan Ngrambe. Hasil analisis berdasarkan perhitungan analisis spasial tersebut maka diketahui Kondisi fisik di Kecamatan Ngrambe merupakan kecamatan yang memiliki kemiringan lahan 0%-8%, 8%-15%, 15%-25%, 25%-45% dan <45%, memuliki curah hujan yang sama di seluruh desa yaitu dengan curah hujan berkisar 1000 – 2000 mm, memiliki sebaran jenis tanah andosol, grumosol, dan mediteran, dan memiliki pengunaan lahan berupa Hutan, Kebun, Lahan Kosong, dan Lahan Terbangun. Kata kunci: Kondisi Fisik, Pemetaan, Spasial
KONDISI DAN FAKTOR PENYEBAB KELUARGA PRA SEJAHTERA DI KECAMATAN PRAJURIT KULON KOTA MOJOKERTO Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Anang Ma’ruf; Linda Dwi Rohmadiani; Moch. Shofwan
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Mojokerto salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki jumlah penduduk ± 140.718 Jiwa dengan jumlah penduduk yang masuk dalam golongan pra sejahtera sebesar 1.254 kk. Kecamatan Prajurit Kulon dengan jumlah Keluarga pra sejahtera mencapai 42,2 % dari seluruh total keluarga pra sejahtera di Kota Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisitik keluarga pra sejahtera dan faktor penyebab tingginya keluarga pra sejahtera di Kecamatan Prajurit Kulon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis evaluatif dan metode kuantitatif dengan teknik analisis faktor. Metode pengumpulan data yang di gunakan yaitu Observasi lapangan, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 14 karakteristik keluarga pra sejahtera, 21% masuk dalam kategori keluarga prasejahtera, sedangkan 79% tidak masuk dalam katergori keluarga prasejahtera. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan perekonomian pada masyarakat. Jika dilihat dari aspek demografi, kemajuan ini dipengaruhi oleh jenis pekerjaan masyarakat pra sejahtera di kecamatan Prajurit Kulon. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam keluarga pra sejahtera yaitu faktor primer kebutuhan sehari-hari, Faktor Kesehatan, Faktor Pendidikan, Faktor fisik Bangunan dan Ekonomi. Kata kunci: Bangunan; kondisi lingkungan rumah; karakteristik keluarga pra sejahtera.
Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Rancangan Fasilitas Pendukung Badan Usaha Milik Desa Buncitan Sedati Sidoarjo Widyastuty, Anak Agung Sagung Alit; Rohmadiani, Linda Dwi; Shofwan, Moch.; Suning, Suning; Rukmana, Siti Nuurlaily; Tribhuwaneswari, Annisa Bhudiyani
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i2.373

Abstract

Desa memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan nasional. Banyak program pemerintah pusat memberikan ruang pada desa untuk mengembangkan potensi yang ada melalui kewenangan dalam pengelolaan desa secara mandiri. Salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kemandirian desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya adalah melalui progam pendirian BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).  Potensi dan Kebutuhan desa menjadi landasan BUMDes membuat program kerja. Desa Buncitan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat karena mempunyai beberapa potensi berupa lahan BUMDes yang luas yang bisa dikembangkan sebagai usaha mendukung kegiatan BUMDes berupa fasilitas bidang usaha. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi tentang BUMDes dan penyebaran kuisioner kepada apparat pemerintahan desa dan pengelola BUMDes. Hasil identifikasi potensi yang diharapkan adalah berupa pembukaan lahan untuk kegiatan kuliner berupa rumah makan dengan konsep back to nature serta bisnis kolam pemancingan yang sekarang ini marak di lingkungan perkotaan. Bentuk partisipasi masyarakat untuk memperkuat BUMDes adalah ide/gagasan, tenaga, dan keterampilan.
The Influence of The Sabo Dam Bronggang on Disaster Mitigationpublic About The Danger of Merapi Mountain Eruption Wahyu Gerhana, Sony Eka; Nugroho Hari Purnomo; Muhammad Asyroful Mujib; Moch. Shofwan; Hanifah Mahat
International Journal of Geography, Social, and Multicultural Education Vol. 1 No. 1 (2023): 6 June 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijgsme.v1n1.p49-57

Abstract

Mount Merapi In 2010 was the biggest eruption that ever happened to Mount Merapi. Judging from the number of fatalities in this eruption, it reached 277 people and material losses were estimated at 4.5 trillion which resulted in the cessation of access to transportation links. This study aims to determine the impact felt by the community on the construction of the Sabo Bronggang Dam. This study used a descriptive qualitative method with data collection techniques using interviews, observation and documentation. Interviews were conducted by asking the surrounding community about the Sabo Bronggang Dam for the construction of the dam, then comparing before and after the existence of this dam, how was the impact felt, was it effective in dealing with cold lava floods, and whether there is any effectiveness in overcoming cold lava floods, and whether there are any additional developments to provide a sense of security in the awareness of disaster mitigation efforts. From the results of the study, it was stated that the surrounding community felt safe when at any time there was another eruption of the Sabo Bronggang Dam, besides that it could also be used as an attractive destination to visit because of its natural beauty
Changes in the Characteristics of the Panggreh Village Area Due to the Relocation of Victims of Sidoarjo Mud Disaster in Indonesia Shofwan, Moch; Handoko, V. Rudy; Darmawan, Arif
International Journal of Geography, Social, and Multicultural Education Vol. 1 No. 3 (2024): 1 February 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijgsme.v1n3.p1-12

Abstract

Sidoarjo mud disaster in Indonesia forced local residents to flee to a safe place, one of which was Panggreh Village which has an area of 171.78 hectares or 3%. As a result, the population in Panggreh Village has automatically increased. Several cases show that if there is a change or regional development in a location, then in a short time the land around it will also change progressively. The purpose of this study was to determine changes in the area of Panggreh Village due to the relocation of victims of the Sidoarjo Mud Disaster. Collecting data in this study using documentation, observation, questionnaires and literature studies. The analytical method used is quantitative descriptive analysis with a before-after analysis technique. The results showed that overall land use change in Panggreh Village has shown a significant increase which includes 4 factors or characteristics such as livelihoods, level of education, institutions and infrastructure. So it can be concluded that the Sidoarjo Mud Disaster also had an influence on regional changes in Panggreh Village. It is hoped government policies regarding land use and population can be realized in society so that there are no policy deviations starting from population growth deviant land use.
Co-Authors A.A. Sagung Alit Widyastuty Achmad Fariq Rohman Addin Albariki, Muhammad Aini, Farida Nur Akbar Sujiwa Alit W, Anak Agung Sagung Anak Agung Gede kamajaya Waisnawayadnya Anak Agung Sagung Alit Widyastuti Anak Agung Sagung Alit Widyastuty Anak Agung Sagung Alit Widyastuty Anang Ma’ruf Angriani, Wiwin Annisa Bhudiyani Tribhuwaneswari Annisa Budhiyani T Annisa Budhiyani T Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari1 Arif Darmawan Arif Rahman Nugroho Denianto, Mochamad Enny Widyaningrum, Mahmudah Farida Nur Aini Farida Nur’Aini Farida Nur’Aini Fariq Rohman, Achmad Febrianto, Muhammad Akbar Fintarto, Wahyu Dwi Guruh Mahardika Purnama Putra Hafid Syaifudin, Wawan Handoko, V. Rudy Hanifah Mahat Hilmi Zain Muafi Indah Nurhayati Indah Nurhayati Jelita Citrawati Jihan Khoirul Bariyah, Diah Laila Azmi M. Nushron Ali Mukhtar Mahmudah Enny Widyaningrum Majid, Dian Malthuf, Muhammad Mochamad Denianto Muhammad Al Kholif Muhammad Asyroful Mujib Mulyanie, Erni Muslichah Erma Widiana Nasobi Niki Suma Nazwa Noor Fitria NUGROHO HARI PURNOMO Nur Hamid Nur’Aini, Farida Nushron Ali Mukhtar , M. Oktafiana Wahyu P Olandina De Rosari Lede Pake, Pius Prima Vera Harung, Eugnestia Pungut Raditya Anindyajati Ratnawati, Rhenny Rizky Darmadi Rohmadiani, Linda Dwi Sagung Alit Widyastuti Sentot Didik Surjanto Siti Nuurlaily Rukmana, Siti Nuurlaily Slamet Budiono Soehardjoepri Soehardjoepri Soehardjoepri, Soehardjoepri Suhud Wahyudi Suning, Suning Tribhuwaneswari, Annisa Bhudiyani Tribhuwaneswari, Annisa Budhiyani Wahyu Dwi Fintarto Wahyu Gerhana, Sony Eka Wawan Hafid Syaifudin Widyastuti, Sagung Alit Widyastuty, A.A. Sagung Alit Wiwin Angriani Yoga Pratama Yogi Prasakti