cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
Evaluasi Tingkat Kepuasan Mahasiswa Universitas Almuslim Terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan Tinggi dengan Model HEdPERF Rahmawati, Rahmawati; Permana, Johar; Rahyasih, Yayah; Triatna, Cepi; Wahyuni, Sri
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i42024p526

Abstract

Abstract: This study evaluates student satisfaction at Universitas Almuslim concerning the quality of higher education services using the Higher Education Performance (HEdPERF) model. The research aims to assess the impact of six HEdPERF dimensions, which are non-academic, academic, university reputation, access, program issues, and understanding, on student satisfaction levels. Employing a non-experimental, correlational approach, the study gathered cross-sectional data from 572 students using a structured questionnaire. Validity and reliability of the instrument were tested via Pearson’s correlation and Cronbach’s Alpha. Data analysis was conducted with non-parametric tests, including Chi-Square and Spearman’s correlation, to establish the relationships between perceived service quality and satisfaction. Results indicate a significant positive correlation between all six HEdPERF dimensions and student satisfaction, with stronger associations for dimensions such as university reputation, access, and program issues. The findings suggest that service quality directly influences student satisfaction, supporting HEdPERF as a suitable model for evaluating educational services in higher education. Consequently, enhancing these dimensions could bolster student satisfaction and improve institutional competitiveness. This study highlights the importance of tailored service strategies that address both academic and non-academic aspects, contributing to the broader discourse on quality assurance in higher education. Keywords: Student Satisfaction; higher education services, HEdPERF model, service quality. Abstrak: Penelitian ini mengevaluasi kepuasan mahasiswa di Universitas Almuslim terkait kualitas layanan pendidikan tinggi dengan menggunakan model Higher Education Performance (HEdPERF). Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak enam dimensi HEdPERF, yaitu non-akademik, akademik, reputasi universitas, akses, isu program, dan pemahaman, terhadap tingkat kepuasan mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan korelasional non-eksperimental, penelitian ini mengumpulkan data cross-sectional dari 572 mahasiswa menggunakan kuesioner terstruktur. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji melalui korelasi Pearson dan Cronbach’s Alpha. Analisis data dilakukan dengan uji non-parametrik, termasuk Chi-Square dan korelasi Spearman, untuk menetapkan hubungan antara kualitas layanan yang dirasakan dan kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara keenam dimensi HEdPERF dan kepuasan mahasiswa, dengan asosiasi yang lebih kuat untuk dimensi seperti reputasi universitas, akses, dan isu program. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan secara langsung memengaruhi kepuasan mahasiswa, mendukung HEdPERF sebagai model yang sesuai untuk mengevaluasi layanan pendidikan di pendidikan tinggi. Oleh karena itu, peningkatan dimensi-dimensi ini dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa dan meningkatkan daya saing institusi. Studi ini menyoroti pentingnya
Pengaruh Self-Efficacy dan Lingkungan Kerja Terhadap Pengembangan Diri Guru SD Negeri Kecamatan Larangan Kota Tangerang Wardani, Nabila Kusuma; Zulaikha, Siti; Santosa, Heru
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i42024p571

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the impact of self-efficacy and work environment on the self-development of elementary school teachers in Larangan Subdistrict, Tangerang City. Teacher self-development is considered an important element in improving the quality of education, which is influenced by internal factors such as self-efficacy as well as external factors such as the work environment. This study used a quantitative approach with an explanatory research model, involving 80 public elementary school teachers in Larangan Subdistrict, Tangerang City, as respondents. Data were collected through a questionnaire designed to measure self-efficacy, perceptions of the work environment, and level of self-development. The data were then analyzed using the Multiple Linear Regression Analysis method to determine the effect of the two independent variables on the dependent variable. The results showed that self-efficacy and work environment simultaneously had a significant influence on teacher self-development with a contribution of 64.4%. This finding suggests that teachers' belief in their abilities (self-efficacy) and the existence of a supportive work environment, such as positive interpersonal relationships, adequate facilities, and a conducive work atmosphere, are the main factors that encourage their self-development. Partially, self-efficacy and work environment each showed a significant positive influence. This study concludes that increasing teachers' self-efficacy and improving the work environment need to be prioritized to support teachers' professional development. The implications of this study are the need for training and mentoring to improve self-efficacy and policies that support a conducive work environment. These results are expected to be a reference for schools and policymakers in designing more effective teacher development programs. Keywords: Self Development; Self Efficacy; Work Environtment; Educational Management Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy dan lingkungan kerja terhadap pengembangan diri guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Pengembangan diri guru dianggap sebagai elemen penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti self-efficacy, serta faktor eksternal seperti lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model explanatory research, melibatkan 80 guru SD Negeri di Kecamatan Larangan Kota Tangerang sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur self-efficacy, persepsi terhadap lingkungan kerja, dan tingkat pengembangan diri. Data kemudian dianalisis menggunakan metode Analisis Regresi Linear Berganda untuk menentukan pengaruh kedua variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan lingkungan kerja secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengembangan diri guru dengan kontribusi sebesar 64,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa keyakinan guru terhadap kemampuan mereka (self-efficacy) dan keberadaan lingkungan kerja yang mendukung, seperti hubungan interpersonal yang positif, fasilitas yang memadai, dan suasana kerja yang kondusif, merupakan faktor utama yang mendorong pengembangan diri mereka. Secara parsial, self-efficacy dan lingkungan kerja masing-masing menunjukkan pengaruh positif yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan self-efficacy guru dan pembenahan lingkungan kerja perlu menjadi prioritas untuk mendukung pengembangan profesional guru. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan self-efficacy serta kebijakan yang mendukung lingkungan kerja yang kondusif. Hasil ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pihak sekolah dan pemangku kebijakan dalam merancang program pengembangan guru yang lebih efektif. Kata Kunci: Pengembangan Diri, Self Efficacy, Lingkungan Kerja, Manajemen Pendidikan
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Mahasiswa dalam Memilih Jurusan Administrasi Pendidikan Dikdik, Asep; Permana, Johar; Suryana, Asep
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i42024p466

Abstract

Abstract: This research aims to analyze and describe the factors that influence student decisions in choosing a major in Educational Administration at the Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The research method employed is qualitative, entailing the conduct of interviews. The data were collected via the distribution of questionnaires to 14 students enrolled in the 2023-2024 class using the Google Forms (G-Forms) application. The data were analyzed descriptively using the ATLAS.ti software. The results demonstrated that the analysis of the 10 interview instruments revealed the existence of a multitude of factors influencing the decision-making process. These factors include career opportunities, the reputation of the study program, personal interest in the field of Educational Administration, the development of administrative systems, consideration of tuition fees and availability of financial aid, and communication and discussion with peers. These factors are interrelated and provide a comprehensive picture of the considerations faced by students in choosing a major. Given the limitations in data exploration, future research may provide opportunities to investigate other factors that may influence student decision-making in choosing a major in Educational Administration. Keywords: Factors Influencing Decisions; Student Decisions; Educational Administration Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih jurusan Administrasi Pendidikan di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan wawancara. Data dikumpulkan melalui distribusi kuesioner kepada 14 mahasiswa yang masuk dalam angkatan 2023-2024 menggunakan aplikasi Google Forms (G-Forms). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan perangkat lunak ATLAS.ti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 instrumen wawancara yang dianalisis, teridentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Faktor-faktor tersebut meliputi peluang karier, reputasi program studi, minat pribadi dalam bidang Administrasi Pendidikan, pengembangan sistem administrasi, pertimbangan biaya kuliah dan ketersediaan bantuan keuangan, serta komunikasi dan diskusi dengan teman sebaya. Faktor-faktor ini saling terkait dan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pertimbangan yang dihadapi mahasiswa dalam memilih jurusan. Mengingat adanya batasan dalam eksplorasi data, penelitian selanjutnya dapat memberikan peluang untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi pengambilan keputusan mahasiswa dalam memilih jurusan Administrasi Pendidikan. Kata kunci: Faktor Mempengaruhi Keputusan; Keputusan Mahasiswa; Administrasi Pendidikan
Pengaruh Kualitas Pemasaran dan Layanan Pendidikan Terhadap Kepuasan Peserta Didik Kelas XII SMA Negeri di Kecamatan Tapos Kota Depok Alif, Khairunnisa Putri; Matin, Matin; Santosa, Heru
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i42024p674

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of marketing quality and educational services on student satisfaction in class XII of public high school in Tapos District, Depok City. This study uses a survey method with a quantitative approach using the path analysis technique. This research data was obtained by questionnaire. The survey involved 208 students as samples using simple random sampling technique. The results showed: 1) There is a positive direct effect of marketing quality on learner satisfaction with a path coefficient value of 0.262 and a calculated t coefficient value of 4.225, 2) There is a positive direct effect of education services on student satisfaction with a coefficient value of 0.144 and a calculated t coefficient value of 2.645, 3) There is a positive direct effect of marketing quality on educational services with a path coefficient value of 0.143 and a calculated t coefficient value of 2.079. Therefore, the three calculated t coefficient values are greater than the t table value, thus H0 is rejected Ha is accepted, namely that marketing quality has a direct positive effect on student satisfaction, education services have a direct positive effect on student satisfaction, and marketing quality has a direct positive effect on education services. Keywords: marketing quality, educational services, student satisfaction Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kualitas pemasaran dan layanan pendidikan terhadap kepuasan peserta didik kelas XII SMA Negeri Di Kecamatan Tapos Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Teknik analisis jalur. Data penelitian ini diperoleh dengan kuesioner. Survei melibatkan 208 peserta didik sebagai sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat pengaruh langsung positif kualitas pemasaran terhadap kepuasan peserta didik dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,262 dan nilai koefisien t hitung sebesar 4,225, 2) Terdapat pengaruh langsung positif layanan Pendidikan terhadap kepuasan peserta didik dengan nilai koefisien 0,144 dan nilai koefisien t hitung sebesar 2,645, 3) Terdapat pengaruh langsung positif kualitas pemasaran terhadap layanan pendidikan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,143 dan nilai koefisien t hitung sebesar 2,079. Oleh karena itu, ketiga nilai koefisien t hitung lebih besar dari nilai t tabel, maka dengan demikian H0 ditolak Ha diterima yaitu bahwa kualitas pemasaran berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan peserta didik, layanan pendidikan berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan peserta didik, dan kualitas pemasaran berpengaruh langsung positif terhadap layanan pendidikan. Kata kunci: kualitas pemasaran, layanan pendidikan, kepuasan peserta didik
Evaluasi Program Zero Waste dalam Mencapai Pengurangan Limbah Secara Berkelanjutan di SMAN 4 Mataram Hurriyah, Daeng Siti; Saputra, Heri Hadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i42024p538

Abstract

Abstract: This study evaluates the effectiveness of the zero waste program at SMAN 4 Mataram in promoting sustainable waste reduction. Using a descriptive qualitative approach with evaluative methods, the research aims to assess the extent to which the Zero Waste program achieves its objectives in raising environmental awareness and waste management practices within the school environment. Data were collected through interviews, observations, and documentation from various stakeholders, including students, teachers, custodial staff, and program managers. The findings indicate that the program has successfully increased awareness and participation among the school community regarding the importance of waste management. Most students and teachers actively participate in sorting organic and inorganic waste, as well as in composting activities. However, there are some challenges in implementation, such as limited recycling facilities and a lack of regular supervision, which affect the program's optimization. Additionally, not all students demonstrate full awareness and engagement in the program, with instances of littering still observed. This study recommends improving supporting facilities, providing continuous training for students, and conducting regular monitoring and evaluation to strengthen program implementation. With improvements in these areas, the zero waste program at SMAN 4 Mataram is expected to achieve more optimal results and significantly contribute to fostering sustainable environmental awareness within the school. Keywords: Zero Waste, waste reduction, program evaluation, environmental awareness, school Abstrak: Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program zero waste di SMAN 4 Mataram dalam rangka pengurangan limbah secara berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode evaluatif, penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana program zero waste mencapai tujuannya dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan pengelolaan limbah di lingkungan sekolah. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk siswa, guru, staf kebersihan, dan pengelola program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga sekolah terhadap pentingnya pengelolaan limbah. Sebagian besar siswa dan guru terlibat aktif dalam pemilahan sampah organik dan anorganik, serta dalam kegiatan kompos. Namun, terdapat beberapa kendala dalam implementasi, seperti minimnya fasilitas daur ulang dan kurangnya pengawasan berkala, yang berdampak pada optimalisasi program. Selain itu, belum seluruh siswa memiliki kesadaran dan keterlibatan penuh dalam program, sehingga perilaku pembuangan sampah sembarangan masih ditemukan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan fasilitas pendukung, pelatihan berkelanjutan untuk siswa, serta monitoring dan evaluasi berkala untuk memperkuat implementasi program. Dengan peningkatan pada aspek-aspek tersebut, diharapkan program zero waste di SMAN 4 Mataram dapat mencapai hasil yang lebih optimal dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan di sekolah. Kata Kunci: Zero Waste, pengurangan limbah, evaluasi program, kesadaran lingkungan, sekolah
Problematika Pembentukan Karakter Religius Siswa Pada Pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Sei Kepayang Timur Mazid, Miftah Ilham; Nurmawati, Nurmawati
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study highlights the importance of developing students' religious character to create a generation that is moral, ethical, and highly principled. In the era of globalization, religious values are often neglected, making schools play a crucial role in supporting the development of students' religious character. This study employs a qualitative method to explore the experiences, views, and interpretations of students, teachers, and parents regarding the process of forming religious character. The purpose of this study is to identify and analyze the factors that hinder the development of students' religious character in schools and to seek effective solutions to overcome these obstacles. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The research findings revealed several significant challenges, such as the lack of parental attention to their children's religious education, inadequate school facilities, and a shortage of professional teachers who can effectively guide students in religious aspects. These challenges require immediate attention and action. Therefore, schools need to collaborate with parents to raise awareness of the importance of religious education, improve school facilities, and recruit and train competent teachers in religious education. Government support in the form of policies and funding is also crucial to ensure the effective development of students' religious character. Keywords: religious character formation, religious education, school-parent collaboration Abstrak: Penelitian ini menyoroti pentingnya pembentukan karakter religius siswa dalam menciptakan generasi yang bermoral, beretika, dan berintegritas tinggi. Di era globalisasi, nilai-nilai religius sering kali terabaikan, sehingga sekolah memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggali pengalaman, pandangan, dan interpretasi siswa, guru, serta orang tua terkait proses pembentukan karakter religius. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penghambat dalam pembentukan karakter religius siswa di sekolah, serta mencari solusi yang tepat untuk mengatasi hambatan tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa kendala utama, seperti kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan agama anak-anak, fasilitas sekolah yang belum memadai, dan keterbatasan jumlah guru profesional yang mampu membimbing siswa dalam aspek keagamaan. Kendala-kendala ini memerlukan perhatian dan tindakan segera. Oleh karena itu, sekolah perlu bekerja sama dengan orang tua untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan agama, memperbaiki fasilitas sekolah, serta merekrut dan melatih guru yang kompeten di bidang keagamaan. Dukungan dari pemerintah dalam bentuk kebijakan dan pendanaan juga sangat dibutuhkan untuk memastikan pembentukan karakter religius siswa berjalan dengan efektif. Kata kunci: pembentukan karakter religius, pendidikan agama, kolaborasi sekolah-orangtua
Analisis Pengaruh Iklim Kerja Terhadap Kinerja Guru Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Labuhanbatu Utara Darlina, Wannisyah; Restu, Restu; Darwin, Darwin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze and explain the effect of work climate on teacher performance in public junior high schools in Labuhanbatu Utara Regency. The research employed a quantitative approach with correlational survey method to determine the relationship between work climate and teacher performance. The population consisted of 718 public junior high school teachers in Labuhanbatu Utara Regency, with a sample of 88 teachers selected using random sampling technique with Slovin formula and 10% error rate. Data were collected using closed questionnaires based on theoretical indicators for each variable, measured using a five-point Likert scale. Data analysis was conducted through descriptive and inferential statistics, utilizing simple linear regression and Pearson correlation with SPSS version 25. The results showed that work climate has no significant effect on teacher performance, as indicated by a significance value of p = 0.415 (> 0.05). The regression equation Y = 75.33 - 0.13X demonstrates that work climate can only explain 0.77% of the variation in teacher performance, while 99.23% is explained by other factors outside the research model. The study concludes that work climate is not a significant determining factor for teacher performance in public junior high schools in Labuhanbatu Utara Regency, suggesting that other factors such as professional competence, intrinsic motivation, and commitment to the profession may play more dominant roles in determining teacher performance levels. Keywords: educational management; Labuhanbatu Utara; teacher performance; work climate; work environment Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh iklim kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional untuk mengetahui hubungan antara iklim kerja dan kinerja guru. Populasi penelitian adalah guru SMP Negeri di Kabupaten Labuhanbatu Utara yang berjumlah 718 orang, dengan sampel sebanyak 88 guru yang dipilih menggunakan teknik random sampling dengan rumus Slovin dan tingkat kesalahan 10%. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup berdasarkan indikator teoritis masing-masing variabel yang diukur dengan skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan inferensial dengan teknik regresi linear sederhana dan korelasi Pearson menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai signifikansi p = 0,415 (> 0,05). Persamaan regresi Y = 75,33 - 0,13X menunjukkan bahwa iklim kerja hanya mampu menjelaskan 0,77% variasi kinerja guru, sedangkan 99,23% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa iklim kerja bukanlah faktor penentu signifikan terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kabupaten Labuhanbatu Utara, mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain seperti kompetensi profesional, motivasi intrinsik, dan komitmen terhadap profesi kemungkinan memiliki peran yang lebih dominan dalam menentukan tingkat kinerja guru. Kata kunci: iklim kerja; kinerja guru; Labuhanbatu Utara; lingkungan kerja; manajemen pendidikan
Efektivitas Supervisi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMP Islam Terpadu Ad Durrah Medan Kholizah, Nur Alfiana; Fadhli, Muhammad
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the principal's supervision in improving teacher performance at SMP IT Ad Durrah Medan. Teacher performance is very important to improve the quality of education in schools. One way that can be done to improve teacher performance is through supervision carried out by the principal. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that supervision is carried out through three stages, namely planning, implementation, and evaluation. At the planning stage, the principal prepares a supervision program, determines the focus of supervision based on data, and prepares assessment instruments. At the implementation stage, supervision is carried out by visiting classes, observing learning, checking lesson plans, and seeing student learning outcomes. Furthermore, at the evaluation stage, the principal meets with teachers to discuss the results of supervision and carry out follow-up in the form of coaching or training. Supervision that is carried out regularly and openly has a positive impact on improving teacher performance. Teachers become more enthusiastic, focused, and assisted in carrying out their duties. Keywords: supervision, improving, principal, teacher performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP IT Ad Durrah Medan. Kinerja guru sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru adalah melalui supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, kepala sekolah menyusun program supervisi, menentukan fokus supervisi berdasarkan data, dan menyiapkan instrumen penilaian. Pada tahap pelaksanaan, supervisi dilakukan dengan cara mengunjungi kelas, mengamati pembelajaran, memeriksa RPP, dan melihat hasil belajar siswa. Selanjutnya, pada tahap evaluasi, kepala sekolah melakukan pertemuan dengan guru untuk membahas hasil supervisi dan melakukan tindak lanjut dalam bentuk pembinaan atau pelatihan. Supervisi yang dilakukan secara teratur dan terbuka ini berdampak positif terhadap peningkatan kinerja guru. Guru menjadi lebih semangat, terarah, dan terbantu dalam melaksanakan tugasnya Kata kunci: supervisi, meningkatkan, kepala sekolah, kinerja guru
Pengaruh Servant Leadership dan Beban Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Guru dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening di Sekolah Dasar dan Menengah Pertama Kecamatan Kaubun Haryanti, Nur; Nurlaili, Nurlaili; Azainil, Azainil; Mulawarman, Widyatmike Gede; Komariyah, Laili; Warman, Warman
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The demand to improve the quality of education at the elementary and junior high school levels has made teacher work effectiveness a critical indicator of institutional success. In this context, the principal's leadership and the workload faced by teachers are dominant factors influencing their motivation and performance. Principals who apply servant leadership are believed to be capable of creating a supportive and collaborative work environment, thereby potentially increasing teachers' motivation and work effectiveness. However, on the other hand, the high workload serves as a serious obstacle that can reduce teacher enthusiasm. This study aims to determine how servant leadership and workload affect teacher work effectiveness, both directly and indirectly, through work motivation as an intervening variable. This research is limited to elementary and junior high school teachers in Kaubun District. It employs a quantitative approach with a survey method. The population consists of all elementary and junior high school teachers in Kaubun District, totaling 207 teachers. The sample was determined using proportionate random sampling based on the Slovin formula, resulting in 137 respondents. Data analysis tools included SPSS and the Sobel calculator to test the intervening variable. The findings reveal that servant leadership has a positive and significant effect on teacher work effectiveness (0.174), while workload has a significant negative effect (-0.325). The indirect influence tested using the Sobel calculator shows that work motivation mediates the effect of servant leadership and workload on teacher work effectiveness. The significance values for the mediation of servant leadership and workload through work motivation were both 0.000 (Path I and Path II), indicating that work motivation successfully mediates these effects. The conclusion of this study is that servant leadership directly has a positive effect on teacher work effectiveness, while workload directly has a negative effect. Indirectly, work motivation is able to mediate the influence of both servant leadership and workload on teacher work effectiveness. Keywords: servant leadership, workload, work motivatio, teacher effectiveness, mediation. Abstrak Tuntutan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama membuat efektivitas kerja guru menjadi indikator penting dalam keberhasilan institusi pendidikan. Dalam konteks ini, kepemimpinan kepala sekolah dan beban kerja yang dihadapi guru menjadi faktor dominan yang memengaruhi motivasi serta kinerja mereka. Kepala sekolah yang menerapkan servant leadership diyakini mampu menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan kolaboratif, sehingga berpotensi meningkatkan motivasi dan efektivitas kerja guru. Namun, di sisi lain, tingginya beban kerja menjadi hambatan serius yang dapat menurunkan semangat kerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Penelitian ini terbatas pada guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Kaubun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD dan SMP di Kecamatan Kaubun yang berjumlah 207 guru. Sampel ditentukan menggunakan metode proportionate random sampling berdasarkan rumus Slovin, sehingga diperoleh 137 responden. Alat bantu analisis data menggunakan SPSS dan Kalkulator Sobel untuk menguji variabel intervening. Penelitian ini mendapatkan hasil servant leadership memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja guru dengan sebesar 0,174 dan beban kerja memberikan pengaruh negatif signifikan terhadap efektivitas kerja guru sebesar -0,325. Pada pengaruh tidak langsung yang di uji dengan kalkulator sobel didapatkan hasil bahwa motivasi kerja mampu memediasi pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru. Nilai Signifikansi pada servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru melalui motivasi kerja sebesar 0.000 (Jalur I) dan 0,000 (Jalur II) mengidikasikan bahwa motivasi kerja memediasi pengaruh tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah servant leadership dan secara langsung berpengaruh positif terhadap efektivitas kerja guru dan beban kerja secara langsung berpengaruh negatif terhadap efektivitas kerja guru. Pada pengaruh tidak langsung motivasi kerja mampu memediasi pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru. Kata kunci: servant leadership; beban kerja; motivasi kerja; efektivitas guru; mediasi
Implementasi Manajemen Kesiswaan dalam Pembinaan Prestasi Non Akademik Siswa di SMPN 1 Percut Sei Tuan Zulna, Ryan Fazli; Rifa’i, Muhammad
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research explores the implementation of student affairs management in supporting students’ achievements in non-academic domains at SMPN 1 Percut Sei Tuan. The study highlights how planning, execution, and evaluation of extracurricular activities are carried out to foster students' interests and talents. Employing a descriptive qualitative approach, the data were gathered through observations, interviews, and document analysis. The study found that planning takes place at the start of each academic term, beginning with identifying students’ preferences and abilities through an introductory orientation. Activities are then implemented based on coordinated schedules between students and activity coaches, with logistical and financial support provided by the school. Evaluations are conducted regularly during school coordination meetings to monitor progress and resolve implementation challenges. Although time constraints and overlapping with academic lessons are recurring issues, the school strives to maintain balance between formal and extracurricular learning. The findings also show that students have attained notable achievements in competitions across district, regional, and provincial levels. In summary, student management plays a vital role in advancing non-academic development. Key success factors include strategic planning, consistent coaching support, and continuous evaluation, all of which contribute to holistic student growth. Keywords: Student Management, Student Development, Non-Academic Achievements Abstrak: Penelitian ini membahas implementasi manajemen kesiswaan dalam mendukung pencapaian prestasi siswa di bidang non akademik di SMPN 1 Percut Sei Tuan. Kajian ini menitikberatkan pada proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler sebagai bentuk pengembangan minat dan bakat peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa proses perencanaan dimulai pada awal tahun ajaran dengan mengenali potensi dan minat siswa melalui kegiatan orientasi ekstrakurikuler. Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan berdasarkan kesepakatan jadwal antara siswa dan pembina, dengan dukungan fasilitas, pendanaan, dan sarana dari pihak sekolah. Evaluasi dilakukan secara rutin dalam forum koordinasi sekolah untuk mengkaji perkembangan serta mengatasi kendala pelaksanaan. Meskipun terdapat hambatan seperti terbatasnya waktu latihan dan benturan dengan jadwal pelajaran, sekolah tetap berupaya menjaga sinergi antara kegiatan akademik dan non akademik. Hasilnya, siswa berhasil meraih prestasi di berbagai kompetisi tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Secara keseluruhan, manajemen kesiswaan terbukti memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan potensi siswa secara non akademik. Faktor kunci keberhasilan mencakup perencanaan yang sistematis, dukungan pembina yang berkelanjutan, serta proses evaluasi yang konsisten dalam membina karakter dan kompetensi siswa secara menyeluruh. Kata kunci: Manajemen Kesiswaan,Pembinaan Siswa,Prestasi Non-Akademik