Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Pola Sebaran Ruang Terbuka Hijau (RTH) Di Kawasan Lumpur Lapindo Nur Sinta Aulya; Moch. Shofwan
Prosiding Vol 5 (2023): SNISTEK
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/psnistek.v5i.8061

Abstract

The mud disaster that has occurred in Sidoarjo Regency since May 29 2006 was an event of hot gas and mud coming out of the ground with a temperature of 100°C which has inundated several villages in Sidoarjo Regency. Before the disaster, Porong was a productive area because there were many rice fields, shops and factories. The three districts affected by the Lapindo mudflow, namely Porong District, Tanggulangin District, and Jabon District, previously in 2005, based on satellite imagery, had the form of a spreading Green Open Space (RTH). The impact that resulted from the occurrence of the Lapindo mud disaster was the occurrence of land conversion, especially in the Green Open Space (RTH) sector. Based on these problems, it is necessary to identify the pattern of distribution of green open spaces in the Lapindo Mud Disaster Area. This research discusses the distribution pattern of Green Open Space (RTH) in the Lapindo mud disaster area using the Nearest Neighbor Average (NNA) Analysis method. Based on the results of the Nearest Neighbor Average (NNA), the distribution pattern generated in the Lapindo Mud Disaster Area has a random distribution pattern (Random). Porong clustered (Clustered).
Tingkat Risiko Kawasan Rawan Banjir di Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat Olandina De Rosari Lede; Moch. Shofwan
Prosiding Vol 5 (2023): SNISTEK
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/psnistek.v5i.8065

Abstract

Komodo District is also one of the areas that is prone to disasters, especially floods, as happened in 2019 when a flood hit three villages, namely Gorontalo Village, Macang Tanggar Village and Golo Bilas Village, Komodo District. The purpose of this study was to determine the risk level of flood-prone areas in Komodo District, West Manggarai Regency. Methods of data collection in this study using documentation, observation, literature studies and related institutions. The analytical method used is quantitative descriptive analysis with overlay analysis techniques. The results showed that based on the results of the risk assessment analysis for West Manggarai Regency, the index for the flood hazard class for Komodo District was the moderate class index. This is in line with the results of research conducted where the Komodo District is included in the moderate risk level.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Penyusunan Peta Persebaran Produk UMKM Desa Buncitan Shofwan, Moch; Sagung Alit Widyastuty, Anak Agung; Rohmadiani, Linda Dwi; Suning, Suning; Rukmana, Siti Nuurlaily; Tribhuwaneswari, Annisa Budhiyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 4, No 1 (2024): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v4i1.378

Abstract

Buncitan Village is one of the UMKM villages in Sidoarjo which is located near the east coast of Sidoarjo. Based on the results of the 2023 survey, Buncitan Village has the potential for small-scale industries, especially household industries such as the food and beverage industry, weaving, and so on. The types of MSMEs in this village are quite diverse, so a spatial location should be made for the location of the MSMEs for each type in the form of a map of the distribution of MSMEs. The purpose of this PKM is community empowerment in making maps of the distribution of MSMEs in order to increase sales of Buncitan Village, Sedati District, Sidoarjo Regency. The solution offered is the dissemination of understanding and empowerment of making maps of the distribution of MSMEs in Buncitan Village. Based on the results of this PKM activity, it can be seen the types of businesses and MSMEs in Buncitan Village along with their distribution of spatial patterns.
PENURUNAN KADAR BOD, COD DAN TURBIDITY LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK MELALUI METODE KOMBINASI PRETREATMENT FILTRASI ADSORPSI DAN ELEKTROKOAGULASI Febrianto, Muhammad Akbar; Sujiwa, Akbar; Shofwan, Moch; Majid, Dian
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.258-269

Abstract

AbstrakLimbah cair industri batik pada Industri Batik X di Kampung Batik Jetis, Jln P. Diponegoro, Lemah Putro, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, mengandung zat pencemar seperti BOD dan COD. Sebagai solusi, metode kombinasi Pretreatment Adsorpsi dan Elektrokoagulasi diajukan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode kombinasi tersebut. Untuk proses Pretreatment Adsorpsi, digunakan reaktor model kontinu, sementara Elektrokoagulasi diterapkan dengan sistem batch. Penelitian dilakukan dengan variasi tegangan: 5; 7,5; 10; dan 12,5 V. Hasilnya, metode kombinasi ini berhasil menurunkan kadar BOD, COD, dan Turbiditas pada limbah cair industri batik. Efisiensi terbaik diperoleh pada tegangan 12,5 Volt untuk BOD dengan konsentrasi akhir mencapai 200,5 mg/L (efisiensi 85,19%) dan Turbiditas akhir mencapai 1,25 NTU (efisiensi 99,92%). Sedangkan untuk COD, penurunan optimal tercapai pada tegangan 10 V dengan COD akhir sebesar 445,5 mg/L (efisiensi 87,15%). Kata kunci: Limbah cair industri batik, Pretreatment Adsorpsi, Elektrokoagulasi.AbstractThe wastewater from the batik industry at Industri Batik X in Kampung Batik Jetis, Jln P. Diponegoro, Lemah Putro, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, contains pollutants such as BOD and COD. As a solution, a combination of Pretreatment Adsorption and Electrocoagulation methods is proposed as an alternative. This research aims to evaluate the effectiveness of this combined method. For the Pretreatment Adsorption process, a continuous model reactor was used, while Electrocoagulation was applied with a batch system. The study was conducted with variations in voltage: 5 Volts, 7.5 Volts, 10 Volts, and 12.5 Volts. The results show that this combined method successfully reduced the levels of BOD, COD, and Turbidity in the wastewater from the batik industry. The best efficiency was achieved at 12.5 Volts for BOD, with a final concentration of 200.5 mg/L (85.19% efficiency), and a Turbidity of 1.25 NTU (99.92% efficiency). Meanwhile, for COD, the optimal reduction was reached at 10 Volts, resulting in a final COD concentration of 445.5 mg/L (87.15% efficiency).Keywords: Batik industrial liquid waste, Adsorption Pretreatment, Electrocoagulation.
Implementasi Buana Opmold sebagai Teknologi Tepat Guna untuk Peningkatan Produktivitas UMKM Opak Jepit Mukhtar, M. Nushron Ali; Shofwan, Moch.; Majid, Dian
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 9 No 02 (2026): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol9.no02.a10939

Abstract

Pembangunan ekonomi lokal menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, terutama melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, memiliki potensi besar dalam pengembangan produk pangan lokal berbasis padi, khususnya Opak Jepit. Namun, proses produksi yang masih manual, keterbatasan manajemen usaha, serta akses pasar yang sempit menjadi hambatan utama dalam pengembangan UMKM ini. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan berbasis teknologi tepat guna, pelatihan manajemen usaha, dan optimalisasi pemasaran digital. Inovasi utama berupa penerapan mesin Buana Opmold mampu meningkatkan produktivitas, menjaga konsistensi kualitas, serta mengurangi beban kerja manual. Selain itu, pendampingan dalam literasi keuangan sederhana dan strategi digital marketing membantu memperkuat daya saing produk di pasar lokal maupun online. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi, efisiensi waktu, serta perluasan jangkauan pemasaran. Lebih jauh, program ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM dalam menciptakan model pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan adanya dukungan teknologi dan pendampingan yang terstruktur, UMKM Opak Jepit di Desa Belik berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus pelestari identitas kuliner lokal. Kata Kunci: UMKM, Opak Jepit, teknologi tepat guna, Buana Opmold
Transformasi Limbah Organik Sekolah menjadi Sabun Cair Eco-Enzim untuk Penguatan Green School Berbasis SDGs Muhammad Al Kholif; Sri Widyastuti; Indah Nuhayati; Pungut Pungut; Dian Majid; Sugito Sugito; Mochamad Shofwan; Tatang Sopandi; Ilham Setiawan; Shofia Mutiara Nur Alif; Ariel Sirajuddin Ibrahim
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.154

Abstract

Pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan penting karena sebagian besar limbah kantin, seperti kulit buah dan sisa sayuran, belum dimanfaatkan secara produktif. Eco enzim merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, gula, dan air yang berpotensi dikembangkan menjadi produk turunan bernilai guna, salah satunya sabun cair ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta siswa SMK Sejahtera Surabaya dalam mengolah limbah organik menjadi eco enzim dan mengembangkannya menjadi sabun cair. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan koordinasi mitra, penyuluhan pengelolaan limbah organik, pelatihan pembuatan eco enzim, praktik formulasi sabun cair berbasis eco enzim, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 211 peserta dari SMK Sejahtera Surabaya dan 15 peserta dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa persentase jawaban benar peserta meningkat dari 24,2% pada pre-test menjadi 53,0% pada post-test, atau naik 28,8 poin persentase dengan peningkatan relatif sebesar 119,0%. Produk sabun cair yang dihasilkan memiliki karakteristik warna kuning kecokelatan yang jernih, aroma segar khas sitrus, busa yang stabil, serta pH 8,5–9,0 yang sesuai untuk produk sabun mandi cair. Program ini berkontribusi terhadap penguatan green skill, ecopreneurship, dan penerapan ekonomi sirkular di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 4, 6, 12, dan 13.
Transformasi Limbah Organik Sekolah menjadi Sabun Cair Eco-Enzim untuk Penguatan Green School Berbasis SDGs Muhammad Al Kholif; Sri Widyastuti; Indah Nuhayati; Pungut Pungut; Dian Majid; Sugito Sugito; Mochamad Shofwan; Tatang Sopandi; Ilham Setiawan; Shofia Mutiara Nur Alif; Ariel Sirajuddin Ibrahim
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.154

Abstract

Pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan penting karena sebagian besar limbah kantin, seperti kulit buah dan sisa sayuran, belum dimanfaatkan secara produktif. Eco enzim merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, gula, dan air yang berpotensi dikembangkan menjadi produk turunan bernilai guna, salah satunya sabun cair ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta siswa SMK Sejahtera Surabaya dalam mengolah limbah organik menjadi eco enzim dan mengembangkannya menjadi sabun cair. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan koordinasi mitra, penyuluhan pengelolaan limbah organik, pelatihan pembuatan eco enzim, praktik formulasi sabun cair berbasis eco enzim, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 211 peserta dari SMK Sejahtera Surabaya dan 15 peserta dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa persentase jawaban benar peserta meningkat dari 24,2% pada pre-test menjadi 53,0% pada post-test, atau naik 28,8 poin persentase dengan peningkatan relatif sebesar 119,0%. Produk sabun cair yang dihasilkan memiliki karakteristik warna kuning kecokelatan yang jernih, aroma segar khas sitrus, busa yang stabil, serta pH 8,5–9,0 yang sesuai untuk produk sabun mandi cair. Program ini berkontribusi terhadap penguatan green skill, ecopreneurship, dan penerapan ekonomi sirkular di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 4, 6, 12, dan 13.
CHARACTERISTICS OF INDIGENOUS CULTURE AND DISASTER MANAGEMENT OSING TRIBE, KEMIREN VILLAGE, GLAGAH DISTRICT, BANYUWANGI REGENCY Mochammad Shofwan; Nasobi Niki Suma; Jelita Citrawati Jihan
Fenomena Vol 21 No 2 (2022): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v21i2.130

Abstract

Banyuwangi has excellent potential in Tourism sector. One is Osing traditional tourism located in Kemiren Village, Glagah District. With the possibility of culture, that is still a perfect opportunity to introduce the original culture of Banyuwangi throughout Indonesia and even abroad. The method used in this study is descriptive qualitative data collection techniques used in the study of observation and documentation. The purpose of this study is to know and know the cultural customs and disasters of the Osing Tribe, Kemiren Village. The results of the analysis based on the calculation of IFAS and EFAS are known quadrant matrix is located in Quadrant I; this shows that the village Kemiren has a favorable situation which has an excellent opportunity to make the village Kemiren as a disaster-aware Tourism Village. Traditions such as Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, drinking coffee, Angklung Paglak, Mocoan Lontar Yusuf, and sustainable traditional house systems can be significant forces to increase disaster mitigation capacity.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Pada Bencana Longsor di Desa Belik Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto Moch Shofwan; Dian Majid; M. Nushron Ali Mukhtar
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Belik, yang terletak di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, dikenal dengan keindahan alamnya namun menghadapi ancaman serius dari bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko longsor dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui program pengabdian masyarakat yang berfokus pada mitigasi bencana. Metode yang digunakan mencakup survei area rawan longsor, pelatihan mitigasi bencana, simulasi tanggap darurat, dan pengembangan sistem peringatan dini. Hasil dari pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman warga mengenai mitigasi bencana, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan sebesar 40%-50%. Program ini berhasil memperkuat kapasitas masyarakat Desa Belik dalam mengelola risiko longsor, meskipun masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman tentang tanda-tanda awal longsor dan penerapan sistem peringatan dini.
Co-Authors A.A. Sagung Alit Widyastuty Achmad Fariq Rohman Addin Albariki, Muhammad Aini, Farida Nur Akbar Sujiwa Alit W, Anak Agung Sagung Anak Agung Gede kamajaya Waisnawayadnya Anak Agung Sagung Alit Widyastuti Anak Agung Sagung Alit Widyastuty Anang Ma’ruf Angriani, Wiwin Annisa Bhudiyani Tribhuwaneswari Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari Ariel Sirajuddin Ibrahim Arif Darmawan Arif Rahman Nugroho Denianto, Mochamad Dian Majid Dian Majid Enny Widyaningrum, Mahmudah Erni Mulyanie Farida Nur Aini Farida Nur’Aini Farida Nur’Aini Fariq Rohman, Achmad Febrianto, Muhammad Akbar Fintarto, Wahyu Dwi Guruh Mahardika Purnama Putra Hafid Syaifudin, Wawan Hanifah Mahat Hilmi Zain Muafi Ilham Setiawan Indah Nuhayati Indah Nurhayati Jelita Citrawati Jihan Khoirul Bariyah, Diah Laila Azmi Lendra Maghandi Prabhaswara M. Nushron Ali Mukhtar Mahmudah Enny Widyaningrum Mochamad Denianto Muhammad Al Kholif Muhammad Al Kholif Muhammad Asyroful Mujib Muhammad Malthuf Muslichah Erma Widiana Nasobi Niki Suma Nazwa Noor Fitria NUGROHO HARI PURNOMO Nur Hamid Nur Sinta Aulya Nur’Aini, Farida Oktafiana Wahyu P Olandina De Rosari Lede Pake, Pius Prima Vera Harung, Eugnestia Pungut Pungut Pungut Raditya Anindyajati Rahmatullah Agustina Rhenny Ratnawati Rizky Darmadi Rohmadiani, Linda Dwi Rudy Handoko Sagung Alit Widyastuti Sentot Didik Surjanto Shofia Mutiara Nur Alif Siti Nuurlaily Rukmana, Siti Nuurlaily Slamet Budiono Soehardjoepri Soehardjoepri Soehardjoepri, Soehardjoepri Sri Widyastuti Sugito Sugito Suhud Wahyudi Suning, Suning Tatang Sopandi Tribhuwaneswari, Annisa Bhudiyani Wahyu Dwi Fintarto Wahyu Gerhana, Sony Eka Wawan Hafid Syaifudin Widyastuti, Sagung Alit Widyastuty, A.A. Sagung Alit Wiwin Angriani Yoga Pratama Yogi Prasakti