cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 448 Documents
BABBEL APPLICATION TO IMPROVE STUDENTS' VOCABULARIES Muhammad Chairil Imran
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i2.12979

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi Babbel untuk meningkatkan kosa kata siswa di kelas X di SMA Negeri 1 Gowa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi-experimental. Partisipan dalam penelitian ini adalah dua kelas yang terdiri dari 80 siswa yang terbagi dalam kelompok kontrol dan eksperimen. Kedua kelompok diuji sebelum dan sesudah perlakuan, tes meliputi pre-test dan post-test yang terdiri atas 50 item soal sebagai alat ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata post-test kedua kelompok, nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 60.25, sedangkan nilai rata-rata kelompok eksperimen sebesar 80.35. Selanjutnya pada uji t, nilai signifikansi kelompok eksperimen melebihi kelompok kontrol, nilai signifikansi kelompok eksperimen sebesar .000, sedangkan nilai signifikansi kelompok kontrol sebesar 1.75. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Babbel efektif meningkatkan kosakata siswa kelas X di SMA Negeri 1 Gowa bila dibandingkan dengan metode konvensional.   Abstract:  This research aims to examine the effectiveness of the Babbel application to improve the students vocabularies of class X at SMA Negeri 1 Gowa. This study used a quasi-experimental research method. Participants in this study were two classes consisting of 80 students divided into control and experimental groups. Both groups were tested before and after treatment, the tests included a pre-test and post-test which consisted of 50 items as a measuring tool. The results showed that there was a significant difference between the post-test average scores of the two groups, the control group's average score was 60.25, while the experimental group's average score was 80.35. Furthermore, in the t test, the significance value of the experimental group exceeded the control group, the experimental group's significance value was .000, while the control group's significance value was 1.75. Based on the research results, it is concluded that the use of the Babbel application is effective in increasing the students vocabularies of class X at SMA Negeri 1 Gowa compares to conventional methods.
ANALISIS POTENSIAL DROP OUT MAHASISWA DENGAN K-MEANS++ CLUSTERING DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS IAIN KEDIRI Ummiy Fauziyah Laili; Choiru Umatin; M. Ubaidillah Ridwanulloh
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i2.14077

Abstract

Abstrak: Penelitian ini  bertujuan untuk menganalisi potensi dropout mahasiswa  dengan menggunakan metode analisis clustering data mining dengan algoritma Kmeans++, dengan pengukuran tingkat keakuratan clustering menggunakan silhouette coefficient dan purity. Penelitian ini didekati dengan metode penelitian kuantitatif dengan metode analisis data Teknik clustering dengan Langkah-langkah pada algoritma K-Means++. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data akademis mahasiswa IAIN Kediri tahun akademik 2016/2017 – 2019/2020, atribut yang digunakan sebagai data adalah yaitu nilai Index Prestasi komulatif Mahasiswa (IPK), total satuan kredit semester (SKS), dan Semester yang sudah ditempuh mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan hasil 3 percobaan yakni membentuk 3,4 dan 5 cluster diperoleh hasil bahwa Fakultas yang memiliki potensi Drop Out tertinggi adalah Fakultas Tarbiyah, kedua Fakultas Ushuludin dan Filsafat, ketiga Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan terakhir Fakultas Syari’ah. Permasalahan Drop Out di IAIN Kediri terus dijadikan evaluasi karena memberikan dampak yang besar bagi pihak mahasiswa, keluarga dan juga institusi. Hal ini disebabkan minat belajar yang rendah, kurang adaptasi secara akademik dan social dan mhasiswa merasakan kesulitas memahami bidang ilmu baru disemester awal.Abstract: The purpose of this study is to classify and explain students who have the potential to drop out using the K-Means ++ algorithm and find out the evaluation of grouping students who have the potential to drop out using the silhouette coefficient and purity methods. The research method used is a quantitative approach. The technique used is the clustering technique with steps on the K-Means++ algorithm. Samples of data taken from the 2016/2017 – 2019/2020 class, namely the value of Student Achievement Index (GPA), total semester credit units (SKS), and Semester took. The results showed that the results of 3 trials, namely forming 3,4 and 5 clusters, showed that the faculties with the highest dropout potential were the Tarbiyah Faculty, the two Ushuludin and Philosophy Faculties, the three Islamic Economics and Business Faculties, and lastly the Syari'ah Faculty. The Drop Out problem at IAIN Kediri continues to be used as an evaluation because it has a big impact on students, families, and also institutions. This is due to low interest in learning, lack of adaptation academically and socially and students finding it difficult to understand new fields of knowledge in the early semester.
STUDI PUSTAKA TENTANG PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SEBAGAI BAGIAN DARI PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Windi Setiawan; Ahmad Hatip; Soesiana Tri Eka S; Ahmad Gozali; Anisah Anggraini
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i2.14236

Abstract

Abstrak: Pembelajaran  yang  hanya berkutat di bangku sekolah seakan membosankan dari hari ke hari. Akibatnya siswa tidak memiliki kesempatan untuk belajar di luar kelas. Alhasil pembentukan karakter siswa tidak dapat terjadi. Padahal, banyak hal yang diperoleh selain ilmu pengetahuan ketika belajar di luar kelas seperti karakter ulet, pantang menyerah, kerja keras, dan lain sebagainya. Seakan menjawab permasaahan yang ada, Kemendikbud menetapkan proyek penguatan profil pelajar pancasila. Penguatan profil pelajar pancasila memberikan kebebasan bagi siswa untuk belajar di luar kelas sebagai bagian pembetukan karakter peserta didik. Profil pelajar pancasila memiliki enam karakter, yaitu 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2) Mandiri; 3) Bergotong-royong; 4) Berkebinekaan global; 5) Bernalar kritis; 6) Kreatif. Namun, penerapan kurikulum merdeka di sekolah masih lemah. Sehingga ini menjadikan guru memiliki pekerjaan rumah tersendiri untuk memikirkan langkah apa saja yang dapat dilakukan agar siswa memiliki karakter tersebut. Menjawab permasalahan guru, peneliti akan mengkaji beberapa model pembelajaran sebagai bagian dari penguatan profil pelajar pancasila. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka yang bertujuan untuk mengkaji teori tentang apa saja yang dapat dilakukan para pendidik guna mewujudkan siswa berkarakter profil pelajar pancasila dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara menghimpun teori pada buku, artikel ilmiah yang yang dimuat pada jurnal. Analisis data yang dipilih adalah analisis isi. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan beberapa model pembelajaran yang dapat diterapkan guru sebagai bagian dari penguatan proyek pelajar pancasila.Abstract:  Learning that only dwells on the school bench seems boring from day to day. As a result students do not have the opportunity to learn outside the classroom. As a result, the formation of student character cannot occur. In fact, many things are obtained besides knowledge when learning outside the classroom such as tenacious character, never giving up, hard work, and so on. As if to answer the existing problems, the Ministry of Education and Culture established a project to strengthen the profile of Pancasila students. Strengthening the profile of Pancasila students provides freedom for students to study outside the classroom as part of developing students' character. The profile of Pancasila students has six characters, namely 1) Faithful, devoted to God Almighty and noble; 2) Independent; 3) Collaborate; 4) Global diversity; 5) Critical reasoning; 6) Creative. However, the implementation of the independent curriculum in schools is still weak. So this makes the teacher have his own homework to think about what steps can be taken so that students have these characters. Answering teacher problems, researchers will examine several learning models as part of strengthening the profile of Pancasila students. This type of research is literature study research which aims to examine theories about what educators can do to create students with the character of Pancasila student profiles by using appropriate learning models. The data collection technique is by collecting theories from books, scientific articles published in journals. The selected data analysis is content analysis. The results of this study are that there are several learning models that can be applied by teachers as part of strengthening Pancasila student projects.
BOARDING SCHOOL DEVELOPMENT SYSTEM ON STUDENT CHARACTER AT RAHMATAN LIL ALAMIN VOCATIONAL SCHOOL IN ALAS WEST DISTRICT, SUMBAWA DISTRICT Muhammad Amin; Zainuddin Zainuddin; Husni Husni
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i2.13477

Abstract

Abstrak: Penelitian mengenai sistem Boarding School untuk pengembangan karakter siswa di SMK Rahmatan Lil’Alamin. Dengan menggunakan metode ini, guru dan murid / siswa bertempat tinggal bersama-sama selama 24 Jam, dengan tujuan untuk mengembangkan karakter siswa selama berada dalam satu tempat bersam guru. Menggunakan sistem Boarding ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaanya serta unuk mengetahui perubahan prilaku peserta didik dengan menggunakan sistem Boarding School. Metode yang gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitaif, adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara atau Interview serta Dokumentasi. Untuk memperoleh dari hasil wawancara diperlukan analisis data secara kualitatif terdiri dari yakni Reduksi Data, Penyajian Data serta Verifikasi atau kesimpulan. Adapun subyek penelitiannya adalah siswa SMK Rahmatan Lil’Alamin Alas Barat Kabupaten Sumbawa semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Pengembnagan karakter siswa terlihat setelah dilakukanuya sistem Boarding ini dengan adanya rasa tanggung jawab siswa terhadap tugas yang diberikan oleh guru, rasa saling membantu, saling menghargai dan terlebih adanya kebersamaan dalam setiap kegiatan seperti sholat berjamaah tepat waktu, sholat dhuha sebelum melakukan rutinitas serta adanya rasa nasionalismeAbstract:  Research on the Boarding School system for developing student character at Rahmatan Lil'Alamin Vocational School. By using this method, teachers and students live together for 24 hours, with the aim of developing student character while in the same place with the teacher. Using this Boarding system to find out how it is implemented and to find out changes in student behavior using the Boarding School system. The method used in this study is a qualitative method, while the data collection technique used is observation, interview or interview and documentation. To obtain the results of the interviews, it is necessary to analyze the data qualitatively, consisting of data reduction, data presentation and verification or conclusions. The research subjects were students of SMK Rahmatan Lil'Alamin Alas Barat, Sumbawa Regency, odd semester of the 2022/2023 academic year. The development of student character can be seen after carrying out this boarding system with a sense of student responsibility for the tasks given by the teacher, a sense of mutual assistance, mutual respect and especially the presence of togetherness in every activity such as congregational prayers on time, dhuha prayers before carrying out routines and a sense of nationalism
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KARAWITAN: DAPATKAH MENINGKATKAN SIKAP CINTA BUDAYA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Endang Sri Maruti; Muti Atul Maskurin; Gianita Sella Wisuda; Novita Erliana Sari; Endah Sari
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i2.14084

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap cinta budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler Karawitan pada siswa SDN 01 Manisrejo Kota Madiun.  Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengikuti keguatan ekstrakurikuler Karawitan yang berjumlahkan 24 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan tes. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan, kegiatan ekstrakurikuler Karawitan dapat meningkatkan sikap cinta budaya siswa. Pada siklus satu hanya ada 19 siswa atau 79,2% yang dapat mencapai indikator sikap cinta budaya. Sedangkan pada siklus dua diperoleh peningkatan yaitu siswa yang dapat mencapai indikator sikap cinta budaya sebanyak 24 siswa atau 100%.. Selain itu, keaktifan dan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus I, 75% dari jumlah siswa sudah mulai aktif dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 87,5% dari jumlah siswa sudah aktif saat proses pembelajaran. Sedangkan untuk presentase hasil belajar pada siklus I sudah ada 75% dari jumlah siswa yang telah mencapai indikator dan pada siklus II sudah 91,7% dari jumlah siswa telah mencapai indikator hasil belajar yang diharapkan.Abstract:  This study aims to improve the attitude of cultural love with Karawitan extracurricular activities to students of SDN 01 Manisrejo, Madiun City. This study is a Classroom Action Research (CAR). The subjects of this study were all students who followed Karawitan's extracurricular strength which amounted to 24 students. Data collection techniques used were observation, questionnaires, and tests. The data analysis technique was carried out in a qualitative descriptive manner. The results show that Karawitan extracurricular activities can enhance students' cultural love attitude. In the first cycle there were only 19 students or 79.2% who could achieve indicators of cultural love attitude. Whereas in the second cycle there was an increase in the number of students who could reach 24 indicators of cultural love attitudes or 100%. In addition, student activity and learning outcomes also increased. In the first cycle, 75% of the number of students had begun to be active and in the second cycle had increased to 87.5% of the number of students already active during the learning process. While for the percentage of learning outcomes in the first cycle there are 75% of the number of students who have reached the indicator and in the second cycle 91.7% of the total students have achieved the expected learning outcomes indicators.
BEBAN KOGNITIF: EXTRANEOUS COGNITIVE LOAD (ECL) SISWA YANG DIPENGARUHI OLEH E-LEARNING BERBASIS GOOGLE CLASSROOM Enos Lolang; Fadheela Salsabyla; Aris Suhud; Unan Yusmaniar Oktiawati; Almira Ulimaz
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i2.14161

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membahas pengaruh E-learning berbasis Google Classroom terhadap beban kognitif yang diterima siswa yaitu Extraneous Cognitive Load (ECL) siswa SMAN 1 Kampar dalam bentuk penelitian kuantitatif. Intrumen penelitian ini menggunakan kuisioner dan wawancara. Kuisioner disebarkan kepada 71 siswa SMAN 1 Kampar dan 1 orang guru mata pelajaran biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel penggunaan media pembelajaran E-learning berbasis Google Classroom pada siswa SMAN 1 Kampar yaitu sebesar 76,73 yang masuk dalam kategori baik. Variabel Variabel Extraneous Cognitive Load (ECL) pada siswa SMAN 1 Kampar Tahun Ajaran 2020/2021 yaitu sebesar 37,99% yang masuk dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan ditemukan bahwa nilai signifikan sig. (2-tailed) antara Penggunaan Media Pembelajaran E-learning Berbasis Google Classroom (X) terhadap Extraneous Cognitive Load (ECL) Siswa (Y) adalah sebesar 0,25 > 0,05. Selanjutnya perbandingan diketahui nilai rhitung adalah sebesar -0,138 < rtabel 0,235. Karena rhitung atau pearson correlations dalam analisis ini bernilai negatif maka itu artinya hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat berbanding terbalik atau berlawanan, artinya semakin besar nilai penggunaan media pembelajaran E-learning berbasis Google Classroom maka semakin rendah nilai Extraneous Cognitive Load (ECL) Siswa Kelas XI MIPA SMAN 1 Kampar Tahun Ajaran 2020/2021. Efektifitas Google Classroom dalam kegiatan belajar jarak jauh dapat mengurangi beban siswa dalam memahami materi pelajaran Biologi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkatnya penggunaan Google Classroom sebagai media pembelajaran jarak jauh dapat mengurangi beban Extraneous Cognitive Load.Abstract:  This research aims to determine the use of Google Classroom-based E-learning learning media on Extraneous Cognitive Load (ECL) students of class XI MIPA SMAN 1 Kampar for the academic year 2020/2021 in the form of quantitative research. The instrument of this research used questionnaires and interviews. Questionnaires were distributed to 71 students of class XI MIPA SMAN 1 Kampar and 1 teacher of biology. The results showed that the variable of using Google Classroom-based E-learning learning media in class XI MIPA SMAN 1 Kampar for the 2020/2021 academic year was 76.73 which was in the good category. Extraneous Cognitive Load (ECL) variable in class XI MIPA SMAN 1 Kampar Academic Year 2020/2021 concluded that the Extraneous Cognitive Load (ECL) variable in class XI MIPA SMAN 1 Kampar Academic Year 2020/2021 was 37.99% who entered in the low category. Based on the results of the calculations that have been carried out it was found that the significant value of sig. (2-tailed) between the use of Google Classroom-Based E-learning Learning Media (X) and Students' Extraneous Cognitive Load (ECL) (Y) is 0.25 > 0.05. Furthermore, the comparison is known that the value of rcount is -0.138 < rtable 0.235. Because the rcount or pearson correlations in this analysis are negative, it means that the relationship between the two variables is inversely or oppositely proportional, meaning that the greater the value of using Google Classroom-Based E-learning Learning Media, the lower the Extraneous Cognitive Load (ECL) value for Class XI students. MIPA SMAN 1 Kampar Academic Year 2020/2021. Effectiveness of Google Classroom in distance learning activities can reduce the burden on students in understanding Biology subject matter. This shows that the increasing use of Google Classroom as a distance learning medium can reduce the Extraneous Cognitive Load.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS LITERASI SAINS MENGGUNAKAN QUIZIZZ UNTUK MENGUKUR HOTS PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA SMP Siti I&#039;anatul I&#039;anatul Azizah; Sri Wahyuni; Aris Singgih Budiarso
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i2.13971

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, efektivitas dan kepraktisan dari pengembangkan intrumen penilaian berbasis literasi sains berbantuan quizizz untuk mengukur HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada pembelajaran IPA siswa SMP/MTs. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang memiliki lima tahapan yakni analisis, desain, devolep, iimplementasi, serta evaluaste. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMPN 14 Jember sebanyak 116 siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yakni validitas, reliabilitas, taraf kesukaran soal, kepraktisan, analisis respon siswa dan analisis kemampuan HOTS siswa. Analisis validitas teoritis dilaksanakan oleh ahli pembelajaran IPA dengan menggunakan lembar validasi. Validitas empiris dihitung menggunakan metode Korelasi Produk Momen Pearson pada software SPSS 20. Instrumen penilaian berisikan 20 butir soal. Hasil validitas teoritis memperoleh nilai 88,25% dengan kriteria sangat valid. Hasil validitas empiris memperoleh 20 butir soal berkriteria valid. Hasil reliabilitas soal sebesar 0,636 dengan kategori reliable. Proprosi taraf kesukaran soal menunjukkan 18 item soal kategori sedang dan 2 item soal kategori sulit/sukar. Hasil nilai kepraktisan yaitu sebesar 90,0% dengan kriteria sangat praktis. Efektivitas produk ini kategori efektif dimana bisa kita lihat dari analisis respon peserta siswa sebanyak 79,02 yang berarti peserta didik memberikan respon positif dalam penggunaan quizizz saat penerapan instrumen penilaian berbasis literasi sains. Hasil penelitian ini memperlihatkan peserta didik mempunyai rerata kemampuan HOTS pada kategori cukup baik.Abstract: This study aims to determine the validity, effectiveness and practicality of developing a quizizz-assisted scientific literacy-based assessment instrument to measure HOTS (Higher Order Thinking Skills) in science learning for SMP/MTs students. This type of research is development research with the ADDIE model which has five stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects in this study were 116 students in class VIII SMPN 14 Jember. Data collection techniques carried out by researchers were validity, reliability, level of difficulty of the questions, practicality, analysis of student responses and analysis of students' HOTS abilities. Theoretical validity analysis was carried out by science learning experts using validation sheets. Empirical validity was calculated using the Pearson Moment Product Correlation method in SPSS 20 software. The assessment instrument contained 20 items. The results of theoretical validity obtained a value of 88.25% with very valid criteria. The results of empirical validity obtained 20 items with valid criteria. The results of the reliability of the questions were 0.636 with the reliable category. The proportion of item difficulty level shows 18 items in the moderate category and 2 items in the difficult/difficult category. The practicality value is 90.0% with very practical criteria. The effectiveness of this product is in the effective category, which we can see from the analysis of the responses of 79.02 student participants, which means that students gave a positive response in using quizizz when applying scientific literacy-based assessment instruments. The results of this study show that students have an average HOTS ability in the pretty good category.
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS SPASIAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Moch. Rio Pambudi; Masruroh Masruroh
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i2.14130

Abstract

Abstrak: Hasil belajar siswa menunjukkan sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang meliputi pengetahuan, psikomotorik, dan sikap. Model pembelajaran berbasis negara (PBS) dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar. Model PBS mengkaji permasalahan fenomena geosfer pada studi geografi..Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBS terhadap hasil belajar siswa. Pada penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen. Data primer berupa  hasil belajar diperoleh melalui pembelajaran di kelas XI IPS A dan XI IPS B di MA Miftahul Huda Ngreco Kandat. Instrumen yang digunakan yaitu soal essay sebanyak 4 butir soal digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa dengan menggunakan indikator diantaranya, 1) mamahami, 2) menerapkan, 3) menganalisis, dan 4) mengevaluasi. Data dianalisis menggunakan uji-t pada SPSS 23 for Windows. Tingkat signifikansi untuk pengambilan keputusan pengujian hipotesis adalah 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan. Terdapat perbedaan antara kelas eksperimen yang menggunakan model PBS dengan kelas kontrol yang menggunakan model konvensional. Hasil uji hipotesis didasarkan pada taraf signifikansi 0,000 < 0,05.Abstract:  Student learning outcomes are very important to note in the world of education. Student learning outcomes show how far students have achieved learning objectives and the extent to which they have mastered the expected skills, knowledge, and attitudes. Spatial-based learning model (PBS) can be used to improve learning outcomes. The PBS model examines the problems of phenomena that occur in nature and culture on earth including geographical studies. In this study using a quasi-experimental method. Primary data in the form of learning outcomes were obtained through learning in class XI IPS A and XI IPS B at MA Miftahul Huda Ngreco Kandat. The instrument used is essay questions as many as 4 items used to measure student learning outcomes using indicators including, 1) understanding, 2) applying, 3) analyzing, and 4) evaluating. Data were analyzed using the t-test on SPSS 23 for Windows. The significance level for hypothesis testing decision making is 0.05. The results of this study indicate that there is a difference. There is a difference between the experimental class using the PBS model and the control class using the conventional model. The results of hypothesis testing are based on a significance level of 0.000 <0.05.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PERANANNYA MEMBANGUN KESADARAN HAK DAN KEWAJIBAN BERNEGARA BAGI MAHASISWA DI UNIVERSITAS MADURA Syaiful Anam; Mohammad Rudiyanto; Anisa Fajriana Oktasari; Imadoeddin Imadoeddin
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i2.12939

Abstract

Abstrak: Fenomena zaman modern di saat ini yang sering kita jumpai anak-anak yang  kurang hormat terhadap orangtuanya, sikap anti sosial yang dapat terlihat dari kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di masyarakat. Dalam pandangan bernegara, sebuah bangsa harus mengenal jati dirinya agar menjadi bangsa yang unggul. Sehingga perlu adanya perangkat nilai dan aturan yang kuat agar tidak terjadi krisis budaya dan disintegrasi bangsa di Indonesia. pendidikan di Indonesia harus menanamkan jiwa dan kepribadian bangsa yang bersumber dari akar budaya negara dan jelas berlandaskan Pancasila sebagai cita-cita bangsa, falsafah dan nilai-nilai luhur bangsa. Melalui kesadaran sosial diharapkan dapat menjadi solusi dalam membina warga yang memiliki kepedulian sosial. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh gambaran secara factual dan actual dari nilai-nilai wawasan kewarganegaraan atau kebangsaan yang berlandaskan Pancasila bagi mahasiswa dalam meningkatkan nasionalisme. Juga secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengkaji, mengeksplorasi, dan memperoleh gambaran tentang perilaku dan kepribadian mahasiswa dalam internalisasi nilai-nilai wawasan Pancasila dalam lngkungan kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian deskriptif dengan bentuk penelitian atau metode survei. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai pelaksanaan Pendidikan Kewarganegaraan memperoleh pengetahuan dalam membentuk kesadaran bernegara dapat disimpulkan bahwa: sejalan dengan materi  Kewarganegaraan sesuai dengan harapan dari pembelajaran tersebut maka pembelajaran Kewarganegaraan  dapat membentuk penilaian benar dan salah pada Mahasiswa Kewarganegaraan dengan  mengamati. Secara spesifik dapat disimpulkan bahwa peran pendidikan kewarganegaraan pada mahasiswa: 1. Mahasiswa telah mampu memahami dan berpartisipasi dalam organisasi sosial, dan lingkungan. 2. Mahasiswa mampu memahami serta melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara sesuai dengan peraturan dan norna nilai. 3. Mahasiswa mampu berpikir, bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sehingga timbul rasa nasionalisme.Abstract: The phenomenon of modern times today is that we often encounter children who lack respect for their parents, anti-social attitudes that can be seen from everyday life both at school and in society. In the view of the state, a nation must know its identity in order to become a superior nation. So it is necessary to have a strong set of values and rules so that there is no cultural crisis and national disintegration in Indonesia. Education in Indonesia must instill the spirit and personality of the nation which originates from the country's cultural roots and is clearly based on Pancasila as the nation's ideals, philosophy and noble values. Through social awareness it is hoped that it can be a solution in fostering citizens who have social concerns. The purpose of this research is to find out and obtain a factual and actual discribe of the values of citizenship or nationalism based on Pancasila for students in increasing nationalism. Also specifically this research aims to identify, examine, explore, and obtain an overview of the behavior and personality of students in internalizing the values of Pancasila insight in the environment of social life, nation and state. This research uses descriptive research techniques in the form of research or survey methods. Based on the results of studies that have been conducted by researchers regarding the implementation of Citizenship Education to gain knowledge in forming awareness of the state, it can be concluded that: in line with Citizenship material in accordance with the expectations of the learning, Citizenship learning can form right and wrong judgments on Citizenship Students by observing. Specifically, it can be concluded that the role of citizenship education in students: 1. Students have been able to understand and participate in social and environmental organizations. 2. Students are able to understand and carry out their rights and obligations as citizens in accordance with the rules and norms of values. 3. Students are able to think, behave and do the best for the nation and state so that a sense of nationalism.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PADA MASA PANDEMI COVID-19 Muchamad Arif Al Ardha; Dessy Putri Wahyuningtyas; Fahimul Amri; Noor Fazariah Handayani; Heliza Rahmania Hatta
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i2.14205

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar pada pola dan metode pendidikan. Kometensi professional guru menjadi hal yang penting dalam beradaptasi dengan pembelajaran daring dan perubahan yang mengikutinya. Kepala Sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi professional guru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya-upaya yang dilakukan kepala SMP   Muhammadiyah 1 Surakarta dalam meningkatkan kompetensi professional guru pada masa pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kepala seksudah bagusolah dan guru sebagai informan penelitian. Data-data yang terkumpul di validasi menggunakan triangulasi data dan dianalisis menggunakan Teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan upaya kepala sekolah antara lain mengadakan Kelompok Kerja Guru (KKG) intern, Studi banding, Melakukan mengawasan pembelajaran, Kunjungan guru, Seminar dan workshop serta memberikan motivasi kepada guru. Sedangkan hal yang menghambat kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru antara lain : Kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, kurangnya kesadaran dari guru untuk meningkatkan atau mengembangkan potensinya, dan beberapa guru senior kurang mampu dalam mengoperasikan komputer atau perangkat pembelajaran online.Abstract:  The Covid-19 pandemic has had a major impact on educational patterns and methods. Teacher professional competence is important in adapting to online learning and the changes that follow. The principal has an important role in improving the teacher's professional competence. This study aims to look at the efforts made by the principal of SMP Muhammadiyah 1 Surakarta in increasing the professional competence of teachers during the Covid-19 pandemic. This study used a descriptive qualitative approach with the principal and teachers as research informants. The collected data were validated using data triangulation and analyzed using interactive data analysis techniques. The results of the research show that the principal's efforts include holding internal Teacher Working Groups (KKG), Comparative Studies, Supervising learning, visiting teachers, Seminars and workshops and providing motivation to teachers. Whereas things that hinder school principals in increasing teacher competence include: Lack of adequate facilities and infrastructure, lack of awareness from teachers to increase or develop their potential, and some senior teachers are less able to operate computers or online learning devices.