cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
EDUKASI ALAT PENANAMAN BIBIT DAN PUPUK KALSIUM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI JAGUNG PADA KELOMPOK TANI ASSAMATURU DI DESA PADDINGING KABUPATEN TAKALAR Syamsul Bakhri; Rismaladewi Maskar; Zakir Sabara; Andi Suryanto; Gusnawati; Faisal; Muh Azhar; Shalsabila Firdauzia Ismail; Alifyah Fitrah Suci Rachmadhani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.23936

Abstract

This PKM activity was carried out in Paddinging Village, Sanrobone District, Takalar Regency, for four months. The main problem he faces is using conventional seed planting tools, so the process of perforating and planting corn seeds takes a very long time and uses manpower. So far, the time required for perforating and planting seeds using conventional tools, namely for an area of ​​1 ha, takes four days, even in the process of perforating and planting corn seeds using labour, so the target audience must spend a very large amount of money to pay labour wages. In addition to using conventional corn seed planting tools, the target audience also experienced difficulties procuring micro fertilisers, namely urea, NPK, and ZA fertilisers. In addition to the high price of microfertilizers due to reduced government subsidies, there are sometimes shortages in the market. The service in this village is so that the Target Audience can use Modern Corn Seed Planting Equipment and utilise calcium fertiliser to supplement their corn plants. Corn seeds efficiently have low operating costs, increasing the harvest's quality and quantity. The solution provided to achieve this goal is the procurement of a modern corn seed planting tool called the Imtagro NTCC One Output Corn Planting Tool and calcium fertiliser as an investment for the Target Audience, as well as Assistance to the Target Audience, as well as Assistance to the Target Audience on the use of these modern tools and use of calcium fertiliser on corn plants. ---  Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar selama empat bulan. Permasalahan utama yang dihadapinya adalah penggunaan alat penanaman bibit yang masih konvensional, sehingga dalam proses pelubangan dan penanaman bibit jagung membutuhkan waktu yang sangat lama dan menggunakan tenaga kerja. Selama ini, waktu yang dibutuhkan untuk pelubangan dan penanaman bibit dengan menggunakan alat yang masih konvensional yaitu untuk lahan seluas 1 Ha membutuhkan waktu selama 4 hari, bahkan dalam proses pelubangan dan penanaman bibit jagung menggunakan tenaga kerja sehingga Khalayak Sasaran harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membayar upah tenaga kerja. Selain penggunaan alat penanaman bibit jagung yang masih konvensional, Khalayak Sasaran juga mengalami kesulitan dalam pengadaan pupuk mikro yaitu pupuk urea, NPK, dan ZA. Selain mahalnya harga pupuk mikro tersebut karena berkurang subsidi dari pemerintah, juga kadang terjadi kelangkaan di pasaran. Tujuan dilaksanakan pengabdian di desa ini, adalah agar Khalayak Sasaran dapat menggunakan Alat Penanaman Bibit Jagung yang Modern dan memanfaatkan pupuk kalsium sebagai suplemen pada tanaman jagungnya bahkan pupuk kalsium ini dapat berfungsi sebagai pengganti pupuk mikro jika terjadi kelangkaan di pasaran, dengan harapan Khalayak Sasaran dapat menanam bibit jagung dengan efisien, biaya operasional yang murah, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panennya. Solusi yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengadaan alat penanaman bibit jagung yang modern yang bernama Alat Tanam Jagung Imtagro NTCC One Output dan pupuk kalsium sebagai investasi kepada Khalayak Sasaran, serta Pendampingan kepada Khalayak Sasaran, serta Pendampingan kepada Khalayak Sasasran tentang penggunaan alat modern tersebut dan penggunaan pupuk kalsium pada tanaman jagung.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PELAKU PENDIDIKAN MGMP KIMIA SE-SIDOARJO TERHADAP ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM MELALUI PENGGUNAAN APLIKASI PINTARIN.ID Hayuni Retno Widarti; Habiddin; Herunata; Parlan; Deni Ainur Rokhim; Afis Baghiz Syafruddin
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.24289

Abstract

The Minimum Competency Assessment, which will replace the National Examination, will be similar to the PISA test. This is a challenge for Indonesia to create quality education, including increasing scientific literacy skills. Preparation for the 4.0 industrial revolution is directly related to 21st-century education, where students are expected to have four competencies in learning, including critical thinking and problem-solving, creativity, communication skills, and the ability to work collaboratively. Based on this context, the community service team initiated a program entitled Increasing Understanding of Educational Actors Chemistry MGMPs in Sidoarjo on minimum competency assessment using the Pintarin.Id application. The methods in this service are lectures and training of chemistry MGMP teachers on the independent curriculum preparation of AKM questions. The instrument used as a reference for this activity was a questionnaire with 14 statements to measure teachers' understanding and skills in compiling AKM questions. The subjects in this service were 152 people from 25 SMA/MA schools in Sidoarjo. The service locations are SMAN 4 Sidoarjo, SMAN 1 Waru, SMAN 1 Gedangan, SMAN 1 Sidoarjo, SMAS Dharma Wanita 1 Gedangan, and SMAN 3 Sidoarjo. The result of this service is that the teacher's understanding and skills in compiling AKM-based questions increased by 36.92% and fell into the excellent category. Participants responded positively (mean score of 70) to the material, presentation, language, and evaluation aspects presented in the training activities. The results of this service can be implemented in teacher learning in class by giving AKM-based questions to students so that students are better prepared to face the National Assessment. ---  Asesmen Kompetensi Minimum yang akan menggantikan UN, nantinya hampir mirip seperti tes PISA. Hal tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, salah satunya melalui peningkatan kemampuan literasi sains. Persiapan menuju revolusi industri 4.0 berkaitan langsung terhadap pendidikan abad 21 ini dimana  siswa diharapkan memiliki 4  kompetensi pada  pembelajaran  diantaranya critical thinking and  problem  solving,  creativity,  communication  skills,  dan ability  to  work collaboratively Berdasarkan konteks tersebut tim pengabdian masyarakat menggagas program berjudul peningkatan pemahaman pelaku pendidikan MGMP kimia se-Sidoarjo terhadap asesmen kompetensi minimum melalui penggunaan aplikasi Pintarin.Id. Metode dalam pengabdian ini adalah ceramah dan melatih guru MGMP kimia tentang kurikulum merdeka, penyusunan soal AKM. Instrumen yang menjadi acuan kegiatan ini adalah angket dengan 14 pernyataan untuk mengukur pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun soal AKM, subjek dalam pengabdian ini sebanyak 152 orang dari 25 Sekolah SMA/MA di Sidoarjo. Adapun lokasi pengabdian yaitu di SMAN 4 Sidoarjo, SMAN 1 Waru, SMAN 1 Gedangan, SMAN 1 Sidoarjo, SMAS Dharma Wanita 1 Gedangan, dan SMAN 3 Sidoarjo. Hasil pengabdian ini yaitu pemahaman dan keterampilan guru dalam Menyusun soal berbasis AKM meningkat sebesar 36,92% dan masuk dalam kategori baik. Peserta  memiliki  respons  positif (skor rataan sebesar 70) terhadap aspek materi, penyajian, bahasa, dan evaluasi yang disajikan dalam kegiatan pelatihan. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat di implementasikan dalam pembelajaran guru di kelas dengan memberikan soal-soal berbasis AKM kepada siswa agar siswa lebih siap dalam menghadapi Asesmen Nasional.
IMPLEMENTASI KONSEP EKONOMI SIRKULAR DALAM PROGRAM DAUR ULANG LIMBAH BAN BEKAS UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Riza Amalia Rifani; Siti Diva Syarifah Lukman; Mulyana Machmud; Hartati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.31022

Abstract

This activity aims to implement the concept of circular economy in the used tire waste recycling program to improve the welfare of the community, in this case, the partners of used tire waste craftsmen in Tellumpanua village. The service team will provide an understanding of the concept of circular economy, improve practical skills in processing used tires, encourage active participation in the recycling program, and measure the impact of the program on waste reduction and economic improvement. This activity uses an educational approach, namely lectures, discussions, and demonstrations measured by direct observation methods, to measure partners' progress in practical skills and the impact of the program on the production of recycled products and waste reduction. The results of this activity showed an increase in partners' knowledge and understanding of the circular economy concept by 50% after attending lecture and discussion sessions and 100% after the demonstration. The products produced in this activity are tables, chairs, and flower vases that have a more attractive design than before. This activity has provided tangible benefits in the form of waste reduction and improved quality of waste tire recycling products.  ---  Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplemtasikan konsep ekonomi sirkular dalam program daur ulang limbah ban bekas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam hal ini mitra pengrajin limbah ban bekas di desa Tellumpanua. Tim pengabdian akan memberikan pemaham tentang konsep ekonomi sirkular, meningkatkan keterampilan praktis dalam mengolah ban bekas, mendorong partisipasi aktif dalam program daur ulang, dan mengukur dampak program terhadap pengurangan limbah dan peningkatan ekonomi. Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukasi, yakni ceramah, diskusi, dan demonstrasi yang diukur dengan metode pengamatan langsung untuk mengukur kemajuan mitra dalam keterampilan praktis dan dampak program terhadap produksi produk daur ulang dan pengurangan limbah. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra mengenai konsep ekonomi sirkular sebanyak 50% setelah mengikuti sesi ceramah dan diskusi serta 100% setelah demonstrasi. Produk yang dihasilkan dalam kegiatan ini berupa meja, kursi, dan vas bunga yang memiliki desain yang lebih menarik dari sebelumnya. Kegiatan ini telah memberikan manfaat nyata berupa pengurangan limbah dan peningkatan kualitas produk daur ulang limbah ban bekas.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP COVID 19, ISOMAN DAN VAKSINASI UNTUK MENGURANGI PENYEBARAN COVID-19 DI KAMPUNG TANJUNGSARI KOTA TASIKMALAYA Keni Idacahyati; Ira Rahmiyani; Resti Anggraeni Safitri; Hamzah Afriansyah; Irna Fitriani; Winda Siti Wulandari; Via Hervina; Sifa Syamrotul Fuadah; Mochamad Doni Permana
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.18016

Abstract

Coronaviruses are a large family of viruses that cause disease in humans and animals. In humans, it can cause respiratory tract infections, ranging from the common cold to serious conditions such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). In general, the transmission of this virus occurs through droplets or body fluids splashed on someone or objects around them, which is 1-2 meters away through coughing and sneezing. Public knowledge is very influential in behavior in prevention. This outreach activity to the community aims to provide education about the prevention of COVID-19 and public awareness to carry out vaccines. This community service is carried out in the form of distributing healthy community products in the form of turmeric and ginger herbs, medical masks, cloth masks, hand sanitizers, handsoap as well as providing education to the public regarding "efforts to increase awareness of COVID-19 and vaccination". This activity aims to increase public awareness of the prevention of COVID-19. The training was carried out on 41 people in RW 12, Tanjungsari Village, Tamansari Subdistrict, Mulyasari Village, Tasikmalaya City, with various age ranges through the distribution of leaflets, counseling, and questionnaires as activity evaluations. It can be concluded that the average result of the community's response to knowledge of COVID-19 based on the questionnaire results was that 72.2% of the public believed in the spread of COVID-19 even though many people did not comply with health protocols. ---  Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Secara  umum  Penularan  virus  ini terjadi melalui droplet atau cairan tubuh yang terpercik pada sesorang atau benda-benda di sekitarnya yang  berjarak  1-2 meter  melalui  batuk dan  bersin.  Pengetahuan  masyarakat  sangat  berpengaruh terhadap  prilaku  dalam  melakukan pencegahan. Kegiatan penyuluhan kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pencegahan covid-19 dan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pembagian produk masyarakat sehat berupa jamu kunyit dan jahe, masker medis, masker kain, handsenitazer, handsoap serta pemberian edukasi pada masyarakat mengenai "upaya peningkatan kesadaran terhadap covid-19 dan vaksinasi". Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan covid-19. Kegiatan dilakukan pada 41 masyarakat di RW 12 lingkungan Kampung Tanjungsari kecamatan Tamansari kelurahan mulyasari kota Tasikmalaya dengan berbagai rentang usia melalui pembagian leaflet, penyuluhan dan kuesioner sebagai evaluasi hegiatan. Dapat disimpulkan bahwa hasil rata-rata respon masyarakat tentang pengetahuan covid-19 berdasarkan hasil dari kuisoner 72,2% masyarakat percaya akan penyebaran COVID-19 meskipun banyak masyarakat yang tak patuh dengan protokol kesehatan.
PELATIHAN MEMBUAT BIBIT JAMUR TIRAM PUTIH DARI BAHAN LOKAL BERSAMA KELOMPOK PETANI PENGUSAHA JAMUR DI DESA SURO ILIR KABUPATEN KEPAHIANG Irma Badarina; Nadrawati; Endang Sulistyowati; Zul Efendi; Farurrozi; Annisa Febriani; Dwi Ramadanti; Dinda Suci Indriani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.18711

Abstract

The availability of oyster mushroom seeds was critical to sustain the mushroom business.  The skill to make the mushroom seeds such as F0, F1, and F2 were needed to solve the mushroom seeds shortage. The added efficiency value was modifying F0 media using local materials such as potato and taro tuber to substitute Potato Dextrose Agar (PDA).  The Community Service Activities were done with the mushroom farmer group preparing the oyster mushroom seeds in the Suro Ilir Village district of Kepahiang Bengkulu Province.  The Community Service Activities aimed to do the technical counseling and evaluated the farmer that had been trained to make the mushroom seeds such as  F0 seeds (potato and taro tuber media), F1 seeds (the corn media), and F2 (the mix of corn, rice bran and sawdust media).  The materials for mother culture (F0 seeds) media were from local media to substitute the Potato Dextrose Agar (PDA) components such as potato or taro tuber, the commercial jelly merk ”Swallow,” and granulated white sugar.  The workshop method was theory and practice with “learning by doing.” The farmers were guided on making the F0, F1, and F2 seeds.  After the workshop on mushroom seedlings, there was an improvement in knowledge and skill in preparing mushroom seedlings.  The farmers got the skills and were able to make the oyster mushroom seeds.  ---  Ketersediaan bibit dalam usaha jamur tiram sangat penting untuk menjaga kesinambungan usaha.  Keterampilan membuat bibit jamur mulai dari bibit F0, bibit F1 dan bibit produksi F2 perlu dibina sehingga dapat mengatasi kelangkaan bibit jamur.  Modifikasi media bibit F0 menggunakan bahan-bahan lokal seperti kentang dan umbi talas sebagai pengganti Potato Dextrose Agar (PDA),merupakan nilai tambah untuk efisiensi.  Kegiatan pengabdian membuat bibit jamur berbasis bahan lokal telah dilakukan bersama petani jamur di Desa Suro Ilir Kabupaten Kepahiang.  Tujuan kegiatan pengabdian  adalah melakukan bimbingan teknis dan evaluasi hasil kegiatan pembuatan bibit jamur tiram yaitu bibit F0 (dari media kentang dan umbi talas),   F1 (dari media biji jagung) dan F2(dari media campuran biji jagung, dedak, dan serabuk gergaji).  Bahan untuk media induk (bibit F0) berasal dari bahan lokal untuk mengganti komponen media Potato Dextrose Agar (PDA) seperti kentang atau umbi talas, agar merk”Swallow” dan gula pasir.  Metode pelatihan dilakukan secara “learning by doing” belajar sambil praktek. Pelatihan dilakukan dengan memberikan bimbingan teoritis dan latihan membuat bibit F0, bibit F1 dan bibit produksi F2.  Hasil yang didapatkan adalah setelah kegiatan pengabdian  pengetahuan dan pemahaman petani mitra  meningkat dalam pembi-bitan jamur tiram. Petani mitra mendapatkan skill dan  berhasil membuat bibit jamur tiram.
PEMANFAATAN PEKARANGAN DENGAN BUDIDAYA MELON HIDROPONIK UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA KELOMPOK WANITA TANI MEKARSARI KELURAHAN TANJUNG, KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH Endang Warih Minarni; Nurtiati; Dina Istiqomah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.18743

Abstract

The yard is the land around the residence or house. In general, the yard is still not used optimally. Hydroponic melon cultivation is a system of plant cultivation without using soil as a medium for plant growth with additional nutrients for growth. The purpose of this community service activity that has been carried out is to increase the efficiency of using yard land by hydroponically cultivating melons, increasing family income, and the ability of partners to cultivate melons hydroponically. The service methods that have been carried out are education, training, demonstration plots, mentoring, and equipped with learning by-doing techniques. The service strategy that has been used is the empowerment of the target group with a Participatory Rural Appraisal approach. The technology that has been presented is hydroponic melon cultivation with a drip fertigation system, monitoring activities to monitor the presence of pests and diseases, and control of melon pests and diseases using entomo-pathogenic and antagonistic fungi. The results of the activities that have been carried out show that: technology transfer activities regarding the use of yards with hydroponic melon cultivation can increase the knowledge and skills of the target audience, farming efficiency, and income.  ---  Pekarangan adalah lahan yang ada di sekitar tempat tinggal atau rumah. Pada umumnya pekarangan masih belum dimanfaatkan secara optimum Budidaya tanaman melon secara hidroponik adalah sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuh tanaman dengan tambahan nutrisi untuk pertumbuhannya.  Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan pekarangan dengan budidaya tanaman  melon secara hidroponik, meningkatkan pendapatan keluarga dan kemampuan mitra dalam budidaya tanaman melon secara hidroponik. Metode pengabdian yang dilakukan adalah pendidikan, pelatihan, demplot, pendampingan serta dilengkapi dengan teknik belajar sambil bekerja (learning by doing). Strategi  pengabdian yang digunakan adalah pemberdayaan kelompok sasaran dengan pendekatan Partisipatory Rural Appraisal.  Teknologi   yang  disampaikan  adalah  budidaya  melon  hidroponik  dengan  sistem fertigasi tetes, kegiatan monitoring untuk memantau keberadaan hama dan penyakit, serta pengendalian hama dan penyakit melon menggunakan jamur entomopatogen dan antagonis.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: kegiatan alih teknologi tentang pemanfaatan pekarangan dengan budidaya melon hidroponik  dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan khalayak sasaran, efisiensi usaha tani, dan  pendapatan..
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA BAYAM MERAH DENGAN METODE MICROGREEN DI DESA NANGKASAWIT, KECAMATAN KEJOBONG, KABUPATEN PURBALINGGA Victor Bintang Panunggul; Lingga Arti Saputra; Suwali; Ayu Sitanini
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.19256

Abstract

Microgreen is a plant cultivation technique by growing plant seeds until they are short-lived.  This service aims to increase knowledge and skills regarding red spinach cultivation techniques using the microgreen method in Nangkasawit Village, Kejobong District, Purbalingga Regency.  The method used in community service in the form of material and training and supported by the statistical analysis method of the Group Randomized Design (RAK) consists of two factors. The first factor is the AB mix consisting of A0=control, A1=5mL, and A2=10mL. Dissolve 5 mL of 1 L of water, then for a solution of stock B, 10 mL of water is dissolved in 1 liter of water in the container. Then, the two solutions are in one container. The second factor is that the liquid waste solution of rice consists of B0=Control, B1=50 mL, and B2=100 mL dissolved in 1 liter of water in the container. The treatment was carried out in three repetitions so that there were 27 experimental units. The results of the F test were used to determine the signification of the variables observed to be analyzed with a real level of 5%. If it has a real effect, follow it up with the BNT test at a real level of 5%—data processing using DSAASTAT 1.1 software. Based on the results of the activity, it can be a source of education about microgreen cultivation techniques on yard land. The application of AB mix has no noticeable effect on the percentage of sprouts and plant height. However, it had a noticeable effect on the 10 mL treatment on the number of leaves of the red spinach microgreens by 2.55. Meanwhile, the application of rice liquid waste has no real effect on the germination percentage, plant height, and number of leaves.  ---  Microgreen merupakan suatu teknik budidaya tanaman dengan menumbuhkan benih tanaman hingga berumur pendek. Untuk bisa meningkatkan pengetahuan pemahaman kader PKK maka dilakukan pelatihan khususnya pada tanaman bayam merah menggunakan teknik Microgreen. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengenai teknik budidaya bayam merah menggunakan metode microgreen di Desa Nangkasawit Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat berupa materi dan pelatihan serta didukung metode analisa statistik Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas dua faktor. Faktor pertama merupakan AB mix terdiri A0=kontrol, A1= 5mL, dan A2=10mL. Larutkan 5 mL pada 1 L air, kemudian untuk larutan stok B 10 mL air dilarutkan 1 liter air pada wadah. Kemudian campurkan kedua larutan tersebut dalam satu wadah. Faktor kedua adalah larutan limbah cucian beras terdiri dari B0=Kontrol, B1=50 mL, dan B2= 100 mL dilarutkan 1 liter air dalam wadah. Perlakuan dilakukan tiga kali pengulangan sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Hasil uji F digunakan untuk mengetahui tingkat signifikasi terhadap variabel yang diamati kemudian dianalisis ragam dengan taraf nyata 5%. Apabila berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf nyata 5%. Pengolahan data menggunakan software DSAASTAT 1.1. Berdasarkan hasil kegiatan dapat menjadi sumber edukasi tentang teknik budidaya microgreens pada lahan pekarangan. Aplikasi AB mix tidak berpengaruh nyata pada persentase kecambah dan tinggi tanaman. Namun berpengaruh nyata pada perlakuan 10 mL pada jumlah daun microgreens bayam merah sebesar 2,55. Sedangkan aplikasi limbah cair beras tidak berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan, tinggi tanaman, dan jumlah daun.
TEKNOLOGI ALAT TANGKAP BUBU LIPAT RAMAH LINGKUNGAN BAGI NELAYAN DI DESA LANTEBUNG KOTA MAKASSAR Muhammad Jamal; Andi Asni; Ihsan; Nadiarti Nurdin Kadir
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.19480

Abstract

The trap used by the Lantebung community to catch crabs is a type of folding trap that is triangular with a frame made of iron and can be folded.  The problem with using this trap is that it often catches small crabs (the carapace width <6cm) with very low economic value and mostly thrown away. The high intensity of the small crab utilization will threaten the crab’s sustainability. It is, therefore, necessary to transfer technology to obtain an environmentally friendly folding trap by providing an escape gap for small crab size.  This PKM aimed to apply a friendly use folding trap technology for fishermen in Lantebung Village. The benefits of applying this friendly use folding trap technology a positive changes habitual from fishermen, an increase in income for fishermen’s families, and a sustainable management of crab resources in nature. The Community Service Activities (PKM) were carried out actively through counseling and demonstrations by fully involving the target audiences starting from counseling, implementation, and assistance in the field. The results of the PKM activity showed that there has been a change in behavior and an increase in knowledge of the target audiences, especially the suitable catch size for the crab.     The trap evaluation results showed that the traps with escape gaps (B1) caught fewer juvenile crabs when compared to those without escape gaps. Therefore, the B1 traps can be used properly, and by the achievement of crab size targets.  ---  Bubu yang digunakan masyarakat Lantebung untuk menangkap rajungan adalah jenis bubu lipat yang berbentuk segitiga dengan rangka terbuat dari besi dan dapat dilipat Permasalahan dalam pemanfaatan alat tangkap bubu ini sering menangkap juga kepiting rajungan berukuran kecil (lebar karapaks <6cm)) yang belum memiliki nilai ekonomis dan dibuang begitu saja. Intensitas pemanfaatan rajungan yang tinggi akan mengancam kelestarian kepiting rajungan, untuk itu diperlukan transfer teknologi untuk mendapatkan alat bubu lipat yang ramah lingkungan dengan memberikan celah pelolosan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk menerapkan teknologi alat tangkap bubu lipat yang ramah lingkungan bagi nelayan di Desa Lantebung. Manfaat dari penerapan teknologi alat tangkap bubu lipat ramah lingkungan ini adalah agar terjadi perubahan prilaku nelayan, dapat meningkatkan pendapatan nelayan bubu, pengelolaan sumberdaya rajungan di alam berkelanjutan Kegiatan PKM dilaksanakan secara aktif melalui penyuluhan dan demonstrasi dengan melibatkan secara penuh khalayak sasaran mulai dari penyuluhan , implementasi dan pendampingan di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan telah terjadi perubahan prilaku dan peningkatan pengetahuan terutama ukuran rajungan layak tangkap.. Hasil evaluasi alat bubu diperoleh bahwa bubu dengan celah pelolosan (B1) lebih sedikit menangkap rajungan juvenile bila dibandingkan dengan tanpa celah pelolosan Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bubu B1 ini dapat digunakan  dengan baik dan sesuai dengan target capaian.
PENYULUHAN DAN PEMASANGAN STIKER VAKSINASI COVID-19 DI DESA BARANGMAMASE Syamsuar Manyullei; Lalu Muhammad Saleh; Annisa Putri Azzima
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.20010

Abstract

Health Promotion and installation of stickers are expected to maintain the achievement of COVID-19 vaccination in Takalar District, especially in Barangmamase Village, which has met the vaccination target for each district/city of around 80%. However, there are still people who still need to be vaccinated; one of the reasons is that there are many hoaxes in the community, which makes them reluctant to vaccinate. Therefore, the purpose of this community service is to increase knowledge and install stickers about COVID-19 to prevent the influence of hoax news related to vaccination from affecting the community and increase the willingness to vaccinate against COVID-19. The method of activity was carried out by visiting people's houses one by one in Barangmamase Village and then conducting counseling. This activity shows that the counseling carried out regarding COVID-19 vaccination has 20 homes successfully visited and 17 houses installed with stickers, as well as an increase in public knowledge about COVID-19 vaccination after an evaluation.  ---  Penyuluhan dan pemasangan stiker diharapkan mempertahankan capaian vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Takalar khususnya di Desa Barangmamase telah mencukupi target vaksinasi tiap kabupaten/kota sekitar 80%. Meskipun demikian, masih terdapat masyarakat yang sampai saat ini belum melakukan vaksinasi, salah-satunya dikarenakan banyaknya muncul berita hoax di kalangan masyarakat yang membuat mereka enggan melakukan vaksinasi. Oleh karena itu, tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan terpasangnya stiker tentang Covid-19 upaya untuk mencegah pengaruh berita hoax terkait vaksinasi mempengaruhi masyarakat dan meningkatkan kemauan mela-kukan vaksinasi Covid-19. Metode kegiatan dilakukan dengan mengunjungi rumah masyarakat satu per satu di Desa Barangmamase, kemudian melakukan penyuluhan. Hasil kegiatan ini menunjukkkan penyuluhan yang telah dilakukan terkait vaksinasi COVID-19 terdapat 20 rumah yang berhasil dikunjungi dan 17 rumah yang dipasangi stiker, serta terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 setelah dilakukan evaluasi.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SERBUK KAYU MENJADI DUPA DI DESA SUKAWATI Komang Adi Tresna Putra; I Kadek Agus Windu Adi; Ida Bagus Teja Pramana; Luh Putu Mahyuni; Made Mulyadi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.20021

Abstract

The problem faced by partner villages is that the added value of incense products is still low because they only focus on raw incense, do not yet have their market, because incense production is still based on orders, and the availability of biting raw materials is often lacking. The purpose of the community service program is to develop the business potential of incense in partner villages, namely Sukawati Village, Sukawati District, Gianyar Regency so that it can become the village's flagship product. The approach used in implementing this service program is Community Based Participatory Research (CBPR), which is a collaborative approach aiming to overcome community problems. The methods used are mentoring and providing education on making fragrant incense and packaging carried out by partners of successful entrepreneurs, assistance and consultation on trademark registration, and substitution of science and technology in the form of wood-biting smoothing machines into sawdust. The result of the activity is an increase in added value because it has produced and sold fragrant incense with the Gunung Katu brand marketed by business partners to the island of Bali, there is an increase in bamboo biting production because it has used the help of wood smoothing machines. The results of this service activity have an impact on increasing the income of the community in partner villages.  ---  Permasalahan yang dihadapi desa mitra adalah nilai tambah produk dupa masih rendah karena hanya fokus pada dupa mentah, belum memiliki pasar sendiri, karena produksi dupa masih berdasarkan pesanan, dan ketersediaan bahan baku biting sering kekurangan. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi usaha dupa di desa mitra yaitu Desa Sukawati Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar, agar bisa menjadi produk unggulan desa. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan program pengabdian ini adalah Community Based Participatory Research (CBPR), yaitu pendekatan kolaboratif dengan maksud mengatasi permasalahan di masyarakat. Metode yang digunakan berupa pendampingan dan memberikan edukasi mengenai pembuatan dupa wangi dan pengemasan yang dilakukan oleh mitra dari pengusaha yang sudah berhasil, pendampingan dan konsultasi pendaftaran merek, dan substitusi ipteks berupa penggunaan mesin penghalus biting kayu menjadi serbuk kayu. Hasil kegiatan adanya peningkatan nilai tambah karena telah menghasilkan dan menjual dupa wangi dengan merek Gunung Katu yang dipasarkan oleh mitra pengusaha ke pulau Bali, ada peningkatan produksi biting bambu karena telah menggunakan bantuan mesin penghalus kayu. Hasil dari kegiatan pengabdian ini memberikan dampak pada peningkatan pendapatan masyarakat di desa mitra.

Filter by Year

2017 2025