cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENDAMPINGAN BERBASIS KEBUTUHAN DALAM PENINGKATAN KAPASITAS PEMASARAN DIGITAL UMKM NAMIRA BAKERY Putri, Silvi Aulia; Saputri, Ganda Wahyu; Sari, Galuh Pravita; Fatimah, Sayyidatina; Saputra, Dimas Frendi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37226

Abstract

Abstrak: Keterbatasan literasi digital serta belum optimalnya pemanfaatan media sosial dan marketplace menjadi permasalahan utama yang dihadapi UMKM Namira Bakery, sehingga berdampak pada rendahnya visibilitas dan branding usaha. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran digital mitra melalui penguatan literasi digital, optimalisasi saluran pemasaran digital, dan pengembangan identitas visual usaha. Pendampingan dilaksanakan pada UMKM Namira Bakery yang bergerak di bidang roti, pastry, dan jajanan basah di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, dengan melibatkan satu owner dan sepuluh karyawati. Metodenya adalah pendampingan partisipatif melalui observasi, analisis kebutuhan, pelatihan, praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung serta perbandingan kondisi sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan soft skill digital berupa kemampuan membuat konten, storytelling, dan interaksi dengan konsumen. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan pengikut Instagram 218 menjadi 254 dengan 1.344 viewers reels, peningkatan pengikut Facebook 1.209 menjadi 1.234, serta akun Shopee aktif dengan 49 pengikut dan menerima pesanan, sehingga membuktikan efektivitas pendampingan berbasis kebutuhan dalam mendukung keberlanjutan usaha.Abstract: Limited Limited digital literacy and the suboptimal use of social media and marketplaces are the main problems faced by the Namira Bakery MSME, resulting in low visibility and business branding. This mentoring aims to increase the digital marketing capacity of partners by strengthening digital literacy, optimizing digital marketing channels, and developing the business's visual identity. The mentoring was carried out at the Namira Bakery MSME, which operates in the bread, pastry, and wet snacks sector in Lamongan Regency, East Java Province, involving one owner and ten female employees. The method used was participatory mentoring through observation, needs analysis, training, direct practice, and monitoring and evaluation. Evaluation was carried out through direct observation and comparison of conditions before and after the mentoring. The results of the mentoring showed an increase in digital soft skills in the form of content creation, storytelling, and interaction with consumers. Quantitative results showed an increase in Instagram followers from 218 to 254 with 1,344 reel viewers, an increase in Facebook followers from 1,209 to 1,234, and an active Shopee account with 49 followers and receiving orders, thus proving the effectiveness of needs-based mentoring in supporting business sustainability.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN DM DENGAN HIPERTENSI MELALUI EDUKASI PADA LANSIA AISYIYAH BABAT, JAWA TIMUR Lutfiyati, Heni; Utami, Primanitha Ria; Nasyanka, Anindi Lupita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.35975

Abstract

Abstrak: Lansia dengan penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi sering mengalami ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat yang berdampak pada efektivitas terapi dan kualitas hidup. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai penggunaan obat oral antidiabetes, antihipertensi, serta pentingnya kepatuhan minum obat. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi interaktif menggunakan poster digital yang ditayangkan melalui proyektor disertai penyuluhan langsung oleh tiga apoteker pemateri. Mitra pengabdian adalah Posyandu Lansia Aisyiyah Babat, Lamongan, Jawa Timur, dengan jumlah peserta 32 orang penderita diabetes melitus, hipertensi, atau keduanya. Evaluasi dilakukan melalui penyebaran kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 10 soal untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kategori pemahaman baik dari 12% sebelum kegiatan menjadi 93,75% setelah edukasi. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media digital dengan penyampaian sederhana dan komunikatif efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan lansia dan dapat dijadikan model pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.Abstract: Elderly individuals with chronic diseases such as diabetes mellitus and hypertension often experience medication non-adherence, which reduces therapeutic effectiveness and quality of life. This community service aimed to improve the elderly’s understanding of oral antidiabetic and antihypertensive drug use as well as medication adherence. The activity was conducted through interactive education using digital posters displayed via projector, accompanied by direct counseling by three pharmacist educators. The partner was Posyandu Lansia Aisyiyah Babat, Lamongan, East Java, involving 32 elderly participants with diabetes, hypertension, or both. Evaluation was performed using pre-test and post-test questionnaires to assess knowledge improvement. The results showed a significant increase in the “good” knowledge category from 12% before to 93.75% after the intervention. These findings indicate that digital-based education with clear and simple explanations effectively enhances health literacy among the elderly and can serve as a model for community health empowerment.
PENTINGNYA SOFT SKILL BAGI GENERASI Z DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA Nurdiniah, Dade; Putri, Sri Yuli Ayu; Muhammad, Muhammad; Rahmawati, Suci Aulia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35648

Abstract

Abstrak: Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini untuk meningkatkan pemahaman Generasi Z mengenai peran penting soft skill dalam menunjang kesiapan dan keberhasilan mereka di dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. Kegiatan ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi Generasi Z, khususnya lulusan SMK, dalam menavigasi lanskap ketenagakerjaan yang semakin kompetitif. Entitas yang menjadi objek pengabdian ini adalah SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi, khususnya 136 siswa/siswi kelas dua belas yang baru saja menyelesaikan pendidikan formal mereka. Tantangan utama yang diidentifikasi pada mereka adalah kurangnya keterampilan komunikasi, kemampuan kerja tim, manajemen waktu, etos kerja, dan kecerdasan emosional, yang semuanya merupakan komponen penting dari soft skill. Menanggapi masalah tersebut, tim PKM Universitas Bina Insani mengadakan sesi pelatihan bertajuk “Pentingnya Soft Skill bagi Generasi Z dalam Menghadapi Dunia Kerja” pada 22 Mei 2025. Pelatihan ini dilaksanakan melalui tiga sesi komprehensif yang mencakup topik-topik seperti karakteristik generasi Generasi Z, pentingnya soft skill, strategi komunikasi yang efektif, dinamika kerja tim, kecerdasan emosional, teknik manajemen waktu, etos kerja, kemampuan beradaptasi, kualitas kepemimpinan, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis. Metodologi instruksional yang digunakan adalah kuliah interaktif, diskusi kelompok, dan integrasi media pembelajaran interaktif (Google Form, Mentimeter, Quiz), selain itu kegiatan icebreaking dilakukan untuk mempertahankan keterlibatan peserta. Hasil kegiatan ini mengungkapkan bahwa peningkatan yang signifikan terjadi pada pemahaman peserta tentang relevansi soft skill di ranah profesional, dikuatkan oleh tingkat kepuasan 83% dalam kategori “sangat puas”. Namun demikian, tantangan tetap ada seperti pengelolaan kelompok besar peserta secara efektif, yang berdampak pada efisiensi waktu dan kejelasan materi instruksional. Singkatnya, kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan manfaat substantif bagi siswa Generasi Z dalam persiapan mereka sebagai tenaga kerja baru dan diharapkan kegiatan ini berkembang menjadi program yang berkelanjutan di masa depan.Abstract: The purpose of this Community Service (PKM) is to increase Generation Z's understanding of the important role of soft skills in supporting their readiness and success in an increasingly competitive and dynamic world of work. This activity is designed to address the challenges faced by Generation Z, especially vocational high school graduates, in navigating the increasingly competitive employment landscape. The entity that is the object of this service is Telesandi Telecommunication Vocational High School Bekasi, specifically 136 twelfth grade students who have just completed their formal education. The main challenges identified in them are a lack of communication skills, teamwork abilities, time management, work ethic, and emotional intelligence, all of which are important components of soft skills. In response to this problem, the Bina Insani University PKM team held a training session entitled "The Importance of Soft Skills for Generation Z in Facing the World of Work" on May 22, 2025. This training was carried out through three comprehensive sessions covering topics such as the characteristics of the Generation Z generation, the importance of soft skills, effective communication strategies, teamwork dynamics, emotional intelligence, time management techniques, work ethic, adaptability, leadership qualities, creativity, and critical thinking skills. The instructional methodology used was interactive lectures, group discussions, and the integration of interactive learning media (Google Form, Mentimeter, Quiz), in addition to icebreaking activities conducted to maintain participant engagement. The results of this activity revealed a significant increase in participants' understanding of the relevance of soft skills in the professional realm, reinforced by a satisfaction level of 83% in the "very satisfied" category. However, challenges remain such as managing large groups of participants effectively, which impacts time efficiency and the clarity of instructional materials. In short, this community service activity succeeded in providing substantive benefits for Generation Z students in their preparation as new workers and it is hoped that this activity will develop into a sustainable program in the future.
INTERVENSI EDUKASI KESEHATAN TERPADU UNTUK PENCEGAHAN STUNTING, PENGELOLAAN SAMPAH, DAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI DESA KERTA BUANA Ferdinand, Novita Yuliana; Wahyudi, Suryani Noer; Pasqua, Venuta Della; Amalia, Tathia Rizky; Aulia, Muhammad Rizky; Tandiera, Emilia Sophie; Hardianti, Dewi Novita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33660

Abstract

Abstrak: Permasalahan kesehatan masyarakat di Desa Kerta Buana meliputi stunting, pengelolaan sampah, dan rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui tiga program intervensi: BISA berupa pelatihan dan praktik pembuatan lubang biopori, PEDULI berupa penyuluhan gizi seimbang bagi orang tua balita, dan BIJAK berupa edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini bagi remaja. Kegiatan melibatkan 70 KK sebagai sampel, serta mitra dari Puskesmas Pembantu dan sekolah setempat, dengan total peserta program sebanyak 64 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi partisipatif dengan indikator yang diukur meliputi peningkatan pengetahuan peserta tentang gizi seimbang, pemahaman kesehatan reproduksi remaja, serta keterampilan teknis masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 50% pada program PEDULI dan 98,6% pada program BIJAK. Program BISA berhasil meningkatkan keterampilan teknis warga dalam pengelolaan sampah. Intervensi ini membuktikan efektivitas pendekatan edukatif dan partisipatif dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.Abstract: Public health issues in Kerta Buana Village include stunting, Domestic waste management, and limited adolescent reproductive health awareness. This community service aimed to enhance knowledge and skills through three programs: BISA in the form of training and practice of making biopore holes, PEDULI in the form of balanced nutrition counseling for parents of toddlers, and BIJAK in the form of reproductive health education and early marriage prevention for adolescents. The activity involved 70 households as samples, along with partners from the local health post and schools, with a total of 64 participants in the program. The evaluation was carried out through pre-tests and post-tests as well as participatory observation, with indicators measured including the increase in participants’ knowledge of balanced nutrition, adolescents’ understanding of reproductive health, and the community’s technical skills in managing organic waste. Results indicated a 50% increase in knowledge in PEDULI and 98.6% in BIJAK. The BISA program improved residents’ technical skills in managing organic waste. These findings confirm the effectiveness of participatory and educational approaches in promoting public health awareness and sustainable behavior change.
EDUKASI PENGELOLAAN OBAT DI RUMAH PADA KOMUNITAS TULI DI SEMARANG Fathnin, Fildza Huwaina; Wulansari, Eka; Rahmatika, Anisa Hasna
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34440

Abstract

Abstrak: Pengelolaan obat di rumah tangga sering kali digunakan secara tidak rasional sehingga kualitas kesehatan di masyarakat kurang maksimal. Walaupun terlihat sederhana, namun dapat menimbulkan banyak risiko mulai dari risiko ringan hingga risiko berat. Maka dari itu, diperlukan analisis kebutuhan edukasi mengenai pengelolaan obat di rumah melalui media agar mendapatkan informasi paling dibutuhkan oleh komunitas secara spesifik. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan teman tuli mengenai cara pengelolaan obat di rumah. Kegiatan edukasi dilakukan pada komunitas tuli Semarang yang berjumlah 60 orang. Kegiatan ini terdiri dari pra-kegiatan berupa observasi awal pemahaman peserta secara umum, dilanjutkan dengan pemberian materi, dan diakhiri dengan evaluasi pemahaman menggunakan 10 item pertanyaan mengenai pengelolaan obat di rumah. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman yang tergambar dari distribusi jawaban peserta mengenai pengelolaan obat di rumah, dengan respon positif lebih dari 50% benar pada tiap item pertanyaan. Selain itu responden dengan kategori pengetahuan baik yaitu 46 orang atau 76%Saran untuk pengabdian selanjutnya kepada teman tuli dapat mempertimbangkan materi pengabdian berupa jenis obat dan khasiatnya, serta penggunaan media terutama visual.Abstract: Medication management in households is often used irrationally, resulting in suboptimal health outcomes in the community. Although it may seem simple, it can pose many risks, ranging from minor to severe. Therefore, an analysis of the need for education on medication management at home through the media is necessary in order to obtain the information most needed by specific communities. The purpose of this activity is to increase the knowledge of deaf people about how to manage medication at home. The educational activity was conducted in a community of 60 deaf people in Semarang. This activity consisted of a pre-activity in the form of an initial observation of the participants' general understanding, followed by the delivery of material, and concluded with an evaluation of understanding using 10 questions about medication management at home. The results showed an increase in understanding, as reflected in the distribution of participants' answers regarding medication management at home, with more than 50% of respondents answering each question correctly. In addition, 46 respondents, or 76%, were categorized as having good knowledge. Recommendations for future community service activities for deaf friends include considering material on types of medication and their benefits, as well as the use of media, especially visual media.
IMPLEMENTASI PSIKOEDUKASI MELALUI PEMBERIAN PELATIHAN SELF ASSASMENT SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA IBU HAMIL DI PESISIR SUNGAI Wulandatika, Darmayanti; Fatimah, Siti; Puteri, Mahfuzhah Deswita; Lestari, Cahaya Indah; Afifah, Ramadhana Alya Nuur; Azkiya, Nadila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33195

Abstract

Abstrak: Kesehatan mulut yang buruk selama kehamilan dapat berbahaya bagi ibu dan bayi, termasuk masalah pencernaan, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan masalah gizi lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu hamil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut serta memberdayakan kader sebagai penggerak edukasi di tingkat desa. Tahap pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan praktik, serta penerapan teknologi edukasi. Pengabdian ini bermitra dengan bidan desa, kader, dan ibu hamil di Lokasi setempat dengan peserta sebanyak 10 orang ibu hamil dan 5 kader. Evaluasi dilakukan dengan membagikan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa implementasi psikoedukasi melalui pelatihan self-assessment mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam merawat kesehatan gigi dan mulut dengan hasil pengukuran pre–post, terdapat peningkatan skor pengetahuan dengan rata-rata sebesar 41,3 poin dan peningkatan keterampilan sebesar 42,28 poin. Pendekatan psikoedukasi yang mengintegrasikan self-assessment terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan kemampuan ibu hamil untuk secara mandiri menilai serta menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka selama kehamilan.Abstract: Lack of oral hygiene during pregnancy may prove dangerous for both the mother and the baby, including digestive problems, premature birth, low birth weight, and other nutritional issues. This project aims to enhance the understanding and skills of pregnant women in maintaining oral health and empower cadres as educational drivers at the community level. The stage of implementation includes socialization, practical training, and the application of educational technology. This service collaborates with village midwives, cadres, and pregnant women in the local area, with a total of 10 pregnant women and 5 cadres participating. Evaluation was conducted by distributing questionnaires before and after the activities were carried out. The results of this community service activity show that the implementation of psychoeducation through self-assessment training of strengthening of improving the knowledge and skills of pregnant women in maintaining oral and dental health. The pre-post measurement results indicate an increase in knowledge scores with an average of 41.3 points and an increase in skills by 42.28 points. The psychoeducational approach that integrates self-assessment has proven effective in building awareness and the ability of pregnant women to independently assess and maintain their oral and dental health during pregnancy.
PELATIHAN MENYUSUN RANCANGAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING BAGI GURU SD Irawan, Dedy; Nugroho, Agung; Muryaningsih, Sri; Aziez, Feisal; Putra, Ilzam Afdila; Qurniawati, Dina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35907

Abstract

Abstrak: Pembelajaran abad ke-21 dan implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru mampu merancang pembelajaran yang bermakna, mendalam, serta berpusat pada peserta didik. Kenyataanya Guru masih mengalami keterbatasan dalam memahami konsep dan penerapan pendekatan Deep Learning dalam penyusunan rancangan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Deep Learning melalui pelatihan terstruktur meliputi sosialisasi, pendalaman teori konstruktivisme, praktik penyusunan perangkat ajar, serta integrasi teknologi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berupa angket untuk mengukur perubahan kemampuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan: sebelum pelatihan, 74% peserta menyatakan tidak memahami Deep Learning, sedangkan setelah pelatihan 75% menyatakan setuju dan 25% sangat setuju bahwa kemampuan mereka meningkat. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan efektif dalam memperkuat kompetensi guru, meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara lebih bermakna.Abstract: 21st century learning and the implementation of the Merdeka Curriculum require teachers to be able to design meaningful, in-depth, and learner-centered learning. In reality, teachers still have limitations in understanding the concept and application of the Deep Learning approach in designing learning plans. This community service activity aims to improve teachers' understanding and skills in developing Deep Learning-based Lesson Plans (RPP) through structured training covering socialization, in-depth study of constructivism theory, teaching tool development practice, and technology integration. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests in the form of questionnaires to measure changes in participants' abilities. The evaluation results showed a significant improvement: before the training, 74% of participants stated that they did not understand Deep Learning, while after the training, 75% agreed and 25% strongly agreed that their abilities had improved. These findings confirm that the training was effective in strengthening teachers' competencies, improving the quality of learning planning, and supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in a more meaningful way.
INOVASI PAKAN LELE BERBASIS DIGITAL FARMING MAGGOT BSF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEBERLANJUTAN PADA SISTEM BUDIDAYA SKALA UMKM Zakia, Maulida; Pradnya, Irene Nindita; Astuti, Widi; Sukestiyarno, Yohanes Leonardus; Ardana, Grandis Belva; Athif, Rona Najma; Dryandi, Rayyan Akmal; Saputra, Vito Ardino
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36935

Abstract

Abstrak: Sektor budidaya ikan lele berpotensi ekonomi tinggi, namun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sering terbebani biaya pakan konvensional dan keterbatasan manajemen produksi. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan efisiensi UMKM “Lele Mandiri” (melibatkan 10 pelaku usaha) dengan mengembangkan pakan berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF) dan menerapkan sistem budidaya maggot inovatif serta automatic fish feeder berbasis Internet of Things (IoT). Metode pelaksanaan meliputi koordinasi, sosialisasi, pelatihan, workshop teknis, serta praktik lapangan yang melibatkan 10 peserta dari mitra UMKM Lele Mandiri. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, penyebaran kuesioner, dan analisis produktivitas. Hasil menunjukkan peningkatan bobot ikan lele dari 200 g menjadi 300 g dan penurunan biaya pakan hingga 45%. Selain itu, antusiasme masyarakat terhadap budidaya maggot meningkat 90%, dan efisiensi produksi UMKM naik sebesar 70%. Dengan demikian, integrasi sistem pakan berbasis sirkular ekonomi dan IoT terbukti efektif meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha budidaya lele skala UMKM.Abstract: The catfish aquaculture sector holds significant economic potential; however, micro, small, and medium enterprises (MSMEs) continue to face challenges in production efficiency due to the high cost of conventional feed and limited knowledge in production management. This community engagement program aims to develop BSF maggot-based catfish feed while enhancing the capacity of the Lele Mandiri MSME through the implementation of an innovative maggot farming system and an Internet of Things (IoT)-based automatic fish feeder. The implementation methods included coordination, socialization, training, technical workshops, and field practice involving participants from the Lele Mandiri MSME partner. Evaluation was conducted through direct observation, questionnaire distribution, and productivity analysis. The results indicated an increase in catfish weight from 200 g to 300 g and a 45% reduction in feed costs. Furthermore, community interest in maggot cultivation increased by 90%, and production efficiency improved by 70%, reflecting enhanced economic value and strengthened technological capacity toward sustainable aquaculture.
PEMBERDAYAAN USAHA JAMUR TIRAM DENGAN PENDEKATAN BERBASIS POTENSI SEBAGAI INOVASI KEMANDIRIAN EKONOMI Arniati, Arniati; Arsal, Muryani; Samad, Putri Ida Sunaryathy; Asriadi, Andi Amran
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.36476

Abstract

Abstrak: Kelompok KWT Saromasea dan Usaha Jelita masih menghadapi kendala seperti proses produksi yang masih tradisional, keterbatasan teknologi, manajemen usaha yang lemah, serta kurangnya keterampilan digital terkait pemasaran. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui pendekatan pemberdayaan berbasis lokal. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan budidaya jamur tiram, pengembangan produk olahan, pendampingan teknologi, penguatan manajemen dan literasi keuangan, serta pemasaran digital. Hasilnya menunjukkan peningkatan kualitas yaitu jamur tumbuh lebih seragam bersih dan higienes terkait pelatihan Teknik sterilisasi dan penggunaan pengukus/steamerdan kuantitas produksi sebelum menggunakan alat teknologi hanya 200 baglog perminggu, namun setelah menggunakan maka prodksinya meningkat menjadi 300 baglog , pencatatan keuangan sudah menggunakan pembukuan sederhana, Program ini juga mendorong terciptanya produk bernilai tambah dan menumbuhkan kewirausahaan masyarakat. Dampak positifnya terlihat dari peningkatan pendapatan rumah tangga, penguatan peran perempuan dalam perekonomian lokal, dan kontribusi terhadap pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Model ini relevan untuk direplikasi sebagai inovasi sosial di desa-desa lain.Abstract: Bontobangun Village in Rilau Ale District has horticultural potential, particularly oyster mushroom cultivation. However, the KWT Saromasea and Usaha Jelita groups still face obstacles such as traditional production processes, limited technology, weak business management, and a lack of digital skills and marketing innovation. This community service program aims to strengthen economic independence through a locally-based empowerment approach. Activities include training in oyster mushroom cultivation, processed product development, technology assistance, strengthening financial management and literacy, and digital marketing. The results show an increase in quality, namely that the mushrooms grow more uniformly, cleanly and hygienically related to training in sterilization techniques and the use of steamers and the production quantity before using technological tools was only 200 baglogs per week, but after using the production increased to 300 baglogs, financial recording skills have used simple bookkeeping, and expanded market access through digital platforms. The program also encourages the creation of value-added products and fosters community entrepreneurship. Positive impacts are seen in increased household income, strengthened women's roles in the local economy, and contributions to achieving several Sustainable Development Goals (SDGs). This model is relevant for replication as a social innovation in other villages.
PEMANFAATAN AI CHATBOT DALAM PEMBELAJARAN SMK AL- ASROR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SOCIETY 5.0 DAN INDUSTRY 4.0 Hammam, Rafif; Ekarini, Fitria
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35488

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital menuntut siswa vokasi memiliki literasi digital yang memadai agar siap menghadapi era Industry 4.0 dan Society 5.0. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa kesenjangan kemampuan digital masih terjadi, terutama dalam keterampilan mengakses informasi, merumuskan pertanyaan, dan mengevaluasi jawaban sebagai kompetensi dasar dalam penggunaan AI Chatbot secara kritis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi siswa vokasi dalam memanfaatkan AI Chatbot sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep Industry 4.0 dan Society 5.0 sekaligus memperkuat literasi digital. Kegiatan ini dilakukan di sebuah sekolah menengah kejuruan di Jawa Tengah dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melibatkan 14 siswa kelas X Desain dan Produksi Busana sebagai mitra. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbentuk esai dan wawancara, serta kuesioner Likert sebagai pendukung. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep Industry 4.0 dan Society 5.0 sebesar 3,72 dari skala 5 menunjukkan tingkat persepsi positif sebesar 74,4%. Temuan ini menegaskan bahwa AI Chatbot efektif sebagai media pembelajaran vokasi yang interaktif dan relevan bagi generasi digital.Abstract: The rapid development of digital technology requires vocational students to possess strong digital literacy to meet the demands of Industry 4.0 and Society 5.0. Yet, gaps in competence remain, particularly in accessing information, formulating questions, and evaluating answers skills essential for using AI Chatbots effectively. This community service program aimed to assist vocational students in utilizing AI Chatbots as learning tools to enhance their understanding of Industry 4.0 and Society 5.0 while strengthening digital literacy. The activity was carried out at a vocational high school in Central Java using a descriptive qualitative approach involving 14 students from the Fashion Design and Production program. Data were collected through essay questionnaires, interviews, and a supporting Likert-scale instrument. The results show an increase in students’ understanding of both concepts, reaching 3.72 out of 5 or a positive perception level of 74.4%. These findings indicate that AI Chatbots function as effective and interactive learning media that support the digital literacy development of vocational students.