Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar
Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar is a journal published twice a year, namely in June and December that aims to be a forum for scientific publications to pour ideas and studies complemented with the results of research related to primary school education. To achieve this, basic education journals will selectively disseminate ideas and studies complemented by quality research results related to basic education, develop an education center to the elementary-school that can produce innovative, creative and original work and tested in the field of education and learning elementary School to be disseminated and implemented for improving the quality of primary-to-national education at the national, regional and international levels.
Articles
15,076 Documents
TIKTOK SEBAGAI MEDIA EDUKASI CIVIC COMPETENCE UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI BERDAYA SAING DAN BERKARAKTER PANCASILA
Amrina Izzatika;
Tegar Pembudhi;
Dra. Erni;
Susanti Pradini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.34537
Rendahnya minat generasi muda terhadap pembelajaran kewarganegaraan yang dianggap teoritis dan kurang menarik menjadi tantangan dalam penguatan civic competence di era digital. Penelitian ini mengkaji penggunaan TikTok sebagai media edukasi untuk menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan dan karakter Pancasila pada mahasiswa. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten edukatif TikTok mampu meningkatkan motivasi belajar, literasi digital, serta kesadaran kewarganegaraan mahasiswa. Video singkat dan kreatif membuat materi PPKn lebih kontekstual dan mudah dipahami. Meski demikian, masih ditemukan kendala terkait kualitas konten dan risiko misinformasi. Dengan desain pembelajaran yang tepat serta penguatan literasi digital, TikTok berpotensi menjadi media pembelajaran inovatif yang efektif dalam membentuk generasi berdaya saing dan berkarakter Pancasila.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) BERBANTUAN MEDIA PREZI TERHADAP SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
Dayu Rika Perdana;
Deviyanti Pangestu;
Miranda Abung;
Anisa Nur Sabila
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.34548
Rendahnya sikap sosial peserta didik sekolah dasar seperti empati, toleransi, dan tanggung jawab menjadi tantangan dalam pelaksanaan pendidikan karakter di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbantuan media Prezi terhadap peningkatan sikap sosial peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian melibatkan peserta didik kelas V di MIN 5 Bandar Lampung. Data dikumpulkan menggunakan angket sikap sosial yang telah divalidasi dan reliabel, serta diperkuat dengan observasi dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Kelompok eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan model VCT berbantuan media Prezi, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada sikap sosial peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan model VCT berbantuan Prezi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi model pembelajaran berbasis nilai dengan media digital interaktif mampu menciptakan proses belajar yang lebih menarik, reflektif, dan bermakna, sehingga berkontribusi terhadap penguatan empati, kerja sama, toleransi, dan tanggung jawab peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan model pembelajaran karakter yang adaptif terhadap kemajuan teknologi di sekolah dasar.
THE SEVEN HABITS OF GREAT INDONESIAN CHILDREN (SHGIC) MODEL AND ITS ROLE IN HEALTH LITERACY OF FIFTH GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN DKI JAKARTA
Edwita, Edwita;
Hasanah, Uswatun;
Januar, Ahmad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.34549
This research is motivated by the low health literacy of elementary school students in DKI Jakarta, which affects their clean and healthy living behaviors. The study aims to evaluate the effectiveness of the 7 Habits of Great Indonesian Children model in enhancing the health literacy of fifth-grade students. The method used is a quasi-experiment involving two experimental classes and two control classes. The research instrument includes a health literacy test on four indicators: access, understanding, assessment, and application. The results of the analysis showed a significant difference between the experimental and control groups (p < 0.05) with a high N-gain increase (0.65) in the experimental group. The largest increase occurred in the assessment aspect, reflecting that students' health literacy has reached the assessment stage. The implication is that this model is effective in fostering a character-based, healthy lifestyle and can be integrated into basic education to support the achievement of SDGs 3 and 4.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN UNTUK PENINGKATAN MUTU PELAYANAN PENDIDIKAN DI MI DARUSSALAM SAMARINDA
Nur Malik, Novi;
Redza, Muhammad Redza Madzkuri;
Wahyu, Wahyu Kharisma Murdani;
Sudadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.34550
Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut lembaga pendidikan, termasuk madrasah, untuk mengadopsi Sistem Informasi Manajemen (SIM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi administrasi dan mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis proses implementasi SIM di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Samarinda, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru, operator EMIS, serta orang tua siswa. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIM berbasis EMIS 4.0 telah membantu madrasah dalam mempercepat pelaporan dan pengelolaan data, namun pemanfaatannya masih terbatas pada aspek administratif. Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan perangkat dan koneksi internet, rendahnya kompetensi digital pengguna, serta kurangnya pelatihan teknis. Meskipun demikian, terdapat upaya adaptasi dari pihak madrasah untuk menyesuaikan sistem dengan kondisi yang ada. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi SIM sangat dipengaruhi oleh dukungan teknis, kesiapan sumber daya manusia, dan budaya organisasi yang mendukung transformasi digital.
PERSEPSI SISWA TERHADAP IMPLEMENTASI MATA PELAJARAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL (KKA) DI SMKS MUHAMMADIYAH 4 GLENMORE
Yustiadi, Fani;
Mujianto;
Erna Yayuk
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.34555
Perkembangan teknologi digital yang pesat mendorong dunia pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan keterampilan abad ke-21, termasuk kemampuan berpikir komputasional, koding, dan kecerdasan artifisial (AI). Mulai tahun pelajaran 2025/2026, pemerintah Indonesia mengimplementasikan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di satuan pendidikan menengah, termasuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan pengalaman siswa terhadap implementasi mata pelajaran KKA di SMKS Muhammadiyah 4 Glenmore, serta memahami makna pembelajaran tersebut dari perspektif siswa. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan model sequential explanatory, diawali dengan pengumpulan data kuantitatif melalui angket terhadap 61 siswa, kemudian dilanjutkan dengan wawancara semi-terstruktur pada 10 siswa terpilih untuk pendalaman kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran KKA tergolong positif dengan rata-rata skor 3,12–3,23 dan persentase respon positif mencapai 93%. Siswa menilai pembelajaran KKA menarik, relevan dengan karier masa depan, serta mendorong rasa ingin tahu dan motivasi belajar terhadap teknologi. Secara kualitatif, siswa memaknai KKA sebagai pengalaman belajar baru yang menantang dan bermakna, meskipun masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan waktu praktik. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi KKA berpotensi membangun kompetensi digital, karakter teknologi, dan kesiapan karier siswa vokasi menuju era transformasi digital
PERAN NYAMBAI SEBAGAI IDENTITAS DAN TRADISI BUDAYA LAMPUNG
Arika Herlandani;
Puspa, Tiara
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.34564
The Nyambai Dance is a cultural heritage of the Lampung people which is full of the principles of politeness, togetherness and honor. However, its existence began to be modernized, especially in the language and oral literature it included. The aim of this research is to explain the role of Nyambai as Lampung's cultural identity and develop strategies to preserve it. Qualitative descriptions are used through observation, interviews and literature study. The results of this research show that Nyambai functions as a symbol of identity, a medium for interacting with other people, and a tool for spreading cultural values. The poetry and pantun strengthen the identity of the Lampung language and contain a moral message. Art learning and local content activities in schools can help preserve culture. Therefore, Nyambai shows the identity of the Lampung people as more than just traditional entertainment.
PENGEMBANGAN MEDIA SISTEM JELAJAH KEBUDAYAAN INDONESIA (SIJEKI) BERBASIS ANDROID MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SD MUHAMMADIYAH 16 SEMARANG: Pengembangan Media
Andika, Muhammad;
Wakhyudin, Husni;
Rahmawati, Intan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.34569
Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah kesulitan siswa dalam mengikuti dan memahami pembelajaran IPAS materi kekayaan budaya Indonesia, namun setelah penulis menggali informasi lebih dalam melalui angket wawancara dan kebutuhan analisis ternyata hal yang mendasari permasalahan tersebut karena kurangnya inovasi guru dalam proses pembelajaran dan kurangnya variasi media pembelajaran yang diberikan oleh guru, dengan begitu siswa cenderung merasa bosan dan keterlibatan siswa yang kurang optimal ketika proses pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana kevalidan Pengembangan Media Sistem Jelajah Kebudayaan Indonesia (SIJEKI) Berbasis Android Mata Pelajaran IPAS Kelas IV SD Muhammadiyah 16 Semarang berdasarkan hasil validasi? 2) Bagaimana kepraktisan Pengembangan Media Sistem Jelajah Kebudayaan Indonesia (SIJEKI) Berbasis Android Mata Pelajaran IPAS Kelas IV SD Muhammadiyah 16 Semarang? 3) Bagaimana keberterimaan Pengembangan Media Sistem Jelajah Kebudayaan Indonesia (SIJEKI) Berbasis Android Mata Pelajaran IPAS Kelas IV SD Muhammadiyah 16 Semarang berdasarkan hasil angket?. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (Reseach and Development). Model peneletian yang digunakan yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Pengujian produk dilakukan di SD Muhammadiyah 16 Semarang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti memperoleh skor presentasi dari ahli media dan ahli materi sebesar 98,75% dengan kategori sangat valid dan sangat layak. Lalu hasil angket respon diujikan kepada 27 siswa kelas IV, dari data yang telah dihitung angket respon memperoleh skor presentase 97,4% dengan kategori sangat praktis dan diterima, sedangkan angket respon guru memperoleh skor presentase 100% dengan kategori sangat praktis dan diterima. Dari hasil skor tersebut maka media SIJEKI berbasis android ini dinyatakan sangat valid, praktis dan diterima oleh siswa maupun guru untuk digunakan dalam proses pembelajaran dikelas maupun dirumah.
PENGEMBANGAN MEDIA CERITA GAMBAR BERSERI FABEL “SINGA DAN TIKUS” MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR
Muhammad Alfian;
Suyitno;
Husni Wakhyudin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.34570
Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah adanya permasalahan yang dihadapi peserta didik kelas IV Sekolah Dasar dalam memahami materi pembelajaran cerita fabel. Permasalahan tersebut muncul karena kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif, minimnya interaksi antara guru dan peserta didik selama proses pembelajaran, serta rendahnya minat belajar siswa terhadap materi yang disampaikan. Kondisi ini berdampak pada hasil belajar siswa yang belum optimal. Oleh karena itu diperlukan suatu inovasi dalam pembelajaran berupa media yang kreatif, interaktif, dan mampu menarik perhatian siswa. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah media cerita gambar berseri fabel berjudul “Singa dan Tikus” yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development / R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran serta menguji tingkat kelayakan dan keberterimaannya. Proses pengembangan media dilakukan hingga tahap uji kebertermaan yang dilaksanakan di SDN Krapyak Lor 05. Berdasarkan hasil validasi, ahli materi memberikan persentase kelayakan sebesar 96%, sedangkan ahli media memberikan penilaian dengan rata-rata 93%. Selain itu, hasil angket kebertermaan dari siswa memperoleh 96%, dan dari guru mencapai 100%. Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media cerita gambar berseri yang dikembangkan termasuk dalam kategori “sangat baik” dan “sangat layak” untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya materi cerita fabel. Media ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar siswa serta menjadi salah satu alternatif yang efektif bagi guru dalam mengajar.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, DAN KOMPETENSI DIGITAL TERHADAP KINERJA GURU MELALUI MOTIVASI KERJA
Sutono;
Azainil;
Komariyah, Laili
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.34574
Quality education requires the central role of teachers in integrating Information and Communication Technology (ICT); however, teachers’ mastery of Digital Competence in Balikpapan City still shows significant variation, creating performance disparities in the 5.0 era. This study aims to analyze the simultaneous influence of Transformational Leadership and Digital Competence on Teacher Performance, with Work Motivation as a mediating variable, representing a novelty in testing a dual mediation model. The research employed a quantitative causal method, involving a sample of 288 public junior high school teachers in Balikpapan City selected through proportionate random sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The results reveal that Transformational Leadership has the most dominant direct effect on Teacher Performance (β = 0.593), followed by Digital Competence (β = 0.477). Work Motivation was found to significantly (partially) mediate both relationships. Crucially, the indirect effect of Digital Competence on Teacher Performance through Work Motivation (β = 0.283) was stronger than the indirect effect of Transformational Leadership on Teacher Performance through Work Motivation (β = 0.152). The study concludes that Work Motivation is an essential mediator, serving as a critical multiplier that transforms teachers’ digital skills into optimal performance. Practically, Transformational Leadership should focus on strengthening Digital Competence that can sustainably enhance teachers’ Work Motivation
PENERAPAN METODE SAS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH CARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PESERTA DIDIK SDN 1 TINIGI: Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Wulandari, Ayu;
Hamna, Mustakim
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.34575
The success of the learning process is largely determined by the learning atmosphere created by the teacher. The absence of concrete learning media in instruction can influence students' low reading ability. The research goal was to determine the implementation of the SAS method using flash card media to improve the beginning reading ability of second-grade students at SDN 1 Tinigi. This research is a type of Classroom Action Research (CAR). The research action was carried out in two cycles. Data collection techniques included tests, observation, and documentation. The research results show that the initial data on students' beginning reading ability based on the Cycle I test was that 52% of students reached the Minimum Completion Criteria (KKM), and there was a further increase in the Cycle II test implementation, showing that 96% of students reached the KKM. This serves as proof that the Implementation of the SAS Method Using Flash Card Learning Media can improve Students' Beginning Reading Ability