Penelitian Pendidikan Geografi
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (JPPG) merupakan jurnal Open-Access dan diterbitkan empat kali setahun setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Artikel/Jurnal yang diterbitkan dengan aim dan scope berkaitan dengan Pendidikan Geografi dan Geografi Sains.
Articles
227 Documents
DESKRIPSI KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI SEKITAR PELABUHAN FERI DESA LABUAN BAJO KECAMATAN WAKORUMBA UTARA KABUPATEN BUTON UTARA
Firmansyah, Firmansyah;
Ramli, Ramli;
Surdin, Surdin
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/jppg.v5i2.13582
Deskripsi Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Sekitar Pelabuhan Feri Desa Labuan Bajo Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaen Buton Utara. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui aktivitas ekonomi dan deskripsi kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar pelabuhan feri Desa Labuan Bajo Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang yang diambil dengan proposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) aktivitas ekonomi masyarakat sekitar pelabuhan feri Labuan Bajo yaitu sebesar 25%  atau 15 orang melakukan aktivitas sebagai nelayan, sebesar 13.33% atau 8 orang sebagai pedagang kelililng, sebesar 11.66%, atau 7 pemilik toko, penjual makanan sebanyak sebanyak 13.33%, atau 8 orang , buruh pelabuhan sekitar 10% atau 6 orang, petugas pelabuhan 6 orang atau 10% dan 6 orang dan 10% bekerja sebagai ojek; 2) deskripsi sosial ekonomi masyarakat sekitar pelabuahan feri Labuan Bajo menunjukan pendidikan secara umum masuk dalam kategori sedang dengan tingkat pendidikan masyarakat 33.33% berada pada tingkat pendidikan SMP dan 33.33% berada tingkat pendidikan SMA, pada aspek kesehatan masyarakat juga masuk dalam kategori baik dengan tingkat kesehatan masyarakat mencapai 63.33%, pada aspek perumahan juga berada pada kategori baik dengan tingkat persentase 50%  lebih masyarakatnya memiliki rumah semi permanen dan permanen. Sedangkan pada aspek pendapatan masyarakat yang berada disekitar pelabuhan Labuan Bajo tergolong tinggi dengan pendapatan sekitar Rp2.500.000 sampai Rp 3.000.000 perbulanya, serta pengeluaran masyarakat tergolong sedang dengan tingkat pengeluaran sebesar Rp. 1.000,000 – Rp. 1.350,000 perbulanya.
KAJIAN EVALUASI RONA FISIK LINGKUNGAN TERHADAP PEMBANGUNAN GARDU INDUK (GI) SOFIFI 30 MVA DI DESA SOMAHODEKOTA TIDORE KEPULAUAN
Sofyan, Adnan;
Hadun, Ramli;
Rasyid, Rusman
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/jppg.v5i4.15391
Komponen-komponen fisik lingkungan merupakan salah satu komponen yang penting dalam melihat perubahan yang terjadi pada suatu kegiatan pembangunan. Demikian halnya dengan pembangunan gardu induk (GI) Sofifi 30 MVA dan prasarana penunjang lainnya dalam rangka memenuhi pasokan listrik di wilayah Provinsi Maluku Utara khususnya Sofifi dan sekitarnya. Kegiatan pembangunan tersebut tentu juga menimbulkan perubahan terhadap lingkungan, yang dapat berdampak positif terhadap peningkan dan kesetaraan hidup masyarakat sekitar dan sebaliknya berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar seperti: terganggu kesehatan manusia, penurunan pendapat masyarakat akibat dari kehilangan lahan-lahan yang potensial, gejolak sosial dalam masyarakat, banjir atau kerusakan lahan, pencemaran air, pencemaran udara serta pencemaran tanah yang ditimbulkan oleh proses pembangunan tersebut. Oleh karena itu penting untuk mengetahuii pengaruh perubahan fisik lingkungan yang ditimbulkan dalam proses pembangunan gardu induk (GI) Sofifi 30 MVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi rona fisik lingkungan terhadap pembangunan gardu induk (GI) Sofifi 30 MVA menunjukkan komponen  kualitas udara ambien, intensitas kebisingan, kualitas air sumur dan badan air masih dalam kondisi yang cukup baik dan belum melampaui baku mutu yang dipersyaratkan. Demikian halnya jika dilihat dari trend kenaikan yang dibandingkan dengan rona awal Tahun 2018 dan periode semester I Tahun 2019 pada tahap pra konstruksi ke tahap konstruksi belum terjadi kenaikan yang sangat signifikan. Hal ini dapat dimaklumi karena kajian ini dilakukan saat proses pembagunan masih pada tahap konstruksi.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SEBARAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
Tusadiah, Rani Nurhalima;
Surdin, Surdin;
Amaluddin, La Ode
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/jppg.v6i1.16485
SMA Negeri 8 Kendari merupakan salah satu sekolah di Kelurahan Nambo, Kecamatan Abeli, kota Kendari yang menjadi objek penelitian peneliti karena kurangnya motivasi dan antusias siswa dalam belajar sehingga hasil belajar siswa masih rendah yaitu di bawah kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan oleh sekolah dengan nilai ≥ 70. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa, aktivitas mengajar guru, dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS1SMA Negeri 8 Kendari dengan penerapan model problem based learning (PBL) pada materi sebaran dan pengelolaan sumber daya alam. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 8 Kendari. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Gambaran aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model problem based learning (PBL) pada setiap siklus meningkat dengan skor rata-rata 3,3 dengan kategori baik; 2) Gambaran aktivitas mengajar guru dengan menerapkan model problem based learning (PBL) pada setiap siklus meningkat, dengan skor rata-rata 3,4  dengan kategori baik; 3) Hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 8 Kendari meningkat, dengan  nilai rata-rata 82 dan persentase ketuntasan belajar 84% atau 25 siswa dengan nilai ≥ 70 sesuai kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran geografi.Â
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASSED LEARNING (PjBL) PADA MATERI PROSES PEMBENTUKAN TANAH
Ihlas, Ihlas;
Kasmiati, Sitti;
Amaluddin, La Ode;
Andrias, Andrias
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/jppg.v5i4.16669
SMA Negeri 1 Wadaga adalah salah satu sekolah di Desa Lailangga Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi Tenggara yang menjadi objek penelitian peneliti karena hasil belajarnya yang masih rendah, hal ini disebabkan hanya 57% yang memenuhi KKM. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa kelas X IIS1 SMA Negeri 1 Wadaga yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Project Bassed Learning pada materi pokok Proses Pembentukan Tanah; (2) Untuk mendeskripsikan aktivitas guru kelas X IIS1 SMA Negeri 1 Wadaga yang mengajar menggunakan model pembelajaran Project Bassed Learning pada materi pokok Proses Pembentukan Tanah; (3) Untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas X IIS1 SMA Negeri 1 Wadaga yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Project Bassed Learning pada materi pokok Proses Pembentukan Tanah. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah dilaksanakan dengan dua siklus. Subjek Penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X IIS1 SMAN 1 Wadaga, dengan jumlah siswa yaitu 21 orang siswa yang terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 9 orang siswi perempuan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model Project Bassed Learning pada materi Proses Pembentukan Tanah tiap siklusnya meningkat; (2) Aktivitas mengajar guru kelas X IIS1 SMA Negeri 1 Wadaga dengan menggunakan model Project Bassed Learning pada materi Proses Pembentukan Tanah tiap siklusnya meningkat; (3) Hasil belajar geografi siswa kelas X IIS1 SMA Negeri 1 Wadaga meningkat setelah menerapkan model Project Bassed Learning pada materi Proses Pembentukan Tanah.
DAMPAK EKSKLUSI NELAYAN TERHADAP PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERIKANAN DANAU TEMPE SULAWESI SELATAN
Tubangsa, Ian
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/jppg.v6i2.17184
Penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya perikanan di Danau Tempe semakin terlihat akibat persaingan nelayan dan penggunaan alat tangkap ilegal secara massif. Sementara kawasan tangkap nelayan semakin menyusut dengan adanya penguasaan eksklusif dan perluasan Bungka Toddo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dan proses eksklusi kawasan tangkap nelayan serta dampaknya terhadap pengelolaan sumber daya perikanan di Danau Tempe. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi partisipan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik eksklusi melalui penguasaan kawasan tangkap seperti Ex Ornament dan Ongko serta perluasan Bungka Toddo oleh nelayan dengan modal besar telah memaksa nelayan dengan modal kecil untuk menggunakan alat tangkap ilegal agar tetap mendapatkan sebagian manfaat dari sumber daya. Pada akhirnya praktik tersebut berdampak pada penurunan produksi perikanan Danau Tempe. Dalam hal sosial budaya hal tersebut berdampak pada kesenjangan ekonomi antar nelayan, hilangnya kesempatan kerja, dan pengabaian nilai-nilai kerarifan lokal dalam menjaga kelansungan sumber daya perikanan di Danau Tempe.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DI SMAN 1 KONTUNAGA
Fince, Wa Ode;
Nursalam, La Ode;
Surdin, Surdin;
Andrias, Andrias
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/jppg.v5i2.13741
SMAN 1 Kontunagga adalah salah satu sekolah di Kabupaten Muna yang menjadi objek penelitian peneliti karena hasil belajarnya geografi yang masih rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI IPS1 SMAN 1 Kontunaga saat mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri materi pokok sebaran flora dan fauna; 2) Untuk meningkatkan aktivitas mengajar guru di kelas XI IPS1 SMAN 1 Kontunaga saat melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri pada materi pokok sebaran flora dan fauna; 3) Untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS1 SMAN 1 Kontunaga yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri pada materi pokok sebaran flora dan fauna. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif diperoleh dari lembar observasi dan tes hasil belajar. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terjadi peningkatan yaitu: (1) Aktivitas belajar siswa siklus I sebesar 2,5 pada siklus II meningkat menjadi 3,2; (2) Aktivitas mengajar Guru siklus I sebesar 2,5 pada siklus II meningkat menjadi 3,6; (3) Hasil belajar siswa sebesar 60% atau ketutasan sebanyak 12 orang dari 20 orang siswa, pada siklus II meningkat menjadi 80% atau ketuntasan sebanyak 16 orang dari 20 orang siswa.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL PADA MATERI BUMI SEBAGAI RUANG KEHIDUPAN
Alifuddin, Andi;
Harudu, La;
Amaluddin, La Ode
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/jppg.v6i1.16478
SMA 12 Bombana merupakan salah satu SMA yang hasil belajarnya masih tergolong rendah dimana hanya sekitar 40% siswa yang mencapai KKM. Tujuan penelitian untuk: (1) Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa kelas X IIS 1 SMAN 12 Bombana yang diajar dengan mengunakan media pembelajaran Audio visual pada materi pokok Bumi Sebagai Ruang Kehidupan; (2) Untuk mendeskripsikan aktivitas guru kelas X IIS 1 SMAN 12 Bombana yang diajar dengan mengunakan media pembelajaran Audio visual pada materi pokok bumi sebagai ruang kehidupan; (3) Untuk mengetahui hasil pembelajaran geografi siswa kelas X IIS 1 SMAN 12 Bombana dengan mengunakan media pembelajaran Audio visual pada materi pokok bumi sebagai ruang kehidupan. Penelitian ini telah dilaksanakan di SMA 12 Bombana. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi kelas X IIS1 berjumlah 20 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan lembar observasi dan tes hasil belajar siklus 1 dan siklus 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas belajar siswa dengan menerapkan audio visual pada setiap siklus cenderung meningkat. Hal ini ditunjukan dengan skor rata-rata pada setiap siklusnya. Pada siklus I skor rata-rata aktivitas siswa adalah 2,6 dikategorikan cukup dan meningkat pada siklus II menjadi 3,2 yang berkategori baik; (2) Aktivitas mengajar guru dengan menerapkan model audio visual pada setiap siklus cenderung meningkat. Hal ini ditunjukan dengan skor rata-rata pada setiap siklusnya. Pada siklus I skor rata-rata mengajar guru adalah 2,8 dikategorikan cukup dan meningkat pada siklus II menjadi 3,5 yang berkategori baik; (3) Hasil belajar geografi siswa kelas X IIS 1 SMAN 12 Bombana meningkat sebesar 20% setelah menerapkan media pembelajaran audio visual pada materi siklus bumi sebagai ruang kehidupan. Dimana pada siklus I diperoleh ketuntasan sebesar 65%, dan pada siklus II berubah menjadi 85%.
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN BAJO DESA WABAHARA KECAMATAN DURUKA KABUPATEN MUNA
Ratnawati, Ratnawati;
Harudu, La;
Surdin, Surdin
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/jppg.v6i1.16486
Penelitian ini berjudul Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Bajo Desa Wabahara Kecamatan Duruka Kabupaten Muna. Tujuan penelitian adalah 1) Untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat nelayan Bajo Desa Wabahara Kecamatan Duruka Kabupaten Muna. 2) Untuk mengetahui kondisi ekonomi masyarakat nelayan Bajo Desa Wabahara Kecamatan Duruka Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket/kuisioner dan dokumentasi. Data diperoleh dari 50 responden yang merupakan penduduk asli Desa Wabahara. Dari hasil penelitian ini dapat dideskripsikan bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan Bajo di Desa Wabahara Kecamatan Duruka Kabupaten Muna, yaitu, (1) Sebagian besar tingkat pendidikan masyarakat adalah hanya menyelesaikan pendidikan pada tingkat SD sebesar 54%. (2) Dilihat pada aspek kesehatan masyarakat dalam kategori baik sebesar 82% tidak pernah terserang penyakit dan jika sakit mereka sudah memilih berobat ke dokter atau tenaga medis lainnya dibandingkan berobat ke dukun. (3) Dilihat pada perumahan responden sudah dikategorikan baik yaitu semua sudah memiliki rumah sendiri yang terdiri dari rumah permanen, semi permanen dan non permanen. (4) Dari segi pendapatan masyarakat nelayan Bajo yang ada di Desa Wabahara Kecamatan Duruka Kabupaten Muna dari informasi yang diperoleh dari responden sebagian besar mereka memilki pendapatan sebesar Rp.1.500.000-Rp.2.500.000 setiap bulannya atau sebesar 54%.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI)
Astria, Nina;
Amaluddin, La Ode;
Nursalam, La Ode;
Andrias, Andrias
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Oktober 2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/jppg.v5i4.16670
SMA Negeri 1 Kusambi adalah salah satu sekolah di Kelurahan Konawe Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi Tenggara yang menjadi objek penelitian peneliti karena hasil belajarnya yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) untuk mengetahui aktivitas belajar siswa SMA Negeri 1 Kusambi menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI); (2) untuk mengetahui aktivitas mengajar guru kelas IPS1 SMA Negeri 1 Kusambi dengan menggunakan model pembelajaran group investigation (GI); (3) untuk meningkatkan hasil belajar geografi kelas XI Ips 1 SMA Negeri 1 Kusambi menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI). Jenis Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kusambi yang terdaftar pada semester genap tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi untuk mengukur aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru, sedangkan untuk mengukur hasil belajar siswa menggunakan lembar tes siklus dalam bentuk esay. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa: (1) Aktivitas belajar siswa menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada setiap siklusnya mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata pada setiap siklus, dimana siklus I skor rata-rata aktivitas belajar siswa 2,7 yang termasuk kategori cukup meningkat pada siklus II menjadi 3,5 yang termasuk pada kategori baik; (2) Aktivitas mengajar guru menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada setiap siklusnya mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata pada setiap siklus, dimana siklus I skor rata-rata aktivitas guru 2,7 yang termasuk kategori cukup dan meningkat pada siklus II menjadi 5,1 pada kategori baik; (3) Hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Kusambi mengalami peningkatan pada siklus I dengan ketuntasan belajar sebesar 67% yang mencapai KKM sebesar 89% memperoleh nilai ≥ 75 pada siklus II.
PERKEMBANGAN JUMLAH PENDUDUK DAN LUAS LAHAN PERTANIAN
Kasibit, Abdul Rifki Rusin Thaib;
Sofyan, Adnan;
Salam, Ramdani
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/jppg.v6i2.17262
Pertambahan jumlah penduduk pada suatu wilayah akan berkorelasi positif terhadap perubahan fisik wilayah, sosial dan budaya, salah satunya luas lahan pertanian. Perubahan tersebut terjadi karena adanya alih fungsi lahan pertanian ke lahan permukiman. Kondisi ini tidak berbeda dengan Desa Togawa Besi yang secara geografis berada di Kecamatan Galela Selatan Kabupaten Halmahera Utara, dimana perkembangan jumlah penduduk yang terjadi mempengaruhi luas wilayah termasuk lahan pertanian masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) laju pertumbuhan penduduk terhadap luas lahan pertanian; dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan penduduk terhadap luas lahan pertanian di Desa Togawa Besi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian meliputi kuesioner, wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Teknik wawancara dilakukan dengan mengadakan wawancara bebas dengan jumlah sampel 69 KK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) luas lahan pertanian masyarakat dengan ukuran < 2 Ha ada 60 0rang (86,9%) dan luas lahan > 2 Ha ada 9 orang (13,1%) dimana perkembangan jumlah penduduk sangat mempengaruhi luas lahan pertanian masyarakat; dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan luas lahan pertanian, yaitu perluasan daerah pemukiman, dan penambahan fasilitas umum.Â