cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
PENGARUH VARIASI MEDIA TANAM DAN DOSIS NUTRISI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM L.) DENGAN HIDROPONIK SISTEM DUTCH BUCKET Saydi, Royhan; Fanata, Wahyu Indra Duwi; Ristiyana, Suci; Saputra, Tri Wahyu
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.6061

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) terus mengalami peningkatan produksi seiring tingginya permintaan. Produksi tinggi yang berkualitas menuntut adanya pengembangan metode dan salah satu solusinya yaitu menggunakan Dutch Bucket Hydroponic System. Metode ini membutuhkan sebuah penelitian dengan tujuan mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan dan perlakuan terbaik untuk rekomendasi bagi petani maupun praktisi. Rancangan penelitian berbasis metode Rancangan Acak Lengkap dengan dua perlakuan yaitu variasi media tanam yaitu cocopeat (A1), hidroton (A2), dan rockwool (A3) sedangkan variasi konsentrasi nutrisi AB mix yaitu 1000 ppm (A1), 2000 ppm (A2), dan 3000 ppm (A3). Penelitian dilakukan dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan dengan mengamati diameter batang, tinggi tanaman, jumlah bunga, jumlah buah, berat segar tanaman, berat basah akar, dan berat buah pertanaman. Lokasi penelitiam di Agrotechnopark Universitas Jember pada bulan Januari-April 2022 dengan metode ANOVA dan DMRT. Perlakuan jenis media tanam, konsentrasi nutrisi AB mix, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap parameter penelitian. Hasil terbaik pada berbagai perlakuan terdapat pada media tanam cocopeat dan konsentrasi nutrisi 2000 ppm yang dapat menjadi rekomendasi dalam budidaya tanaman tomat dengan sistem hidroponik dutch bucket.
PENGARUH GULUDAN DAN PUPUK ORGANONITROFOS TERHADAP ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI PADA PERTANAMAN SINGKONG (Manihot utillisima) MUSIM TANAM KELIMA Pratama, Windo Putra; Banuwa, Irwan Sukri; Afrianti, Nur Afni; Afandi, Afandi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.6235

Abstract

Aliran permukaan dan erosi dapat menyebabkan terjadinya degradasi lahan yang ditandai dengan menurunnya kualitas tanah. Aliran permukaan dan erosi dapat ditekan dengan melakukan konservasi tanah diantaranya adalah dengan pembuatan guludan dan pemberian pupuk organik pada lahan saat olah tanah yang dapat memperbaiki struktur tanah, mengurangi kerusakan akibat butiran hujan yang jatuh dan dapat mengurangi erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan guludan dan pemberian pupuk organonitrofos terhadap aliran permukaam dan erosi. Penelitian ini dilaksanakan selama fase pertumbuhan sampai dengan panen, yaitu Desember 2018 sampai dengan Januari 2020 di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara faktorial 2x2 dengan 4 ulangan sehingga diperoleh 16 satuan percobaan. Faktor pertama adalah tindakan konservasi yang terdiri dari G1 (guludan searah lereng) dan G2 (guludan memotong lereng), dan faktor kedua meliputi Pemberian pupuk organik organonitrofos yang terdiri dari P0 (tanpa pupuk organik) dan P1 (pupuk organik sebanyak 40 ton ha-1). Data yang diperoleh akan diuji homogenitas ragam menggunakan uji Bartlett, kemudian aditivitas data diuji dengan uji Tukey. Data yang diperoleh kemudian akan dianalisis dengan sidik ragam, kemudian perbedaan nilai tengah dari masing-masing perlakuan diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tindakan konservasi tanah dengan cara pembuatan guludan memotong lereng sangat nyata berpengaruh dalam menekan laju aliran permukaan dan erosi dibandingkan guludan searah lereng. Pemberian pupuk organonitrofos berpengaruh nyata dalam menekan laju aliran permukaan dan berpengaruh sangat nyata dalam mengurangi terjadinya erosi. Interaksi antara tindakan konservasi tanah dan pupuk organonitrofos tidak memberikan pengaruh nyata terhadap aliran permukaan dan erosi.
UJI KERAGAAN TRICHODERMA SEBAGAI PUPUK HAYATI DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH Sutarman, Sutarman; Prahasti, Tyas
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.5737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh Trichoderma isolate Tc-Pct-05 yang diformulasi dalam campuran tepung sekam-kulit singkong sebagai pupuk hayati meningkakan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Dusun Sumberan Desa Sajen Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto pada Desember 2021-Maret 2022. Kegiatan formulasi agen hayati biofertilasi dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan cara aplikasi yaitu soil treatment, apical treatment, soil-apical treatment, dan control, masing-masing dengan lima ulangan, sehingga secara keseluruhan terdapat 20 satuan percobaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, bobot umbi, jumlah daun, dan berat brangkasan. Semua data dianalisis dengan menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf uji 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati Trichoderma yang diaplikasikan sebagai soil treatment dengan dosis per tanaman 250 gram mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan bobot kering brangkasan tanaman, serta meningkatkan bobot basah umbi bawang merah 145% dibandingkan perlakuan secara konvensional menggunakan pupuk kimia sepenuhnya.
RESPONS BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) AKIBAT PEMBERIANPUPUK ORGANIK CAIR DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) BERBAGAI DOSIS YANG DIAPLIKASIKAN PADA BERBAGAI WAKTU Dewi, Wulan Kusuma; Isnaini, Soni; Khasbullah, Fizzaria; Yatmin, Yatmin; Syafiuddin, Syafiuddin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.6275

Abstract

Daun lamtoro (Leucaenaleucocephala) mengandung unsur hara N, P, dan K untuk menambah unsur hara pada tanaman.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemupukan organik cair (POC) daun lamtoro yang diaplikasikan pada berbagai waktu berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.).  Penelitian ini dilaksanakan di KebunPercobaan 2 STIPER Dharma Wacana Metro di Jalan Wana Bakti 3, KelurahanMargerejo, Kecamatan Metro Selatan,Kota Metro. Pelaksaan penelitian dilakukan pada bulan November 2021 – Januari 2022. Rancangan penelitian ini disusun secara faktor tunggal menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Lengkap (RKTL) terdiri atas POC daun lamtoro 150, 300, dan 450  mL polybag-1 yang diaplikasikan dengan interval waktu pemberian masing-masing 5 hari sekali, 7 hari sekali,dan 9 hari sekali. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali, data yang diperoleh diuji dengan analisis ragam yang sebelumnya telah diuji homogenitasnya dengan uji Bartlet dan ketidakaditifan diuji dengan uji Tuckey dan dilanjutkan dengan perbandingan orthogonal kontras, semua pengujian dilakukan pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian POC daun lamtoro tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap semua peubah, yaitu: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, hasil tanaman per polybag, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih, kecuali pada nisbah luas daun melalui uji ortogonal yang diberikan pada dosis 150 mL polybag-1 dengan interval waktu 7 hari sekali lebih tinggi 25,59% daripada pengaplikasian dosis 300 dan 450 mL polybag-1.
APLIKASI PAKLOBUTRAZOL DAN PUPUK NPK UNTUK MERANGSANG PEMBUNGAAN PADA TANAMAN SPATIFILUM (Spathiphyllum wallisii Regel) Rugayah Rugayah; Antika Sari; Agus Karyanto; Sarno Sarno
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.6236

Abstract

Spatifilum (Spathiphyllum wallisii) merupakan tanaman hias yang mampu menarik minat masyarakat karena memiliki bunga berwarna putih, daun hijau mengkilap, dan kemampuannya untuk membuang racun udara dalam ruangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menghasilkan tanaman spatifilum yang memiliki penampilan lebih menarik dengan pembungaan terus-menerus melalui pemberian pupuk N, P, K dan paklobutrazol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio pupuk N, P, K dan pengaruh pemberian paklobutrazol terhadap pembungaan tanaman spatifilum. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada September 2020 hingga Februari 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial yang terdiri dari dua faktor (3 x 2) dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu pemberian rasio pupuk N, P, K dan faktor kedua yaitu pemberian paklobutrazol. Data dianalisis dengan uji F lalu apabila signifikan dilanjutkan dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk N, P, K meningkatkan tingkat kehijauan daun dan perlakuan pemberian paklobutrazol mempersempit luas daun. Pemberian pupuk N, P, K (1:1:2) menunjukkan kecenderungan waktu muncul kuncup bunga lebih cepat, jumlah bunga lebih banyak, dan ketahanan bunga lebih lama dibandingkan dengan pupuk N, P, K (1:2:1) dan tanpa pupuk. Pemberian paklobutrazol 400 mg/l membuat ukuran daun lebih kecil, waktu muncul kuncup bunga yang lebih cepat, jumlah bunga yang lebih banyak, panjang tangkai bunga yang lebih pendek, dan ketahanan bunga yang lebih lama dibandingkan dengan tanpa paklobutrazol. Hasil pada penelitian ini tidak terjadi interaksi antara kedua perlakuan tersebut.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR BATANG SINGKONG DAN PEMUPUKAN P TERHADAP SERAPAN HARA N DAN K PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Septian Aswiguna; Sarno Sarno; Nur Afni Afrianti; Supriatin Supriatin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.6109

Abstract

Biochar merupakan arang hitam hasil proses pemanasan biomassa pada keadaan oksigen terbatas atau tanpa oksigen.  Penambahan biochar diketahui mampu meningkatkan ketersediaan hara tanah dan serapannya oleh tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar batang singkong dan pemupukan P terhadap serapan hara N dan K pada tanaman jagung.  Batang singkong merupakan limbah pertanian yang banyak belum termanfaatkan dengan baik oleh petani di Lampung.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Universitas Lampung dan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung.  Penelitian dirancang dengan rancangan faktorial (2 x 3) yaitu Rancangan Kelompok Teracak Lengkap (RKTL) dengan 3 ulangan.  Faktor pertama adalah biochar (B) (B0= 0 ton ha-1; B1= 2,5 ton ha-1; dan B2= 5 ton ha-1). Faktor kedua adalah pemupukan P (P0 = 0 kg P2O5 ha-1; P1= 36 kg P2O5 ha-1 dan P2 = 72 kg P2O5 ha-1).  Pembuatan biochar dilakukan di  Balai Penelitian Tanah Taman Bogo Lampung Timur menggunakan alat Adam Retort Kiln. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar batang singkong dapat meningkatkan serapan hara N pada tanaman jagung, pemupukan P dapat meningkatkan serapan hara N dan K pada tanaman jagung, dan tidak terdapat interaksi pemberian biochar batang singkong dan pemupukan P terhadap peningkatkan serapan hara pada tanaman jagung.
HAMA DAN PENYAKIT PENTING TANAMAN KAKAO DI KABUPATEN NAGEKEO, PROVINSI NTT Victoria Coo Lea; Hermanu Triwidodo; Supramana Supramana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.5860

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan satu komoditas strategis pendukung perekonomian di Nagekeo. Tanaman kakao yang tua dan kurang produktif, pemeliharaan yang kurang intensif serta hama dan penyakit adalah penyebab rendahnya produktivitas kakao dibandingkan daerah penghasil kakao lain di Indonesia.  Penelitian untuk mengetahui hama dan penyakit penting pada buah kakao di Kabupaten Nagekeo dilakukan di perkebunan rakyat di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Boawae, Mauponggo dan Keo Tengah. Pada setiap lokasi diambil 20 lahan contoh seluas 0,5 ha. Penarikan tanaman contoh dilakukan dengan pola diagonal. Parameter yang diamati adalah gejala kerusakan dan  intensitas serangan oleh hama dan penyakit penting. Dua jenis hama penting, yaitu  hama kepik pengisap buah kakao (Helopeltis sp) dan penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella) dengan tingkat kerusakan Helopeltis sp paling tinggi terjadi di Kecamatan Boawae yaitu 23,95%, Kecamatan Keo Tengah yaitu 20,95%, Kecamatan Mauponggo intensitas serangan sebesar 20,10% intensitas serangan PBK tertinggi di Kecamatan Boawae yaitu 6,11%, Kecamatan Keo Tengah sebesar 4,76% sedangkan Kecamatan Mauponggo intensitasnya hanya mencapai 2,35%. Penyakit penting kakao yang ditemukan adalah  busuk buah (Phytophthora palmivora) dengan keparahan penyakit Phytophthora palmivora paling tinggi terjadi di Kecamatan Keo Tengah yaitu 5,11% jika dibandingkan dengan Kecamatan Boawae dan Mauponggo yaitu sebesar 3,25% dan 1,28%.
AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK DAUN Melastoma malabathricum TERHADAP Fusarium oxysporum DAN Sclerotium rolfsii SECARA IN VITRO Moralita Chatri; Jumjunidang Jumjunidang; Zahratul Aini; Febriani Dika Suryendra
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.5713

Abstract

Fusarium oxysporum dan Sclerotium rolfsii merupakan patogen tular tanah yang berbahaya bagi tanaman karena patogen tersebut dapat bertahan lama di dalam tanah tanpa inang. Pengendalian yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan fungisida sintetik yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan dan keracunan pada manusia. Salah satu alternatif pengendalian yang aman dan dapat dikembangkan adalah dengan penggunaan fungisida nabati seperti ekstrak daun Melastoma malabathricum karena ekstrak daun ini memiliki senyawa metabolit sekunder yang bersifat antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak daun M. malabathricum sebagai antifungi terhadap pertumbuhan F.oxysporum dan S. rolfsii dan mengetahui tingkat aktivitas antifungi ekstrak daun M. malabathricum dalam menghambat pertumbuhan F.oxysporum dan S. rolfsii. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang, terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan adalah ekstrak daun M. malabathricum dengan konsentrasi yang berbeda, yaitu 0% (kontrol), 10%, 20%, 30% dan 40%. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun M. malabathricum berpengaruh sebagai antifungi terhadap pertumbuhan F.oxysporum dan S. rolfsii karena menunjukkan perbedaan yang nyata pada semua perlakuan dibandingkan dengan kontrol, kecuali pada konsentrasi 10% terhadap S.rolfsii. Ekstrak daun M. malabathricum pada konsentrasi yang berbeda menunjukkan tingkat aktivitas antifungi yang berbeda dalam menghambat pertumbuhan F.oxysporum, yaitu sedang dan kuat, sedangkan terhadap S.rolsii menunjukkan tingkat aktifitas yang sama, yaitu lemah.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK NPK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) R.A Diana Widyastuti; Yohanes C Ginting; Purba Sanjaya; Hayane Adeline Warganegara; M Hafidz Yugo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.6304

Abstract

Produktivitas cabai merah mengalami penurunan setiap tahunnya hal ini disebabkan oleh kesuburan tanah yang semakin rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu melakukan pemupukan dengan pupuk NPK dan pupuk hayati. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar, Gedong Tataan, Pesawaran padai bulan November 2020 sampai April 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 4x3 dengan 3 ulangan dan terdapat 12 kombinasi perlakuan. Faktor pertama yaitu perlakuan dosis pupuk NPK 0, 10, 20, dan 30 g/tanaman. Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk hayati Grikulan Plus 0, 15, 30 ml/l. Setiap perlakuan diambil 2 sampel. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan aditivitas menggunakan uji Tukey, dan uji lanjut dengan BNT padai taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis pupuk NPK 30 g/tanaman menghasilkan bobot buah cabai merah paling tinggi yaitu sebesar 521,44 g/tanaman. Pengaplikasian pupuk hayati Grikulan Plus konsentrasi 30 ml/l menghasilkan bobot cabai merah yang lebih tinggi sebesar 415,21 g/tanaman. Interaksi antara dosis pupuk NPK 30 g/tanaman dengan pupuk hayati Grikulan Plus konsentras 30 ml/l menghasilkan bobot cabai merah yang tertinggi yaitu sebesar 657,67g/tanaman atau setara dengan 13,15 ton/ha.
SOIL HEALTH ASSESMENT WITH CORNELL METHOD ON SOME PLANT PATTERN BY CORN AT KENAGARIAN MUNGKA Fadil Hukama Hamdi; Juniarti Juniarti; Agustian Agustian; Ika Ayu Putri Septyani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.5961

Abstract

Planted corn by intensively made decreased soil health and decreasing soil capacity to support plant growth caused of nutrient is not available, poor microbial activity, increasing soil acidity and soil crusting. If this problem do in long term, it will make decrease soil reciliency and decrease plant producitvity. This research was aim to investigate of soil health assesment with cornell method on some plant pattern by corn at Kenagarian Mungka. This research used explorative descriptive method through land survey and soil analyses in the laboratory. The samples were taken based on purposive random sampling. There were three land unit planted by corn with plant pattern are monoculture corn, corn-eggplant and corn-cassava. Each selected soil indicator scoring to discover the soil health correlation test to know relation between parameter with soil health.This research showed that Mungka’s land unit  planted by corn have moderate-high category for soil health, monoculture corn had the highest soil health by 65.96, corn-cassava had soil health value by 63.94 and the lowest is corn-eggplant with 63.35 soil health value. This research used three component of soil those are soil chemical, biology, and physic. This research showed that some indicator have the significant determinant indicator for soil health are OM (r=0,9209), pH (r=0,9471), and respiration (r=0,6055). Farmer was do the addition of organic matter from poultry manure to the land regularly. Based on this research, organic matter is the most important thing to keep soil health especially to encourage corn productivity.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue