cover
Contact Name
Anissa Lestari Kadiyono
Contact Email
anissa.lestari@unpad.ac.id
Phone
+6281311114811
Journal Mail Official
jurnal.psp@unpad.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Bandung Sumedang KM. 21 Jatinangor - Sumedang 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Psychological Science and Profession
ISSN : 25983075     EISSN : 26142279     DOI : https://doi.org/10.24198/jpsp
Aim: Jurnal ini memuat artikel ilmiah hasil penelitian yang terkait dengan keilmuan dasar psikologi dan penerapannya dalam keprofesian Psikolog. Scope: Adapun bidang psikologi yang termasuk di dalamnya yaitu Psikologi Klinis baik dewasa, anak maupun remaja, Psikologi Industri & Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, dan Psikologi Umum & Eksperimen.
Articles 221 Documents
Efikasi Diri pada Dewasa Awal di Kota Banda Aceh serta Kaitannya dengan Perilaku Makan Almira, Laura Agitya; Sulistyani, Arum; Syahriati, Elida; Sari, Novita
Journal of Psychological Science and Profession Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i1.65787

Abstract

Keyakinan dalam diri individu terhadap kemampuannya untuk mengendalikan kebiasaan makan merupakan faktor penting untuk menjalankan perilaku makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Efikasi diri yang tinggi dinilai mampu membantu individu untuk menentukan perilaku makan yang seimbang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku makan pada dewasa awal di kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi yang melibatkan 340 individu sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan accidental sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan dua skala, yaitu General Self-Efficacy Scale dan The Three-Factor Eating Questionnaire-R18. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi Spearman. Hasil penelitian menemukan bahwa efikasi diri memiliki hubungan dengan perilaku makan pada dewasa awal di kota Banda Aceh. Dengan demikian, perilaku makan pada dewasa awal di kota Banda Aceh dipengaruhi oleh efikasi diri.
Pengaruh Permainan Tas Edukatif terhadap Pengetahuan Mengenai Bullying pada Siswa di SD Negeri Nogotirto Amelia, Aisha; Prayogi, Agus Sarwo; Suryani, Eko
Journal of Psychological Science and Profession Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i1.69971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan Tas Edukatif terhadap peningkatan pengetahuan siswa terkait pentingnya pencegahan bullying. Metode penelitian menggunakan quasi-experiment dengan pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan penentu kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol menggunakan random sampling dengan total 80 responden. Kelompok eksperimen menggunakan permainan Tas Edukatif dan kelompok kontrol akan menggunakan PowerPoint. Responden penelitian adalah siswa SD Negeri Nogotirto yang berusia 10–12 tahun (kelas IV dan V). Metode pengambilan data dengan kuesioner tentang pengetahuan bullying. Analisis data menggunakan uji bivariat, yaitu Uji Wilcoxon dan Mann Whitney dengan p=.000 < .05. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi p=.000 yang menunjukkan adanya pengaruh permainan Tas Edukatif terhadap pengetahuan bullying siswa di SD Negeri Nogotirto. Kesimpulan dari penelitian ini ialah permainan Tas Edukatif berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah dasar terkait pentingnya pencegahan bullying.
Kontribusi Growth Mindset terhadap Kepuasan Mahasiswa pada Pelaksanaan Program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Dewi, Sunar Ayu; Hardika, I Rai; Septiarly, Yashinta Levy
Journal of Psychological Science and Profession Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i1.66493

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui kontribusi growth mindset terhadap kepuasan mahasiswa pada pelaksanaan MBKM sehingga dapat digunakan menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan program MBKM kedepannya. Proses penelitian ini melibatkan 177 peserta yang merupakan mahasiswa/i aktif dengan analisis data korelasional yang dilengkapi dengan perhitungan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan kontribusi growth mindset terhadap kepuasan mahasiswa pada pelaksanaan program MBKM sebesar 38.44%. Kontribusi yang terjadi tergolong pada kontribusi yang sedang sehingga diperlukannya penelitian selanjutnya dengan mempertimbangkan keterbetasan yang ada dalam penelitian ini.  Salah satunya adalah dengan memastikan adanya perubahan growth mindset yang dialami oleh mahasiswa selama pelaksanaan program MBKM dan melakukan eksplorasi terhadap variabel lainnya.
Menuju Lingkungan Sekolah Bersih: Psikoedukasi Anti-Littering pada Siswa Sekolah Dasar Negeri di Cianjur Kuncoro, Jessica Natasha; Hutapea, Bonar; Suripto, Kelly Angel; Telaumbanua, Kalis Jovial
Journal of Psychological Science and Profession Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i1.66610

Abstract

Perilaku membuang sampah sembarangan di lingkungan sekolah dasar merupakan masalah serius yang berimplikasi pada kesehatan, kebersihan, dan pembentukan karakter siswa. Lingkungan sekolah yang bersih tidak hanya menunjang kenyamanan belajar, tetapi juga mencerminkan budaya disiplin dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap siswa terhadap perilaku littering serta meningkatkan sikap anti-littering melalui kegiatan psikoedukasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VI SDN Caringin Nunggal yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah The Littering Attitude Scale (LAS) yang telah diadaptasi dalam bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, pretest, intervensi psikoedukasi berupa sosialisasi dan praktik pemilahan sampah, serta posttest. Analisis data menggunakan paired-samples t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest (M = 78.9; SD = 6.11) dan posttest (M = 101; SD = 8.14), t(29) = -11.1, p < .001, dengan ukuran efek sangat besar (Cohen's d = 2.02). Hasil ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi anti-littering efektif dalam meningkatkan sikap anti-littering siswa. Temuan ini merekomendasikan perlunya penerapan psikoedukasi secara rutin dan berkelanjutan dengan dukungan pihak sekolah agar perubahan sikap dapat terinternalisasi menjadi kebiasaan perilaku yang konsisten.
Studi tentang Perilaku Agresi Verbal pada Anggota Komunitas Marah-Marah di X Nabila, Shella Khansa; Purboningsih, Eka Riyanti; Abidin, Zainal
Journal of Psychological Science and Profession Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i1.68086

Abstract

Fitur komunitas dalam media sosial X (Twitter) memungkinkan penggunanya berkumpul berdasarkan kesamaan minat atau tujuan tertentu, salah satunya adalah Komunitas Marah-Marah yang memiliki lebih dari satu juta anggota. Komunitas ini menjadi ruang bagi pengguna untuk mengekspresikan kemarahan dan perasaan negatif lainnya, yang sering disampaikan secara terang-terangan melalui kata-kata kasar atau ungkapan sensitif. Meskipun tergolong sebagai agresi verbal, ekspresi semacam ini kerap dianggap wajar dalam komunitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika proses terjadinya perilaku agresi verbal pada anggota Komunitas Marah-Marah di X. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap tiga partisipan yang dipilih dengan teknik maximum variation sampling dan dianalisis dengan thematic analysis. Hasil penelitian menghasilkan tujuh tema utama: (1) komunitas menyediakan wadah aman untuk marah, (2) faktor internal menjadi pemicu kemarahan, (3) perasaan dipenuhi oleh kemarahan, (4) pikiran ikut memproses kemarahan, (5) tubuh ikut merasakan kemarahan, (6) kemarahan akhirnya diungkapkan, dan (7) dampak setelah mengungkapkan kemarahan. Temuan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai dinamika agresi verbal di Komunitas Marah-Marah dan menjadi landasan bagi penelitian lanjutan.
Mandala Art Therapy untuk Menurunkan Kecemasan pada Remaja SMPN X Kabupaten Bantul Widafina, Fadhillah Zahra; Yonanda, Innes
Jurnal Psikologi Sains dan Profesi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i2.69955

Abstract

Kecemasan merupakan permasalahan psikologis yang umum dialami remaja pada masa tran sisi perkembangan, hal ini dapat mengganggu fungsi akademik maupun sosial apabila tidak ditangani secara adaptif. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas intervensi kelompok berbasis mandala art therapy dalam menurunkan kecemasan pada remaja SMP, dengan membandingkan skor kecemasan subjek penelitian sebelum dan sesudah rangkaian intervensi. Subjek dalam penelitian ini adalah enam siswa kelas VII SMP X di Kabupaten Bantul yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan skor kecemasan kategori tinggi hasil skrining Beck Anxiety Inventory (BAI) terhadap 159 siswa. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental one group pre-test-post-test. Data dikumpulkan melalui BAI (pre-test dan post-test), wawancara, observasi, dan focus group discussion (FGD) sebagai bagian dari asesmen yang kemudian dianalisis menggunakan paired sample t-test. Intervensi dilaksanakan dalam dua sesi kelompok yang mencakup psikoedukasi kecemasan dan aktivitas mandala art therapy yang disertai refleksi. Hasil menunjukkan penurunan skor kecemasan yang signifikan setelah intervensi (p < .05), disertai perubahan kualitatif, berupa subjek penelitian yang melaporkan kondisi lebih tenang dan lebih mampu mengelola kecemasan secara adaptif. Temuan ini mengindikasikan bahwa mandala art therapy secara berkelompok berpotensi menjadi intervensi psikologis yang sederhana dan aplikatif untuk kecemasan remaja pada setting sekolah, khususnya bagi remaja awal yang kemampuan verbalisasi emosinya masih berkembang. Group Mandala Art Therapy to Reduce Anxiety Among Junior High School Adolescents AbstractAnxiety is a psychological issue commonly experienced by adolescents during the developmental transition period and, when left unaddressed, may disrupt academic and social functioning. This study aimed to examine the effectiveness of a group-based mandala art therapy intervention in reducing anxiety among junior high school adolescents by comparing anxiety scores before and after the intervention. The participants were six seventh-grade students from a junior high school in Bantul Regency, selected through purposive sampling based on high anxiety scores identified through Beck Anxiety Inventory (BAI) screening of 159 students. The study employed a quasi-experimental one-group pre-test - post-test design. Data were collected through the BAI (pre-test and post-test), interviews, observation, and a focus group discussion (FGD) as part of the assessment stage, then analyzed using a paired-samples t-test. The intervention consisted of two group sessions covering psychoeducation on anxiety and mandala art therapy activities with reflection. Results indicated a significant reduction in anxiety scores following the intervention (p < .05), accompanied by qualitative changes in which participants reported feeling calmer and better able to manage anxiety adaptively. These findings suggest that group-based mandala art therapy may serve as a simple and applicable psychological intervention for adolescent anxiety in school settings, particularly for early adolescents whose verbal emotional expression is still developing. 
Menyontek atau Tidak, Keputusan di Tanganku: Peran Efikasi Diri Akademik dan Kontrol Diri terhadap Kecurangan Akademik Juwita, Vera Angliani; Wijaya, Adhita Chandra; Ernawati, Linda
Jurnal Psikologi Sains dan Profesi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i2.70163

Abstract

Kecurangan akademik merupakan fenomena epidemik yang terjadi hampir di semua tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kontribusi efikasi diri akademik (academic self-efficacy) dan kontrol diri (self-control) terhadap perilaku kecurangan akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Partisipan penelitian berjumlah 200 mahasiswa aktif yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Efikasi Diri Akademik, Skala Kontrol Diri, dan Skala Kecurangan Akademik, yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik regresi berganda dan uji komparasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara efikasi diri akademik dan kontrol diri terhadap perilaku kecurangan akademik. Temuan lain memperlihatkan adanya perbedaan tingkat perilaku kecurangan ditinjau berdasarkan jenis kelamin, tingkat perkuliahan, dan pendidikan terakhir ayah. Tetapi temuan sosiodemografi tersebut perlu dipahami sebagai hasil eksploratif. Simpulan penelitian ini menegaskan kontribusi penting faktor internal terhadap kecurangan akademik, sekaligus mengungkap adanya variasi perilaku yang dipengaruhi oleh jenis kelamin, tingkat perkuliahan, dan pendidikan ayah. Dengan demikian, institusi pendidikan disarankan menggunakan metode pengajaran berbasis pengalaman penguasaan untuk memperkuat efikasi diri dan penyusunan program yang melibatkan kemampuan pengambilan keputusan etis serta pengelolaan impuls guna meminimalisasi perilaku kecurangan akademik. Cheating or Not, the Decision is Mine: The Impact of Academic Self-Efficacy and Self-Control on Academic Cheating AbstractAcademic cheating is an epidemic phenomenon that occurs at almost all educational levels. This study aimed to examine the contribution of academic self-efficacy and self-control to academic cheating behavior. This study employed a quantitative approach with a predictive correlational design. The participants were 200 active university students recruited using the accidental sampling technique. Data were collected using the Academic Self-Efficacy Scale, Self-Control Scale, and Academic Cheating Scale, which were then analyzed using multiple regression and comparative tests. The results indicated a significant contribution of academic self-efficacy and self-control to academic cheating behavior. Other findings revealed differences in the level of cheating behavior based on gender, year of study, and father’s highest level of education. The conclusion of this study confirms the important contribution of internal factors in mitigating academic cheating while highlighting behavioral variations associated with gender, year of study, and father’s education. Therefore, educational institutions are recommended to implement teaching methods based on mastery experience to strengthen self-efficacy and design interventions that incorporate ethical decision-making skills and impulse management to minimize academic cheating behavior. 
Peran Social Connectedness sebagai Mediator dalam Pengaruh Internal Locus of Control terhadap Moral Disengagement pada Remaja Surakarta Hidayat, Nayla Paramitha Putri; Agustin, Rin Widya
Jurnal Psikologi Sains dan Profesi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i2.70331

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai oleh pencarian jati diri serta kerentanan terhadap nilai. Remaja cenderung lebih terikat dengan teman sebaya dan mulai mengembangkan kemampuan berpikir abstrak yang kerap disalahgunakan untuk merasionalisasi perilaku menyimpang yang dapat memicu moral disengagement, yaitu pembenaran tindakan amoral tanpa rasa bersalah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh internal locus of control terhadap moral disengagement, serta peran mediasi social connectedness. Instrumen yang digunakan meliputi skala Moral Disengagement(α = .905), skala Internal Locus of Control (α = .791), dan Social Connectedness Scale−Revised (α = .888). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan melibatkan 392 partisipan yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Subjek penelitian adalah remaja SMA di Surakarta. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan PROCESS Macro by Hayes Model 4. Hasil menunjukkan tidak terdapat pengaruh langsung internal locus of control terhadap moral disengagement (p = .6398; LLCI = -.5233; ULCI = .3220). Kemudian, ditemukan peran mediasi sempurna (full mediation) oleh social connectedness pada pengaruh internal locus of control terhadap moral disengagement dengan nilai BootLLCI = -.348 dan BootULCI = -.0068. Temuan ini mengindikasikan bahwa internal locus of control efektif menekan moral disengagement apabila didukung oleh social connectedness yang kuat. The Role of Social Connectedness as Mediator Within the Impact of Internal Locus of Control on Moral Disengagement in Surakartan Adolescents AbstractAdolescence is a transitional period characterized by identity and vulnerability to values. Adolescents tend to be more attached to their peers and begin to develop abstract thinking skills, which are often misused to rationalize deviant behavior that can trigger moral disengagement, the justification of immoral actions without guilt. This study examines the effect of internal locus of control on moral disengagement and the mediating role of social connectedness. The instruments include the Moral Disengagement Scale (α = .905), the Internal Locus of Control Scale (α = .791), and the Social Connectedness Scale−Revised (α = .888). This study employed a quantitative method and involved 392 participants selected via proportionate stratified random sampling. Participants were high school students in Surakarta. Data were analyzed using Process Macro by Hayes model 4. The results indicated no direct effect of internal locus of control on moral disengagement (p = .6398; LLCI = -.5233; .3220). Furthermore, a full mediation effect by social connectedness was found in the relationship between internal locus of control and moral disengagement, with BootLLCI = -.348 and BootULCI = -.0068. These findings indicate that an internal locus of control effectively reduces moral disengagement when supported by strong social connectedness. 
Pengaruh Internalisasi Stigma Terhadap Kecenderungan Depresi pada Perempuan Berstatus Not in Employment, Education, or Training (NEET) Auliya, Athira Izzah; Nurdin, Muhammad Nur Hidayat; Kusuma, Perdana
Jurnal Psikologi Sains dan Profesi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i2.66601

Abstract

Perilaku diskriminatif akibat stereotipe sosial yang mengaitkan status NEET (not in employment, education, or training) dengan kelemahan karakter, seperti pemalas atau kurang berusaha merupakan stigmatisasi terhadap NEET. Apabila terinternalisasi, stigma tersebut dapat menjadi faktor risiko yang signifikan terhadap munculnya kecenderungan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh internalisasi stigma terhadap kecenderungan depresi pada perempuan berstatus NEET. Peneliti merekrut sebanyak 201 perempuan dewasa awal (usia 18–40 tahun) yang berstatus NEET di Kota Makassar melalui teknik snowball sampling. Internalisasi stigma diukur menggunakan Self-Stigma Scale-Short (SSS-S) dan kecenderungan depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory II (BDI-II). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menghitung analisis regresi linier sederhana antarvariabel. Hasil menunjukkan adanya pengaruh internalisasi stigma terhadap kecenderungan depresi pada perempuan berstatus NEET (R2 = .52, F(1,199) = 211.304, p < .05). Peningkatan internalisasi stigma dikaitkan dengan kecenderungan depresi yang lebih tinggi. Selain itu, internalisasi stigma yang lebih tinggi ditemukan pada perempuan berstatus NEET yang belum menikah. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan kecenderungan depresi pada perempuan berstatus NEET serta mengurangi internalisasi stigma demi menjaga kesehatan mental. The Influence of Internalized Stigma on Depressive Tendencies Among Women with NEET Status AbstractDiscriminatory behavior rooted in social stereotypes that associate NEET (not in employment, education, or training) status with character flaws, such as laziness or a lack of effort, constitutes stigmatization of individuals with NEET status. When internalized, such stigma may become a significant risk factor for depressive tendencies. This study aimed to examine the effect of internalized stigma on depressive tendencies among women with NEET status. A total of 201 emerging adult women (aged 18–40 years) with NEET status in Makassar were recruited using snowball sampling technique. Internalized stigma was measured using the Self-Stigma Scale-Short (SSS-S), while depressive tendencies were assessed using the Beck Depression Inventory–II (BDI-II). The hypothesis was tested using simple linear regression analysis. The results indicated that internalized stigma predicted depressive tendencies among women with NEET status (R² = .52, F(1, 199) = 211.304, p < .05). Higher levels of internalized stigma were associated with greater depressive tendencies. In addition, unmarried women with NEET status reported higher levels of internalized stigma. These findings highlight the importance of early detection and intervention for depressive tendencies among women with NEET status, as well as efforts to reduce internalized stigma to promote mental well-being. 
Evaluasi Psikometri Instrumen The TikTok Addiction Scale Bahasa Indonesia Berbasis Confirmatory Factor Analysis pada Populasi Dewasa Muda Iltizamulloh, M. Rafli; Islaha, Shafia; Kadiyono, Anissa Lestari
Jurnal Psikologi Sains dan Profesi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v10i2.71363

Abstract

Fenomena adiksi TikTok makin meningkat seiring tingginya penggunaan TikTok di kalangan dewasa muda. The TikTok Addiction Scale (TTAS) dikembangkan untuk mengukur adiksi TikTok dan telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia, tetapi bukti psikometrinya pada kelompok dewasa muda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi properti psikometri TTAS versi bahasa Indonesia pada kelompok dewasa muda berusia 18–25 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Partisipan dipilih menggunakan teknik convenience sampling dengan total 217 orang pengguna TikTok berusia 18–25 tahun yang berdomisili di Kota Bandung. Uji confirmatory factor analysis dilakukan menggunakan software SmartPLS versi 4. Model enam faktor TTAS memiliki kecocokan model yang baik, dengan χ²/df = 2.180, RMSEA = .074, SRMR = .045, CFI = .957, dan TLI = .939. Seluruh item memiliki standardized factor loading yang memadai, yaitu berkisar antara .658–.934. Reliabilitas internal instrumen secara keseluruhan tergolong sangat baik, dengan nilai Cronbach’s alpha .928 dan composite reliability .967. Validitas konvergen termasuk memadai dengan average variance extracted (AVE) sebesar .654, sedangkan validitas diskriminan berdasarkan kriteria heterotrait-monotrait ratio (HTMT) dapat diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa TTAS versi bahasa Indonesia memiliki properti psikometri yang memadai untuk mengukur adiksi TikTok pada populasi dewasa muda. Hasil penelitian ini memperkuat dasar pengukuran adiksi TikTok dalam konteks populasi Indonesia dan mendukung penggunaan TTAS sebagai instrumen yang valid dan reliabel. Psychometric Evaluation of the Indonesian Version of the TikTok Addiction Scale: A Confirmatory Factor Analysis AbstractThe phenomenon of TikTok addiction has become increasingly relevant alongside the high level of TikTok social media use among young adults. The TikTok Addiction Scale (TTAS) was developed to measure TikTok addiction and has been adapted into Indonesian; however, evidence regarding its psychometric properties among young adults remains limited. This study aimed to evaluate the psychometric properties of the Indonesian version of the TTAS among young adults aged 18–25 years. This study employed a quantitative approach using a survey method. A total of 217 TikTok users aged between 18 and 25 years who reside in Bandung City, Indonesia, were recruited through a convenience sampling technique. Confirmatory factor analysis (CFA) was performed using SmartPLS version 4 to assess the construct validity of the measurement model. The results showed that the six-factor model of the TTAS demonstrated good model fit, with χ²/df = 2.180, RMSEA = .074, SRMR = .045, CFI = .957, and TLI = .939. All items showed adequate standardized factor loadings, ranging from .658 to .934. The overall internal reliability of the instrument was excellent, with Cronbach’s alpha = .928 and composite reliability = .967. Convergent validity was also adequate, with an overall average variance extracted of .654, with acceptable discriminant validity based on the heterotrait-monotrait ratio (HTMT) criterion. These findings indicate that the Indonesian version of the TTAS has adequate psychometric properties for measuring TikTok addiction among young adults. The results strengthen the empirical basis for measuring TikTok addiction in the Indonesian context and support the use of the TTAS as a valid and reliable instrument. 

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profes Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 3, No 3 (2019): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 2, No 3 (2018): Psikologi Sains dan Profesi Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 2, No 2 (2018): Psikologi Sains dan Profesi Vol 2, No 1 (2018): Psychological Science and Profession Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess Vol 2, No 1 (2018): Psikologi Sains dan Profesi Vol 1, No 3 (2017): Psychological Science and Profession Vol 1, No 3 (2017): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess More Issue