cover
Contact Name
M. Syukri Ismail
Contact Email
msyukri_ismail@staiyasnibungo.ac.id
Phone
+6282278916431
Journal Mail Official
jurnalnurelislam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera KM.04 Sungai Binjai Kec. Bathin III Kab. Bungo Provinsi Jambi Kode Pos 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan
ISSN : 23377828     EISSN : 25276263     DOI : -
NUR EL-ISLAM Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan the journal is published by Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi Indonesia. It’s dedicated for the publication of scientific articles in Islamic Education, Islamic Economics and Religious Studies. The languages used in this journal are Indonesia, English and Arabic. This journal is published twice a year, April and October in printed and online version. The editors receive scientific articles of academics, lecturers, and researchers who have never been published by other Journals.
Articles 492 Documents
Gerakan Sosial Muhammadiyah di Muna dalam Bidang Pendidikan: Masa Kolonialisme Alifuddin, Muhammad; Alhamuddin; Jannah, Nur
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 10 No. 2 (2023): (Oktober 2023)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v10i2.505

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Data primer penelitian, bersumber dari data-data tertulis (dokumen) dan wawancara mendalam. Seluruh data dianalisis melalui tahapan: heuristik, kritik, intrepretasi dan historiografi. Penelitian ini menyimpulkan: Pertama, Secara historis Muhammadiyah berperan signifikan dalam proses pencerahan akal budi terhadap masyarakat Muna masa pra kemerdekaan. Hal tersebut setidaknya ditandai dengan giat pencerahan melalui jalur pendidikan, yaitu dengan mendirikan sekolah di Raha dan Mabohi tahun 1932. Lembaga pendidikan tersebut merupakan anti tesa dari gerakan pendidikan berbasis Kristen yang diinisiasi oleh Zending. Kedua, kemampuan elemen Muhammadiyah masa pra kemerdekaan membangun dan memberi layanan pendidikan kepada masyarakat setempat, merupakan bukti dari partisipasi sosial organ ini kepada anak bangsa. Sungguhpun posisi politik Muhammadiyah pada waktu berada dalam ruang sempit dan penuh tekanan dari pemerintah kolonial Belanda, namun faktanya mereka tetap mampu menggerakkan dan memoblisasi sumber daya yang ada sehingga mereka berhasil mendirikan sekolah berbasis Islam sebagai anti tesa dari sekolah yang didirikan oleh Zending. Ketiga, dalam menghadapi colonial Belanda, Muhammadiyah menerapkan gerakan reaksioner antithesis. Pendekatan ini dilakukan untuk membendung gerakan pemurtadan yang dilakukan Zending yang berkolaborasi dengan Belanda. Fakta ini diframing sedemikian rupa sehingga elemen Muhammadiyah Muna mampu memobilisasi masyarakat setempat untuk bereaksi melakukan penentangan atas ketidak adilan yang mereka alami.
Kemampuan Profesional Guru dan Motivasi Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Mengajar Guru di MAN 1 Bungo Sriani
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i2.507

Abstract

Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi deskriptif kinerja mengajar guru, kemampuan professional dan motivasi kerja guru, serta bagaimana meningkatkan kemampuan profesional dan motivasi kerja terhadap kinerja mengajar guru di MAN 1 Bungo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yakni dengan pendekatan kualitatif yang didukung dengan studi observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data. Lokasi penelitian ini bertempat di MAN 1 Bungo dengan subyek penelitian guru dijadikan sebagai responden penelitian utama. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kemampuan profesional guru sangat menentukan sekali terhadap kinerja mengajar guru dan motivasi kerja guru kinerja mengajar guru untuk meningkatkan kemampuan profesional dan motivasi kerja dan kinerja mengajar guru di MAN 1 Bungo. Rekomendasi yang diajukan adalah kinerja mengajar guru, hendaknya guru meningkatkan perencanaan pembelajaran dengan baik sesuai dengan dasar keilmuan yang dimiliki secara profesional, meningkatkan kemampuan professional, dengan ini guru harus mengikuti seminar, pelatihan maupun workshop tentang peningkatan kinerja dan professional guru dalam mengajar yang diadakan oleh sekolah, maupun pemerintah dan lembaga professional. Hasil dalam penelitian ini agar motivasi kerja guru meningkat, dan guru berusaha untuk selalu menumbuhkan semangat dan etos kerjanya di sekolah demi meningkatkan kualitas kinerja khusunya mengajarnya di MAN 1 Bungo.
Membentuk Akhlak Anak dengan Menghafal dan Tadabbur Al-Quran di Madrasah Alam Ya Bunayya Muara Bungo Awaluddin; Solihin, Muhammad; Noviriani
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i2.508

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci pedoman hidup yang dijaga keasliannya oleh Allah SWT dengan banyak cara, salah satunya adalah melalui para penghafal al-Qur’an yang dipilih untuk menjaga kalam Allah yang Mulia di dalam fikiran dan hatinya. Oleh karena itu, banyak Madrasah yang berbasis Islam mengadakan program hafalan al-Quran sebagai salah satu program unggulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode al Jawarih di Madrasah Alam Ya Bunayya Bungo dan mengetahui implikasi metode al Jawarih dalam menghafal dan mempelajari al Qur’an terhadap akhlak santri di Madrasah Alam Ya Bunayya Bungo. Metode penelitan ini adalah deskriptif kualitatif.Penelitian ini di RA Alam Yaa Bunayya. Teknik pengumpulan data diambil dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah penerapan menghafal ayat-ayat al Qur’an dengan menggunakan gerakan, tadabbur makna ayat perkata dan keseluruhan, dan implementasi memahami kandungan ayat dengan cara visual secara langsung membuat pembelajaran tahfidz sangatlah menyenangkan, tidak membosankan, dan sangat berkesan bagi para peserta didik di Madrasah Alam Ya Bunayya Bungo. Dan dari proses pembelajaran tersebut peserta didik merasakan kehadiran Allah Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha penyayang selalu memberikan kebaikan-kebaikan kepada manusia sehingga muncullah rasa berkasih sayang sesama manusia serta syukur yang di aplikasikan dengan mengerjakan sholat, mengaji, belajar yang baik, berbuat kebajikan kepada orangtua guru dan kawan-kawan di Madrasah maupun di rumah.
Pembinaan Karakter Disiplin dan Relegius Melalui Kegiatan Keagamaan di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Raudhatul Ulum Sakatiga Indralaya Ogan Ilir Gamal, Kiagus Abdul; Suryana, Ermis; Handayani, Tutut
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i2.509

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskrispsikan bagaimana pembinaan karakter disiplin dan karakter relegius melalui kegiatan keagaman, dan faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan karakter disiplin dan karakter relegius di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMA IT) Raudahtul Ulum Sakatiga Indralya Ogaan Ilir. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumennya adalah peneliti sendiri dan beberapa guru, wali siswa dan siswa. Data penelitian didapat dari; wawancara, dokumnetasi, dan observasi. Pembinaan karakter disiplin dan karakter relegius adalah bagian penting dalam pendidikan karakter bagi peserta didik. Proses pembinaan karakter tersebut harus melalui media-media yang sesuai dengan objek pembinaan yaitu peserta didik, dan yang menjadi salah satu medianya adalah kegiatan keagamaan di sekolah. Perlu perencanaan yang matang yang harus dilakukan oleh pengurus sekolah dan para guru dalam menentukan kegaiatan keagamaan yang harus diikuti oleh para peserta didik, agar proses pembinaan berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pembinaan karakter disiplin dilakukan berjalan dengan baik, dengan indikator; disiplin mentaati peraturan sekolah,, disiplin dalam ibadah, dan disiplin dalam mengikuti kegiatan di asrama. Pembinaan karakter relegius juga berjalan dengan baik, dengan indikator; ketaatan dalam beribadah kepada Allah swt, mandiri dan bertanggung jawab, jujur dan amanah, sopan santun, dermawan, suka bekerja sama, percaya diri, kreatif, kerja keras, rendah hati tidak sombong, serta toleransi dan persaudaraan.Faktor yang mendukung pembinaan karakter tersebut adalah; perencanaan, pendanaan, sumber daya guru dan staf, kerjasama orangtua, motivasi, serta sarana dan prasarana. Sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya; padatnya kegiatan, cuaca, lemah motivasi dalam diri santri, kurangnya kerja sama antara sekolah dan orangtua, dan faktor keluarga.
Kreativitas Pembina Bidang Kesiswaan dalam Membentuk Kedisiplinan Santri Pasca Pandemi Covid 19 di Madrasah Aliyah Raudhatul Ulum Sakatiga Suhendar, Rahmat; Annur, Saipul; Fauzi, Muhammad
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i2.510

Abstract

Kehidupan manusia tidak lepas dengan adanya sebuah tatanan kehidupan. Tatanan kehidupan menjadikan manusia lebih terarah dan tertata sesuai dengan kedisiplinan yang diterapkan. Dengan demikian, manusia dituntut untuk mematuhi aturan atau bisa dikatakan hidup disiplin sesuai dengan nilai nilai atau norma yang berlaku dalam kehidupannya. Dalam kehidupan inilah, sekolah juga tidak lepas dari adanya norma atau aturan yang berlaku dalam menegakkan kedisiplinan peserta didik. Tata tertib yang berlaku berkaitan erat dengan perilaku disiplin yang masih menjadi permasalahan di sekolah. Tujuan utama tata tertib adalah melatih disiplin dan menanamkan disiplin moral dalam diri individu yang akan membentuk pola perilaku, sehingga tata tertib menjadi sebuah kontrol perilaku agar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun kenyataannya berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dan metode in-depth interviews. Penelitian kualitatif merupakan penelitian penelitian yang menggunakan metode observasi, wawancara, analisis isi, dan metode pengumpulan data. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, Menarik Kesimpulan/Verifikasi. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode triangulasi data pada pengecekan keabsahan data. Kreatifitas pembina kesiswaan yang dilakukan madrasah Aliyah Raudhatul Ulum meliputi: mengadakan workshop, pemberdayaan organisasi pelajar pondok pesantren Raudhatul Ulum, Kegiatan Bina Pribadi Islami, melakukan pendekatan individu, kerjasama dengan tim unit pembina santri, dan melakukan muhasabah. Sedangkan kedisiplinan santri di antaranya meliputi, taat dengan aturan, tanggung jawab dengan tugas dan bersedia menerima hukuman.
Toleransi dalam Perspektif Hadis Ach. Zayyadi; Ismail, M. Syukri
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i2.511

Abstract

Toleransi dalam Islam menjadi kajian yang menarik, ini dilandasi sangat sulitnya menemukan padanan kata Toleransi dalam Al-Qur’an dan Hadis. Perbedaan pemahaman makna toleransi menjadikan landasan pemahaman Pluralisme. Artikel ini untuk mengkaji makna toleransi dalam hadis sebagai sumber kedua agama Islam, dengan menggunakan pendekatan sosial. Artikel ini menemukan bahwa Toleransi dalam Hadis dipadankan dengan kata tasamuh dengan makna atau samahah kata ini pada dasarnya berarti al-jud (Kemuliaan). Atau sa’at sadr (lapang dada) dan tasahul (ramah, suka memaafkan). Agama Islam sendiri merupakan agama yang menjadikan sikap toleransi sebagai bagian yang terpenting, sikap ini lebih banyak teraplikasi dalam wilayah interaksi sosial sebagaimana yang ditunjukkan dari sikap Rasulullah saw. terhadap non-muslim pada zaman beliau masih hidup. Sikap toleransi dalam beragama adalah menghargai keyakinan agama lain dengan tidak bersikap sinkretis yaitu dengan menyamakan keyakinan agama lain dengan keyakinan Islam itu sendiri, menjalankan keyakinan dan ibadah masing-masing. Sikap toleransi juga tidak dapat dipahami secara terpisah dari bingkai syariat, sebab jika terjadi, maka akan menimbulkan kesalahpahaman makna yang berakibat tercampurnya antara yang hak dan yang batil. Ajaran toleransi merupakan suatu yang melekat dalam prinsip-prinsip ajaran Islam sebagaimana terdapat pada iman, islam, dan ihsan.
Pola Pelaksanaan Pembinaan Tahfidzul Qur’an di Madrasah Tahfidzul Qur’an Raudhatul Ulum Sakatiga Indralaya Sumatera Selatan Zulfadli; Kms. Badaruddin; Maryamah
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i2.512

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama baik antara pemerintah maupun masyarakat sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar RI 1945 Pasal 31 ayat (1) yakni memberi hak kepada setiap warga negara Indonesia untuk mendapatkan pengajaran. Pada masyarakat Indonesia sebelum ada dan berkembangnya lembaga khusus (formal dan nonformal) untuk mengajarkan baca tulis Al Qur’an, Madrasah Tahfidzul Qur’an Raudhatul Ulum merupakan salah satu program pembinaan Al-Qur’an yang dilakukan di luar pembelajaran formal sekolah. Tentu saja pembinaan di lembaga pendidikan formal dan nonformal memiliki tantangan yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dan metode in-depth interviews. Penelitian kualitatif merupakan penelitian penelitian yang menggunakan metode observasi, wawancara, analisis isi, dan metode pengumpulan data. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, Menarik Kesimpulan/Verifikasi Pola pembinaan ini sesuai dengan program yang telah ditentukan atau kegiatan yang berjalan sesuai perencanaan, seperti pola pembinan Tahsin, Tahfidz dan Tasmi’ yang dilaksanakan pada kegiatan sehari-hari. Adapun pola pembinaan Tahfidz Qur’an ini didukung dengan Program unggulan yang dirancang sesuai untuk meningkatkan kemampuan menghafal Alqur’an santri dan santriwati Madrasah Tahfidzul Qur’an Lil Aulad Radhatul Ulum baik secara Ruhiyah, Fikriyah dan Jasadiyah. faktor pendukung pola pembinaan tahfidzul qur’an meliputi: niat dan motivasi, Peran Guru atau Musyrif dan Musyrifah, Adanya Target Hafalan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu, Lingkungan yang kondusif, dan kecerdasan. sedangkan faktor penghambat meliputi: kurang motivasi, kesulitan dalam menghafal, lupa terhadap surah yang dihafal, malas dan bosan, bermain, berbuat maksiat, dan padatnya aktifitas.
Optimalisasi Pendidikan Agama Islam Untuk Mendorong Internalisasi Nilai Moderasi di Perguruan Tinggi Umum (Studi pada Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo) Khamim, Siti; Sesmiarni, Zulfani; Siregar, Nuryanti; Dasopang, Helmi Rostiana; Lindra, Afni; Zubir, Rodhiyah
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 10 No. 2 (2023): (Oktober 2023)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v10i2.524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya optimalisasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mendorong internalisasi nilai moderasi di lingkungan perguruan tinggi umum, khususnya di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo. Melibatkan kurikulum, metode pembelajaran, peran dosen, dan kebijakan institusi, penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana sebuah institusi pendidikan tinggi mengintegrasikan nilai-nilai moderasi Islam dalam konteks keberagaman dan kompleksitas masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo telah melakukan langkah-langkah konkret untuk memastikan pemahaman dan penerapan nilai moderasi di antara mahasiswa. Integrasi kurikulum PAI, beragam metode pembelajaran, peran aktif dosen sebagai role model, dan dukungan institusional merupakan komponen kunci dalam upaya tersebut.
Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Sebagai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kota Padangsidimpuan Siregar, Nuryanti; Sesmiarni, Zulfani; Khamim, Siti; Dasopang, Helmi Rostiana
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 1 (2024): (April 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v11i1.543

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum alternatif yang berupaya mengatasi kemunduran pendidikan yang terjadi pada masa pandemic yang memberikan kebebasan merdeka belajar. Salah satu tujuan penerapan kurikulum merdeka ini adalah dengan melaksanakan projek penguatan profil pelajar pancasila. Penelitian ini berupaya menggambarkan penerapan kurikulum merdeka sebagai projek penguatan profil pelajar pancasila dan problematika yang dihadapi guru dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftif. Instrument penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.  Sumber data primernya adalah guru dan kepala sekolah, sedangkan sumber data skundernya adalah siswa, buku-buku yang relevan dan lain-lain. Analisis data yang digunakan adalah dengan mereduksi data, display data dan penarikan kesimpulan Lokasi penelitiannya adalah di SMP N2 Kota Padangsidimpuan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa di sekolah ini telah dilaksanakan kurikulum merdeka sebagai projek penguatan profil pelajar pancasila sejak tahun 2022. Tema yang di usung sesuai dengan tema yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yaintu 6 element yang ada dalam profil pelajar pancasila. Masalah yang dihadapi guru dalam penerapan ini adalah masih kurangnya pemahaman guru tentang konsep kurikulum merdeka dan membuat bahan ajar sesuai dengan yang dinginkan oleh kurikulum merdeka.
Isu-Isu Problematis yang Dihadapi dalam Pembelajaran Rumpun Keagamaan (Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah) Putri, Elza Eka; Kholik, Abdul
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 1 (2024): (April 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v11i1.553

Abstract

Pembelajaran akidah akhlak di Madrasah Aliyah memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan moral siswa. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai isu problematis yang perlu diperhatikan untuk memastikan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  apa saja isu-isu problematis dalam pembelajaran Akidah Akhlak dan apa saja Solusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun Teknik penentuan penelitian ini menggunakan Teknik analisis data, sedangkan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data yang sudah terkumpul di analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu pada problematika dalam pembelajaran akidah akhlak di madrasah Aliyah yang sering terjadi problematika guru, problematika siswa, problematika sarana prasarana. Upaya yang dilakukan sekolah untuk memperbaiki kepribadian siswasiswi dengan melalui upaya guru akidah akhlak, upaya siswa, upaya pihak sekolah serta menerapkan peraturan- peraturan yang ketat, dan mengadakan kegiatan Islami.