Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : DIKSI

NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM HIKAYAT BAKHTIAR -, Sudiati
Diksi Vol. 10 No. 4: DIKSI MEI 1996
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8476 KB) | DOI: 10.21831/diksi.v10i4.7080

Abstract

Queen Shima as Nusantara feminist pioneer: Feminist literary study on the novels Putri Kalingga and Avatar Keadilan Wiyatmi, Wiyatmi; Sudiati, Sudiati; Artanti, Yeni
Diksi Vol. 32 No. 1: DIKSI (MARCH 2024)
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v32i1.66349

Abstract

Up to the present time, the public is more familiar with the figures of Kartini, Dewi Sartika, and Cut Nyak Dien as icons of Indonesian women emancipation fighters. In reality, for hundreds of years before Kartini was born, in the 7th century, the Kingdom of Kalingga has been led by a woman, Queen Shima. Not much of the historical data has recorded her name and roles. In the midst of this condition, there were published two novels which enumerate the way of life of Queen Shima, entitled Putri Kalingga (Wibidharma, 2022) and Avatar Keadilan: Pesona Kebajikan Maharatu Shima dari Negeri Kalingga (Nararosa, 2010). The present study is aimed at understanding the existence of Queen Shima as a pioneer of Nusantara feminism by using the perspectives of feminist literary approach. The study was qualitative feminist research. The data sources of the study were the two novels Putri Kalingga and Avatar Keadilan: Pesona Kebajikan Maharatu Shima dari Negeri Kalingga. Data were the narratives that tell about the characteristics and way of life of Queen Shima as King of Kalingga Kingdom which contain information about her position and roles in Nusantara women history. Findings of the study show that Queen Shima, whose life story is told in the two novels Putri Kalingga and Avatar Keadilan is not only a fictitious character, but also a historical figure from the 7th century, who is hauled up as King of Kalingga Kingdom not because of inheriting the crown from her parents, but because of the intelligence, wisdom, and leardership capacities she has. In the perspectives of feminist literary criticism, Queen Shima represents Nusantara feminisim that has been practiced in the era of the Kalingga kingdom.
Discourse readability of Indonesian language textbooks for middle school and high school/vocational schools Sudiati, Sudiati
Diksi Vol. 31 No. 2: DIKSI (SEPTEMBER 2023)
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v31i2.64681

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji keterbacaan wacana pada buku teks pelajaran Bahasa Indonesia  terbitan Kemendikbud Ristek bagi Sekolah Penggerak jenjang SMP dan SMA/SMK menggunakan Grafik Fry. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Sumber data berupa buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII dan X terbitan Kemendikbud Ristek bagi Sekolah Penggerak. Data difokuskan pada materi membaca. Teknik pengumpulan data melalui baca dan catat. Instrumen penelitian berupa human instrumen dan Grafik Fry. Teknik analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, pengambilan dan  verifikasi kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan keterbacaan wacana buku teks pelajaran Bahasa Indonesia bagi Sekolah Penggerak jenjang SMP kelas VII dan jenjang SMA/SMK kelas X belum  sesuai. Berdasar hasil perhitungan menggunakan Grafik Fry,  keterbacaan buku Bahasa Indonesia bagi Sekolah Penggerak kelas VII berada pada level 5 sedangkan  kelas X pada level 6. Tingkat keterbacaan merupakan suatu perkiraan sehingga kemungkinan terjadi penyimpangan ke atas atau ke bawah. Oleh karenanya, level keterbacaan yang diperoleh hendaknya ditambah satu level dan dikurangi satu level.  Dengan demikian dapat dikatakan jika hasil uji keterbacaan wacana  pada Grafik Fry berada di level 5 berarti wacana tersebut cocok untuk kelas IV, V, VI dan jika hasil uji keterbacaan wacana berada pada level 6 berarti wacana tersebut cocok untuk kelas V, VI, VII.
WUJUD PERMASALAHAN WANITA DALAM NOVEL SAMAN KARYA AYU UTAMI Sudiati, -
Diksi Vol. 24 No. 1: DIKSI MARET 2016
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v24i1.11498

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan wujud permasalahan wanita dalam novelSaman. Wujud permasalahan wanita dideskripsikan berdasarkan isu wanita dalam sastramelalui pendekatan kritik sastra feminis. Berdasar pembahasan wujud permasalahan yangdihadapi wanita dalam novel Saman dapat dikategorikan menjadi enam. Keenam wujudPermasalahan tersebut, yaitu pengalaman seksualitas wanita, permasalahan virginitas,kebebasan reproduksi, sistem patriarki dalam keluarga, pembagian kerja seksual, danadat perkawinan Jawa.Kata kunci: wujud permasalahan wanita, kritik sastra feminis