cover
Contact Name
Ratna Puji Priyanti
Contact Email
jikep.stikespemkab@gmail.com
Phone
+6281232900100
Journal Mail Official
jikep.stikespemkab@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STIKES Pemkab Jombang Jl. Dr. Soetomo No. 75-77 Jombang Jawa Timur, Indonesia 61418 Telp./Fax. 0321-870214
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774391     EISSN : 25283022     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientifics Journal of Nursing) is a place of publication for researchers in the field of nursing and health care. Jurnal Ilmiah Keperwatan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Keperawatan published by STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the nursing care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions. Jurnal Ilmiah Keperawatan offer benefits for the author : Highly recomended peer-review journal in nursing field Offer the plagiarsm check include in all in publications fee Good quality journal with low pubication fee Indexed in all major database
Articles 573 Documents
PENGARUH TERAPI HIDROSONI (HIDROTERAPI DAN BENSON ISLAMI) TERHADAP TINGKAT NYERI KEPALA DAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA KENDUNG BOJONEGORO: Effect of Hydrosony Therapy (Hydrotherapy and Benson Islamic) on The Level of Headache and Blood Pressure in Patients with Hypertension at Kendung Village Bojonegoro Afriasih, Lya; Faridah, Virgianti Nur; Pramestirini, Rizky Asta
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2114

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang cukup berbahaya yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan menimbulkan gejala seperti nyeri kepala. Penatalaksanaannya dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi yaitu kombinasi terapi HIDROSONI. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi HIDROSONI terhadap tingkat nyeri kepala dan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan one group pre-posttest design, sampel sebanyak 37 penderita didapatkan dengan teknik consecutive sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar observasi skala nyeri numeric rating scale (NRS) dan pengukuran tekanan darah menggunankan sphygmomanometer digital. Analisis data meggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil: Hasil penelitian sebelum diberikan terapi HIDROSONI menunjukkan tingkat nyeri kepala penderita hipertensi rata-rata 3,73 dan setelah dilakukan terapi HIDROSONI menjadi 0,65. Sedangkan pada tekanan darah sebelum diberikan terapi HIDROSONI nilai rata-rata sistolik 149,35 mmHg dan diastolik 95,81 mmHg, kemudian setelah diberikan terapi HIDROSONI nilai rata-rata sistolik 127,84 mmHg dan diastolik 82,57 mmHg. Dan uji wilcoxon signed rank test diperoleh nilai signifikan p=0,000 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh terapi HIDROSONI terhadap tingkat nyeri kepala dan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kesimpulan: Pada terapi HIDROSONI terjadi perpindahan panas yang terjadi dari air ke kaki sehingga melancarkan peredaran darah dan membuat rileks penderitanya.
PENGARUH PSIKOEDUKASI BERBASIS NEURO LINGUISTIC PROGRAMMING TERHADAP TINGKAT ADIKSI GAWAI PADA ANAK: The Effect of Neuro-Linguistic Programming Based Psychoeducation on the Children's Device Addiction Level Wicaksono, Phandhu
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2186

Abstract

Latar Belakang : Pada tahun 2019, rata-rata waktu penggunaan internet melalui gawai di Indonesia mencapai 8 jam/hari. Hasil studi pendahuluan tanggal 04 September 2021 terhadap siswa Kelas VI di SDN Pandian 1 Sumenep yang menggunakan smartphone, didapatkan 62,5% siswa memiliki rerata penggunaan smartphone >7 jam/hari untuk mengakses media sosial dan bermain gim. Angka tersebut melampaui rerata global yang hanya menghabiskan waktu 6 jam 43 menit per harinya. Intervensi untuk merubah perilaku adiksi harus dimulai sejak awal dan dapat diwujudkan melalui Neuro-linguistic Programming (NLP). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi berbasis NLP terhadap tingkat adiksi gawai pada anak. Metode: quasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-post-test dan melibatkan 32 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil: Setelah diberikan psikoedukasi sebanyak 3 kali pertemuan dengan durasi masing-masing 20 menit, nilai screen time pada aplikasi “Stayfree-Kesehatan Digital” yang sudah diunduh sebelumnya oleh responden menunjukkan penurunan dari yang sebelumnya 7,20 jam/hari menjadi 6,43 jam/hari. Nilai kuesioner SAS-SV juga menunjukkan penuruan tingkat adiksi sebesar 87.5% dari yang sebelumnya berat menjadi ringan. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan penghasilan orang tua terhadap tingkat adiksi gawai pada anak dengan nilai Sig. (2-tailed) masing-masing sebesar 0,688 dan 0,323. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig.(2-tailed) dalam uji Paired Sample t-Test sebesar 0,001. Kesimpulan: psikoedukasi berbasis Neuro Linguistic Programming dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat adiksi gawai pada anak. Diharapkan siswa dengan dampingan orang tua dapat lebih mengembangkan potensi dalam diri guna mengurangi penggunaan gawai yang berpotensi menyebabkan adiksi dan permasalahan kesehatan lainnya
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK INTERPROFESIONAL EDUCATION (IPE) DI PERGURUAN TINGGI KESEHATAN SEBAGAI STRATEGI PENCAPAIAN INTERPROFESIONAL COLLABORATION (IPC) : LITERATURE REVIEW: Factors Influencing Interprofessional Education (IPE) Practices in Health College as a Strategy for Achieving Interprofessional Collaboration (IPC): Literature Review Lestari, Astuti; Fitriana, Erlis Eka; Vianny, Afrida; Tinungki, Yeanneke Liesbeth; Suriadi, Suriadi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2187

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan penuaan populasi pasien dan peningkatan prevalensi penyakit kronis menjadi tantangan layanan kesehatan lebih kompleks untuk diatasi. Para profesional kesehatan perlu strategi menerapkan praktik Interprofesional  Colaboration berjalan efektif demi tercapainya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang dipersiapkan sejak menjadi siswa profesional kesehatan melalui praktik Interprofesional Education (IPE). Praktik IPE di Perguruan tinggi kesehatan tidak mudah diaplikasikan dan banyak tantangan yang dihadapi sebagai penyelenggara praktik IPE. Tujuan: dari review ini adalah untuk mengetahui praktik IPE di perguruan tinggi kesehatan sebagai strategi untuk mencapai praktik IPC di layanan untuk menguji faktor yang mempengaruhi praktik IPE, menginformasikan strategi mengantisipasi faktor yang mempengaruhi sehingga perguruan tinggi kesehatan dapat merencanakan dari level administrasi dan manajemen. Metode: penelitian ini adalah literature review. Faktor yang memengaruhi praktik IPE di perguruan tinggi kesehatan sebagai strategi untuk mencapai praktik IPC yang efektif  diantaranya: penyampaian, hambatan, strategi implementasi, persepsi siswa, perencanaan, pengaturan klinis, pengalaman siswa, sikap anggota fakultas, perilaku dan kesiapan. Hasil: Penelitian ini memberikan penjelasan dan menemukan sepuluh faktor yang menjadi landasan bagi pihak akademisi dalam mewujudkan praktik IPC yang efektif yaitu penyampaian, hambatan, strategi implementasi, persepsi siswa, perencanaan, pengaturan klinis, pengalaman siswa, sikap anggota fakultas, hasil perilaku dan kesiapan yang dapat mempengaruhi praktik Interprofessional Education (IPE) di perguruan tinggi kesehatan sebagai strategi pencapaian Interprofessional Collaboration (IPC).
PENGARUH PARENTING CLASS KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI KECAMATAN NGIMBANG KABUPATEN LAMONGAN: The Influence of Parenting Health Reproduction Class on the Level of Knowledge of Parents in Preventing Early Marriage in Ngimbang District, Lamongan District Ekawati, Heny; Gumelar, Wahyu Retno; Kholifah, Silvia Nur; Octavia, Miftahul Rizka
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2189

Abstract

Pendahuluan: Pernikahan dini tetap menjadi masalah serius terkait kesehatan reproduksi, kehamilan maupun persalinan di negara-negara dengan tingkat pendapatan rendah dan menengah. Indonesia termasuk bagian dari negara yang memiliki presentase pernikahan dini didunia peringkat ke 37. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh parenting class kesehatan terhadap tingkat pengetahuan orang tua dalam pencegahan pernikahan dini di kecamatan Ngimbang Lamongan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini adalah semua orang tua di Desa Cerme didapatkan sampel sebanyak 35 orang tua, menggunakan teknik Total Sampling. Instrumen dalam penelitian ini diambil menggunakan kuesioner pernikahan dini berisi kan 30 pertanyaan tertutup yang sudah di Uji Validitas dan Reliabilitas. Data yang dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat kemaknaan p <0,05. Hasil: sebelum diberi perlakuan dari 35 orang tua hampir sebagian memiliki pengetahuan yang cukup (51,4%). Setelah diberikan perlakuan sebagian besar (60.0%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Berdasarkan hasil diatas didapatkan nilai signifikasi p sign = 0,000. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pengetahuan orang tua tentang pernikahan dini sesudah diberikan parenting class kesehatan. Kesimpulan: Parenting class dapat meningkatkan pengetahuan orang tua karena dalam kegiatan ini orang tua dapat mengutarakan pendapat dan berdiskusi antar orang tua. Diharapkan Parenting Class kesehatan ini dapat dimanfaatkan sebagai upaya pencegahan terjadinya pernikahan dini dan upaya peningkatan pengetahuan tentang pernikahan dini
HUBUNGAN GAYA HIDUP HEDONIS DENGAN TINGKAT STRESS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) FAKULTAS SAINS, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMONGAN: The Relationship of Hedonic Lifestyle with Stress Levels for Primary School Teacher Education Students (PGSD) Faculty of Science, Technology and Education University Muhammadiyah Lamongan Yuda, Ahmad Riski Darma; Wulandari, Fitri; Parwati, Fadia Eka; Saifudin, Mohammad; Sholikhah, Siti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2214

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tingkat awal mengalami proses penyesuaian diri dijenjang perkuliahan, baik dari segi mental, emosional dan lingkungan. Lingkungan yang berlebihan dapat menyebabkan mahasiswa mudah untuk melakukan berbuatan gaya hidup hedonis sehingga dapat berdampak atau mengakibatkan stress. Situasi stres dapat disebabkan oleh frustrasi, konflik, tekanan, atau krisis. Tingkat keparahan stress sangat tergantung pada penilaian individu terhadap stress yang dialami individu. Setiap individu yang mengalami suatu pola stres yang berkepanjangan dituntut untuk berusaha mengatasi sendiri. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan gaya hidup hedonis dengan tingkat stress pada mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar semestrer dua. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sampel sebanyak 92 mahasiswa dengan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu kuesioner DASS dan gaya hidup hedonis, analisa data menggunakan uji spearmen rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki gaya hidup hedonis sedang (72,8%) dan sebagian besar memiliki tingkat stress sedang (67,4%). Berdasarkan hasil uji spearman rho didapatkan hasil p=0,000 dan nilai rs=0,667 artinya ada hubungan gaya hidup hedonis dengan tingkat stress pada mahasiswa. Kesimpulan: diharapkan kepada orang tua untuk selalu mengawasi dan memgontrol anaknya untuk lebih memperhatikan dampak dari gaya hidup hedonis dan tingkat stress pada mahasiswa
PENERAPAN MANAJEMEN KECEMASAN DENGAN MUROTTAL AL-QUR’AN DAN MUSIK KLASIK INSTRUMENTAL PADA PASIEN TERINTUBASI: CASE REPORT: Implementation Of Anxiety Management By Playing Murottal Al-Qur’an And Instrumental Classic Music In Intubated Patients: Case Report Luthfiyyah, Qoori Salmaa; Nurhakim, Furkon; Somantri, Irman
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2215

Abstract

Pendahuluan: Pasien di ICU mengalami beberapa gejala selama dirawat, salah satunya adalah tanda dan gejala kegelisahan, seperti peningkatan tekanan darah dan detak jantung, sulit tidur, serta tanda-tanda rasa tidak nyaman atau khawatir adalah beberapa gejala yang mungkin terlihat. Beberapa Upaya dilakukan untuk mengatas  kecemasan pada pasien ICU salah satunya dengan pemberian terapi relaksasi audio dengan murottal Al-Qur’an dan Musik klasik Instrumental. Pelaksanaan terapi tentunya tak lepas dari peran perawat dalam melakukan manajemen intervensi untuk mengatasi kecemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen kecemasan dengan murottal Al-Qur'an dan musik klasik instrumental pada pasien terintubasi di ruang GICU A RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metode: penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi dan wawancara dan dianalisis dengan problem based analysis 3M. Hasil: Penelitian menunjukan belum optimalnya aspek metode dan material dari intervensi yang dilakukan untuk mengatasi kecemasan. Pada pasien terjadi penurunan skala CPOT menjadi 4 dari 8 dan penurunan skor RASS menjadi +1 (Restless) setelah intervensi diberikan. Kesimpulan: Penerapan manajemen kecemasan dengan terapi audio efektif menurunkan kecemasan pada pasien ICU namun penerapannya belum optimal karena pemanfaatan sarana speaker di beberapa kamar pasien yang dapat digunakan untuk sarana pemutaran murottal Al-Qur'an dan musik klasik instrumental belum maksimal.
KECERDASAN EMOSIONAL DAN TINGKAT KEAKTIFAN DALAM BERORGANISASI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER: The Relationship between Emotional Intelligence and the Level of Activeness in Organizations among Students at the Faculty of Nursing, University of Jember Indah, Agnes Rosalia; Purwandari, Retno; Nur, Kholid Rosyidi Muhammad
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2216

Abstract

Pendahuluan: Fakultas telah menyediakan organisasi untuk melatih kolaborasi melalui kegiatan yang terorganisir. Namun masih terdapat siswa yang tidak aktif dalam organisasi. Faktor pendorong seseorang aktif dalam berorganisasi selain minat dan bakat salah satunya adalah intelegensi baik akal maupun emosi. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya kecerdasan emosinal 58 % menunjukkan rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan tingkat keaktifan berorganisasi pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Metode: Desain penelitian adalah observasional analisis dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 347 dengan sampel 186 mahasiswa.  Teknik sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kecerdasan emosional dan kuesioner keaktifan dalam berorganisasi. Teknik analisis data menggunakan Spearman Rank, dengan nilai alpha 0,05. Hasil: Penelitian ini menunjukan hasil kecerdasan emosional mahasiswa keperawatan dalam kategori sedang (71,0%) dan tingkat keaktifan dalam berorganisasi dalam kategori sedang (68,8%). Hasil uji korelasi menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan tingkat keaktifan dalam berorganisasi pada mahasiswa keperawatan (P-value = 0,000; r = 0,374) yang berarti semakin tinggi kecerdasan emosional mahasiswa maka semakin tinggi tingkat keaktifannya dalam berorganisasi. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan mayoritas mahasiswa keperawatan Universitas Jember memiliki kecerdasan emosional dan tingkat keaktifan dalam berorganisasi dalam kategori sedang. Kecerdasan emosional tidak hanya bermanfaat bagi organisasi kemahasiswaan saja, namun juga menjadi satu hal yang penting bagi mereka untuk menjadi perawat profesional yang memiliki sikap peduli dan kerjasama tim yang baik. Penelitian ini memberikan informasi bagi perguruan tinggi dan mahasiswa keperawatan agar dapat meningkatkan kemampuan kecerdasan emosional yang dapat berguna dalam peningkatan keaktifan berorganisasi
PENGARUH METODE EDUKASI DAN SIMULASI BALUT BIDAI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SKILL SISWA UPT SMK NEGERI 6 TAKALAR: The Influence of Education and Simulation Methods of Splint Dressing on The Level of Knowledge and Skill of Students of UPT SMK Negeri 6 Takalar Kamriana; Dewiyanti; Suardi; Oktaviana, Dina; Arafah, Salmah; Ernawati; Alwi; Nurmawati, Sitti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2218

Abstract

Pendahuluan: Tahap perkembangan remaja awal, yang merupakan usia anak sekolah menengah pertama, memiliki kecenderungan untuk melakukan aktivitas psikomotrik  seperti mengendarai sepeda motor, bermain sepeda dan melakukan olahraga. Hal ini menimbulkan hal yang beresiko, seperti kecelakaan dan jatuh pada remaja yang dapat mengakibatkan berbagai macam cedera. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, menunjukkan bahwa cedera pada anak remaja merupakan angka tertinggi No.2 berdasarkan usia di Indonesia, yaitu sebesar 12,1% dan angka cedera tertinggi (13%) terjadi pada usia sekolah. Tujuan: Fokus Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana simulasi balut bidai dan pendidikan berdampak pada informasi dan kemampuan siswa UPT SMK Negeri 6 Takalar. Metode: Penelitian kuantitatif dilakukan dengan metode experimental. Setiap kelompok memiliki 38 responden sebelum dan setelah tes. Untuk mengetahui apakah penyuluhan dan simulasi balut bidai memiliki pengaruh terhadap pengetahuan dan kemampuan siswa UPT SMK Negeri 6 Takalar, analisis data dilakukan menggunakan uji statistic Wilcoxon. Hasil: Dibuktikan bahwa nilai p-value adalah 0,000 adalah lebih luas dari ? 0,05. Analisis hubungan analisa ini menghasilkan distribusi dan frekuensi dari setiap variabel yang telah diteliti dengan menggunakan uji Wilcoxon Kesimpulan: Besarnya pengetahuan dan keterampilan dipengaruhi oleh teknik edukasi dan simulasi pemasangan belat. tingkat pengetahuan dan keterampilan siswa UPT SMK Negeri 6 Takalar.
HUBUNGAN ANTARA LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD. GENTENG: Analysis of Factors Related to Anxiety Events in Hemodialisis Patients at Genteng Hospital Prabowo, Eko; Kurniasari, Yulia Dwi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2219

Abstract

Pendahuluan: Hemodialisis merupakan salah satu pengobatan pengganti utama untuk penyakit ginjal stadium akhir atau yang dikenal dengan End Stage Renal Disease (ESRD). Kondisi inilah yang mampu memicu munculnya kecemasan. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kecemasan pada pasien hemodialisa diantaranya adalah usia, jenis kelamin, pendidikan dan lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecemasan pada pasien yang menjalani terapi hemodialisis di RSUD. Genteng. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hemodialisa di RSUD. Genteng, rata-rata setiap bulanya sebanyak 33 orang. Tehnik sampling mempergunakan purposive sampling. Alat untuk proses pengumpulan data kuesioner, selanjutnya dianalisa dengan uji statistik Che Square dengan ? < 0.05. Hasil: Berdasarkan uji statistic dengan uji che square dengan bantuan SPSS diketahui bahwa tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin dan pendidikan dengan Tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis di RSUD Genteng dengan p value > 0.05. Dan Ada hubungan antara lama hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis di RSUD. Genteng dengan p value 0.001 Discus: Perlu adanya pendekatan dan edukasi kepada pasien hemodialisa dan keluarga dalam informasi mengenai prognosa dan proses penyakit untuk membantu menurunkan kecemasan pasien
AKURASI QSOFA SCORE SEBAGAI PREDIKTOR AWAL MORTALITAS PADA PASIEN STROKE: The Accuracy of Qsofa Score as An Early Predictor of Mortality in Stroke Patients Wiyono, Dwi; Wijayanti, Ida; Kumara, Ryan Aditya
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2221

Abstract

Pendahuluan: Tingginya angka mortalitas akibat sepsis pada pasien stroke kian hari kian meningkat. Perlunya sebuah alat pendeteksi kemungkinan terjadinya sepsis tentunya akan sangat membantu di tatanan klinis. Tujuan penelitian ini adalah menguji secara diagnostic untuk melihat akurasi, sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif dan nilai duga negative dari qSOFA score dalam memprediksi mortalitas secara dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain cross sectional dengan pendekatan uji diagnostic yang dilakukan terhadap pasien stroke yang dirawat diruang intensif RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dalam kurun waktu bulan Desember 2023 hingga Februari 2024. Jumlah sampel yang dilibatkan sebanyak 120 orang pasien yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Hasil dari analisis diagnostic alat qSOFA score diperoleh nilai AUCROC sebesar 0.839 (IK 95%; 0.698 – 0.980) dan nilai cut off point 2 dengan nilai akurasi sebesar 80.00%, nilai sensitivitas sebesar 83.09%, nilai spesifisitas sebesar 75.51%, nilai duga positif sebesar 83.09% dan nilai duga negative sebesar 75.51%. Diskusi: semakin tinggi nilai sensitivitas sebuah alat qSOFA score akan meningkatkan akurasi alat tersebut dalam melakukan fungsinya yaitu dalam mendeteksi kemungkinan adanya sepsis pada pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah qSOFA score dapat menjadi sebuah alat dalam mendeteksi dan memprediksi mortalitas secara awal pada pasien stroke di ruang Intensif. Ketepatan dan kecepatan prediksi sepsis akan dapat mengurangi resiko terjadinya mortalitas dan mengoptimalkan perawatan serta pengobatan terhadap pasien.