Phinisi Integration Review
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus.
Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 1 (2025)"
:
11 Documents
clear
ETIKA KOMUNIKASI GENERASI Z DI ERA SOCIETY 5.0 DI DUSUN KALAULI
Basir, Arfan;
Metekohy, Louisa M;
Sialana, Fatima
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v8i1.67769
Penelitian ini bertujuan untuk meninjau etika komunikasi generasi z di era seciaety 5.0 di Dusun Kalauli, penelitian ini dilakukan dengan metodologi penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa etika komunikasi generasi Z di era 5. 0 di Dusun Kalauli tidak terjadi sebagaimana mestinya, terjadi pergeseran nilai-nilai etika komunikasi salah satunya kurangnya empati dalam berkomunikasi secara langsung dan salah satu faktor pergeseran nilai etika komunikasi yaitu ponsel pintar/gadget yang menjadi bagian tak terpisahkan dari era masyarakat 5.0.This study aims to review the communication ethics of generation z in the era of society 5.0 in Dusun Kalauli, this study was conducted using a qualitative descriptive research methodology with data analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study found that the communication ethics of generation Z in the era of 5.0 in Dusun Kalauli did not occur as it should, there was a shift in the values of communication ethics, one of which was the lack of empathy in communicating directly and one of the factors in the shift in communication ethics values was smartphones/gadgets which became an inseparable part of the era of society 5.0.
FENOMENA SOSIAL EKONOMI PENGEMBANGAN PRODUKSI PETANI SAWAH KABUPATEN MAROS
Arda, Arda;
Sumandiyar, Adi;
Thamrin, Asbullah
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v8i1.70688
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis kondisi sosial ekonomi petani padi sawah yang terdapat di Kabupaten Maros dan bagaimana dampak hubungan sosial petani padi sawah terhadap kondisi sosial ekonomi para petani yang terdapat di Kabupaten Maros. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan penelitian ini yaitu wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hubungan kerjasama diantara petani pemilik sawah, petani penggarap dan buruh tani berjalan dengan baik dan sudah menjunjung tinggi nlai-nilai solidaritas organis dan mekanis, dan (2) terdapat bagian dan unsur yang saling berhubungan sabagi salah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling memiliki keuntungan serta ketergantungan dalam rangka melaksanakan dan menjalankan tugas tanggung jawab mereka sebagai petani dalam bentuk pola hubungan kerjasama.This study aims to find and analyze the socio-economic conditions of rice farmers in Maros Regency and how the impact of social relations of rice farmers on the socio-economic conditions of farmers in Maros Regency. The research method used is descriptive qualitative using a descriptive qualitative approach. The data used in this study were in-depth interviews. The results of the study indicate that (1) the cooperative relationship between rice field owners, sharecroppers and farm laborers is running well and has upheld the values of organic and mechanical solidarity, and (2) there are parts and elements that are interconnected as one inseparable unit and have mutual benefits and dependencies in order to carry out and carry out their responsibilities as farmers in the form of a cooperative relationship pattern.
KEMAMPUAN MENGELOLA DAN MUTU PEMBELAJARAN GURU DI SMP NEGERI 2 PARIGI
Rahman, Abdul;
Jumadi, Jumadi;
Kasim, Hasanudin;
Lema, Sudarto Lukman;
Ponto, Herlin Pebrianti Yuanita
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v8i1.70444
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemampuan mengelola pembelajaran guru, bagaimana mutu pembelajaran guru dan bagaimana strategi guru dalam kemampuan mengelola dan mutu pembelajaran. penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) kemampuan mengelola pembelajaran guru dikategorikan atas 3 yaitu: a) kategori baik adalah guru menunjukan pengetahuan tentang kemampuan mengelolah pembelajaran; b) kategori cukup baik adalah guru menunjukan kemampuan mengelola pembelajaran dengan menunjukan pengetahuan dengan konsep-konsep pembelajaran secara terstruktur dan sistematis namun tidak menunjukan pengetahuan tentang berbagai pendekatan pedagogis; c) guru kategori kurang baik pada proses pembelajaran adalah perencanaan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai tidak nampak (2) mutu pembelajaran guru adalah dengan mengikutkan para guru dalam forum ilmiah yang menunjang mutu pembelajaran guru (3) strategi guru dalam kemampuan mengelola dan mutu pembelajaran adalah perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang matang berdasarkan perangkat pembelajaran dan pendekatan terhadap siswa yang mempunyai kendala dalam proses pembelajaran baik verbal maupun non verbal.This study aims to analyze how teachers' learning management skills are, how the quality of teachers' learning is, and how teachers' strategies are in managing and quality learning. This study uses a qualitative descriptive research method. In this study, researchers used data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques through data collection, data reduction and drawing conclusions. The results of the study showed that (1) teachers' learning management skills are categorized into 3, namely: a) good category is teachers showing knowledge about learning management skills; b) fairly good category is teachers showing learning management skills by showing knowledge with learning concepts in a structured and systematic manner but not showing knowledge about various pedagogical approaches; c) teachers in the less good category in the learning process are planning learning objectives to be achieved are not visible (2) the quality of teacher learning is by involving teachers in scientific forums that support the quality of teacher learning (3) teacher strategies in managing and quality learning skills are mature learning planning and implementation based on learning tools and approaches to students who have obstacles in the learning process, both verbal and non-verbal.
PENGARUH MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MAHASISWA PROGAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
Pasongli, Hernita;
Putri, Hafiziani Eka;
Marthinu, Eva;
Arif, Mustia
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v8i1.68385
Minat belajar memiliki pengaruh yang sangat besar dalam proses pembelajaran. Dengan adanya minat, semangat belajar siswa cenderung meningkat, sehingga dapat berdampak positif pada hasil belajar mereka. Sebaliknya, jika seorang siswa tidak memiliki minat terhadap suatu mata pelajaran, mereka cenderung tidak termotivasi untuk belajar dengan baik. Akibatnya, siswa mungkin merasa bosan dan kurang terlibat dalam pembelajaran. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar Kosmografi. Jenis penelitian yaitu ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi yang mengontrak matakuliah kosmografi dengan sampel penelitian berjumlah 29 orang. Pengambilan data dengan menggunakan angket dan Hasil tes UAS. Hasil Penelitian diperoleh persamaan Ŷ=0,074+59,669x berarti bahwa setiap kenaikan satu unit variable minat belajar akan menyebabkan peningkatan pada hasil belajar sebesar 59,669 unit. Kekuatan pengaruh dari minat belajar terhadap hasil belajar juga ditunjukkan dengan hasil perhitungan koefisien jalur sebesar 2,8% yang berkategori rendah. Hal ini berarti minat belajar mahasiswa memberi kontribusi sebesar 2,8% terhadap hasil belajar cosmografi, sedangkan 97,2% hasil belajar matematika dipengaruhi faktor-faktor lain. Perlu adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui factor apa saja yang dapat mempengaruhi hasil belajar mahasiswa program studi pendidikan geografi selain minat belajar.Learning interest has a huge influence on the learning process. With interest, students' enthusiasm for learning tends to increase, so it can have a positive impact on their learning outcomes. Conversely, if a student has no interest in a subject, they are less likely to be motivated to learn well. As a result, students may feel bored and less engaged in learning. The purpose of this study was to determine the effect of learning interest on Cosmography learning outcomes. The type of research is ex post facto with a quantitative approach. The population in this study were Geography Education Study Program students who contracted cosmography courses with a research sample of 29 people. Data collection using questionnaires and UAS test results. The results of the study obtained the equation Ŷ = 0.074 + 59.669x means that each increase of one unit of learning interest variable will cause an increase in learning outcomes by 59.669 units. The strength of the influence of learning interest on learning outcomes is also indicated by the results of the calculation of the path coefficient of 2.8% which is categorized as low. This means that student learning interest contributes 2.8% to cosmography learning outcomes, while 97.2% of math learning outcomes are influenced by other factors. Further research is needed to find out what factors can affect the learning outcomes of students of geography education study programs other than learning interes.
JEJAK PLURALISME AGAMA DI PAPUA: PERSPEKTIF SEJARAH EKSISTENSI AGAMA BUDDHA MODERN DI KOTA KOTA JAYAPURA (1978 – 1989)
Kulyasin, Kulyasin;
Loppies, Megiridha;
Handoko, Susanto T.
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v8i1.66653
Sejarah perkembangan suatu agama di Indonesia merupakan kajian yang cukup penting bagi keberlangsungan rasa toleransi umat beragama yang ditinjau dari perspektif sejarah. Terlahir sebagai sebuah negara jamak yang memiliki keberagaman budaya dan juga agama tentu menjadi satu kronik fenomena sejarah sosial Indonesia yang sangat menarik untuk dibahas pada abad ini. Penelitian Mengenai Sejarah Perkembangan Agama Buddha di Papua masih menjadi penelitian yang sangat jarang dilakukan oleh para peneliti sejarah lokal maupun Indonesia, sehingga satu langkah awal yang penting untuk menjadi pemantik penelitian selanjutnya perlu dilakukan agar historiografi sejarah lokal Papua lebih beragam. Kajian pluralisme agama tentu menjadi satu kajian yang penting bagi masyrakat papua sebagai sarana peningkatan rasa toleransi umat beragama di tanah Papua khususnya di Kota Kota Jayapura maka dari itu satu penelitian tentang kondisi pluralisme Agama di Kota Jayapura secara khusus mendalami lebih jauh eksistensi Agama Budha di Kota Kota Jayapura dalam kurun waktu 1978-1989 menjadi fokus dalam pembahasan ini. Tujuan penelitian ini diharapakan menjawab awal mula Agama Buddha di Kota Kota Jayapura pada tahun 1978 sebagai bagian dari keberagaman umat beragama di Indonesia serta melihat fenomena pluralisme yang terjadi berdasarkan ruang dan waktu sejarah. Metode peneltian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang memeiliki mekanisme tersendiri dimulai dari menentukan tema penelitian, heuristik, kritik sumber, interpretasi, hingga menyusun menjadi sebuah karya tulis ilmiah (historiografi).The history of the development of a religion in Indonesia is a crucial study for the continuity of religious tolerance, viewed from a historical perspective. Being born as a plural nation with diverse cultures and religions certainly becomes an interesting chronicle of Indonesian social history to be discussed in this century. Research on the history of Buddhism's development in Papua remains a rarely conducted study by local and Indonesian historical researchers. Therefore, an important first step to spark further research needs to be taken to diversify the historiography of Papuan local history. The study of religious pluralism is undoubtedly an important study for Papuan society as a means of enhancing religious tolerance in the land of Papua, especially in Jayapura City. Hence, a study on the condition of religious pluralism in Jayapura City, specifically delving deeper into the existence of Buddhism in Jayapura City during the period of 1978-1989, becomes the focus of this discussion. This research aims to answer the origins of Buddhism in Jayapura City in 1978 as part of religious diversity in Indonesia and to examine the phenomenon of pluralism that occurred based on historical space and time. The research method used is the historical research method, which has its own mechanism starting from determining the research theme, heuristics, source criticism, interpretation, to compiling it into a scientific paper (historiography).
MEMBANGUN IDENTITAS LOKAL MASYARAKAT WADIABEROHAIYA MELALUI FESTIVAL MIENDO LIWU: PERSPEKTIF SOSIOLOGI SEJARAH
Alwi, Alimin;
Kamaruddin, Syamsu Andi;
Najamuddin, Najamuddin;
Nur, Hasruddin
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v8i1.70220
Kajian sosiologi sejarah mengungkap bagaimana perkembangan masyarakat sepanjang masa/sejarah. Kajian ini digunakan untuk menganalisis perkembangan masyarakat Wadiabero-Haiya Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap cara identitas local budaya masyarakat Wadiabero-Haiya melalui Festival Miendo Liwu dan mengungkap aspek budaya yang terbangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kualitatif dengan cara mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan festival Miendo Liwu memperkuat ikatan sosial dalam komunitas orang Wadiabero-Haiya, memperkuat identitas kolektif dan menyediakan ruang bagi generasi muda untuk belajar dan mewarisi tradisi nenek moyang mereka. Festival budaya Miendo Liwu bukan hanya sekadar peristiwa budaya, tetapi juga merupakan proses yang penting dalam pembentukan dan pemeliharaan identitas lokal. Aspek sosial dan budaya yang terbangun yaitu solidaritas sosial, pelestarian budaya, transmisi pengetahuan, spiritual, dan identitas. Implementasi temuan ini bahwa festival ini beradaptasi dengan perubahan zaman dan bagaimana komunitas Miendo Liwu tetap menjaga kesinambungan budaya mereka sambil merespons tantangan modern.The study of historical sociology reveals how society progressed and developed throughout time/history. This study is used to analyze the development of the Wadiabero-Haiya community. This research aims to reveal the local cultural identity of the Wadiabero-Haiya community through the Miendo Liwu Festival and reveal the cultural aspects that are developed. This research uses a qualitative study approach by collecting data including observation, interviews and documentation. The results of this research show that the Miendo Liwu festival strengthens social ties within the Wadiabero-Haiya community, strengthens collective identity and provides space for the younger generation to learn and inherit the traditions of their ancestors. The Miendo Liwu cultural festival is not just a cultural event, but also an important process in the formation and maintenance of local identity. The social and cultural aspects that are developed are social solidarity, cultural preservation, transmission of knowledge, spirituality and identity. The implementation of these findings is that this festival adapts to changing times and how the Miendo Liwu community maintains the continuity of their culture while responding to modern challenges.
IDENTIFIKASI PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS KONTEKSTUAL PAPUA DI SMA NEGERI 1 JAYAPURA
Loppies, Megiridha;
Hasirun, La Ode;
Kulyasin, Kulyasin;
Payangan, Meilyani
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v8i1.70667
Pentingnya sejarah sebagai elemen pembentukan kesadaran budaya dan identitas bangsa, namun dalam kurikulum nasional materi tentang konteks Papua cenderung terabaikan. Hal ini menyebabkan pembelajaran sejarah di Papua, khususnya di Kota Jayapura tidak relevan dengan kondisi sosial budaya dalam kehidupan nyata siswa. Penelitian ini mengkaji tentang identifikasi problematika pembelajaran sejarah berbasis kontekstual Papua di SMA Negeri 1 Jayapura. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa problematika dalam implementasi pembelajaran berbasis kontekstual Papua, antara lain: 1). ketiadaan materi sejarah Papua dalam kurikulum nasional, 2). sulitnya mendapatkan bahan ajar tentang sejarah lokal, 3). kurangnya kompetensi guru dalam mengembangkan materi lokal, dan 4). terbatasnya fasilitas pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk mengembangkan pembelajaran sejarah yang inovatif. Problematika tersebut membuat guru sering kesulitan dalam mengimplementasikan pembelajaran sejarah berbasis kontekstual Papua di SMA Negeri 1 Jayapura. Hasil penelitian ini merekomendasikan adanya peningkatan sumber daya berupa bahan ajar sejarah lokal Papua, pelatihan bagi guru, dan peningkatan fasilitas pembelajaran di sekolah.The importance of history as an element in the formation of cultural awareness and national identity, but in the national curriculum, material about the Papuan context tends to be neglected. This causes history learning in Papua, especially in Jayapura City, to be irrelevant to the socio-cultural conditions in students' real lives. This study examines the identification of problems in Papuan contextual-based history learning at SMA Negeri 1 Jayapura. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. The results of the study identified several problems in the implementation of Papuan contextual-based learning, including: 1). the absence of Papuan history material in the national curriculum, 2). the difficulty of obtaining teaching materials about local history, 3). lack of teacher competence in developing local materials, and 4). limited learning facilities that can be used by teachers to develop innovative history learning. These problems often make it difficult for teachers to implement Papuan contextual-based history learning at SMA Negeri 1 Jayapura. The results of this study recommend increasing resources in the form of local Papuan history teaching materials, training for teachers, and improving learning facilities in schools.
PENGARUH MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS PATOMPO
Aisyah, A. Indira Nurul;
Oktarina, Harti
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v8i1.71267
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mata kuliah kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Patompo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan regresi linier sederhana. Sampel penelitian berjumlah 32 mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah kewirausahaan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah kewirausahaan adalah 4.15 (kategori positif), sedangkan rata-rata minat berwirausaha mahasiswa sebesar 4.30 (kategori tinggi). Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa mata kuliah kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa dengan persamaan Y = 1.80 + 0.55X. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.70 menunjukkan bahwa 70% variasi minat berwirausaha dijelaskan oleh mata kuliah kewirausahaan, sementara 30% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji-t menunjukkan p-value < 0.05, yang berarti mata kuliah kewirausahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berperan penting dalam meningkatkan minat mahasiswa untuk berwirausaha. Perguruan tinggi perlu meningkatkan efektivitas mata kuliah ini melalui pendekatan berbasis praktik dan kolaborasi dengan dunia usaha.This study aims to analyze the impact of entrepreneurship courses on the entrepreneurial interest of students in the Economics Education Program at Patompo University. The research method used is quantitative with a descriptive approach and simple linear regression. The research sample consists of 32 students who have completed the entrepreneurship course, selected using purposive sampling technique. Data were collected through Likert scale questionnaires and analyzed using SPSS version 25. The analysis results show that the average perception of students toward the entrepreneurship course is 4.15 (positive category), while the average entrepreneurial interest of students is 4.30 (high category). The simple linear regression analysis shows that the entrepreneurship course significantly influences students' entrepreneurial interest with the equation Y = 1.80 + 0.55X. The coefficient of determination (R²) value of 0.70 indicates that 70% of the variation in entrepreneurial interest is explained by the entrepreneurship course, while 30% is influenced by other factors. The t-test shows a p-value < 0.05, meaning the entrepreneurship course has a significant impact on students' interest in entrepreneurship. The conclusion of this study indicates that entrepreneurship education plays an important role in increasing students' interest in entrepreneurship. Higher education institutions need to enhance the effectiveness of this course through a practice-based approach and collaboration with the business world.
DISHARMONI SOSIAL MASYARAKAT DESA KALUKUANG KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR PADA PEMIIHAN PRESIDEN TAHUN 2024
Arsyad, Ernawati;
Rifdan, Rifdan;
Suyitno, Imam;
Nur, Hasruddin;
Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v8i1.69632
Pemilihan umum Presiden/ wakil presiden yang berlangsung serentak seluruh Indonesia pada tanggal 14 Februari 2024 yang lalu telah membawa akibat atau dampak negatif terhadap masyarakat di Desa Kalukuang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, karena telah terjadi disharmoni (ketegangan) masing-masing pendukung kandidat Penelitian ini bertujuan menganalisis harmoni sosial terjadi pada masyarakat Desa Kalukuang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar pada pemilihan Presiden tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif . Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Observasi Awal, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan harmoni sosial terjadi pada pasca Pilpres 2024 oleh warga desa Kalukuang yang ditopang adanya potensi berupa : a) nilai kebersamaan yang kuat sebagai warga desa; b) kesadaran dan pendidikan warga yang cukup memadai dan c). kesejahteraan ekonomi yang cukup baik.The simultaneous presidential/ vice presidential election throughout Indonesia on February 14, 2024 has had negative consequences or impacts on the community in Kalukuang Village, Galesong District, Takalar Regency, because there has been disharmony (tension) between each candidate's supporters. This study aims to analyze the social harmony that occurs in the community of Kalukuang Village, Galesong District, Takalar Regency in the 2024 presidential election. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques in this study used Initial Observation, Interviews and Documentation. The results of the study show that social harmony occurred after the 2024 Presidential Election by Kalukuang village residents which is supported by the potential in the form of: a) strong values of togetherness as village residents; b) adequate awareness and education of residents and c). fairly good economic welfare.
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN WISATA BANTIMURUNG DI KABUPATEN MAROS
Sumandiyar, Adi;
Arda, Arda;
Muin, Abdul
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v8i1.70689
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis perubahan sosial pada masyarakat sebagai dampak interaksi sosial yang terjadi dengan wisatawan dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengarui perubahan sosial pada masyarakat akibat interaksi masyarakat lokal dengan wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan penelitian ini yaitu wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perubahan sosial pada hakikatnya adalah kegiatan yang melekat pada kehidupan sehari-hari bagi individu yang bermukim di wilayah. Umumnya perubahan sosial yang sulit untuk berubah adalah kebiasaan yang menjadi peninggalan leluhur seperti misalnya kegiatan upacara ritual dalam meminta doa kepada leluhur guna mendapatkan keselamatan dan kesehatan di dunia, dan (2) interaksi langsung yang terjadi antara wisatawan dengan penduduk lokal memberikan perubahan. Pembangunan dalam masyarakat juga dapat mengadopsi trend modernisasi melalui penggunaan alat telekomomunikasi (handphone) penggunaan fasilitas internet dan pengembangan teknologi informasi.This study aims to find and analyze social changes in society as an impact of social interactions that occur with tourists and to find out what factors influence social changes in society due to interactions between local communities and tourists. The research method used is descriptive qualitative using a descriptive qualitative approach. The data used in this study were in-depth interviews. The results of the study indicate that (1) social change is essentially an activity that is inherent in everyday life for individuals who live in the area. Generally, social changes that are difficult to change are habits that are ancestral legacies such as ritual ceremonies in asking for prayers to ancestors in order to obtain safety and health in the world, and (2) direct interactions that occur between tourists and local residents provide change. Development in society can also adopt modernization trends through the use of telecommunication devices (cell phones), the use of internet facilities and the development of information technology.