cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 617 Documents
The Hero's Journey of Arthur Curry Character in Aquaman Movie Juanda, Ahmad; Surya, Satyawati; Nasrullah, Nasrullah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.7063

Abstract

This research purposes to find the hero’s struggle and the hero’s journey that appeared in Arthur’s journey. In this research, the researcher analyzed one of the characters from the Aquaman movie. In specific, a character, named Arthur Curry, was analyzed through the hero’s journey theory. The data were analyzed with the hero’s struggle theory by George R. Goethals and Scott T. Allison, as a theory, and hero’s journey theory by Joseph Campbel, as another theory. The data were generated from the actions and dialogues from movie script and Arthur's struggle through his journey to become a hero. In conclusion, the research revealed that Arthur experienced all three struggles that mentioned by Goethals and Allison, those are struggle for something with reason, struggle to fight their weakness, and struggle to face the very evil. It also matched ten stages from seventeen stages of hero’s journey by Joseph Campbell and those are the call to adventure, refusal of the call, supernatural aid, the crossing of the first threshold, the belly of the whale, the road of trials, atonement with the father, apotheosis, the ultimate boon, and the crossing of the return threshold. The conclusion that can be drawn is that although there are several stages that Arthur did not go through, his struggle in the story can be considered as a hero’s journey because he succeeded in achieving his goals.
Prejudice toward Black People Characters in Kathryn Bigelow's Detroit Film Farizky, Vicky; Zamruddin, Mardliya Pratiwi; Ariani, Setya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7354

Abstract

This research deals with prejudice in the Detroit film by Kathryn Bigelow. Prejudice is the negative assessment or hostility toward an individual or group resulting in negative treatment. There are so many negative treatments from the prejudice portrayed in the Detroit film. In this research, the researcher analysed the prejudice aspects through the characterization of the characters experiencing negative treatments in the Detroit film. This research was conducted by using a qualitative research design. The data were generated from the speech, thoughts, effect, action, and looks of the characters portrayed in the film. The researcher revealed that the negative treatments in Detroit are committed by the white people police officers and experienced by the black people citizens. In conclusion, four negative treatments experienced by the characters were anti-locution, discrimination, physical attack, and extermination. Therefore, the researcher concluded that the difference between both races such as their skin tone, or the types of their hair is what generated prejudice in Detroit film.  Keywords: prejudice, black people, Detroit
Hierarchy of needsof Robin’s character in Christopher Robin film -, Fitriani; Ariani, Setya; Sanhadi Rahayu, Famala Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.8574

Abstract

   ABSTRACTMaslow's hierarchy of needs theory is one of the psychological theories that are useful for triggering the emergence of motivation in individuals to meet daily needs. This hierarchy shows that everyone has the motivation to fulfill their needs. In this case, this research aims to find and explain the hierarchy of needs of Robin's character in Christopher Robin film using Abraham Maslow's hierarchy of needs theory. In addition, this research used a qualitative method to fulfill the research objectives. The results of the research showed that there are five hierarchies of needs presented by Robin's character. First, the phychological need was indicated by the need for sleep. Second, the safety need was indicated by the freedom to fear. Third, the belonging and love need was indicated by the need to feel love. Fourth, the esteem need was indicated by the achievement and independence of Robin's character. The last is self-actualization need was indicated by the morality possessed by Robin's character. The Hierarchy's needs were depicted through the actions and speech of Robin's character.Keywords: Hierarchy of needs, Psychological, and Christopher Robin film.ABSTRAKTeorihirarki kebutuhan Maslow merupakan salah satu teori psikologi yang berguna untuk memicu munculnya motivasi dalam diri individu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hirarki ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki motivasi untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam hal ini, penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menjelaskan kebutuhan Hirarki dari karakter Robin dalam Film Christopher Robin dengan menggunakan teori kebutuhan Hirarki dari Abraham Maslow. Sebagai tambahan, penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memenuhi tujuan penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada lima kebutuhan hirarki yang dihadirkan oleh karakter Robin. Pertama yaitu kebutuhan pisikologi ditunjukkan dengan kebutuhan tidur. Kedua yaitu kebutuhan rasa aman ditunjukkan oleh kebebasan untuk takut. Ketiga yaitu kebutuhan kepemilikan dan cinta ditunjukkan dengan kebutuhan untuk merasakan cinta. Keempat yaitu kebutuhan harga diri ditunjukkan dengan pencapaian dan kemandirian dari karakter Robin. Yang terakhir adalah kebutuhan aktualisasi diri ditunjukkan oleh moralitas yang dimiliki oleh karakter Robin. Kebutuhan-kebutuhan Hirarki tersebut digambarkan melalui tindakan dan ucapan dari karakter Robin.Kata-kata kunci: Kebutuhan Hirarki, Psikologi, dan Film Christopher Robin.
DISCRIMINATION TOWARDS DR. DON SHIRLEY AND TONY LIP AS THE MAIN CHARACTERS AS PORTRAYED IN GREEN BOOK FILM Rahmawati, Santi; Kuncara, Singgih Daru; Muhajir, Fatimah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7320

Abstract

ABSTRACT In this research, the researcher analyzed the discrimination based on a true story. The researcher only analyzed and discussed the discrimination that happened to the main characters. They are Dr. Don Shirley (African-American) and Tony Lip (Italian-American). The purposes of this research are to identify and describe the types of discrimination that happened to Dr. Don Shirley and Tony Lip and to understand their responses against it. The researcher used theories types of discrimination and types of responses against discrimination declared by Feagin. To analyze this research, the researcher used qualitative research and mimetic approach in this research. Based on the analysis, the researcher found out that all the types of discrimination happened in this film. It also appeared that all the types of responses against discrimination were found in this film. The discrimination in this film was done by both white and black people against Dr. Don Shirley (African-American) and also was done by white people against Tony Lip (Italian-American). The analysis also showed that at first, Tony Lip also discriminated Dr. Don Shirley. Hence, at the end of the film, the analysis showed that Tony Lip has changed. He became more tolerant towards Dr. Don Shirley and stopped discriminating against him. Key words: discrimination, race, African-American, Italian-American  ABSTRAK Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis diskriminasi berdasarkan kisah nyata. Peneliti hanya menganalisis dan mendiskusikan diskriminasi yang terjadi pada karakter utama. Mereka adalah Dr. Don Shirley (Afrika-Amerika) dan Tony Lip (Italia-Amerika). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menggambarkan tipe diskriminasi yang terjadi pada Dr. Don Shirley dan Tony Lip dan untuk memahami tanggapan mereka terhadapnya. Peneliti menggunakan teori-teori tipe diskriminasi dan tipe tanggapan terhadap diskriminasi yang dinyatakan oleh Feagin. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dan pendekatan mimetik dalam penelitian ini. Berdasarkan analisis, peneliti menemukan bahwa semua tipe diskriminasi terjadi dalam film ini. Tampaknya semua tipe tanggapan terhadap diskriminasi juga ditemukan dalam film ini. Diskriminasi dalam film ini dilakukan oleh orang kulit putih dan kulit hitam terhadap Dr. Don Shirley (Afrika-Amerika) dan juga dilakukan oleh orang kulit putih terhadap Tony Lip (Italia-Amerika). Pada analisis juga menunjukkan bahwa pada awalnya, Tony Lip juga mendiskriminasi Dr. Don Shirley. Namun, di akhir film, pada analisis menunjukkan bahwa Tony Lip telah berubah. Dia menjadi lebih toleran terhadap Dr. Don Shirley dan berhenti mendiskriminasinya. Kata kunci: diskriminasi, ras, Afrika-Amerika, Italia-Amerika
Relasi Kuasa dalam Novel Gadis Pesisir Karya Nunuk Y. Kusmiana: Kajian Hegemoni Antonio Gramsci Rosyidah, Yuni Kholifatul; Hanum, Irma Surayya; Kiftiawati, Kiftiawati Kiftiawati
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.8460

Abstract

Rosyidah, Yuni Kholifatul. 2022. Relasi Kuasa dalam Novel Gadis Pesisir Karya Nunuk Y. Kusmiana: Kajian Hegemoni Antonio Gramsci. Skrispi. Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman. Pembimbing I: Irma Surayya Hanum, S.S., M.Pd. Pembimbing II: Kiftiawati, S.S., M. Hum. Ketimpangan sosial merupakan permasalahan di Indonesia yang terjadi di beberapa wilayah dan tidak mudah untuk diselesaikan. Keadaan sosial tersebut dituangkan oleh penulis dalam karya sastra novel Gadis Pesisir karya Nunuk Y. Kusmiana yang menarik untuk dikaji karena banyak menggambarkan kehidupan sosial masyarakat khususnya di Jayapura. Tujuan penelitian ini adalah (1) menguraikan fakta cerita dalam novel Gadis Pesisir karya Nunuk Y. Kusmiana, (2) menguraikan relasi kuasa dalam novel Gadis Pesisir karya Nunuk Y. Kusmiana, dan (3) menguraikan bentuk kontra hegemoni yang terjadi dalam novel Gadis Pesisir karya Nunuk Y. Kusmiana.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian adalah kata, frasa, dan kutipan kalimat yang merujuk pada sumber data berupa novel Gadis Pesisir karya Nunuk Y. Kusmiana. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Proses selanjutnya adalah memberikan interpretasi dengan mempertimbangkan pendekatan yang digunakan. Teknik analisis data penelitian yang digunakan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kelas sosial terbagi atas masyarakat yang berintelektual tinggi dan masyarakat yang berintelektual rendah. Keuntungan dan kemudahan akses dengan mudah didapatkan oleh kelas yang berkuasa. Masyarakat yang berasal dari kelas bawah menerima secara suka rela terhadap kebijakan yang berlaku. Relasi kuasa yang ada menunjukkan adanya masyarakat yang dikategorikan sebagai hegemoni merosot (decadent). Bentuk kontra hegemoni juga tampak dalam perilaku beberapa tokoh. Akan tetapi, pemberontakan yang mereka lakukan tidak bisa berjalan dengan mulus karena banyaknya masyarakat yang pemikirannya telah terarahkan dengan peraturan di kampung tersebut.  Kata Kunci: hegemoni Antonio Gramsci, novel, relasi kuasa 
ANALISIS SEMIOTIKA: ROLAND BARTHES DALAM IKLAN K-NATURAL WHITE BRIGHTENING BODY WASH VERSI AGATHA CHELSEA Nurfitriani, Nur; Wahyuni, Ian; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.10732

Abstract

K- Natural White merupakan produk yang berasal dari bahan Korea, yang berinovasi memberikan standar kecantikan ideal Korea bagi wanita Indonesia. Penelitian ini membahas tentang makna tanda semiotika dalam iklan produk kecantikan K-Natural White. Tujuan penelitian mendeskripsikan makna tanda denotasi, konotasi, dan mitos yang membentuk pemaknaan kecantikan wanita Indonesia berdasarkan standar ideal Korea. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif deskriptif dan termasuk jenis penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data berupa teknik dasar metode agih dan padan. Data penelitian berupa kata, frase, klausa, dan kalimat iklan.Sumber data tiga jenis iklan K-Natural White yakni (1) Cotton Flower; (2) Magnolia Berkilau; dan (3) Lidah Buaya. Hasil penelitian secara umum, yakni (1) Denotasi iklan K-natural white yaitu kecantikan menjadi persoalan wanita yang digambarkan dengan kulit lembut, wangi, dan segar. (2) Konotasi berupa makna kecantikankwang skin (kulit cerah Korea) yang dijadikan standar kecantikan wanita Indonesia sebagai kecantikan luar diri. (3) Mitos kecantikan iklan K-Natural White, yaitu menghadirkan tanda yang membentuk kesadaran palsu berupa keyakinan bahwa bahan alami Korea dapat mencerahkan kulit wanita Indonesia.Kata Kunci: Semiotika, denotasi, konotasi, mitos, dan iklan
CHARACTER DEVELOPMENT OF NINA SAYERS AS SEEN IN BLACK SWAN FILM Nisah, Septiana Hairul; Kuncara, Singgih Daru; Valiantien, Nita Maya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.8627

Abstract

In this research, the researchers focus on describing character development and the factors that influence the character development of the main character in the Black Swan film. The researcher uses two theories to answer the two problem formulations. In the first question, the researcher used Murphy's characterization theory to find out the character of Nina Sayers in the Black Swan film before and after changing. In the second question, the researcher used the personality development theory of Elizabeth B. Hurlock to find out the factors that influence the character development experienced by the main character. In this research, the method that the researcher used was the qualitative descriptive research method. The analysis results show that Nina's character has changed from submissive to disobedient, innocent to rebel, kind to revolt, quiet to rude, and weak to brutal. The developments of these five Nina's character are influenced by three determinants such as emotional, aspiration and achievement, and family.Dalam penelitian ini, peneliti fokus untuk mendeskripsikan perkembangan karakter dan faktor yang mempengaruhi perkembangan karakter dari karakter utama dalam film Black Swan. Peneliti menggunakan dua teori untuk menjawab dua rumusan masalah tersebut. Pertanyaan pertama, peneliti menggunakan teori karakterisasi dari Murphy untuk mengetahui karakter dari Nina Sayers dalam film Black Swan sebelum dan sesudah berubah. Pertanyaan kedua, peneliti menggunakan teori perkembangan kepribadian dari Elizabeth B. Hurlock untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perkembangan karakter yang dialami karakter utama. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakter Nina telah berubah dari penurut menjadi pembangkang, polos menjadi pemberontak, baik hati menjadi pemberontak, pendiam menjadi kasar, dan lemah menjadi kejam. perkembangan dari lima karakter Nina tersebut dipengaruhi oleh tiga determinan seperti emosional, aspirasi dan pencapaian, dan keluarga.
Variasi Bahasa Bugis di Kabupaten Kutai Timur Kajian Dialektologi Wati, Rahma; Dahlan, Dahri; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi fonologi dan leksikal di Desa Susuk Luar dan Desa Sungai Merah dengan menggunakan kajian dialektologi. Penggunaan bahasa Bugis dialek Pinrang yang digunakan pada Desa Susuk Luar dan Desa Sungai Merah terdapat variasi bahasa dalam aspek fonologi dan leksikal. Metode yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data penelitian berupa bunyi dan kata dalam bahasa Bugis. Sumber data penelitian berupa hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap informan. Teknik pengumpulan data dengan metode cakap, simak, rekam, dan tulis. Teknik analisis data menggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding.Hasil penelitian menunjukan terdapat variasi fonologi pada aspek perubahan bunyi vokal, bunyi konsonan, dan bunyi vokal serta konsonan. Terdapat gejala bahasa, seperti penambahan bunyi: epentesis dan paragog, pengurangan bunyi: aferesis, penurunan bunyi, penaikan bunyi, penggantian atau bunyi, diftongisasi, dan monoftongisasi. Sedangkan untuk variasi leksikal ditemukan beberapa Keragaman leksikon, yaitu penyebutan binatang, arah, gerak dan kerja, dan kata bilangan. Namun, beberapa kata masih sesuai dengan standar atau protobahasa Bugis Bone yang menjadi acuan. Terdapat gejala bahasa, yaitu sinonimi atau persamaan makna dengan kata yang berbeda. dan kata bilangan. Namun, beberapa kata masih sesuai dengan standar atau protobahasa Bugis Bone yang menjadi acuan.Terdapat gejala bahasa, yaitu sinonimi atau persamaan makna dengan kata yang berbeda. dan kata bilangan. Namun, beberapa kata masih sesuai dengan standar atau protobahasa Bugis Bone yang menjadi acuan. Terdapat gejala bahasa, yaitu sinonimi atau persamaan makna dengan kata yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi fonologi dan leksikal di Desa Susuk Luar dan Desa Sungai Merah dengan menggunakan kajian dialektologi. Penggunaan bahasa Bugis dialek Pinrang yang digunakan pada Desa Susuk Luar dan Desa Sungai Merah terdapat variasi bahasa dalam aspek fonologi dan leksikal. Metode yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data penelitian berupa bunyi dan kata dalam bahasa Bugis. Sumber data penelitian berupa hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap informan. Teknik pengumpulan data dengan metode cakap, simak, rekam, dan tulis. Teknik analisis data menggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding.Hasil penelitian menunjukan terdapat variasi fonologi pada aspek perubahan bunyi vokal, bunyi konsonan, dan bunyi vokal serta konsonan. Terdapat gejala bahasa, seperti penambahan bunyi: epentesis dan paragog, pengurangan bunyi: aferesis, penurunan bunyi, penaikan bunyi, penggantian atau bunyi, diftongisasi, dan monoftongisasi. Sedangkan untuk variasi leksikal ditemukan beberapa Keragaman leksikon, yaitu penyebutan binatang, arah, gerak dan kerja, dan kata bilangan. Namun, beberapa kata masih sesuai dengan standar atau protobahasa Bugis Bone yang menjadi acuan. Terdapat gejala bahasa, yaitu sinonimi atau persamaan makna dengan kata yang berbeda. dan kata bilangan. Namun, beberapa kata masih sesuai dengan standar atau protobahasa Bugis Bone yang menjadi acuan.Terdapat gejala bahasa, yaitu sinonimi atau persamaan makna dengan kata yang berbeda. dan kata bilangan. Namun, beberapa kata masih sesuai dengan standar atau protobahasa Bugis Bone yang menjadi acuan. Terdapat gejala bahasa, yaitu sinonimi atau persamaan makna dengan kata yang berbeda.  Kata kunci: variasi bahasa bugis, dialektologi, kutai timur
SYNTACTICAL ANALYSIS ON SENTENCE PATTERNS IN THE SELECTED SONG LYRICS OF TAYLOR SWIFT’S ALBUM LOVER Rizkiyah, Muthiatur; Arifin, M. Bahri; Pratiwi Sudirman, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.8578

Abstract

ABSTRACTThis study presents the syntactical analysis on sentence patterns in the selected songs of Taylor Swift’s Album Lover by using the theory of sentence patterns by Quirk and Greenbaum. This research also uses the theory of tree diagram by Bornstein to help the researcher in analyzing sentence patterns. In this study the researcher used descriptive method and content analysis approach. The data of this research are words, phrases, and sentences related to the analysis of sentence pattern especially in _You Need to Calm Down_, _Cruel Summer_, _Death by Thousand Cut_, _Paper Rings_, and _Daylight_ song. From the results, through the sentences chosen by the researcher, the researcher found that the largest number of the sentence pattern in Taylor Swift’s song lyrics is in pattern 3: S + Vt + dO which is used for 5 times. Finally, there are three patterns which are not used at all, which are pattern 1: S + LV + A, pattern 6: S + Vt + iO + dO, and pattern 7: S + Vi. Those patterns were not used because the researcher did not find any data or lyrics in Taylor Swift’s selected songs and selected sentences in Lover album that use any of those patterns.*Keywords:* Syntactic Analysis, Sentence Pattern, Tree Diagram, Lover’s AlbumABSTRAKPenelitian ini menyajikan analisis sintaksis pada pola kalimat di lagu-lagu pilihan Taylor Swift pada album Lover dengan menggunakan teori pola kalimat dari Quirk dan Greenbaum. Penelitian ini juga menggunakan teori diagram pohon dari Bornstein untuk membantu peneliti dalam menganalisis pola kalimat. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dan pendekatan analisis isi. Data penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang berkaitan dengan analisis pola kalimat terutama pada lagu _You Need to Calm Down_, _Cruel Summer_, _Death by Thousand Cut_, _Paper Rings_, dan _Daylight_. Dari hasil penelitian, melalui kalimat-kalimat yang dipilih oleh peneliti, peneliti menemukan bahwa jumlah pola kalimat terbesar dalam lirik lagu Taylor Swift adalah pola 3: S + Vt + dO yang digunakan sebanyak 5 kali. Terakhir, ada tiga pola yang tidak digunakan sama sekali, yaitu pola 1: S + LV + A, pola 6: S + Vt + iO + dO, dan pola 7: S + Vi. Pola-pola tersebut tidak digunakan karena peneliti tidak menemukan data atau lirik pada lagu-lagu pilihan Taylor Swift dan kalimat-kalimat pilihan dalam album Lover yang menggunakan pola-pola tersebut.*Kata Kunci:* Analisis Sintaksis, Pola Kalimat, Diagram Pohon, Album Lover 
Kesantunan Berbahasa dalam Siaran Iklan RRI Samarinda: Kajian Pragmatik Asraini, Asraini; Wahyuni, Ian; Nugroho, Bayu Aji
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7290

Abstract

Salah satu aspek penting dalam berinteraksi dengan mitra tutur ialah penggunaan kesantunan berbahasa, khususnya dalam siaran iklan radio sebagai media elektronik yang digunakan dalam memperoleh informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk prinsip kesantunan berbahasa dan jenis tindak tutur kesantunan berbahasa yang terdapat dalam siaran iklan RRI Samarinda ditinjau dari pragmatik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa tuturan penyiar dalam siaran iklan RRI Samarinda. Adapun sumber data penelitian, yaitu siaran iklan RRI Samarinda. Waktu penelitian yang digunakan dari bulan Desember tahun 2020 sampai Juli tahun 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, rekam, transkrip, dan catat. Teknik analisis data menggunakan analisis padan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk prinsip kesantunan berbahasa dalam siaran iklan RRI Samarinda, terdiri dari pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan. Bentuk pematuhan prinsip kesantunan yang ditemukan dominan dalam pematuhan maksim kebijaksanaan dan maksim permufakatan. Hal ini dikarenakan, siaran iklan RRI Samarinda berusaha untuk menginformasikan sesuatu kepada pendengar dan bermaksud agar pendengar menyetujui informasi yang disampaikan oleh penyiar. Sedangkan pelanggaran maksim yang ditemukan dominan dalam pelanggaran maksim penghargaan yang mengandung tuturan seperti mengkritik, menghina, dan merendahkan pihak lain. Kemudian, jenis tindak tutur kesantunan dalam siaran iklan RRI Samarinda, pada pematuhan maksim-maksim yang ditemukan ditandai dengan jenis tindak tutur representatif dengan maksud memberitahukan, menjelaskan, dan menyatakan. Sedangkan pelanggaran maksim yang ditemukan ditandai dengan jenis tindak tutur ekspresif dengan maksud mengkritik dan menghina.