cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2021): April" : 24 Documents clear
OPTIMIZATION OF PRESCHOOL AGE CHILDREN'S DEVELOPMENT THROUGH EARLY DETECTION OF CHILD DEVELOPMENT Tunggul Sri Agus Setyaningsih; Hesti Wahyuni
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4257

Abstract

Abstrak: Pelayanan kesehatan dengan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang anak minimal dua kali dalam setahun dapat di gunakan sebagai salah satu indikator yang bisa menjadi ukuran keberhasilan upaya peningkatan kesehatan  balita dan anak usia prasekolah. Apabila gangguan perkembangan tidak ditangani dengan tepat, maka dapat berlanjut hingga remaja atau dewasa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan anak balita dan usia prasekolah melalui deteksi dini perkembangan anak. Metode yang di gunakan dengan melakukan penilaian pemeriksaan deteksi dini perkembangan anak, diawali dengan menyiapkan bahan pemeriksaan formulir KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan), kemudian menginterpretasikan penilaian pemeriksaan deteksi dini perkembangan anak. Hasilnya rata-rata perkembangan anak sesuai (S) sebanyak 24 anak (82,75%), meskipun masih ada yang meragukan (M) sebanyak 5 anak (17, 25%). Dengan mengetahui perkembangan anak balita dan prasekolah maka upaya mencegah, menstimulasi, mendeteksi, dan mengintervensi sedini mungkin jika terjadi masalah dalam perkembangan, sehingga tercapai perkembangan anak yang optimal.Abstract: Health services with stimulation and early detection of children's growth and development at least twice a year can be used as an indicator that can measure the success of efforts to improve the health of toddlers and preschoolers. If there are developmental disorders that are not handled properly it can continue into adolescence or adulthood. This service activity aims to determine the development of toddlers and preschool children through early detection of child development. The method used is to conduct an assessment of early detection of child development, begins with preparing the examination material for the KPSP form (Developmental Pre-Screening Questionnaire), then interpreting the assessment for early detection of child development. The result is that the average child development according to (S) is 24 children (82.75%), although there is still doubt (M) as many as 5 children (17, 25%). By knowing the development of toddlers and preschool children, efforts to prevent, stimulate, detect, and intervene as early as possible if there are obstacles in their development, so that optimal child development is achieved.
REALIZING SAMAWA FAMILY THROUGH MEDIA WISDOM Nur Sofyan; Suciati Suciati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.3944

Abstract

Abstrak: Fenomena angka perceraian di Daerah Istimewa Yogyakarta tergolong tinggi. Seperti halnya yang terjadi di Desa Tejokusuman Kecamatan Ngampilan Yogyakarta. Di Desa ini, kasus perceraian semakin meningkat selama tiga tahun terakhir. Perceraian turut dipicu oleh hal-hal seperti ketika telpon selular dibuka oleh pasangannya dan kemudian ditemukan hal-hal yang bersifat pribadi, maka terjadilah percekcokan hingga berujung perceraian. Dengan kata lain melalui sebuah gadget, perselingkuhan terungkap. Berdasarkan permasalahan tersebut program pengabdian masyarakat ini diadakan bertujuan untuk memberikan pengetahuan secara persuasif akan kasus perceraian yang meningkat di Desa Tejokusuman kecamatan Ngampilan, Yogyakarta. Melalui pendampingan Gerakan bijak bermedia pada pasangan pernikahan, metode yang dilakukan Pertama, peningkatan pengetahuan dan penerapan nilai-nilai tentang perilaku pasangan rumah tangga. Sebelumnya dilakukan Focuss Group Discussion (FGD). Kedua, pemutaran film online tentang peran bijak penggunaan gadget. Ketiga, penyuluhan tentang pentingnya keterbukaan dan mengelola konflik pada pasangan rumah tangga yang dilengkapi dengan pembuatan poster persuasif untuk mengkampanyekan pentingnya bijak bermedia yang dipasang pada setiap rumah. Pengabdian ini berhasil membetuk komunitas Gerakan bijak bermedia dalam berumah tangga, sehingga program pengabdian akan berkelanjutan dan tercapai tujuan yang diharapkan serta modul dalam mewujudkan keluarga yang Sakinnah Mawadah Warohmah.Abstract: The phenomenon of the divorce rate in the Special Region of Yogyakarta is high. As happened in Tejokusuman Village, Ngampilan Yogyakarta District. In this village, divorce cases have been increasing in the last three years. Divorce is also triggered by things such as when the cell phone is opened by the spouse and personal matters are discovered, then disputes occur until they end in divorce. In other words, through a gadget, the affair is revealed. Based on these problems, this community service program was held to provide persuasive knowledge of the increasing divorce cases in Tejokusuman Village, Ngampilan sub-district, Yogyakarta. Through media wise movement assistance to married couples, the method used is first, increasing knowledge and application of values about the behavior of household partners. Previously, a Focuss Group Discussion (FGD) was held. Second, online movie screenings about the role of wise use of gadgets. Third, counseling on the importance of openness and conflict management among household partners, equipped with the creation of persuasive posters to campaign for the importance of media wise that is installed in every house. This service has succeeded in forming a wise media movement community in the household, so that the service program will be sustainable and achieve the expected goals and modules in realizing a Sakinnah Mawadah Warohmah family.
OPTIMIZATION OF THE HEALTH OF MOTHER AND CHILDREN (KIA) THROUGH PREGNANT WOMEN CLASS COMMUNITY CARE AND PUBLIC VISITS Meda Yuliani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4132

Abstract

Abstrak: Pemeriksaan kesehatan pada lingkup ibu dan anak salah satunya adalah pemberian asuhan pada kehamilan yaitu dengan melakukan kelas ibu hamil, serta melakukan asuhan kunjungan ibu nifas.Tujuan asuhan ini untuk memonitoring kesehatan pada ibu serta menjalin komunikasi dengan ibu, agar ibu merasa lebih dekat dengan petugas kesehatan sehingga dalam bisa lebih intens dalam memberikan edukasi kepada ibu. Kegiatan ini dilakukan secara langsung kepada ibu yaitu dilakukan pada saat kelas ibu hamil dimana ibu hamil bisa berkumpul serta berbagi pengalaman dengan ibu hamil lainnya, serta petugas tetap bisa memberikan edukasi dan pemeriksaan dalam suasana yang lebih santai, serta melakukan kunjungan langsung kepada ibu yang baru melahirkan dengan kondisi Riwayat resiko tinggi, sehingga bisa lebih memonitoring kondisi ibu serta bisa memberikan edukasi mengenai kebutuhan nifas dan menyusui secara lebih intens. Dari hasil kegiatan ini para ibu hamil dan ibu nifas bisa lebih terbuka dan leluasa dengan kondisi yang dirasakannya, dan kita sebagai pemberi asuhan bisa lebih leluasa dan bisa lebih intens dalam melakukan persuasif tentang kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilanjutkan terutama untuk ibu hamil ataupun ibu nifas beresiko agar bisa memonitoring kondisi kesehatannya.Abstract: One of the health checks at the scope of mothers and children is to provide care for pregnancy, namely by conducting classes for pregnant women, and conducting postpartum care. so that they can be more intense in providing education to mothers. This activity is carried out directly to mothers during pregnancy classes where pregnant women can gather and share experiences with other pregnant women, and officers can still provide education and examinations in a more relaxed atmosphere, as well as make direct visits to mothers who have just given birth. with a history of high risk conditions, so that they can better monitor the condition of the mother and can provide education about the needs of childbirth and breastfeeding more intensely. From the results of this activity, pregnant women and post-partum mothers can be more open and free with the conditions they feel, and we as caregivers can be more flexible and can be more intense in doing persuasive about health. This activity is expected to continue to develop, especially for pregnant women or at risk for postpartum mothers so that they can monitor their health conditions.
THE PRODUCTION OF HAND SANITIZER USING BETEL LEAF COMBINED WATER LIME TO IMPROVE COMMUNITY SKILLS Ria Claudia Welerubun; Silvia Hanna Kusuma Sirait; Jeni Jeni; Heru Joko Budi Rianto; Insar Damopolii
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4134

Abstract

Abstrak: Perilaku hidup bersih di era Covid-19 dapat dilakukan dengan cara menggunakan desinfektan dan antiseptik. Antiseptik sendiri digunakan untuk membunuh kuman atau mikroba pada tubuh organisme. Salah satu penggunaan antiseptik yang lagi marak di era covid-19 adalah hand sanitizer. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat hand sanitizer berbahan dasar daun sirih dan jeruk nipis. Pengabdian dilakukan melalui proses penyuluhan dan pelatihan. Lokasi pengabdian adalah Kecamatan Yendidori Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat bertambah tentang pengertian (sebesar 71.43%), fungsi (sebesar 57.14%), dan bahan dasar hand sanitizer (sebesar 100%). Keterampilan dalam membuat hand sanitizer bertambah sebesar 92.86%. 100 % masyarakat merespon dengan baik kegiatan pengabdian yang dilaksanakan. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil pengabdian ini adalah bahwa masyarakat Kampung Impendi memperoleh peningkatan informasi dan keterampilan dalam pembuatan hand sanitizer dari bahan alami. Pelatihan pemanfaatan bahan alami untuk dijadikan hand sanitizer atau antiseptik lainnya perlu dilakukan secara terus menerus.Abstract: Clean living behavior in the Covid-19 era can be conducted by using disinfectants and antiseptics. Antiseptic itself is using to kill germs or microbes in the organism's body. One of the more prevalent uses of antiseptics in the Covid-19 era is a hand sanitizer. The community service aims to improve community skills in making hand sanitizers made from betel leaf and lime. Community service was carried out through a process of socialization and training. The service location is Yendidori District, Biak Numfor Regency, Papua Province. The service results show that people's knowledge increases about understanding (by 71.43%), function (by 57.14%), and the essential ingredients of hand sanitizers (by 100%). The skill in making hand sanitizers increased by 92.86%. 100% of the community responded well to the service activities carried out. The conclusion obtained from this service results is that the people of Impendi Village received increased information and skills in making hand sanitizers from natural ingredients. Continuous socialization and training on the use of natural ingredients as hand sanitizers or other antiseptics are necessary.
ANTICIPATION COVID-19 WITH MOVEMENT FOR HEALTHY AND PRODUCTIVE LIFE Farid Ardyansyah; Wanda Halim Mawaddah; Ismi Nur Azizah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.3447

Abstract

Abstrak: Indonesia saat ini menghadapi musibah berupa wabah penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus dimana penularannya sangat mudah. Wabah ini semakin hari semakin meningkat, utamanya di Provinsi Jawa Timur yang pada Mei 2020 menempati posisi teratas terbanyak pasien terjangkit covid-19 dengan jumlah kurang lebih 4.100 orang pada tanggal 27 Mei 2020. Hal ini membuat pemerintah melaksanakan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan seluruh warga dihimbau untuk mematuhi protokol kesehatan. Aturan ini sangat berdampak pada banyak aspek kehidupan baik sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu, seluruh lapisan masyarakat harus cerdas dan tanggap menghadapi ini terutama generasi muda yang bergerak membantu mencegah serta menanggulangi wabah ini agar tidak merugikan masyarakat. Program pengabdian masyarakat Desa Manggaan Kecamatan Modung Bangkalan adalah penyuluhan gerakan hidup sehat dan produktif dan pembagian masker. Program ini bertujuan untuk menanamkan pengetahuan tentang gerakan hidup sehat dengan mensosialisasikan pentingnya hidup sehat serta pengamalannya dengan memfasilitasi masyarakat dengan masker, tempat cuci tangan dan protokol kesehatan lainnya. Masyarakat sangat antusias dengan program ini dan beberapa orang mulai mengaplikasikan dan mengembangkan gerupatif ini. Terdapat 3 tahapan kegiatan pengabdian masyarakat : persiapan, pelaksanaan, evaluasi. Hasil kegiatan abdimas ini agar masyarakat Desa Modung memahami pentingnya hidup sehat dan menjalankan protokol selama pandemi covid-19.Abstract: Nowadays, Indonesia is facing the non-nature disaster that is an epidemic of a disease that is caused by an easy-transmission virus. This epidemic increases, particularly in East Java where on May 2020 it occupies the top position with the most number of patients who are infected covid-19. The amount is about 4.100 people on May, 27th 2020. This makes the government applies a new regulation that is PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) in which all people have to obey the health protocol. This rule gives effects in many aspects: social, economic, and public welfare. Because of that, the society must be intelligent and responsive in facing this disaster particularly the young generations and students. They have to rise up and help preventing this epidemic in order to avoid all negative impacts. The dedication program for Manggaan villagers, Modung, Bangkalan is a counseling about healthy life movement and productivity and masks distribution. This program is aimed to embed the knowledge that is about healthy life movement through socialize the importance of healthy life and facilitate the society with hand-washing facilities and others as the form of application of the healthy life particularly in pandemic situation.The society is very enthusiastic with this program and some of them intend to apply and develop the knowledge of healthy life and being productive. There are 3 stages of community service activities: preparation, implementation, evaluation. The results of this activity are so that the people of Modung Village understand the importance of living a healthy life and carrying out protocols during the Covid-19 pandemic.
IMPROVEMENT OF BALANCED NUTRITIONAL KNOWLEDGE AND SKILLS THROUGH THE DEMONSTRATION OF ISI PIRINGKU IN BASIC SCHOOL CHILDREN Mardiana Mardiana; Hana Yuniarti; Eddy Susanto
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4314

Abstract

Abstrak: Pengetahuan merupakan tahap awal dalam perubahan sikap dan perilaku Kurangnya pengetahuan  mengenai gizi akan berdampak pada timbulnya masalah gizi  yaitu kekurangan zat gizi atau bahkan kelebihan zat gizi.  Pemberian pendidikan gizi sebagai gambaran kepada siswa bahwa pentingnya penerapan gizi seimbang dan juga memberi motivasi agar mau  sarapan pagi sebelum ke sekolah dengan mengkonsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan, padi-padian dan buah-buahan yang cukup, sehingga makanan yang dikonsumsi cukup beraneka ragam baik  jumlahnya maupun dalam kualitasnya sesuai dengan porsi anjuran pada isi piringku. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa mengenai gizi seimbang melalui demonstrasi Isi piringku pada anak SDN 115 Palembang sebanyak 40 orang. Adapaun metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi dan simulasi. Hasil dari kegiatan pengabmas ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan siswa sebesar 38,5 point dan sebanyak 40 orang (100%) siswa dapat mengisi isi piringku dengan benar artinya telah terjadi peningkatan keterampilan siswa dalam mengisi isi piringku. Disarankan kepada siswa agar selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang sesuai dengan porsi makan isi piringku.Abstract: Knowledge is the initial stage in changing attitudes and behavior. Lack of knowledge about nutrition will have an impact on the emergence of nutritional problems, namely nutritional deficiencies or even excess nutrients. Providing nutrition education as an illustration to students that the importance of implementing balanced nutrition and also motivating them to have breakfast before going to school by consuming enough green vegetables, nuts, grains and fruits, so that the food consumed is quite diverse. the amount and quality according to the recommended portion on the contents of my plate. The purpose of this activity is to increase students' knowledge and skills regarding balanced nutrition through demonstration of the contents of my plate on child of SDN 115 Palembang as many as 40 students. The methods used are counseling, demonstration and simulation. The results of this community service activity showed that there was an increase in the average student's knowledge of 38,5 points and as many as 40 people (100%) students could fill in the contents of my plate correctly, which means that there has been an increase in student skills in filling out the contents of my plate. It is recommended that students always eat a balanced nutritious diet that matches the portion of the meal that is on my plate.
THE GUIDANCE OF TOURISM MARKET PARTICIPATIVE PLANNING Gunawan Prayitno; Aris Subagiyo; Nindya Sari; Dian Dinanti; Nurkholis Hamidi; Sugiarto Sugiarto; Suluh Elman Swara; Muhammad Satya Adhitama
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4029

Abstract

Abstrak: Desa Sumbersekar merupakan desa yang dikenal dengan istilah Kampung Dokar dengan beragam tawaran tatanan nuansa kampung tempo dulu. Setiap tahunnya, warga desa Sumbersekar menggelar festival Kampoeng Dokar dengan berbagai kegiatan. Konsep ini mendapat dukungan penuh dari warga lokal dengan kerja sama warga dalam menata kampung yang bertemakan tempo dulu dengan berbagai desain anyaman bambu di lingkungan desa. Pendampingan perencanaan Kawasan Wisata Sumbersekar dilakukan oleh BPPM Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, terkait dengan solusi pengembangan yang harus dilakukan yaitu peningkatan identitas produk lokal, penyusunan grand desain Kawasan, serta DED Kawasan wisata Sumbersekar yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu dengan adanya pembangunan tersebut maka akan dapat mendorong bergeraknya sektor lain di Desa Sumbersekar baik dari sosial, ekonomi, budaya maupun yang lainnya.Abstract: Sumbersekar Village is a village known as Kampung Dokar with a variety of offers of old village nuances. Every year, residents of Sumbersekar village hold the Kampoeng Dokar festival with various activities. This concept has received full support from residents with residents' cooperation in arranging old-themed villages with various woven bamboo designs in the village environment. BPPM (Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya assists in planning the Sumbersekar Tourism Area by developing necessary solutions, including enhancing local products' identity, developing the Area's grand design, and developing the Area's detail engineering design. Also, this development will encourage the movement of other sectors in Sumbersekar Village from social, economic, cultural, and other aspects.
DEVELOPMENT ENTERPRENEURSHIP THROUGH INOVATION OF "CILOK-GURITA (Octopus sp.)" AS A NUTRIOUS FOOD Bagus Ansani Takwin; Hasyiati Aini; Fajrianti Dwi Kurnia; Husnul Ayu Juniarti; Dimas Putra Perdana; Salnida Yuniarti Lumbessy
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4154

Abstract

Abstrak: Cilok yang beredar di masyarakat selama ini adalah cilok yang berbahan dasar daging, akan tetapi harga daging tergolong mahal, sehingga perlunya inovasi baru berupa cilok yang berbahan dasar murah namun memiliki nilai gizi yang tinggi. Cilok gurita (Octopus sp) kaya gizi merupakan solusi yang dapat dikembangkan sebagai keterbaruan inovasi pangan dimasa sekarang ini. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan peluang usaha mandiri melalui produksi cilok gurita yang sehat dan mempunyai nilai gizi yang tinggi bagi semua golongan masyarakat. Metode yang digunakan adalah praktek langsung pembuatan cilok gurita dan menganalisis kelayakan usahanya. Produksi cilok gurita meliputi kegiatan pembuatan produk, pengemasan, dan juga pemasaran kepada konsumen. Cilok Gurita ini terdiri atas berbagai rasa dengan harga jual per porsi (1 mika berisikan 6 pcs) adalah Rp. 5.000,-. Strategi pemasaran yang digunakan adalah secara daring melalui media social whatsapp. Hasil perhitungan cash flow menunjukan bahwa usaha cilok gurita akan mengalami kenaikan kas sebesar Rp.50.000 ketika penjualan mencapai 50 porsi. Usaha cilok gurita ini layak untuk bersaing di pasaran karena penjualan dalam kurun waktu 1 bulan sudah dapat melebihi BEP.Abstract: The cilok that has been circulating in the community so far has been the cilok made from meat, but the price of meat is quite expensive, so there is a need for new innovations in the form of cilok made from cheap but high nutritional value. Nutrient-rich Cilok Octopus (Octopus sp) is a solution that can be developed as a novelty in today's food innovations. The purpose of this activity is to create independent business opportunities through the production of healthy octopus peelings that have high nutritional value for all groups of society. The method used is direct practice of making octopus peel and analyzing the feasibility of its business. The production of cilok octopus includes product manufacturing, packaging, and marketing to consumers. Cilok Octopus consists of various flavors with a selling price per serving (1 mica contains 6 pcs) is Rp. 5,000, -. The marketing strategy used is online via whatsapp social media. The results of the cash flow calculation show that the octopus peel business will experience an increase in cash of IDR 50,000 when sales reach 50 portions. This octopus peel business is feasible to compete in the market because sales within 1 month can exceed BEP.
MANTAIN FOOD SCURITY AND BODY IMUNITY IN THE COVID-19 PANDEMIC Qoni'ah Nur Wijayani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.3501

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan adalah memberi dukungan kepada masyarakat dalam menanggulangi dan mencegah wabah Covid-19 dengan cara menjaga ketahanan pangan dan imunitas masyarakat melalui sosialisasi serta pelatihan pembuatan dan pengembangan Teknologi Tepat Guna berupa pembuatan table box untuk menanam sayur-sayuran, pembuatan jamu tradisional, pembuatan pestisida dan pembuatan pupuk organik di Desa Tanjungan Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Kegiatan dilakukan dengan metode pembuatan dan pengembangan Teknologi Tepat Guna berupa pembuatan table box, pembuatan pestisida dari bahan alami, pembuatan pupuk organik cair, serta pembuatan minuman herbal yang kemudian disosialisasikan kepada warga Desa Tanjungan dengan memperhatikan standar protokol kesehatan. Sosialisasi dilaksanakan di Kantor Desa Tanjungan selama 2,5 jam dengan jumlah peserta 20 orang. Terlihat warga sangat antusias menanggapi materi yang diberikan karena mayoritas peserta adalah petani yang sangat memahami pengelolaan tanaman dengan baik. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat memahami cara pembuatan table box, pembuatan pupuk organik cair, pembuatan pestisida alami dan pembuatan minuman herbal yang bisa diterapkan kepada masyarakat yang notabene adalah para petani.Abstract: The purpose of the activity is to provide support to the community in tackling and preventing the Covid-19 outbreak by maintaining food security and community immunity through socialization and training in the manufacture and development of Appropriate Technology in the form of table boxes for growing vegetables, making traditional herbs, making pesticides and making organic fertilizers in Tanjungan village, Driyorejo subdistrict, Gresik Regency. The activity is carried out by the method of making and developing Appropriate Technology in the form of table box making, the manufacture of pesticides from natural materials, the manufacture of liquid organic fertilizers, as well as the manufacture of herbal beverages which are then disseminated to the residents of Tanjungan Village by paying attention to health protocol standards. Socialization was held at Tanjungan village office for 2.5 hours with the number of participants 20 people. It seems that residents are very enthusiastic to respond to the material given because the majority of participants are farmers who understand crop management well. The result of this activity is the community understands how to make table boxes, the manufacture of liquid organic fertilizers, the manufacture of natural pesticides, and the manufacture of herbal beverages that can be applied to the community that is the farmer.
OPTIMIZATION OF SUSTAINABLE CAPTURE FISHERIES IN FAD FOR FISHERMAN Mustasim Mustasim; Misbah Sururi; Abudarda Razak; Ismail Ismail; Muhammad Ali Ulat; Amir Machmud Suruwaky; Handayani Handayani; Endang Gunaisah; Vicky Rizky Affandy Katili; Hendra Poltak
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4011

Abstract

Abstrak: Keberadaan rumpon sebagai alat bantu penangkap ikan dapat meningkatkan produksi dan keberlanjutan lingkungan perlu didukung dengan alat tangkap yang ramah lingkungan. sesuai dengan jenis ikan pada rumpon. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada nelayan untuk dapat membuat alat tangkap ramah lingkungan. Metode pelaksanaan yaitu memberikan ceramah dan praktik dilakukan dengan panduan instruktur memperagakan cara kerja untuk menghasilkan output kegiatan. Harapannya nelayan mandiri dan dapat meningkatkan kesejahteraanya. Kegiatan diikuti oleh kelompok nelayan kelurahan Saoka yang mendapat bantuna rumpon sebanyak 10 orang. Hasil pengabdian masyarakat nelayan mampu membuat alat tangkap ramah lingkungan berupa jaring insang hanyut pelagis kecil, rawai vertikal pelagis kecil, dan handline pelagis besar.  Evaluasi terhadap dampak rumpon dan alat tangkap ramah lingkungan terhadap pendapatan diperoleh hasil 2 orang nelayan mengalami kenaikan pendapatan sampai 10%, 5 orang nelayan mengalami kenaikan pendapatan 11-25%, 3 orang nelayan mengalami kenaikan pendapatan sebesar 26-100%.Abstract: The existence of FADs as a tool for fishing can increase production and environmental sustainability needs to be supported by environmentally friendly fishing gear. according to the type of fish on the FAD. Community service aims to provide skills to fishermen to be able to make environmentally friendly fishing gear. The method of implementation is to give lectures and practices conducted with the instructor's guide demonstrating how it works to produce the output of the activity. The hope is that fishermen are independent and can improve their welfare. The activity was followed by a group of fishermen from Saoka Village who received 10 people of FADs. The results of the community service of fishermen are able to make environmentally friendly fishing gear in the form of small pelagic gill nets, small pelagic vertical longlines, and large pelagic handlines. Evaluation of the impact of FADs and environmentally friendly fishing gear on income resulted in 2 fishermen experiencing an increase in income of up to 10%, 5 fishermen experiencing an income increase of 11-25%, 3 fishermen experiencing an income increase of 26-100%.

Page 1 of 3 | Total Record : 24