cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
historis.ummat@gmail.com
Editorial Address
http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
ISSN : 26224763     EISSN : 26141167     DOI : https://doi.org/10.31764/historis
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
MEANINGFUL LEARNING COURSE SIRAH NABAWIYAH (DOWNSTREAM OF ONLINE LEARNING) Ayu Faiza Algifahmy
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3405

Abstract

Abstrak: Jenis penelitian  ini adalah field research dengan teknik pengumpulan data berupa observasi hasil dan pengumpulan dokumen dan sebagainya. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa mata kuliah Sirah Nabawiyah, jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan komunikasi UIN Walisongo Semarang. Fokus utama dari penelitian ini sebagai hilirasasi dari hasil pembelajaran mata kuliah Sirah Nabawiyah, akibat dari pembelajaran daring yang ada karena pandemi covid-19. Hasil penelitian  ini dengan adanya meaningful learning atau pembelajaran bermakna yang dilakukan dengan kegiatan ceramah di media sosial, mahasiswa dapat menyampaikan segala sesuatu yang merupakan ajaran  nabi yang berkesesuaian dengan keadaan covid-19 saat ini. Dimana sebagai calon dai, mahasiswa dapat mengedukasi masyarakat secara lebih luas yang bertujuan memperkenalkan tentang sunnah nabi dalam menghadapi pandemi covid 19 dengan platform instagram. Pembelajaran daring masih terbatas kepada pembelajaran dengan pendekatan audio visual, oleh karena itu dengan adanya hilirisasi ke arah kinestetik, diharapkan mahasiswa mampu memahami akan materi-materi yang disampaikan pada mata kuliah sirah nabawiyah, dan menjadikan pembelajarab lebih bermakna (meaningful learning).Abstract: This type of research is field research with data collection techniques in the form of observation of results and collection of documents. This research was conducted on students of the Sirah Nabawiyah subject, majoring in Islamic Community Development, Faculty of Da'wah, and communication, UIN Walisongo Semarang. This research's primary focus is downstream of the Sirah Nabawiyah course's learning outcomes, a result of online learning that exists due to the Covid-19 pandemic. The results of this study, with the existence of meaningful learning, carried out by lecturing on social media, students can convey everything that is the prophet's teachings that are appropriate with the current state of Covid 19. Whereas dai candidates, students can educate the public more broadly to introduce the prophet's sunnah in the face of the Covid-19 pandemic with the Instagram platform.
KAMPUNG ADAT WOLOTOPO SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA KABUPATEN ENDE FLORES Jose Kusi; Dentiana Rero
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3438

Abstract

Abstrak: Masyarakat  Kabupaten  Ende  hidup  bersama  di kampung-kampung (Nua). Orang–orang yang  hidup  bersama  dalam  kampung itu secara umum berasal dari nenek moyang atau leluhur yang sama. Mereka hidup dan berbuat sesuai dengan adat isitadat warisan nenek moyang yang masih kental hingga kini. Sebagaimana perkampungan adat lainnya,Wolotopo merupakan salah satu kampung adat yang kaya dengan nuansa budayanya dan tersimpan berbagai seni budaya daerah sebagai potensi yang mesti dipertahankan keberadaannya bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat adat Wolotopo adalah bagian dari kelompok manusia yang mampu menghasilkan karyanya, yang mencerminkan nilai-nilai dan pandangan hidup yang dianutnya.  Berbagai  hasil  karya  masyarakat adat Wolotopo yang terungkap dan diwujudkan secara nyata menjadi ciri khusus  bahwa Wolotopo merupakan kampung tradisional dan tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat adat yang bersifat komunal.Abstract: The people of Ende Regency live together in the villages (Nua). The people who live together in the village generally come from the same ancestors or ancestors. They live and do according to the customs of the heritage of ancestors still strong today. Like other traditional villages, Wolotopo is one of indigenous villages rich with cultural nuances and stored various regional cultural arts as a potential that must be maintained for present and future generations. This proves that the Wolotopo indigenous people are part of a group of people who are able to produce his work, which reflects the values and views of life that attentive. Various product creation community tradition Wolotopo indigenous peoples work is revealed and manifested to be a distinctive feature that Wolotopo is a traditional village and not inseparable from the communal life of communal peoples.
SENI MENGELOLA DATA: PENERAPAN TRIANGULASI TEKNIK, SUMBER DAN WAKTU PADA PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL Andarusni Alfansyur; Mariyani Mariyani
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3432

Abstract

Abstrak: Karya tulis ini berjudul Seni Mengelola Data: Penerapan Triangulasi Teknik, Sumber dan Waktu pada Penelitian Pendidikan Sosial.karya tulis ini dilator belakangi tentang banyaknya pertanyaan yang muncul tentang bagaimana menghilangkan keraguan dalam mengelola data pada penelitian pendidikan sosial dengan pendekatan kualitatif. Dalam penulisan karya tulis ini metode yang digunakan adalah metode library research. Kemudian hasil yang diperoleh bahwa dalam mengelola data penelitian pendidikan sosial haruslah menerapkan salah satunya triangulasi waktu, teknik dan sumber agar penelitian yang diinginkan dapat diterima kebenarannya.Abstract:  This paper is entitled The Art Of Analisys Data: The Application of Technical Triangulation, Resources and Time in Social Education Research. This paper is based on the many questions that arise about how to remove doubts in managing data in social education research with a qualitative approach. In writing this paper, the method used is the library research method. Then the results obtained are that in managing social education research data one must apply, one of which is the triangulation of time, techniques and sources so that the desired research can be accepted as true.
PLAKAT PANJANG HINGGA PERANG KAMANG: GERAKAN RAKYAT MINANGKABAU MENENTANG PAJAK KOLONIAL BELANDA Uun Lionar; Agus Mulyana; Leli Yulifar
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3409

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan mengenai keadaan Minangkabau pasca Perang Paderi dan respon rakyat Minangkabau mengenai praktik perjanjian Plakat Panjang, hingga munculnya gerakan menentang pajak yang diberlakukan oleh pemerintah kolonial pada awal abad ke-20. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) yang terdiri dari 7 (tujuh) tahapan kegiatan, yakni: (1) memilih ide atau topik penelitian; (2) mencari informasi pendukung; (3) memfokuskan topik bahasan dan mengorganisasikan bahan bacaan; (4) mencari dan menemukan bahan-bahan pustaka; (5) mengorganisasikan bahan pustaka; (6) melakukan kajian terhadap bahan pustaka; dan (7) mereorganisasikan catatan pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjanjian Plakat Panjang yang diberlakukan pada tahun 1833 merupakan strategi Belanda untuk menaklukkan rakyat Minangkabau. Selama rentang waktu paroh kedua abad ke-19 hingga awal abad ke-20 Belanda telah banyak merubah tatanan sosial masyarakat Minangkabau. Pemberlakukan pajak (Belasting) oleh Belanda pada awal abad ke-20 merupakan bentuk pelanggaran atas perjanjian Plakat Panjang. Merespon hal ini rakyat Minangkabau melakukan perlawanan. Daerah Kamang menjadi basis perlawanan menentang pajak tersebut, perlawanan ini dipimpin oleh tokoh agama dan adat salah satunya adalah Haji Abdul Manan.Abstract:  This study aims to explore and describe the state of Minangkabau after the Padri War and the response of the Minangkabau people regarding the practice of the Plakat Panjang agreement, until the emergence of the movement against taxes imposed by the colonial government in the early 20th century. This research uses library research method which consists of 7 (seven) stages of activity, namely: (1) choosing an idea or research topic; (2) seeking supporting information; (3) focusing on topics and organizing reading material; (4) searching and finding library materials; (5) organizing library materials; (6) conducting a study of library materials; and (7) reorganizing bibliography. The results of this study indicate that the Plakat Panjang agreement which was enacted in 1833 was a Dutch strategy to conquer the Minangkabau people. During the span of the second half of the 19th century to the beginning of the 20th century, the Dutch have changed the social order of the Minangkabau community. The imposition of taxes (Belasting) by the Dutch in the early 20th century was a violation of the Plakat Panjang agreement. Responding to this, the Minangkabau people fought back. The Kamang area became the basis of resistance against the tax, this resistance was led by religious and traditional leaders, one of which was Haji Abdul Manan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) PADA SISWA KELAS XI SMK Nurkawi Nurkawi
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3531

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian ini mengambil lokasi di SMK Negeri 1 Batukliang pada kelas XI yang berjumlah 24 siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah model spiral dari Kemmis dan Taggart. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas  XI SMK Negeri 1 Batukliang. Peningkatan tersebut terlihat dari peningkatan proses dan hasil. Peningkatan proses keterampilan berbicara terjadi pada saat berdiskusi berpasangan atau pair dan share dimana siswa mendapatkan ruang yang lebih guna mengasah keterampilan berbicara yang dimiliki. Siswa juga lebih berani dalam menyampaikan gagasan, ide, dan perasaan karena didukung dengan waktu khusus dalam berpikir yaitu think time. Peningkatan selanjutnya adalah peningkatan nilai rata-rata kelas serta ketuntasan yang diraih siswa. Pada pratindakan, persentase ketuntasan siswa adalah 12,5% dengan nilai rata-rata 5,49. Setelah dilakukan tindakan siklus I, persentase ketuntasan mecapai 52,63% dengan nilai rata-rata 7,11. Pada siklus II persentase ketuntasan juga meningkat menjadi 84,21% dengan nilai rata-rata 8,06. Dengan demikian, hasil keterampilan berbicara meningkat dengan penggunaan model TPS.Abstract: This research is a type of Class Action Research (PTK) or Classroom Action Research. This study was conducted at State Vocational High School 1 Batukliang in grade XI with 24 students. The research design used in this class action research is a spiral model of Kemmis and Taggart. Data collection method in this research using observation and test. Data analysis is done with descriptive statistical analysis and qualitative analysis. The results showed that the use of the Think Pair Share (TPS) learning model can improve the speaking skills of students in grade XI of State Vocational High School 1 Batukliang. The improvement is seen from the improvement of processes and results. The improvement of the speaking skills process occurs when discussing pairs or pairs and shares where students get more space to hone their speaking skills. Students are also more courageous in conveying ideas, ideas, and feelings because it is supported by a special time in thinking that thinks time. The next improvement is the increase in the average grade and the achievements achieved by students. In pre-action, the percentage of student completion is 12.5% with an average score of 5.49. After the first cycle action, the percentage of completion reached 52.63% with an average value of 7.11. In the second cycle, the percentage of completion also increased to 84.21% with an average value of 8.06. Thus, the results of speaking skills increased with the use of the TPS model.
KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT STRATA BAWAH PADA SUKU ENDE Dentiana Rero; Josef Kusi
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.1959

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang diangkat dalam  penelitian ini adalah apa yang mendasari adanya klasifikasi identitas  sosial masyarakat strata bawah pada suku Ende Kabupaten Ende dan bagaimana kehidupan sosial masyrakat strata bawah pada suku Ende Kabupaten Ende. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar adanya klasifikasi identitas sosial masyarakat strata bawah pada suku Ende Kabupaten Ende dan juga mengetahui kehidupan sosial masyarakat strata bawah pada suku Ende kabupaten Ende.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsional struktural oleh Davis dan Moore. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu  observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik data yakni reduksi data, pemaran data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat strata bawah merupakan  suatu golongan dalam suatu masyarakat kebudayaan di suku Ende yang dalam arti golongan yang di perhatikan oleh  tua adat (mosalaki). Selain itu pula golongan tersebut diberi sebagian tanah dari mosa laki untuk dijadikan tempat tinggal maupun untuk usaha pertanian dalam menunjang kehidupan ekonomi mereka.Abstract: The issues raised in this research is what the underlying causes of the existence of community social identity classification under strata in the tribe of the Ende Districts Ende and how social life indigenous strata down on the tribe of Ende Districts Ende. The objective of this research is to know the basis of social identity classification society under strata in the tribe of the Ende Ende District and also know the public social life strata down on the tribe of Ende districts Ende. The theory that is used in this research is the structural functional theory by Davis and Moore. The research method used in this research is a qualitative research method with data collection technique namely observation, interview and documentation. While the technique of data is  data reduction, pemaran data and the withdrawal of the conclusion. The research results show that the community strata below is a the in a cultural community in the tribe of Ende which in the meaning of the note by indigenous elders (mosalaki). Besides that also the is given some land from mosa man to live as well as to the business of agriculture in support of their economic life.
PERBANDINGAN SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA DARI MASYARAKAT MAJEMUK KE MASYARAKAT MULTIKULTURAL Saddam, Saddam; Mubin, Ilmiawan; Mayasari S.W., Dian Eka; Sulystyaningsih, Naning Dwi; Rahmandari, Ismi Arifiana; Risdiana, Risdiana
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3424

Abstract

Abstrak: Tujuan penulisan menyajikan konsep ke-Indonesia-an secara menyeluruh sejak sebelum merdeka hingga setelah kemerdekaan. Mengkaji sistem sosial budaya Indonesia zaman penjajahan Belanda dan setelah kemerdekaan dari konsep masyarakat mejemuk dan masyarakat multikultural. Penelitian ini menggunakan library research. Data dikumpulkan menggunakan dokumentasi berupa buku, makalah, artikel, dan jurnal relevan. Analisis data menggunakan content analysis, untuk mendapatkan infensi valid dan dapat diteliti kembali berdasarkan konteksnya. Pengecekan antar pustaka dan membaca kembali pustaka dilakukan guna menjaga keaslian dan kesalahan hasil kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa penjajahan Belanda selalu diupayakan memperkuat dan membentuk lagi masyarakat Indonesia berdasarkan habituasi masing-masing antar suku, budaya, agama, dan adat-istiadat. Belanda menggunakan potensi yang ada dalam masyarakat untuk memperkuat maksud tertentu, hingga mengarahkan masyarakat Indonesia memperkuat kemajemukan. Masyarakat majemuk merupakan suatu masyarakat yang hidup secara berkelompok secara terpisah berdasarkan suku, agama, ras dan kelas sosial dengan corak khas tertentu. Rasialis menjadi hal yang dilestarikan dalam masyarakat majemuk secara mendasar. Masyarakat multikultural adalah suatu kondisi masyarakat majemuk yang telah tercapai sebuah keteraturan dan keharmonisan dalam masyarakat, dengan banyaknya diferensiasi sosial masyarakat tercipta suatu keharmonisan, saling menghargai, kesederajatan dan mempunyai kesadaran tanggungjawab sebagai satu kesatuan.Abstract: The purpose of writing presents the concept of Indonesia as a whole from before independence until after independence. Reviewing the Indonesian socio-cultural system during the Dutch colonial era and after independence from the concept of a rich society and multicultural society. This study uses library research. Data is collected using documentation in the form of books, papers, articles, and relevant journals. Data analysis uses content analysis, to obtain valid inferences and can be re-examined based on the context. Checking between libraries and rereading libraries is done to maintain the authenticity and errors of the study results. The results showed that during the Dutch colonial period was always sought to strengthen and reshape Indonesian society based on their respective habituation between tribes, cultures, religions, and customs. The Dutch used the potential in society to strengthen certain intentions, to direct the Indonesian people to strengthen diversity. Compound society is a society that lives in groups separately based on ethnicity, religion, race, and social class with a certain distinctive pattern. Racists are fundamentally preserved in compound society. A multicultural society is a condition of compound society that has been achieved a regularity and harmony in society, with much social differentiation of the community created a harmony, mutual respect, equality and awareness of responsibility as a whole.
ISLAM DI INDONESIA DAN ASPEK HISTORISNYA: ANALISIS DAN REVIEW BUKU CAROOL KERSTEN, “A HISTORY OF ISLAM IN INDONESIA: UNITY IN DIVERSITY” Tri Ramadhan
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3417

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas tentang pemikiran dan karya Carool Kersten (sejarawan Belanda dan ahli studi Islam) berupa buku berjudul “A History of Islam in Indonesia: Unity in Diversity”. Buku ini merupakan sebuah karya prestisius yang bersifat perluasan khazanah atau bercorak kumulatif dari karya-karya Sejarah Peradaban Islam di Indonesia sebelumnya. Metode yang dipakai dalam penelitian review ini adalah metode sejarah kritis melalui studi kepustakaan. Masing-masing bab dalam buku telah dikupas dalam artikel ini serta menganalisis kelebihan dan kelemahan setiap bab tersebut. Substansi buku ini banyak mendeskripsikan peristiwa dengan narasi sederhana. Simplifikasi narasi di setiap peristiwa sejarah mulai dari masa awal penyebaran Islam (±abad 13) hingga pasca kemerdekaan Indonesia menandakan bahwa Carool memiliki gaya penulisan yang singkat dan padat sehingga buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh banyak pihak, terutama dari kalangan akademisi dan pemerhati sejarah. Abstract: This article discusses about thoughts and works of Carool Kersten (Dutch historian and expert in Islamic Studies) in the form of a book entitled "A History of Islam in Indonesia: Unity in Diversity". This book is a prestigious work that is an extension of the treasury or a cumulative pattern from previous works of the History of Islamic Civilization in Indonesia. The method used in this review research is the critical historical method through literature study. Each chapter in the book has been explored and analyzed the strengths and weaknesses. The substance of this book describes many events with a simple narrative. The simplification of the narrative in every historical event from the early days of Islam dissemination  (± 13th century) to post-independence of Indonesia indicates that Carool has a short and dense writing style so that this book is very suitable to be read by many people, especially academicians and historical observers.
PELAKSANAAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR) PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS Mohamad Tohar
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3518

Abstract

Abstrak: Keputusan belajar di rumah diambil dengan kesadaran penuh bahwa Covid-19 sangat menular dan setiap individu bisa berperan menularkan atau memutuskan mata rantai penularan Pandemi Covid-19 yang terjadi penularannya secara global yang menyebar keseluruh penjuru Dunia temasuk Indonesia dan sekolah sebagai ruang publik, berpotensi besar untuk menyebarkan atau sebaliknya memutuskan mata rantai penularan oleh karena salah satu jalan utnuk memberikan akses pembelajaran yang tidak terbatas ruang dan waktu adalah dengan pembelajaran jarak jauh baik           melalui daring maupun luring. BDR dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dibagi ke dalam 2 (dua) pendekatan: yaitu pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) dan pembelajaran jarak jauh luar jaringan (luring). Kesimpulan Pelaksanaan BDR untuk  Jenjang   SMA di Kabupaten Lombok Tengah, setelah dirata-ratakan  memperoleh nilai 77,13 dengan kreteria Cukup sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama bahwa pelaksaan BDR memiliki kendala dan hambatan yang sama  bagi semua SMA yaitu siswa ada yang tidak memiliki HP, tidak memiliki kouta yang memadai serta ada pula siswa yang tidak terjangkau oleh jaringan internet.Abstract: The decision to study at home was taken with full awareness that Covid-19 is very contagious and each individual can play a role in transmitting or breaking the chain of transmission of the Covidd-19 pandemic, which has spread globally which spreads throughout the world including Indonesia and schools as public spaces, has great potential to spread or otherwise break the chain of transmission because one way to provide access to learning that is not limited to space and time is by distance learning both online and offline. BDR is carried out with Distance Learning (PJJ) which is divided into 2 (two) approaches: namely online distance learning (online) and offline distance learning. Conclusion BDR Implementation for Senior High School Level in Central Lombok Regency, after averaging 77.13 with sufficient criteria, it is necessary to pay attention to our common attention that the implementation of BDR has the same obstacles and obstacles for all SMA, namely students who do not have cellphones, not have adequate quota and there are students who are not covered by the Internet network.
PENGASINGAN SOEKARNO TAHUN 1938-1942 DI BENGKULU Hari Naredi; Andi Andi; Helmi Rifkyansyah; Muhammad Rizki; Yoga Prayogi
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.2209

Abstract

Abstrak: Pengasingan Soekarno tahun 1938-1942 di Bengkulu. Penulisan ini untuk mendeskripsikan perjalanan Soekarno di Bengkulu sebagai tahanan politik pada saat itu dikarenakan ia lantang menyuarakan perlawanan melalui jalur politik. Tulisan ini diharapkan bermanfaat bagi Pendidikan Sejarah. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan empat tahapan, yaitu menghimpun data (heuristik), seleksi sumber (verifikasi), penerjemahan (analisis), dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelusuran pengasingan Soekarno di Bengkulu antara lain: aktivitasnya dengan masyarakat dan peninggalan-peninggalan yang masih berada di Bengkulu.Abstract: Soekarno's Exile in 1938-1942 in Bengkulu. This writing was to describe Soekarno's trip in Bengkulu as a political prisoner at the time because he loudly voiced resistance through political channels. This paper is expected to be useful for Historical Education. This study uses a historical method with four stages, namely collecting data (heuristic), source selection (verification), translation (analysis), and historiography (history writing). The results of Sukarno's exile search in Bengkulu include: his activities with the community and relics that are still in Bengkulu.

Page 7 of 14 | Total Record : 137