cover
Contact Name
Arif Abadi, S.Kom.
Contact Email
penerbitan@isbi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isbi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Panggung
ISSN : -     EISSN : 25023640     DOI : 10.26742/panggung
Core Subject : Education,
Panggung is online peer-review journal focusing on studies and researches in the areas related to performing arts and culture studies with various perspectives. The journal invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in those areas mentioned above related to arts and culture in Indonesia and Southeast Asia in different perspectives.
Arjuna Subject : -
Articles 913 Documents
Uji Pembandingan Interval Tangga Nada Karawitan Sunda (Laras Degung) Terhadap Interval Tangga Nada Musik Barat Jaenudin, Nanang
PANGGUNG Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i4.3578

Abstract

Permasalahan perbedaan laras degung dan susunan nada do-mi-fa-sol-si-do’ pada tangga nada musik Barat sampai saat ini masih menjadi perdebatan di kalangan seniman dan akademisi karawitan Sunda. Sebagian seniman dan akademisi karawitan Sunda berpendapat bahwa, meskipun susunan nada-nada pada laras degung dan susunan nada do-mi-fa-sol-si-do’ pada tangga nada musik Barat terdengar mirip, tetapi susunan nada-nada pada kedua tangga nada tersebut memiliki interval yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban atas pertanyaan, berapa persentase tingkat kemiripan laras degung dengan susunan nada do-mi-fa-sol-si-do’ pada tangga nada musik Barat? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perbandingan interval menyeluruh yang merupakan jumlah kumulatif dari interval nada berdekatan, dengan mengambil sampel laras degung yang terdapat pada gamelan dan suling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemiripan laras degung dari rakitan laras salendro 15 nada (gamelan) terhadap susunan nada do-mi-fa-sol-si-do pada tangga nada musik Barat sebesar 89,05%, tingkat kemiripan laras degung dari suling milik Iwan Mulyana terhadap susunan nada do-mi-fa-sol-si-do pada tangga nada musik Barat sebesar 69,41%, dan tingkat kemiripan laras degung dari suling milik Endang Sukandar terhadap susunan nada do-mi-fa-sol-si-do pada tangga nada musik Barat sebesar 85,91%. Hasil analisis ini membuktikan kebenaran ‘rasa laras’ para seniman dan akademisi karawitan Sunda yang menilai bahwa terdapat perbedaan antara laras degung dan susunan nada do-mi-fa-sol-si-do pada tangga nada musik Barat.
Color Scheme Test of Color Mapping in Batang Batik Design Ratuannisa, Tyar; Tresnadi, Chandra; Nurfitriyana, Annisaa; Kahdar, Khafiati; Pratiwi, Annisa Nurul
PANGGUNG Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i4.3581

Abstract

The use of natural dyes for batik in recent years, apart from being a trend, has also become an alternative solution to the ongoing environmental issues. For specific crafter communities, natural dyes can be a challenge that raises new obstacles due to their special treatment compared to the easier synthetic dyes. Another concern is losing the distinct character of a region's batik. This research tries to mediate these challenges by retrieving the 2017 research on color mapping of three centers of batik tulis in Batang district. The mapping resulted in a distinct color scheme and how it is equivalent to natural colors. To show the possibility of using natural dyes without losing the distinct regional character, the color mapping was followed by a color schemes test. The findings of this research result in the use of natural colors whose intensity tends to be reduced compared to synthetic dyes, so the colors tend to be fainter and softer. Thus, batik with natural dyes has provided new diversification for the batik and added new skills for the crafters.
Dekonstruksi Tari Bedhaya Murbeng Rat dalam Seni Pertunjukan Tari Bedhaya Maryono; Setiyastuti, Budi
PANGGUNG Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i4.3582

Abstract

Riset ini penting untuk diungkap dan dibahas karena perubahan merupakan sebuah peristiwa yang berjalan bagai cakra manggilingan yang tidak dapat ditahan dan terjadi. Perubahan itu penting dan sangat dibutuhkan dalam menjaga, melestarikan serta mengembangkan kehidupan seni pertunjukan. Tujuan studi dekonstruksi Bedhaya Murbeng Rat dalam seni pertunjukan Bedhaya ini untuk menciptakan suatu dinamika dalam seni pertunjukan dengan mengubah seni yang monoton ke seni kreatif yang terbuka. Artikel penelitian ini mendasarkan pada penelitian kualitatif. Jenis data dan sumber data serta informasi secara dominan didapat dari: Festival Bedhayan 2023, "Catur Sagotra" 2022, Sindhenan Gaya Surakarta (2005), Bothekan Karawitan II: Garap (2009), Sejarah dan Sakralitas Tari Bedhaya Ketawang (2022, 2023). Pertunjukan Bedhaya Ketawang pada acara Jumenengan (2023). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka dan studi dokumen. Semua data yang telah dikumpulkan, diklasifikasi, diolah dan dianalisis dengan metode trianggulasi. Riset ini menemukan bahwa penelitian dekonstruksi Bedhaya Murbeng Rat dalam seni pertunjukan, menemukan kebaruan ekspresi estetik seni yang kreatif dan terbuka. Perubahannya menciptakan suatu dinamika seni pertunjukan dengan mengubah seni yang monoton ke seni kreatif yang terbuka. Untuk itu riset ini harapannya memicu peneliti berikutnya, membahas lebih tajam dan mendalam dengan penambahan dan membuka pengembangan teknik studinya. Kata kunci: dekonstruksi, seni pertunjukan, tari Bedhaya Murbeng Rat.
Eksplorasi Artistik Makna “Eusi Kosong” dalam Usik Penca: Refleksi Moral dan Spiritualitas Melalui Karya Seni Saefurridjal, Anggha Nugraha; Herdiani, Een; Sumiati, Lilis
PANGGUNG Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i1.3588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan makna eusi kosong dalam usik penca melalui pendekatan eksplorasi artistik. Secara filosofis, eusi kosong melambangkan keseimbangan antara kekosongan dan isi serta mengandung nilai spiritual yang mengajarkan pengendalian diri dan introspeksi. Usik Penca tidak hanya melatih bela diri, tetapi juga menjadi sarana refleksi dalam mengendalikan hawa nafsu. Melalui metode etnografi dan practice-based research, penelitian ini mengintegrasikan eksplorasi gerakan dan pengalaman kreatif dalam proses reka cipta tari. Proses kreatif ini melibatkan reinterpretasi usik penca menjadi karya tari yang menyampaikan nilai-nilai filosofis dan spiritual. Keseimbangan tradisi dan inovasi menjadi inti dalam karya ini. Tari bukan sekadar ekspresi estetis, tetapi juga sarana edukasi dan refleksi moral. Hasil akhirnya adalah sebuah karya tari yang memvisualisasikan nilai-nilai spiritual dari usik Penca, yang dirancang untuk memperkuat apresiasi terhadap penca sebagai warisan budaya tak benda serta sarana untuk memperdalam pemahaman akan pengendalian diri di tengah tantangan era globalisasi. Sekaligus menegaskan relevansi seni tradisional melalui pendekatan artistik inovatif dalam seni kontemporer.
Milestone Dan Makna Ornamen Puri Agung Karangasem Dalam Persfektif Hermeneutika Laba, I Nyoman; Adnyana, I Wayan; Muka, I Ketut; Suardana, I Wayan; Gede Artayani, Ida Ayu
PANGGUNG Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i1.3632

Abstract

The architecture of Puri Agung Karangasem shows important achievements in architectural progress and the trajectory of the meaning of ornaments shows the acculturation of Balinese, Chinese, and European cultures. Researchers have not found research on the milestones and meaning of ornaments in the Puri. The purpose of this research is to explain the important historical achievements and the meaning of architectural ornaments of Puri Agung Karangasem. A qualitative descriptive method is implemented to explain the milestones and meaning of architectural ornaments of Puri Agung Karangasem. Hermeneutic theory is used as an approach to uncover the historicity and interpretation of the meaning of the architectural ornaments of the Puri. Data collection techniques include observation, interviews and documentation, while as a source of data are ornaments on palace architecture, cultural experts, community leaders, and as key informants of Penglingsir Puri and Abdi Dalem Puri. The results of the study show that the architecture of Puri Agung Karangasem has a very important meaning and achievement in the history of Bali, especially in the context of the kingdom. The forms of ornaments found in Puri Agung Karangasem can be distinguished into three, namely ornaments in traditional Balise, Chinese and European styles, resulting in a combination of typical ornamental forms of Puri Agung Karangasem. From a hermeneutic perspective, these ornaments are signs that refer to certain aspects of social, religious, and political life in Bali, especially the kingdom of Karangasem. In addition, the ruler of Puri Agung Karangasem in ancient times had a fairly good cultural relationship with people from China and Europe, as reflected in the visualization of ornaments integrated into the architecture of the Puri.
IMPLIKASI KOMIK WAYANG SEBAGAI BENTUK NEGOSIASI BUDAYA TERHADAP PERKEMBANGAN KOMIK DI INDONESIA Nuriarta, I Wayan
PANGGUNG Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i1.3680

Abstract

Komik identik dengan budaya Barat, kehadirannya pernah ditolak oleh para pendidik di Indonesia pada masa Orde Lama. Namun ‘kelahiran’ Komik Wayang membuat komik bisa diterima oleh masyarakat hingga kini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk negosiasi budaya dalam komik dan implikasi negosiasi budaya terhadap perkembangan komik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori komik dan teori hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komik Wayang adalah bentuk negosiasi budaya yang tampak dalam tiga bentuk yaitu visual, dialog verbal, dan narasi. Kehadiran Komik Wayang pun berimplikasi pada epigon genre komik di Indonesia mulai dari komik legenda hingga komik humor. Saat ini kehadiran komik diterima sebagai budaya populer di Indonesia.
Simbol Komunikasi Pada Tari Salonreng dalam Ritual Ajjaga Masyarakat Gowa Linda, Johar; Saputra, Andi Taslim; Faisal
PANGGUNG Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i1.3691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fenomena Tari Salonreng sebagai sistem simbol budaya masyarakat Gowa. Pelaksanaan tari Salonreng dalam upacara ritual yang dilakukan turun temurun berhubungan dengan hewan persembahan yang mengandung simbol dan makna. Penelitian ini bertujuan menganalisis simbol dan makna yang terkandung di dalam tari Salonreng dengan menggunakan teori simbol seni oleh Sumandiyo Hadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang tergolong penelitian kualitatif dengan menggunakan data dari studi pustaka, observasi partisipan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Salonreng masih dipertahankan oleh masyarakat Gowa, yang diyakini sebagai simbol kesuburan, status sosial dan media untuk mendapatkan kasannangngang pakmai (ketenangan jiwa). Tari Salonreng yang disajikan bersamaan dengan kerbau persembahan, diyakini sebagai sarana komunikasi antara pemilik hajat dengan Tuhan, arwah leluhur, dan masyarakat. Tari Salonreng sebagai bentuk penyerahan diri secara totalitas untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Tari Salonreng sebagai simbol budaya terkait dengan konsep sulapa’ appa’ sebagai pedoman Masyarakat Makassar.
Penciptaan Batik Tulis Berbasis Ornamen Dan Rumah Adat Batak, Melayu dan Nias Atmojo, Wahyu Tri; Misgiya; Sriwiratma
PANGGUNG Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i1.3692

Abstract

Minat masyarakat Indonesia terhadap pelestarian budaya peninggalan masa lampau sangatlah minim, sebab masyarakat beranggapan peninggalan budaya masa lampau sebagai sejarah. Padahal, peninggalan budaya masa lampau dapat dihidupkan kembali dengan mengolaborasikannya dalam ornamen rumah adat yang dikemas dalam elemen digital visual salah satunya yang ada di Sumatera Utara dengan batik tulis. Penelitian ini bertujuan menghasilkan batik tulis berbasis ornamen dan rumah adat Batak, Melayu, dan Nias yang dikemas dalam elemen digital visual serta penelitian ini menerapkan metode penciptaan dengan fokus kepada praktik karya seni dengan ciri dan ketentuannya. Penelitian ini menghasilkan karya batik tulis sebanyak 14 buah karya, dengan 7 karya batik tulis untuk laki-laki dan 7 karya batik gardigan untuk wanita yang kesemuanya mengacu pada elemen ornamen dan rumah adat Batak, Nias, dan Melayu yang ada di Sumatera Utara. Penelitian ini berkontribusi besar dalam upaya melestarikan budaya yang dikolaborasikan dalam seni dan elemen digital visual.
Makna Simbolik dalam Kawih-Kawih Ngangkring Cariu Desa Sukadana Kabupaten Ciamis Fauzi, Ahmad Rizky; Fauzian, Yudi; Nur Intandian, Annastasya
PANGGUNG Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i1.3693

Abstract

Ngangkring adalah seni yang masih terjaga hingga sekarang di Dusun Cariu Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis. Ngangkring termasuk dalam seni tetabuhan dengan alat utamanya lisung dan halu. Lirik Ngangkring berbahasa Sunda buhun dan memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi. Nilai-nilai filosofis tersebut dapat diketahui dari makna simbolik di dalamnya. Berdasarkan latar belakang tersebut membuat penulis tertarik untuk mengkaji mengenai apa itu seni Ngangkring di Dusun Cariu, bagaimana makna simbolik pada syair kawihkawih dalam seni Ngangkring, dan apa nilai-nilai yang berguna untuk kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan penyajian data menggunakan metode deskriptif. Nilai yang terkandung dalam kawih-kawih Ngangkring yaitu nilai religi, peduli alam, bekerja keras, tatakrama, tidak berharap kepada manusia, bersikap tenang, bersikap dewasa, jangan rakus, jika menginginkan sesuatu maka harus berusaha keras, dan berbakti kepada orang tua.
Kesehatan Mental, Atraksi Seni Pencak dan Pariwisata Berkelanjutan Dalam Wacana Pariwisata Masa Depan M Ningdyah, Anrilia Ema; Listiani, Wanda; Rustiyanti, Sri; Millanyani, Heppy; Dwiatmini, Sriati; Suryanti
PANGGUNG Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i1.3694

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengekplorasi konsep kesehatan mental, atraksi seni pencak, dan pariwisata berkelanjutan yang berkembang dalam wacana pariwisata  masa depan. Berkembangnya dampak kesehatan mental, praktik atraksi seni dalam pariwisata mempengaruhi konsep, dan scenario pariwisata masa depan.  Pariwisata berkelanjutan berkontribusi pada sektor ekonomi kreatif, dan  pembangunan ekonomi lokal pedesaan khususnya penciptaan lapangan kerja  berbasis pelestarian lingkungan, budaya, dan masyarakat adat. Keterlibatan inklusif,  dan pengembangan kapasitas masyarakat lokal merupakan agenda penting dalam  pengembangan pariwisata di masa depan. Peningkatan kapasitas melalui partisipasi  berbasis masyarakat sebagai strategi ekowisata keberlanjutan, dan pelestarian  lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menganalisis 523  artikel dari database scopus dengan tema pariwisata masa depan menggunakan  perangkat lunak VOS viewer versi 1.6.17, model machine learning (ML) dengan teknik  wordcount, dan analisis regresi dengan Python versi 3.9.0. Analisis regresi digunakan  untuk mengetahui hubungan antara variabel yang ditemukan dari hasil analisis  VOSviewer sebelumnya. Temuan penelitian ini adalah empat variabel masa depan  pariwisata, yaitu inovasi, wisata berkelanjutan, wisatawan internasional, dan  manajemen destinasi.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi Vol 35 No 3 (2025): Estetika, Identitas, dan Digitalisasi: Praktik Seni dan Budaya Nusantara dalam P Vol 35 No 2 (2025): Representasi, Transformasi, dan Negosiasi Budaya dalam Media, Seni, dan Ruang So Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 34, No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 33, No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33, No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 32, No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32, No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 31, No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 31, No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 30, No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 29, No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29, No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 1 (2019): Pegeseran Estetik Dalam Seni Budaya Tradisi Masa Kini Vol 28, No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan Vol 28, No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Co Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in C Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Este Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Estet Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajar Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelaja Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 1 (2011): Seni, Lokalitas, Vitalitas, dan Pemaknaan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 15, No 36 (2005): JURNAL PANGGUNG: JURNAL SENI STSI BANDUNG Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradisional Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradision More Issue