cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGUATAN STRATEGI PEMASARAN PADA UMKM DI DESA JONO KECAMATAN BAYAN KABUPATEN PORWOREJO Endah Pri Ariningsih; Astri Wulandari; Achmad Syaufiq; Danandra Dewi; Rama Dwi Nurivansah; Eva Elviana Rahmawati; Fani Nailil Muna; Raihan Daffa Ghifari; Taufik Faturacman; Nurani Syifa Wibowo; Triana Widayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13772

Abstract

ABSTRAKKKN Tematik sebagai salah satu jenis KKN bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan salah satu Catur Dharma yaitu Pengabdian pada Masyarakat. KKN ini dilakukan di Desa Jono, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo yang sebagian masyarakatnya memiliki berbagai jenis usaha mikro kecil menengah (UMKM). Masyarakat desa yang memiliki UMKM mayoritas adalah orang tua yang belum dapat secara maksimal memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya, sehingga keterjangkaun pemasarn produknya masih sangat terbatas. Tujuan dari pengabdian ini adalah  penguatan branding, serta mengembangkan dan meningkatkan pangsa pasar melalui berbagai media. Metode pelaksanaan dilakukan dengan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan yang dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu: tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang diperolah dari kegiatan pengabdian ini adalah UMKM memiliki merek dan adanya komunikasi pemasarn dengan berbagai media baik konvensional maupun digital melalui media sosial. Kata kunci: KKN tematik; branding; digital; media social; pangsa pasar ABSTRACTThematic KKN as a type of KKN for University of Muhammadiyah Purworejo provides an opportunity for lecturers and students to do one of the Catur Dharma, namely Pengabdian pada Masyarakat. This KKN was carried out in Jono Village, Bayan District, Purworejo Regency, where some of the people have various types of micro, small and medium enterprises (MSMEs). Villagers who have the majority of MSMEs are parents who have not been able to optimally utilize technology to market their products, so that the affordability of marketing their products is still very limited. The purpose of this service is branding training, as well as developing and increasing market share through various media. The implementation method is carried out by socialization, training and mentoring which is carried out in several stages, namely: the preparation, implementation and evaluation stages. The results obtained from this service activity are that MSMEs have a brand and have marketing communications with various media, both conventional and digital through social media. Keywords: thematic KKN; branding; digital; social media; market share
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI TEKNOLOGI FERMENTASI PENGOLAHAN ECENG GONDOK UNTUK PAKAN UNGGAS DI DESA TERSIDILOR KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO Zulfanita Zulfanita; Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti; Budi Setiawan; Agus Budi Santoso; Uswatun Hasanah; Lyla Shafiya Anindita; Ela Rosita Ariana; Meilania Wisma Puspita; Putri Kartika Widiyaningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13686

Abstract

ABSTRAKMakalah ini menyampaikan uraian tentang proses  penumbuhan pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan eceng gondok  yang difermentasi untuk pakan unggaskepada Kelompok  tani  Maju Bersama yang merupakan satu satunya kelompok tani yang mengelola tanaman pangan dan unggas (ayam dan bebek) di TersidiLor  Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Tujuan pengabdian ini adalah pemberdayaan kelompok tani  dengan memberi pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan, agar memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dalam bidang pertanian dan peternakan. Rangkaian kegiatan yang dilakukan sejak Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Muhammadiyah Purworejo di laksanakan selama 1 bulan yang  terdiri dari (1) orientasi lokasi, (2) persiapan dan perencanaan penyuluhan dan pelatihan , (3) kegiatan pelatihan, (4) pengamatan hasil pelatihan, dan (5) evaluasi terhadap pelatihan. Pengumpulan data dari kajian ini dilakukan dengan metode observasi dan wawancara  terhadap  mitra yaitu anggota  kelompok tani maju bersama berjumlah 15 orang yang menjadi peserta kegiatan. Berdasarkan dari hasil evaluasi dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa anggota kelompok tani maju bersama di  desa tersidiLor diKecamatan Pituruh kabupaten Purworejo antusias dan menyadari bahwa eceng gondok dapat dimanfaatkan apabila diberi sentuhan teknologi fermentasi  khususnya untuk pakan ternak unggas seperti ayam dan bebek. Salah satu bagian penting dari kegiatan ini adalah peserta mengetahui bahwa eceng gondok dengan tambahan konsentrat, EM4/tetes tebu yang difermentasi dengan takaran sesuai dapat  menambah  pengetahuan dan ketrampilan dari bidang pertanian dan peternakan.Disisi lain diharapkan bahwa dengan tambahan pakan eceng gondok yang difermentasi menjadi cadangan pakan unggas dan dapat menambah penampilan dan produksi telur pada unggas . Kata kunci : eceng gondok; fermentasi; pakan ungags; kelompok tani. ABSTRACTThis paper provides a description of the process of growing knowledge and skills to the Maju Bersama farmer group, which is the only farmer group that manages food crops and poultry (duck and chicken) in Tersidi Lor, Pituruh District, Purworejo Regency regarding the processing of fermented water hyacinth for poultry feed. The purpose of this service is to empower farmer groups by providing understanding and skills to the community through counseling and training, so that they have the ability to develop their potential in agriculture and animal husbandry. The series of activities carried out since the Purworejo Muhammadiyah University Thematic Real Work Lectures were carried out for 1 month consisting of (1) location orientation, (2) counseling and training preparation and planning, (3) training activities, (4) observation of training results, and (5) evaluation of training. Data collection from this study was carried out using observation and interview methods with partners, namely members of the Advanced Farmer Group, totaling 15 people who were participants in the activity. Based on the results of the evaluation and discussion, it can be concluded that the members of the farmer group in the tertiary village of Lor in the Pituruh District, Purworejo Regency, are enthusiastic and realize that water hyacinth can be used if given a touch of fermentation technology, especially for poultry feed such as chickens and ducks. An important part of this activity is that the participants know that water hyacinth with additional concentrate, fermented EM4/sugar molasses at appropriate doses can increase their knowledge and skills in agriculture and animal husbandry. poultry feed and can increase the appearance and egg production in poultry. Keywords : water hyacinth; fermentation; poultry feed; farmer groups
PELATIHAN FINGER MATH TRICKS UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Wulandari Wulandari; Yeni Listiana; Aklimawati Aklimawati; Erna Isfayani; Indira Arindi; Aodri Suandana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12124

Abstract

ABSTRAKPelajaran berhitung merupakan pelajaran yang sangat mendasar yang wajib diterima siswa sekolah dasar, karena berhitung selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik dari usia dini hingga usia lanjut. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian semua pihak, terutama pihak sekolah. Pihak sekolah harus mempersiapkan banyak hal untuk menunjang kemampuan berhitung siswa, mulai dari kemampuan guru yang mengajar, sampai media pembelajaran yang menarik, mudah dipahami, serta menyenangkan bagi siswa. Dari permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Malikussaleh, memberikan pelatihan kepada guru-guru sekolah dasar mengenai metode berhitung “finger math tricks”. Finger math tricks merupakan metode berhitung menggunakan jari, sehingga diharapkan membuat siswa lebih aktif dalam berhitung karena melibatkan organ tubuh siswa serta dapat meningkatkan efisiensi kecepatan berhitung siswa. Kegiatan ini dilakukan dengan mitra Sekolah Dasar Islam Terpadu Nahwannur, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Kegiatan  ini diikuti oleh 9 orang guru. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode pelatihan berupa praktek. Instrumen yang digunakan berupa angket respon yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah sebesar 77,78% dapat membantu guru dalam memberikan metode berhitung yang menyenangkan bagi siswa, 88,89% dapat melatih kemampuan guru dalam memahami metode berhitung cepat dan tepat, serta sebesar 100% peserta menyatakan pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan/ skill guru dalam bidang pendidikan. Kata kunci: kemampuan berhitung; finger math tricks; sekolah dasar. ABSTRACTNumeracy lessons are very basic lessons that must be received by elementary school students, because counting is always used in everyday life from an early age to old age. Of course this should be the concern of all parties, especially the school. The school must prepare many things to support students’ numeracy skills, starting from the ability of teachers who teach, to learning media that are interesting, easy to understand, and fun for students. Based on these problems, the Malikussaleh University Community Service Team provided training to elementary school teachers on the “finger math tricks” counting method. Finger math tricks are a method of counting using the fingers, so it is expected to make students more active in counting because they involve the student’s organs and can increase the efficiency of students’ counting speed. This activity was carried out at the Nahwannur Integrated Islamic Elementary School, Dewantara District, North Aceh. The method used is the method of direct practice, games and questions and answers. This training activity is expected to assist teachers in providing fun learning media for students to support students’ numeracy skills, as well as improve teacher abilities and skills in education. Keywords: numeracy skills; finger math tricks; elementary school.
DISEMINASI TEKNIK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH PERTANIAN DAN PETERNAKAN DI DESA MENCEH, KAB. LOMBOK TIMUR Liza Umitasari; Susi Rahayu; Afiatul Hafifah; Ahmad Risandi F.; Alda Berlian; Anggie Dwi P.; Arzyl Akbar; Enggar Juwanda K.; Huan Ahmad T.; Legi Aprila; Mammi Dwi R.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13787

Abstract

ABSTRAKPenduduk desa Menceh mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Saat ini ketersediaan pupuk pertanian cukup langka. Kelangkaan ini berdampak pada mahal nya harga pupuk kimia. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu inovasi penggantian pupuk kimia dengan pupuk organik. Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan untuk menambah wawasan masyarakat terkait manfaat dari pupuk organic. Adapun tujuan lain pelaksanaan kegiatan ini yakni untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan pupuk organic. Untuk mencapai tujuan tersebut maka kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan utama. Tahap pertama melalui kegiatan sosialisasi peranan penting penggunaan pupuk organic terhadap kesuburan tanah. Tahap kedua dengan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organic. Dan tahapan terakhir yakni pendampingan secara berkala pembuatan pupuk, pengaplikasian pupuk, dan pengemasan pupuk. Adapun dalam pelaksanaan kegiatan digunakan beberapa metode pendekatan yaitu Model Participatory Rural Appraisal (MPRA), Model Community Development (MCD) dan edukatif. Melalui serangkaian tahapan dan metode pendekatan tersebut, hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat telah mamapu secara mandiri membuat, menggunakan, dan mengemas pupuk sesuai dengan arahan tim KKN. Dengan kemandirian tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan pupuk kimia. Kata kunci: sekam padi; kohe kambing; pelatihan ABSTRACTThe majority of Menceh villagers work as farmers. Currently, the availability of agricultural fertilizers is quite scarce. This scarcity has a direct impact on the high price of chemical fertilizers. Therefore, innovation is necessary to replace chemical fertilizers with organic fertilizers. Consequently, it is essential to elevate public knowledge regarding the benefits of natural fertilizer. In addition, the community needs to train on how to make organic fertilizer. Three main stages are conducted to achieve this goal. Firstly, the critical role of using organic fertilizers on soil fertility is introduced to the farmers. Also, peasants are taught how to create non-chemical fertilizers appropriately. Ultimately, the land workers are supervised regularly in making fertilizer, applying fertilizer, and packaging fertilizer. Several approaches are leveraged in the implementation processes: the Participatory Rural Appraisal Model (MPRA), the Community Development Model (MCD), and the educative. Through a series of stages and the approach method, the evaluation results reveal that the local community is able to fabricate, utilize, and wrap fertilizer independently according to the KKN team's directions. This independence is hoped to reduce the community's dependence on chemical fertilizers. Keywords: rice husks; goat kohe; training
PENGEMBANGAN RANTING MUHAMMADIYAH TAMANTIRTO SELATAN DAN USAHA MIKRO JAMAAH DENGAN PENUMBUHAN EKOSISTEM EKONOMI RANTING Rizal Yaya; Nano Prawoto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13743

Abstract

ABSTRAKRanting MuhammadiyahTamantirto Selatan dihadapkan pada dua kondisi ekonomi yang mesti diatasi. Di satu sisi ranting membutuhkan cashflow untuk operasional kegiatan, di lain sisi banyak jamaahnya yang terbatas secara ekonomi dan terdampak pendapatannya oleh pandemi covid-19. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan usaha mikro jamaah, pada saat yang sama juga meningkatkan kontribusi jamaah kepada ranting Muhammadiyah Tamantirto Selatan. Untuk pengembangan ranting dan usaha mikro jamaah, pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan menumbuhkan ekosistem ekonomi ranting. Ekosistem ini berupa keterlibatan ranting dan jamaah pada pemilihan usaha mikro dampingan, identifikasi kebutuhan, pemenuhan kebutuhan usaha, akses dana kepada AUM yang mapan, pendampingan dan konsultasi wirausaha, sosialisasi pada seluruh jamaah pengajian untuk mensupport, pelaksanaan pengembangan bisnis oleh usaha mikro dampingan dan infak hasil usaha untuk ranting. Hasil kegiatan menunjukkan keempat usaha mikro yang didampingi mengalami kemajuan usaha dari segi omset dibanding sebelum pendampingan. Adanya program ini membuat keempat mitra dampingan tersebut menjadi rutin berinfak di celengan yang disediakan ranting. Pengabdian masyarakat ini memiliki kebaruan berupa pengembangan berbasis ekosistem. Kata kunci: ranting muhammadiyah; usaha mikro; ekosistem ekonomi; jamaah pengajian, wirausaha. ABSTRACTThe Tamantirto Selatan Muhammadiyah Branch faced two economic conditions that must be overcome: the need for operational cashflow and limited income of their congregation members due to the COVID-19 pandemic impact. This community service aims to develop the congregation's micro-enterprise, at the same time increasing the congregation's contribution to the South Tamantirto Muhammadiyah branch. For the development of branches and micro-businesses of the congregation, community service is carried out by growing the economic ecosystem of the branches. This ecosystem is in the form of involvement of branches and congregations in the selection of assisted micro-enterprises, identification of needs, fulfillment of business needs, access to funds to established AUM, entrepreneurial assistance and consultation, socialization to all congregations for support, implementation of business development by assisted micro-enterprises and infaq results. effort for twigs. The results of the activity show that the four micro-enterprises that were mentored experienced business progress in terms of sales compared to before the mentoring. The existence of this program has made the assisted partners donate in the donation box provided by the Muhammadiyah branch. This community service has a novelty in the form of ecosystem-based development. Keywords: muhammadiyah branch; micro enterprises; economic ecosystems; religious study group, entrepreneurs.
PELATIHAN BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN VIRTUAL LABORATORY BERBASIS PHET INTERACTIVE SIMULATION DI SMAS YPK MERAUKE Merta Simbolon; Anderias Henukh; Andi Reski; Helga Charolina A. Silubun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13755

Abstract

ABSTRAKPeningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini tak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Banyak kebutuhan pendidikan yang dapat dipenuhi dengan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, salah satunya adalah kebutuhan untuk melaksanakan praktikum. Masalah umum yang dialami guru IPA dalam pembelajaran adalah minimnya peralatan laboratorium untuk melaksanakan praktikum. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih guru-guru agar mampu memanfaatkan PhET Interactive Simulation dalam laboratorium virtual untuk kegiatan praktikum. Metode yang digunakan adalah pelatihan dalam bentuk presentasi berupa pemaparan mengenai PhET Interactive Simulation, pelatihan, evaluasi, dan pendampingan secara langsung kepada para guru yang masih mengalami kesulitan. Dari kegiatan pelatihan ini diperoleh hasil bahwa 90% guru telah mampu mengoperasikan kegiatan praktikum virtual menggunakan peralatan yang tersedia dalam PhET Interactive Simulation. Sejumlah 10% guru lainnya sudah mampu membuka PhET Interactive Simulation namun masih kesulitan mengoperasikan kegiatan praktikum virtualnya. Kata kunci: PhET Interactive Simulation; laboratorium virtual; praktikum ABSTRACTIncreasing science and technology today cannot be separated from the world of education. Many educational needs can be met by utilizing technology in learning, one of which is the need to carry out practicums. A common problem experienced by science teachers in learning is the lack of laboratory equipment to carry out practicums. This service activity aims to train teachers to be able to utilize PhET Interactive Simulation in a virtual laboratory for practicum activities. The method used is training in the form of presentations in the form of exposure to PhET Interactive Simulation, training, evaluation, and direct assistance to teachers who are still experiencing difficulties. From this training activity, the result was that 90% of teachers were able to operate virtual practicum activities using the equipment available in the PhET Interactive Simulation. Another 10% of teachers have been able to open PhET Interactive Simulation but still have difficulty operating their virtual practicum activities. Keywords: PhET Interactive Simulation; virtual laboratory; practicum
KKN-TEMATIK SOSIALISASI PSIKOEDUKASI MENGATASI KECANDUAN GADGET PADA ANAK DI DESA DEWI KECAMATAN BAYAN KABUPATENPURWOREJO Istiko Agus Wicaksono; Satriya Bagas Dwihandono; Aldi Wiranata Nugroho; Athaya Maualana Abiyyu; Dian Puji Lestari; Salsabilla Salsabilla
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13735

Abstract

ABSTRAKMayoritas anak sudah menggunakan internet melalui gadget mereka masing-masing tentu dapat memberikan hal yang positif ataupun negatif. Gadget sebagai teknologi canggih dapat berfungsi untuk mempermudah komunikasi antara satu dengan individu yang lain, membangun kreativitas anak dengan beragam program atau aplikasi yang ada pada gadget, memudahkan pembelajaran dengan menggunakan gadget, serta bermain sambil belajar. Namun demikian, juga dapat berdampak negatif pada munculnya berbagai permasalahan dalam perkembangan anak, baik secara fisik maupun psikis. Salah satu dampak negatif penggunaan gadget yang terlalu sering atau berlebihan yaitu dapat menimbulkan munculnya kecanduan ataupun acuh dengan lingkungan sekitarnya. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan informasi mengenai dampak gadget dan strategi penggunaan gadget pada anak untuk meminimalisir dampak penggunaan gadget yang berlebihan pada anak. Metode sosialisasi yang digunakan adalah dengan melakukan psikoedukasi bagi orang tua agar orang tua mengetahui cara menghadapi gangguan gadget pada anak dengan tujuan untuk memberikan wawasan mengenai karakteristik perkembangan anak, motif anak bermain gadget, strategi penggunaan gadget pada anak sehingga anak dapat menggunakan gadget untuk keperluan yang positif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa orang tua antusias mengikuti kegitan sosialisasi. Jadi bisa disimpulkan bahwa psikoedukasi kepada orang tua dapat memberikan wawasan kepada orang tua tentang karakteristik perkembangan anak, motif anak bermain gadget, strategi penggunaan gadget pada anak sehingga anak dapat menggunakan gadget untuk keperluan yang positif. Psikoedukasi dapat mempengaruhi peningkatan pengetahuan orang tua yang berkaitan dengan strategi penggunaan gadget pada anak. Penting untuk membantu anak-anak mengatasi kecanduan gadget dan membangun keterampilan digital yang sehat. Orang tua disarankan untuk melakukan pengawasan dan bersikap lebih tegas terhadap penggunaan gadget yang berlebihan oleh anak dengan cara memberikan sanksi atau konsekuensi tertentu atau memberlakukan syarat khusus seperti menghafal, membaca, memberikan tugas rumah sebelum memberikan gadget kepada anak. Keywords: psikoedukasi; gadget; anak ABSTRACTThe majority of children already use the internet through their respective gadgets, of course, they can provide positive or negative things. Gadgets as advanced technology can serve to facilitate communication between one another, build children's creativity with various programs or applications on gadgets, facilitate learning using gadgets, and play while learning. However, it can also have a negative impact on the emergence of various problems in the development of children, both physically and psychically. One of the negative impacts of using gadgets too often or excessively is that it can cause addiction or indifference to the surrounding environment. The purpose of this socialization is to provide information about the impact of gadgets and strategies for using gadgets on children to minimize the impact of excessive gadget use on children. The socialization method used is to conduct psychoeducation for parents so that parents know how to deal with gadget disorders in children with the aim of providing insight into the characteristics of child development, children's motives for playing gadgets, strategies for using gadgets in children so that children can use gadgets for positive purposes. The results of the activity showed that parents were enthusiastic about participating in socialization activities. So it can be concluded that psychoeducation to parents can provide insight to parents about the characteristics of child development, children's motives for playing gadgets, strategies for using gadgets in children so that children can use gadgets for positive purposes. Psychoeducation can influence the improvement of parental knowledge related to strategies for using gadgets in children. It is important to help children overcome gadget addiction and build healthy digital skills. Parents are advised to supervise and be more assertive towards excessive use of gadgets by children by giving certain sanctions or consequences or imposing special conditions such as memorization, reading, giving home tasks before giving gadgets to children. Keywords: pycoeducation; gadget; children
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN WANITA MENOPAUSE TENTANG PERUBAHAN PADA MASA KLIMAKTERUM Hellen Febriyanti; Iis Tri Utami; Atriana Yuri Saputri; Anafika Anafika; Antika Antika; Sista Rahayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13536

Abstract

ABSTRAKMenopause atau masa klimakterium merupakan suatu masa peralihan dari mentruasi menjadi tidak lagi mengalami mennstruasi. Wanita yang telah memasuki masa klimakterium kemungkinan akan mengalami kemunduran kesehatan terutama perubahan secara fisik. Hot flush, vagina menjadi kering, kulit kendur dan keriput adalah contoh dari perubahan fisik. Perubahan fisik akibat dari menopause tersebut dapat mempengaruhi kondisi psikologis wanita menopause seperti mudah tersinggung, cemas, stress dan depresi. Pemanfaat bahan alami sangat dibutuhkan sebagai salah satu alternatif pengganti TSH, salah satunya fitoestrogen yang dimana adanya kumpulan senyawa alami dari tanaman jenis kacang-kacangan salah satunya kacang kedelai. Kedelai memiliki senyawa fitoestrogen yang banyak salah satunya isoflavon. Isoflavon sangat berkaitan dengan reseptor estrogen. Kandungan estrogen pada wanita menopause mengalami penyusutan yang signifikan. Isoflavon dapat mengikat sel-sel reseptor estrogen, sehingga tubuh tidak merasakan pengurangan yang dramatis. Mengkonsumsi susu kedelai dapat mengembalikan suplai hormon estrogen sehingga dapat mengurangi gejala yang disebabkan terjadinya penurunan fungsi ovarium dan produksi hormon estrogen yang dikarenakan isoflavon merupakan sejenis senyawa yang mengandung fitoestrogen yakni senyawa estrogen alami. Dari uraian tersebut, maka dilakukan pengabdian masyarakat dengan tujuan Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Wanita Menopause melalui kegiatan penyuluhan tentang perubahan pada masa klimakterum dengan mengkonsumsi susu kedelai di wilayah kerja Puskesmas Trimulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Strategi yang digunakan adalah pendekatan berbasis komunitas dimana startegi pemecahan langsung ke sasaran dengan optimalisasi peran kader kesehatan perempuan dan anggota masyarakat yaitu wanita usia menopause. Dari hasil kegiatan yang dilakukan didapatkan peningkatan pengetahuan ibu menopause sebelum diberikan penyuluhan dan sesudah diberikan penyuluhan. Kata kunci: klimakterium; kedelai ABSTRACTMenopause or climacteric period is a period of transition from menstruation to no longer experiencing menstruation. Women who have entered the climacteric period are likely to experience a setback in their health, especially physical changes. Hot flushes, vaginal dryness, loose skin and wrinkles are all examples of physical changes. Physical changes resulting from menopause can affect the psychological condition of menopausal women such as irritability, anxiety, stress and depression. Utilization of natural ingredients is urgently needed as an alternative to TSH, one of which is phytoestrogens which contain a collection of natural compounds from legume plants, one of which is soybeans. Soybean has many phytoestrogen compounds, one of which is isoflavones. Isoflavones are closely related to the estrogen receptor. Estrogen levels in postmenopausal women experience significant shrinkage. Isoflavones can bind to estrogen receptor cells, so the body doesn't feel a dramatic reduction. Consuming soy milk can restore the supply of the hormone estrogen so that it can reduce symptoms caused by decreased ovarian function and production of the hormone estrogen because isoflavones are a type of compound that contains phytoestrogens, namely natural estrogen compounds. From this description, community service is carried out with the aim of Efforts to Improve the Health Quality of Menopausal Women through counseling activities about changes during the climacteric period by consuming soy milk in the working area of the Trimulyo Health Center, Sekampung District, East Lampung Regency. The strategy used is a community-based approach where the solution strategy is direct to the target by optimizing the role of female health cadres and community members, namely menopausal women. From the results of the activities carried out, it was found that the knowledge of menopausal mothers increased before being given counseling and after being given counseling. Keywords: climacterium; soybean
PEMBERDAYAAN PENGRAJIN TEMPE DUSUN CLANGAP MOJOKERTO MENUJU UMKM PANGAN BERDAYASAING MELALUI PEMBUATAN RAK TEMPE DAN PELATIHAN PENYUSUNAN SOP Lusi Mei Cahya Wulandari; Johan Patrick; Ariel Pical; Yoel Fortunatus
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12702

Abstract

ABSTRAKTempe merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang memiliki nilai gizi yang tinggi. Pembuatan tempe pada umumnya dilakukan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk UMKM tempe di dusun Clangap Mojokerto.  Produksi yang dilakukan masih sederhana, kurang higienis dan mempunyai kualitas produk yang tidak konsisten. Rak tempe terbuat dari bambu dan diletakkan di luar ruangan, sedangkan proses produksi tidak konsisten. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan melalui pembuatan rak tempe dan menjaga kualitas produk dengan pelatihan penyusunan SOP. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan pembuatan rak tempe untuk mitra menjadi lebih tertata, dan lebih terjaga kebersihannya. Pelatihan Penyusunan SOP Produksi Tempe telah menghasilkan   satu dokumen SOP dalam bentuk tabel yang membuat proses produksinya selalu konsisten Kata kunci: rak tempe; SOP; kebersihan; kualitas produk ABSTRACTTempe is a traditional Indonesian food that has high nutritional value. Tempe production is generally carried out by Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), including tempeh MSMEs in the village of Clangap, Mojokerto. Production is still simple, less hygienic and has inconsistent product quality. The tempe rack is made of bamboo and placed outdoors, while the production process is inconsistent. This activity aims to improve cleanliness through making tempeh racks and maintaining product quality with training in preparing SOPs. The results of community service show that the making of tempeh racks for partners is more orderly and more hygienic. Tempe Production SOP Preparation Training has produced an SOP document in tabular form which keeps the production process consistent Keywords: tray tempe; SOP; hygienitas; product quality
PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA MELALUI PELATIHAN PEMBELAJARAN WEB BLOG SEBAGAI TEMPAT MENGEMBANGKAN DIRI DI SMK PGRI 1 KOTA SEMARANG Muhammad Sipan; ​Ari Endang Jayati; Puri Muliandhi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13673

Abstract

ABSTRAKPendemi Covid-19 yang terjadi hampir 3 tahun mengakibatkan pembelajaran hanya dapat dilaksanakan secara online, hal ini membuat siswa menjadi pasif dalam mengikuti proses pembelajaran seperti yang terjadi di SMK PGRI. Berpedoman permasalahan tersebut pengabdi melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan wadah untuk mengeksplorasi kemampuan pribadi dan menyalurkan hobby di tempat yang sesuai agar dapat diambil manfaatnya oleh khalayak umum khususnya memberikan kontribusi pada masyarakat. Tujuan lain untuk membangkitkan semangat agar kreativitas siswa dapat tersalurkan dengan wadah yang tepat, sehingga mampu bersaing di dunia pendidikan. Pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan komputer dan modul pembuatan web blog yang sudah di buat oleh pengabdi dengan metode pelatiac secara off line atau tatap muka.Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah beruppa web blog pribadi dengan tema atau judul blog berbeda-beda sesuai dengan minat siswa. Dari pengabdian ini dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa siswa masih belum bisa memahami apa yang harus dilakukan untuk menyalurkan minat, bakat dan hobby mereka, sehingga dibutuhkan tempat atau wadah yang tepat dengan mengikuti pelatihan-pelatihan seperti pebuatan blog yang telah pengabdi lakukan. Kata kunci: covid 19; hobi; kreativitas; SMK PGRI; usaha; web blog. ABSTRACTThe Covid-19 pandemic which has been going on for almost 3 years has resulted in learning that can only be carried out online, this makes students passive in participating in the learning process as happened at PGRI Vocational School. Guided by this problem, the servant carries out community service which aims to provide a place to explore personal abilities and channel hobbies in appropriate places so that the general public can take advantage, especially contributing to society. Another goal is to inspire enthusiasm so that students' creativity can be channeled in the right way, so they can compete in the world of education. This service is carried out using a computer and a web blog creation module that has been made by the servant with the training method offline or face to face. The result of this community service is in the form of a personal web blog with different themes or blog titles according to students' interests. . From this dedication, it can be concluded that students still cannot understand what to do to channel their interests, talents and hobbies, so they need the right place or place to take part in training such as making blogs that the servants have done. Keywords: covid 19; hobbies; creativity; pgri vocational school; business; web blog.