cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
DETERMINAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL TRIMESTER KEDUA DAN KETIGA DI WILAYAH PUSKESMAS TANAH SEREAL, KOTA BOGOR Resty Jayanti; Ade Saputra Nasution; Ida Nuraida; Nura Suciati Fauzia; Devia Lydia Putri
Majalah Kesehatan FKUB Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.02.4

Abstract

Faktor stres, usia maternitas, dan paritas yang dialami oleh ibu hamil akan memicu terjadinya peningkatan tekanan darah melalui suatu mekanisme yang dapat meningkatkan kadar adrenalin. Peningkatan tekanan darah dapat mencapai 140/90 mmHg pada orang dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor stres, usia kehamilan, usia maternitas, dan jumlah kehamilan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil trimester ke-2 dan 3. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan sampel sebanyak 62 orang yang diambil secara accidental sampling di wilayah Puskesmas Tanah sereal, Kota Bogor. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa tingkat stres, usia maternitas, jumlah kehamilan, dan usia kehamilan  berhubungan dengan kejadian hipertensi ibu hamil (p =  0,002; p = 0,000; p = 0,031; p = 0,037 secara berturutan). Kesimpulannya, semua faktor yang diteliti berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil, sehingga ibu hamil perlu menjaga atau menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi pada masa kehamilan.  
HUBUNGAN TUMOR INFILTRATING LYMPHOCYTE CD8+ DENGAN USIA, GRADING, EKSPRESI HER2 DAN Ki67 PADA INVASIVE BREAST CARCINOMA OF NO SPECIAL TYPE DI RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG Rita Ervina; Eviana Norahmawati; Arif Satria Hardika; Harun Al Rasyid
Majalah Kesehatan FKUB Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.02.2

Abstract

Invasive breast carcinoma of no special type (IBC of NST) merupakan kelompok neoplasma epitelial ganas kelenjar payudara dengan angka kejadian kanker tertinggi pada wanita. Tumor infiltrating lymphocytes (TIL) CD8+ dianggap sebagai kelompok sel T yang berperan dalam reaktifitas imun spesifik melawan sel kanker. Kelompok TIL CD8+ merupakan komponen yang berperan dalam imunitas adaptif spesifik. Infiltrasi TIL CD8+ pada stroma tumor berkaitan dengan prognosis yang menguntungkan dan dapat memprediksi hasil terapi pada pasien. Infiltrasi limfosit sangat berkaitan dengan prognosis ekspresi human epidermal growth factor receptor 2 (HER2) serta terkait dengan jumlah total TIL CD8+. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara TIL CD8+ dengan usia penderita, grading histopatologi, ekspresi HER2, dan ekspresi Ki67 pada IBC of NST. Desain penelitian adalah observasional analitik menggunakan 44 sampel blok parafin pada penderita IBC of NST di Instalasi Patologi Anatomi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dengan mengukur ekspresi TIL CD8+ pada stromal dan intumoral, dihubungkan dengan usia, grading histopatologi, ekspresi HER2 dan ekspresi Ki67. Hasil penelitian menunjukkan tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara usia dengan ekspresi TIL CD8+ (TIL CD8+ stromal p = 0,052, TIL CD8+ intratumoral p = 0,371), grading histopatologi (TIL CD8+ stromal p = 0,264, TIL CD8+ intratumoral p = 0,820), ekspresi HER2 (TIL CD8+ stromal p = 0,228, TIL CD8+ intratumoral p = 0,526), dan ekspresi Ki67 (TIL CD8+ stromal p = 0,490, TIL CD8+ intratumoral p = 0,829).  Kesimpulannya, tidak didapatkan hubungan antara TIL CD8+ dengan usia penderita, grading histopatologi, ekspresi HER2 dan ekspresi Ki67 pada penderita IBC of NST.  
HUBUNGAN GANGGUAN KOGNITIF DENGAN DEPRESI DAN AKTIVITAS PENYAKIT PASIEN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK Liko Maryudhiyanto; Bantar Suntoko; Soesmeyka Savitri; Innawati Jusup; Rihadini; Titis Hadiati
Majalah Kesehatan FKUB Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.03.1

Abstract

Lupus eritematosus sistemik (LES) adalah suatu penyakit inflamasi kronis yang mempengaruhi banyak organ termasuk sistem saraf pusat. Prevalensi gejala neuropsikiatri berupa gangguan kognitif pada pasien masih cukup tinggi. Gangguan kognitif pada domain memori, eksekutif, dan atensi akan menyebabkan pasien LES mengalami depresi. Pasien LES yang mengalami depresi akan menyebabkan hasil pengobatan yang buruk. Gangguan kognitif juga berhubungan dengan aktivitas penyakit LES. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan gangguan kognitif dengan depresi dan peningkatan aktivitas penyakit pasien LES. Metode penelitian ini observasi cross sectional. Subjek penelitian ialah 82 pasien LES di RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Instrumen penelitian menggunakan Beck Depression Inventory II (BDI-II) untuk depresi, Montreal Cognitive Assessment (MocA-Ina) untuk gangguan kognitif, dan Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Index (SLEDAI) untuk aktivitas penyakit. Hasil menunjukkan prevalensi gangguan kognitif pada subjek penelitian adalah 64,6% dengan domain memori paling sering terganggu. Prevalensi depresi sebesar 57,3%. Proporsi pasien gangguan kognitif dengan depresi lebih banyak (62,3%) dibandingkan tanpa depresi. Aktivitas penyakit berat memiliki prevalensi paling tinggi yakni 54,4%. Gejala aktivitas penyakit paling sering didapatkan ialah alopesia dan artirtis (65,9%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan kognitif dengan depresi (p = 0,151). Terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan kognitif dengan aktivitas penyakit LES (p = 0,009). Domain kognitif berhubungan dengan aktivitas penyakit LES (p = 0,02). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan kogntif terhadap depresi pada pasien LES dan terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan kognitif dengan aktivitas penyakit pasien LES.
ANALISIS HUBUNGAN MAKRONUTRISI DENGAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRATORI, KECEPATAN, DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA ATLET LARI AMATIR Wara Widi Wigati; Mohammad Arif Ali; Dewi Marfu’ah Kurniawati; Gustiana Mega Anggita
Majalah Kesehatan FKUB Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.03.4

Abstract

Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh ketika melakukan aktivitas fisik tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Nutrisi menjadi komponen penting dalam setiap program kebugaran fisik. Asupan nutrisi yang tepat sangat diperlukan bagi atlet, karena akan digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan tubuh selama berlangsungnya latihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan makronutrisi dengan daya tahan kardiorespiratori, kecepatan, dan kekuatan otot pada atlet lari amatir. Penelitian ini adalah penelitian korelasional. Teknik penarikan sampel secara purposive sampling. Sampel penelitian adalah anggota Brebes Runners berjumlah 18 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan formulir food record untuk mengukur asupan makronutrisi dan multi fitness test, lari 50 meter, dan leg dynamometer untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara makronutrisi dengan daya tahan kardiorespiratori, kecepatan, dan kekuatan otot tungkai (p > 0,05) pada atlet lari amatir. Kesimpulan penelitian ini adalah makronutrisi tidak berhubungan dengan daya tahan kardiorespiratori, kecepatan, dan kekuatan otot tungkai pada atlet lari amatir.
HUBUNGAN ANTARA EKSPRESI CYCLIN D1 DAN SMOOTH MUSCLE ACTIN DENGAN KARSINOMA SEL BASAL KELOMPOK RISIKO REKURENSI RENDAH DAN TINGGI Berlian Anggraeni Putri; Diah Prabawati Retnani; Hendy Setyo Yudhanto; Holipah; Rose Khasana Dewi; Hery Susilo
Majalah Kesehatan FKUB Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.02.1

Abstract

Kanker kulit yang tersering dikelompokkan menjadi kanker kulit melanositik dan nonmelanositik. Kanker kulit nonmelanositik menempati urutan kelima terbanyak dari seluruh jenis kanker di dunia dengan jenis yang paling sering adalah karsinoma sel basal. Secara histopatologis karsinoma sel basal dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok risiko rekurensi rendah dan tinggi. Sifat Karsinoma sel basal yang proliferatif dan invasif membutuhkan marker yang dapat memprediksi keduanya, di antaranya adalah cyclin D1 dan smooth muscle actin (SMA). Penelitian ini untuk membuktikan adanya hubungan antara ekspresi cyclin D1 dengan karsinoma sel basal kelompok risiko rendah dan tinggi. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan metode cross-sectional, sampel penelitian karsinoma sel basal ditetapkan sebanyak 30 sampel, terdiri dari 15 sampel kelompok risiko rekurensi rendah dan 15 sampel kelompok risiko rekurensi tinggi. Ekspresi cyclin D1 dan SMA pada sediaan imunohistokimia dinilai secara semi kuantitatif pada masing-masing kelompok kemudian akan dilakukan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi cyclin D1 memiliki hubungan dengan karsinoma sel basal kelompok risiko rekurensi rendah dan tinggi (p = 0,008 < 0,05), namun tidak berhubungan dengan ekspresi SMA (p = 0,389 > 0,05). Ekspresi cyclin D1 pada karsinoma sel basal kelompok risiko rendah memiliki skor yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok risiko rekurensi tinggi. Sementara pada SMA tidak didapatkan perbedaan yang bermakna. Kesimpulan penelitian ini, ekspresi cyclin D1 memiliki hubungan dengan karsinoma sel basal kelompok risiko rekurensi rendah dan tinggi, sedangkan SMA tidak berhubungan.  
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA RAWAT INAP PADA BALITA DENGAN DIARE AKUT DI RSUD ABDOEL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Aegirine Rafilah Dahlan; Meiliati Aminyoto; Annisa Muhyi
Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.04.3

Abstract

Diare akut merupakan masalah kesehatan masyarakat global maupun lokal karena angka mortalitasnya yang tinggi khususnya pada anak di bawah lima tahun (balita). Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi proses penyembuhan balita dengan diare akut dan jika tidak ditangani dengan tepat dapat memperpanjang lama rawat inap pasien. Hal ini dapat menurunkan efisiensi pelayanan rawat inap serta menambah beban biaya perawatan yang harus ditanggung pasien dan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan lama rawat inap pada balita dengan diare akut di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie, Samarinda. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan studi potong-lintang. Pengumpulan data dari rekam medis pasien RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode 2019-2021 secara purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 64 pasien berusia 6-59 bulan dengan diagnosis diare akut dan dirawat inap <14 hari serta memiliki catatan rekam medis yang lengkap sesuai variabel penelitian. Mayoritas sampel pada kelompok usia 6-23 bulan, status gizi normal, dengan derajat dehidrasi ringan-sedang, tidak anemia, feses tanpa lendir/darah, leukosit feses dalam ambang normal, mendapatkan terapi zink saja, serta mengalami pemanjangan lama rawat inap. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara status gizi (p = 0,041), kadar hemoglobin (p = 0,011), lendir/darah pada feses (p = 0,002) dan leukosit pada feses (p = 0,004) dengan lama rawat inap pada balita dengan diare akut. Kesimpulannya, status gizi, kadar hemoglobin, lendir/darah pada feses, serta leukosit pada feses berhubungan dengan lama rawat inap pada balita dengan diare akut.    
Tinjauan Literatur: KEFIR: MIKROBIOLOGI, SENYAWA BIOAKTIF, DAN MANFAATNYA PADA PENYAKIT NONINFEKSI Tri Yudani Mardining Raras
Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.04.7

Abstract

  Kefir semakin populer sebagai produk makanan fermentasi. Secara makroskopis butiran kefir memiliki struktur warna yang ireguler, multilobular, lengket dan berwarna kekuningan. Simbiosis mikrobiota antara bakteri dan khamir merupakan komponen utama dalam biji kefir. Bakteri yang paling banyak ditemukan pada butir kefir adalah Lactobaccilus sp. dan Lactococcus sp. sedangkan khamirnya didominasi oleh Saccharomyces sp. dan Kluveromyces sp. Kefir mengandung senyawa bioaktif seperti eksopolisakarida, bioaktif peptida, bacteriocin dan biosurfaktan yang berpotensi meningkatkan manfaat kesehatan dari kefir. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengulas kefir dari aspek mikrobiologi, kandungan senyawa bioaktif kefir dan pengaruhnya sebagai agen imunomodulator atau imunostimulan pada artritis, antialergi, antikolesterol dan penyakit noninfeksi lain. Kefir berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk kesehatan dan nutraseutikal sesuai dengan pengaruhnya terhadap stimulasi respons imun, antiartritis, aktivasi imunitas mukosa intestinal, perlindungan dari ulkus peptikum, antikanker, antimutagenesis, antialergi, menurunkan kadar kolesterol, mengurangi obesitas, dan antihipertensi. Oleh karena itu, kefir sangat potensial untuk dieksplorasi lebih lanjut dalam penelitian translasional sebagai salah satu bahan aditif dalam produk pangan fungsional yang memberikan manfaat untuk kesehatan.  
Laporan Kasus: MAKROADENOMA HIPOFISIS FUNGSIONAL DENGAN MANIFESTASI AKROMEGALI DAN DIABETES MELITUS TIPE LAIN YANG TIDAK TERKONTROL Della Fitricana; Ardianto Ardianto; Alwi Shahab; Yuliato Kusnadi; Ratna Maila Dewi; Anugrah Onie; Yoan Levia Magdi; Arie Zainul Fatoni
Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.04.6

Abstract

Akromegali merupakan penyakit yang sangat jarang dan sering tidak disadari, sehingga menimbulkan keterlambatan diagnosis serta munculnya komplikasi sistemik. Peningkatan kadar growth hormone pada pasien akromegali menyebabkan munculnya penyakit diabetes mellitus (DM). Laporan kasus ini bertujuan untuk  membahas makroadenoma hipofisis fungsional dengan manifestasi akromegali dan diabetes melitus tipe lain yang tidak terkontrol. Laki-laki berusia 39 tahun dirujuk ke RS Dr. Mohammad Hoesin karena DM yang tidak terkontrol, sering sakit kepala, nyeri di tangan dan kaki serta pandangan mata kabur. Pasien merasakan perubahan pada tubuh yang bertambah besar sejak tahun 2004. Pada tahun 2018 pasien mulai menderita DM dengan terapi insulin yang dosisnya meningkat bertahap. Pada pemeriksaan fisik dijumpai gambaran khas akromegali mulai dari muka serta jari tangan dan kaki. Pemeriksaan mata dengan tes Humprey didapatkan gangguan lapangan pandang pada kedua mata. Pemeriksaan penunjang didapatkan kadar insulin-like growth factor-1 (IGF-1) yang sangat tinggi dan gambaran massa di hipofisis yang berukuran 32 x 22 x 28 mm. Pasien menjalani operasi transpheonidal (TSS) dengan hasil pemeriksaan patalogi didapatkan suatu adenoma hipofisis. Pasien didiagnosis dengan akromegali oleh karena makroadenoma hipofisis fungsional dengan DM tipe lain. Lima hari setelah operasi pasien didapatkan kebocoran liquor cerebro spinal (LCS) dan kembali dilakukan operasi untuk mengatasi kebocoran LCS. Pasien menderita DI permanen setelah 2 minggu setelah operasi. Setelah TSS didapatkan ukuran tumor berkurang sekitar 54% dan pasien mendapat terapi lanjutan somatostatin analogs (SSA) octretide long-acting release (LAR). Kondisi post TSS terjadi perbaikan klinis dan kadar gula darah.  
STUDI KUALITATIF PELAKSANAAN PELACAKAN KONTAK DALAM PENANGGULANGAN COVID-19 DI KECAMATAN KURANJI, KOTA PADANG Ade Suzana Eka Putri; Elsi Novnariza; Gita Andriyani; Soraya Permata Sujana
Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.04.5

Abstract

Upaya memutus rantai penularan melalui pelacakan kontak memiliki tantangan tersendiri dalam penanggulangan pandemi COVID-19 di negara berkembang, dengan laju penularan yang sangat cepat di tengah terbatasnya sumber daya yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi hambatan dan tantangan pelaksanaan pelacakan kontak penderita COVID-19 di Kecamatan Kuranji, salah satu kecamatan dengan jumlah penderita terbanyak di Kota Padang. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Pengumpulan informasi dilakukan pada bulan Januari hingga Juli 2021. Informan berjumlah tujuh orang yang dipilih secara purposif. Pengumpulan informasi dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisis konten dilakukan terhadap informasi yang diperoleh dengan mengacu pada komponen sistem (input, proses, dan output). Hasil penelitian ini menemukan bahwa pelaksanaan pelacakan kontak penderita COVID-19 di Kecamatan Kuranji dilaksanakan sesuai dengan panduan pelacakan kontak Kemenkes RI. Beberapa kendala dalam pelacakan kontak adalah terkait dengan kapasitas tracer, insentif, alat pelindung diri (APD), ketersediaan data alamat atau nomor telepon kasus, dan kesediaan kasus dalam memberi informasi.  
PENGARUH STATUS GIZI TERHADAP KESINTASAN DUA TAHUN PASIEN GAGAL GINJAL TAHAP AKHIR YANG MENJALANI CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS Atma Gunawan; Besut Daryanto; Romanis Bungainda Silalahi
Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.04.2

Abstract

Berbagai penelitian menunjukkan tingginya prevalensi malnutrisi pada pasien dialisis kronik, namun hingga saat ini, penelitian lebih banyak dilakukan pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap kesintasan pasien gagal ginjal tahap akhir yang menjalani continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik berupa retrospective cohort. Sampel penelitian adalah pasien gagal ginjal tahap akhir yang menjalani terapi CAPD di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Hasil dari analisis data berdasarkan nutritional risk index (NRI) dan instant nutritional assessment (INA) didapatkan asosiasi bermakna terhadap risiko mortalitas pasien CAPD (p < 0,05). Hal ini berbeda dengan indikator BMI yang tidak memiliki asosiasi terhadap risiko mortalitas pada pasien CAPD (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah status gizi berdasarkan indikator NRI pada kategori severe mempunyai tingkat mortalitas lebih tinggi dibandingkan kategori no risk, dan status gizi berdasarkan indikator INA kategori severe malnourished memiliki mortalitas lebih tinggi dibandingkan kategori lain dan status gizi mempengaruhi kesintasan dua tahun pasien gagal ginjal tahap akhir yang menjalani CAPD.  

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue