cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
INOVASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK SEBAGAI SOLUSI DAUR ULANG DI ACEH TAMIANG Isra, Muhammad; Muhammad, Ikramullah; Syahputra, Irwanda; Awalya, Siti Qhairiah; Amda, Putri Rahma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34730

Abstract

Abstrak: Aceh Tamiang masih menghadapi permasalahan serius terkait sampah plastik yang sebagian besar belum diolah secara mandiri oleh masyarakat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah melatih dan memberdayakan masyarakat agar mampu mengolah sampah plastik menjadi produk fungsional dan bernilai guna, sehingga tidak hanya bergantung pada penyaluran sampah ke luar daerah, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat lokal. Program pengabdian dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi pentingnya pengelolaan sampah berbasis teknologi, pelatihan teknis penggunaan mesin pencacah dan pemanas plastik, workshop upcycling untuk menghasilkan produk bernilai tambah, hingga pendampingan pemasaran menggunakan aplikasi Android sederhana dan mudah diakses. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Sepakat Bersama dengan jumlah anggota 20 orang yang dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan program. Evaluasi melalui observasi, kuisioner, dan indikator capaian menunjukkan peningkatan keterampilan teknis masyarakat sebesar 70% dalam mengoperasikan mesin, peningkatan kemampuan penggunaan aplikasi sebesar 60%, serta terciptanya minimal 5 produk hasil olahan plastik yang berhasil dipasarkan secara online. Peningkatan ini memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri, sekaligus mendorong terwujudnya ekonomi sirkular.Abstract: Aceh Tamiang continues to face serious challenges related to plastic waste, most of which has not been managed independently by the local community. The primary objective of this program is to train and empower the community to process plastic waste into functional and valuable products, thereby reducing their dependence on external waste channels while simultaneously creating new local economic opportunities. The community service program was implemented through a series of activities, including awareness sessions on technology-based waste management, technical training on the use of plastic shredding and heating machines, upcycling workshops to produce value-added products, and marketing assistance through a simple and accessible Android application. The program’s partner, the Kelompok Tani Sepakat Bersama farmers’ group, involved 20 active members throughout all stages of implementation. Evaluation through observations, questionnaires, and performance indicators showed a 70% increase in technical skills for operating the machines, a 60% improvement in the ability to use the application, and the creation of at least five plastic-based products successfully marketed online. These outcomes strengthened the community’s capacity to manage plastic waste independently and supported the development of a community-based circular economy. 
PELATIHAN DIGITAL MARKETING UNTUK UMKM: MENINGKATKAN AKSES PASAR DENGAN MEDIA SOSIAL Abbas, Dirvi Surya; Muchlish, Munawar; Tjun, Lauw Tjun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34239

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama mitra UMKM di tanah tinggi, kota Tangerang adalah rendahnya pemahaman mengenai digital marketing, khususnya terkait preferensi konsumen dalam mengakses informasi produk secara mudah dan cepat. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan literasi digital pelaku UMKM agar mampu memahami perilaku pasar serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan pelatihan interaktif kepada 25 pelaku UMKM melalui penyajian materi dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan 10 soal pre-test dan 10 soal post- test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan soft skill sebesar 95% dalam pemahaman strategi pemasaran digital serta peningkatan hard skill sebesar 95% dalam penggunaan media sosial untuk promosi. Selain itu, beberapa peserta melaporkan kenaikan nilai ekonomis rata-rata 95% dalam tiga bulan pertama setelah penerapan strategi. Hal ini menegaskan bahwa digital marketing dapat menjadi solusi penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di era ekonomi digital.Abstract: The main problem faced by MSMEs in tanah tinggi, Tangerang city is the lack of understanding of digital marketing, particularly in terms of consumer preferences for easy and fast access to product information. This community service aims to improve the digital literacy of MSME actors so they can understand market behavior and utilize social media as a marketing tool. The method applied consisted of socialization and interactive training involving 25 MSME participants through material presentation and hands-on practice. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure knowledge improvement. The results indicated a 95% increase in soft skills related to digital marketing strategies and a 95% increase in hard skills in using social media for promotion. In addition, several participants reported an average economic growth of 95% within the first three months of implementation. These findings highlight that digital marketing is a crucial solution to enhance MSME competitiveness in the digital economy era.
INTRODUKSI TEKNOLOGI ATBM DALAM MENGHASILKAN ANEKA PRODUK TENUN LIDI SAWIT PADA REMAJA PUTRI ACEH TAMIANG Jamil, Muhammad; Suwardi, Adi Bejo; Baihaqi, Baihaqi; Achmad, Adnan; Sutrisno, Imam Hadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32969

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan aneka produk tenun limbah lidi sawit bagi remaja putri kampung paya bedi melalui introduksi alat tenun bukan mesin. Kegiatan ini dipilih karena tersedianya limbah lidi sawit di desa itu yang belum dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah participatory action research dan transfer teknologi melalui tahapan kegiatan diantaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang dilakukan tercatat melalui lembar posttest dimana 10 anggota kelompok (67%) sangat mengetahui tatacara penggunaan alat tenun, 7 anggota kelompok (46%) cukup memahami teknik memenun secara silang menyilang dan 10 anggota kelompok (66,6 %) mengetahui tatacara pembuatan aneka pola tenun lidi sawit. Disimpulkan bahwa 8 anggota kelompok (53%) memahami seluruh tahapan kegiatan antaranya 25% anggota kelompok sangat mengetahui jenis peralatan kerja yang digunakan, 42% anggota kelompok paham dengan proses awal pembuatan produk dan 47% anggota kelompok memahami teknik pembersihan permukaan produk. Hal ini memperlihatkan bahwa introduksi alat tenun bukan mesin kepada remaja putri mampu meningkatkan kuantitas produk yang dihasilkan.Abstract: This Community Service Program (PKM) aims to introduce various woven products made from oil palm midrib waste to young women in Paya Bedi village through the introduction of non-mechanical weaving tools. This activity was chosen due to the availability of oil palm midrib waste in the village, which has not been optimally utilized to increase community income. The method used is participatory action research and technology transfer through several stages, including coordination, socialization, implementation, as well as monitoring and evaluation. All stages of the activity were recorded through post-test sheets, where 10 group members (67%) were highly knowledgeable about how to use the weaving tool, 7 members (46%) had sufficient understanding of the cross-weaving technique, and 10 members (66.6%) knew the procedure for creating various weaving patterns using oil palm midribs. It is concluded that 8 group members (53%) understood all stages of the activity, including 25% of members who were highly familiar with the types of tools used, 42% who understood the initial production process, and 47% who understood the product surface cleaning techniques. This shows that the introduction of non-mechanical weaving tools to young women is capable of increasing the quantity of products produced.
SKRINING DAN EDUKASI PERILAKU CERDIK DALAM UPAYA PENCEGAHAN PREHIPERTENSI PADA REMAJA Adimuntja, Natalia Paskawati; Asti, Helen Try Juni; Asriati, Asriati; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Violita, Fajrin; Izaac, Fransina Alfonsina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36768

Abstract

Abstrak: Prevalensi hipertensi menurut kabupaten/kota di Papua, Kota Jayapura menempati urut kedua tertinggi yakni sebesar 35,03%. Penelitian analisis perilaku “CERDIK” penyakit tidak menular untuk pencegahan hipertensi pada remaja di Kota Jayapura pada tahun 2024 diterdapat 50.7% remaja memiliki perilaku “CERDIK PTM” untuk pencegahan hipertensi kurang dan 49.3% perilaku “CERDIK PTM” untuk pencegahan hipertensi baik. Tujuan pengabdian adalah mengetahui status kesehatan tekanan darah dan tingkat pengetahuan tentang perilaku “CERDIK” untuk pencegahan prehipertensi pada remaja. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa skrining dan edukasi perilaku “CERDIK” untuk pencegahan prehipertensi. Mitra kegiatan yaitu siswa-siswi sekolah menengah atas Kalam Kudus Jayapura berjumlah 34 orang. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pre dan post test yang terdiri dari 5 pertanyaan. Hasil skrining tekanan darah menunjukkan bahwa Sebagian besar berada pada kategori normal yaitu 31 orang (91,2%), responden yang berada pada kategori hipertensi tingkat 1 sebanyak 2 orang (5,9%) dan responden yang mengalami pre hipertensi ada 1 orang (2,9%). Sedangkan dari hasil kegiatan edukasi diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan peserta kegiatan edukasi pencegahan pre hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi.Abstract: Prevalence of hypertension by district/city in Papua, Jayapura City ranks second highest at 35.03%. The study of the analysis of the behavior of "CERDIK" non-communicable diseases for the prevention of hypertension in adolescents in Jayapura City in 2024 found that 50.7% of adolescents had "CERDIK PTM" behavior for the prevention of hypertension less and 49.3% had "CERDIK PTM" behavior for the prevention of hypertension well. The purpose of the community service was to determine the health status of blood pressure and the level of knowledge about "CERDIK" behavior for the prevention of prehypertension in adolescents. The form of activities carried out was screening and education of "CERDIK" behavior for the prevention of prehypertension. The activity partners were 34 students Kalam Kudus senior high school in Jayapura. The activity evaluation used a pre- and post-test questionnaire consisting of 5 questions. The results of the blood pressure screening showed that the majority were in the normal category, namely 31 people (91.2%), respondents who were in the category of hypertension level 1 were 2 people (5.9%) and respondents who experienced pre-hypertension were 1 person (2.9%). Meanwhile, from the results of educational activities, it was found that there was an increase in the average knowledge of participants in pre-hypertension prevention educational activities before and after the education was carried out.
KOMIK DIGITAL SEBAGAI MEDIA EDUKASI KREATIF UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Damayanti, Siti; Nasution, Nurromsyah; Andriani, Rika; Apriani, Fitri; Andriani, Rizki
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35177

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan fase penting pembentukan perilaku hidup sehat termasuk pemahaman kesehatan reproduksi. Namun, literasi kesehatan reproduksi remaja masih rendah akibat terbatasnya akses layanan kesehatan dan dominasi informasi dari media sosial atau teman sebaya yang belum tentu akurat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui media komik digital yang menarik dan sesuai karakteristik remaja. Kegiatan dilaksanakan pada 50 remaja di sebuah sekolah menengah atas Meulaboh, Aceh Barat melalui tahapan persiapan & sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi melalui komik digital, pendampingan & evaluasi. Peningkatan literasi diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang telah tervalidasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan proporsi remaja dengan literasi kategori “baik” naik dari 46% menjadi 86%, sementara kategori “kurang” turun dari 12% menjadi 4%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa komik digital efektif meningkatkan pengetahuan dan keberanian remaja dalam membahas isu kesehatan reproduksi, sekaligus berkontribusi pada upaya promotif kesehatan remaja di sekolah.Abstract: The teenage years are a crucial phase for the development of healthy lifestyle behaviors, including an understanding of reproductive health. However, adolescent reproductive health literacy remains low due to limited access to healthcare services and the dominance of information from social media or peers. This community service program aimed to improve adolescent reproductive health literacy through interactive digital comics tailored to teenagers’ characteristics. Activities involved 50 adolescents at a high school in Meulaboh, West Aceh, through stages of preparation and socialization, training, digital comic implementation, mentorship, and evaluation. Literacy improvement was measured using validated pre-test and post-test questionnaires. Results showed a significant increase in the proportion of adolescents with ‘good’ literacy, rising from 46% to 86%, with the ‘poor’ category decreasing from 12% to 4%. This program demonstrates that interactive digital comics effectively enhance adolescents’ knowledge and confidence in discussing reproductive health issues, while supporting school-based health promotion efforts.
PENGEMBANGAN LIFE SKILL GENERASI ALPHA MELALUI PELATIHAN SENI REBANA Ilmanuha, Muhammad Galang Zidna; Suprihatiningsih, Suprihatiningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34783

Abstract

Abstrak: Menurunnya life skill seperti interaksi sosial langsung, empati, serta kecakapan hidup dasar seperti komunikasi dan kerja sama pada Generasi Alpha menjadi dasar dibentuknya komunitas rebana Arisma Al-Mubarok Kota Semarang. Tujuan kegiatan ini untuk mengembangan life skill generasi apha melalui pelatihan seni rebana. Metode pelatihan menggunakan metode kombinasi mencakup pra kegiatan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, validasi melalui triangulasi sumber. Analisis perkembangan life skill menggunakan teori WHO tahun 1997, dan implementasi proses pelatihan menggunakan teori siklus belajar Kolb. Mitra pendukung kegiatan adalah pelatih, stakeholder masyarakat, orang tua peserta, dan sasaran peserta pelatihan Generasi Alpha berjumlah 19 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap indikator life skill. Hasil yang diperoleh terdapat peningkatan life skill dari sebelum pelatihan 44,11% dan setelah pelatihan 72,42%.Abstract: The decline in life skills such as direct social interaction, empathy, and basic life skills such as communication and cooperation in the alpha generation became the basis for the formation of the Arisma Al-Mubarok rebana community in Semarang City. The purpose of this activity is to develop the life skills of the alpha generation through rebana art training. The training method uses a combination method includes pre-activity, implementation, monitoring and evaluation. With a case study approach, data was collected through interviews, observation, and documentation, data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, validation through source triangulation. Analysis of life skill development uses the 1997 WHO theory, and the implementation of the training process uses Kolb's learning cycle theory. Supporting partners for the activity are trainers, community stakeholders, parents of participants, and the target participants of the alpha generation training totaling 19 people. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests on life skill indicators. The results obtained showed an increase in life skills from before the training of 44.11% and after the training of 72.42%.
DIGITALISASI BANK SAMPAH MELALUI APLIKASI PITITASA UNTUK OPTIMALISASI PENCATATAN, PEMANFAATAN, DAN INSENTIF MASYARAKAT Rahmawati, Lilla; Wibaselppa, Anggawidia; Hasibuan, Muhammad Said; Saputra, Agus; Kusuma, Rizfan Radya Widyan Aditya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34645

Abstract

Abstrak: Permasalahan pengelolaan sampah di masyarakat masih didominasi oleh pencatatan manual, rendahnya pemanfaatan sampah organik maupun anorganik, serta kurangnya sistem insentif yang mendorong partisipasi warga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan bank sampah melalui penerapan aplikasi PITITASA (Pilah, Timbang, Tabung Sampah) sebagai inovasi sistem informasi digital yang terintegrasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi PITITASA, pendampingan pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan maggot, serta pemanfaatan sampah anorganik untuk produk daur ulang bernilai ekonomi dengan jumlah peserta 140 pengurus dan nasabah. Aplikasi PITITASA dilengkapi dengan fitur pencatatan transaksi digital, monitoring saldo tabungan sampah oleh nasabah secara real-time, serta integrasi mekanisme insentif yang mendorong masyarakat lebih aktif dalam memilah dan menabung sampah. Sistem Evaluasi yang digunakan melalui Pre-test dan Post-Test dari pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dalam pemanfaatan teknologi, peningkatan akurasi pencatatan transaksi bank sampah, serta bertambahnya nilai ekonomi produk hasil pengolahan sampah. Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat peran bank sampah sebagai penggerak ekonomi sirkular sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.Abstract: Waste management problems in the community are still dominated by manual recording, low utilization of organic and inorganic waste, and a lack of incentive systems that encourage community participation. This community service activity aims to increase the management capacity of waste banks through the implementation of the PITITASA (Separate, Weigh, Tabung Sampah) application as an integrated digital information system innovation. The implementation method includes socialization, training on the use of the PITITASA application, assistance in processing organic waste into fertilizer and maggots, and the utilization of inorganic waste for recycled products with economic value with a total of 140 participants from administrators and customers. The PITITASA application is equipped with digital transaction recording features, real-time monitoring of waste savings balances by customers, and an integrated incentive mechanism that encourages the community to be more active in sorting and saving waste. The evaluation system used is a Pre-test and Post-test of participant understanding. The results of the activity show an increase in community understanding in the use of technology, an increase in the accuracy of waste bank transaction recording, and an increase in the economic value of waste processing products. This innovation is expected to strengthen the role of waste banks as drivers of the circular economy while supporting the realization of a clean, healthy, and sustainable environment. 
PENINGKATAN ADOPSI INOVASI PEMBENAH TANAH FABA-COMFE MELALUI SEKOLAH LAPANGAN UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PETANI MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN Romadhon, Muhammad Fauzi; Saleh, Pran Moch.; Fattah, Muh. Firmansyah; Afifah, Jati Ratna; Iskandar, Iskandar; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari; Dewi, Farida Ratna
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33212

Abstract

Abstrak: Rendahnya produktivitas pertanian di Desa Punagaya disebabkan oleh degradasi tanah akibat ketergantungan pada pupuk kimia serta minimnya pengetahuan petani tentang pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai pembenah tanah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hardskill petani dalam aplikasi pembenah tanah FABA-Comfe dan pertanian berkelanjutan melalui pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan sekolah lapangan yang melibatkan 20 petani mitra, di mana efektivitasnya diukur melalui evaluasi kuesioner pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani sebesar 54,6% setelah mengikuti program. Keberhasilan ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran praktik langsung efektif dalam menjembatani riset dengan aplikasi di lapangan, sehingga berpotensi mendorong adopsi inovasi pertanian berkelanjutan.Abstract: Low agricultural productivity in Punagaya Village is caused by soil degradation due to dependency on chemical fertilizers and farmers' limited knowledge of utilizing Fly Ash and Bottom Ash (FABA) as a soil amendment. This community service aims to improve farmers' hardskills and knowledge in applying FABA-Comfe soil amendment through a participatory approach. The methods used were socialization and a field school involving 20 partner farmers, with effectiveness measured through pre-test and post-test questionnaires. The evaluation results show a 54.6% increase in farmers' knowledge and skills after participating in the program. This success indicates that the hands-on learning method is effective in bridging research with on-the-ground application, thus having the potential to encourage the adoption of sustainable agricultural innovations.
GERAKAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SEDUHAN BAHAN ALAM UNTUK KESEHATAN REPRODUKSI PADA MASYARAKAT Lestari, Ayu; SR, Nurqalbi; Rusman, Rusman; Jumrah, Jumrah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35298

Abstract

Abstrak: Permasalahan mitra saat ini adalah masih tingginya Penyebab kematian paling tinggi untuk wanita lansia. Diantaranya Adalah akibat Stroke (13,6%), kemudian penyakit jantung iskemik (8,7%) dan yang paling rendah adalah akibat Diabetes Millitus (4,3%). Hasil survey Tim pengabdian didapatkan data dari 10 lansia terdapat 6 ibu mengalami penyakit degeneratif. Masalah pengetahuan anggota PKK dan masyarakat yang masih kurang terkait penyakit degeneratif dan tanaman Toga serta keterampilan mitra untuk membuat kebun Toga yang belum ada. Solusi: Melalui program pengabdian masyarakat ini akan dilakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya pada masyarakat tentang pembuatan kebun tanaman obat herbal (TOGA) dan skrining kesehatan masyarakat. Metode pelaksanaan: Pelaksanaan kegiatan ini dimulai tahap persiapan (sosialisasi), pelaksanaan kegiatan melalui penyuluhan, pelatihan dengan metode demontrasi dan simulasi serta pelaksanaan evaluasi dan monitoring program melalui kuesioner berjumlah 10 pertanyaan dan lembar observasi. Peserta pada kegiatan ini berjumlah 20 orang yang merupakan kelompok PKK Desa Tanakaraeng. Hasil pretest menunjukkan bahwa pengetahuan peserta berada pada kategori Rendah (47,3%), Cukup (20%) dan Baik (6,7%) dan hasil posttest menunjukkan terjadi peningkatan signifikan yaitu pengetahuan peserta menjadi mayoritas dalam kategori baik yakni sebesar (80%), cukup (16,7%) dan kurang sebanyak (3,3%), sedangkan pada kategori keterampilan dari 20 ibu PKK sebelum intervensi semua tidak terampil, sedangkan setelah diberikan intervensi reponden mengalami peningkatan keterampilan mencapai 100%. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terbukti dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam pemanfaatan lahan kosong untuk melakukan tanaman obat keluarga.Abstract: The current partner problem is the still high cause of death for elderly women. Among them are due to stroke (13.6%), then ischemic heart disease (8.7%) and the lowest is due to Diabetes Mellitus (4.3%). The results of the community service team survey obtained data from 10 elderly people, there were 6 mothers experiencing degenerative diseases. The problem of PKK members' and community knowledge is still lacking regarding degenerative diseases and Toga plants as well as the skills of partners to create Toga gardens that do not yet exist. Solution: Through this community service program, there will be an increase in community knowledge and skills, especially in the community regarding the creation of herbal medicinal plant gardens (TOGA) and public health screening. Implementation method: The implementation of this activity begins with the preparation stage (socialization), implementation of activities through counseling, training with demonstration and simulation methods as well as implementation of program evaluation and monitoring through a questionnaire totaling 10 questions and observation sheets. Participants in this activity amounted to 20 people who are the PKK group of Tanakaraeng Village. The pretest results showed that the participants' knowledge was in the Low (47.3%), Sufficient (20%) and Good (6.7%) categories and the posttest results showed a significant increase, namely the majority of participants' knowledge was in the good category, namely (80%), sufficient (16.7%) and less as much as (3.3%), while in the skills category of 20 PKK mothers before the intervention all were unskilled, while after being given the intervention the respondents experienced an increase in skills reaching 100%. The implementation of this community service activity has been proven to improve participants' skills in utilizing empty land to grow family medicinal plants.
PEMBERDAYAAN GURU MELALUI DESAIN KARAKTER ANIMASI BERMUATAN KEARIFAN LOKAL DAN E-MODUL PEMBELAJARAN DIGITAL Abdillah, T. Rafli; Armiady, Dedy; Muharramsyah, Rambang; Novianti, Novianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35418

Abstract

Abstrak: Latar belakang kegiatan ini adalah keterbatasan kompetensi guru animasi di Kabupaten Bireuen yang sebagian besar berlatar belakang Teknik Komputer dan Jaringan, serta keterbatasan fasilitas digital. Dengan kondisi tersebut, artikel ini bertujuan untuk memberdayakan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui pelatihan desain karakter animasi berbasis kearifan lokal dan pendampingan penyusunan e-modul pembelajaran digital. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pengadaan sarana pendukung, pelatihan desain karakter animasi menggunakan Clip Studio Paint Pro, pendampingan penyusunan e-modul dengan Affinity Publisher, serta evaluasi melalui pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 20 butir soal dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru, dengan rata-rata skor meningkat dari 8,29 menjadi 11,73. Guru juga berhasil menghasilkan e-modul digital yang memuat panduan teknis serta integrasi nilai budaya lokal. Program ini berkontribusi pada peningkatan kompetensi pedagogik dan teknis guru SMK sekaligus memperkuat identitas budaya dalam pembelajaran digital.Abstract: The background of this activity lies in the limited competencies of animation teachers in Bireuen Regency, most of whom come from Computer and Network Engineering backgrounds, as well as the limited availability of digital facilities. In response to these conditions, this article aims to empower vocational school (SMK) teachers through training in local-wisdom-based animation character design and assistance in developing digital learning e-modules. The implementation methods include socialization, provision of supporting facilities, animation character design training using Clip Studio Paint Pro, assistance in e-module development with Affinity Publisher, and evaluation through pretests and posttests consisting of 20 items each and analyzed descriptively. The results show an improvement in teachers’ abilities, with the average score increasing from 8.29 to 11.73. Teachers also successfully produced digital e-modules containing technical guidelines and integration of local cultural values. This program contributes to enhancing the pedagogical and technical competencies of SMK teachers while strengthening cultural identity in digital learning.