SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Articles
127 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 4 (2022): Desember"
:
127 Documents
clear
PKM PENDAMPINGAN DAN PEMBERDAYAAN PENGRAJIN TAHU DUSUN WONOSARI KEDIRI MELALUI PEMBUATAN BIODIGESTER
Widriyakara Setiadi;
Lusi Mei Cahya Wulandari;
Johan Patrick;
David Pieter;
Fransiscus Borgia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11255
ABSTRAKMeningkatkan pertumbuhan ekonomi desa dapat dilakukan dengan cara membina langsung para pelaku usaha. Para pelaku usaha Industri Rumah Tangga (IRT) yang ada di Dusun Wonosari Papar Kediri adalah pengrajin tahu dan sari kedelai. Produksi tahu dan sari kedelai IRT Dusun Wonosari Papar Kediri menghasilkan limbah tahu yang belum dikelola dengan baik, sehingga limbah tersebut dapat mencemari lingkungan. Tujuan yang ingin dicapai dalam Program Kemitraan Masyarakat ini adalah mengelola limbah cair tahu menjadi energi yang dapat dimanfaatkan. Metode pelaksanaan melalui pelatihan dan pendampingan serta monitoring dalam setiap kegiatan. Pembuatan biodigester yang mampu mengolah limbah cair tahu menjadi energi merupakan solusi hasil dalam Program Kemitraan Masyarakat. Kata kunci: tahu; IRT; biodigester; energi ABSTRACTImproving village economic growth can be done by directly fostering business actors. Home Industry (IRT) business actors in Wonosari Papar Kediri Hamlet are tofu and soybean juice craftsmen. The production of tofu and soybean juice from IRT Wonosari Papar Kediri produces tofu waste that has not been managed properly, so that the waste can pollute the environment. The goal to be achieved in this Community Partnership Program is to manage tofu waste into usable energy. The implementation method is through training and mentoring as well as monitoring in each activity. Making a biodigester into energy is a result of the Community Partnership Program. Keywords: tofu; IRT; biodigester; energy
UPAYA PENCEGAHAN MENINGKATNYA PERNIKAHAN DINI MELALUI LITERASI KEARIFAN LOKAL PADA PENDIDIKANTINGKAT DASAR
Ratna Restapaty;
Faradilla Iedliany
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11496
ABSTRAKPernikahan memerlukan kematangan fisik dan psikologis untuk menghadapi problem pernikahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dengan usia di bawah umur. Berdasarkan data BPS tahun 2018, Kalimantan Selatan merupakan provinsi dengan jumlah kasus kawin usia dini tertinggi di Indonesia yaitu sebesar 22,77%. Peran pendidik sebagai pelaku utama upaya pencegahan meningkatnya pernikahan di bawah umur melalui kegiatan masyarakat sangat penting. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pembentukan karakter anak di pendidikan dasar (SD-SMP) yang bertujuan membentuk karakter, peningkatan pemahaman remaja, melalui giat berliterasi (berdongeng) cerita rakyat dengan tokoh utama perempuan. Kegiatan ini menjadi solusi sebagai upaya pencegahan meningkatnya jumlah pernikahan di bawah umur. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan pada 80 peserta. Upaya pencegahan meningkatnya pernikahan di bawah umur dilaksanakan dalam 2 bentuk yaitu kegiatan pertama adalah memberikan edukasi; dengan metode pemaparan terori dengan presentasi materi yang dikemas menarik dalam slide power poin dan video film pendek tentang pergaulan bebas, berliterasi, berkampanye di SMPN 13 Banjarbaru. Kegiatan ke dua yakni mengedukasi masyarakat melalui ceramah di RRI Pro 1 Banjarmasin. Aparat pemerintah, tokoh masyarakat dan orang tua perlu menunjukkan perannya yang maksimal dalam penanaman nilai-nilai tersebut. Keywords: literasi; Kearifan lokal; penikahan dini ABSTRACTIn deal with marriage difficulties that arise in the lives of individuals under the age of 18, marriage requires physical and psychological maturity. According to BPS data of 2018, South Kalimantan does have the highest rate of marriage in Indonesia (22.77%). The participation of educators as the main participants in efforts to reduce the incidence of adolescent weddings via community activities is important. This community service aims to educate the public about the development of children's characters in basic education (SD-SMP), which strives to create character, increase understanding of adolescents, through actively literacy (storytelling) folklore with female major characters. This activity is a part of an effort to decrease the increasing number of underage marriages. Community service activities were carried out on 80 participants. Efforts to prevent the increase in underage marriages occur in two ways. The first is education, which is done through the presentation of information that is attractively packaged in power points and short film videos about promiscuity, literacy, and campaigning at SMPN 13 Banjarbaru. The second activity is to educate the public at RRI Pro 1 Banjarmasin through speakers. Government officials, community leaders, and parents all must take an active role in teaching these values. Keywords: early marriage, literacy, and background culture
EDUKASI PEMANFAATAN BAHAN ALAM DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN TULANG PADA MASYARAKAT DI DAERAH BLIMBINGSARI YOGYAKARTA
Annisa Krisridwany;
Pramitha Esha Nirmala Dewi;
Vella Lailli Damarwati;
Khrisna Heryanti;
Wardah Dwi Latifah;
Maura Shavira Alamsyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11423
ABSTRAKBahan alam yang ada di sekitar kita tentu harus dimanfaatkan dengan baik dan benar. Edukasi mengenai bahan alam khususnya tanaman obat keluarga (TOGA) terus dilakukan kepada masyarakat agar dapat menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat pada umumnya. Ibu di lingkungan keluarga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan penting pula untuk dipantau kesehatannya terutama adalah kesehatan tulang karena ibu-ibu sangat rawan menderita penyakit osteoporosis. Pengabdian dilakukan bekerja sama dengan Apoteker Rumah Sehat dan Apotek UGM dengan tujuan untuk melakukan edukasi dan pemeriksaan kesehatan tulang. Kegiatan terbagi dalam 2 program yaitu penyuluhan TOGA dan penyuluhan serta pemeriksaan kesehatan tulang yang dilaksanakan secara tatap muka di Balai Desa Blimbingsari Yogyakarta. Kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pemahaman peserta pengabdian secara signifikan, baik pada materi penyuluhan TOGA maupun kesehatan tulang. Pada hasil pemeriksaan tulang, 2 orang memiliki kepadatan tulang yang masuk kategori osteoporosis. Edukasi masyarakat dan pemeriksaan kesehatan rutin perlu dilakukan dengan baik. Kata kunci: edukasi; bahan alam; pemeriksaan; kesehatan tulang ABSTRACTNatural materials around us must be used properly and correctly. Education about natural ingredients, especially family medicinal plants (called with TOGA), continues to be carried out for the community so that they can maintain the health of their families and society in general. Mothers in the family play an important role in maintaining family health and it is also important to monitor their health, especially bone health because mothers are very prone to suffering from osteoporosis. The service is carried out in collaboration with the Rumah Sehat dan Apotek UGM with the aim of conducting bone health education and examinations. The activities were divided into 2 programs, namely TOGA counseling and bone health counseling and examination which were carried out face-to-face at the Blimbingsari Village Hall, Yogyakarta. Counseling activities can significantly increase the understanding of service participants, both in TOGA counseling material and bone health. On the results of the bone examination, 2 people had bone density that was in the category of osteoporosis. Community education and routine health checks need to be carried out properly. Keywords: education; natural product; test; bone health
SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN PENDEKATAN REDUCE, REUSE, DAN RECYCLE (3R) BAGI PESERTA DIDIK DI SMPN NEONBAT KEFAMENANU
Made Santiari;
Feliksitas Angel Masing
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11159
ABSTRAKSalah satu dampak negatif dari kegiatan pembangunan adalah permasalahan lingkungan. Permasalahan lingkungan yang selalu ditemukan di sekitar kita adalah sampah. Sampah dapat dikelola dengan pendekatan 3R (reduce, reuse, recycle). Pengelolaan sampah dengan pendekatan 3R perlu disosialisasikan kepada semua pihak terutama peserta didik. Sosialisasi pengelolaan sampah dengan pendekatan 3R dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berlokasi di SMPN Neonbat Kefamenanu. Tujuan pengabdian ini adalah memberi pemahaman pada peserta didik mengenai pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan serta untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai jenis sampah organik dan anorganik. Metode kegiatan pengabdian yang digunakan adalah permainan dan pembuatan produk kreasi dari sampah. Hasil tes akhir menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta didik tentang pengelompokkan sampah organik dan anorganik. Sosialisasi pengelolaan sampah dengan pendekatan 3R pada peserta didik SMPN Neonbat telah memberi dampak positif dengan meningkatnya pemahaman mengenai pengelompokan sampah organik dan anorganik serta memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa sampah yang dihasilkan bisa dimanfaatkan kembali dan dapat bernilai ekonomis apabila dikembangkan menjadi sebuah produk bermanfaat. Kata kunci: sampah organik; sampah anorganik; 3R (reduce, reuse, recycle). ABSTRACTOne of the negative impacts of development activities is environmental problems. Environmental problems that are always found around us are garbage. Waste can be managed with a 3R approach (reduce, reuse, recycle). Waste management with the 3R approach needs to be socialized to all parties, especially students. The socialization of waste management with the 3R approach was carried out in the form of community service activities located at SMPN Neonbat Kefamenanu. The purpose of this service is to provide students with an understanding of the importance of waste management in the environment and to increase students' understanding of the types of organic and inorganic waste. The method of service activities used are games and the manufacture of creative products from waste. The final test results show that there is an increase in students' understanding of the grouping of organic and inorganic waste. Socialization of waste management with the 3R approach to students of SMPN Neonbat has had a positive impact by increasing understanding of the grouping of organic and inorganic waste and providing understanding to students that the waste produced can be reused and can be of economic value if it is developed into a useful product. Keywords: organic waste; inorganic waste; 3R (reduce, reuse, recycle).
PENATALAKSANAAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI DUSUN DASAN TAWAR, DESA BANYUMULEK, LOMBOK BARAT
Indah Wasliah;
Fitri Romadonika;
Eka Adithia Pratiwi;
Melati Inayati Albayani;
Ernawati Ernawati;
Baiq Heni Rispawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11883
ABSTRAKInfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) selalu menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita di Indonesia. Salah satu faktor yang menjadi penyebab terjadinya ISPA pada balita adalah masalah pencemaran udara oleh asap pembakaran. Contohnya adalah paparan asap seperti asap pembakaran gerabah yang dapat menjadi salah satu penyebab pencemaran udara yang ada di desa Banyumulek. Suatu studi epidemiologi menunjukkan bahwa paparan asap jangka panjang dapat mengakibatkan peningkatan gejala-gejala bronkitis pada anak-anak dan juga dihubungkan dengan penurunan fungsi paru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi melalui penyuluhan kepada orang tua tentang penatalaksanaan penyakit ISPA pada balita di dusun dasan tawar, desa Banyumulek. Dengan menggunakan metode penyuluhan kesehatan yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan posyandu balita di desa banyumulek, sambutan dan partisipasi para orang tua sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini karena dari 40 orang tua balita, 100% orang tua balita tersebut semuanya aktif mengikuti kegiatan penyuluhan dari awal sampai akhir. Dengan kegiatan ini diharapkan agar orang tua lebih memperhatikan kesehatan balita dan dapat menambah pengetahuan orang tua khususnya tentang penatalaksanaan penyakit ISPA pada balitanya. Kata kunci: penatalaksanaan; penyakit ISPA; orang tua; balita. ABSTRACTAcute Respiratory Infections (ARI) always rank first in the cause of death in the infant and toddler group in Indonesia. One of the factors that cause ARI in toddlers is the problem of air pollution by combustion smoke. An example is exposure to smoke such as earthenware burning smoke which can be one of the causes of air pollution in Banyumulek village. An epidemiological study showed that long-term smoke exposure can result in an increase in bronchitis symptoms in children and is also associated with decreased lung function. This community service activity aims to provide knowledge and information through counseling to parents about the management of ARI disease in toddlers at dasan tawar, Banyumulek village. By using the health counseling method carried out after the implementation of the posyandu balita activity in Banyumulek village, the welcome and participation of the parents were very enthusiastic to take part in this activity because of the 40 parents of toddlers, 100% of the parents of the toddlers were all actively participating in counseling activities from beginning to end. With this activity, it is hoped that parents will pay more attention to the health of toddlers and can increase parents' knowledge, especially about the management of ARI disease in their toddlers. Keywords: management; ARI disease; parents; toddlers.
PEMBERDAYAAN LINGKUNGAN DI MASYARAKAT RT 34 KARANG JOANG MELALUI PROGRAM PEMBUATAN HIDROPONIK DAN KOMPOS
Chandra Suryani Rahendaputri;
Budiani Fitria Endrawati;
Mahmudayana Mahmudayana;
Jeralin Jenet Jekson;
Alifia Rifqah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.12088
ABSTRAKPertumbuhan penduduk akan menyebabkan permasalahan pada menyempitnya lahan pertanian dan juga pada kenaikan jumlah sampah. RT 34 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan adalah wilayah yang dekat dengan kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Hal ini berakibat pada pembangunan Gedung untuk fasilitas penginapan lebih diutamakan sehingga menyebabkan lahan pertanian semakin sempit. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat ITK mengatasi hal ini dengan sistem hidroponik dan pengomposan dengan tujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan sayur mayur di lahan sempit di lokasi pengabdian masyarakat ini. Metode yang dilaksanakan adalah dengan metode pelatihan, instalasi sistem hidroponik dan praktik langsung. Adapun luaran yang dicapai dalam kegiatan ini adalah sistem hidroponik yang telah dibangun di rumah Ketua RT 34, transfer ilmu mengenai penanaman dengan sistem hidroponik dan juga transfer ilmu mengenai metode pengomposan aerob. Kendala yang dirasakan dalam kegiatan ini adalah kurangnya partisipasi warga dan juga tanaman yang terserang hama. Namun, hama bisa diatasi dengan penyemprotan air bawang putih. Kata kunci: hidroponik; kompos; sayur; pengabdian masyarakat ABSTRACTPopulation growth will cause problems in the narrowing of agricultural land and also in the increase in the amount of waste. RT 34 Karang Joang Village, Balikpapan is an area close to the Kalimantan Institute of Technology (ITK) campus. This resulted in the construction of buildings for lodging facilities being prioritized, causing agricultural land to become increasingly narrow. Therefore, the ITK community service team overcomes this with a hydroponic and composting system to fulfill the need of vegetable in a narrow land. The methods implemented are training methods, hydroponic system installation and hands-on practice. The outputs achieved in this activity are a hydroponic system that has been built at the house of the Head of RT 34, transfer of knowledge regarding planting with a hydroponic system and also transfer of knowledge regarding aerobic composting methods. The perceived obstacle in this activity is the lack of participation of residents and also plants that are attacked by pests. However, pests can be overcome by spraying garlic water. Keywords: community service; compost; hydroponic; vegetable
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA ANAK DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA
Syafruddin Syafruddin;
Ni Made Novi Suryanti;
Nursaptini Nursaptini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11218
ABSTRAKArus globalisasi membuat pertukaran budaya antar bangsa sangat cepat, oleh karena itu generasi muda sangat perlu karakter berbasis kearifan lokal yang dapat dijadikan alat filter dalam menerima budaya asing. Penanaman karakter terutama melalui sekolah merupakan salah satu alternatif yang efektif dilakukan. Namun yang terjadi di lapangan masih banyak terdapat siswa belum memahami tentang kearifan lokal yang dimiliki dan siswa perlu mendapatkan pemahaman penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat akan memperkenalkan berbagai kearifan lokal budaya asli suku sasak pada peserta didik, sehingga peserta didik dapat mengetahui nilai-nilai kearifan lokal sebagai karakter yang harus dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan diantaranya: persiapan dilakukan dengan koordinasi dan sosialisasi kepada mitra pengabdian pada masyarakat. Selanjutnya penyuluhan, kemudian diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian yang sudah dilakukan adalah siswa memahami tentang nilai-nilai kearifan lokal dan siswa mendapatkan pemahaman terkait pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: pendidikan karakter; kearifan lokal; kawasan ekonomi khusus ABSTRACTThe flow of globalization makes cultural exchanges between nations very fast. Therefore, the younger generation needs characters based on local wisdom that can be used as a filter tool in accepting foreign cultures. Character building, primarily through schools, is an effective alternative. However, what happens in the field is that there are still many students who do not understand local wisdom and students need to gain an understanding of strengthening character education based on local knowledge. The purpose of community service activities is to introduce various local pearls of wisdom of the indigenous Sasak culture to students so that students can know the values of local knowledge as characters that must be understood and applied in everyday life. The technique used in this activity includes several stages including preparation is carried out with coordination and socialization with community service partners. Next is counseling, then discussion and question and answer. Next is counseling, then discussion and question and answer. The results of the service activities that have been carried out are that students understand the values of local wisdom and students get an understanding of character education based on local wisdom. Keywords: character building; local culture; special economic zones
PELATIHAN OLAHAN PEPAYA (SUKA’MA) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI UNTUK MENCEGAH STUNTING DI BUNYU BARAT
Ririn Ariyanti;
Sarah Sarah;
Aidil Tito Sumardani;
Siti Nurasyikin;
Resnita Resnita;
Fauzia Fauzia;
Siti Sofia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11293
ABSTRAKStunting menyebabkan anak tumbuh tidak sehat, perkembangan otak tidak maksimal, dan dapat menyebabkan cacat mental. Stunting memiliki dampak pada anak mulai dari awal kehidupan anak dan akan berlanjut pada siklus hidup manusia. Pemenuhan nutrisi pada ibu menyusui dan memberikan ASI merupakan salah satu cara untuk mencegah kejadian stunting. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah melatih peserta untuk mampu membuat olahan pepaya dalam upaya pemenuhan nutrisi ibu menyusui dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Pulau Bunyu. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu kader posyandu dan ibu PKK desa Bunyu Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu edukasi pencegahan stunting dan pengolahan pepaya muda sebagai nutrisi untuk meningkatkan produksi ASI. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 1 hari pada bulan Juni 2022. Tempat kegiatan pengabdian ini adalah gedung PKK desa Bunyu Barat, Bulungan Kalimantan Utara. Hasil kegiatan didapatkan adalah masyarakat mampu membuat olahan pepaya menjadi lebih higienis dan tahan lama sebagai nutrisi meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui dan mencegah stunting Kata kunci: pepaya; produksi ASI; stunting. ABSTRACTHaving stunted growth can have adverse effects on an infant's health, resulting in a low weight gain, a low rate of otak development, and even a compromised mental health. From the onset of a child's life, stunting affects them, and it continues in their lives as adults. The feeding of nutrients to babies and giving them ASI for the little ones are two of the most effective ways of preventing stunting. Among the goals of this project is to bring nutrition to children by using the resources that is available on Bunyu island. The targets of this community service activity are posyandu cadres and PKK women in West Bunyu village. This program uses education about stunting and nutrition to increase production of ASI. This community service is carried out for 1 day a month in June 2022. The place for this service activity is the PKK building in West Bunyu village, Bulungan, North Kalimantan. The result of the activity is that the community is able to make processed papayas to be more hygienic and durable as a nutrient to increase breast milk production in nursing mothers and prevent stunting. Keywords: papaya; milk increase; stunting.
GERAKAN EDUKASI POLA HIDUP SEHAT MENUJU KELUARGA YANG MANDIRI BAGI MASYARAKAT DESA JOMBOK KEC. NGORO JOMBANG
Ririn Febriyanti;
Novita Nur Synthiawati;
Slamet Boediono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11637
ABSTRAKKeluarga merupakan pengalaman pertama bagi anak-anak. Kondisi sehat dengan cara merubah perilaku dapat dimulai dari lingkungan tatanan rumah tangga. Lingkungan rumah tangga merupakan lingkungan awal dimana manusia itu belajar. Pembentukan perilaku individu sangat diperlukan terlebih di masa Pandemi seperti saat ini. Tantangan menjadi semakin berat sejalan dengan kebutuhan hidup yang terhambat mobilitasnya dikarenakan wabah virus COVID 19, sehingga keluarga adalah satu - satunya harapan untuk tetap tangguh dan tanggap dalam mengatasi segala kemungkinan yang terjadi hingga terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri dan keluarga yang bebas dari stunting. Pengabdi sebagai pengemban Tri darma Perguruan Tinggi melakukan kegiatan dengan memberikan edukasi dan pendampingan untuk mewujudkan keluarga sehat dan mandiri. Permasalahan yang dihadapi mitra Desa Jombok Kecamatan Ngoro antara lain adalah (1). Kurangnya pemahaman Kemandirian Keluarga dalam hal ini adalah pengembangan karakter remaja sehingga berdampak pada perilaku remaja dan gizi, (2). Pernikahan Usia Muda dan perceraian relatif tinggi pada tahun 2020 sd 2021; 3) Kurangnya Pengetahuan tentang Pola Asuh baik terhadap Balita, Remaja dan Bumil. Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini yaitu 1). dengan pendekatan asset based comununity driven develompment melalui edukasi dan pendampingan yang mengarah pada konteks pemahaman dan internalisasi aset, potensi, kekuatan dan pendayagunaan secara mandiri dan maksimal ; 2). Diskusi yang berupa tanya jawab tetapi lebih tepatnya sharing pengalaman mengenai bagaimana menanamkan dan mengembangkan karakter pada remaja serta perkembangan gizi keluarga. Hasil dari pengabdian ini yaitu 1). Meningkatnya pemahaman peran keluarga (ayah/bunda) sebagai perwujudan keluarga sehat dan mandiri , (2) Meningkatnya pemahaman tentang pola pikir dan pola asuh serta peroblematika yang dihadapi remaja sebagai perwujudan keluarga sehat , mandiri dan bebas stunting. Kata kunci: edukasi; keluarga mandiri; pola hidup sehat ABSTRACTFamily is the first experience for children. Healthy conditions by changing behavior can be started from the household environment. The home environment is the initial environment in which humans learn. The formation of individual behavior is very necessary especially in this time of Pandemic. The challenges are getting tougher in line with the needs of life whose mobility is hampered due to the COVID-19 virus outbreak, so the family is the only hope to remain strong and responsive in overcoming all possibilities that occur until the realization of a healthy, independent family and a family free from stunting. Servants as carriers of the Tri Dharma of Higher Education carry out activities by providing education and assistance to create healthy and independent families. The problems faced by the partners of Jombok Village, Ngoro District, include (1). Lack of understanding of Family Independence in this case is the development of adolescent character so that it has an impact on adolescent behavior and nutrition, (2). Young Marriage and divorce are relatively high in 2020 to 2021; 3) Lack of Knowledge about Good Parenting for Toddlers, Teenagers and Pregnant Women. The methods used in this service program are 1). with an asset-based community driven development approach through education and assistance that leads to the context of understanding and internalizing assets, potentials, strengths and utilization independently and maximally; 2). Discussions in the form of questions and answers, but rather sharing experiences on how to instill and develop character in adolescents and the development of family nutrition. The results of this service are 1). Increased understanding of the role of the family (father/mother) as the embodiment of a healthy and independent family, (2) Increased understanding of mindset and parenting patterns and problems faced by adolescents as the embodiment of a healthy, independent and stunting-free family. Keywords: education; independent family; healthy lifestyle
KONSERVASI MANGROVE BERBASIS PENDEKATAN EKOSISTEM SEBAGAI PENUNJANG PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DI SEGARA ANAKAN, CILACAP
Dewi Kresnasari;
Dian Mustikasari;
Bayu Handoko
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11714
ABSTRAKEkosistem mangrove merupakan ekosistem unik yang hanya berada di wilayah tropis dan subtropis. Sebagian besar ekosistem ini terdapat di Segara Anakan, Cilacap. Sebagian besar masyarakat kampung laut di Segara Anakan telah memanfatkan ekosistem tersebut. Akan tetapi, pada kawasan ini terdapat beberapa permasalahan yaitu terjadinya degradasi lingkungan akibat sedimentasi maupun faktor antropogenik dan masih rendahnya kesadaran penduduk setempat tentang nilai pentingnya mangrove serta lemahnya pengawasan dari pihak yang berwenang. Pada tanggal 10 September 2022 telah dilaksanakan program pengabdian masyarakat dengan Kelompok Tani Patra Krida Wana Lestari. Tujuan program ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam kelestarian hutan mangrove, pemeliharaan dan perawatan areal penanaman mangrove secara berkelanjutan dan mandiri; serta tujuan jangka panjang terbentuknya labortorium alam sebagai penunjang ilmu pengetahuan dan tempat wisata. Metode PKM yang digunakan berupa transfer ilmu dan teknologi dalam pembelajaran kelompok yang meliputi sosialisasi dan praktek penanaman mangrove yang dilakukan oleh mitra dan mahasiswa dengan didampingin tim dosen. Selanjutnya, sebagai evaluasi dari kegiatan pengabdian diberikan kuesioner dengan hasil yaitu seluruh responden (20 orang) mengetahui fungsi mangrove, setuju dengan adanya program penanaman mangrove dan setuju dijadikan tempat laboratorium alam. Akan tetapi, terdapat 2 responden tidak setuju didirikannya wisata edukasi serta 1 responden tidak mengetahui bahwa wisata edukasi dapat menambah pendapatan penduduk. Secara keseluruhan dapat dilihat bahwa sebagain besar responden mengetahui peran penting mangrove dan menyetujui dibentuknya wisata edukasi. Kata kunci: : konservasi; laboratorium alam; penanaman mangrove; segara anakan ABSTRACTMangrove ecosystem is a unique ecosystem that is only found in tropical and subtropical areas. Most of these ecosystems are found in Segara Anakan, Cilacap. Most of the sea village communities in Segara Anakan have taken advantage of this ecosystem. However, in this area there are several problems, namely the occurrence of environmental degradation due to sedimentation and anthropogenic factors and the low awareness of local residents about the importance of mangroves and weak supervision from the authorities. On September 10, 2022, a community service program was carried out with the Patra Krida Wana Lestari Farmer Group. The purpose of this program is to increase public awareness to be involved in the preservation of mangrove forests, maintain and care for mangrove planting areas in a sustainable and independent manner; as well as the long-term goal of establishing a natural laboratory to support science and tourist attractions. The PKM method used is in the form of knowledge and technology transfer in group learning which includes socialization and mangrove planting practices carried out by partners and students accompanied by a team of lecturers. Furthermore, as an evaluation of the service activities, a questionnaire was given with the results that all respondents (20 people) knew the function of mangroves, agreed with the mangrove planting program and agreed to be used as a natural laboratory. However, there are 2 respondents who do not agree with educational tourism and 1 respondent does not know that educational tourism can increase the income of the population. Overall, it can be seen that some of the respondents knew the important role of mangroves and approved educational tourism. Keywords: conservation; nature laboratory; mangrove planting; segara anakan