cover
Contact Name
Dra. Siti Rochmiyati, M.Pd.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas.dewantara@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Jl. Batikan UH.III No. 2 Tempel, Wirogunan Yogyakarta 55167
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Abdimas Dewantara
ISSN : 26154889     EISSN : 26158782     DOI : https://dx.doi.org/10.30738
Jurnal Abdimas Dewantara menerbitkan memuat tulisan-tulisan hilirisasi penelitian pada organisasi masyarakat, industri, serta instansi-instansi terkait dalam rangka peningkatanpartisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Artikel belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang kirimkan pada Jurnal Abdimas Dewantara harus terhindar dari unsur plagiasi. Jurnal Abdimas Dewantara terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Maret dan bulan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Article in Press" : 18 Documents clear
Pelatihan budidaya tanaman herbal pada Kelompok Tani Melati Green 1 Purbayan menuju eduecotourism Vera Yuli Erviana; Bambang Robi’in; Arif Ardy Wibowo; Gibbran Prathisara; Iis Suwartini
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 2 (2023): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i2.16035

Abstract

Kelompok Tani Melati Green 1 adalah kelompok pemberdayaan perempuan yang berada di bawah naungan Kelurahan Purbayan. Permasalahan yang terjadi Kelurahan Purbayan, antara lain belum optimalnya budidaya tanaman herbal di kelompok tani Melati Grenn 1. Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan produk unggulan khas Kerajaan Mataram Islam yang berdampak pada peningkatan pengetahuan dalam budidaya jamu berbasis tabulampot, peningkatan pendapatan masyarakat, pelestarian budaya dan literasi digital menuju eduecotourism. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi dan pelatihan yang dilaksanakan secara luring dengan peserta berjumlah 20 orang. Hasil pelatihan budidaya tanaman herbal antara lain, pembuatan lahan sebagai media edukasi untuk menciptakan Eduecotourism, jenis-jenis jamu khas Kerajaan Mataram. Branding produk yang dilakukan yaitu dengan membuat kemasan produk jamu yang siap dijual dengan desain yang menarik. Digital marketing yang tepat  dilakukan untuk mengenalkan produk jamu lebih luas yaitu dengan melakukan pemasaran melalui online. Berdasarkan hasil yang diperoleh terdapat peningkatan rerata hasil test dari pelatihan yang diberikan. yang telah dilakukan dapat diketahui bahwasannya terdapat peningkatan pemahaman masyarakat terkait pembuatan branding produk dan penggunaan digital marketing dalam pemasaran produk secara online.   Herbal plant cultivation training for Farmer Groups Melati Green 1 Purbayan towards eduecotourism   Abstract: Melati Green 1 Farmer Group is a women's empowerment group under the auspices of Purbayan Village. This training aims to create superior products typical of the Islamic Mataram Kingdom, which have an impact on increasing knowledge in Tabulampot-based herbal cultivation, increasing community income, cultural preservation, and digital literacy towards eduecotourism. The method of this community service is socialization and training, which is carried out offline with 20 participants. The results of the herbal plant cultivation training include the creation of land as an educational medium to create Eduecotourism, a type of herbal medicine typical of the Mataram Kingdom. Product branding is done by making herbal product packaging ready to be sold with an attractive design. Digital marketing is done to introduce herbal products more widely, namely online marketing. Based on the results obtained, there is an increase in the average test results from the training provided. It can be seen that there is an increase in community understanding regarding product branding and the use of digital marketing in online product marketing.
Pemanfaatan limbah kulit buah durian menjadi biobriket sebagai bahan bakar alternatif terbarukan Marwanti, Endah; Ardhian, Trio; Megawati, Ida; Wardani, Kristi; Al Masjid, Akbar; Amanati, Ifitiah Ari; Nisaa’, Mutiara An; Murniati, Ira
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.17693

Abstract

Limbah menjadi permasalahan lingkungan di Indonesia.  Salah satu limbah yang berdampak bagi lingkungan adalah limbah organik. Limbah organik yang sering ditemukan adalah buah-buahan seperti limbah kulit durian. Dusun pantog wetan, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo merupakan sentra penghasil buah Durian di Yogyakarta. Banyaknya penjualan buah durian, mengakibatkan menumpuknya limbah kulit buah Durian. Menumpuknya limbah kulit buah Durian berdampak pada lingkungan yang kotor dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan limbah kulit durian yang menumpuk di Dusun pantog wetan, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo sebagai sentra penghasil buah durian di Yogyakarta salah satunya dengan melakukan pelatihan BRIKURAN (Briket Kulit Durian) yang bertujuan untuk mendukung dalam memberdayakan perempuan dan menambah nilai jual limbah kulit durian menjadi briket. Metode kegiatan yang akan dilakukan berupa pelatihan dan sosialisasi pembuatan bahan bakar alternatif biobriket dari limbah kulit buah durian. Hasil pelatihan ini yaitu dapat meningkatkan nilai jual limbah kulit durian sebagai alternatif bahan bakar dan memberdayakan perempuan di Dusun Pantog Wetan, Kulonprogo.   Utilization of durian fruit peel waste into biobriquettes as a renewable alternative fuel   Abstract: Waste is an environmental problem in Indonesia.  One of the wastes that has an impact on the environment is organic waste. Organic waste that is often found is fruit, such as durian skin waste. Pantog Wetan Hamlet, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo is a Durian fruit producing center in Yogyakarta. The large number of durian fruit sales has resulted in the accumulation of Durian fruit skin waste. The accumulation of Durian peel waste results in a dirty environment and emits an unpleasant odor. Therefore, to overcome the problem of durian skin waste accumulating in Pantog Wetan Hamlet, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo, as a durian fruit producing center in Yogyakarta, one of the ways is by conducting BRIKURAN (Durian Skin Briquettes) training, which aims to support empowering women and adding value. selling durian skin waste into briquettes. The activity method that will be carried out is in the form of training and socialization on making alternative biobriquette fuel from durian fruit peel waste. The results of the training can increase the selling value of durian kulit waste as an alternative fuel and empower women in Pantog Wetan Hamlet, Kulonprogo. 
Penyusutan arsip untuk efektivitas dan efisiensi pengelolaan kearsipan desa Ismiyati, Ismiyati; Sholikah, Mar'atus; Handayani, Bestari Dwi; Pujiati, Amin; Tusyanah, Tusyanah; Legowo, Djoko
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.17768

Abstract

Pemerintahan desa atau kelurahan harus dapat bertanggungjawab terhadap pengelolaan informasi dalam bentuk arsip. Permasalahan kearsipan yang dihadapi oleh Kelurahan Bugangin di Kecamatan Kendal yaitu arsip dokumen belum tertib, sehingga menciptakan terjadinya penimbunan dan penumpukan dokumen yang tidak teratur dan membingungkan. Hal ini dikarenakan instansi kelurahan belum menerapkan penyusuan arsip sehingga mengakibatkan inefisiensi operasional manajemen pemerintahan kelurahan. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta pengabdian tentang kegiatan penyusutan arsip sebagai upaya efisiensi dan efektifitas organisasi di Kelurahan Bugangin Kecamatan Kendal. Target pengabdian ini adalah perangkat kelurahan, dimana dihadiri oleh sembilan belas (19) orang.  Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR), dimana mengamati masalah utama yang terjadi pada mitra secara meneluruh. Dengan metode ini, keterlibatan peserta akan berperan aktif dalam keberhasilan program. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukakan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengelolan dan penyusutan arsip desa mengalami peningkatan. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi dan positif dengan dibuktikan hasil survei melalui kuesioner bahwa 63.15% materi yang disampaikan sangat sesuai dengan kondisi permasalahan dan kebutuhan mitra, 52.63% materi yang disampaikan sangat mudah dipahami peserta, dan 73.68% setuju bahwa kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat. Sebagai rencana tidak lanjut untuk kegiatan pengabdian berikutnya adalah peserta membutuhkan pelatihan arsip inaktif, penyusutan arsip yang baik, benar dan mudah, pemilahan arsip dan menfasilitasi kegiatan yang bersifat keberlanjutan.   Archive depreciation for effectiveness and efficiency of village archives management   Abstract: The village or sub-district government must be responsible for managing information in the form of archives. The archival problem faced by Bugangin Village in Kendal District is that document archives are not yet orderly, resulting in irregular and confusing hoarding and stacking of documents. Apart from that, partners also do not understand the archive depreciation process, resulting in operational inefficiencies in sub-district government management. In addition, sub-districts also face difficulties in searching for documents due to a lack of systematization in archive management. Therefore, community service activities aim to increase the knowledge and skills of service participants regarding archive depreciation activities as an effort for organizational efficiency and effectiveness in Bugangin Village, Kendal District. The target of this service was sub-district officials, which was attended by nineteen (19) people. The method used in this service activity is the Participatory Action Research (PAR) approach, which thoroughly observes the main problems that occur with partners. With this method, participant involvement will play an active role in the success of the program. The results of this service activity show an increase in participants' understanding and skills in managing and organizing village archives. The enthusiasm of the participants in participating in this activity was very high and positive. It was proven by the results of a survey via questionnaire that 63.15% of the material presented was very appropriate to the problems and needs of partners, 52.63% of the material presented was very easy for participants to understand, and 73.68% agreed that this service activity was very useful. As a follow-up plan for the next service activity, participants need training on inactive archives, proper, correct, and easy archive depreciation, archive sorting, and facilitating sustainable activities.
Transformasi branding UMKM Papua melalui pelatihan digital marketing dan desain label produk berbasis Canva Syarifah, Syarifah; Sabriani, Sabriani; Alvaro, Lexi
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.19098

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Distrik Walelagama, Papua Pegunungan menghadapi tantangan dalam pengembangan branding dan pemasaran produk, karena sebagian besar produk masih dipasarkan menggunakan kemasan polos tanpa label dan merek. Kondisi ini menghambat identitas produk serta mengurangi potensi pembelian ulang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM dalam digital marketing melalui media sosial Instagram dan pembuatan desain label produk menggunakan aplikasi Canva. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan diberikan dalam bentuk sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta dari 22% sebelum pelatihan menjadi 94% setelah pelatihan. Selain itu, sebagian besar peserta telah mampu membuat desain label sederhana dan mempromosikan produknya secara digital. Faktor pendukung kegiatan ini adalah antusiasme dan partisipasi aktif peserta, sedangkan hambatan utama terletak pada keterbatasan jaringan internet. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi positif terhadap transformasi branding dan peningkatan daya saing UMKM lokal di era digital.   Transforming the branding of Papua’s MSMEs through digital marketing training and Canva-based product label design   Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Walelagama District, Highland Papua, face challenges in developing product branding and marketing, as most products are still sold in plain packaging without labels or brand identities. This condition limits product recognition and reduces repurchase potential. This community service program aims to enhance the capacity of MSME actors in digital marketing through Instagram and product label design using Canva. The implementation method consisted of three stages: planning, training implementation, and evaluation. The training activities combined socialization sessions, demonstrations, and hands-on practice. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding—from 22% before training to 94% afterward. Furthermore, most participants successfully created simple product labels and promoted their products online. Supporting factors included participants’ enthusiasm and active involvement, while the main obstacle was limited internet connectivity. Overall, this program contributed positively to the branding transformation and digital competitiveness of local MSMEs in the highlands of Papua.
Inovasi pengolahan kelapa menjadi kripker coconut untuk memberdayakan enterpreneurship masyarakat Al Masjid, Akbar; Iis, Narahmalia; Fadilla Putri, Ariesta; Suhailee, Sohnui
ABDIMAS DEWANTARA Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v9i1.18147

Abstract

Pelatihan pengolahan bahan baku makanan menjadi produk UMKM sangat mendukung kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi pengolahan makanan guna memperdayakan jiwa entrepreneurship masyarakat Temandang di Kabupaten Temangung. Dusun Temandang, Pendowo Kranggan, Temanggung mempunyai lahan pertanian dan perkebunan dengan produk kelapa yang melimpah. Setiap bagian dari pohon kelapa dapat dimanfaatkan. Kelapa (Krambil) di Desa Temandang masih dijual apa adanya atau mentah dan hanya dimasak sebagai umbu pendamping sayur atau olahan. Saat musim panen kelapa melimpah di pasaran sehingga harganya cukup murah. Selain itu kelapa juaga tidak tahan lama dan mudah membusuk. Jika dikelola dengan baik buah kelapa mempunyai potensi yang banyak dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Melihat potensi tersebut, maka perlu adanya usaha kreatif dan inovatif dalam pengolahan buah kelapa. Pengolahan buah kelapa menjadi keripik menjadi solusi yang ditawarkan dengan tujuan memberikan nilai tambah bagi kulit melinjo, menambah pemasukan, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan Sasaran kegiatan ini meliputi ibu rumah tangga dan pemuda yang tertarik berwirausaha. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Hasil yang diperoleh peserta pelatihan mampu memproduksi keripik buah kelapa aneka rasa yang inovatif dan digemari oleh konsumen. Hasil penjualan keripik mampu menambah pemasukan keluarga. Abstract: Training in processing food raw materials into MSME products really supports the quality of human resources. This research aims to determine food processing innovations to empower the entrepreneurial spirit of the Temandang community in Temangung Regency. Temandang Hamlet, Pendowo Kranggan, Temanggung has agricultural land and plantations with abundant coconut products. Every part of the coconut tree can be used. Coconut (Krambil) in Temandang Village is still sold as is or raw and only cooked as a side dish for vegetables or processed vegetables. During the harvest season, coconuts are abundant on the market so the price is quite cheap. Apart from that, coconut is also not durable and rots easily. If managed well, coconuts have a lot of potential and have high economic value. Seeing this potential, there is a need for creative and innovative efforts in processing coconuts. Processing coconuts into chips is a solution offered with the aim of providing added value for melinjo skin, increasing income, and fostering an entrepreneurial spirit. The targets of this activity include housewives and young people who are interested in entrepreneurship. The methods used are counseling, training and mentoring. The results obtained by the training participants were able to produce coconut chips with various flavors that are innovative and popular with consumers. The proceeds from selling chips can increase family income.
Optimalisasi Produksi Pati Garut (OPPA GARUT): Inovasi dan pemberdayaan kelompok wanita tani di Desa Tuksono Murniningsih, Murniningsih; Widyawati, Ani; Listiyani, Laily Rochmawati; Puspita, Oktaviani Windra; Sukiyanto, Sukiyanto; Novantara, Rochisun Hendra; Rosani, Bernadeta Riza Melia; Trimandhana, Oni Satliva; Tumiyati, Tumiyati; Mujiarsih, Widya Aprilia; Chotimah, Apriani Nurrul; Purbaningrum, Annas
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.19895

Abstract

Desa Tuksono di Kulon Progo memiliki tumbuhan Garut yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan dari penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Tuwuh Lestari dalam memanfaatkan potensi lokal berupa umbi garut menjadi produk bernilai jual tinggi, serta memperluas akses pasar guna mendukung peningkatan pendapatan kelompok. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan diskusi partisipatif. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi, mampu menghasilkan produk olahan berupa mochi dan cendol dengan kualitas baik, serta terdorong untuk mengembangkan usaha lokal berbasis garut. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan menginspirasi perubahan pola pikir menjadi lebih kreatif dan produktif. Selain manfaat yang dirasakan langsung oleh peserta pelatihan, pengabdian ini sudah disebarluaskan melalui video dan website pemerintah desa sebagai penyebaran manfaat yang lebih luas bagi Masyarakat.   Optimization of arrowroot starch production (OPPA GARUT): innovation and empowerment of women's farming group in Tuksono Village   Abstract: Tuksono Village in Kulon Progo has abundant Garut plants but has not been optimally utilized. The purpose of this training is to improve the skills and awareness of members of the Tuwuh Lestari Women Farmers Group (KWT) in utilizing local potential in the form of Garut tubers into high-value products, as well as expanding market access to support increasing group income. The methods used in this training include lectures, demonstrations, direct practice, mentoring, and participatory discussions. The results of the training showed that participants had high enthusiasm, were able to produce processed products in the form of mochi and cendol with good quality, and were encouraged to develop local businesses based on Garut. This activity not only improved the knowledge and skills of participants, but also opened up new economic opportunities and inspired a change in mindset to be more creative and productive. In addition to the benefits felt directly by training participants, this service has been disseminated through videos and village government websites as a wider dissemination of benefits for the community.
Peningkatan pengetahuan terkait perlindungan sosial bagi pekerja informal di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Democratic Republic of Timor-Leste Rahayu, Dewi; Nainggolan, Tamara Adelia
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.21006

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja informal di wilayah perbatasan Republik Indonesia–Republik Demokratik Timor Leste (RI–RDTL) terhadap pentingnya perlindungan sosial. Desa Kabuna, Kabupaten Belu, dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masyarakatnya masih menghadapi berbagai kerentanan sosial dan ekonomi, seperti keterbatasan akses terhadap jaminan sosial, rendahnya literasi perlindungan sosial, serta ketidakpastian penghasilan akibat kondisi geografis dan iklim. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi dilakukan secara dialogis dengan melibatkan 24 peserta pekerja informal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta hingga 90% terhadap pentingnya jaminan sosial seperti BPJS dan KIS, serta pemahaman terhadap risiko sosial yang mereka hadapi. Kegiatan ini juga berhasil mendorong masyarakat untuk lebih aktif mengidentifikasi potensi dan solusi lokal dalam memperkuat ketahanan sosial ekonomi di wilayah perbatasan.   Knowledge improvement related to social protection for informal workers in the Indonesia-Timor Leste border region   Abstract: This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of informal workers in the border region between the Republic of Indonesia and the Democratic Republic of Timor-Leste (RI-RDTL) regarding the importance of social protection. The village of Kabuna, Belu Regency, was chosen as the location for the activity because its community still faces various social and economic vulnerabilities, such as limited access to social security, low social protection literacy, and income uncertainty due to geographical and climatic conditions. The implementation method consisted of three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The socialization activity was conducted in a dialogical manner, involving 24 informal workers. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and awareness of up to 90% regarding the importance of social security such as BPJS and KIS, as well as their understanding of the social risks they face. This activity also succeeded in encouraging the community to be more active in identifying local potential and solutions to strengthen socio-economic resilience in the border region.
Stop mengetik lambat! Pelatihan situs gamifikasi untuk akselerasi typing skill Madina Boarding School Samarinda Fadilah, Arif; Hermanto, Ade Restu; Jiyad, Fadhil Ahmad; Alpika, Saltha Aulia; Salsabilah, Tasa; Zikrirullah, Alief; Wibowo, Anggita Jati; Rachman, Dzul
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.21429

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki seberapa efektif situs berbasis teknologi digital dan komponen gamifikasi meningkatkan kecepatan dan akurasi siswa di Madina Boarding School Samarinda. Pendekatan yang digunakan adalah eksperimen dasar dengan desain pra-tes dan pasca-tes menggunakan platform Monkeytype. Melalui sesi latihan terjadwal yang melibatkan penguasaan 10 jari, latihan teknik cepat dan tepat, serta pengenalan tantangan kompetitif, instruksi yang diberikan untuk membantu siswa fokus dan termotivasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan di sebagian besar kelas, terutama pada kelompok siswa tingkat menengah, dengan KPM tertinggi yang disesuaikan mencapai 54,7 di kelas VIII B. Latihan berulang, penggunaan situs digital, dan lingkungan yang kompetitif telah terbukti meningkatkan kemampuan dan keterlibatan mengetik siswa. Meskipun kelelahan menyebabkan sedikit penurunan hasil ujian akhir, temuan umum menyatakan bahwa menggabungkan latihan yang diselenggarakan dengan aspek gamifikasi merupakan strategi yang berhasil untuk meningkatkan kemampuan mengetik di sekolah. Studi ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip program pelatihan berkelanjutan akan membantu memaksimalkan pertumbuhan literasi digital siswa.   Stop typing slowly! Gamification website training to accelerate the typing skills of students at Madina Boarding School Samarinda   Abstract: The purpose of this study was to investigate the effectiveness of digital technology-based applications and gamification components in improving the speed and accuracy of students at Madina Boarding School Samarinda. The approach used was a basic experiment with a pre-test and post-test design using the Monkeytype platform. Through scheduled training sessions involving 10-finger mastery, fast and accurate technique practice, and the introduction of competitive challenges, instructions were given to help students focus and stay motivated. The results of the study showed significant improvements in most classes, especially in the intermediate student group, with the highest adjusted KPM reaching 54.7 in class VIII B. Repetitive practice, the use of digital applications, and a competitive environment have been proven to improve students' typing skills and engagement. Although fatigue caused a slight decline in final exam results, the general findings indicate that combining organized practice with gamification aspects is a successful strategy for improving typing skills in schools. This study shows that the principles of a continuous training program will help maximize students' digital literacy growth.

Page 2 of 2 | Total Record : 18