cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) melalui pelatihan pembuatan sabun cair ecoenzyme di desa Sigar Penjalin Lombok Utara Earlyna Sinthia Dewi; Muliatiningsih Muliatiningsih; Desy Ambar Sari; Suhairin Suhairin; Nur Annisa Istiqamah; Ziana Datul Rizka; Fitri Ramdani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26647

Abstract

Abstrak Pengabdian Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair  Ecoenzyme di Desa Sigar Penjalin Lombok Utara. Pengabdian ini dilakukan di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan cara pelatihan dan pendampingan, dengan melakukan pre-test sebelum dimulainya pelatihan dan post-test setelah kegiatan pelatihan berakhir. Pelatihan dan pendampingan anggota mitra dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan dengan praktek secara langsung membuat sabun cair dari ecoenzym sampai dengan pengemasannya. Hasil pelatihan pembuatan sabun  cair ecoenzyme menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman dan  ketrampilan anggota mitra mengenai pembuatan sabun cair ecoenzyme yaitu sebesar 20% sebelum dilaksanakan kegiatan dan setelah dilaksanakannya kegiatan meningkat menjadi  100%. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cair ecoenzyme ini berjalan dengan lancar,  dan dapat meningkatkan ketrampilan ibu2 anggota PEKKA dalam membuat turunan  ecoenzyme menjadi sabun cair ramah lingkungan. Peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan ini karena produk sabun cair ecoenzyme ini langsung dapat digunakan untuk mencuci piring dan pakaian sehingga dapat menghemat pengeluaran sehari-hari untuk membeli sabun yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan anggota mitra. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 2 bulan sejak awal persiapan kegiatan hingga pembuatan produk sabun cair ecoenzym Kata kunci: ecoenzyme; limbah; perempuan kepala keluarga; pelatihan; sabun cair Abstract Empowerment of Women Headed Households (PEKKA) through Ecoenzyme Liquid Soap Making Training in Sigar Penjalin Village, North Lombok. This service was carried out in Sigar Penjalin Village, Tanjung Subdistrict, North Lombok Regency. The implementation of the service activities was carried out by training and mentoring, by conducting a pre-test before the start of the training and a post-test after the training activities ended. Training and mentoring of partner members was carried out by the activity implementation team by directly practicing making liquid soap from ecoenzymes to packaging. The results of the training in making ecoenzyme liquid soap showed an increase in the understanding and skills of partner members regarding the making of ecoenzyme liquid soap, which was 20% before the activity was carried out and after the activity increased to 100%. The training activity on making ecoenzyme liquid soap ran smoothly, and could improve the skills of PEKKA members in making ecoenzyme derivatives into environmentally friendly liquid soap. Participants seemed enthusiastic about participating in this training because this ecoenzyme liquid soap product can be used directly to wash dishes and clothes so that it can save daily expenses for buying soap which can ultimately improve the welfare of partner members. This service activity lasted for 2 months from the beginning of the preparation of activities to the manufacture of ecoenzyme liquid soap products Keywords: ecoenzyme; waste; female headed household; training; liquid soap
Pemberdayaan lansia penderita hipertensi dalam pengaturan diet rendah garam menggunakan DASH (Dietary Approach To Stop Hypertension) di puskesmas Tajinan kabupaten Malang Sakti, Ifa Pannya; Luhung, Monika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25193

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana meningkatnya darah sistolik berada diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Asupan garam yang tinggi dapat dikaitkan dengan risiko hipertensi dan membatasi asupan garam telah diusulkan untuk menjadi metode pencegahan hipertensi. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang diet rendah garam menggunakan DASH (Dietary  Approach  to Stop Hypertension) dan meningkatkan kemampuan lansia dalam pemilihan bahan pengganti garam di kelompok Prolanis Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang. Metode pelaksanaan kegiatan PkM pada waktu materi adalah dalam bentuk ceramah dan Focus Group Discussion, dilanjutkan dengan demonstrasi tentang pemilihan bahan pengganti garam. Kegiatan PkM telah dilaksanakan pada tanggal 20 – 22 Mei 2024 bertempat di aula Puskesmas Tajinan dengan jumlah peserta adalah 25 lansia penderita hipertensi. Pengukuran tingkat pengetahuan lansia melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test oleh lansia, sedangkan pengukuran kemampuan lansia melalui penilaian observasi kegiatan redemonstrasi lansia dalam memilih bahan pengganti garam yang telah disiapkan oleh tim pengabdi. Hasil nilai rata-rata pre-test 56,95 dan pos-test 83,64, hasil penilaian redemostrasi 100% lansia mampu melakukan pemilihan bahan pengganti garam. Peningkatan nilai rata-rata pre-test ke post-test menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat bagi para peserta. Oleh sebab itu pemberian edukasi kesehatan kepada para lansia penderita Hipertensi dan keluarganya perlu untuk dilaksanakan secara berkala, agar tekanan darah para lansia penderita Hipertensi dapat terkontrol dengan baik. Kata kunci: DASH; diet rendah garam; hipertensi; lansia. Abstract Hypertension is a condition where the increase in systolic blood pressure is above the normal limit, namely more than 140 mmHg and diastolic blood pressure is more than 90 mmHg. High salt intake may be associated with the risk of hypertension and limiting salt intake has been proposed to be a method of preventing hypertension. The aim of this community service activity is to increase the elderly's knowledge about a low salt diet using DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) and increase the ability of the elderly in selecting salt substitutes in the Prolanis group at the Tajinan Health Center, Malang Regency. The method for implementing community service activities during the material is in the form of lectures and Focus Group Discussions, followed by a demonstration on selecting salt substitute materials. Community service activities were carried out on 20 – 22 May 2024 at the Tajinan Community Health Center hall with the number of participants being 25 elderly people with hypertension. Measuring the level of knowledge of the elderly through filling out pre-test and post-test questionnaires by the elderly, while measuring the ability of the elderly through assessing the observation of elderly demonstration activities in selecting salt substitutes that have been prepared by the service team. The average pre-test score was 56.95 and post-test 83.64, the results of the redemostration assessment were 100% of the elderly were able to choose salt substitutes. The increase in the average score from pre-test to post-test shows that this activity provides benefits for the participants. Therefore, providing health education to elderly people suffering from hypertension and their families needs to be carried out regularly, so that the blood pressure of elderly people suffering from hypertension can be well controlled. Keywords: DASH; elderly; hypertension; low salt diet.
Pentingnya keterampilan personal safety skill untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam upaya pencegahan pelecehan seksual di lingkungan kampus. Dewi, Selly Kresna; Martini, Margareta; Trihandini, Bernadeta
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23575

Abstract

AbstrakKejadian kekerasan dan pelecehan seksual dilingkungan kampus mencapai 38% menurut data CATAHU Komnas Perempuan (2015-2021), hal ini menjadi perhatian bagi semua civitas akademika untuk mencegah dan menanggulanginya. Institusi pendidikan merupakan tempat yang wajib memberikan keamanan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Hal ini juga diatur dalam permendikbudristek No 30 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Sehingga tujuan dari kegiatan ini ingin memberikan suatu keterampilan personal safety skill untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa sebagai salah satu upaya pencegahan pelecehan seksual dilingkungan kampus. Kegiatan ini dilakukan mulai bulan april 2024 selama 2 kali pertemuan  dengan jumlah 48 mahasiswa semester 2 STIKES Suaka Insan Banjarmasin. Pertemuan pertama mengukur kemampuan mahasiswa terlebih dahulu, dilanjutkan dengan memberikan ceramah & Video tentang kekerasan seksual dan praktik langsung tentang personal safety skill (Recognize, Resist dan Report), kemudian pertemuan selanjutnya 3 minggu kemudian dilakukan evaluasi kembali dengan mahasiswa terkait pengetahuannya. Hasil kegiatan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan yaitu dari yang tadinya pengetahuannya hanya 60% menjadi 98% setelah diberikan pembelajaran terkait personal safety skill. Hal ini menunjukkan bahwa personal safety skill ini dapat digunakan sebagai salah satu upaya pencegahan pelecehan seksual dan sarannya tidak hanya diberikan kepada mahasiswa tetapi kepada semua civitas akademika STIKES Suaka Insan dikarenakan kejadian pelecehan seksual semua orang bisa menjadi korban atau sebaliknya pelaku. Kata kunci: pengetahuan; personal safety skill; pelecehan seksual. AbstractIncidents of sexual violence and harassment in the campus environment reached 38% according to CATAHU data from the National Commission on Violence Against Women (2015-2021)in Indonesian, this is a concern for all academics to prevent and overcome it. Educational institutions are places that must provide security and comfort in the teaching and learning process. This is also regulated in Permendikbudristek No. 30 of 2021 concerning the prevention and handling of sexual violence in higher education. So the purpose of this activity is to provide personal safety skills to increase student knowledge as an effort to prevent sexual harassment in the campus environment. This activity was carried out starting in April 2024 for 2 meetings with 48 2nd semester students of STIKES Suaka Insan Banjarmasin. The first meeting measures students' abilities first, followed by giving lectures & videos about sexual violence and direct practice on personal safety skills (Recognize, Resist and Report), then the next meeting 3 weeks later is re-evaluated with students regarding their knowledge. The results from this activity were a significant increase in knowledge, namely from previously only 60% knowledge to 98% after being provided with learning related to personal safety skills. This shows that this personal safety skill can be used as an effort to prevent sexual harassment in the campus environment and the advice is not only given to students but to all academic members of STIKES Suaka Insan because in incidents of sexual harassment everyone can become a victim or vice versa as a perpetrator. Keywords: knowledge; personal safety skill; violence.
Pelatihan pemanfaatan marketplace tokopedia untuk peningkatan pendapatan bagi karyawan Inti Mas Motor Shita, Rizky Tahara; Hin, Lauw Li; Diana, Anita; Achadiani, Dwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22254

Abstract

AbstrakPemanfaatan marketplace Tokopedia, sudah sering digunakan untuk bertansaksi jual beli secara aman. Hal ini tentunya membutuhkan teknik tertentu agar kios daring yang dimiliki dapat beroperasi optimal dan menghasilkan pendapatan tambahan bagi para penjual. Termasuk karyawan Inti Mas Motor, untuk mendapatkan tambahan pendapatan secara mandiri. Maka perlu ada pembekalan dasar bagi karyawan untuk memanfaatkan marketplace. Pada pelatihan kali ini, dilakukan pelatihan pemanfaatan marketplace Tokopedia bagi karyawan Inti Mas Motor di wilayah Ciledug, agar dapat memanfaatkan marketplace untuk peningkatan pendapatan. Dalam kegiatan ini dilakukan beberapa tahapan, yaitu pengamatan langsung, wawancara, dan studi literatur. Metode yang digunakan antara lain penjelasan teori dan praktek langsung kepada peserta karyawan. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah karyawan dapat mengetahui teknik pemanfaatan marketplace untuk peningkatan pendapatan. Adapun tujuan dari pelatihan pemanfaatan marketplace ini, kiranya dapat membantu karyawan Inti Mas Motor untuk peningkatan pendapatan sampingan mereka, selain penghasilan utamanya. Kata kunci: pelatihan; marketplace; tokopedia AbstractUtilizing the Tokopedia marketplace has often been used to carry out buying and selling transactions safely. This of course requires certain techniques so that your online kiosk can operate optimally and generate additional income for sellers. Including Inti Mas Motor employees, to earn additional income independently. So there needs to be basic training for employees to utilize the marketplace. In this training, training was conducted on the use of the Tokopedia marketplace for Inti Mas Motor employees in the Ciledug area, so they could utilize the marketplace to increase income. In this activity, several stages were carried out, namely direct observation, interviews, and literature study. The methods used include direct theoretical and practical explanations to employee participants. The results obtained from this training are that employees can understand techniques for using the marketplace to increase income. The aim of this marketplace utilization training is to help Inti Mas Motor employees increase their side income, apart from their main income. Keywords: training; marketplace; tokopedia
Pelatihan aplikasi Chatgpt sebagai alat pendukung pembelajaran Mahsup, Mahsup; Abdillah, Abdillah; Zaenudin, Zaenudin; Swahip, Swahip; Ibrahim, Ibrahim; Syafril, Syafril; Fitriani, Eka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26150

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan Aplikasi Chatgpt Sebagai Alat Pendukung dalam Pembelajaran. Metode pelaksanaan dengan tahapan yaitu sosialisasi, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Kegitan dilakukan selama satu hari dengan jumlah peserta 12 orang. Hasil pengabdian menunjukkan ada peningkatan yang signifikan pada skor post-test dibandingkan dengan pre-test, yang menandakan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan ChatGPT untuk keperluan pembelajaran. Peningkatan ini terlihat dari kemampuan peserta yang lebih baik dalam menggunakan ChatGPT untuk menyusun soal, memberikan penjelasan tambahan, serta memfasilitasi diskusi interaktif dengan mahasiswa. Kata kunci:  aplikasi Chatgpt; pendukung pembelajaran; pelatihan Abstract The purpose of this service activity is to determine the effectiveness of using the Chatgpt Application as a Supporting Tool in Learning. The implementation method is in stages, namely socialization, implementation of activities and evaluation of activities. The activity was carried out for one day with a total of 12 participants. The results of the service showed that there was a significant increase in post-test scores compared to the pre-test, which indicates that this training succeeded in improving the ability of participants to use ChatGPT for learning purposes. This improvement can be seen from the participants' better ability to use ChatGPT to compose questions, provide additional explanations, and facilitate interactive discussions with students. Keywords: chatgpt application; learning supporter; training
Inovasi edukasi kesehatan yang efektif dan interaktif menggunakan teknologi Play on Demand dan Broadcast (PODCAST) Akhyar, Halil; Fajriyah, Putri Arifatul; Wirawan, Rahadi; Ali, Muhamad; Hudha, Lalu Sahrul; Alaydrus, Alfina Taurida; Mardiana, Laili; Rahayu, Susi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24669

Abstract

AbstrakSaat ini, promosi media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat menjadi tantangan tersendiri di pemerintah daerah, seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) di Provinsi Susa Tenggara Barat. Organisasi ini masih menerapkan ukuran konvensional dalam melakukan program promosi, seperti Radio, Surat Kabar, Flyer, dan lain-lain. Hal ini belum bisa menjangkau seluruh responden, terutama generasi muda yang seharusnya mengakses media sosial. Tujuan dilakukannya konten podcast adalah untuk memperluas jangkauan responden remaja melalui penerbitan video edukasi kesehatan di YouTube. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian yaitu pendekatan participatory rural appraisal, serta pendekatan persuasive dan edukatif. Kegiatan dibagi dalam 3 tahapan penting yaitu persiapan, pembuatan konten, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pembuatan konten youtube edukasi Kesehatan melalui podcast telah berhasil dilakukan dan dapat diakses pada https://www.youtube.com/@dinaskesehatanprovinsintb3184/videos. Berdasarkan hasil diskusi, program diberi nama SENIN SEHAT sesuai arahan pemerintah provinsi NTB kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Program telah menghasilkan Sembilan episode diantaranya hubungan komunikasi dan kesehtan, pemberian makanan pendamping air susu ibu, waspada kasus demam berdarah, dll. Oleh karena itu, podcast ini menjadi salah satu inovasi untuk melakukan edukasi secara efektif dan interaktif kepada masyarakat. Kata kunci: media informasi; senin sehat; teknologi informasi; teknologi komunikasi Abstract Recently, the media promotion to enhance citizens' awareness of healthy lifestyles has become a challenge in the local government, such as the West Susa Tenggara Province health department. The organization still applies conventional measurements to promote programs such as radio, newspapers, and flyers. The previous approach could only reach some respondents, especially young people who are supposed to access social media. The aim of establishing podcast content is to expand the reach of teenage respondents through publishing health education videos on YouTube. The methods used in implementing the service are the participatory rural appraisal approach and the persuasive and educational approach. Activities are divided into three critical stages: preparation, content creation, and evaluation. The results showed that creating health education YouTube content through podcasts was successfully carried out and can be accessed at https://www.youtube.com/@dinaskesehatanprovinsintb3184/videos. Based on the discussion, the program was named SENIN SEHAT according to the direction of the NTB provincial government. The program has produced nine episodes, including communication and health relations, providing complementary foods with breast milk, alerting for dengue fever cases, etc. Therefore, this podcast is an innovation that offers effective and interactive education to the public. Keywords: information media; healthy monday; information technology; communication technology.
Prophetic parenting: membimbing anak-anak dengan kasih sayang dan nilai-nilai islam bagi ibu pekerja migran hong kong Jatmika, Surya; Ulfatun, Titik; Arinda, Fiska Puspa; Putri, Faiza Layyana; Martama, Happy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23230

Abstract

Abstrak Banyaknya jumlah PMI Hong Kong yang berstatus menikah dan perempuan berdampak pada besarnya jumlah anak yang ditinggalkan oleh orang tua untuk bekerja di luar negeri. Ketidakmaksimalan ibu migran dalam melakukan parenting kepada anak-anaknya berdampak pada perkembangan jiwa anak-anak dan bagi ibu migran. Tim pengabdian UMS bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Hong Kong menganalisis situasi imigran Indonesia di Hong Kong dan menemukan solusi untuk masalah pola asuh. Solusi yang ditawarkan oleh tim adalah peningkatan kemampuan imigran Indonesia untuk mengasuh anak dengan baik meskipun orang tua dan anak terpisah jarak jauh melalui kegiatan penyuluhan. Metode pengasuhan lebih berfokus pada metode pengasuhan Nabi, yang disebut prophetic parenting. Untuk membangun fondasi karakter anak yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman dan mewujudkan generasi penerus yang berkualitas, prophetic parenting sangat penting. Orang tua perlu memahami fitrah anak dan perkembangan psikososial anak sebelum menerapkan prophetic parenting. Beberapa prinsip prophetic parenting yang disampaikan (1) bahwa orang tua harus menunjukkan akhlakul karimah dalam semua hal yang mereka lakukan bersama anak; (2) menentukan waktu yang tepat untuk memberi pengarahan; (3) bersikap adil pada anak; dan (4) memberikan hak anak. Kiat-kiat pengasuhan jarak jauh diantaranya (1) pentingnya membangun dan mempertahankan komunikasi yang kuat serta terbuka; (2) menciptakan rasa terhubung (orang tua dan anak); (3) membantu anak mengatasi tantangan; (4) menjaga kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian telah meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan konsep prophetic parenting serta memberikan dorongan positif ibu migran untuk terus mengembangkan diri dalam menghadapi peran sebagai orangtua yang berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Kata kunci: penyuluhan; prophetic parenting; pekerja migran; PCIA hong kong. Abstract The large number of married PMIs (Indonesian Migrant Workers) in Hong Kong, especially women, has led to a significant number of children being left behind by parents working abroad. The suboptimal parenting by migrant mothers can impact the emotional development of their children and the well-being of the mothers themselves. The UMS service team collaborates with Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCIA) in Hong Kong to analyze the situation of Indonesian immigrants in Hong Kong and find solutions to parenting issues. The solution proposed by the team is to enhance the parenting skills of Indonesian immigrants to effectively care for their children despite the long-distance separation through educational activities. This parenting method focuses more on the prophetic parenting method, inspired by the teachings of the Prophet, which is deemed crucial for building a strong character foundation in children to face contemporary challenges and ensure a quality next generation. Parents need to understand the natural inclinations and psychosocial development of children before applying prophetic parenting. Some principles of prophetic parenting include (1) demonstrating noble character in all interactions with children; (2) choosing the right time for guidance; (3) being fair to children; and (4) respecting children's rights. Tips for long-distance parenting include (1) building and maintaining strong, open communication; (2) creating a sense of connection between parents and children; (3) helping children overcome challenges; and (4) ensuring psychological well-being. This service activity has increased participants' understanding and skills in applying prophetic parenting concepts, encouraging migrant mothers to continuously develop themselves in their crucial role as parents shaping their children's character. Keywords: education; prophetic parenting; migrant workers; PCIA hong kong.
Pelatihan kewirausahaan dan promosi berbasis digital bagi kelompok tani desa Oeltua Goetha, Selfiana; Neno, Marianus Saldena; Makandolu, Solvi Mariana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21543

Abstract

AbstrakPenumbuhan jiwa wirausaha dapat memberikan manfaat finasial maupun non finansial. Namun, dengan terbatasnya informasi, kemauan, kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan minat masyarakat untuk berwirausaha, terlebih di era digital saat ini. Perubahan teknologi informasi menyebabkan perkembangan pola hidup masyarakat ke arah digitalisasi. Salah satu produk yang menjadi perhatian pemerintah dalam memberdayakan masyarakat adalah produk pertanian. Hadirnya kelompok Tani diharapkan dapat menjadi sarana dalam pengelolaan hasil tani guna mencapai kesejateraan masyarakat desa, namun dalam praktiknya hal ini belum optimal. Timbulnya persoalan kemiskinan melahirkan persoalan lain seperti meningkatnya angka putus sekolah, pengangguran dan stunting. Hal ini merupakan salah satu indikasi belum optimalnya pemanfaatan potensi pertanian desa. Ukuran keberhasilan kegiatan pengabdian ini dapat dilihat dari kembali beraktifitasnya kelompok tani desa Oeltua. Kegiatan pengabdian ini juga memperkenalkan metode wirausaha dan penjualan produk berbasis digital kepada masyarakat melalui akun media sosial. Hal ini dilakukan melalui pemberian materi tentang Membangun Wirausaha dalam Mendukung Perekonomian daerah dan materi digital marketing. Selanjutnya dilakukan pelatihan dan praktek digital marketing dengan tujuan untuk membangun sebuah sistem atau jaringan pemasaran bagi produk/hasil alam masyarakat desa Oeltua. Kata kunci: pelatihan; kewirausahaan; promosi; digital; kelompok tani. AbstractGrowing an entrepreneurial spirit can provide financial and non-financial benefits. However, with limited information, people's will, abilities, knowledge, and skills are a challenge in realizing people's interest in entrepreneurship, especially in today's digital era. Changes in information technology cause the development of people's lifestyles towards digitalization. One of the products that is of concern to the government in empowering the community is agricultural products. The presence of farmer groups is expected to be a means of managing agricultural products to achieve the welfare of rural communities, but in practice this is not optimal. The emergence of poverty problems gives birth to other problems such as increasing dropout rates, unemployment and stunting. This is one indication of the suboptimal utilization of village agricultural potential. The measure of success of this service activity can be seen from the return of Oeltua village farmer group activities. This service activity also introduces entrepreneurial methods and digital-based product sales to the community through social media accounts. This is done through the provision of material on Building Entrepreneurship in Supporting the Regional Economy and digital marketing materials. Furthermore, training and digital marketing practices were carried out with the aim of building a marketing system or network for natural products / products of the Oeltua village community.Keywords: training; entrepreneurship; promotion; digital; farmer group.
Deteksi dini dan edukasi kesejahteraan psikologis remaja generasi Z era digitalisasi Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Aulia Amini; Nurchaerani Nurchaerani; Nova Irmayanti Fratiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25857

Abstract

Remaja saat ini menghadapi lingkungan digital yang semakin kompleks dan bergantung pada media sosial sebagai sarana komunikasi, interaksi sosial, dan eksplorasi identitas. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan deteksi dini kesejahteraan psikologis dan edukasi kesejahteraan psikologis remaja generasi Z era digitalisai. Metode pelaksaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 16 remaja, kegiatan ddalam ini adalah deteksi dini dan edukasi atau penyuluhan terkait kesejahteraan psikologis remaja Gen Z. Hasil deteksi dini didapatkan kesejahteraan psikologis remaja didapatkan mayoritas kategori tinggi berjumlah 12 remaja (75%). Ada perbedaan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan remaja generasi Z pada era digitalisasi, hasil pretest menunjukkan belumada remaja yang menjawab 4 pertanyaan dengan benar, hasil postest menunjukkan 16 remaja menjawab 4 pertanyaan dengan benar setelah diberikan penyuluhan. Kata kunci: pengabdian; deteksi dini; kesejahteraan psikologis; remaja Abstract Teenagers today face an increasingly complex digital environment and depend on social media as a means of communication, social interaction and identity exploration. The aim of this service is to carry out early detection of psychological well-being and education on the psychological well-being of generation Z teenagers in the digital era. The method of implementing this service adopts action research steps which consist of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The service participants are 16 teenagers. The activities in this are early detection and education or counseling related to welfare. psychology of Gen Z teenagers. The results of early detection showed that the majority of teenagers' psychological well-being was in the high category, numbering 12 teenagers (75%). There were differences before and after being given counseling to Generation Z teenagers in the era of digitalization. The pretest results showed that there were no teenagers who answered 4 questions correctly, the posttest results showed that 16 teenagers answered 4 questions correctly after being given the counseling. Keywords: devotion; early detection; psychological well-being; adolescents
Pelatihan pengukuran antropometri dan pembuatan MPASI puding chaya kepada kader posyandu Atmadja, Taufiq Firdaus Al-Ghifari; Wardani, Yusrima Syamsina; Betaditya, Dika; Saputra, Kosasih Adi; A’yunin, Nur Arifah Qurota
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26052

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh malnutrisi jangka panjang dan berdampak signifikan pada pertumbuhan serta kesehatan anak. Meskipun angka stunting secara nasional mengalami penurunan, prevalensi di beberapa daerah seperti Kota Tasikmalaya masih cukup tinggi. Kelurahan Kahuripan mencatat angka stunting sebesar 9,41% pada Agustus 2022. Permasalahan ini dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi yang baik, minimnya edukasi tentang pemberian ASI Eksklusif dan makanan pendamping ASI, serta keterbatasan keterampilan kader posyandu dalam deteksi stunting. Di Kelurahan Kahuripan, keterampilan kader posyandu saat ini masih terbatas pada penimbangan dan pencatatan data, tanpa adanya evaluasi mendalam mengenai pertumbuhan anak. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan pemberdayaan kader posyandu dan edukasi kepada ibu tentang pentingnya pemberian makanan bergizi dan teknik pemantauan status gizi yang tepat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan ibu mengenai gizi, khususnya melalui penggunaan pangan lokal sebagai makanan pendamping ASI berupa puding chaya, serta penggunaan teknologi sederhana untuk deteksi stunting. Kegiatan edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi, serta metode simulasi pembuatan PMT puding chaya.  Hasil kegiatan ini, kegiatan terlaksana pada tanggal 6 Juli 2024. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 20 orang. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas makanan yang diberikan kepada balita, serta dapat mengurangi prevalensi stunting. Kata kunci: kader posyandu; balita; stunting; MPASI. Abstract Stunting is a chronic nutritional issue caused by long-term malnutrition, significantly impacting children's growth and health. Although the national stunting rate has decreased, prevalence in some areas, such as Tasikmalaya City, remains relatively high. In August 2022, the Kahuripan subdistrict recorded a stunting rate of 9.41%. This problem is influenced by the community's lack of understanding of the importance of good nutrition, limited education on exclusive breastfeeding and complementary foods, and the limitations of posyandu cadres' skills in detecting stunting. In the Kahuripan subdistrict, posyandu cadres' skills are currently limited to weighing and recording data, without in-depth evaluations of children's growth. To address this issue, there is a need to empower posyandu cadres and educate mothers on the importance of providing nutritious food and proper techniques for monitoring nutritional status. This community service program aims to enhance the knowledge of posyandu cadres and mothers regarding nutrition, particularly through the use of local foods as complementary foods such as chaya pudding, and the use of simple technology for stunting detection. Educational activities are conducted through lectures and demonstrations, as well as simulations of chaya pudding preparation. The program took place on July 6, 2024, with 20 participants who engaged enthusiastically. This activity is expected to improve the quality and quantity of food provided to toddlers and reduce the prevalence of stunting. Keywords: posyandu cadres; toddler; stunting; complementary feeding