cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Optimasi diversifikasi olahan pangan dalam manajemen industri di desa Branjang kabupaten Semarang Arief Yulianto; Rini Setyo Witiastuti; Vini Wiratno Putri; Erisa Aprilia Wicaksari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25445

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri bagi UMKM di Desa Branjang, Kabupaten Semarang di tengah persaingan Industri yang sangat ketat dan perubahan lingkungan yang pesat. Kegiatan ini diinisiasi dengan adanya permasalahan berkaitan dengan keterampilan yang masih terbatas yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pelatihan sehingga kualitas produk olahan pisang yang dihasilkan masih belum memenuhi standar. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat dengan beberapa tahapan yaitu tahapan koordinasi pelaksanaan kegiatan dengan mitra, tahapan penyusunan rencana kerja, tahapan sosialisasi dan pelatihan, tahapan pendampingan dan tahapan monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini diselenggarakan secara offline di Balai Desa Branjang, Kabupaten Semarang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peserta dapat menghasilkan inovasi baru dari bahan baku pisang dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mitra dalam mengolah pisang sehingga produk yang dipasarkan dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Kata kunci: daya saing industri; rencana kerja; kualitas produk. Abstract This community service aims to enhance the industrial competitiveness of MSMEs in Branjang Village, Semarang Regency, amidst very tight industrial competition and rapid environmental changes. This activity was initiated due to problems related to limited skills caused by a lack of knowledge and training, resulting in the quality of banana processed products that do not yet meet standards. The method used in this community service involves providing training to the community through several stages: coordination of activity implementation with partners, preparation of work plans, socialization and training, mentoring, and monitoring and evaluation stages. This activity is conducted offline at the Branjang Village Hall, Semarang Regency. The result of this community service is that participants can produce new innovations from banana raw materials and are expected to improve the partners' ability to process bananas so that the marketed products can be well received by consumers. Keywords: industrial competitiveness; work plan; product quality.
Pelatihan prediksi penyakit diabetes untuk pencegahan dini dengan metode regresi linear Niko Suwaryo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.17240

Abstract

Abstrak                                                                                 Pengabdian masyarakat yaitu guru yang mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi. Umpan balik tersebut bisa berupa pertanyaan, saran atau  pemasukan yang bisa membantu dalam mengevaluasi keberhasilan kegiatan PKM. Selain itu, evaluasi juga bisa dilakukan dengan cara mengevaluasi hasil akhir dari pengabdian masyarakat, yaitu aplikasi android yang dibuat. Evaluasi ini bisa dilakukan dengan cara mengecek apakah aplikasi yang dibuat sudah sesuai dengan yang diharapkan, serta juga apakah aplikasi yang dibuat sudah sesuai dengan yang dibutuhkan, serta juga apakah aplikasi tersebut sudah bisa diakses. Prediksi diabetes dimasa mendatang dapat diketahui melalui pemanfaatan dataset dengan melalui pendekatan metode prediksi melalui tahapan yang terstruktur dalam menganalisis data yang digunakan menghasilkan nilai nilai RSME saat melakukan evaluasi model sebesar 0.000 +/- 0.000. Pengujian performa terhadap model dan algoritma yang digunakan dalam evaluasi dapat menghasilkan gambaran yang relevan dengan skenario yang dimodelkan. Nilai RMSE didapat saat melakukan evaluasi performa model sebesar 0.000 +/- 0.000 melalui aplikasi. Kata Kunci : data mining; prediksi;  linear regression; diabetes; estimasi AbstractCommunity service, namely teachers who take part in training in using the application. This feedback can be in the form of questions, suggestions or input that can help in evaluating the success of PKM activities. Apart from that, evaluation can also be done by evaluating the final results of community service, namely the Android application created. This evaluation can be done by checking whether the application created meets expectations, whether the application created meets what is required, and whether the application can be accessed. Predictions of diabetes in the future can be known through the use of datasets using a prediction method approach through structured stages in analyzing the data used to produce an RSME value when evaluating the model of 0.000 +/- 0.000. Performance testing of the models and algorithms used in the evaluation can produce images that are relevant to the scenario being modeled. The RMSE value obtained when evaluating model performance is 0.000 +/- 0.000 through the application.. Keywords: data mining; prediction; linear regression; diabetes; estimation
Pemberdayaan kader kesehatan dalam menciptakan snack sehat berbahan dasar belimbing dan mentimun bagi lansia penderita hipertensi Febrina Fecsaria Handini; Maria Prieska Putri P.A
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26139

Abstract

AbstrakSebagian besar lansia dengan hipertensi kurang memahami dan mengetahui diit bagi penderita hipertensi serta masih mengkonsumsi gorengan, makanan dengan tinggi lemak dan tinggi garam. Tingginya asupan garam berhubungan dengan gangguan keseimbangan cairan sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah, oleh karena itu lansia dengan hipertensi perlu memahami kebutuhan nutrisinya melalui peran serta kader kesehatan yang bersinggungan langsung dengan lansia. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader tentang nutrisi pada lansia yang menderita Hipertensi melalui diet DASH dan meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam pengelolaan menciptakan kreasi snack sehat bagi lansia dengan hipertensi. RW 01 Kelurahan Bareng Kota Malang merupakan salah satu daerah yang memiliki penderita hipertensi cukup tinggi. Dari hasil studi pendahuluan didapatkan bahwa terdapat 42 lansia yang menderita hipertensi dengan jumlah kader adalah 20 orang. Pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2024 dengan sasaran peserta adalah kader. Persentase kehadiran kegiatan adalah 88,3%. Tim pengabdi telah memberikan edukasi tentang konsep hipertensi, konsep Diet DASH untuk lansia dengan hipertensi, dan memberikan pelatihan tentang pengolahan buah belimbing dan timun menjadi camilan atau snack sehat lansia dengan hipertensi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader posyandu lansia tentang kebutuhan nutrisi pada lansia dengan hipertensi yaitu rata-rata nilai peserta sebelum diberikan edukasi adalah 4,74 dan meningkat menjadi 8,37 (skala 1-10). Selain itu juga terjadi peningkatan keterampilan yakni rata-rata sebelum diberi pelatihan adalah 2,2 meningkat menjadi 5,7 (skala 1-6) setelah diberi pelatihan. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PkM yang diberikan mampu memberikan dampak positif pada peserta secara signifikan. Kata kunci: hipertensi; belimbing; mentimun; snack sehat; lansia AbstractMost elderly with hypertension do not understand and know the hypertension diet and still consume fried foods, and foods with high fat and high salt. High salt intake is associated with fluid balance disorders which cause increased blood pressure, therefore elderly with hypertension need to understand their nutritional needs through the participation of health cadres who are in direct contact with the elderly. The purpose of this activity is to increase cadres' knowledge about nutrition in the elderly with hypertension through the DASH diet and to improve the skills of health cadres in managing and creating healthy snacks for the elderly with hypertension. The location of the community service activity is one of the areas with quite high hypertension sufferers. From the results of a preliminary study, it was found that there were 42 elderly people with hypertension with the number of cadres being 20 people. This community service was carried out in May 2024 with the target participants being cadres. The percentage of activity attendance was 88.3%. The community service team has provided education about the concept of hypertension, the concept of the DASH Diet for the elderly with hypertension, as well as training on processing star fruit and cucumber into healthy snacks for the elderly with hypertension. The results of this community service activity showed an increase in the knowledge of elderly posyandu cadres about nutritional needs in the elderly with hypertension, namely the average score of participants before being given education was 4.74 and increased to 8.37 (scale of 1-10). In addition, there was also an increase in skills, namely the average before being given training was 2.2 increasing to 5.7 (scale 1-6) after being given training. These results indicate that the Community Service activities provided were able to provide a significant positive impact on participants. Keywords: maximum of 5 keywords (words or phrases) separated by semicolons (;), e.g ; devotion; training; digital literacy.
Meneguhkan gerakan islam muhammadiyah melalui ta'awun sosial di desa Tolowata kecamatan Ambalawi kabupaten Bima NTB Anwar Sadat; Alamsyah Alamsyah; Nuratika Nuratika; Miftahul Jannah; Cahaya Tuf Fajardini; Siti Mutiah; Muhammad Fadiel Rohmani; Faiz Khoir Auda; Aldin Aldin; Dewi Masitha; Sumiyati Sumiyati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23998

Abstract

Abstrak Pengabdian ini membahas peran Muhammadiyah dalam bidang sosial. Gerakan ini aktif dalam membangun lembaga amal seperti panti asuhan. Selain itu, Muhammadiyah juga memegang peran dalam perkembangan Islam di Indonesia dengan menerapkan konsep amal ma'ruf nahi munkar dan memperjuangkan Islam dan kebangsaan Indonesia. Ta'awun sosial Muhammadiyah (TSM) menjadi fokus penting dalam gerakan sosial Muhammadiyah, menekankan belas kasih, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Ini mencerminkan pandangan Muhammadiyah tentang Islam sebagai agama yang mendorong untuk berbuat baik kepada sesama. Kegiatan TSM dilakukan untuk memperkuat ikatan sosial, terutama bagi masyarakat yang rentan, dengan tujuan menciptakan lingkungan inklusif dan empatik. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang dilanda musibah kebakaran, menunjukkan komitmen Muhammadiyah terhadap solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Kata Kunci: gerakan islam; muhammadiyah; ta’awun sosial AbstractThis devotion discusses the role of Muhammadiyah in the social field. The movement is active in building charitable institutions such as orphanages. In addition, Muhammadiyah also holds a role in the development of Islam in Indonesia by applying the concept of amal ma'ruf nahi munkar and fighting for Islam and Indonesian nationality. Muhammadiyah's Ta'awun sosial (TSM) became an important focus in Muhammadiyah's social movement, emphasising compassion, justice, and social responsibility. This reflects Muhammadiyah's view of Islam as a religion that encourages doing good to others. TSM activities are carried out to strengthen social ties, especially for vulnerable communities, with the aim of creating an inclusive and empathic environment. This activity was carried out in Tolowata Village, Ambalawi Subdistrict, Bima Regency, West Nusa Tenggara, by providing assistance to communities affected by the fire disaster, showing Muhammadiyah's commitment to social solidarity and care for others. Keywords: islamic movement; muhammadiyah; social ta'awun
Pelatihan pembuatan ecobrick sebagai solusi cerdas dan kreatif dalam mengurangi sampah plastik rumah tangga di desa Waluya Ibrahim Ibrahim; Nurani Masyita; Ni Luh Bella Dwijaksara; Lela Nurpulaela; Dian Budhi Santoso; Arnisa Stefanie; Riza Ibnu Adam; Reni Rahmadewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21698

Abstract

AbstrakPelatihan Pembuatan Ecobrick sebagai Solusi Cerdas dan Kreatif dalam Mengurangi Sampah Plastik Rumah Tangga di Desa Waluya dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang, menjadi langkah praktis dalam menghadapi meningkatnya permasalahan sampah plastik. Desa Waluya menghadapi tantangan terkait manajemen sampah plastik di tingkat rumah tangga. Pelatihan ini memiliki tujuan yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat akan dampak negatif sampah plastik dan memberikan keterampilan praktis dalam pembuatan Ecobrick. Selain itu, pendekatan ini dirancang untuk membangkitkan sikap peduli lingkungan dan merangsang kreativitas dalam mengelola sampah plastik. Hasil yang diharapkan mencakup pengurangan signifikan sampah plastik di Desa Waluya. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan demikian, pelatihan Ecobrick di Desa Waluya ini menunjukkan bahwa penggunaan ecobrick dengan menggunakan botol berukuran 300-600 ml dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengelola sampah plastik secara kreatif dan ramah lingkungan. Dengan pendekatan yang tepat dalam komunikasi dan demonstrasi kepada masyarakat, praktik ini memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam praktik ramah lingkungan serta pengelolaan sampah plastik di lingkungan sekitar. Kata kunci: ecobrick; sampah plastik; pelatihan; pemberdayaan masyarakat; desa waluya. AbstractThe Ecobrick Making Training as a Smart and Creative Solution to Reduce Household Plastic Waste in Waluya Village was conducted in August 2023 with 35 participants, serving as a practical step in addressing the increasing problem of plastic waste. Waluya Village faces challenges related to plastic waste management at the household level. This training aims to increase community understanding of the negative impacts of plastic waste and provide practical skills in Ecobrick making. Additionally, this approach is designed to foster environmental concern and stimulate creativity in managing plastic waste. The expected outcomes include a significant reduction in plastic waste in Waluya Village. Empowering the community through this training is expected to create a cleaner, more sustainable environment and improve overall quality of life. Thus, the Ecobrick training in Waluya Village demonstrates that using Ecobricks with 300-600 ml bottles can be an effective solution for creatively and environmentally managing plastic waste. With the right approach to communication and demonstration to the community, this practice has the potential to increase awareness and participation in environmentally friendly practices and plastic waste management in the surrounding environment. Keywords: ecobricks; plastic waste; training; community empowerment; waluya village.
Optimalisasi masa golden age melalui kelompok bermain non-digital di desa Sawaran Lor Lumajang Maritza Laili Arifin; Yunita Ardilla; Ahmad Alif Hidayat; Putri Dwi Octaviani; Amelia Maulidina Zahra; Muhammad Syawali Al Fathan; Zanuba Marwatus Arifah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25942

Abstract

AbstrakKelompok bermain non-digital merupakan kegiatan bermain bagi anak yang melibatkan aktivitas fisik sebagai upaya responsif terhadap kegiatan bermain digital (penggunaan gadget) yang berlebihan terutama di masa Golden Age anak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pola asuh orang tua terhadap penggunaan gadget pada anak dan mendorong peningkatan aktivitas non-digital pada anak. Metode pengabdian kepada masyarakat diawali dengan proses inkulturasi dan diskusi dengan masyarakat, perangkat desa, dan bidan setempat untuk melakukan pemetaan masalah tentang pola asuh dan tumbuh kembang sebagai dasar pembuatan program kerja, melakukan kegiatan edukasi dan penyuluhan tentang tumbuh kembang anak dan pembatasan penggunaan gadget, serta bersama ibu-ibu membuat berbagai kegiatan non-digital untuk anak-anak yang berbentuk permainan tradisional, perlombaan, dan aktivitas non-digital lainnya. Hasil pengabdian kepada masyarakat terlihat dari ibu-ibu yang mulai memahami pentingnya pengawasan dan pembatasan saat anak menggunakan gadget dan kegiatan atau aktivitas non-digital yang mampu mendorong terjadinya interaksi sosial dan mengembangkan keterampilan kognitif serta motoriknya sehingga membawa dampak positif yang signifikan dengan adanya penurunan penggunaan gadget bagi anak dan kesediaan untuk melakukan kegiatan bermain non-digital secara rutin. Pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi alternatif solusi untuk menghadapi permasalahan yang serupa di daerah lain. Rekomendasi untuk melakukan kolaborasi dengan stakeholder lainnya sepert PKK dan Karang Taruna melalui pembentukan struktur pengawas dan penanggung jawab sehingga kegiatan bermain dapat diawasi dan dievaluasi agar semakin berkembang dan dapat mewujudkan gerakan Golden Age tanpa gadget. Kata kunci: kelompok bermain; aktivitas non-digital; masa golden age AbstractNon-digital playgroups are play activities for children that involve physical activity as a response to excessive digital play activities (use of gadgets), especially during the child's Golden Age. This community service aims to improve understanding of parenting patterns towards gadget use in children and encourage increased non-digital activities in children. The community service method begins with the process of inculturation and discussion with the community, village officials, and local midwives to map problems about parenting patterns and growth and development as a basis for creating work programs, conducting educational and counseling activities about child growth and development and restrictions on gadget use, and together with mothers creating various non-digital activities for children in the form of traditional games, competitions, and other non-digital activities. The results of community service can be seen from mothers who begin to understand the importance of supervision and restrictions when children use gadgets and non-digital activities that can encourage social interaction and develop cognitive and motor skills so that they have a significant positive impact with a decrease in gadget use for children and a willingness to carry out non-digital play activities routinely. This community service can be an alternative solution to deal with similar problems in other areas. Recommendations to collaborate with other stakeholders such as PKK and Karang Taruna through the formation of a supervisory and responsible structure so that play activities can be supervised and evaluated in order to develop further and realize the Golden Age movement without gadgets. Keywords: playgroup; non-digital activities; golden age
Peningkatan kualitas hasil pengecatan melalui penerapan mesin rotary polisher di bengkel Yunex Paint desa Gesing Temanggung Hanif Hidayat; Sarwi Asri; Ranu Iskandar; Febri Budi Darsono; Febrian Arif Budiman; R. Ambar Kuntoro Mursit Gendroyono; Wiji Ninggar Waskito; Siti Thoifatun Najiah; Dimas Iqbal Ramadhan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25737

Abstract

Abstrak Tingginya jumlah penjualan kendaraan bermotor di Indonesia yang mencapai 94.067 unit pada tahun 2023 dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti kemacetan dan kecelakaan. Selain menimbulkan korban jiwa kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan kerugian materi berupa kerusakan pada kendaraan seperti goresan atau penyok pada panel bodi mobil. Kerusakan tersebut dapat diperbaiki melalui proses pengecatan ulang untuk mengembalikan ke kondisi semula. Kualitas hasil pengecatan yang baik dapat dilihat dari nilai lekat dan nilai kilapnya. Nilai kilap menandakan kualitas hasil pengecatan yang dapat meningkatkan estetika dari sebuah kendaraan. Bengkel Yunex Paint yang beralamat di Desa Gesing Temanggung dipilih menjadi mitra pengabdian karena bergerak di perbaikan bodi dan pengecatan yang setiap minggunya mampu mengerjakan 2 unit mobil dengan total waktu pengerjaan 4-6 hari untuk pengecatan ulang panel bumper maupun kap mesin. Bengkel ini masih banyak menghadapi berbagai permasalahan pada  proses produksi seperti hasil pengecatan yang kurang mengkilap karena finishing masih dilakukan secara manual sehingga jumlah mobil yang dikerjakan tidak mengalami peningkatan menyebabkan perkembangan usahanya kurang signifikan. Mengatasi permasalahan tersebut maka diusulkan penerapan mesin rotary polisher yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan kualitas hasil pengecatan, sehingga meningkatkan daya saing dan produktivitas Bengkel Yunex Paint. Pengabdian ini melibatkan 11 orang termasuk dengan pekerja bengkel. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung serta pendampingan, dan pengambilan data. Data hasil ukur daya kilap yang didapatkan yaitu 24,7 sebelum finishing, 85,3 sesudah finishing manual dan 94,1 sesudah finishing menggunakan mesin rotary polisher. Dari data yang didapatkan mesin rotary polisher dapat menambah nilai kilap hasil finishing pengecatan. Kata kunci: kualitas pengecatan; nilai kilap; mesin rotary polisher. Abstract The high number of motor vehicle sales in Indonesia, which reached 94,067 units in 2023, can cause various problems such as congestion and accidents. In addition to causing casualties, traffic accidents also cause material losses in the form of damage to vehicles such as scratches or dents on car body panels. The damage can be repaired through the repainting process to restore it to its original condition. The quality of good painting results can be seen from the adhesion value and gloss value. The gloss value indicates the quality of the painting results that can improve the aesthetics of a vehicle. The Yunex Paint workshop located in Gesing Village, Temanggung, was chosen as a service partner because it is engaged in body repair and painting which every week is able to work on 2 units of cars with a total processing time of 4-6 days for repainting bumper panels and hoods. This workshop still faces many problems in the production process such as painting results that are less shiny because finishing is still done manually so that the number of cars being worked on has not increased causing insignificant business development. Overcoming these problems, the application of a rotary polisher machine is proposed which is expected to increase the efficiency of time and quality of painting results, thereby increasing the competitiveness and productivity of the Yunex Paint Workshop. This service involved 11 people including workshop workers. The implementation method includes lectures, demonstrations, hands-on practice and mentoring, and data collection. The gloss measurement data obtained were 24.7 before finishing, 85.3 after manual finishing and 94.1 after finishing using a rotary polisher machine. From the data obtained, the rotary polisher machine can increase the gloss value of the painting finishing results. Keywords: painting quality; gloss value; rotary polisher machine.
Peningkatan kemampuan dalam membuat media promosi melalui pelatihan edit foto produk menggunakan aplikasi photoroom Tri Mulyani; Purwanto Purwanto; Yeny Fitriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22275

Abstract

Abstrak Penggunaan alat-alat pengeditan foto, seperti aplikasi Photoroom, telah menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa setiap gambar yang digunakan dalam pemasaran online memiliki kualitas yang memadai. Kendati Photoroom dapat digunakan untuk visualisasi produk yang menarik, akan tetapi banyak individu dan pelaku usaha belum banyak yang mengetahuinya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para mitra dalam melakukan edit foto produk sebagai media promosi dengan menggunakan aplikasi Photoroom. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan kurang lebih 45 hari yaitu dimulai dari 20 Juli sampai dengan 30 September 2023 di Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 15 remaja di Desa Adipuro yang memiliki orang tua sebagai pemilik usaha kecil. Kegitan pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengabdian ini telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan para peserta dalam melakukan edit foto produk sebagai media promosi dengan menggunakan aplikasi Photoroom. Sebelum dilaksanakannya pengabdian, data awal menunjukkan bahwa hanya 66,7% peserta yang memiliki kemampuan sangat baik dalam menggunakan smartphone. Namun, setelah pelaksanaan pengabdian, terjadi peningkatan yang mencolok, di mana 93,3% peserta menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam memanfaatkan smartphone untuk keperluan editing foto. Tingginya persentase peserta yang meningkatkan kemampuan dalam menggunakan smartphone dapat dianggap sebagai indikator keberhasilan pengabdian. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; pelatihan; photoroom. Abstract Photo editing tools, such as the Photoroom application, have become essential in ensuring that every image used in online marketing is of sufficient quality. Even though Photoroom can be used to visualize attractive products, many individuals and business people need to learn about it. This service aims to improve partners' abilities in editing product photos as promotional media using the Photoroom application. This service activity will be carried out for approximately 45 days, from July 20 to September 30, 2023, in Adipuro Village, Kaliangkrik District, Magelang Regency. The partners involved in this activity were 15 teenagers in Adipuro Village whose parents were small business owners. Service activities are carried out through three stages: planning, implementation, and evaluation. This service has had a significant impact on increasing the participants' ability to edit product photos as promotional media using the Photoroom application. Before the service, initial data showed that only 66.7% of participants had excellent smartphone use abilities. However, after carrying out the service, there was a striking increase, where 93.3% of participants showed excellent skills in using smartphones for photo editing purposes. The high percentage of participants who improve their smartphone use indicates the success of their service. Keywords: community service; training; photoroom
Optimalisasi layanan kesehatan melalui sosialisasi dan edukasi penggunaan sistem pendaftaran online di puskesmas Rancaekek DTP Stevanya Amelinda; Ghassani Syifa Salsabila; Yusra Kamilatun Nuha; Hafid Aditya Pradesa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25909

Abstract

Abstrak  Dalam era digital, penerapan teknologi informasi dalam layanan kesehatan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan, serta mempermudah akses bagi masyarakat. Tetapi sayangnya seberapa besar manfaat dalam penerapan teknologi informasi tersebut masih belum dapat dirasakan karena banyak dari pengguna yang belum mengetahui teknologi yang digunakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan di Puskesmas Rancaekek DTP melalui sosialisasi dan edukasi penggunaan sistem pendaftaran online. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini melibatkan 35 – 50 orang peserta, 4 petugas puskesmas dan 4 orang tim pelaksana PKM berupa sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai cara penggunaan sistem pendaftaran online yang telah dikembangkan. Metode yang digunakan meliputi survei awal untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman dan kebutuhan masyarakat, penyusunan materi edukasi, serta pelaksanaan sosialisasi langsung dan melalui media online. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan sistem pendaftaran online, yang berdampak pada penurunan waktu tunggu dan peningkatan kepuasan pasien. Dengan demikian, optimalisasi layanan kesehatan melalui sosialisasi sistem pendaftaran online ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di puskesmas lainnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Kata kunci: optimalisasi Layanan kesehatan; sosialisasi dan edukasi; sistem pendaftaran online. Abstract  In the digital era, the application of information technology in healthcare services can enhance efficiency and effectiveness, as well as facilitate access for the community. Unfortunately, the benefits of implementing information technology cannot yet be felt because many users do not know the technology used. This community service program (PKM) aims to optimize healthcare services at Puskesmas Rancaekek DTP through the socialization of an online registration system. This community service program involves 35 – 50 participants, 4 community health center officers and 4 PKM implementation teams in the form of outreach to the local community regarding how to use the online registration system that has been developed in socializing the use of the developed online registration system to the surrounding community. The methods used include an initial survey to identify the community's level of understanding and needs, the preparation of educational materials, and the implementation of socialization both directly and through online media. The results of this program indicate an increase in the community's understanding and skills in using the online registration system, leading to reduced waiting times and increased patient satisfaction. Therefore, the optimization of healthcare services through the socialization of the online registration system is expected to serve as a model that can be applied in other health centers to improve the quality of healthcare services in Indonesia. Keywords: optimization of health services; socialization and education; online registration system.
Penggunaan Nicotine Replecment Therapy (NRT) dan therapy community sebagai upaya menghentikan kebiasaan merokok Fihiruddin Fihiruddin; Fachrudi Hanafi; Nurul Inayati; Muhammad Hasbi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.19414

Abstract

AbstrakRokok merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Perilaku merokok dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Penyakit-penyakit yang diakibatkan rokok antara lain kanker paru, penyakit paru obstruktif kronik, kanker mulut, hipertensi, penyakit jantung koroner, gangguan kehamilan dan gangguan pernapasan yang berakibat pada tingginya beban biaya pengobatan. Penduduk usia produktif dan remaja di Desa Karang bayan merupakan perokok aktif. Kebiasaan merokok mulai dilakukan sejak kecil atau dimasa remaja. Secara psikologis, upaya berhenti merokok menjadi sulit karena adanya pengaruh lingkungan sosial, kemudahan akses rokok, tidak adanya aturan yang membatasi usia perokok dan pengaruh teman sebaya. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini menurunkan kasus merokok pada remaja dengan melakukan intervensi menggunakan NTR dan melakukan therapy community, sehingga dapat menghentikan perilaku merokok secara efektif  pada remaja perokok aktif di Desa Karang Bayan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah sosialisasi dan observasi, penyuluhan, demonstrasi serta evaluasi. Pengisian quisioner dilakukan sebelum intervensi dan setelah intervensi dengan NRT dan therapy community. Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan maret sampai juli 2021, yang melibatkan Kepala Desa, sekretaris Desa, kader Desa dan 50 orang remaja perokok aktif. Setelah pemberian intervensi NTR dan therapy community terjadi penurunan jumlah konsumsi rokok perhari, dimana jumlah remaja yang merokok <5 batang per hari dari 5 orang (20%) menjadi 15 orang (60%), sedangkan yang merokok 5-10 batang per hari dari  9 orang (36%)  menjadi 7 orang (28%) dan yang merokok  >10 batang per hari juga mengalami penurunan dari  11 orang (44%) menjadi 3 orang (12%). Pemberian intervensi NRT dan therapy community dapat menurunkan jumlah konsumsi rokok per hari dan dapat menghentikan remaja untuk berhenti merokok yang dibuktikan dengan adanya tiga orang remaja yang berhenti merokok. Kata kunci: merokok; NRT; remaja; therapy community. AbstractSmoking are one of the leading causes of mortality in the world. Smoking habits can have a negative im pact on health. Diseases caused by smoking include lung cancer, chronic obstructive pulmonary disease, oral cancer, hypertension, coronary heart disease, pregnancy disorders and respiratory problems. Productive age-populations and teenagars in karang bayan village are active smokers. The smoking habits starts from childhood or adolescence. Psychologically, trying to stop smoking become difficult due to the social environment, easy access to cigarettes, the absence of regulations that limit the age of smoker and the influence of peers. The aim of this community service is to reduce smoking cases in teenagers by intervening using nicotine replacement therapy (NRT) and carrying out community therapy, so that they can stop smoking behavior effectively in active smoking teenagers in Karang Bayan village. The methods used for this event is socialization and observation, counseling, demonstration as well as evaluation. The questionnaire was filled out before the intervention and after the intervention with NRT and community therapy. This activity was carried out from March to July 2021, involving the Village Head, Village Secretary, Village cadres and 50 teenagers who active smoking. After providing NTR and community therapy interventions, there was a decrease in the number of cigarettes consumed per day, where the number of teenagers who smoked <5 cigarettes per day from 5 people (20%) to 15 people (60%), while those who smoked 5-10 cigarettes per day from 9 people (36%) to 7 people (28%) and those who smoke >10 cigarettes per day also decreased from 11 people (44%) to 3 people (12%). Providing NRT and community therapy interventions can reduce the number of cigarettes consumed per day and can stop teenagers from quitting smoking as evidenced by the three teenagers who quit smoking. Keywords: smoking; NRT; teenager; community therapy.