Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

EDUKASI PENYUSUNAN PENELITIAN STUDI KASUS PADA MAHASISWA RADIOLOGI TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG Lucky Restyanti Wahyu Utami; Slamet Utomo; Rose Malinda Andamari Wahyu Utami
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus 2025 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa radiologi tingkat akhir di Universitas Widya Husada Semarang dalam penyusunan penelitian studi kasus. Kegiatan edukasi ini dilakukan dengan metode ceramah secara tatap muka. Hasil yang diperoleh berdasarkan kegiatan edukasi ini yaitu meningkatnya pengetahuan terkait penyusunan penelitian studi kasus pada mahasiswa radiologi tingkat akhir di Universitas Widya Husada Semarang. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan mahasiswa radiologi tingkat akhir dalam penyusunan penelitian studi kasus ini dapat menjadi bekal dalam proses penyusunan tugas akhir, sehingga mahasiswa dapat dengan mudah menyusun tugas akhir secara optimal
Prosedur Pemeriksaan Lopografi dengan Klinis Post Clostomy Hirschsprung Disease di Instalasi Radiologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado: Lopography Examination Procedure with Clinical Post Colostomy Hirschsprung Disease in Radiology Installation of Rsup Prof Dr. R.D Kandou Manado Saragih, Ramadhan Poltak Dev; Dharmawan, Bagus Gede
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.7662

Abstract

Pemerikaan Lopografi dengan klinis Post Colostomy Hirschsprung Disease di Instalasi Radiologi RSUP Prof DR. R.D Kandou Manado merupakan suatu prosedur yang penting dalam penanganan dan evaluasi kondisi pasien. Penyakit Hirschsprung, yang ditandai dengan tidak adanya sel ganglion pada usus besar, sering kali memerlukan tindakan bedah seperti colostomy untuk memfasilitasi pengeluaran feses. Dalam konteks ini, teknik lopografi berfungsi untuk menilai anatomi dan fisiologi colon setelah pembedahan, serta untuk menentukan langkah medis selanjutnya. Prosedur pemeriksaan lopografi melibatkan penggunaan media kontras, seperti barium sulfat atau iodine, yang dimasukkan melalui stoma yang dibuat selama operasi colostomy. Teknik ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang struktur colon dan mendeteksi adanya kelainan atau komplikasi yang mungkin terjadi setelah pembedahan. Selain itu, pemeriksaan ini juga memberikan informasi yang berguna bagi dokter dalam merencanakan perawatan lebih lanjut. Di RSUP Prof DR. R.D Kandou Manado, pemeriksaan ini dilakukan dengan hati-hati, mengikuti protokol yang telah ditetapkan. Persiapan pasien sebelum pemeriksaan sangat penting, termasuk pembersihan colon untuk memastikan hasil yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi prosedur pemeriksaan lopografi, serta kelebihan dan kekurangan teknik ini dalam konteks klinis Post Colostomy Hirschsprung Disease pada pasien dengan penyakit Hirschsprung. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai teknik pemeriksaan yang spesifik ini, serta meningkatkan pemahaman dan praktik di bidang radiodiagnostik, khususnya dalam menangani kasus-kasus yang kompleks seperti penyakit Hirschsprung setelah colostomy. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga medis dan mahasiswa di bidang kesehatan.
Analisis Uji Kebocoran Ruangan X-Ray Konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Prima Medika Denpasar: Analysis of Conventional X-Ray Room Leakage Tests in the Radiology Installation of Prima Medika Hospital Denpasar Tengah, Maria Gristha; Adi, Langkir Sapto
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.7680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kebocoran radiasi pada ruangan X-ray konvensional dan untuk mengetahui bagaimana hasil kebocoran radiasi pada ruangan X-ray konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Prima Medika Denpasar. Sesuai dengan Peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (PERBAPETEN) No. 4 Tahun 2020 Pasal 26 memastikan agar Nilai Batas Dosis bagi pekerja dan Masyarakat tidak terlampaui dan pasal 32 pemantauan paparan radiasi di daerah kerja wajib dilakukan secara berkala. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan ekperimen. Pengambilan data ini dengan cara pengujian kebocoran ruangan X-ray konvensional dan penelitian dilakukan pada tanggal 26 Juli 2024. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, pengukuran dan dokumentasi. Hasil pengukuran pada titik daerah pengendalian yaitu pada titik barat A,B dan C serta titik utara A,B,C, dan titik timur A,B,C dapat dikatakan aman karena hasil kebocoran paparan radiasi yang diperoleh kurang dari standar Nilai Batas Dosis (NBD) Peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (PERBAPETEN) No. 4 Tahun 2020 yaitu bagi pekerja radiasi sebesar 1 µSv/jam dan bagi anggota masyarakat sebesar 0.3 µSv/jam.
Analisa Waktu Tunggu Hasil Pelayanan Pemeriksaan Thorax di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Buleleng: Analysis of Waiting Time for Thorax Examination Results in the Radiology Department of RSUD Kabupaten Beleleng Dewi, Ni Kadek Mira Prastya; Wirajaya, I Wayan Angga
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.7691

Abstract

Waktu tunggu pelayanan adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mulai dari tempat pendaftaran sampai hasil radiograf selesai di analisa dan hasil ekpertise selesai dicetak oleh dokter. Menurut Kepmenkes Nomor. 129/Menkes/SK/II/2008 Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, dalam waktu tunggu hasil pemeriksaan ada beberapa standar waktu tunggu hasil pelayanannya seperti standar pelayanan radiologi salah satunya adalah waktu tunggu hasil pelayanan foto thorax dengan standar minimal yang ditetapkan ≤ 3 jam. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui waktu tunggu hasil pelayanan pemeriksaan thorax sudah sesuai berdasarkan Kepmenkes Nomor: 129/Menkes/SK/II/2008. Penelitian ini menggunakan kombinasi antara dua metode penelitian sekaligus yaitu menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama satu bulan didapat jumlah waktu tunggu hasil pelayanan pemeriksan foto thorax yang diteliti adalah 30 pasien. Jumlah pasien dengan waktu tunggu > 3 jam sebanyak 13 pasien dengan persentase 43,3 %. Sedangkan waktu tunggu ≤ 3 jam sebanyak 17 pasien dengan persentase 56,7 %. Waktu tunggu terlambat yaitu 3 jam 31 menit dan waktu tunggu tercepat yaitu 1 jam. Sehingga menghasilkan rata-rata waktu tunggu foto thorax pasien rawat jalan yaitu 2 jam 50 menit. Sehingga dari penelitian yang dilakukan untuk waktu tunggu hasil pelayanan pemeriksaan thorax di instalasi radiologi RSUD Kabupaten Buleleng telah sesui Standar Pelayanan yang ditetapkan Kepmenkes Nomor: 129/Menkes/SK/II/2008.
Estimasi Dosis Radiasi yang Diterima Pasien pada Pemeriksaan Thorax PA di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Balimed Karangsem: Estimation of Radiation Dose Received By Patients During PA Thorax Examination in the Radiology Department of Balimed Hospital karangsem Putri, Ni Putu Vera Sintya Amanda; Jeniyanthi, Ni Putu Rita
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.7711

Abstract

DRL adalah alat optimasi proteksi dan keselamatan radiasi bagi pasien dan mencegah paparan radiasi yang tidak diperlukan. Implementasinya, jika ada dosis pasien yang melebihi nilai DRL maka perlu dilakukan evaluasi untuk mencari kemungkinan penyebabnya dan opsi tindakan perbaikan yang sesuai, kecuali dosis tersebut tidak dapat dihindari dan harus terjustifikasi secara medis. Adanya evaluasi ini memungkinkan nilai DRL semakin lama akan semakin serendah mungkin. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui nilai DRL dan mengetahui nilai dosis pasien Thorax apakah sudah sesuai atau tidak dengan BAPETEN. penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif pendekatan survei. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dosis radiasi yang diterima pasien dewasa pada pemeriksaan Thorax PA di Instalasi radiologi RS BaliMed Karangasem bervariasi antara 0,016 mGy sampai 0,029 mGy. Dari hasil penelitian didapat nilai Diagnostic Reference Level ( DRL) untuk pemeriksaan thorax PA dewasa di Instalasi Radiologi Rumah Sakit BaliMed Karangasem adalah 0,0203 mGy. Mengacu pada peraturan BAPETEN dalam tabel Indonesian Diagnostic Reference Level (IDRL) 2021 dosis serap radiasi sebesar 0,0203 mGy. Maka dosis serap radiasi yang diterima pasien thorax PA telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh BAPETEN.
Prosedur Pemeriksaan Colon in Loop Pediatrik Dengan Klinis Invaginasi Pasca Operasi di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Soeselo Kabupaten Tegal Salsabillah, Safira; Liscyaningsih, Ike Ade Nur; Mufida, Widya
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v4i2.357

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui prosedur pemeriksaan colon in loop pediatrik dengan klinis invaginasi pasca operasi serta  alasan dilakukan foto polos abdomen proyeksi LLD dan modifikasi arah sinar dengan sudut 30° kearah lateral post kontras  pada pemeriksaan colon in loop pediatri dengan klinis invaginasi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal pada bulan Maret – Mei 2025 subjek penelitian 3 radiografer, dan 1 dokter spesialis radiologi. Metode pengambilan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, serta studi kepustakaan. Tahapan penelitian dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, kemudian di analisis selanjutnya disajikan ditarik Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemeriksaan Colon in Loop pediatrik dengan klinis invaginasi di RSUD dr. Soeselo menunjukkan bahwa modifikasi proyeksi AP dengan sudut 30° lateral efektif memvisualisasikan kurvatura sigmoid yang tidak tampak pada proyeksi standar. Proyeksi LLD sebaiknya dijadikan bagian dari SOP karena berperan penting dalam menyingkirkan pneumoperitoneum sebagai kontraindikasi pemeriksaan kontras, sehingga meningkatkan keamanan prosedur radiologi.
PENGUJIAN LEAD APRON DENGAN MENGGUNAKAN METODE RADIOGRAFI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD DR SOEDONO MADIUN Spica, Krishna Widya; Fa’ik, Muhamad; Liscyaningsih, Ike Ade Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46452

Abstract

Pengion radiasi, seperti sinar-X, meskipun bermanfaat dalam dunia medis, juga membawa risiko terhadap kesehatan tenaga medis dan pasien. Salah satu upaya mitigasi terhadap bahaya radiasi adalah dengan menggunakan alat pelindung diri, salah satunya adalah lead apron . Penelitian ini bertujuan untuk melihat penyimpanan, hasil pengujian, serta kelayakan lead apron yang digunakan di Instalasi Radiologi RSUD dr. Soedono Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah mix method dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengujian radiografi menggunakan pesawat sinar-X Digital Radiography (DR). Penelitian ini dilaksanakan di RSUD dr. Soedono Madiun pada bulan Agustus 2024 hingga bulan Mei 2025. Subjek penelitian adalah 1 fisikawan medis sedangkan objek penelitian adalah pengujian lead apron . Pengujian dilakukan dengan membagi permukaan apron menjadi empat kuadran dan menimbulkan adanya kebocoran atau kerusakan internal pada lapisan Pb. Dari data pengujian kemudian disajikan dan dibahas serta dibandingkan secara teoritis serta dengan peneliti terdahulu mengenai pengujian lead apron kemudian ditarik kesimpulan Hasil uji lead apron kelima di Instalasi Radiologi RSUD dr. Soedono Madiun yaitu, lead apron 1, 2, 3 terdapat lekukan dan lead apron 4 terdapat lubang kecil berukuran 3mm² dan adanya robekan di sisi kanan atas sedangkan lead apron 5 memiliki kondisi yang paling bagus ditandai dengan tidak ada lubang maupun lekukan pada hasil pengujian. Meskipun terdapat kerusakan minor, seluruh lead apron masih memenuhi standar kelayakan penggunaan sebagai alat pelindung diri berdasarkan batas toleransi yang ditetapkan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan frekuensi pengukuran minimal setahun sekali serta menyediakan rak khusus untuk penyimpanan apron guna mempertahankan kualitas proteksi radiasi.
STUDI KASUS PEMILIHAN SLICE THICKNESS PADA PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALA DENGAN KLINIS TRAUMA DI INSTLASI RADIOLOGI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Ansari, M. Rifqi; Fa’ik, Muhamad; Mufida, Widya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46780

Abstract

Penggunaan slice thickness 3 mm pada pemeriksaan CT Scan kepala menghasilkan resolusi kontras dan tingkat noise yang optimal dibandingkan ketebalan lain dan merekomendasikan penggunaan slice thickness 3–5 mm untuk menilai struktur tulang pada kasus trauma. Pemilihan scan range yang luas dari vertex hingga sympisis menti juga dianjurkan untuk mengakomodasi kebutuhan rekonstruksi citra 3D secara utuh. Di Instalasi Radiologi RSU PKU Muhammadiyah Bantul pemeriksaan CT Scankepala menggunakan slice thickness 5 mm dengan kondisi brain window dan bone window untuk kemudian dilakukan rekonstruksi menggunakan slice thickness 1 mm khusus untuk kondisi bone window serta menggunakan scan range dari syimpisis menti sampai vertex.  Penelitian ini merupakan studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di Instalasi Radiologi RSU PKU Muhammadiyah Bantul pada Maret–April 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan satu dokter spesialis radiologi dan tiga radiografer. Objek penelitian adalah prosedur pemeriksaan CT Scan kepala pada klinis trauma. Hasil menunjukkan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan slice thickness 5 mm untuk brain window dan bone window, kemudian direkonstruksi menjadi 1 mm khusus untuk bone window. Scan range dari vertexhingga sympisis menti digunakan untuk memenuhi kebutuhan klinis, terutama dalam pembuatan citra 3D yang utuh. Penggunaan slice 1 mm bertujuan untuk meningkatkan ketajaman gambar dan akurasi diagnostik, terutama dalam mendeteksi fraktur halus dan kelainan tulang lainnya. Teknik ini sangat bermanfaat dalam menunjang diagnosis klinis trauma kepala, namun memerlukan pertimbangan terhadap durasi pengolahan, kebutuhan media cetak, dan paparan radiasi yang lebih tinggi.  
Analisis Dosis Serap pada Pemeriksaan Thorax Pasien Anak dengan Pesawat Sinar-X di Instalasi Radiologi RSUD Sanjiwani Gianyar Br Barus, Ema Vinesia; Ratini, Ni Nyoman; Trisnawati, Ni Luh Putu; Sandi, I Nengah; Wendri, Nyoman; Alit Paramarta, Ida Bagus
Kappa Journal Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i2.30101

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis dosis serap pada pemeriksaan thorax pasien anak dengan pesawat sinar-X di Instalasi Radiologi RSUD Sanjiwani Gianyar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dosis serap yang diterima oleh pasien anak pada pemeriksaan thorax serta membandingkannya dengan batas dosis yang direkomendasikan oleh United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR). Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan data sekunder dari hasil pemeriksaan thorax pasien anak berusia 1-15 tahun yang meliputi faktor eksposi (tegangan tabung, kuat arus, dan waktu eksposi). Data ini yang kemudian digunakan untuk menghitung dosis paparan dan dosis serap. Analisis statistik dilakukan dengan uji Kruskall-Wallis untuk menentukan signifikansi perbedaan dosis serap di RSUD Sanjiwani Gianyar dengan dosis serap yang ditetapkan oleh UNSCEAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi dosis serap berdasarkan kelompok usia, di mana semakin tinggi usia pasien, semakin besar dosis serap yang diterima. Didapatkan dosis serap untuk kelompok usia 1-4 tahun yaitu:  mGy untuk pasien laki-laki dan  mGy untuk pasien perempuan. Untuk kelompok usia 5-9 tahun didapatkan sebesar mGy untuk pasien laki-laki dan  mGy untuk pasien perempuan. Sedangkan dosis serap kelompok usia 10-15 didapatkan sebesar  mGy untuk pasien laki-laki dan  mGy untuk pasien perempuan. Dosis serap yang diperoleh di RSUD Sanjiwani masih berada di bawah batas dosis maksimum yang ditetapkan oleh UNSCEAR yaitu: untuk kelompok usia 1-4 tahun sebesar 0,0300 mGy, kelompok usia 5-9 tahun sebesar 0,0400 mGy, dan kelompok usia 10-15 sebesar 0,0500 mGy.
Teknik Pemeriksaan Hip Joint Proyeksi Anterior Posterior dengan Kasus Post Orif Total Hip Replacement di Instalasi Radiologi RSUDMeuraxa Kota Banda Aceh Pocut Zairiana Finzia; Firrizqi
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v3i3.3253

Abstract

This study aims to determine the hip joint examination technique in Post ORIF Total Hip Replacement cases at the Radiology Installation of Meuraxa Hospital, Banda Aceh. Hip joint examination is performed with anterior, posterior, and axial projections in Post ORIF Total Hip Replacement cases using AP pelvic projection. This study is qualitative with a case study approach. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. The research subjects were one radiologist, three radiographers, and one patient with Post ORIF Total Hip Replacement cases. AP pelvic radiography examination at the Radiology Installation of Meuraxa Hospital, Banda Aceh aims to compare the right or left hip.    

Page 68 of 85 | Total Record : 841