cover
Contact Name
Totok Haryanto
Contact Email
jurnaljssh@ump.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaljssh@ump.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora)
ISSN : 25799088     EISSN : 25499505     DOI : http://dx.doi.org/10.30595/jssh
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) is a peer-reviewed and open access academic journal published by Scientific and Publishing Institute (Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan) Universitas Muhammadiyah Purwokerto. JSSH was published twice a year in March and September, the first time published in March 2017. The aims of the journal is to provide scholarly publications for social and humanities studies, especially base on education, psychology, culture, sociological, humanities, economic research findings and critical thought.
Articles 135 Documents
Gus Baha’s Perspective on Religious Tolerance and How the Public Respond Khristianto, Khristianto; Pujiyatno, Ambar; Saepudin, Encep; Al Aqad, Mohammed H.
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Article In Press: JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 8 No. 2 September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v8i2.23707

Abstract

Tolerance in religion practices among different groups or differen religious communities is always important in plural societies like Indonesia. However, the fact shows that many intolarance cases still occur in the country. This study is an endevour to explore the tolerance teaching brought  by Gus Baha in his traditional islamic lectures. In addition, the reaction of the public to the teaching was also examined. It adopted a digital ethnography approach employing virtual data as the main sources, including YouTube Video, and the comments of netizen following them. The ideas of tolerance were analyzed thematically, and the comments were classified, following the Appraisal theory (Martin & Rose, 2005). Based on the analysis, it reveals that Gus Baha makes use of old stories involving prophets, the Prophet and his companion as they implemented tolerant practices of daily business and religious matters. The stories there proved upscaled tolerance exemplified by the best models for Moslem communities. The public (netizen) have shown positive responses toward the ideas, as it is proved from their positive emotion (80%), and judgment (74%), meaning they like the idea and agree that they are right. In turn, it is expected that they would practice the models of tolerance in their own daily lives.
Memahami Simularcm: Menyingkapi Dunia Ilusi di Balik Simulasi Maharani, Wulan Azizah Puja; Legowo, Martinus
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 8 No. 1 Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v8i1.15232

Abstract

Ilusi kenikmatan media sosial menjerat masyarakat ke dalam dunia fantasi yang tiada henti. Dari data tersebut yang diperoleh Indonesia menjadi negara dengan pengguna internet yang cukup tinggi, yakni 73.3% dari total populasi Indonesia dengan rata-rata penggunaan selama 8 jam 52 menit. Kondisi ini membuat dunia sosial yang asli semakin pudar, buram, dan samar. Relasi batiniah manusia menjadi hilang, digantikan sebatas relasi badaniah yang kosong. Mereka berada dalam keramaian yang sepi, karena hubungan antar individu tidak lagi melibatkan faktor afeksi, melainkan faktor transaksi. Penelitian ini kualitatif dengan menggunakan analisis fenomena Citayem Fashion Week. Media sosial menjerat manusia melalui simbol-simbol yang didramatisir, sehingga mereka mudah terbius ke dalam dunia simulasi. Akibatnya, banyak pengguna media sosial masuk ke dalam dunia ilusi dan saling bertarung, yakni menjadi penjerat untuk memainkan simulasi atau terjerat yang menikmati ilusi, padahal mereka berada dalam kondisi yang sama, yakni terjerat oleh ilusi kenikmatan yang disimulasi.
Subsistensi Pekerja Seks di tengah Pandemi dan Paska Pandemi Santury, Firhandika Ade; Adnan, Muhammad
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 8 No. 1 Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v8i1.14503

Abstract

Studi ini bertujuan untuk melihat subsistensi atau bagaiamana cara bertahan hidup pekerja seks komersial selama pandemi dan paska pandemi covid-19 yang terjadi beberapa tahun lalu. Dengan menggunakan metode etnografi, studi ini merekam secara dekat kehidupan pekerja seks komersial selama satu tahun dalam masa pandemi. Data utama diperoleh melalui wawancara kepada beberapa pekerja seks komersial, pemilik usaha indekos, dan masyarakat setempat didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan jika pekerja seks komersial bertahan hidup selama pandemi dengan tiga cara: berhemat; mencari pekerjaan lain; dan memanfaatkan relasi sosial. Dua cara terakhir menjadi metoda bertahan hidup yang paling dominan dan masih dilakukan dalam fase krisis setelah pandemi.
Fenomena Self Diagnose terhadap Konten Kesehatan Mental di Media Sosial Tiktok: Analisis Wacana Multimodal terhadap Asumsi Masyarakat di Kolom Komentar Wijaya, Rivaldiansyah; Ramdan, Abdul Rosad; Asariningrum, Diva; Syantifa, Rizka A'in; Sarathan, Indra
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 8 No. 2 September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v8i2.23784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana fenomena self diagnose di media sosial TikTok serta dampak yang ditimbulkannya. Dalam studi ini, peneliti menggunakan model analisis multimodal Kress & Van Leeuwen serta dibantu dengan aplikasi linguistik digital AntConc. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif ditemukan representasi fenomena self diagnose dan pengaruhnya di media sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan secara langsung pada 7 (tujuh) konten video kampanye kesehatan mental. Selain menganalisis konten dan komentar di media sosial, kami pun  mengonfirmasi para pengguna TikTok di dua Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berbeda guna menguatkan argumen tentang dampak fenomena self diagnose. Hasil penelitian ini menunjukkan rendahnya literasi kesehatan mental pada masyarakat khususnya remaja pengguna media sosial TikTok. Dalam pengamatan kami, fenomena self diagnose juga terjadi akibat kurangnya self awareness mengenai kesehatan mental pada diri sendiri hingga rentan terjadi misdiagnosis.
Konstruksi Ketahanan Budaya Generasi Centennial melalui Eksplorasi Nilai Filosofis Gandrung Banyuwangi Maharani, Salsabila Mercy; Widyana, Luthfia Hayu; Chusnunisa', Lailatul; Sari, Della Triya junita; Ifadah, Ana Nur; Firnanda, Rafi Akbar; Imron, Ali
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 8 No. 2 September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v8i2.24026

Abstract

Banyuwangi menjadi kabupaten terbesar di Jawa Timur yang mayoritas penduduknya bersuku Osing. Multikulturalisme di Banyuwangi melahirkan berbagai ekspresi budaya unik, termasuk tari Gandrung, seni pertunjukan yang menjadi maskot pariwisata sejak sebelum tahun 2003. Tari Gandrung awalnya dibawakan oleh laki-laki sebagai bentuk spionase dan penyampaian pesan perjuangan, tetapi sekarang digantikan menjadi penari perempuan dan menjadi pelopor lahirnya berbagai jenis tarian. Di era globalisasi, perkembangan teknologi dan informasi menjadi tantangan baru bagi ketahanan budaya tari Gandrung, terutama di kalangan generasi centennial yang aktif di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai filosofis tari Gandrung dan strategi mempertahankan tari Gandrung sebagai warisan budaya bagi generasi centennial di Desa Kemiren melalui metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan narasumber, termasuk penari generasi muda, maestro tari Gandrung, dan pemerintah daerah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi, yang melibatkan pemeriksaan informasi dari berbagai sumber dan metode pengumpulan data yang berbeda untuk memastikan validitas data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna filosofis tari Gandrung mencakup sejarah sakral dan mistik, simbolik gerakan yang mengandung pesan sosial budaya, serta properti tari yang memiliki makna estetika dan kultural. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi, upaya pemerintah daerah dan melestarikan peran generasi centennial dalam tari Gandrung melalui pendidikan dan apresiasi budaya telah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesenian ini.
Pola Komunikasi Kelompok Eks ODGJ dalam Panti Rehabilitasi Sosial Riadi, Selamat; Anwar, Anwar; Supriyanto, Dedi; Pratama, Nugra Agung; Novianti, Wiwik
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 8 No. 2 September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v8i2.21885

Abstract

Umumnya masyarakat masih memiliki penilaian negatif kepada eks ODGJ. Stigma ini justru memperburuk mental eks ODGJ. Penelitian ini bertujuan mensosialisasikan pola komunikasi yang sesuai untuk eks ODGJ dalam panti rehabilitasi sosial. Pengamatan terhadap eks ODGJ diakukan di Rumah Pelayanan Sosial PMKS “Pamardi Raharjo” Kabupaten Banjarnegara. Pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu dengan teknik pengumpulan data dan kajian pustaka juga dilakukan dalam penelitian, guna menentukan jenis pola komunikasi yang terbentuk di Panti tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi verbal yang efektif adalah dengan melibatkan penggunaan bahasa yang sederhana dan jelas, serta penggunaan nada suara yang tenang dan penuh pengertian. Penampilan fisik (ekspresi wajah, kontak mata, dan rambut) dan gerakan tubuh dapat membantu eks ODGJ lebih memahami konteks pembicaraan. Bahkan, di Panti rehabilitasi eks ODGJ diberdayakan dengan membuat karya berupa keset rumah tangga yang hasilnya sudah dapat dipasarkan di lingkungan sekitar. Dengan penelitian ini diharapkan kita dapat memahami secara lebih baik pola komunikasi yang terjadi di dalam kelompok eks ODGJ selama proses rehabilitasi dipanti, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi interaksi komunikatif, serta mengevaluasi efektivitas berbagai strategi komunikasi yang digunakan. Hal ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi praktisi rehabilitasi mental dan professional kesehatan lainnya, sehingga kualitas layanan yang mereka berikan kepada kelompok eks ODGJ lebih meningkat.  Masyarakat umum pun memahami cara yeng tepat berkomunikasi dengan eks ODGJ, sehingga kualitas interaksi sosial antaranggota kelompok menjadi lebih baik dan dapat membantu pemulihan mental eks ODGJ.
Gus Baha’s Perspective on Religious Tolerance and How the Public Respond Khristianto, Khristianto; Pujiyatno, Ambar; Saepudin, Encep; Al Aqad, Mohammed H.
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 8 No. 2 September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v8i2.23707

Abstract

Tolerance in religion practices among different groups or differen religious communities is always important in plural societies like Indonesia. However, the fact shows that many intolarance cases still occur in the country. This study is an endevour to explore the tolerance teaching brought  by Gus Baha in his traditional islamic lectures. In addition, the reaction of the public to the teaching was also examined. It adopted a digital ethnography approach employing virtual data as the main sources, including YouTube Video, and the comments of netizen following them. The ideas of tolerance were analyzed thematically, and the comments were classified, following the Appraisal theory (Martin & Rose, 2005). Based on the analysis, it reveals that Gus Baha makes use of old stories involving prophets, the Prophet and his companion as they implemented tolerant practices of daily business and religious matters. The stories there proved upscaled tolerance exemplified by the best models for Moslem communities. The public (netizen) have shown positive responses toward the ideas, as it is proved from their positive emotion (80%), and judgment (74%), meaning they like the idea and agree that they are right. In turn, it is expected that they would practice the models of tolerance in their own daily lives.
Fenomena Wanita dalam Budaya Kerja “Pengerih” di Desa Pandu Raya Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau Petrix, Lusiandro Julian; Rahmaniah, Syarifah Ema; Syarmiati, Syarmiati
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 8 No. 2 September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v8i2.23866

Abstract

Permasalahan mengenai dominasi kaum wanita dalam budaya kerja pengerih di Desa Pandu Raya ini menjadi topik permasalahan yang cukup menarik untuk diteliti. Hal ini dikarenakan beban pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab kaum pria, berubah menjadi tanggung jawab kaum wanita. Budaya kerja pengerih sendiri merupakan budaya kerja sama atau gotong–royong didalam masyarakat Desa Pandu Raya dan sekaligus menjadi suatu tradisi atau budaya leluhur masyarakat Suku Dayak Panu. Walaupun telah mengenal sistem pembagian kerja yang jelas antara kaum pria dan wanita, namun dapat dilihat bahwa kaum wanita adalah kaum yang dominan dari pada kaum pria. Kurang terlibatnya kaum pria dalam budaya kerja pengerih disebabkan oleh profesi yang telah dimiliki oleh kaum pria seperti Petani Sawit, Petani Karet, karyawan perusahaan, Guru, Pedagang Kecil, dan lainnya sehingga untuk terlibat dalam budaya kerja pengerih bagi kaum pria hanya dapat dilakukan apabila waktu luang saja.
Phenomena and Indicators of Success in the Quality of Inclusive Education in Islamic Perspective Fadilah, Arif; Saputra, Awang; Nurhalim, Nurhalim; Rivaldy, Nurdin
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 9 No.1 Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v9i1.17775

Abstract

The research aims to explain the problems and phenomena of inclusive education and to find the success indicators of the quality of inclusive education from the perspective of the Qur'an and Hadith. This research uses a qualitative descriptive study of literature published in 2010-2022. The problems are management, infrastructure, financing, collaboration, learning processes, curriculum, educators and education staff, students, parents, and difficulties in assessment and policies. Inclusive education is dominated at the age of 5-9 years, where a total of 149 thousand students are attending inclusive education at the elementary school level. Indicators of the successful based on rational aspects, commitment, cooperation, team solidity, resources, leadership, speed of action and parents. An overview of the Qur'an and Hadith as motivation to build quality inclusive education in the following Qur'an 3:55, 5:2, 6:66, 48-10, 13:12, 3:39, 3:9, 8: 7-8, while the Hadith Bukhari, and Muslim. The research implies that the better the phenomenon of inclusive education is achieved, the closer it is to the indicator of the success of inclusive education in Indonesia. Further research is needed to explore the management of inclusive education in Islamic educational institutions referring to indicators of educational success.
Mengupayakan Hidup Relasi dan Damai sebagai Penyadaran Akan Persamaan Kodrat Manusia di Tengah Diskriminasi Keberagaman dalam Kehidupan Bersama Andriyanto, Natalius; Riyanto, Armada
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 9 No.1 Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v9i1.20179

Abstract

Semua manusia adalah sama dalam kodratnya sebagai manusia terlepas dari apapun keberagaman atau pluralitas yang ada dalam masing-masing diri manusia. Namun, pengakuan akan kesamaan kodrat manusia tersebut tidak mendapat tempat ketika diskriminasi masuk ke dalam kehidupan manusia. Penulis ingin menekankan akan pentingnya perlakuan yang sama terhadap antar sesama manusia dalam kesamaan kodratnya sebagai manusia. Metode yang dilakukan dalam penulisan ini adalah metode pendekatan kualitatif: studi literatur yang membahas fenomena-fenomena diskriminasi kemanusiaan baik yang terjadi di dunia maupun di Indonesia. Pendekatan ini dikembangkan dengan bantuan teori-teori atau pendapat para filsuf humanis tentang keluhuran nilai dan kodrat kemanusiaan yang ada pada manusia. Penulis menemukan bahwa upaya menghidupkan kembali relasi antar sesama manusia dan mengusahakan kedamaian di dalamnya seperti yang diserukan oleh Emmanuel Levinas adalah cara yang dapat dilakukan untuk meredam aksi-aksi diskriminatif yang kemudian melahirkan berbagai kekerasan kemanusiaan dalam kehidupan sosial manusia.