cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PEMBUATAN APLIKASI PENJUALAN PADA UMKM ECO CANTEEN DAN SPACE MAATOA ILIR BARAT I KOTA PELEMBANG Desri Yanto; Media Kusumawradani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13790

Abstract

ABSTRAKKegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk membantu UMKM dalam mencatat transaksi penjualan menggunakan teknologi. Salah satu pencatatan yang sangat penting dalam sebuah usaha adalah pencatatan penjualan. Penjualan menentukan seberapa besar penerimaan yang didapat. Penjualan juga menjadi salah satu alat ukur untuk menentukan laba usaha. Permasalahan pencatatan penjualan terkadang menjadi suatu kendala bagi UMKM. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan mengenai pencatatan penjualan yang benar membuat pencatatan pada UMKM sering kali tidak akurat. Hal ini dirasakan oleh salah satu UMKM Eco Canteen dan Space Maatoa yang berlokasi di Palembang. UMKM ini mengalami kesulitan dalam pencatatan keuangan karena masih menggunakan pencatatan manual. Maka berdasarkan kebutuhan UMKM, tim pengabdian membuat aplikasi penjualan yang bisa dimanfaatkan oleh Mitra. Aplikasi penjualan dibuat menggunakan Visual Basic 6, yang dirancang khusus dan didesain berdasar karakteristik bisnisnya. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah aplikasi penjualan yang bisa digunakan oleh mitra dan mitra dapat melakukan pencatatan penjualan menggunakan aplikasi tersebut. Pencatatan penjualan lebih mudah dilakukan dan akurat. Mitra merasa terbantu dengan adanya aplikasi penjualan ini, karena melalui aplikasi penjualan ini pekerjakan kasir lebih dapat dipantau dan jumlah penerimaan tiap bulan dapat diketahui dengan cepat dan akurat. Kata kunci: aplikasi penjualan; UMKM, visual basic ABSTRACTThis service activity aims to assist MSMEs in recording sales transactions using technology. One of the most important records in a business is sales records. Sales determine how much revenue you get. Sales are also one of the measuring tools to determine operating profit. The problem of recording sales sometimes becomes an obstacle for MSMEs. Lack of understanding and knowledge regarding correct sales records makes recording of MSMEs often inaccurate. This is felt by one of the UMKM Eco Canteen and Space Maatoa located in Palembang. These MSMEs experience difficulties in financial recording because they still use manual recording. So based on the needs of MSMEs, the service team makes a sales application that Partners can use. Sales application is made using Visual Basic 6, which is specifically designed and designed based on the characteristics of the business. The result of the service activities carried out is a sales application that can be used by partners and partners can record sales using the application. Recording sales easier and more accurate. Partners feel helped by this sales application, because through this sales application cashier jobs can be monitored more and the amount of receipts each month can be known quickly and accurately. Keywords: sales application; UMKM; visual basic
PEMBERDAYAAN KADER LANSIA DALAM UPAYA PENATALAKSANAAN NYERI SENDI PADA LANSIA Achmad Syukkur; Berliany Venny Sipollo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13110

Abstract

ABSTRAKNyeri sendi menjadi urutan pertama keluhan yang dirasakan oleh lansia saat kunjungan Posyandu Lansia dan menjadi salah satu faktor utama lansia mencari pengobatan. Terapi pengobatan famakologi lebih banyak digunakan dalam penatalaksanaan nyeri, terapi ini harus hati-hati diberikan terutama pada lansia, mengingat efek samping yang merugikan dan menjadi risiko lebih besar akibat penurunan fungsi organ atau proses degeneratif. Tujuan kegiatan ini untuk pemberdayaan kader lansia dengan penguatan pengetahuan terkait nyeri sendi pada lansia, pelatihan penatalaksanaan nyeri sendi non farmakologi sebagai salah satu alternatif penanganan nyeri sendi, meliputi edukasi kesehatan nyeri sendi dan penatalaksanaanya, dan melakukan terapi non farmakologi dalam penatalaksanaan nyeri sendi yaitu : pemasangan plester kinesio dan kompres jahe merah. Evaluasi dilakukan dengan melakukan pre test dan post test pengetahuan kader tentang nyeri sendi dan penatatalaksanaannya kompres jahe merah dan kinesiotaping. Kegiatan diikuti seluruh kader yaitu sejumlah 10 orang. Hasil evaluasi pengetahuan meningkat 96% dari nilai rata-rata 50 (kategori sedang) menjadi nilai rata-rata 98 (kategori baik), penatalaksanaan nyeri sendi non farmakologi untuk kompres jahe merah meningkat 139% dari nilai rata-rata 38 (kategori kurang) menjadi nilai rata-rata 91 (kategori baik) dan pemasangan plester kinesio meningkat 250% dari nilai rata-rata 22 (kategori kurang) menjadi nilai rata-rata 77 (kategori baik). Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan kader tentang nyeri sendi pada lansia, serta kader dapat menerapkan terapi non farmakologi yang aman dan efek samping yang minimal bagi lansia. Kata kunci: lanjut usia; kader lansia; nyeri sendi; kinesiotaping; kompres jahe merah. ABSTRACTOlder adults is someone who has reached the age of 60 years and over. Joint pain is often one of the main factors in the elderly seeking treatment. Pharmacological drug therapy is more widely used in the management of pain, this therapy must be given with caution, especially in the elderly, considering the adverse side effects and the greater risk due to decreased organ function or degenerative processes. The purpose of this activity is to empower elderly cadres by strengthening knowledge related to joint pain in the elderly, training in non-pharmacological joint pain management as an alternative for joint pain management, including joint pain health education and its management, and conducting non-pharmacological therapy in the management of joint pain, namely: installation kinesio plaster and red ginger compress. The evaluation was carried out by conducting a pre-test and post-test on the cadre's knowledge of joint pain and its management of red ginger compresses and kinesiotaping. The activity was attended by all cadres, namely a total of 10 people. The results of the evaluation of knowledge increased from an average score of 50 (moderate category) to an average score of 98 (good category), non-pharmacological management of joint pain for red ginger compresses from an average score of 38 (poor category) to an average score of 91 (good category) and installation of kinesio tape from an average value of 22 (poor category) to an average value of 77 (good category). This activity is expected to increase cadres' knowledge about joint pain in the elderly, and cadres can apply non-pharmacological therapies that are safe and have minimal side effects for the elderly. Keywords: older adults; elderly cadres; joint pain; kinesiotaping; red ginger compress.
PSIKOEDUKASI PENCEGAHAN BULLYING UNTUK MENINGKATKAN SELF AWARENESS PADA REMAJA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 TANJUNG ENIM KABUPATEN MUARA ENIM Dwi Hurriyati; Risqika Lailati Fitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13652

Abstract

ABSTRAKPerilaku bullying di SMP Muhammadiyah 1 Tanjung Enim seringkali terjadi di kalangan siswa dikarenakan masih minimnya pengetahuan siswa mengenai topik bullying. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi psikologi edukasi tentang bullying dan upaya pencegahannya ke siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), sehingga mampu meningkatkan pengetahuan siswa tentang bullying, dan mampu meningkatkan kesadaran diri siswa untuk memahami dirinya sendiri. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya:  persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Sasaran dalam kegiatan pengabdian sebanyak 20 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 di SMP Muhammadiyah 1 Tanjung Enim. Evaluasi kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk mengetahui pengaruh dilakukannya psikoedukasi. Selain itu, evaluasi juga dilakukan dengan menggunakan form menganalisa diri untuk mengetahui kesadaran diri siswa dalam memahami kekurangan diri dan potensi yang dimiliki sehingga siswa mampu memahami kemampuan yang mereka miliki. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan pengetahuan perilaku bullying sebelum dan sesudah dilakukan psikoedukasi pencegahan bullying. Nilai rata-rata siswa ketika pre-test adalah 40%  sedangkan  nilai rata-rata siswa ketika post-test meningkat menjadi 72,5% dan melalui form menganalisa diri, siswa dapat menuliskan  kekurangan yang mereka miliki dan cara mengatasinya serta kelebihan diri yang mereka miliki dan bagaimana cara mereka mengembangkan kelebihan tersebut. Kata kunci: perundungan; remaja; kesadaran diri ABSTRACTBullying behavior at JHS Muhammadiyah 1 Tanjung Enim often occurs among students due to the lack of student knowledge regarding the topic of bullying. The purpose of this service activity is to provide educational psychology information about bullying and its prevention efforts to junior high school (JHS) students, so as to be able to increase students' knowledge about bullying, and to be able to increase students' self-awareness to understand themselves. The method of implementing this community service activity is carried out in several stages: preparation, implementation, monitoring and evaluation of activities including. The target in the community service activities was 20 students from grades 7, 8 and 9 at JHS Muhammadiyah 1 Tanjung Enim. Evaluation of service activities is carried out by giving a pre-test and post-test to determine the effect of psychoeducation. In addition, the evaluation was also carried out using a self-analyzing form to determine students' self-awareness in understanding their own deficiencies and potential so that students are able to understand their abilities. The results of community service activities show that there is an increase in knowledge of bullying behavior before and after psychoeducation on bullying prevention is carried out. The average score of students during the pre-test was 40% while the average score of students during the post-test increased to 72,5% and through the self-analyzing form, students can write down the weaknesses they have and how to overcome them and the strengths they have. and how do they develop those strengths Keywords: bullying; teenager; self awareness
AGRAPANA REBORN : PENINGKATAN KAPASITAS ORGANISASI DAN PENGUATAN KUALITAS SDM DESA WISATA SUMBER KALONG BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM Sumani Sumani; Kristian Suhartadi Widi Nugraha; Ika Barokah Suryaningsih; Marmono Singgih; Intan Nurul Awwaliyah; Cempaka Paramita; Gusti Ayu Wulandari; Tria Putri Noviasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12448

Abstract

ABSTRAKAgrapana reborn merupakan semangat yang diangkat dalam pengabdian kepada masyarakat pada tahun kedua. Reborn selaras dengan konsep sustainability tourism. Tema ini diambil sesuai masalah yang dihadapi mitra yaitu melihat kondisi wisata Agrapana yang sempat viral namun kembali mengalami stagnasi akibat minimnya inovasi. Participatory Rural Appraisal merupakan metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumber Kalong dengan melibatkan banyak pihak sebagai fasilitator. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat di wisata Agrapana desa Sumber Kalong yaitu FGD, pendampingan penyusunan SOP, pendampingan tentang pentingnya desa wisata, pendampingan manajemen dan pengelolaan kafe sederhana dan pelatihan barista kopi. Respon mitra sangat positif dengan Adanya kegiatan pengabdian, khususnya mengenai manajemen kafe dan pelatihan barista. Kedepan, diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan wisata lokal yang dapat dijadikan salah satu sumber pendapatan desa untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian penduduk desa Sumber Kalong. Kata kunci: reborn; sustainability; pendampingan; pelatihan ABSTRACTAgrapana reborn is the spirit raised in community service in the second year. Reborn is aligned with the concept of sustainable tourism. This theme was taken according to the problems faced by partners, namely seeing the condition of Agrapana tourism which had gone viral but had stagnated again due to a lack of innovation. Activities carried out in community service at Agrapana tourism in Sumber Kalong village are FGDs, assistance in the preparation of standard operating procedures, assistance with the importance of tourist villages, assistance for managers, and training for simple cafe managers and coffee baristas. Participatory Rural Appraisal is used in community service in Sumber Kalong Village by involving many parties as facilitators. The partner's response was very positive regarding community service activities, especially cafe management and barista training. In the future, it is hoped that this will be beneficial for the development of local tourism, which can be used as a source of village income to improve the standard of living and the economy of the residents of Sumber Kalong village. Keywords: reborn; sustainability; mentoring; training
PELATIHAN PENGUKURAN KEBISINGAN LINGKUNGAN BAGI SISWA SMA WALISONGO SEMARANG Andarina Aji Pamurti; Wahjoerini Wahjoerini; Dwi Prabowo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13029

Abstract

ABSTRAKSekolah adalah tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Salah satu faktor untuk mencapai kondisi lingkungan belajar yang baik adalah terhindar dari masalah kebisingan. SMA Walisongo Semarang merupakan sekolah yang terletak di jalan raya primer yang berada pada kawasan stadion dan komersil. Aktivitas jalan raya, stadion dan komersil menimbulkan kebisingan. Kegiatan pembelajaran di SMA Walisongo Semarang mendapat pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, namun belum diberikan pengetahuan akan pengukuran kebisingan yaitu penggunaan alat ukur kebisingan. Oleh karena itu diperlukan pelatihan pengukuran kebisingan untuk siswa SMA Walisongo Semarang. Pelatihan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan siswa yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Alam. Manfaat dari pelatihan ini dapat digunakan untuk jenjang berikutnya yaitu perguruan tinggi dan dunia kerja. Metode pelaksanaan terdiri dari metode pengenalan, Pre Test, pelatihan pengukuran kebisingan yaitu siswa mengukur kebisingan di halaman sekolah yaitu membaca dan mencatat angka kebisingan dalam satuan desibel, kemudian evaluasi dilakukan Post Test. Hasil Pre Test yaitu menunjukkan 66,3 % siswa paham akan pengetahuan tentang kebisingan. Sedangkan hasil Post Test menunjukkan siswa 95,3 % paham akan pengetahuan kebisingan jadi dapat disimpulkan bahwa pemahaman siswa mengalami peningkatan setelah mengikuti pelatihan. Pelatihan ini siswa dapat mengetahui kebisingan di lingkungan sekolah yang berkaitan dengan besaran desibel, sumber kebisingan dan solusi penurunan kebisingan. Kata Kunci: kebisingan; lingkungan; sekolah ABSTRACTSchool is the place where the teaching and learning process takes place. One of the factors for achieving a good learning environment is avoiding noise problems. SMA Walisongo Semarang is a school located on a primary highway which is in the stadium and commercial area. Road, stadium and commercial activities generate noise. Learning activities at SMA Walisongo Semarang receive lessons in Natural Sciences, but they have not been given knowledge of noise measurement, namely the use of noise measuring instruments. Therefore, noise measurement training is needed for SMA Walisongo Semarang students. This training aims to increase students' knowledge related to Natural Sciences. The benefits of this training can be used for the next level, namely higher education and the world of work. The implementation method consists of an introduction method, Pre Test, noise measurement training in which students measure noise in the school yard, namely reading and recording noise numbers in decibel units, then the evaluation is carried out in the Post Test. The results of the Pre Test showed that 66.3% of students understood knowledge about noise. While the results of the Post Test showed that 95.3% of students understood noise knowledge, so it can be concluded that students' understanding has increased after participating in the training. In this training students can find out about noise in the school environment related to the decibel level, noise sources and noise reduction solutions. Keywords: noise; environment; school
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI PROGRAM KADER PINTAR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING DI DESA BUKEK PAMEKASAN Ira Purnamasari; Dede Nasrullah; Uswatun Hasanah; Idham Choliq
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13541

Abstract

ABSTRAKStunting masih menjadi masalah gizi di Indonesia. Stunting menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Karena mengalami kekurangan gizi menahun, bayi stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita seumurnya. Adapun angka stunting di Jawa Timur masih tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan tahun 2021, angka stunting di Jawa Timur 23,5%, Pamekasan masuk 10 kabupaten/kota dengan stunting di Jawa Timur 38,7% dan Desa Bukek menempati posisi pertama 62,02%. Kurangnya pemahaman kader posyandu tentang pencegahan dan penanganan stunting menyebabkan kurang optimalnya kader dalam melakukan pendampingan ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Pengabdian ini adalah upaya dalam meningkatkan pengetahuan tentang stunting melalui program transfer ilmu kepada para kader posyandu, program kader pintar merupakan serangkaian kegiatan dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam melakukan pencegahan dan penanganan stunting di Desa Bukek. Program kader pintar dilakukan selama 3 minggu melibatkan 15 kader posyandu. Tim pengabdian memberikan pengetahuan tentang stunting, mengajarkan cara pembuatan MP-ASI menggunakan bahan lokal yang ada di desa, mengajarkan pengukuran antropometri dan cara menghitung Z-Score dalam skrining balita stunting. Hasil kuesioner pengetahuan kader posyandu, pretest pengetahuan cukup 66,67% dan posttest pengetahuan baik 100%. Setelah kegiatan pengabdian ini, diharapkan kader posyandu memiliki kemampuan dalam melakukan upaya preventif dan promotif terkait stunting. Kader posyandu sebagai perpanjangan tangan Puskesmas dalam memantau tumbuh kembang anak ikut berperan aktif dalam menciptakan generasi muda yang lebih produktif. Kata kunci: stunting; kader pintar; pencegahan; penanganan ABSTRACTStunting is still a nutritional problem in Indonesia. Stunting causes delays in brain development and child development. Due to chronic malnutrition, stunted babies grow shorter than the standard height for toddlers of their age. The stunting rate in East Java is still high. Based on data from the Ministry of Health for 2021, the stunting rate in East Java is 23.5%, Pamekasan is included in 10 regencies/cities with stunting in East Java at 38.7% and Bukek Village occupies first position with 62.02%. The lack of understanding of posyandu cadres about the prevention and treatment of stunting causes cadres to be less than optimal in assisting pregnant women and mothers with toddlers. This service is an effort to increase knowledge about stunting through a knowledge transfer program to posyandu cadres, the smart cadre program is a series of activities to increase the capacity of posyandu cadres in preventing and treating stunting in Bukek Village. The smart cadre program was carried out for 3 weeks involving 15 posyandu cadres. The service team provided knowledge about stunting, taught how to make MP-ASI using local materials available in the village, taught anthropometric measurements and how to calculate the Z-Score in stunting toddler screening. The results of the posyandu cadre knowledge questionnaire, the pretest knowledge is sufficient 66.67% and the posttest good knowledge is 100%. After this community service activity, it is hoped that posyandu cadres will have the ability to carry out preventive and promotive efforts related to stunting. Posyandu cadres as an extension of the Puskesmas in monitoring the growth and development of children take an active role in creating a more productive young generation. Keywords: stunting; smart cadres; prevention; treatment
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMP IT IBNU SINA MERAUKE MELALUI PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT Andi Reski; Marni Bawawa; Mitra Rahayu; Merta Simbolon
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13786

Abstract

ABSTRAKProgram merdeka belajar merupakan salah satu strategi yang dilakukan Pemerintah untuk membawa peserta didik menjadi pembelajar yang kompeten di abad 21. Dimana, Pemerintah menjadikan teknologi sebagai sarana utama dalam membentuk keterampilan self directed learning atau pembelajar mandiri. Pembelajar mandiri ini tentu saja membutuhkan dukungan dari guru yang berperan sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, motivator, dan evaluator. Sebagai fasilitator tentu saja guru diharapkan mampu menyiapkan materi pembelajaran yang dapat memotivasi peserta didik agar semangat belajar. Salah satunya dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis ICT. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan PKM ini dengan tujuan untuk melatih dan mendampingi para guru SMP IT Ibnu Sina dalam menyiapkan media pembelajaran berbasis ICT agar tercipta pembelajaran yang efektif dan efisien. Adapun hasil dari kegiatan PKM ini adalah guru SMP IT Ibnu Sina mampu membuat media pembelajaran berbasis ICT yang menunjang peningkatan kompetensi baik kompetensi profesional maupun kompetensi pedagogik guru dalam menghasilkan bibit-bibit pembelajar mandiri yang cerdas, kreatif, dan inovatif di Kota Merauke. Kata kunci: guru; ICT; kompetensi; media; pembelajaran ABSTRACTThe independent learning program is one of the strategies carried out by the Government to bring students to become competent learners in the 21st century. Where, the Government makes technology the main means of forming self-directed learning skills or independent learners. These independent learners of course need support from teachers who act as learning resources, facilitators, managers, demonstrators, mentors, motivators, and evaluators. As a facilitator, of course the teacher is expected to be able to prepare learning materials that can motivate students to be enthusiastic about learning. One of them is by utilizing ICT-based learning media. Therefore, this PKM activity was carried out with the aim of training and assisting the teachers of SMP IT Ibnu Sina in preparing ICT-based learning media to create effective and efficient learning. The results of this PKM activity are that SMP IT Ibnu Sina teachers are able to create ICT-based learning media that supports competency improvement both professional competence and teacher pedagogic competence in producing intelligent, creative, and innovative independent learners in Merauke City. Keywords: teacher; ICT; competence; media; learning
PENGOLAHAN MINUMAN KOPI SUSU AREN ‘KOPISA’ DI DESA GIRI MADIA KECAMATAN LINGSAR LOMBOK BARAT Putri Nur Fauziah; Burhanuddin Burhanuddin; Ainul Yaqin; Amanatul Hidayah; Arifah Rahmatiah Ardianti; Ayidah Ayidah; Hayatul Nufus; Ismi Aisyah Umami; Mar’aini Wulandari; Mustika Aprilia; Rika Apriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13714

Abstract

ABSTRAKDesa Giri Madia Kecamatan Lingsar memiliki potensi Gula Aren, kopi, dan tanaman perkebunan lainnya. Dengan potensi tersebut apa yang dapat dikembangkan sehingga dari sisi ekonomi masyarakat Giri Madia dapat meningkat. Tulisan ini menjelaskan pemanfaatan potensi gula aren dan kopi menjadi produk kewirausahaan masyarakat oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram pada Periode Januari sampai Februari 2023. Kegiatan Pengabdian ini secara metodologis menempuh beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data potensi desa (menggunakan metode survei (langsung dan literatur) dan wawancara), perumusan kegiatan pencapatan pengabdian kepada masyarakat (menggunakan metode diskusi), workshop kewirausahaan (menggunakan metode presentasi dan diskusi), pembuatan produk kewirausahaan Kopisa (menggunakan metode simulasi dan uji coba), serta sosialisasi produk (menggunakan metode unjuk kerja). Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa Desa Giri Madya memiliki potensi penghasil gula merah (aren) dan kopi karena berada di dataran tinggi dan dingin. berdasarkan potensi tersebut telah dirumuskan beberapa kegiatan kepada masyarakat, yaitu workshop kewirausahaan, pembuatan minuman yang berbahan dari gula merah dan kopi yang disebut kopisa (kopi, susu, gula aren). Sebelum menjadi suatu minuman kemasan telah dilakukan beberapa kali uji coba. Produk kemudian disosialisasi kepada masyarakat Desa Giri Madya dan masyarakat Nusa Tenggara Barat (di Car Free Day) yang menyangkut cara pembuatan serta kelebihan produk. Kata kunci: gula aren; kopi; pengolahan; susu. ABSTRACTThis paper describes the community service activities carried out by Mataram University Student Community Service (KKN) in Giri Madia Village, Lingsar District, West Lombok Regency, from January to February 2023. The community service activities methodologically take several stages, namely collecting village potential data (using survey methods (direct and literature) and interviews), formulation of community service achievement activities (using discussion methods), entrepreneurship workshops (using presentation and discussion methods), making Kopisa entrepreneurial products (using simulation and trial methods), and product socialization ( using the performance method). The results of observations and interviews show that Giri Madya Village has the potential to produce brown sugar (aren) and coffee because it is located in the highlands and is cold. Based on this potential, several activities have been formulated for the community, namely entrepreneurship workshops, making drinks made from brown sugar and coffee called kopisa (coffee, milk, palm sugar). Before becoming a packaged drink, several trials have been carried out. The product was then socialized to the Giri Madya Village community and the West Nusa Tenggara community (on the Car Free Day) regarding how to make it and the advantages of the product. Keywords: palm sugar; coffee; processing; milk.
PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL) DI PADUKUHAN KROBOKAN BERSAMA KELOMPOK WANITA TANI KEMBANG HARAPAN Andika Andika; Sakbannudin Sakbannudin; M. Nafis Aseygaf; M. Nurkholis Majid; Khasan Besari; Arnoldus Arnoldus; Ronaldus Budi Talino; Soraya Mentari Katiandagho; Salsabiila Salsabiila; Fitri Lestari; Rahadian Agung Fatkhurrozi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13687

Abstract

ABSTRAKLimbah rumah tangga merupakan penghasil limbah terbesar dibandingkan penghasil limbah lainnya, di mana jenis limbah makanan merupakan yang paling banyak. Pengelolaan limbah rumah tangga merupakan tantangan utama di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Padukuhan Krobokan, Kelurahan Tamanan, Kecamatana Banguntapan, Kabupaten Bantul. Persoalan pengelolahan limbah rumah tangga di Padukuhan Krobokan masih pada tahap pemilahan jenis limbah baik organik maupun anorganik. Namun untuk pemanfaatan limbah seperti diolah menjadi pupuk organik belum dilakukan, sehingga sebagian besar limbah rumah tangga yang dihasilkan masih bertumpuk di TPA. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga khususnya Ibu-ibu anggota KWT untuk membuat Mikro Organisme Lokal melalui limbah organik rumah tangga secara mandiri, sehingga pemanfaatan limbah rumah tangga yang ada di Padukuhan Krobokan dapat dimaksimalkan untuk pupuk tanaman. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahap, yaitu, pengenalan masalah, penyediaan alat dan bahan, penyuluhan, praktik dan penggunaan MOL. Kegiatan penyuluhan berjalan dengan tertib dan lancar, ibu-ibu kelompok wanita tani sangat antusias terhadap kegiatan penyuluhan. Hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi selama penyuluhan berlangsung. Kata kunci: limbah rumah tangga; MOL; penyuluhan; padukuhan krobokan. ABSTRACTHousehold waste is the biggest waste producer compared to other waste producers, where the type of food waste is the most. Household waste management is a big challenge in various regions in Indonesia, including in Krobokan Hamlet, Tamanan Village, Banguntapan District, Bantul Regency. The problem of managing household waste in Krobokan Hamlet is still in the stage of sorting out the types of waste, both organic and inorganic. However, the use of waste such as processing it into organic fertilizer has not been widely carried out, so that most of the household waste produced still accumulates in landfills. This counseling aims to increase the knowledge of residents, especially KWT members, to make Local Micro-Organisms through household organic waste independently, so that the utilization of household waste in Krobokan Hamlet can be maximized for plant fertilizer. The implementation method is carried out through five stages, namely, problem recognition, provision of tools and materials, counseling, practice and use of MOL. The counseling activities ran in an orderly and smooth manner, the farmer women's group was very enthusiastic about participating in the extension activities. This is shown by the many questions and discussions during the extension. Keywords: household waste; MOL; counseling; krobokan hamlet.
SOSIALISASI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA PESERTA IBU GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP Tasya Nur Fitria; Deni Alamsah; Nur Fauzia Asmi; Cica Sopia; Putri Aprilianti; Riva Azzizah; Remita Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12499

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan data World Health Organization (WHO) sampai tahun 2020 hanya sekitar 44% bayi di seluruh dunia yang berusia 0-6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Cakupan ASI eksklusif di Indonesia tahun 2018-2019 mengalami penurunan dari 68,74% menjadi 67,74%. Maka perlunya tidakan untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan terkait pemberian asi ekskulusif bayi 0-6 bulan pada ibu di posyandu seroja 1c desa telaga murni. Metode kegiatan berupa penyuluhan, dengan evaluasi berupa pre-test dan pos-test sebagai parameter untuk mengetahui peningkatan pengetahuan sesuai tujuan yang ingin dicapai. Hasil kegiatan diperoleh tidak ada perbedaan setelah dilakukan pre-test dan post-test mengenai ASI eksklusif sehingga tingkat pengetahuan dan sikap responden tidak menunjukan adanya peningkatan yang signifikan. Kata kunci: ASI eksklusif; edukasi; ibu. ABSTRACTBased on data from the World Health Organization (WHO) until 2020 only around 44% of babies around the world aged 0-6 months are getting exclusive breastfeeding. Exclusive breastfeeding coverage in Indonesia in 2018-2019 has decreased from 68.74% to 67.74%. So the need for action to increase exclusive breastfeeding in infants 0-6 months. This activity aims to provide education and increase knowledge regarding exclusive breastfeeding for babies 0-6 months to mothers at Posyandu Seroja 1c, Telaga Murni Village. The activity method is counseling, with evaluation in the form of a pre-test and post-test as parameters to determine the increase in knowledge according to the goals to be achieved. The results of the activity showed that there was no difference between the pre- and post-test regarding exclusive breastfeeding, so the level of knowledge and attitudes of the respondents did not show a significant increase. Keywords: exclusive breastfeeding; education; mother.