cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pemberdayaan masyarakat di desa Tiwingan: penyuluhan dan pembentukan komunitas siaga hipertensi terhadap pemantauan tekanan darah Arya Christian Januardi; Jamilah Jamilah; Khaira Linda Wijaya; Zulfania Aleyda; Mufatihatul Aziza Nisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24176

Abstract

Abstrak Penyakit hipertensi termasuk permasalahan kesehatan global yang seringkali tidak disadari oleh penderitanya sehingga disebut sebagai "silent killer". Di Desa Tiwingan Lama RT 02, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, prevalensi hipertensi cukup tinggi, dengan 26 dari 131 orang didiagnosis menderita hipertensi. Program ini mempunyai tujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi melalui penyuluhan dan pembentukan komunitas siaga hipertensi. Pelaksanaan program dilaksanakan pada 6 Juli hingga 3 Agustus 2023, dengan metode penyuluhan dan diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Partisipasi melibatkan 19 warga, dengan 10 di antaranya menjadi kader komunitas. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat, Hasil post-test menunjukkan rata-rata 93,68, jauh lebih tinggi dibandingkan pre-test dengan rata-rata 76,31. Pembentukan komunitas siaga hipertensi diharapkan bisa berperan dalam edukasi dan pemantauan tekanan darah secara rutin. Selain itu, komunitas ini diharapkan mampu memberikan dukungan berkelanjutan bagi pencegahan komplikasi terkait hipertensi. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan dasar yang kuat untuk pencegahan dan penanganan hipertensi. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah dan organisasi non-profit, sangat diperlukan untuk keberlanjutan program ini. Kata kunci: penyuluhan; hipertensi; komunitas; pemantauan; pemberdayaan. Abstract The "silent killer," hypertension, is a prevalent global health threat that often progresses without any warning signs. In Tiwingan Lama Village RT 02, Aranio District, Banjar Regency, hypertension prevalence is notably high, with 26 out of 131 individuals diagnosed. This program aimed to raise awareness and knowledge about hypertension through education and the formation of a hypertension alert community. The program was conducted from July 6 to August 3, 2023, using lectures and discussions, with evaluations via pre-tests and post-tests. Nineteen residents participated, with ten becoming community cadres. Participants demonstrated a significant knowledge gain, scoring an average of 93.68 on the post-test compared to 76.31 on the pre-test. The establishment of the hypertension alert community is expected to influence education and regular arterial blood pressure monitoring. This community should also offer continuous help to prevent health problems caused by high blood pressure. This program successfully raised community awareness and provided a strong foundation for the prevention and management of hypertension. Support from various sectors, including non-profit organizations and government agencies, is crucial for the program's sustainability. Keywords: hypertension; extension; community; monitoring; empowerment.
Peningkatan budaya literasi melalui pelatihan publikasi karya ilmiah bagi guru SMK Iskandar Thalib; Haryatie Haryatie; Nila Nirmalasari; Gusti Muhammad Perdana Putera; Iskandar Iskandar; Hapsari Lintang Sekartaji; Eko Suhartono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22829

Abstract

AbstrakLiterasi merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap guru. Salah satu jenis literasi dasar yang sangat penting yaitu menulis. Berbagai kegiatan menulis dapat dilakukan oleh seorang guru dan diantaranya yakni menulis artikel ilmiah. Hal ini mendorong diadakannya suatu program pengabdian masyarakat melalui kegiatan pelatihan publikasi ilmiah untuk guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom, Banjarbaru. Kegiatan ini dilakukan dengan 3 tahap, antara lain persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan selama 2 hari, yang terdiri dari pemberian materi edukasi dihari pertama dan pelatihan dihari kedua. Setelah dilakukan pelaksanaan, maka dilakukan evaluasi pada tiap peserta melalui pengerjaan post test dan penilaian dalam melakukan submit jurnal. Berdasarkan hasil evaluasi dari 30 peserta guru didapatkan peningkatan pengetahuan guru tentang publikasi ilmiah dan terdapat beberapa guru yang melakukan submit artikel ke dalam jurnal setelah kegiatan ini. Sebagai kesimpulan bahwa telah dilakukan program pengabdian masyarakat melalui kegiatan pelatihan publikasi ilmiah untuk guru SMK Telkom Banjarbaru dengan hasil peningkatan pengetahuan guru tentang publikasi ilmiah yang terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pretest dan posttest masing-masing 45 dan 89. Selain itu, setelah pelatihan terdapat beberapa guru yang melakukan submit artikel ilmiah ke dalam jurnal. Kegiatan ini diharapkan dapat diadakan secara berkala, sehingga terdapat peningkatan budaya literasi pada setiap guru.   Kata kunci: guru SMK; literasi; pelatihan; pengabdian; publikasi ilmiah. Abstract Literacy is one of the skills that every teacher must have. One type of basic literacy that is very important is writing. Various writing activities can be carried out by a teacher and among them is writing scientific articles. This encourages the holding of a community service program through scientific publication training activities for teachers of Telkom Vocational High School (SMK), Banjarbaru. This activity was carried out in 3 stages, including preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage was carried out for 2 days, which consisted of providing educational material on the first day and training on the second day. After the implementation, an evaluation was carried out on each participant through post-testing and assessment in submitting journals. Based on the evaluation results, it was found that the knowledge of teachers about scientific publications increased and there were several teachers who submitted articles to journals after this activity. In conclusion, a community service program has been carried out through scientific publication training activities for teachers of SMK Telkom Banjarbaru with the results of increasing teacher knowledge about scientific publications and there are several teachers who submit scientific articles to journals. This activity is expected to be held regularly, so that there is an increase in the culture of literacy in each teacher.  Keywords: literacy; training; service; scientific publication
Revitalisasi bank sampah berbasis koperasi sebagai alternatif ekonomi desa Lebakjabung kecamatan Jetirejo kabupaten Mojokerto Rahma Sandhi Prahara; Aulia Herdiani; Fatkhiyatus Su’adah; Idris Idris
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22095

Abstract

Abstrak Persoalan Sampah adalah hasil dari tools matrix rangking dalam metode PAR  yang dihadapai oleh masyarakat Desa Lebakjabung Kec. Jatirejo, Kab. Mojokerto. Hal ini membutuhkan tindakan dan kepedulian masyarakat untuk memitigasi dan mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merevitalisasi bank sampah desa Lebakjabung yang tidak aktif dikarenakan pandemi Covid 19 dan tidak adanya imbalan yang didapatkan oleh Ibu-ibu PKK selaku pengelola bank sampah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Penyelenggarakan program revitalisasi ini dipilih berdasarkan perangkingan masalah yang ditentukan melalui FGD. Melalui sinergi bank sampah dan manajemen koperasi maka permasalahan sampah di dusun lebakjabung dapat teratasi baik dari segi lingkungan, social maupun ekonomi. Hasil dari program ini adalah masyarakat diberikan dua program yakni penyuluhan dan sosialisasi. Penyuluhan dilakukan kepada ibu-ibu PKK guna merevitalisasi bank sampah dengan metode berbasis koperasi dan sosialisasi juga diberikan kepada masyarakat setempat untuk merecall kegiatan yang sebelumnya pernah dilakukan serta edukasi mengenai basis baru yang akan diterapkan Kata kunci: revitalisasi; bank sampah; koperasi; PAR Abstract The Waste problem is the result of ranking matrix tools in the PAR method that is faced by the people of Lebakjabung Village, Kec. Jatirejo, Kab. Mojokerto. This requires community action and concern to mitigate and prevent further environmental damage. The aim of this activity is to revitalize the Lebakjabung village waste bank which is inactive due to the Covid 19 pandemic and the absence of imbalance experienced by PKK women as waste bank managers. The method used is Participatory Action Research (PAR). The implementation of this revitalization program was selected based on the problem ranking determined through FGD. Through the synergy of waste banks and cooperative management, the waste problem in Lebakjabung hamlet can be resolved both from the environmental, social and economic fields. The result of this program is that the community is given two programs, namely counseling and socialization. Counseling was carried out to PKK women to revitalize waste banks using cooperative-based methods and outreach was also provided to local communities to recall activities that had previously been carried out as well as education regarding the new basis that would be implemented Keywords: revitalitation; waste banks; cooperative; PAR
Penguatan pengelolaan hasil pertanian melalui koperasi pada kelompok tani Tamiang kecamatan Gunung Kaler Tangerang Mulyanah Mulyanah; Fara Fitriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25996

Abstract

AbstrakPetani di Desa Tamiang seringkali menghadapi kerugian karena biaya usaha tani yang lebih tinggi dibandingkan harga jual produk. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan tata kelola yang efisien guna meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendapatan mereka. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 273 Tahun 2007 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani mengarahkan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan dan memperkuat kelembagaan petani menjadi organisasi yang mandiri dan kuat dalam bentuk kelembagaan ekonomi petani. Koperasi berperan penting dalam meningkatkan pengelolaan hasil pertanian dengan memberikan akses yang lebih baik terhadap pasar, sumber daya, dan teknologi. Keberadaan koperasi juga memungkinkan skala ekonomi yang lebih besar, sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memperkuat pengelolaan hasil pertanian melalui koperasi pada Kelompok Tani Tamiang. Metode yang digunakan meliputi: sosialisasi kepada masyarakat Desa Tamiang tentang pentingnya koperasi, pendampingan dalam pembentukan koperasi, edukasi, forum group discussion, coaching, mentoring. Penguatan koperasi dalam pengelolaan hasil pertanian diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kelompok tani dan masyarakat luas. Dengan dukungan yang tepat, koperasi dapat menjadi pilar utama dalam mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kata Kunci: penguatan kelembagaan; koperasi; kelompok tani.AbstractFarmers in Tamiang Village often face financial losses due to high farming costs that exceed the selling price of their products. To overcome this, efficient management is needed to improve farmer welfare through increased income. Regulation of the Minister of Agriculture Number 273 of 2007 concerning Guidelines for the Development of Farmer Institutions directs development towards increasing the capacity and strengthening farmer institutions to become independent and strong organizations in the form of farmer economic institutions. Cooperatives play a vital role in enhancing agricultural product management by providing better access to markets, resources, and technology. The presence of cooperatives also allows for a larger economy of scale, which can reduce production costs and increase farmer income. This community service aims to strengthen the management of agricultural products through cooperatives within the Tamiang Farmer Group. The methods used include: socialization to the Tamiang Village community regarding the importance of cooperatives, assistance in forming cooperatives, education, forum group discussion, coaching, mentoring. Strengthening cooperatives in managing agricultural products is expected to have a positive and sustainable impact on farmer groups and the wider community. With proper support, cooperatives can become a major pillar in achieving food security and improving farmer welfare. Keyword: institutional strengthening; cooperative; farmers.
Implementasi program inisiasi konsep rumah sehat sebagai sarana solusi penyakit tidak menular Ahmad Al Farizi; Adizty Senditha Palwa; I'in Noviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25776

Abstract

Abstrak Tambak, Desa Jipurapah Kecamatan Plandaan Jombang Merupakan sebuah desa yang terletak di bagian paling utara jombang dan tergolong daerah yang masih minim infrastruktur dan jauh dari pusat kota. Daerah tersebut masih belum memiliki Pos Kesehatan Desa (POSKESDES). Dengan tidak adanya fasilitas kesehatan yang memadai, Masyarakat rentan terdampak pada Penyakit Degeneratif atau Penyakit Tidak Menular (PTM). Program IMA-SEHAT bertujuan untuk membantu masyarakat untuk memberikan fasilitas dan kemampuan di desa untuk dapat melakukan skrining mandiri dalam upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM). Metode pelaksanaan dari pengabdian masyarakat IMA-SEHAT berbasis observasi, sosialisasi dan pendampingan langsung. Mitra kami terdiri dari 5 Kader Kesehatan di Tambak, Jipurapah sebagai penggerak keberadaan Inisasi Rumah Sehat (IMA-SEHAT). Hasil dari program pengabdian masyarakat IMA-SEHAT telah berhasil mengedukasi masyarakat tentang PTM dengan capaian keberhasilan 64% dan Kader Kesehatan mampu melakukan praktek skrining PTM kepada 40 warga dan sebanyak 38 warga terdampak PTM dengan persentase penyakit asam urat 50% , hipertensi 32,5% dan kolesterol 12,5%. Kata kunci: rumah sehat; penyakit tidak menular Abstract Tambak, Jipurapah Village, Plandaan Jombang Subdistrict is a village in the northernmost part of Jombang and is classified as an area that still lacks infrastructure and is far from the city centre. The area still does not have a village health post (POSKESDES). In the absence of adequate health facilities, the community is vulnerable to degenerative diseases or non-communicable diseases (NCDs). The IMA-SEHAT programme aims to help the community to provide facilities and skills in the village to conduct independent screening in an effort to prevent and control NCDs. The implementation method of the IMA-SEHAT community service is based on observation, socialisation and direct assistance. Our partners consist of 5 health cadres in Tambak, Jipurapah as the driving force for the existence of Inisasi Rumah Sehat (IMA-SEHAT). The results of the IMA-SEHAT community service programme have been successful in educating the community about NCDs with a success rate of 64% and Health Cadres are able to conduct NCD screening on 40 residents and as many as 38 residents are affected by NCDs with a percentage of 50% uric acid disease, 32.5% hypertension and 12.5% cholesterol. Keywords: rumah sehat; non-communicable diseases
Workshop inovasi dalam kewirausahaan di era baru Fitriawan, Dona; Siregar, Nurfadilah; Mirza, Ade; Hartoyo, Agung; Sulistyowati, Endar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22163

Abstract

AbstrakTujuan dari workhosp Inovasi dalam kewirausahaan di era baru secara umum adalah untuk mempersiapkan sumber daya mahasiswa yang berorientasi pada masa depan masa depan dan ditempa dengan transformasi pendidikan tinggi sehingga menjadi lulusan yang unggul, kompetitif adaptif, fleksibel, produktif, kompetitif, berkarakter Pancasila, dan membimbing mahasiswa untuk menjadi pribadi yang tahu dan taat aturan, kreatif dan inovatif, serta obyektif dan obyektif dan kooperatif dalam membangun keberagaman intelektual. Sedangkan tujuan dari Workshop inovasi dalam kewirausahaan di era baru adalah: 1) memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berprestasi; 2) memotivasi mahasiswa untuk melaksanakan melaksanakan kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler sebagai wahana untuk mensinergikan hard skill dan soft skill mahasiswa dan soft skills mahasiswa; 3) mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan iklim kehidupan kampus yang dapat memfasilitasi mahasiswa untuk mencapai prestasi yang membanggakan secara berkelanjutan; 4) Kewirausahaan mahasiswa; dan 5) kegiatan MBKM di perguruan tinggi. Metode penyampaian materi dalam zoom meeting dan offline, didampingi langsung oleh pemateri ahli terpilih yang mampu memberikan motivasi dan strategi serta sering mengikuti acara pencapaian yang dimaksud di Aula FKIP, Ruang Kelas, dan ruangan lain yang berguna dalam pelaksanaan kegiatan di Aula FKIP Untan. Kegiatan tersebut berupa bimbingan teknis berkelanjutan secara berkala hingga mahasiswa mahir dalam mengunggah website kegiatan, membuat proposal pelaksanaan, dan membuat prestasi dan ide wirausaha. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kata kunci: inovasi; wirausaha mahasiswa; pembelajaran era baru. AbstractThe purpose of the Innovation in entrepreneurship in the new era workhosp in general is to prepare future-oriented student resources for the future and forged with the transformation of higher education so that they become superior graduates, adaptive competitive, flexible, productive, competitive, Pancasila character, and guide students to become individuals who know and obey the rules, creative and innovative, and objective and objective and cooperative in building intellectual diversity. While the objectives of the innovation Workshop in entrepreneurship in the new era are: 1) giving awards to outstanding students; 2) motivating students to carry out curricular, co-curricular, and extra-curricular activities as a vehicle for synergizing students' hard skills and soft skills; 3) encouraging universities to develop a campus life climate that can facilitate students to achieve proud achievements on an ongoing basis; 4) student entrepreneurship; and 5) MBKM activities in higher education. The method of delivering material in zoom meetings and offline, accompanied directly by selected expert presenters who are able to provide motivation and strategies and often participate in the intended achievement event in the FKIP Hall, Classrooms, and other rooms that are useful in implementing activities at the FKIP Untan Hall. The activity is in the form of continuous technical guidance periodically until students are proficient in uploading activity websites, making implementation proposals, and making achievements and entrepreneurial ideas. Data collection techniques were carried out by observation, interview, and documentation. Keywords: innovation; student entrepreneurship; new era learning.
Pelatihan penulisan artikel ilmiah internasional bereputasi pada dosen Universitas Amikom Purwokerto Taqwa Hariguna; Retno Waluyo; Dwi Puji Lestari; Nurul Hani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25850

Abstract

AbstrakPenulisan artikel ilmiah merupakan suatu elemen yang memegang peranan sentral dan vital dalam ekosistem penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Seorang dosen ataupun pihak yang mempublikasikan suatu penelitian dapat dikatakan memiliki kapasitas atau kualitas yang tinggi apabila mampu mempublikasikan penelitian dalam jurnal nasional dan jurnal internasional yang bereputasi. Pengindeks Scopus dipandang sebagai tolok ukur yang signifikan bagi jurnal ilmiah, dan kuantitas serta kualitas jurnal yang terindeks di Scopus dapat berdampak pada penulis, perguruan tinggi dan negara. Oleh karena itu, keterampilan menulis artikel ilmiah yang baik dan pemahaman mendalam tentang persyaratan SCOPUS menjadi sangat penting bagi dosen. Banyak akademisi maupun peneliti mungkin merasa terhambat dalam proses menulis artikel ilmiah yang memenuhi kriteria Scopus. Hal ini seringkali melibatkan tantangan dalam memahami prosedur, teknik penulisan yang efektif, dan kriteria yang diperlukan untuk diterbitkan di jurnal Scopus. Agar artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, harus melewati berbagai persyaratan. Teknik, sistem dan metodenya harus benar-benar diikuti. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat pelatihan penulisan artikel ilmiah international bereputasi. Tujuannya meningkatkan kemampuan dosen dalam membuat artikel ilmiah internasional bereputasi. Hasil dari kegiatan pengabdian telah meningkatkan pengetahuan dosen mengenai cara penulisan artikel ilmiah yang memenuhi standar internasional bereputasi. Kata kunci: pelatihan; artikel ilmiah; internasional Abstract Writing scientific articles is an element that plays a central and vital role in the scientific research and development ecosystem. A lecturer or party who publishes research can be said to have high capacity or quality if they are able to publish research in reputable national and international journals. The Scopus indexer is seen as a significant benchmark for scientific journals, and the quantity and quality of journals indexed in Scopus can have an impact on authors, universities and the country. Therefore, good scientific article writing skills and an in-depth understanding of SCOPUS requirements are very important for lecturers. Many academics and researchers may feel hampered in the process of writing scientific articles that meet Scopus criteria. This often involves challenges in understanding procedures, effective writing techniques, and the criteria required to publish in a Scopus journal. In order for scientific articles in reputable international journals to be indexed by Scopus, they must pass various requirements. The techniques, systems and methods must be strictly followed. To overcome this, it is necessary to carry out community service activities, training in writing reputable international scientific articles. The aim is to improve lecturers' abilities in creating reputable international scientific articles. The results of service activities have increased lecturers' knowledge regarding how to write scientific articles that meet reputable international standards. Keywords: training; scientific articles; international
Optimalisasi bahan pakan lokal melalui pelatihan pembuatan konsentrat sapi di kecamatan Sungai Raya kabupaten Kubu Raya Ahmad Tohardi; Rakhmad Perkasa Harahap; Graciano Lucky Scovier; Nurwahid Nurwahid; Darmawan Susilo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21668

Abstract

AbstrakDesa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya memiliki potensi besar untuk mengembangkan peternakan sapi pedaging. Namun, peternakan sapi pedaging milik rakyat di Desa Limbung masih tradisional. Konsentrat komersial sapi pedaging mahal dan sulit didapat di Desa Limbung sehingga perlu membuat pakan secara mandiri berbasis bahan baku lokal. Tujuan dari program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan konsentrat sapi yaitu meningkatkan keterampilan peternak dalam pembuatan konsentrat sapi pedaging dan minat untuk dapat mandiri pakan. Pelatihan ini dilakukan pada tanggal 9 September 2023 yang dihadiri 10 peserta yang terdiri dari ketua dan anggota kelompok tani Bangun Rejo. Metode pelatihan melalui tahapan yang terdiri dari tahap persiapan, penyuluhan, pelatihan, evaluasi dan monitoring. Metode pelatihan mencakup sesi teoritis mengenai prinsip-prinsip dasar pembuatan pakan konsentrat dan sesi praktek yang melibatkan partisipasi aktif peternak dalam formulasi dan produksi konsentrat. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sebesar 3% terhadap pemahaman peternak tentang berbagai jenis bahan pakan lokal, peningkatan pemahaman sebanyak 33% mengenai proses pembuatan konsentrat sapi, dan peningkatan sebanyak 25% terhadap keterampilan dalam teknik pencampuran bahan-bahan pakan. Pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan peternak dalam pembuatan konsentrat sapi pedaging dan minat untuk dapat mandiri pakan. Kata kunci: bahan baku lokal; konsentrat; pelatihan; peternakan berkelanjutan; sapi pedaging. AbstractLimbung Village, Sungai Raya District, and Kubu Raya Regency have great potential for developing beef cattle farming. However, people's beef cattle farming in Limbung Village is still traditional. Commercial concentrate for beef cattle is expensive and difficult to obtain in Limbung Village, so making feed independently based on local raw materials is necessary. The aim of the community empowerment program through training in making beef concentrate is to increase farmers' skills in making beef concentrate and their interest in becoming feed independent. This training was held on 9 September 2023 and was attended by 10 participants, including the chairman and Bangun Rejo farmer group members. The training consists of preparation, counselling, evaluation, and monitoring stages. Training methods include theoretical sessions on the basic principles of concentrate feed production and practical sessions involving the active participation of breeders in concentrate formulation and production. The training results showed a 3% increase in farmers' understanding of various types of local feed ingredients, a 33% increase in understanding regarding the process of making beef concentrate, and a 25% increase in skills in mixing techniques for feed ingredients. It can be concluded from this training that there has been an increase in farmers' skills in making beef concentrate and their interest in becoming feed independent. Keywords: local raw materials; concentrate; training; sustainable animal husbandry; beef cattle.
Peningkatan partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan daerah melalui sosialisasi aplikasi ASANTB Rahmi, Siti Atika; Krosby, Sebtiara Syahrani; Istiqomah, Nurul; Sabrina, Nadia; Selva, Selva; Mintasrihardi, Mintasrihardi; Mustamin, Mustamin; Kabul, Lalu Muh.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.24600

Abstract

AbstrakAdapun tujuan dilakukanya pengabdian untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah di NTB melalui aplikasi/website ASANTB dibeberapa sektor seperti; pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dll. Dan untuk memperdayakan perempuan agar lebih terlibat secara aktif dalam proses pengambilan keputusan di tingkat daerah. Dengan ada sosialisasi ini, diharapkan perempuan dapat lebih memahami cara menggunakan aplikasi ASANTB, yang merupakan alat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka dalam perencanaan pembangunan. Serta tujuan lainnya adalah untuk memastikan agar suara perempuan lebih terdengar dan dipertimbangkan dalam kebijakan pembangunan daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan semua kelompok masyarakat. Metode pengabdian ini dilakukan menggunakan beberapa tahap pelaksanaan pertama; tahap persiapan kegiatan, kedua tahap koordinasi pelaksanaan kegiatan, dan ketiga tahap pelaksanaan kegiatan. Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa masih kurang partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosialisasi aplikasi ASANTB, hal ini karena peserta yang hadir tidak mencapai target yaitu 20 orang, namun yang mengisi aspirasi tersebut lebih dari peserta yang hadir yakni 15 orang. Hal ini dibuktikan dengan data pengisi aspirasi sebesar 50%. Namun, untuk dalam proses pengisian aspirasi selama sosialisasi berlangsung peserta mengalami keterbatasan internet untuk mengakses website ASANTB. Kata kunci: partisipasi perempuan; ASANTB                                                Abstract The purpose of the service is to increase women’s participation in regional development in NTB through the ASANTB application/website in several sectors such as; education, infrastructure, health, etc. and to empower women to be more actively involved in the decision-making process at the local level. With this socialization, it is hoped that women can better understand how to use the ASANTB application, which is a tool convey their aspirations and needs in development planning. Another goal is to ensure that women’s voices are more heard and considered in regional development policies, so that the resulting policies are more inclusive and responsive to the needs of all community groups. This service method is carried out using several stages of implementation,the frist stage of activity preparation, the second stage of coordination of the implementation of activities, and the third satge of the implementation of activities. The result of this dedication show that there is still insufficient community participation in the socialization activities of the ASANTB application.this is becase the number of attendees did not reach the target of 20 people, but the number of individuals who provided input exceeded the number of attendees, which was 15 people. This is evidenced by the data showing a 50% participation rate in providing input. However, during the socialization process, participants feced limitations in accesseing the ASANTB website due to internet constraints. Keywords: women's participation; ASANTB
Berbagi keberkahan: pendampingan usaha “Es Bahagia” sebagai wujud kepedulian sosial di bulan ramadhan Badi'ah, Roudlotul; Wiratama, Dadang; Pratama, M. Adhitya Nugraha; Kumala, Imtinan Widhah; Indira, Irma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23684

Abstract

AbstrakBulan Ramadhan menjadi bulan penuh keberkahan bagi umat Islam, terutama bagi para pedagang. Hal ini karena bulan Ramadhan menjadi momen untuk meningkatkan pendapatan ekonomi melalui berdagang. Salah satu momen di bulan penuh berkah ini dimanfaatkan oleh tim dosen Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan untuk melakukan pendampingan penjualan produk usaha “Es Bahagia”. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan penjualan minuman segar berbahan baku berkualitas dengan memanfaatkan momen Ramadhan. Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi observasi dan wawancara, serta pembelajaran dan praktik partisipatif. Tahapan kegiatan mencakup persiapan (pengembangan resep, penyampaikan materi dan praktek pembuatan es, survei lokasi, pembuatan desain promosi, dan media sosial), pelaksanaan (promosi, produksi, dan penjualan), serta evaluasi. Selama 19 hari, penjualan Es Bahagia berhasil mencapai 914 cup dengan total pendapatan Rp 4.570.000. Urutan produk yang paling laris dan menjadi favorit konsumen adalah Es Milo Jelly, Es Kuwut Soda, Es Campur Semangka, dan Es Kopyor Susu. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan produksi dan penjualan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal dengan penciptaan lapangan kerja sementara serta memberikan kontribusi pada perekonomian masyarakat sekitar. Evaluasi dilakukan guna peningkatan kualitas layanan di masa mendatang dengan mempertimbangkan preferensi konsumen, strategi perbaikan, promosi melalui media sosial, variasi produk, hingga kerjasama dengan para donator. Kata kunci: pendampingan usaha; kuliner; pemasaran media sosial; ramadhan. AbstractRamadan is a month full of blessings for Muslims, especially for traders. This is because Ramadan is a moment to increase economic income through trade. One of the moments in this blessed month was used by a team of lecturers from the Ahmad Dahlan Lamongan Institute of Technology and Business to assist in selling the business product "Es Bahagia." This assistance activity aims to increase the production and sales of fresh drinks made from quality raw materials by taking advantage of the Ramadan moment. Methods for implementing this service include observation, interviews, and participatory learning and practice. The activity stages include preparation (recipe development, delivery of ice-making materials and practices, location survey, creation of promotional designs and social media), implementation (promotion, production, and sales), and evaluation. During 19 days, sales of Es Bahagia reached 914 cups with a total income of IDR 4,570,000. The best-selling products that are consumers' favourites are Milo Jelly Ice, Kuwut Soda Ice, Watermelon Mixed Ice, and Kopyor Milk Ice. This activity increases production and sales and empowers local communities by creating temporary jobs and contributing to the surrounding community's economy. Evaluations are carried out to improve service quality in the future by considering consumer preferences, improvement strategies, promotions via social media, product variations, and collaboration with donors. Keywords: business assistance; culinary; social media marketing; ramadan.