cover
Contact Name
Dra. Siti Rochmiyati, M.Pd.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas.dewantara@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Jl. Batikan UH.III No. 2 Tempel, Wirogunan Yogyakarta 55167
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Abdimas Dewantara
ISSN : 26154889     EISSN : 26158782     DOI : https://dx.doi.org/10.30738
Jurnal Abdimas Dewantara menerbitkan memuat tulisan-tulisan hilirisasi penelitian pada organisasi masyarakat, industri, serta instansi-instansi terkait dalam rangka peningkatanpartisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Artikel belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang kirimkan pada Jurnal Abdimas Dewantara harus terhindar dari unsur plagiasi. Jurnal Abdimas Dewantara terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Maret dan bulan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Article in Press" : 16 Documents clear
Pelatihan budidaya tanaman herbal pada Kelompok Tani Melati Green 1 Purbayan menuju eduecotourism Vera Yuli Erviana; Bambang Robi’in; Arif Ardy Wibowo; Gibbran Prathisara; Iis Suwartini
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 2 (2023): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i2.16035

Abstract

Kelompok Tani Melati Green 1 adalah kelompok pemberdayaan perempuan yang berada di bawah naungan Kelurahan Purbayan. Permasalahan yang terjadi Kelurahan Purbayan, antara lain belum optimalnya budidaya tanaman herbal di kelompok tani Melati Grenn 1. Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan produk unggulan khas Kerajaan Mataram Islam yang berdampak pada peningkatan pengetahuan dalam budidaya jamu berbasis tabulampot, peningkatan pendapatan masyarakat, pelestarian budaya dan literasi digital menuju eduecotourism. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi dan pelatihan yang dilaksanakan secara luring dengan peserta berjumlah 20 orang. Hasil pelatihan budidaya tanaman herbal antara lain, pembuatan lahan sebagai media edukasi untuk menciptakan Eduecotourism, jenis-jenis jamu khas Kerajaan Mataram. Branding produk yang dilakukan yaitu dengan membuat kemasan produk jamu yang siap dijual dengan desain yang menarik. Digital marketing yang tepat  dilakukan untuk mengenalkan produk jamu lebih luas yaitu dengan melakukan pemasaran melalui online. Berdasarkan hasil yang diperoleh terdapat peningkatan rerata hasil test dari pelatihan yang diberikan. yang telah dilakukan dapat diketahui bahwasannya terdapat peningkatan pemahaman masyarakat terkait pembuatan branding produk dan penggunaan digital marketing dalam pemasaran produk secara online.   Herbal plant cultivation training for Farmer Groups Melati Green 1 Purbayan towards eduecotourism   Abstract: Melati Green 1 Farmer Group is a women's empowerment group under the auspices of Purbayan Village. This training aims to create superior products typical of the Islamic Mataram Kingdom, which have an impact on increasing knowledge in Tabulampot-based herbal cultivation, increasing community income, cultural preservation, and digital literacy towards eduecotourism. The method of this community service is socialization and training, which is carried out offline with 20 participants. The results of the herbal plant cultivation training include the creation of land as an educational medium to create Eduecotourism, a type of herbal medicine typical of the Mataram Kingdom. Product branding is done by making herbal product packaging ready to be sold with an attractive design. Digital marketing is done to introduce herbal products more widely, namely online marketing. Based on the results obtained, there is an increase in the average test results from the training provided. It can be seen that there is an increase in community understanding regarding product branding and the use of digital marketing in online product marketing.
Inovasi pengolahan kelapa menjadi kripker coconut untuk memberdayakan enterpreneurship masyarakat Akbar Al Masjid; Narahmalia Iis; Ariesta Fadilla Putri; Sohnui Suhailee
ABDIMAS DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v9i1.18147

Abstract

Pelatihan pengolahan bahan baku makanan menjadi produk UMKM sangat mendukung kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi pengolahan makanan guna memperdayakan jiwa entrepreneurship masyarakat Temandang di Kabupaten Temangung. Dusun Temandang, Pendowo Kranggan, Temanggung mempunyai lahan pertanian dan perkebunan dengan produk kelapa yang melimpah. Setiap bagian dari pohon kelapa dapat dimanfaatkan. Kelapa (Krambil) di Desa Temandang masih dijual apa adanya atau mentah dan hanya dimasak sebagai umbu pendamping sayur atau olahan. Saat musim panen kelapa melimpah di pasaran sehingga harganya cukup murah. Selain itu kelapa juaga tidak tahan lama dan mudah membusuk. Jika dikelola dengan baik buah kelapa mempunyai potensi yang banyak dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Melihat potensi tersebut, maka perlu adanya usaha kreatif dan inovatif dalam pengolahan buah kelapa. Pengolahan buah kelapa menjadi keripik menjadi solusi yang ditawarkan dengan tujuan memberikan nilai tambah bagi kulit melinjo, menambah pemasukan, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan Sasaran kegiatan ini meliputi ibu rumah tangga dan pemuda yang tertarik berwirausaha. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Hasil yang diperoleh peserta pelatihan mampu memproduksi keripik buah kelapa aneka rasa yang inovatif dan digemari oleh konsumen. Hasil penjualan keripik mampu menambah pemasukan keluarga. Abstract: Training in processing food raw materials into MSME products really supports the quality of human resources. This research aims to determine food processing innovations to empower the entrepreneurial spirit of the Temandang community in Temangung Regency. Temandang Hamlet, Pendowo Kranggan, Temanggung has agricultural land and plantations with abundant coconut products. Every part of the coconut tree can be used. Coconut (Krambil) in Temandang Village is still sold as is or raw and only cooked as a side dish for vegetables or processed vegetables. During the harvest season, coconuts are abundant on the market so the price is quite cheap. Apart from that, coconut is also not durable and rots easily. If managed well, coconuts have a lot of potential and have high economic value. Seeing this potential, there is a need for creative and innovative efforts in processing coconuts. Processing coconuts into chips is a solution offered with the aim of providing added value for melinjo skin, increasing income, and fostering an entrepreneurial spirit. The targets of this activity include housewives and young people who are interested in entrepreneurship. The methods used are counseling, training and mentoring. The results obtained by the training participants were able to produce coconut chips with various flavors that are innovative and popular with consumers. The proceeds from selling chips can increase family income.
Pendampingan masyarakat Desa Girimulyo menuju desa tanggap bencana Fieza Azka Azkiya; Malihatun Nufus; Supriyadi Supriyadi; Poppy Ananda; Septiadi Manarul Ikhwani; Shabrina ‘Azizah; Siti Zahra
ABDIMAS DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v9i1.20629

Abstract

Indonesia merupakan daerah rawan bencana salah satunya Desa Girimulyo. Program Desa Tanggap Bencana dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana serta memastikan keamanan masyarakat dengan memberikan akses yang dapat dengan mudah dijangkau ke lokasi evakuasi. Kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat dilaksanakan pada 9 November 2024. Metode yang digunakan meliputi observasi kondisi wilayah, pelaksanaan sosialisasi, edukasi mitigasi bencana, serta penyusunan program kerja. Program kerja yang dirancang mencakup sosialisasi bencana longsor, pelatihan dan simulasi tanggapan bencana sebagai bentuk upaya mitigasi terhadap potensi tanah longsor di Desa Girimulyo. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara tim pengabdian, masyarakat, perangkat desa, dan BPBD Wonogiri guna memperkuat pengetahuan teknis serta keterampilan dalam menghadapi bencana. Harapannya, masyarakat menjadi lebih sigap dan peduli terhadap lingkungan dalam meminimalkan risiko bencana serta meningkatkan kewaspadaan dan membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana tanah longsor.   Community assistance in Girimulyo Village toward a disaster-responsive village   Abstract: Indonesia is a disaster-prone area, one of which is Girimulyo Village. The Disaster Response Village Program was implemented to improve community preparedness for potential disasters and ensure public safety by providing easy access to the evacuation site. The socialization and assistance to the community were implemented on November 9, 2024. The methods were observing regional conditions, implementing socialization, disaster mitigation education, and preparing work programs. The work program designed includes socialization of landslide disasters, training, and disaster response simulations as a form of mitigation efforts against potential landslides in Girimulyo Village. This activity involves collaboration between the community service team, village officials, and the Wonogiri BPBD to strengthen technical knowledge and skills in dealing with disasters. The hope is that the community will be more alert and care about the environment in minimizing disaster risks, increasing awareness, and building community resilience to landslide disasters.
Penguatan kompetensi guru melalui penyusunan modul ajar berbasis deep learning menggunakan artificial intteligence platform Ismiyati Ismiyati; Tusyanah Tusyanah; Anis Susanti; Masfufati Azizah; Hayat Widodo Assolikhin; Mar'atus Sholikah; Tegar Wisnuwardhana; Dewi Azizatul Kholqiyah; Evna Nur Rahmawati
ABDIMAS DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v9i1.20874

Abstract

Kondisi di lapangan menunjukkan adanya keterbatasan pelatihan teknis dan pedagogis bagi Guru SMK di Kabupaten dan Kota Magelang serta kemampuan guru dalam merancang modul ajar berbasis deep learning masih rendah. Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini  adalah memperkuat kompetensi guru Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan modul ajar interaktif berbasis deep learning menggunakan platform Artificial Intellegence (AI). Metode yang digunakan meliputi pelatihan, praktik penyusunan modul ajar, pendampingan, dan evaluasi melalui kuesioner. Peserta kegiatan ini adalah 19 guru MPLB yang tergabung pada MGMP Kabupaten dan Kota Magelang, Jawa Tengah. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa 73.7% peserta menilai bahwa materi PkM sangat sesuai dengan kebutuhan, 63.2% peserta memahami materi dengan mudah, dan 84.2% peserta berpendapat bahwa kegiatan PkM sangat bermanfaat. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa program PkM telah berhasil meningkatkan keterampilan pedagogis, literasi digital, dan motivasi guru dalam memanfaatkan AI alam penyusunan modul ajar. Oleh karena itu, kegitan ini berkontribusi untuk mendorong guru lebih adaptif terhadap teknologi dan menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan relevan.   Enhancing teachers' competencies through the development of deep learning-based instructional modules using an artificial intelligence platform    Abstract: Situations in the field indicate that Magelang Regency and City's vocational school teachers have limited technical and pedagogical training, and their capacity to create deep learning-based lesson plans is still lacking. The main objective of this community service (PkM) activity is to strengthen teachers' competencies through training and assistance in developing teaching modules. The methods used include training, teaching module development practice, mentoring, and evaluation through questionnaires. The participants of this activity were 19 MPLB teachers who are members of the MGMP in Magelang Regency and City, Central Java. The success of this activity shows that 73.7% of participants considered the PkM material to be very relevant to their needs, 63.2% of participants found the material easy to understand, and 84.2% of participants considered the community service activity to be very useful. The results of this activity show that the community service  program has succeeded in improving teachers' pedagogical skills, digital literacy, and motivation in utilizing AI in the preparation of teaching modules. Therefore, this activity contributes to encouraging teachers to be more adaptive to technology and to deliver more creative, interactive, and relevant learning.
Pelatihan penggunaan permainan monopoli berbasis etnomatematika untuk meningkatkan motivasi belajar siswa Noor Fajriah; Asdini Sari; Muhammad Sa’duddien Khair
ABDIMAS DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v9i1.20931

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas VII dan kompetensi guru di SMPN 18 Banjarmasin melalui pengembangan permainan Monopoli berbasis etnomatematika dengan konteks lingkungan lahan basah. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan lokakarya, diskusi, dan pelatihan praktis, program ini memanfaatkan 36 kartu soal matematika berkonteks lokal dan perangkat permainan Monopoli. Hasil menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa berada pada kategori "sedang" (N-Gain), dan media ini dinilai "sangat layak" oleh guru matematika dengan rata-rata 87,5, yang juga ditandai antusiasme siswa yang tinggi selama simulasi. Kesimpulannya, permainan Monopoli berbasis etnomatematika ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, menyediakan media pembelajaran inovatif, serta berhasil mengintegrasikan budaya lokal dalam pendidikan matematika.     Abstract: This community service initiative aimed to enhance mathematics learning motivation among 7th-grade students and improve teacher competency at SMPN 18 Banjarmasin, through the development of an ethnomathematics-based Monopoly game contextualized in the local wetland environment. Utilizing a Participatory Action Research (PAR) methodology that included workshops, discussions, and practical training, the program incorporated 36 locally-themed mathematics question cards and Monopoly game sets. Results indicated that student learning motivation increased to a "moderate" category (N-Gain score), and the math teachers rated the developed game media as "highly suitable" with an average score of 87.5, further evidenced by high student enthusiasm during simulations. In conclusion, this ethnomathematics-based Monopoly game proved effective in boosting learning motivation, providing an innovative teaching medium, and successfully integrating local culture into mathematics education.
Pelatihan teknik dasar produksi souvenir rohani untuk meningkatkan keterampilan dan jiwa wirausaha mahasiswa Katolik Indonesia Timur di Malang Sumarwahyudi Sumarwahyudi; E. Wara Suprihatin
ABDIMAS DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v9i1.22165

Abstract

Mahasiswa Katolik asal Indonesia Timur yang menempuh pendidikan tinggi di Kota Malang umumnya berasal dari daerah dengan komunitas Katolik yang kuat dan setelah lulus cenderung kembali ke daerah asal untuk berkontribusi dalam pembangunan lokal. Namun, sebagian besar mahasiswa belum memiliki keterampilan kreatif yang dapat dikembangkan sebagai usaha mandiri berbasis komunitas ketika kembali ke daerah asal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembekalan keterampilan produksi souvenir rohani sebagai salah satu alternatif pengembangan kewirausahaan kreatif berbasis nilai religius. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif (Participatory Training Method) dengan pendekatan learning by doing yang menekankan keterlibatan aktif peserta melalui edukasi, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi reflektif. Bentuk intervensi yang diberikan meliputi pelatihan pembuatan model patung devosi menggunakan plastisin atau gipsum serta pembuatan cetakan menggunakan bahan silikon RTV sebagai teknik dasar produksi souvenir rohani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dan proses produksi souvenir rohani, meningkatnya keterampilan dasar dalam pembuatan model dan cetakan, serta tumbuhnya motivasi untuk mengembangkan produk kreatif bernilai religius sebagai peluang usaha. Kegiatan ini memberikan dampak awal berupa penguatan kapasitas kreatif dan munculnya kesadaran kewirausahaan pada mahasiswa Katolik Indonesia Timur sebagai bekal untuk mengembangkan usaha berbasis komunitas ketika kembali ke daerah asal.   Training in the basic techniques of producing religious souvenirs to enhance the skills and entrepreneurial spirit of Catholic students from Eastern Indonesia in Malang   Abstract: Catholic students from Eastern Indonesia who pursue higher education in Malang come from regions such as West Nusa Tenggara (NTB), East Nusa Tenggara (NTT), Maluku, and Papua. Most originate from strong Catholic communities and tend to return to their hometowns after graduation to contribute to local development. Based on this context, this community service program was designed as training in religious souvenir production techniques to empower migrant students through creative skills development with entrepreneurial potential.  The program applied a Participatory Training method using a learning-by-doing approach, emphasizing active involvement through instruction, hands-on practice, discussion, and reflection. Training activities included model making with plasticine or gypsum and mold making using RTV silicone. The results show increased understanding of the production process, improved basic modeling and mold - making skills, and strengthened motivation for entrepreneurship based on religious creative products. This program is expected to foster creative independence and entrepreneurial spirit among Catholic students from Eastern Indonesia as preparation for returning to their home regions.

Page 2 of 2 | Total Record : 16