cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : 26205807     EISSN : 26207184     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Madrasah merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran Amuntai Kalimantan Selatan yang terbit berkala setiap 6 (enam) bulan sekali dengan scope dan issue yang diangkat terkait dengan pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah secara khusus dan pendidikan anak umumnya. dengan nomor ISSN: 2620-5807, Artikel yang diterima diutamakan penelitian lapangan kuantitatif atau kualitatif. Penelitian literatur akan dipertimbangkan diterima berdasarkan keluasan dan kedalaman kajian. P-ISSN:2620-5807 E-ISSN:2620-7184
Arjuna Subject : -
Articles 711 Documents
Implementasi Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru SD YPPSB 2 Kecamatan Sangatta Utara di Era Kurikulum Merdeka Mulyono, Mulyono; Komariyah, Laili; Mulawarman, Widyatmieke Gede
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 3 (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i3.3751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SD YPPSB 2 Sangata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.  Teknik analisis data yang digunakan dengan model Miles & Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SD YPPSB 2 Sangatta menunjukkan bahwa: 1). Perencanaan dilakukan dengan cara mengadakan rapat kerja yang diadakan di awal tahun pembelajaran dan menyusun program kerja tahunan. 2) pengorganisasian dilakukan dengan menunjuk koordinator dan panitia kerja kegiatan yang akan mejalankan program yang sudah direncanakan, membuatkan surat keputusan pembagian tugas guru 3) pelaksanaan dilakukan dengan meningkatkan kedisiplinan, dengan absensi fingger print, mengadakan kegiatan gathering dan kebersamaan, mengadakan pelatihan IKM, pelatihan google for education, workshop penyusunan bahan ajar, in house training untuk meningkatkan kualitas dan kinerja guru, 4) Evaluasi dilakukan dengan rapat mingguan dan penilaian kinerja guru di akhir tahun pelajaran. Dengan demikian implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah merupakan salah satu cara yang baik untuk meningkatkan kinerja guru di SD YPPSB 2 Sangatta.
Penerapan Metode An-Nashr dalam Pembelajaran Terjemah Al-Quran Siswa Madrasah Ibtidaiyah An-Nashr Wajak Kabupaten Malang Fauzi, Akhmad; Rofiq, Aunur
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 1 (Januari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i1.3080

Abstract

Banyak sekali lembaga pendidikan yang menjadikan al-quran sebagai mata pelajaran pokok yang harus dipelajari bahkan sampai harus menghafal al-quran tersebut. Namun pada saat ini belum banyak berkembang metode pemahaman al-quran untuk orang islam yang notabene non-arab (kaum ajam), banyak dari mereka fasih membaca al-quran, mengetahui hukum tajwid serta makhorijul huruf dan tidak sedikit dari mereka yang sudah hafal seluruh isi dari al-quran. Akan tetapi mereka belum faham apa arti dan maksud dari ayat yang mereka baca dan hafal tersebut. Madrasah Ibtidaiyah An-Nashr merupakan madrasah yang menjadikan metode An-Nashr sebagai pelajaran pokok, metode An-Nashr sendiri merupakan metode terjemah al-quran yang mulai diterapkan pada tahun 2005, dan juga metode ini bisa diterapkan pada tingkat madrasah tsanawiyah maupun tingkat madrasah aliyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pelaksanaan metode An-Nashr siswa Madrasah Ibtidaiyah An-Nashr, (2) hasil belajar kognitif metode An-Nashr pada siswa Madrasah Ibtidaiyah An-Nashr. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisisnya menggunakan teori Miles dan Huberman, dan pengecekan keabsahan datanya menggunakan teknik ketekunan pengamat. Hasil dari penelitian ini adalah (1) pelaksanaan metode An-Nashr dalam pembelajaran terjemah al-quran siswa Madrasah Ibtidaiyah An-Nashr yaitu menggunakan pola 4-3-2-1, dengan penerapan meliputi (a) perencanaan, (b) materi, (c) metode, (d) alat pembelajaran, (e) penilaian, (f) langkah-langkah pembelajaran. (2) hasil belajar kognitif metode An-Nashr siswa Madrasah Ibtidaiyah An-Nashr, nilai rata-rata siswa Madrasah Ibtidaiyah An-Nashr yaitu rata-rata huruf B. Dengan indikator keberhasilan yaitu mampu menerjemah dengan terjemah per-kata dan mampu menerjemah per-ayat juz 30.
Mengatasi Kejenuhan Belajar (Burn Out) Peserta Didik Melalui Strategi Pembelajaran Guru di MI Raudlatut Tholabah Kranding Mojo Kediri Mutafaridho, Isma Husna Laili; Purwowidodo, Agus
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 3 (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i3.3575

Abstract

Kejenuhan belajar merupakan salah satu bentuk kesulitan belajar yang tidak selalu mudah diatasi dan penyebabnya tidak dapat diketahui dengan jelas. Gejala umum yang muncul antara lain keengganan menyelesaikan kegiatan belajar, perasaan malas, lesu, dan kurang semangat. Faktanya, mereka yang terkena dampak masih memiliki keinginan untuk belajar. Kejenuhan belajar biasanya timbul akibat proses pembelajaran yang monoton (tidak berubah) dan berlangsung terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan strategi pembelajaran guru dalam mengasi kejenuhan belajar (Burn Out) peserta didik di MI Raudlatut Tholabah Kranding Mojo Kediri. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah (1) Melakukan pendekatan atau interaksi antara guru dengan peserta didik, yaitu guru memegang peranan penting dalam memahami karakteristik peserta didik melalui pendekatan atau interaksi yang berbeda-beda agar tidak terjadi kejenuhan dalam proses pembelajaran. (2) Menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, yaitu guru kelas MI Raudlatut Tholabah Kranding Mojo Kediri selain menggunakan metode ceramah juga menggunakan metode lain seperti diskusi, tanya jawab, Picture And Picture, Ice Breaking, dan lain sebagainya agar peserta didik tidak bosan dengan materi pelajaran yang diajarkan. (3) Melakukan evaluasi pada tiap akhir pembelajaran, hal tersebut dilakukan di MI Raudlatut Tholabah Kranding Mojo Kediri dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran dan mengetahui langkah selanjutnya yang harus diambil, dengan demikian proses pembelajaran terus ditingkatkan untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Tata Kelola Sarana Serta Prasarana di Lembaga Pendidikan Dasar Adelia, Sisilia Ni Wayan Dina Natasya; Purnamaningsih, Putu Eka
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 2 (April 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i2.3469

Abstract

Pedoman nasional pendidikan ditujukan dalam rangka memastikan kualitas pendidikan nasional dengan tujuan dalam rangka mengembangkan kecerdasan masyarakat serta membuat karakter serta masyarakat yang beradab. Kriteria yang penting dalam rangka disediakan oleh lembaga pendidikan merupakan pedoman sarana serta prasarana. Sarana serta prasarana pendidikan memiliki peran penting sebagai sumber daya yang mendukung tahapan kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan. Studi ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode etnografi dalam rangka menganalisis manajemenatis tatakelola fasilitas dan infrastruktur di lembaga pendidikan dasar. Dalam rangka mewujudkan pedoman yang ditentukan, diperlukan tatakelola yang terstruktur serta terorganisir dengan baik. Tata kelola lembaga pendidikan adalah pelaksanaan prinsip-prinsip tatakelola dalam konteks pendidikan. Pengurusan komponen-komponen lembaga pendidikan, terutama tatakelola sarana serta prasarana, menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan lembaga pendidikan yang bersih, tertata dengan baik, serta menarik. Hal ini berkontribusi pada kondisi yang menyenangkan bagi seluruh anggota lembaga pendidikan, baik guru ataupun siswa. Tahapan tatakelola sarana serta prasarana mencakup langkah-langkah seperti perancangan, penyuplaian, perawatan, daftar barangasi, serta peniadaan.
Penerapan Model Make a Match pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam Kemampuan Membaca Siswa Kelas 1 dan 2 SD/MI Hayati, Fika Husna; Suharto, Abdul Wachid Bambang
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 3 (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i3.3543

Abstract

Anak kelas 1 dan 2 SD/MI dalam kemampuan membacanya belum semuanya bisa, dan cepat merasa bosan dalam pembelajarannya. Penelitian memakai jenis penelitian lapangan dengan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalasis penerapan model make a match pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam kemampuan membaca siswa di kelas 1 dan 2 SD/MI. Data-data yang disajikan bentuknya narasi teks. Sumber data penelitian didapat dengan tiga cara berupa observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan tiga tahapan, sebagai berikut: reduksi data, penyajian data yang didapat, serta menyimpulkan datanya. Hasil dari penelitian ini ialah model make a match mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 dan 2 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, total 20 siswa (15 siswa kelas 1 dan siswa kelas 2) dari 15 siswa kelas 1 yang 13 siswa sudah mampu membaca dan 2 siswa lainnya mengalami keterlambatan belajar karena faktor kemampuan intelegensi, genetik, serta kelurga. Anak-anak juga lebih bersemangat dalam proses pembelajaran, lebih antusias dan aktif. Media yang digunakan berupa bendera huruf vokal, kartu bergambar, dan cup dan kertas bergambar Dan 5 siswa kelas 2 yang belum bisa membaca sebagai kelas pembanding yang tidak menggunakan media make a match dalam belajar membaca. 5 siswa tersebut cukup lamban dalam mengingat bacaan.
Penerapan Etnosains dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas IV di MI As-Sunni Pamekasan Lestari, Leli; Nabila, Nabila
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 2 (April 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i2.3461

Abstract

Derasnya arus globalisasi saat ini telah menurunkan nilai budaya Indonesia di tanah air. Hal ini berujung pada terhapusnya nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal. Untuk meningkatkan kelangsungan budaya dan kearifan lokal, hendaknya siswa menanamkan kecintaan terhadap budaya dan kearifan lokal dengan mengintegrasikan pengetahuan budaya ke dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, perlu adanya materi pendidikan baru yang memadukan budaya dan ilmu pengetahuan atau bisa disebut etnosains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etnosains dalam pembelajaran IPAS di MI As-sunni ini kepala sekolah dan guru merancang dengan cara mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan budaya lokal yang ada di sekitar sekolah. Setiap guru sebelum melakukan pembelajaran biasanya membuat perencanaan dengan cara mempelajari materi dan membuat modul ajar terlebih dahulu. Kemudian guru mengimplementasikan penerapan etnosains ini dengan mengajak siswa untuk mengaitkan budaya lokal (sholawat banjari) yang ada dengan materi IPAS. respon dan persepsi dalam pembelajaran ini siswa lebih antusias dan bersemangat dalam proses pembelajaran, siswa lebih aktif berpartisipasi dan mampu memberikan contoh dari budaya dan tradisi mereka sendiri terkait dengan materi yang mereka pelajari. Penerapan etnosains telah meningkatkan apresiasi siswa terhadap kekayaan budaya lokal di sekitarnya, siswa dapat menghargai keunikan budaya lokal, sehingga mereka lebih peduli dalam melestarikan budaya yang ada dan dapat menghargai budaya lokalnya sendiri dengan cara mempelajarinya, agar budaya lokal yang ada tidak hilang dan juga siswa dapat berinteraksi dengan teman-teman sebaya untuk membangun hubungan sosial yang kuat.
Transformasi Pendidikan Dasar Melalui Integrasi Ilmu Pendidikan dan Prinsip-Prinsip Islam: Membentuk Generasi Unggul dan Berakhlak Mulia Prasetyo, Arif; Shaleh, Shaleh; Ibrahim, Ibrahim
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 1 (Januari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i1.2840

Abstract

Transformasi pendidikan dasar melalui integrasi ilmu pendidikan dan prinsip-prinsip Islam dengan tujuan membentuk generasi unggul dan berakhlak mulia. Dalam konteks pendidikan dasar, integrasi ilmu pendidikan dengan prinsip-prinsip Islam memiliki potensi untuk mengembangkan pendekatan holistik yang mencakup aspek akademik, moral, spiritual, dan sosial dalam proses pembelajaran. Melalui pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip Islam dan penerapannya dalam kurikulum dan pengajaran, artikel ini mengemukakan bahwa integrasi ini dapat memperkuat pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam menerapkan transformasi ini seperti keterbatasan sumber daya, kurikulum tertentu, kesulitan mencari guru ahli integrasi ilmu pendidikan dengan prinsip-prinsip Islam serta perbedaan pemahaman agama antara satu daerah dengan daerah yang lainnya. Oleh karena itu, maka diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas pelatihan guru agar mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam dalam pembelajaran dan menangani tantangan-tantangan tersebut agar transformasi pendidikan dasar sesuai dengan konsep integrasi ilmu pendidikan dan prinsip-prinsip islam lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan nanti.
Peran Orang Tua dalam Memberikan Bimbingan Thaharah pada Anak di Desa Kabang Mardhatillah, Annisa Fadila
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 3 (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i3.3768

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam memberikan bimbingan thaharah kepada anak. Tuntunan tersebut meliputi thaharah sugra dengan wudu, thaharah kubra dengan mandi, dan tayamum. Penelitian ini termasuk penelitian deskripsi kualitatif dengan menggunakan metode penelitian lapangan (field research). Tempat penelitian terletak di Desa Kabang, Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan empat warga Desa Kabang beserta keturunannya menjadi subjek penulisan. Adapun metode pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang cermat. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa tanggung jawab utama orang tua di Desa Kabang adalah memastikan anak-anaknya mendapatkan pendidikan thaharah yang berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian orang tua telah memberikan bimbingan kepada anak-anak mereka berdasarkan thaharah, ada pula yang mempercayakan pendidikan thaharah untuk menyekolahkan anak-anak mereka di lingkungan pendidikan formal dan informal. Lingkungan masyarakat, keterlibatan orang tua, dan latar belakang pendidikan semuanya berdampak pada peran orang tua dalam memberikan bimbingan thaharah.
Peningkatan Sikap Kerja Sama dan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Salsabila, Adinda Azhri; Minsih, Minsih
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 3 (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i3.3568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan sikap kerja sama dan hasil belajar matematika siswa kelas II C menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah Kelas II C SDN Sondakan No. 11 Surakarta sebanyak 28 siswa yang terdiri dari 13 laki-laki dan 15 perempuan. Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini meliputi: 1) Observasi, 2) Catatan lapangan, 3) Wawancara, 4) Dokumentasi, 5) Metode tes.  Hasil dari penelitian diperoleh bahwa dengan pengaplikasian model pembelajaran Team Games Tournament atau metode permainan dapat memberi peningkatan pada kerja sama siswa dan hasil belajar matematika pada siswa. Persentase rata-rata kemampuan kerja sama siswa pada sebelum tindakan 34,5%, siklus I 41,6%, dan siklus II 48,7%. Peningkatan rata-rata nilai matematika siswa yaitu 70,0 pada sebelum tindakan, 73,5 pada siklus I, dan 77,1 pada siklus II.
Desain Instruksional Tahfidzul Quran Berbasis Karakter di Sekolah Prabowo, Fadillah; Budianto, Budianto
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 2 (April 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i2.3455

Abstract

Manusia diciptakan sebagai kholifah dibumi ini, namun kerusakan terjadi dimana-mana yang melibatkan para pelajar di dalamnya mulai dari maraknya peredaran narkoba, seks bebas, merebaknya video porno, tawuran dan kenakalan-kenakalan khas remaja lainnya. Maka tugas setiap orang dewasa khususnya guru dalam hal ini untuk membenahi dan meluruskan perilaku-perilaku yang menyimpang. Maka sebagai guru tahfidzul Quran yang memiliki peranan penting dalam mengajarkan kalamullah sebagai salah satu dari pada pedoman umat Islam untuk menginternalisasi karakter-karakter yang baik dalam Al Quran dalam diri peserta didik. Salah satu langkah kongkretnya dengan mendesain pembelajaran tahfidzul Quran berbasis karakter. Dalam mendesain dan mengembangkan pembelajaran tahfidzul Quran berbasis  karakter  dapat  menggunakan  desain  model  ADDIE.  Model ini adalah  desain dengan tahapan-tahapan yang berisi Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Analisis merupakan kegiatan mencari tahu kebutuhan peserta didik  dan lembaga sekolah terkait keterampilan dan karakter apa saja yang dibutuhkan.  Design yaitu merancang dengan mengidentifikasi sub-sub kemampuan yang perlu  dimiliki  peserta  didik  agar  dapat  menguasai  kompetensi  yang  diinginkan. Development  yaitu  pengembangan  bahan  ajar tahfidzul Quran berbasis  karakter yang bisa diadaptasi agar dapat digunakan dalam  menyampaikan isi dari tujuan yang ditetapkan.  Implementation adalah penerapan desain yang dikembangkan untuk mengetahui efektifitas  pembelajaran tahfidzul Quran.