cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
TRANSFORMASI LITERASI AKADEMIK MAHASISWA MELALUI PELATIHAN JURNAL ILMIAH DIGITAL: STUDI KKN IN CAMPUS DAN HIMLA MENUJU SDGS 4 Shahira, Tasya Rifdha; Rokhim, Minatur; Nugraha, Mugy; Fathonah, Azzahra Ismi; Hasanah, Firda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34708

Abstract

Abstrak: Minimnya literasi akademik mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dalam penulisan jurnal ilmiah menjadi tantangan dalam implementasi kebijakan non-skripsi dan pencapaian SDGs 4. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi akademik mahasiswa BSA melalui pelatihan jurnal ilmiah digital yang dilaksanakan oleh tim KKN In Campus BSA-284 berkolaborasi dengan HIMLA (Halaqah Ilmiah li-Muhibbi Lughah al-Arabiyah). Metode pelaksanaan berupa workshop intensif dengan 15 peserta mahasiswa BSA pada 19 Mei 2025, evaluasi dilakukan melalui 14 pertanyaan pre-post assessment, observasi, dan wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: pemahaman perbedaan artikel dan jurnal dari 20% menjadi 95% (+75%), kemampuan menyusun kerangka IMRAD dari 15% menjadi 90% (+75%), pengetahuan kebijakan non-skripsi dari 5% menjadi 90% (+85%), etika penggunaan AI dari 10% menjadi 75% (+65%), dan motivasi publikasi ilmiah dari 50% menjadi 100% (+50%). Program ini berkontribusi pada SDGs 4 melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan keterampilan digital mahasiswa BSA.Abstract: The limited academic literacy of Arabic Language and Literature Study Program (BSA) students in scientific journal writing poses challenges in implementing non-thesis policies and achieving SDGs 4. This community service aims to improve BSA students' academic literacy through digital scientific journal training conducted by the BSA-284 KKN In Campus team in collaboration with HIMLA (Halaqah Ilmiah li-Muhibbi Lughah al-Arabiyah). Implementation method was intensive workshop with 15 BSA student participants on May 19, 2025, evaluation conducted through pre-post assessment, observation, and interviews. Results showed significant improvements: understanding differences between articles and journals from 20% to 95% (+75%), ability to compose IMRAD framework from 15% to 90% (+75%), knowledge of non-thesis policy from 5% to 90% (+85%), ethics of AI usage from 10% to 75% (+65%), and motivation for scientific publication from 50% to 100% (+50%). This program contributes to SDGs 4 through improving higher education quality and digital skills of BSA students.
PELATIHAN PRODUK APLIKATIF BERBASIS KIMIA UNTUK ANAK-ANAK PANTI ASUHAN DI SURABAYA Puspitasari, Nathania; Retnoningtyas, Ery Susiany; Gunarto, Chintya; Hartono, Sandy Budi; Irawaty, Wenny; Santoso, Shella Permatasari; Putro, Jindrayani Nyoo; Wijaya, Christian Julius; Harianto, Octaviani; Widharka, Maria Rosario
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33883

Abstract

Abstrak: Panti asuhan adalah sebuah lembaga yang dikhususkan untuk mengasuh anak-anak yang telah kehilangan keluarga dan menghadapi tantangan dalam hidup mandiri karena kurangnya kasih sayang yang konsisten dan persiapan yang tidak memadai untuk masa dewasa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pengembangan softskill dan hardskill melalui pelatihan pembuatan produk berbasis kimia kepada anak-anak panti asuhan sebagai generasi penerus bangsa. Peserta kegiatan mencangkup anak-anak berusia 10-16 tahun dengan jumlah 30 anak. Metode pelaksanaan meliputi perencanaan, pelatihan, refleksi, dan evaluasi. Kegiatan pertama yaitu perencanaan yang berisi persiapan dan sosialisasi kegiatan pengabdian kepada perwakilan panti asuhan di Surabaya, kegiatan kedua yaitu pelatihan pembuatan produk popping boba bersama anak-anak panti asuhan, kegiatan ketiga adalah refleksi dengan mendiskusikan hasil percobaan anak-anak serta evaluasi berupa pembagian kuesioner kepada peserta mengenai program pelatihan ini sehingga dapat dipakai untuk peningkatan kinerja pada kegiatan yang akan datang. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata nilai post-test sebesar 72,45% dibandingkan nilai pre-test. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis praktek mampu meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan. Diharapkan anak-anak panti asuhan yang telah mengikuti kegiatan pelatihan ini memperoleh motivasi, pengetahuan, dan keterampilan dalam mengaplikasikan ilmu kimia sehingga dapat bermanfaat untuk masa mendatang.Abstract: An orphanage is institution dedicated to caring for children who have lost their families and face challenges in living independently due to a lack of consistent love and inadequate preparation for adulthood. The purpose of this community service activity is to develop softskills and hardskills through chemical-based products training for the orphanage children, who will become the nation's future generation. Participants include children aged 10-16 years with a total of 30 children. The implementation method includes planning, training, reflection, and evaluation. The first activity was planning which contains preparation and socialization of community service activities to representatives of orphanages in Surabaya, the second activity was training in making popping boba products with orphanage children, the third activity was reflection by discussing the results of the children's experiments and evaluation by distributing questionnaires to participants. Based on the results, there was a significant increase in the average post-test score of 72.45% compared to the pre-test score. This indicates that practice-based learning can significantly improve participants' understanding. It is hoped that orphanage children who have participated in this training activity will gain motivation, knowledge, and skills in applying chemistry so that it can be useful for the future.
SOSIALISASI EDUKASI PENCEGAHAN KESEPIAN LANSIA DI KELUARGA (SIAGA) BERBASIS ANDROID Ezalina, Ezalina; Deswinda, Deswinda; Maputra, Yantri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35829

Abstract

Abstrak: Kesepian merupakan ancaman yang signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik bagi lansIa, dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak. Diperlukan aplikasi pencegahan kesepian pada lansia di keluarga (SIAGA) berbasis android yang sesuai dengan kebutuhan lansia. Tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat adalah agar lansia dapat menggunakan android sesuai kebutuhan sebagai pencegahan kesepian. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan pre tes tentang kesepian yang dialami lansia melalui kuesioner UCLA loneliness scale dengan jumlah 50 orang kader lansia. Kemudian dilanjutkan edukasi tentang pencegahan kesepian dan cara penggunaan aplikasi SIAGA sebagai intervensi pencegahan kesepian melalui android, dengan metode diskusi, tanya jawab dan demonstrasi. Pada akhir pelaksanaan kegiatan dilakukan postes, dimana dari hasil pelaksanaan kegiatan terjadi perubahan pengurangan skor rerata kesepian lansia dari pre ke post yaitu 55,50 menjadi 22,00. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dimana lansia dapat memahami edukasi yang diberikan serta merasa terhibur dengan aplikasi yang digunakan yang terlihat dari beberapa pertanyaan yang diajukan dan keinginan lansia untuk mengunakan aplikasi ketika berada sendirian di rumah.Abstract: Loneliness is a significant threat to both the mental and physical health of the elderly and has become an urgent public health concern. Therefore, it is necessary to develop an Android-based application for loneliness prevention among the elderly within families (SIAGA) that is tailored to their needs. The purpose of this community service program is to enable older adults to use Android devices according to their needs as a means of preventing loneliness. The implementation method began with a pre-test on the level of loneliness experienced by the elderly using a questionnaire, followed by mentoring sessions that included education on loneliness prevention and guidance on how to use the SIAGA application as an intervention for preventing loneliness through Android devices. The activities were conducted through discussions, Q&A sessions, and demonstrations, and concluded with a post-test. The program was successfully implemented, as the elderly participants were able to understand the educational materials provided and felt entertained by the application. This was reflected in the questions they asked and their expressed enthusiasm to use the application at home.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN MODUL AJAR DIGITAL UNTUK PENGUATAN KURIKULUM MERDEKA: DAMPAK TERHADAP PENINGKATAN LITERASI DAN NUMERASI DI SEKOLAH DASAR Farhana, Nurul Ain; Surbakti, Nurul Maulida; Handoko, Divi; Fadilah, Putri Maulidina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34903

Abstract

Abstrak: Rendahnya kompetensi guru dalam mengembangkan materi ajar digital menjadi kendala utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SD Swasta Muhammadiyah 36 Medan, sehingga berisiko menghambat penguatan literasi dan numerasi siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembuatan dan pemanfaatan modul ajar digital yang interaktif dan relevan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, workshop intensif, dan pendampingan kepada 38 guru. Evaluasi keberhasilan program menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan hardskill dan softskill. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan: persentase guru yang "Kurang Memahami" komponen modul ajar turun drastis dari 33.3% menjadi 0%, sementara kategori "Sangat Memahami" meningkat dari 6.1% menjadi 37.5%. Selain itu, 75% guru berkomitmen untuk mengimplementasikan modul ajar digital secara rutin, menunjukkan keberhasilan program dalam mentransformasi kapabilitas dan motivasi guru.Abstract: The low competency of teachers in developing digital teaching materials has become a primary obstacle in the implementation of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) at SD Swasta Muhammadiyah 36 Medan, posing a risk to the strengthening of student literacy and numeracy. This community service project aimed to enhance teachers' competence in creating and utilizing interactive and relevant digital teaching modules. The method employed was a participatory approach involving socialization, intensive workshops, and mentoring for 38 teachers. Program success was evaluated using pre-test and post-test instruments to measure improvements in hardskills and softskills. The results indicated a significant increase in competency: the percentage of teachers with a "Poor Understanding" of module components dropped sharply from 33.3% to 0%, while the "Very Good Understanding" category rose from 6.1% to 37.5%. Furthermore, 75% of teachers committed to implementing digital teaching modules regularly, demonstrating the program's success in transforming teacher capabilities and motivation.
INOVASI TEKNOLOGI DALAM PRODUKSI DAN PEMASARAN IKAN ASIN GULAMA UNTUK MENGATASI KEMISKINAN PADA POKLAHSAR "RIZKI” ACEH TAMIANG Andiny, Puti; Gustiana, Cut; Fitria, Liza; Fairus, Fairus; Junita, Afrah; AS, Agus Putra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34521

Abstract

Abstrak: Aceh Tamiang memiliki potensi perikanan yang besar, namun sebagian masyarakat, termasuk Poklahsar “Rizki” masih menghadapi kemiskinan akibat rendahnya pendapatan, manajemen produksi yang kurang higienis, keterbatasan teknologi, strategi pemasaran yang belum efektif, ketiadaan legalitas produk, serta pencatatan keuangan yang tidak terdokumentasi. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tata kelola produksi melalui inovasi teknologi, optimalisasi pemasaran digital, dan pencatatan keuangan secara otentik agar pendapatan mitra meningkat. Mitra pengabdian Poklahsar “Rizki” berjumlah 13 orang berlokasi di Kampung Sungai Kuruk III Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, workshop, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan pada saat pelaksanaan dan pasca pengabdian melalui kuesioner, lalu dianalisis dengan menghitung persentase rataan tiap jawaban, dengan kriteria keberhasilan ≥70%. Hasilnya menunjukkan peningkatan, 97% mitra puas, 86% lebih sadar pentingnya higienitas, 87% meningkat keterampilan pemasaran, 80% meningkat kualitas produk, 72% peningkatan omzet, 75% laba usaha, serta keberhasilan memperoleh NIB, PIRT, dan sertifikat halal. Program ini berhasil memperkuat kapasitas mitra dan mendukung pengentasan kemiskinan berbasis perikanan berkelanjutan.Abstract: Aceh Tamiang has great fisheries potential, but some communities, including the "Rizki" Community Group (Poklahsar), still face poverty due to low income, unhygienic production management, limited technology, ineffective marketing strategies, lack of product legality, and undocumented financial records. The purpose of this community service is to improve understanding and skills in production governance through technological innovation, digital marketing optimization, and authentic financial records to increase partner income. The "Rizki" Community Group service partners number 13 people located in Sungai Kuruk III Village, Seruway District, Aceh Tamiang Regency. The implementation method uses a participatory approach through socialization, counseling, training, workshops, and mentoring. Evaluation is carried out during and after the service implementation through questionnaires, then analyzed by calculating the average percentage of each answer, with a success criterion of >70%. The results showed improvements: 97% of partners were satisfied, 86% were more aware of the importance of hygiene, 87% improved marketing skills, 80% improved product quality, 72% increased turnover, 75% increased operating profits, and successful acquisition of NIB, PIRT, and halal certification. This program successfully strengthened partner capacity and supported sustainable fisheries-based poverty alleviation. 
WORKSHOP PENINGKATAN PENGETAHUAN MOTOR BAKAR PADA SISWA SMK Fatkhurrozak, Faqih; Sanjaya, Firman Lukman; Syarifudin, Syarifudin; Alfaqih, Adam; Wibowo, Agus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33478

Abstract

Abstrak: Motor Bakar merupakan salah satu komponen utama dunia otomotif yang memiliki peran vital dalam sistem penggerak kendaraan bermotor, baik menggunakan kendaraan bensin maupun diesel. Pemahaman mengenai motor bakar menjadi dasar penting bagi siswa SMK agar mengembangkan kompetensi teori dan juga teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri otomotif yang terus berkembang. PKM ini dilaksanakan oleh tim PKM D3 Teknik Mesin bertujuan untuk meningkatkan pemahaman secara teori dan juga praktik. Materi yang disampaikan pada PKM ini yaitu pengertian, klasifikasi, komponen utama, serta proses kerja motor bakar 4 langkah, dan juga demonstrasi menggunakan piston dan simulator injeksi. PKM ini menggunakan pendekatan secara post test, ceramah, diskusi, praktikum, post test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada 20 siswa juruan teknik bisnis dan sepeda motor dengan rerata sebanyak 47% setelah dilakukan post test dan kepuasan siswa pada pelatihan ini rerata 3. Kegiatan PKM diharapkan menjadi bekal penting bagi siswa nantinya ketika didunia kerja.Abstract: The Combustion Engine is one of the main components of the automotive world that plays a vital role in the propulsion system of motorized vehicles, whether using gasoline or diesel vehicles. Understanding combustion engines is an important foundation for vocational high school students to develop theoretical and technical competencies that are in accordance with the needs of the ever-growing automotive industry. This PKM is implemented by the PKM D3 Mechanical Engineering team aims to improve understanding in theory and practice. The material presented in this PKM is the definition, classification, main components, and working process of a 4-stroke combustion engine, as well as demonstrations using pistons and injection simulators. This PKM uses a post-test, lecture, discussion, practicum, and post-test approach. The results of the training showed a significant increase in 20 students majoring in business and motorcycle engineering, with an average of 47% after the post-test, and student satisfaction in this training averaged 3. PKM activities are expected to be important provisions for students later when they enter the world of work.
PELATIHAN PEMANFAATAN FIGMA SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF DALAM MENDUKUNG PROSES ORIENTASI MAHASISWA PRAKTIK KLINIS DI RUMAH SAKIT X Fitriya, Tyra; Werdani, Kusuma Estu; Astuti, Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36532

Abstract

Abstrak: Rumah sakit menjadi elemen penting dalam sistem pendidikan mahasiswa untuk dapat mengaplikasikan teori ke dalam praktik, peluang untuk mendapatkan ilmu yang nyata dan memperluas harapan karier di masa depan. Agar praktik klinis berjalan optimal, mahasiswa perlu dibekali orientasi lingkungan kerja rumah sakit. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ialah untuk membangun sebuah media pada kegiatan orientasi dengan memanfaatkan Figma untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi mahasiswa praktik klinis di Rumah Sakit X. Tahap kegiatan ini antara lain menyiapkan materi dan membuat kerangka konsep, menyusun serta pemilihan warna materi, proses input materi, penggunaan prototype, uji coba dan evaluasi. Rumah Sakit X yang berperan sebagai mitra utama dalam keberlangsungan kegiatan PKM ini dan mahasiswa praktik klinis sebagai peserta yang menerima materi orientasi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa penggunaan media Figma dinilai lebih praktis inovatif dan menarik. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak terkait, Figma dianggap layak untuk digunakan sebagai media baru dalam kegiatan orientasi mahasiswa praktik klinis di Rumah Sakit X dengan persentase mencapai 90%. Namun, diketahui bahwa materi yang tersedia belum sepenuhnya lengkap karena terdapat pembaruan isi materi dari materi yang ada sebelumnya. Selain itu untuk visual materi dinilai kurang eye catching, maka perlu dilakukan beberapa penyesuaian agar terlihat atraktif dan menarik.Abstract: Hospitals are an important element in the student education system to be able to apply theory into practice, opportunities to gain real knowledge directly and expand future career expectations. In order for the continuity of clinical practice to run smoothly and in accordance with the goals, students need to be given orientation to the hospital work environment. The purpose of the Community Service (PKM) activity is to build a media for orientation activities by utilizing Figma to increase the effectiveness and efficiency of clinical practice students at hospital X. This stage of activities includes preparing materials and creating a conceptual framework, compiling and selecting material colors, material input process, use of prototypes, trials and evaluations. Hospital X, which acts as the main partner in the continuity of this PKM activity, and clinical practice students as participants who receive orientation materials. The results of the activity show that the use of Figma media is considered more practical, innovative, and interesting. Based on the results of interviews with related parties, Figma is considered suitable for use as a new medium in the orientation activities of clinical practice students at Hospital X with a percentage reaching 90%. However, it is known that the available material is not completely complete because there is an update of the content of the material from the previous material. In addition, the visual material is considered less eye-catching, so it is necessary to make some adjustments to make it look attractive and attractive.
PENGEMBANGAN MODEL ASUHAN KEBIDANAN RATU CERIA DALAM PENANGANAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Maineny, Arie; Asrawaty, Asrawaty; Narmin, Narmin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37051

Abstract

Abstrak: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang harus dicegah melalui edukasi efektif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan model Asuhan Kebidanan (Askeb) RATU CERIA (Remaja Tangguh Cegah Penderita Anemia) sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman remaja putri tentang anemia. Metode yang digunakan adalah edukasi presentasi berbasis Askeb RATU CERIA yang diberikan kepada 20 remaja putri berusia 12-20 tahun di Kabupaten Sigi. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post test untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari 50% pengetahuan baik sebelum edukasi menjadi 85% setelah edukasi, membuktikan efektivitas model Askeb RATU CERIA dalam meningkatkan pengetahuan tentang anemia.Abstract: Anemia in adolescent girls is a health problem that must be prevented through effective education. This community service project aims to develop the RATU CERIA Midwifery Care (Askeb) model (Resilient Teenagers Prevent Anemia Sufferers) as a learning tool to improve adolescent girls' understanding of anemia. The method used was an educational presentation based on the RATU CERIA Askeb given to 20 adolescent girls aged 12 to 20 years in Sigi Regency. Evaluation was carried out trough pre and posttest to measure the level of knowledge before and after intervention. The results showed a significant increase from 50% of knowledge before education to 85% after education, proving the effectiveness of the RATU CERIA Askeb model in improving knowledge about anemia.
IMPLEMENTASI MEDIA VISUAL INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN K3 PEKERJA WANITA SEKTOR PERTAMBANGAN Yuniar, Dewi; Fadilah, Rijal; Rahmatulah, Ilham; Setyowati, Dina Lusiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35640

Abstract

Abstrak: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek yang sangat penting dalam industri pertambangan yang penuh risiko, terutama bagi pekerja yang setiap hari berhadapan dengan potensi kecelakaan dan paparan bahaya. Hasil observasi awal pada kelompok pekerja wanita di salah satu perusahaan tambang batubara di Kutai Kartanegara menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka masih memiliki pemahaman terbatas mengenai prosedur keselamatan dasar. Banyak yang belum terbiasa menggunakan APD dengan benar, dan hampir tidak ada media pembelajaran yang menarik serta mudah dipahami yang dapat membantu mereka belajar secara mandiri. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan mereka, khususnya media visual yang lebih komunikatif dan mudah diikuti. Melalui kegiatan pengabdian ini, tim berupaya meningkatkan pemahaman dan perilaku kerja aman pekerja wanita dengan memanfaatkan media visual interaktif. Program dirancang dalam tiga tahapan utama: penyuluhan K3 untuk membangun pemahaman dasar, workshop penggunaan APD dan identifikasi bahaya, serta pelatihan menggunakan video edukatif, infografis, dan simulasi VR/AR. Kegiatan berlangsung selama empat hari dan diikuti oleh 30 pekerja wanita berusia 24–45 tahun, melibatkan dosen K3, dosen DKV, mahasiswa KKN-T, dan mahasiswa PKL. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta kuesioner kepuasan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan, dari skor awal 54,3% menjadi 89,5% atau naik 37,8%. Peningkatan terbesar terlihat pada keterampilan penggunaan APD dan kepatuhan prosedur. Sebanyak 92% peserta juga mengakui bahwa media visual interaktif membuat materi keselamatan lebih mudah dipahami dan menarik. Secara keseluruhan, pendekatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kompetensi K3 dan mendorong budaya keselamatan yang lebih inklusif di lingkungan kerja pertambangan.Abstract: Occupational Safety and Health (OSH) is a critical component in the mining industry, where workers are continuously exposed to high risks of accidents and hazardous conditions. Initial observations conducted among a group of female workers at a coal mining company in Kutai Kartanegara revealed that many of them still had limited understanding of basic safety procedures. Several workers were unfamiliar with the correct use of personal protective equipment (PPE), and they had minimal access to engaging and easy-to-understand learning materials that could support independent learning. These findings highlight the need for an educational approach that is more responsive to their learning characteristics, particularly through visual media that is more communicative and easier to follow. Through this community engagement program, the team aimed to enhance the safety knowledge and safe-working behaviors of female workers by utilizing interactive visual media. The program was structured into three key stages: an introductory OSH session to build foundational understanding, a workshop on PPE usage and hazard identification, and training sessions that incorporated educational videos, animated infographics, and VR/AR simulations. The activities were conducted over four days and involved 30 female workers aged 24–45 years, supported by OSH lecturers, Visual Communication Design lecturers, KKN-T students, and internship students. Evaluation was carried out through pre-tests, post-tests, field observations, and satisfaction questionnaires. The results demonstrated a substantial improvement, with average scores increasing from 54.3% to 89.5%, reflecting a gain of 37.8%. The most significant improvements were noted in PPE mastery and procedural compliance. Furthermore, 92% of participants agreed that interactive visual media made safety materials easier to understand and more engaging. Overall, this approach proved effective in strengthening OSH competencies and fostering a more inclusive safety culture within the mining work environment.
PEMBERDAYAAN BUMDES BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL: STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK BEKATUL DAN MANAJEMEN USAHA DI DESA TIMORENG PANUA Tahir, Inna Mutmainna Cahyani; Herman, Bahtiar; Inayah, Astrina Nur; Ferdy, Ferdy; Rosnaidah, Rosnaidah; Fitria, Ika; AS, Erwin Irnandy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34638

Abstract

Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di BUMDes TP Mandiri yang menghadapi permasalahan dalam tata kelola kelembagaan, inovasi produk, dan strategi pemasaran. Potensi lokal berupa bekatul selama ini belum dimanfaatkan optimal, padahal memiliki peluang besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas BUMDes melalui strategi pengembangan produk bekatul dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan manajemen, workshop inovasi produk berbasis bekatul, dan pendampingan digital marketing dengan e-catalog serta media sosial. Mitra kegiatan adalah pengelola BUMDes dan pelaku UMKM lokal berjumlah 20 orang. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test, observasi keterampilan, serta monitoring peningkatan penjualan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan manajemen sebesar 75%, keterampilan pengolahan bekatul menjadi produk pangan meningkat 68%, serta keterampilan pemasaran digital naik hingga 70%. Selain itu, omzet usaha BUMDes meningkat rata-rata 25% dalam tiga bulan pendampingan. Kegiatan ini terbukti efektif memperkuat daya saing UMKM desa melalui integrasi inovasi produk dan pemasaran digital.Abstract: This community service program was implemented at BUMDes TP Mandiri, which faces challenges in institutional governance, product innovation, and marketing strategies. The local potential in the form of rice bran has not been optimally utilized, despite its significant opportunities to be processed into value-added products. The aim of this program is to strengthen BUMDes capacity through strategies for developing rice bran–based products and utilizing digital technology for marketing. The methods included socialization, management training, workshops on rice bran product innovation, and digital marketing assistance using e-catalogs and social media. The program partners consisted of 20 participants, including BUMDes managers and local MSME actors. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests, observation of skills, and monitoring of sales growth. The results showed a 75% increase in management knowledge, a 68% improvement in rice bran processing skills into food products, and a 70% increase in digital marketing skills. In addition, BUMDes business turnover increased by an average of 25% within three months of mentoring. This program has proven effective in strengthening the competitiveness of village MSMEs through the integration of product innovation and digital marketing.