cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
UJI EFEKTIVITAS PERLAKUAN PERENDAMAN BAHAN ORGANIK TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI BENIH PADI (Oryza sativa L.) LOKAL RONDO NUNUT Ria Putri; Nurman Abdul Hakim; Ari Wahyuni; Dina Ayu Purwaningsih
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.6910

Abstract

Penggunaan benih bermutu menjadi kunci utama dalam sistem budidaya tanaman. Oleh sebab itu, pemulia tanaman terus melakukan inovasi untuk menghasilkan benih baru yang bermutu dengan karakteristik dan daya hasil yang banyak diminati oleh petani. Rondo Nunut adalah salah satu benih padi lokal yang saat ini sudah sampai pada tahap pemurnian varietas dan akan diajukan untuk pelepasan varietas baru. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui larutan ZPT alami dan lama waktu perendaman yang efektif digunakan untuk pematahan dormansi benih padi lokal Rondo Nunut dengan masa simpan 7 hari setelah panen, serta mengetahui interaksi antar perlakuan yang dicobakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu larutan perendaman (aquades, air kelapa muda, ekstrak bawang merah, air cucian beras, dan KNO3) dan faktor kedua yaitu lama waktu perendaman (24 jam dan 48 jam). Variabel pengamatan yang dilakukan yaitu daya berkecambah, kecambah abnormal, benih segar tidak tumbuh, indeks vigor, potensi tumbuh maksimum, panjang plumula, panjang radikula, panjang kecambah, dan berat basah kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman benih padi menggunakan aquades, larutan air kelapa muda, ekstrak bawang merah, air cucian beras dengan konsentrasi 50%, dan larutan KNO3 3% selama 24 jam dan 48 jam tidak efektif digunakan untuk pematahan dormansi benih padi lokal varietas Rondo Nunut dengan masa simpan 7 HSP.  Ketidakseimbangan hormonal diduga menjadi salah satu penyebabnya.
INVENTARISASI SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TERUBUSAN POHON JATI UNGGUL NUSANTARA Karmanah, Karmanah; Rizki, Fathan Hadyan; Sunardi, Sunardi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.5560

Abstract

Jati Unggul Nusantara (JUN) (Tectona grandis L.f.) banyak diminati karena memiliki masa panen yang singkat. Dibalik keunggulan itu JUN memiliki sifat kayu yang kurang stabil. Kondisi tersebut dapat diperparah oleh serangan hama dan penyakit yang bersumber dari vegetasi yang telah ada sebelumnya. Sisa vegetasi di suatu pertanaman dapat menjadi penghubung bagi siklus kehidupan hama dan penyakit. Di kebun percobaan Universitas Nusa Bangsa (UNB) terdapat tunggul JUN yang dibiarkan tumbuh menjadi tegakan baru (terubusan). Tujuan dari penelitian ini adalah menginventarisasi hama dan penyakit pada daun terubusan JUN melalui pengamatan gejala kerusakan daun. Penelitian ini dilakukan pada bulan April – Juli 2021 di Kebun Percobaan UNB, Desa Cogreg, Kabupaten Bogor. Sampel pohon ditentukan dengan metode transek sepanjang 160 m. Pengamatan sampel daun dilakukan dengan cara dipetik kemudian diamati jenis dan luas tutupan gejalanya. Luas tutupan kerusakan pada daun tersebut diamati dengan bantuan bidang ukur berbahan mika plastik berukuran 20 x 20 cm. Hasil penelitian menujukkan 666 (86%) helai daun bergejala serangan hama dan/atau penyakit. Sebagian besar kerusakan ditimbulkan oleh penyakit daripada hama. Serangan penyakit yang ditemukan antara lain hawar, shot-hole, karat, embun tepung, karat, dan klorosis. Adapaun gejela serangan hama yang ditemukan yaitu defoliasi, leaf-miner, skeletonize, dan lekukan. Gejala hawar, shot-hole, dan defoliasi merupakan gejala yang paling sering ditemukan. Sementara itu, nilai keparahan tertinggi didapatkan pada gejala embun tepung, hawar, dan karat daun.
IAA LEBIH EFEKTIF DIBANDING NAA DAN IBA UNTUK PEMBENTUKAN AKAR PADA CANGKOK JAMBU AIR (Syzygium aqueum (Burm. f.) Alston) Muhammad Syanda Giantara Ali Kepala Mega; Yusnita Yusnita; Dwi Hapsoro; Agus Karyanto; Sri Ramadiana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.6822

Abstract

Jambu air (Syzygium aqueum (Burm. f.) Alston) tergolong tanaman mudah beradaptasi serta dapat tumbuh pada berbagai macam jenis tanah. Salah satu alternatif penyediaan benih vegetatif yaitu dengan cara cangkok. Percobaan ini dilakukan menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 ulangan, perlakuan disusun secara faktorial (2x4) Faktor pertama merupakan varietas jambu air Citra Merah dan Madu Deli Hijau. Faktor kedua merupakan jenis auksin yang meliputi tanpa pemberian auksin, pemberian IAA 2000 ppm, IBA 2000 ppm, NAA 2000 ppm dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Pengamatan dilakukan untuk melihat variabel jumlah akar, panjang akar, jumlah tunas, dan panjang tunas. Dilakukan analisis data dengan Uji Beda Nyata Terkecil taraf nyata 5%.Hasil penelitian percobaan menunjukkan bahwa pada jenis jambu Madu Deli Hijau memiliki nilai tertinggi sedangkan jambu Citra Merah memiliki nilai terendah. Pada jenis auksin IAA menunjukan hasil yang lebih baik dibanding NAA dan IBA. Simpulan dari penelitian ini yaitu Varietas jambu air berpengaruh terhadap rata-rata jumlah akar pada cangkok Madu Deli Hijau 8.67 helai lebih besar dari pada jambu Citra Merah 5.17 helai. Namun rata-rata bobot segar akar dan bobot kering akar lebih besar Citra Merah 4.364 gram dan 0.982 gram dari pada Madu Deli Hijau 3.115 gram dan 0.680 gram. Pada 10 MSP (Minggu Setelah Pencangkokan) tanpa pemberian auksin hanya 50% yang berakar sedangkan dengan aplikasi auksin NAA, IBA dan IAA semuanya berakar 100%.
PENGARUH EMPAT ISOLAT Trichoderma spp. TERHADAP PENYAKIT BULAI DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Reza Putri; Joko Prasetyo; Tri Maryono; Suskandini Ratih Dirmawati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5873

Abstract

Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah sentra penghasil jagung di Indonesia. Produktivitas jagung masih belum optimal. Rendahnya produktivitas lahan jagung dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adanya penyakit bulai. Penyakit bulai dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 90%. Alternatif pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan Trichodema spp. sebagai penginduksi ketahanan tanaman terhadap penyakit bulai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh empat isolat Trichoderma spp. terhadap keterjadian dan keparahan penyakit bulai dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari (T0) tanpa isolat Trichoderma sp., (T1) Trichoderma sp. isolat Hajimena, (T2) Trichoderma sp. isolat Lampung Tengah, (T3) Trichoderma spp. Isolat Lampung Timur, dan (T4) Trichoderma sp. isolat Metro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur Trichoderma spp Trichoderma spp. isolat Hajimena dan Metro dapat menekan keterjadian penyakit dan Trichoderma spp. isolat Hajimena dan Lampung Tengah dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman pada bobot basah akar.
ISOLASI DAN UJI KEMAMPUAN BAKTERI PELARUT KALIUM DARI TANAH SAWAH DENGAN SISTEM IRIGASI SUBAK Desak Ketut Tristiana Sukmadewi; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; I Putu Candra
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.5450

Abstract

Pemenuhan kebutuhan air yang optimal pada tanah sawah dengan sistem irigasi Subak akan mempengaruhi sifat fisik, kimia dan biologi tanah.  Salah satu komponen biologi tanah yang akan dipengaruhi adalah populasi mikrob yang ada di dalam tanah. Mikrob dalam tanah yang memiliki banyak peranan penting diantaranya adalah melarutkan kalium (K), sehingga meningkatkan ketersediaan K-tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan menguji kemampuan bakteri pelarut K dari tanah sawah dengan sistem irigasi subak. Sampel tanah yang diisolasi berasal dari Subak Sembung dan Subak Mambal. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling hasil komposit masing-masing dari 5 titik sampling pada kedalaman 0-10 cm. Isolasi bakteri menggunakan metode spread plate dan penghitungan jumlah mikrob dilakukan menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Bakteri hasil isolasi yang telah dimurnikan dengan metode empat kuadran diuji kemampuannya dalam melarutkan K pada media Alexandrov cair. Pengukuran K terlarut dilakukan menggunakan atomic absorption spectroscopy. Populasi bakteri pelarut K menunjukkan hasil lebih tinggi pada lokasi sampling di Subak Sembung (5,72 x 105 CFU/g) dibandingkan Subak Mambal (4,23 x 105 CFU/g). Berdasarkan hasil isolasi dan seleksi awal bakteri pelarut K didapatkan empat isolat yang mampu melarutkan K lebih tinggi dan berbeda nyata dari kontrol berdasarkan uji Duncan Multiple Range Test pada taraf nyata 5%. Keempat isolat tersebut adalah AlP6, AlP10, AlJ1 dan PKP4. Kemampuan masing-masing isolat dalam melarutkan K adalah AlP10 15,46 ppm, AlP6 12,40 ppm, PKP4 14,32 ppm, dan AlJ1 12,58 ppm.  Hasil tertinggi ditunjukkan oleh isolate AlP10 dari Subak Mambal yang mampu melarutkan kalium 2 kali lipat dibandingkan dengan kontrol.
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIUM Xylaria sp. PENYEBAB PENYAKIT LAPUK AKAR DAN PANGKAL BATANG TEBU Dwi Endarwati; Tri Maryono; Sudi Pramono; Hasriadi Mat Akin; Heru Pranata; Saefudin Saefudin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9459

Abstract

Penyakit lapuk akar dan pangkal batang merupakan permasalahan serius pada perkebunan tebu di Lampung dan Sumatera Selatan. Penyakit lapuk akar dan pangkal batang tebu disebabkan oleh jamur Xylaria sp.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kondisi lingkungan (cahaya, pH, suhu) terhadap pertumbuhan Xylaria sp.. Jamur Xylaria sp. diisolasi dari stroma dan tanaman tebu bergejala lapuk akar dan pangkal batang yang diambil dari perkebunan tebu PT Gunung Madu Plantation. Sebanyak delapan isolat jamur Xylaria sp. ditumbuhkan pada media OA (Oatmeal Agar) dan diinkubasi pada kondisi cahaya berbeda (24 jam gelap, 24 jam terang, dan 12 jam gelap 12 jam terang), suhu berbeda (20, 25, 30, dan 40 ºC), serta pada kondisi pH berbeda (4, 6, dan 8). Peubah pengamatan adalah diameter koloni jamur yang diamati setiap 48 jam selama 14 hari, kecuali pada pengujian cahaya, pengamatan dilakukan pada 14 hari setelah inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koloni jamur Xylaria sp. tumbuh baik pada perlakuan cahaya 24 jam gelap, suhu 30 ºC, dan pH 6. Koloni jamur Xylaria sp. tertekan pertumbuhannya pada 24 jam terang, suhu 40 ºC, dan pH 4.
PENGARUH LAMA PELEMBABAN PRAPENGUSANGAN CEPAT DENGAN UAP JENUH ETANOL PADA VIABILITAS BENIH DUA VARIETAS KEDELAI (Glycine max [L.] Merr.) Elysa Aryani; Eko Pramono; Ermawati Ermawati; M. Syamsoel Hadi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.6478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lama pelembaban benih prapenderaan dengan uap jenuh etanol dalam upaya pengusangan cepat benih kedelai varietas Argomulyo dan Dena-1. Perlakuan penelitian ini adalah lama waktu pelembaban benih dengan kertas merang basah yang berbeda yaitu (0, 4, 8, 12, 16, 20, dan 24 jam), dengan masing-masing tiga ulangan. Benih kedelai yang telah dilembabkan diberi perlakuan penuaan dipercepat dengan menempatkannya dalam kotak rapat berisi uap jenuh etanol selama 40 menit kemudian benih dikecambahkan menggunakan metode uji kertas digulung. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan regresi dan uji t-student pada taraf 5%. Benih kedelai yang dilembabkan makin lama antara 0-24 jam kemudian diberi perlakuan uap jenuh etanol selama 40 menit mengalami penuaan yang makin cepat dengan menunjukkan viabilitas yang makin rendah. Laju penurunan viabilitas benih kedelai varietas Argomulyo dan benih Dena-1 tidak berbeda, baik ditunjukkan oleh persentase kecambah nornal total, kecepatan perkecambahan benih, dan persentase benih mati.
EFEK LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI CaCl2 SEBAGAI OSMOPRIMING PADA KINERJA PERKECAMBAHAN BENIH SORGUM (Sorghum bicolor [L.] Moench) Yuliana Putri; Eko Pramono; Muhammad Kamal; Yohanes Cahya Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.7527

Abstract

Osmopriming dengan larutan garam CaCl2 dapat meningkatkan kinerja perkecambahan (invigorasi benih) yang sudah mengalami penuaan alami dalam penyimpanan. Durasi priming dan konsentrasi garam merupakan komponen yang mempengaruhi keberhasilan priming. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi CaCl2 yang paling efektif pada lama perendaman berbeda untuk osmopriming benih sorgum. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan pola faktorial (2x5) dengan 2 ulangan. Faktor pertama adalah lama perendaman dalam larutan CaCl2, yaitu 12 jam dan 24 jam. Faktor kedua adalah konsentrasi larutan CaCl2, yaitu 0 mM, 25 mM, 50 mM, 75 mM, dan 100 mM. Analisis data menggunakan uji bartlett, uji Tukey, analisis ragam, uji beda nyata terkecil (BNT), dan analisis regresi, yang masing-masing pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman benih sorgum dalam larutan CaCl2 selama 24 jam memberikan pengaruh lebih baik daripada lama perendaman 12 jam, konsentrasi larutan CaCl2 optimal untuk meningkatkan kinerja perkecambahan benih sorgum yaitu 63 mM dengan lama perendaman 12 jam, sedangkan pada lama perendaman 24 jam yaitu 59 mM CaCl2.
PERUBAHAN SIFAT KIMIA TANAH PADA PROFIL TANAH AKIBAT PENERAPAN SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN N JANGKA PANJANG PADA LAHAN PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI KEBUN PERCOBAAN POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG Nurulia Fadillah; Muhajir Utomo; Nur Afni Afrianti; Sarno Sarno
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.6465

Abstract

Tanah merupakan salah satu media tempat tumbuh tanaman yang harus diperhatikan agar terhindar dari kerusakan yang dapat menurunkan kualitas tanah. Pengolahan tanah dan pemupukan yang tepat merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kualitas tanah. Olah tanah intensif (OTI) dapat memicu terjadinya erosi yang mengakibatkan penurunan kualitas tanah. Upaya untuk mengurangi dampak olah tanah intensif adalah dengan penerapan olah tanah konservasi (OTK). Penerapan OTK dan pemupukan N dapat meningkatkan ketersediaan hara N yang merupakan unsur hara makro tanah sehingga penerapannya dapat tinggi meningkatkan kualitas tanah. Olah tanah konservasi (OTK) dapat menjaga bahan organik tetap tinggi di dalam tanah dan stabilitas agregat tanah dapat dipertahankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan pemupukan N terhadap perubahan sifat-sifat kimia tanah. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Politeknik Negeri Lampung dan Laboratorium Ilmu Tanah FP Unila dari bulan Maret-Juli 2017. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang dirancang dengan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan sistem olah tanah (T) yaitu T0= tanpa olah tanah dan T1 = olah tanah intensif. Faktor kedua adalah perlakuan pupuk nitrogen (N) yaitu N0 = 0 kg N ha-1 dan N2 = 200 kg N ha-1  sehingga diperoleh empat kombinasi perlakuan  dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa olah tanah dapat mempengaruhi sifat-sifat kimia tanah yaitu mampu meningkatkan C-organik tanah, pH tanah, KTK tanah, Kadar K dan Ca, sedangkan pemupukan N dapat menurunkan pH tanah.
NEMATODA YANG BERASOSIASI DENGAN TANAMAN PADI (Oryza Sativa L.) DI DESA SUMBERNGEPOH, LAWANG, KABUPATEN MALANG Amir, Faradila; Widajati, Wiludjeng; Rahmadhini, Noni; Imanadi, Latief
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.7642

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) adalah salah satu tanaman pangan penting dan merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Salah satu mikroorganisme yang berasosiasi dengan tanaman padi dan memiliki peran ekologi yang beragam adalah nematoda. Nematoda dapat digolongkan menjadi nematoda parasit dan nematoda non-parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepadatan populasi, serta peran ekologis nematoda pada area pertanaman padi di Desa Sumberngepoh, Lawang, Kabupaten Malang. Sampel yang diamati adalah sampel tanah dan akar dari lahan padi Desa Sumberngepoh yang dibudidayakan secara organik, semiorganik, dan konvensional. Sampel yang diperoleh diekstraksi menggunakan metode Corong Baermann yang dimodifikasi. Hasil pengamatan pada sampel akar di semua lahan menunjukkan bahwa, nematoda parasit lebih dominan daripada nematoda non-parasit. Genus nematoda parasit yang ditemukan pada sampel akar padi organik dan semiorganik adalah Hirschmanniella sp., Meloidogyne sp., dan Radopholus sp., sementara pada sampel akar padi konvensional hanya ditemukan Hirschmanniella sp., dan Meloidogyne sp. Genus nematoda non-parasit yang ditemukan pada sampel akar padi organik adalah adalah Plectus sp., dan Dorylaimus sp., sementara pada sampel akar semiorganik dan konvensional ditemukan Rhabditis sp., dan Plectus sp. Nematoda pada sampel tanah lebih didominasi oleh nematoda non-parasit dengan genus Rhabditis sp., dan Diplogaster sp., ditemukan pada sampel tanah padi organik dan konvensional. Genus Rhabditis sp., Plectus sp., Diplogaster sp., dan Dorylaimus sp. ditemukan pada sampel tanah semiorganik, sementara nematoda parasit yang ditemukan pada ketiga lahan hanya Hirschmanniella sp., dan Meloidogyne sp. Nematoda Rhabditis sp. dan Plectus sp. adalah nematoda pemakan bakteri, Diplogaster sp. adalah nematoda predator, dan Dorylaimus sp., adalah nematoda omnivora.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue