cover
Contact Name
Dedy Kurniawan
Contact Email
dedykurniawan@umrah.ac.id
Phone
+62721-40171
Journal Mail Official
akuatiklestari@umrah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji Senggarang Jl. Politeknik Senggarang Telp. (0771) 4500097 ; Fax (0771) 4500097 PO BOX 155 - Tanjungpinang 29100 Website : https://ojs.umrah.ac.id/index.php/akuatiklestari/index Email : akuatiklestari@umrah.ac.id
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Akuatiklestari
ISSN : -     EISSN : 25988204     DOI : -
Akuatiklestari adalah jurnal ilmiah yang dikelola Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Maritim Raja Ali Haji yang diterbitkan secara elektronik. Akuatiklestari memiliki fokus pada isu isu Manajemen Sumberdaya Perairan seperti : biologi perikanan, ekologi perairan, pencemaran, pengkajian stok ikan, konservasi, produktivitas perairan, lingkungan perairan, ekowisata, pengolahan limbah dan pengelolaan sumberdaya
Articles 178 Documents
Performa Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) Sederhana Tambak Udang Vaname di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan Lestari, Sepnina Like; Hasani, Qadar; Setyawan, Agus; Tugiyono, Tugiyono; Susanto, Gregorius Nugroho; Widiastuti, Endang Linirin; Arlanda, Revilarita; Khasanah, Nurul; Supono, Supono
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.7112

Abstract

Intensifikasi budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) tidak hanya meningkatkan produksi udang tetapi juga berdampak pada penurunan kualitas air buangan dari tambak udang ke perairan pantai. Pengadaan instalasi pengolahan air limbah pada outlet mbah budidaya udang menjadikan salah satu pilihan untuk mereduksi bahan pencemar. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi IPAL dalam mereduksi kandungan fosfat, nitrat, total ammonia nitrogen (TAN), total organik matter (TOM) di tambak udang vaname Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Sebanyak dua kolam digunakan sebagai IPAL (IPAL1 dan IPAL2) dengan luas kolam masing-masing 2.054 m2 dari 12 kolam tambak udang vaname. Keberadaan IPAL di tambak dievaluasi dengan pengukuran kualitas air di empat stasiun yaitu outlet, kolam IPAL 1, kolam IPAL 2, dan main outlet atau aliran Sungai sebanyak tiga kali (Sebelum panen, panen parsial, dan panen total). Parameter kimia yang diukur pada penelitian ini yaitu yaitu pH, nitrat, fosfat, total ammonia nitrogen (TAN), alkalinitas, oksigen terlarut. Serta, mengamati pertembuhan parameter biologi yaitu total Vibrio count (TVC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas IPAL sederhana tidak efisien menurunkan nitrat (9%), pH (3%), alkalinitas (12%). Sedangkan salinitas (31%), DO (41%), fosfat (55%), dan TAN (61%), termasuk cukup efisien. Kelimpahan bakteri Vibrio meningkat 95% menuju day of care DOC 134 (panen total).
Ekonomi Biru Budidaya Keramba Jaring Apung dan Pelestarian Ekosistem di Pesisir Kecamatan Teluk Pandan Pribadie, Aldi Indra; Damai, Abdullah Aman; Febryano, Indra Gumay; Susanto, Gregorius Nugroho; Abidin, Zainal
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.7113

Abstract

Budidaya ikan di keramba jaring apung idealnya dilakukan sesuai dengan prinsip ekonomi biru sambil tetap menjaga kelestarian ekosistem. Tujuan penelitian ini untuk sejauh mana prinsip ekonomi biru diterapkan dan penjagaan kelestarian ekosistem pada budidaya ikan KJA di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung pada bulan Juli – September 2024. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka, selanjutnya dianalisis untuk mengukur sejauh mana prinsip tersebut diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pembudidaya ikan tidak mengenal istilah "ekonomi biru". Namun beberapa prinsip ekonomi biru, seperti memajukan pertumbuhan ekonomi, memperbaiki kesejahteraan sosial dan menjaga ekosistem laut, telah diimplementasikan meski belum sepenuhnya optimal. Contohnya adalah upaya pembudidaya dalam tidak membuang sampah sembarangan dan menggunakan pakan sesuai padat tebar optimal. Diperlukan bimbingan teknis yang intensif untuk memperkuat penerapan prinsip ekonomi biru pada usaha budidaya ikan dengan sistem KJA.
Penentuan Model Silvofishery Berkelanjutan sebagai Optimalisasi Rehabilitasi Mangrove dalam Meningkatkan Produktivitas Hasil Laut di Desa Nelayan Kecamatan Medan Belawan Daulay, Aulia Putra; Sari, Ratna; Simanjuntak, Tito Maranata; Sinulingga, Robinhot
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7119

Abstract

Silvofishey merupakan perpaduan antara hutan mangrove dan perikanan dengan memperhatikan kelestarian hutan mangrove yang pengelolaannya akan berdampak positif bagi lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat. Pemanfaatan yang berlebihan akan menyebabkan fungsi hutan tidak berjalan dengan baik, terutama sebagai jasa ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model silvofishery yang tepat sebagai optimalisasi rehabilitasi mangrove agar pengelolaannya berkelanjutan. Desa Nelayan Seberang dipilih karena masyarakat dominan sebagai nelayan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga hutan mangrove baru saja direhabilitasi sehingga perlu dikelola lebih baik dalam memperoleh hasil laut yang optimal. Penelitian dimulai dengan konsep dan model silvofishery melalui nelayan, masyarakat, dan pengelola lokal. Selanjutnya, pengamatan langsung dilakukan dalam mengumpulkan data tentang kesesuaian silvofishery, kepadatan vegetasi, keanekaragaman biota dan plankton. Terakhir, penentuan model silvofishery sebagai optimalisasi rehabilitasi mangrove dalam meningkatkan produktivitas hasil laut di Desa Nelayan Seberang menggunakan analisis kesesuaian silvofishery, kepadatan vegetasi, dan keanekaragaman spesies biota dan plankton. Hasil yang didapat dari penelitian yaitu kesesuaiaan lokasi penelitian untuk silvofishery, dan model silvofishery yang tepat pada lokasi penelitian ini untuk meningkatkan hasil produktivitas hasil tangkapan nelayan di Desa Nelayan Seberang.
Distribusi Spasial dan Temporal Eceng Gondok di Danau Rawa Pening Muna, Arifina Muhimmatul; Rahman, Arif; Jundullah, Nur Ihsan; Hayati, Maulina Nur; Aulia, Nisrina Marsa; Senno, Servatius Bayu
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.7120

Abstract

Eceng gondok adalah gulma invasif yang apabila tidak dikelola maka pertumbuhannya akan menurunkan kualitas perairan, merusak ekosistem, dan dapat mempercepat proses pendangkalan di Danau Rawa Pening. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola sebaran eceng gondok di Danau Rawa Pening pada bulan Mei hingga bulan Agustus 2024. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dan analisis data secara spasial menggunakan sistem informasi geografis. Data yang digunakan adalah data citra satelit sentinel 2 pada bulan Mei hingga Agustus 2024. Berdasarkan hasil analisis spasial, diketahui pola sebaran eceng gondok di Danau Rawa Pening mengalami penurunan selama penelitian yakni pada bulan Mei memiliki luas 632,5989 ha, pada bulan Juni menjadi seluas 502,4472 ha, bulan Juli menjadi 432,404 ha, dan pada bulan Agustus luas eceng gondok berkurang menjadi 382,109 ha. Faktor penyebab sebaran eceng gondok pada perairan Danau Rawa Pening mengalami penurunan adalah peralihan musim, berkurangnya runoff, serta revitalisasi danau dengan pemanenan eceng gondok.
Karakteristik Mikroplastik pada Sedimen di Perairan Pesisir Kota Bandar Lampung Banowati, Nurmaya Tri; Hasani, Qadar; Mayaguezz, Henky; Damai, Abdullah Aman; Susanto, Gregorius Nugroho
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.7130

Abstract

Sampah plastik yang dihasilkan di Kota Bandar Lampung meningkat setiap tahunnya. Sampah tersebut bersumber dari aktivitas rumah tangga, industri, perikanan, dan lainnya. Plastik dapat mengalami proses degradasi hingga menghasilkan partikel mikroplastik. Keberadaan mikroplastik di perairan dapat mengendap ke dalam sedimen dan dapat berdampak buruk bagi biota laut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik dan kelimpahan mikroplastik pada sedimen di Perairan Pesisir Kota Bandar Lampung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2024  pada 3 stasiun berbeda di perairan Pesisir Kota Bandar Lampung. Mikroplastik pada sampel sedimen terdiri atas bentuk pelet, fragmen, foam, film, dan fiber yang didominasi mikroplastik berukuran < 1 mm. Mikroplastik yang ditemukan berwarna abu-abu, hijau toska, putih, ungu, merah, biru, hitam, kuning, coklat, hijau, transparan, dan merah muda. Hasil uji FT-IR menunjukkan adanya jenis plastik yaitu abu-abu, hijau toska, putih, ungu, merah, biru, hitam, kuning, coklat, hijau, transparan, dan merah muda. Kelimpahan rata-rata mikroplastik yang ditemukan yaitu 1.180 partikel/kg. Upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik di perlukan untuk meminimalisir pencemaran sampah plastik di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung.
Perubahan Muka Air Laut dan Klorofil-A di Perairan Bengkulu Akibat Kejadian Enso Irkohs, Irkhos; Ulandari, Tresi Pitria; Irkhos, Irkhos; Lizalidiawati, Lizalidiawati
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.7158

Abstract

Perairan Bengkulu merupakan salah satu perairan yang dipengaruhi oleh fenomena El-Niño Southern Oscillation (ENSO) sehingga memengaruhi perubahan muka air laut di wilayah Bengkulu. Penelitian ini bertujuan unutk menganalisis hubungan antara kejadian El-Niño dan La-Niña Terhadap perubahan muka air laut serta distribusi klorofil-a si Perairan Bengkulu. Data yang dianalisis mencakup SLA, klorofil-a, serta indeks Nino 3.4 dalam rentang waktu 20 tahun (2002–2022), yang diperoleh dari satelit altimetri multi-misi dan NOAA. Proses analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Panoply, SeaDAS, dan Excel, serta uji korelasi dan regresi linear dengan Matlab R2024b. Hasil Penelitian menunjukkan adanya korelasi linear negatif antara Indeks ENSO dan SLA (r = -0,12), serta korelasi linear positif antara Indeks ENSO dan klorofil-a (r = 0,13). Saat terjadi El-Niño, SLA mengalami penurunan (-0,1 hingga 0,1 m), sementara konsentrasi klorofil-a meningkat (-0,3hingga 0,4 mg/m³) akibat proses upwelling mengalami penguatan yang membawa nutrisi dari perairan dalam ke permukaan. Sebaliknya saat La Niña terjadi, SLA cenderung meningkat sebesar 0,1 hingga 0,12 m, sedangkan klorofil-a mengalami penurunan sebesar 0,2 hingga 0,5 mg/m³ akibat adanya proses downwelling. Namun, selama periode La-Niña 2007–2009, ditemukan anomali dimana SLA mengalami penurunan, sementara klorofil-a meningkat. Hal ini diduga disebabkan oleh upwelling lokal yang dipengaruhi oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD positif). Penelitian ini menunjukkan bahwa ENSO memiliki dampak signifikan terhadap dinamika oseanografi di perairan Bengkulu. Penelitian ini dapat dijadikan informasi awal khususnya bagi nelayan dan masyarakat sekitar pesisir dalam adaptasi dampak perubahan lingkungan laut akibat kejadian ENSO.
Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Pantai Trikora Bintan, Kepulauan Riau Mukhlis, Mukhlis; Apdillah, Dony; Willian, Nancy; Khodijah, Khodijah; Zulfikar, Andi
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.7175

Abstract

Wisata pantai merupakan kegiatan wisata yang dilakukan untuk bersantai seperti rekreasi, berenang, berjemur dan olahraga dilingkungan pantai yang didukung fasilitas yang lengkap, nyaman dan aman serta akses yang mudah untuk dijangkau. Kabupaten Bintan khususnya pesisir timur Pulau Bintan menawarkan beragam pantai yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Sepanjang pesisir timur Pulau Bintan tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Pantai Trikora. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Pantai Trikora menegaskan bahwa lokasi ini merupakan salah satu destinasi wisata pantai skala massal yang paling favorit di Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kesesuaian wisata pantai dengan mempertimbangkan kapasitas jumlah fasilitas sarana prasarana, kenyaman keamanan dan akses yang mudah serta jumlah pengunjung yang diperbolehkan untuk kegiatan wisata pantai di pantai Trikora Bintan. Penelitian dilakukan disepanjang pantai Trikora dengan 6 (enam) area pengamatan yaitu Pantai Atok, Pantai Jazz, Pantai Kita, Pantai Nenek, Pantai Tergok, dan Pantai Trikora 4. Analisis kesesuaian (suitability analysis) wisata menggunakan Multi Criteria Analysis (MCA) dengan kalkulasi jarak spasial (euclidian distance) untuk menentukan zona- zona spasial dan luasnya. Kemudian daya dukungnya mengunakan perhitungan Boullon’ Carrying capacity mathematical model (BCCMM). Hasil penelitian menunjukan bahwa Real Carrying Capacity (RCC) disepanjang pantai Trikora Bintan ditinjau dari aspek kesesuaian, maka kawasan yang sangat sesuai untuk wisata pantai luas 594.412 m2 dan berenang seluas 665.800 m2. Daya dukung kawasan pantai mampu menerima kunjungan wisatawan sebanyak 433 orang setiap hari dengan 3 zona dan daya dukung untuk berenang sebanyak 12.131 orang setiap hari dengan 4 zona.
Penggunaan Underwater Light Emitting Diode (U-LED) 75 Watt Warna Hijau Sebagai Alat Pengumpul Ikan pada Bagan Tancap di Perairan Kabupaten Pangkep Sahil, Muhammad Sahil Rizky Bin; Kurnia, Muhammad; Nelwan, Alfa; Jaya, Ilham; Hidayat, Rahmat; Adam, Adam; Jumsurizal, Jumsurizal
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.7176

Abstract

Penellitian bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis jumlah hasil tangkapan dan frekuensi kemunculan ikan serta responsivitas ikan terhadap lampu dan ketahanan lampu Underwater Light Emitting Diode (U-LED) 75 watt warna hijau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2023 dengan mengikuti satu unit bagan tancap sebanyak 30 trip. Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis hasil tangkapan selama 30 trip sebanyak 14 spesies dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 759,4 kg. Jenis ikan dominan yaitu tembang (Sardinella fimbriata), cumi-cumi (Loligo sp.), peperek (Leiognathus equulus), selar kuning (Selaroides leptolepis) dan selar como (Atule mate) dengan komposisi jenis masing-masing secara berurut 21,4%, 20,8%, 14,2%, 8,7% dan 7,3% dengan frekuensi kemunculan jenis ikan hasil tangkapan tertinggi yakni Ikan tembang dan cumi-cumi 100%, peperek dan selar kuning 83%.  Lampu Underwater LED berwarna hijau 75 watt, selama penelitian memiliki ketahanan pencahayaan dan kondisi yang baik serta mampu menarik respon ikan dari berbagai jenis. Jenis ikan yang paling responsif yaitu tembang 100%, dan cumi-cumi dengan responsivitas sebesar 97%.
Diversitas Bivalvia di Perairan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang Sartika, Mellani; Kurniawan, Dedy; Zahid, Ahmad
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7177

Abstract

Kawasan Pesisir Senggarang Besar memiliki keunikan ekosistem alam yang produktif, serta mempunyai nilai ekologis dan ekonomi yang signifikan. Berdasarkan hasil observasi awal ditemukan keberadaan beberapa spesies bivalvia di Perairan Senggarang Besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis, menghitung jumlah kepadatan dan indeks ekologi bivalvia di Perairan Senggarang Besar, Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2023 yang bertempat di Perairan Senggarang Besar, Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling sebanyak tiga stasiun. Pengambilan data bivalvia menggunakan transek kuadran ukuran 1x1 m dengan jumlah 9 transek per stasiun. Di Perairan Senggarang Besar ditemukan 9 spesies bivalvia yang terdiri dari 5 family dan 9 genera, yaitu: Pitar floridana, Plakuna plasenta, Anomalodiscus squamosus, Anadara antiquata, Placamen chloroticum, Cyclotellina remies, Geloina expansa, Ruditapes variegatus, dan Circe tumefacta. Dari hasil ketiga stasiun, jenis bivalvia yang banyak ditemukan yaitu jenis Cyclotellina remies, dengan total individu yang ditemukan sebanyak 8 individu. Kepadatan tertinggi ditemukan pada Stasiun 3 sebesar 14.444 ind/ha, sedangkan kepadatan terendah pada Stasiun 1 sebesar 6.667 ind/ha. Kategori indeks keanekaragaman (H’) pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Sedang”. Indeks keseragaman pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Tinggi”. Indeks dominasi pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Rendah”.
Produksi Perikanan Tangkap di Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara Telaumbanua, Betzy Victor; Zebua, Ratna Dewi; Laoli, Destriman; Zebua, Okniel; Dawolo, Januari
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan data empiris mengenai produksi perikanan laut di Kota Gunungsitoli sepanjang periode 2019-2023. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang tren produksi perikanan di Kota Gunungsitoli selama lima tahun terakhir. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2024 di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nias. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diakses secara online dari situs web Badan Pusat Statistik Kota Gunungsitoli. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini yang didasarkan pada kajian literatur dan analisis data sekunder. Data yang dianalisis mencakup volume produksi perikanan tangkap serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Proses pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan software Microsoft Excel, dan didukung oleh kajian literatur dari artikel ilmiah terkait. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya variasi dalam volume produksi perikanan tangkap di Kota Gunungsitoli selama periode penelitian. Faktor-faktor seperti kondisi ekologis perairan, teknologi penangkapan ikan, dan aspek sosial-ekonomi nelayan berperan penting dalam mempengaruhi hasil tangkapan. Puncak produksi sebesar 7.068 ton pada tahun 2023. Kecamatan Gunungsitoli sebagai kontributor produksi terbesar. Terdapat empat rekomendasi kebijakan dalam meningkatkan pengelolaan sumber daya perikanan dan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kota Gunungsitoli, yaitu pengembangan infrastruktur perikanan, penelitian dan pengembangan, diversifikasi lokasi penangkapan ikan, serta pelatihan dan edukasi.