cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pemanfaatan buah mangrove (Sonneratia alba) menjadi sirup sebagai sumber antioksidan Egra, Saat; Santoso, Dwi; Mulyadi, Mulyadi; Wahyuni, Etty; Sulistyo, Anang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.19337

Abstract

Abstrak                                                                                 Sonneratia alba memiliki buah yang cukup besar dan memiliki rasa masam. Masyarakat sekitar Desa Sengkong biasa memanfaatkannya sebagai bahan tambahan masak ikan kuning. Ketersediaan buah yang berlimpah di desa ini mendorong tim PKM untuk memanfaatkan buah tersebut untuk diolah menjadi minuman yang mengandung antioksidan. Buah bakau atau prepat/pedada memiliki kandungan flavonoid yang baik untuk penangkal radikal bebas didalam tubuh, selain itu kandungan ini juga bermanfaat untuk membunuh bakteri yang ada pada tubuh. Setelah masyarakat diberikan informasi tentang manfaat dari buah prepat, maka tumbuh kesadaran masyarakat Desa Sengkong untuk mulai memanfaatkan dalam membuat produk turunannya. Mulai dari sirup, sabun, dodol dan lain sebagainya. Produk sekunder ini akan memudahkan masyarakat mengkonsumsinya dalam varian rasa dan tekstur. Selain itu juga bisa menambah pendapatan rumah tangga karena telah lahir UMKM baru dalam bidang olah produk pertanian. Kata Kunci: buah; mangrove; sirup; sonneratia alba; antioksidan AbstractSonneratia alba has a fairly large fruit and a sour taste. People around Sengkong village usually use it as an additional ingredient for cooking yellow fish. The abundant availability of fruit in this village encouraged the PKM team to use the fruit to be processed into a drink that contains antioxidants. Mangrove fruit, or prepat/pedada, contains flavonoids that are good for counteracting free radicals in the body. Besides that, this content is also useful for killing bacteria in the body. After the community was given information about the benefits of prepat fruit, the awareness of the people of Sengkong village grew, and they started utilizing it in making derivative products. Starting with syrup, soap, dodol, and so on. These secondary products will make it easier for people to consume them in a variety of flavors and textures. In addition, it can also increase household income because new UMKM have been born in the field of processing agricultural products. Keywords: fruit; mangrove; syrup; sonneratia alba; antioxidant
Pemberdayaan kader tentang teknik terapi tertawa untuk meningkatkan relaksasi dalam peningkatan kualitas hidup wanita menopause Sutiyarsih, Emy; Ariesti, Ellia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21867

Abstract

AbstrakSeorang wanita yang memasuki masa menopause mengalami penurunan hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan ovarium secara progresif dan ireversibel dapat memicu terjadinya beragam keluhan secara fisik dan psikologis yang mempengaruhi kualitas hidup. Pemberian pendidikan kesehatan yang cukup diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku perempuan, sehingga mereka lebih mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Berdasarkan informasi dari pihak Puskesmas bahwa selama ini belum pernah ada pelatihan kader posyandu di RW I Kelurahan Sukoharjo tentang upaya meningkatkan kualitas hidup pada wanita menopause dengan terapi tertawa. Solusi dari permasalahan di daerah tersebut adalah dengan pelaksanaan kegiatan PkM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan kader tentang peningkatan kualitas hidup wanita menopause dengan teknik terapi tertawa. PkM ini dilakukan dalam bentuk Pelatihan Kader Kesehatan tentang Peningkatan Kualitas Hidup Pada Wanita Menopause dengan teknik Terapi Tertawa. Pelatihan diikuti 18 orang Kader dilaksanakan selama 3 kali pertemuan pada tanggal 4-6 Desember 2023. Nilai rata-rata hasil pre test pengetahuan responden pada kategori kurang (rerata ≤ 60 %), nilai rata-rata hasil postes pengetahuan responden pada kategori Cukup (60–75 %). Kemampuan Kader Kesehatan untuk mendemonstrasikan Terapi Tertawa didapatkan hasil nilai rerata praktik kategori Baik. Evaluasi terhadap partisipasi aktif dari semua peserta dilihat dari antusiasme dan tingkat kehadiran 88 %. Diharapkan kader dapat menyebarluaskan informasi tentang teknik terapi tertawa kepada para wanita menapouse sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup.  Kata kunci: kader; kualitas hidup; menopause; terapi tertawa AbstractA woman entering menopause phase will face progressive and irreversible decline in the hormones estrogen and progesterone produced by the ovaries, which it can trigger various physical and psychological complaints that affect the quality of life. It is hoped that providing adequate health education so it can improve women's knowledge, attitudes and behavior, so that they are better able to adapt to the changes that occur. Based on information from the Community Health Center, so far there has never been any training for posyandu cadres in RW I Sukoharjo Village regarding efforts to improve the quality of life for menopausal women with laughter therapy. The solution for the problems in this area is the implementation of PkM activities aimed to increasing knowledge and empowering cadres regarding improving the quality of life of menopausal women with laughter therapy techniques. This PkM is carried out in the form of Health Cadre Training on Improving the Quality of Life for Menopausal Women using Laughter Therapy techniques. The training was attended by 18 cadres during 3 meetings on 4-6 December 2023. The average value of the pre-test knowledge results of respondents was in the poor category (mean ≤ 60%), the average value of the results of the post-test knowledge of respondents was in the Sufficient category (60 –75 %). The ability of Health Cadres to demonstrate Laughter Therapy was obtained as a result of the practice score being in the Good category. Evaluation of the active participation of all participants was seen from enthusiasm and an attendance rate of 88%. It is hoped that cadres can disseminate information about laughter therapy techniques to menopausal women as a way to improve their quality of life. Keywords: cadre; quality of life; menopause; laughter therapy
Edukasi pangan lokal untuk mencegah stunting di dusun Kerepet desa Perampuan kabupaten Lombok Barat Catur Esty Pamungkas; Cahaya Indah Lestari; Siti Mardiyah WD; Ni Wayan Ari Adiputri; Risa Arieska; Indriyani Makmun; Baiq Masdariah; Iqro Suryati Listi; Jumratun Jumratun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26267

Abstract

Abstrak Stunting pada Balita masih menjadi permasalahan kesehatan yang belum teratasi saat ini, Di Provinsi NTB terdapat 3 Kabupaten dengan prevalensi stunting balita tertinggi, salah satunya Kabupaten Lombok Barat. Pengolahan makanan dan info zat gizi sangat minim sehingga asupan gizi balita tidak terpenuhi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi pada ibu balita mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal untuk mencegah stunting, pada kelompok di Dusun Krepet Desa Perampuan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan kepada kelompok ibu balita di Dusun Krepet Desa Perempuan yang berjumlah 15 orang. Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan, maka dilakukan pretes dan postes, sebelum dan sesudah pemberian materi edukasi. Hasil pengkajian didapatkan karakteristik usia balita terbanyak yaitu pada usia 1-3 tahun yaitu 10 balita (66%), dengan hasil pengetahuan rata-rata pretes adalah 7,8 dan rata-rata postes meningkat menjadi 9,3, sehingga didapatkan selisih nilai pretes dan postes sebesar 1,5. Hal ini menunjukkan bahwa sasaran memiliki pengetahuan terhadap pemanfaatan pangan lokal sangat baik, sehingga diharapkan bagi pelaksana pengabdian berikutnya bisa memberikan intervensi berupa pembuatan menu makanan menggunakan bahan pangan lokal. Kata kunci: ibu balita; edukasi; stunting; pangan lokal Abstract Stunting in toddlers is still a health problem that has not been resolved at this time. In NTB Province there are 3 districts with the highest prevalence of stunting in toddlers, one of which is West Lombok District. Food processing and nutritional information are very minimal so that toddlers' nutritional intake is not met. The aim of this service activity is to provide education to mothers of toddlers regarding the use of local food ingredients to prevent stunting, in groups in Krepet Hamlet, Perampuan Village. The method used in this activity was to provide counseling to a group of mothers of toddlers in Krepet Hamlet, Women's Village, totaling 15 people. To determine the effect of counseling on the level of knowledge, a pretest and posttest were carried out, before and after providing educational material. The results of the study showed that the most common age characteristics of toddlers were 1-3 years old, namely 10 toddlers (66%), with the average pretest knowledge result being 7.8 and the average posttest increasing to 9.3, so that the difference between the pretest and posttest of 1.5. This shows that the target has very good knowledge of the use of local food, so it is hoped that the next service implementer can provide intervention in the form of making a food menu using local food ingredients. Keywords: toddler mother; education; stunting; local food
Pengenalan bahaya untuk meningkatkan budaya keselamatan diri anak usia dini di sekolah dasar Ketawanggede Malang tahun 2023 Basri, Ani Asriani; Arganata, Fariz Zuvil; Fitri, Nafilatul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23215

Abstract

AbstrakLokasi permainan seperti (ayunan, seluncuran, balok titian, dan tangga majemuk) dapat mengancam nyawa siswa karna berada di pinggir jalan serta kondisi alat permainan yang sudah tidak layak pakai. Salah satu cara untuk menghadapi permasalahan dengan meningkatkan pengetahuan keselamatan diri anak usia dini yaitu memberikan penyuluhan bagaimana mengenali bahaya dan risiko yang ada dilingkungan sekolah pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran diruangan, ekstrakulikuler serta pada saat bermain. Tim Pengabdi bermaksud untuk mengadakan Pengabdian kepada Masayarakat pada siswa Sekolah dasar Ketawanggede sebanyak 30 responden dengan tema “Pengenalan Bahaya Untuk Meningkatkan Budaya Keselamatan Diri Anak Usia Dini Di Sekolah dasar Ketawanggede Malang Tahun 2023”. Prosedur kegiatan melalui tahapan dimana tahap pertama adalah tahap persiapan, tahap kedua adalah melaksanakan Identifikasi Bahaya dilingkungan sekolah, Membuat media penyuluhan Ular Tangga dan dadu serta melakukan penyuluhan dengan cara bermain ular tangga menggunakan dadu. Berdasarkan hasil identiikasi ditemukan bahwa sumber bahaya berada di area permainan (APE), ruang kelas, ruang musholla, toilet, tangga, lapangan utama dan lab computer. Data tersebut digunakan untuk membuat media ular tangga dan dadu yang digunakan dalam memberikan penyuluhan. Pada saat bermain dengan menggunakan ular tangga, siswa diberi kesempatan untuk menebak bahaya yang ada di kotak ular tangga tersebut, kemudian siswa diajak berfikir untuk mengetahui dampak dari bahaya serta bagaimana cara menghindarinya, dari 30 siswa yang ikut bermain, siswa tersebut telah mengetahui sumber bahaya. saran dari kegiatan ini adalah menanamkan budaya keselamatan diri kepada siswa secara rutin oleh penanggung jawab, agar siswa menjadikan hal ini sebagai kebiasaan sehari-hari. Kata Kunci: K3; sejak dini; sekolah dasar. AbstractGame locations such as (swings, slides, walkway blocks, and compound stairs) can threaten students' lives because they are on the side of the road and the condition of the game equipment is no longer suitable for use. One way to deal with problems by increasing early childhood personal safety knowledge is to provide counseling on how to recognize the dangers and risks that exist in the school environment when carrying out indoor learning activities, extracurricular activities and during play. The Community Service Team intends to hold Community Service for 30 respondents of Ketawanggede Elementary School students with the theme "Introduction to Danger to Improve Early Childhood Self-Safety Culture at Ketawanggede Elementary School Malang in 2023". The activity procedure goes through stages where the first stage is the preparation stage, the second stage is to carry out Hazard Identification in the school environment, making counseling media for snakes and ladders and dice and conducting counseling by playing snakes and ladders using dice. Based on the results of identification, it was found that the source of danger was in the game area (APE), classrooms, prayer rooms, toilets, stairs, main field and computer lab. The data is used to make snake and ladder media and dice used in providing counseling. When playing using snakes and ladders, students were given the opportunity to guess the danger in the snake and ladder box, then students were invited to think about knowing the impact of the danger and how to avoid it, from the 30 students who participated in the game, the student had known the source of the danger. The suggestion of this activity is to instill a culture of personal safety to students regularly by the person in charge, so that students make this a daily habit. Keywords: K3; early on; elementary school.
Aksi berani (ayo kita siaga bersama RT.02 atasi hipertensi) sebagai program pemberdayaan kepada masyarakat Desa Aranio dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi Fadillah, Noor Ahda; Muhardan, Ahmad; Sonda, Septia Widyana; Hasanah, Mutia Bikriyah; Khadijah, Khadijah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23366

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang harus diwaspadai, karena umumnya hipertensi tidak memiliki gejala yang spesifik atau terkadang tidak menimbulkan gejala pada penderita sehingga disebut juga sebagai silent killer karena banyak orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Kondisi demikian menjadi salah satu penyebab terlambatnya penanganan pada pasien dengan hipertensi. Oleh karena itu, dibentuklan program pemberdayaan masyarakat "AKSI BERANI (Ayo Kita Siaga Bersama RT.02 Atasi Hipertensi)" yang dilaksanakan di Desa Aranio sebagai upaya pengendalian hipertensi. Kegiatan utama meliputi penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan diet DASH, pembentukan dan pelatihan tiga kader dengan kompetensi baik, serta pemeriksaan tekanan darah berkala di Pojok AKSI BERANI. Kegiatan penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dari kategori kurang (33,3%) menjadi baik (73,3%). Selain itu, kader yang dilatih memiliki kompetensi yang baik dengan persentase skill 95%. Adapun hasil pemeriksaan Pojok Aksi Berani menunjukkan 30% warga hipertensi tingkat 1 pada Juli, meningkat menjadi 56% di Agustus. Faktor usia dan riwayat hipertensi berpengaruh. Untuk meningkatkan keberhasilan, diintegrasikan sub-program diet DASH dengan pemberian contoh menu makanan sehat dan pemantauan pola makan warga secara berkala. Kegiatan ini diharapkan mampu mengendalikan kasus hipertensi di wilayah sasaran secara berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Kata kunci: hipertensi; diet dash; penyuluhan; pelatihan; pojok aksi berani. AbstractHypertension is one of the degenerative disease that must be watched out for, because generally hypertension does not have specific symptoms or sometimes does not cause symptoms in sufferers, so it is also called the silent killer because many people do not know that they have hypertension before checking their blood pressure. This condition is one of the causes of late treatment in patients with hypertension. Therefore, a community empowerment program "AKSI BERANI (Ayo Kita Siaga Bersama RT.02 Atasi Hipertensi” was established in Aranio Village as an effort to control hypertension. The main activities included health counseling on hypertension and the DASH diet, the formation and training of theree caders with good competence, and periodic blood pressure checks at Pojok AKSI BERANI. Counseling activities showed an increase in community knowledge from the poor category (33,3%) to good (73,3%). In addition, the trained caders have good competence with a skill percentage of 95%. The result of the AKSI BERANI corner examination showed that 30% of residents had grade 1 hypertension in July, increasing to 56% in August. Age and history of hypertension are influential factors. To increase success, the DASH diet sub-program was integrated by providing examples of healthy food menus and monitoring residents’ diets regularly. This activity is expected to be able to control hypertension cases in the target area in a sustainable manner by involving the active role of the community. Keywords: hypertension; dash diet; counseling; training; pojok aksi berani.
Pelatihan pengolahan limbah kopi sebagai kombucha cascara Setiyono, Setiyono; Savitri, Dyah Ayu; Patricia SM., Susan Barbara; Arum, Ayu Puspita; Nurrahmi, Tyas Putri Yulia; Rosania, Shela; Novijanto, Noer
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22022

Abstract

AbstrakKopi merupakan salah satu komoditas yang berperanan penting didalam sektor perkebunan Indonesia. Produksi kopi Bondowoso pada tahun 2023 adalah sebesar 10420 ton, jumlah produksi kopi terbesar ketiga di Jawa Timur setelah Malang dan Banyuwangi. Desa Curahpoh merupakan salah satu daerah penghasil kopi robusta dan arabika yang terletak di kaki Gunung Argopuro, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Saat ini petani Desa Curahpoh yang tergabung didalam kelompok Tani LMDH Argo Santoso telah membudidaya kopi sebagai salah satu mata pencaharian yang potensial. Namun adanya kegiatan budidaya dan pengolahan pasca panen kopi menghasilkan limbah berupa kulit kopi yang dapat menyebabkan polusi dan kerusakan lingkungan. Limbah kulit kopi dapat diolah lebih lanjut sehingga bernilai lebih tinggi. Program ini bertujuan untuk melatih masyarakat Desa Curahpoh untuk mengolah limbah kulit kopi menjadi kombucha cascara. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 20 orang. Program ini dilaksanakan melalui tahap pelatihan, praktek dan evaluasi. Hasil program menunjukkan bahwa peserta mampu menguasai teknik pembuatan kombucha cascara. Bahkan peserta melakukan inovasi dan sosialisasi produk kombucha cascara kepada masyarakat lebih luas. Kata kunci: cascara; curahpoh; kombucha; kopi; limbah AbstractCoffee is a commodity that plays an important role in the Indonesian plantation sector. Bondowoso coffee production in 2023 will be 10,420 tons, the third largest amount of coffee production in East Java after Malang and Banyuwangi. Curahpoh Village is one of the robusta and arabica coffee producing areas located at the foot of Mount Argopuro, Curahdami District, Bondowoso Regency, East Java Province. Currently, Curahpoh Village farmers who are members of the LMDH Argo Santoso Farmers group have cultivated coffee as a potential source of income. However, coffee cultivation and post-harvest processing activities produce waste in the form of coffee skins which can cause pollution and environmental damage. Coffee skin waste can be processed further so that it has higher value. This program aims to train the people of Curahpoh Village to process coffee skin waste into kombucha cascara. There were 20 participants who took part in this activity. This program is implemented through training, practice and evaluation stages. The program results showed that participants were able to master the technique of making kombucha cascara. Participants even innovated and socialized cascara kombucha products to the wider community. Keywords: cascara; coffee; curahpoh; kombucha; waste
Diversifikasi olahan singkong : program pendampingan pembuatan stik singkong di desa Alai Nadila Nurhalizah; Jimmy Alhakim; Galland Ganesha; Dini Pitaloka; Susi Handayani; Zenal Mutaqin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25756

Abstract

Abstrak Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam upaya pengolahan singkong yang merupakan salah satu komoditas pertanian utama Desa Alai Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim. Rendahnya pengetahuan teknologi menyebabkan pengolahan singkong yang telah dilakukan belum optimal, dimana sebagian besar singkong dijual dalam bentuk mentah dan dalam bentuk gaplek serta tapioka. Program ini bertujuan membentuk kelompok usaha mandiri dalam pengembangan olahan singkong untuk meningkatkan nilai ekonomi singkong melalui diversifikasi produk olahan berupa stik singkong menggunakan metode pendekatan yang dipakai dalam PKM yaitu metode pendekatan partisipasi kelompok atau Partisipatory Rural Apprasial (PRA), melibatkan kelompok mitra dalam kegiatan meliputi: penyuluhan, pelatihan, praktek langsung, dan pendampingan. Hasil dari program ini yaitu peningkatan pengetahuan mitra dalam mengolah singkong menjadi stik singkong, adanya peningkatan analisis trend pasar serta diharapkan adanya peningkatan pendapatan dari penjualan produk stik singkong. Keberlanjutan dari program ini mitra mampu meningkatkan kemampuan manajemen dan pemasaran serta diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja baru di Desa Alai. Kata kunci: diversifikasi, pengolahan, singkong Abstract Community Service (PKM) in the process of processing cassava which is one of the main agricultural commodities of Alai Village, Lembak District, Muara Enim Regency. The low level of technological knowledge causes the cassava processing that has been carried out to be suboptimal, where most of the cassava is sold in raw form and in the form of gaplek and tapioca. This program aims to form an independent business group in the development of cassava processing to increase the economic value of cassava through diversification of processed products in the form of cassava sticks using the approach method used in PKM, namely the group participation approach method or Participatory Rural Appraisal (PRA), involving partner groups in activities including: counseling, training, direct practice, and mentoring. The results of this program are an increase in partner knowledge in processing cassava into cassava sticks, an increase in market trend analysis and an increase in income from the sale of cassava stick products. The sustainability of this program, partners are able to improve management and marketing skills and are expected to encourage local economic growth and open up new job opportunities in Alai Village. Keywords: diversification, processing, cassava
Peningkatan profit dan mutu pasca panen jeruk siam Kintamani melalui edukasi dan pendampingan produksi Bali Orange Wine Nurul Isnaini Fitriyana; Pande Agus Adiwijaya; I Nyoman Sudirman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23397

Abstract

AbstrakJeruk Siam Kintamani merupakan tanaman hortikultura endemik dari daerah Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia. Varietas ini disukai karena mempunyai citarasa khas perpaduan manis dan asam yang segar. Pada saat panen raya yaitu antara bulan Agustus sampai dengan September, seluruh hasil panen dijual dalam bentuk buah segar, sehingga persediaan menjadi melimpah sedangkan permintaan relatif tetap. Kondisi ini menyebabkan harga jual menjadi sangat rendah dan pendapatan dari hasil penjualan buah Jeruk Siam Kintamani tidak dapat menutupi biaya produksi dan perawatan di kebun. Sehingga para petani mengalami kerugian setiap tahunnya. Berdasarkan kondisi ini, tim dosen dari Institut Teknologi dan Pendidikan Markandeya Bali melakukan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di kelompok tani “Dana Sejati”, Banjar Palaktiying, Desa Landih, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Kegiatan PKM bertujuan untuk memberikan edukasi serta pendampingan Teknologi Tepat Guna pengolahan Jeruk Siam Kintamani menjadi produk Orange Wine Melalui diversifikasi produk Jeruk Siam Kintamani diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani serta mutu pasca panen Jeruk Siam Kintamani. Berdasarkan hasil kegiatan PKM, Kelompok Tani “Dana Sejati” sudah berhasil memproduksi Orange Wine yang memenuhi standar sesuai Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Nomor 5 Tahun 2021, dengan bahan baku Jeruk Siam Kintamani dengan tingkat kematangan ripe dengan kadar alkohol sebesar 10%. Kata kunci: jeruk siam kintamani; orange wine; edukasi; pendampingan; kelompok tani. AbstractThe Kintamani Siam Orange is an endemic horticultural plant from the Kintamani area, Bangli Regency, Bali Province, Indonesia. This variety is favored because of the distinctive taste, a combination of fresh sweet and sour. During the main harvest, between August and September, all the harvest is sold in the form of fresh fruit, that causes over supplies while demand is relatively constant. This condition causes the selling price is very low and the income cannot cover the production and maintenance costs. Therefore, farmers experience losses every year. Based on this condition, a team of lecturers from the ITP Markandeya Bali Institute carried out Community Service Program (CSP) in the "Dana Sejati" farmer group, Banjar Palaktiying, Landih Village, Bangli District, Bangli Regency, Bali. CSP aims to provide education and assistance on Appropriate Technology for processing Siam Kintamani Oranges into Orange Wine products. Through diversification of Siam Kintamani Orange products, it is hoped that it will be able to increase farmers' income and the post-harvest quality of Siam Kintamani Oranges. Based on the results of CSP activities, the "Dana Sejati" Farmers Group has succeeded in producing Orange Wine that meets the standards in accordance with the Regulation of the Head of the Food and Drug Monitoring Agency Number 5 of 2021, using Kintamani Siam Oranges as raw material with a ripe ripeness level with an alcohol content of 10%. Keywords: kintamani siam orange; orange wine; education; supervision; farmer group.
Pengembangan sistem informasi berbasis web pada pesantren Tahfizh Daarul Mafaza Wulan Sri Lestari; Mustika Ulina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23032

Abstract

AbstrakPromosi merupakan bagian yang sangat penting bagi sebuah sekolah atau pesantren untuk membantu memperkenalkan lembaga pendidikan mereka kepada masyarakat dan dapat meningkatkan jumlah calon siswa/santri yang mendaftar. Pesantren Tahfizh Daarul Mafaza merupakan sebuah pesantren yang memiliki visi melahirkan generasi islami yang hafal al-quran 30 juz, berakhlakul karimah, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman. Saat ini, untuk mendukung kegiatan promosi, pesantren hanya menggunakan brosur dan fanpage Facebook. Namun brosur memiliki beberapa kekurangan seperti terbatasnya jangkauan promosi, biaya produksi brosur yang tinggi, tidak interaktif dan tidak dapat diperbaharui dengan cepat jika terjadi perubahan informasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengembangkan website yang berisi informasi tentang pesantren sebagai media promosi. Pengembangan webiste ini dilakukan dengan tahapan analisis kebutuhan mitra, perancangan tampilan, pembuatan sistem, dan pengujian sistem. Diakhir kegiatan setelah website selesai, tim PkM memberikan pelatihan kepada mitra untuk penggunaan dan pengelolaan website serta penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil feedback dan kuesioner yang diberikan, menunjukkan bahwa pihak pesantren senang terhadap website yang dibangun dan berharap ke depannya dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam pengembangan pesantren. Kata kunci: sistem informasi; pesantren; promosi AbstractPromotion plays a crucial role in showcasing educational institutions, such as schools or boarding schools, to the public, ultimately boosting enrollment of prospective students. Pesantren Tahfizh Daarul Mafaza is dedicated to fostering an Islamic generation capable of memorizing the Quran's 30 juz, possessing exemplary character, independence, and readiness to confront contemporary challenges. Presently, the pesantren relies solely on brochures and a Facebook fan page for promotional efforts. However, brochures have several disadvantages, including limited advertising reach, high production costs, lack of interactivity, and the inability to quickly update information as it changes. To overcome this problem, this Community Service (PkM) activity aims to develop a website that contains information about pesantren as a promotional media. The website development process involved analyzing the partners' needs, designing interfaces, system development, and rigorous testing. Upon completion of the website, the PkM team conducted training sessions for partners on website usage and management, followed by the distribution of questionnaires. The feedback received from the training and questionnaires indicates the pesantren's high satisfaction with the developed website, expressing hopes that it will significantly contribute to the pesantren's future development. Keywords: information system; pesantren; promotion.
Pelatihan pembuatan ecobrick sebagai pengelolaan sampah plastik di desa Tonasa kabupaten Takalar Andi Muhammad Akram; Hamdan Kadir; Andi Baso Gunawan; Chandy Ridha Pahlawan; Khalil Mahdi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22062

Abstract

AbstrakPlastik merupakan kemasan yang sering digunakan karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan bahan kemasan lain, sehingga menjadi pilihan dalam mengemas berbagai macam produk rumah tangga, industri maupun produk-produk lainnya. Desa Tonasa merupakan desa binaan UMI yang sudah lama menjadi tempat penelitian dan pengabdian bagi civitas akademik UMI. Dengan banyaknya penggunaan plastik di desa Tonasa mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan seperti membakar sampah. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka perlu dilakukan pelatihan teknik pengelolaan sampah plastik dengan menggunakan metode ecobrick. Kegiatan Program Kemitraan (PKM) dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 16 sampai 17 September 2023. Metode yang digunakan adalah metode pastisipatif, dimana mitra yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan mulai dari persiapan sampai terlaksananya kegiatan. Pelaksanaan metode pendekatan tersebut dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan. Hasil luaran kegiatan adalah dalam bentuk produk yang dapat dijual dengan harga Rp.5.000 perbotol, sehingga menghasilkan pendapatan baru untuk masyarakat desa Tonasa. Kata Kunci:  plastik; ecobrick; desa tonasa  AbstractPlastic is packaging that is often used because it has many advantages compared to other packaging materials, making it a choice for packaging various household, industrial and other products. Tonasa Village is a village supported by UMI which has long been a place of research and service for the UMI academic community. The large use of plastic in Tonasa village results in environmental pollution such as burning rubbish. Based on the above, it is necessary to carry out training on plastic waste management techniques using the ecobrick method. Partnership Program activities (PKM) will be held on Saturday, 16 to 17 September 2023. The method used is a participative method, where partners are directly involved in implementing activities from preparation to implementation of activities. Implementation of this approach method is in the form of counseling and training. The output of the activity is in the form of products that can be sold thereby generating new income for the Tonasa village community.Keywords: plastic; ecobrick; tonasa village