Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Indikta Journal publish scientific articles in the field of mathematics education. Papers accepted can be a disseminate research result, theoretical studies, and mathematics learning. The article submitted has not been approved and has not been accepted for publication in another journal.
Articles
215 Documents
Pengembangan Modul Berbasis PjBL untuk Mendukung Kemampuan Numerasi pada Materi Bangun Ruang
Suhartini, Tati;
Khaerunnisa, Etika
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.17661
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan efektivitas modul berbasis Project Based Learning (PjBL) dalam mendukung kemampuan numerasi pada materi bangun ruang. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, melibatkan 33 siswa kelas IX SMPN 5 Kota Serang. Instrumen pengumpulan data mencakup wawancara, angket, dan tes. Hasil analisis menunjukkan bahwa modul dinyatakan sangat valid dengan penilaian ahli materi sebesar 100%, ahli media 84% dan 85%, serta ahli pendidikan 94% dan 80%. Uji coba modul dilaksanakan selama dua pertemuan, dengan aktivitas membuat proyek bangun ruang (prisma dan limas) serta mengerjakan latihan dan tes formatif. Pada tahap evaluasi, dilakukan revisi akhir terhadap modul. Penilaian kepraktisan menunjukkan skor rata-rata 83%, yang berarti sangat praktis. Sementara itu, efektivitas modul dinilai dari hasil tes formatif siswa, dengan rata-rata capaian sebesar 73%, sehingga dianggap cukup efektif dalam mendukung kemampuan numerasi siswa pada materi bangun ruang prisma dan limas.
Learning Trajectory Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Jumping Task at Senior High School: Praktik Lesson Study
Fauziyah, Nur;
Nisa, Aulia Khoirun;
Anam, Ainul
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.17688
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan learning trajectory pada pembelajaran berbasis masalah dengan strategi pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan kemampuan dengan penguatan jumping task. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Gresik yang melibatkan 28 subjek kelas XI-7 dengan menggunakan design research dari Gravemeijer dan Cobb melalui 3 tahapan dengan level pemodelan situasional, referential, dan formal. Tiga tahapan tersebut yaitu (1) preparing for the experiment yang mencakup penyusunan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dengan menggunakan kemampuan awal. Siswa dibagi dalam dua kelompok yaitu berkemampuan cakap belum bisa menyelesaikan materi prasyarat dan berkemampuan mahir mampu menguasai materi prasyarat; (2) design experiment yang mencakup pelaksanaan pembelajaran berdasarkan HLT yang telah dirancang. Siswa dengan kemampuan cakap sudah mampu memahami materi prasyarat dan konsep fungsi komposisi sedangkan kemampuan mahir sudah memahami materi prasyarat, konsep fungsi komposisi, dan soal jumping task komposisi fungsi; dan (3) retrospective analysis, yaitu membandingkan HLT dengan pembelajaran yang dilaksanakan. Hasil penelitian didapatkan bahwa Actual Learning Trajectory (ALT) siswa memiliki empat level pemodelan, yaitu: level situational, level referential, dan level formal. Penelitian ini tidak ada level general. Pada level situasional diberikan permasalahan kontekstual yang menjadi pijakan awal untuk berkolaborasi dan berkomunikasi pada konsep matematis. Level referential menggiring siswa melakukan representasi masalah nyata ke konsep matematika yang sebenarnya. Level formal menggiring siswa menyelesaikan model matematika yang sudah dibuat.
Pengembangan E-LKPD Berbasis Aktivitas Numerasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis
Rachman, Faishal;
Nindiasari, Hepsi;
Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.17698
Produk Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) berbasis aktivitas numerasi yang dikembangkan dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 6 Kota Serang. Instrumen penelitian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Uji validitas dilakukan oleh tiga orang pakar materi dan dua orang pakar media, sedangkan uji kepraktisan dilakukan oleh guru dan siswa selaku pengguna E-LKPD. Untuk menganalisis disposisi kemampuan berpikir reflektif matematis, digunakan instrumen berupa angket disposisi. Uji efektivitas bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa melalui perhitungan n-gain, yang diperoleh dari perbandingan nilai sebelum dan sesudah siswa mengerjakan E-LKPD. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa produk dinilai valid dengan persentase sebesar 76% oleh pakar materi dan 84% oleh pakar media. Uji kepraktisan menghasilkan rata-rata persentase sebesar 80%, yang termasuk dalam kategori praktis. Analisis disposisi kemampuan berpikir reflektif matematis menunjukkan persentase sebesar 71%, yang termasuk dalam kategori baik. Sementara itu, uji efektivitas menggunakan n-gain menghasilkan skor 0.57 atau setara dengan 57%, yang berada dalam kategori cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis peserta didik SMA.
Kemampuan Literasi Numerasi Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Tipe Kepribadian David Keirsey
Zarkasih, Tedi;
Meilasari, Venty
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.17766
Kemampuan literasi numerasi memiliki peran penting bagi siswa untuk menguasainya. Berdasarkan perolehan PISA 2022 menunjukan bahwa di Indonesia rata-rata skor matematika siswa mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2018 yaitu dari 379 menjadi 366. Penurunan tersebut, mengindikasikan bahwa indikator kemampuan literasi numerasi belum terpenuhi secara maksimal. Salah satu cara mengukur kemampuan literasi numerasi dapat menggunakan soal berbasis pemecahan masalah matematika. Hal ini menunjukan bahwa perlu adanya kajian mendalam tentang kemampuan literasi numerasi dalam pemecahan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan mengambarkan kemampuan literasi numerasi siswa dalam memecahkan masalah matematika yang dilihat berdasarkan tipe kepribadian menurut David Keirsey. Penentuan subjek penelitian dengan menyebarkan angket penggolongan tipe kepribadian David Keirsey kepada siswa kelas X.9 SMA Negeri 2 Kotabumi. Pemberian soal tes kemampuan literasi numerasi dan wawancara kepada subjek yang terpilih. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek dengan tipe kepribadian rational dapat memenuhi seluruh indikator kemampuan literasi numerasi, sedangkan subjek dengan tipe kepribadian guardian, artisan, dan idealist hanya dapat memenuhi dua indikator kemampuan literasi numerasi. Penelitian ini dapat menjadi refleksi bagi guru dan siswa di dalam pembelajaran serta menjadi referensi bagi peneliti berikutnya.
Systematic Literature Review: Does Realistic Mathematics Education Approach Enhance Mathematical Literacy?
Paradesa, Retni;
Zulkardi, Zulkardi;
Putri, Ratu Ilma Indra;
Darmawijoyo, Darmawijoyo
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.18151
Realistics Mathematics Education (RME) is an instructional approach that emphasizes the use of real-world problems and situations in mathematics teaching. This method is believed to significantly enhance students' mathematical literacy, which is crucial for their academic and everyday problem-solving skills. This systematic literature review aims to investigate the impact of RME on students' mathematical literacy by synthesizing existing research findings. A systematic review design was employed, focusing on studies that explore the relationship between RME and mathematical literacy. The Scopus database was utilized for bibliometric analysis, with the search term "mathematical literacy" restricted to article titles. Data extracted included author names, citation counts, titles, publication years, sources, publishers, and document types. The analysis revealed approximately total of 200 publications related to mathematical literacy were found with a total of 10,817 citations, resulting in an average of 54.1 citations per article, indicating a substantial body of research on this topic. Notable trends included the integration of computer-mediated learning and various pedagogical models. The findings suggest that RME is an effective pedagogical approach that promotes students' mathematical literacy through authentic and contextualized learning experiences. This review highlights the necessity of developing educational materials and teaching strategies that prioritize mathematical literacy, thereby enhancing students' proficiency in mathematics and preparing them for real-world applications.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Hubungan Antar Sudut pada Dua Garis Sejajar
Suteja, Maura Caesarani;
Sukoriyanto;
Kusumasari, Vita
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.18241
Dalam menyelesaikan soal matematika, siswa sering kali terlibat dalam kesalahan yang beragam, mencakup kesalahan fakta, kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan operasi. Studi kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal hubungan antar sudut pada dua garis sejajar berdasarkan objek dasar matematika. Penelitian ini melibatkan 26 siswa dan menjadikan 3 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa kesalahan konsep dan prinsip merupakan kesalahan yang paling sering dijumpai ketika siswa menyelesaikan soal hubungan antar sudut pada dua garis sejajar, dan selanjutnya diikuti dengan kesalahan fakta dan operasi. Menindaklanjuti temuan pada penelitian ini, maka penting bagi guru untuk mengambil pendekatan yang membangun, mendukung, dan membimbing agar guru dapat membantu siswa dalam mengatasi kesalahan dengan efektif dan memperkuat pemahaman mereka.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas VIII pada Problem-Based Learning Ditinjau dari Kemandirian Belajar
Haranti, Meutia Rahmi;
Sari, Novita;
Sukmaningthias, Novika
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.18389
Hal yang melatarbelakangi penelitian ini ialah rendahnya kemampuan representasi matematis siswa dimana kemampuan tersebut dipengaruhi oleh tingkat kemandirian belajar. Upaya yang dapat dilakukan guna mengatasi hal tersebut salah satunya ialah problem-based learning (PBL). Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan deskripsi mengenai kemampuan representasi matematis siswa kelas VIII yang ditinjau dari kemandirian belajar setelah dilakukannya model PBL. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Angket, tes, dan wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan. Angket dipakai untuk melihat tingkat kemandirian belajar siswa dan tes digunakan untuk melihat kemampuan representasi siswa. Subjek pada penelitian ini ialah siswa kelas VIII SMPN 6 Indralaya Utara. Hasil analisis didapat bahwa setiap aspek representasi matematis (visual, simbolik, dan verbal) muncul pada setiap siswa baik dengan tingkat kemandirian belajar tinggi, sedang, maupun rendah dengan perolehan nilai secara berturut-turut 91.7, 50, dan 45.8. Tingkat kemandirian belajar sejalan dengan tingkat kemampuan representasi matematis pada siswa dengan tingkat kemandirian belajar tinggi dan sedang. Sedangkan pada peserta didik dengan tingkat kemandirian belajar rendah memiliki tingkat kemampuan representasi matematis sedang. Kesimpulannya adalah PBL dapat memunculkan kemampuan representasi matematis yang baik pada siswa berkemandirian belajar tinggi, sedang, maupun rendah.
Analisis Kebutuhan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Materi Geometri
Ningsih, Yunika Lestaria;
Destiniar;
Fitriasari, Putri;
Octaria, Dina;
Kusumawati, Nyimas Indah
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.18470
Rendahnya kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi Geometri siswa sekolah menengah disebabkan oleh kesulitan mereka dalam memvisualisasikan konsep serta kurangnya pelatihan soal-soal Geometri dengan level HOTS. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajarkan dengan pembelajaran berbasis HOTS dapat membantu meningkatkan pencapaian siswa dalam Matematika. Oleh karena itu, guru memerlukan panduan yang tepat dalam menyusun dan mengembangkan soal-soal HOTS yang sesuai untuk mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan soal HOTS Geometri untuk siswa sekolah menengah berdasarkan sudut pandang para guru. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melibatkan 68 guru Matematika tingkat sekolah menengah dari Provinsi Sumatera Selatan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. yang mencakup aspek harapan kinerja, harapan usaha, sikap terhadap pengembangan soal, pengaruh sosial, efikasi diri, kondisi pendukung, dan niat perilaku dalam menggunakan instrumen HOTS dalam pengajaran Geometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru (90,0%) menyatakan setuju terhadap pengembangan instrumen tes HOTS pada materi Geometri. Berdasarkan temuan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa guru memerlukan instrumen tes HOTS pada materi geometri agar dapat digunakan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi sehingga siswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan di era abad 21
Identifikasi Level Kemampuan Literasi Spasial Siswa Sekolah Dasar pada Materi Space and Shape
Octaria, Dina;
Rawani, Dewi
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.18939
Kemampuan literasi spasial berperan penting dalam mendukung pemahaman konsep geometri sejak pendidikan dasar. Pada materi space and shape, literasi spasial menjadi kunci untuk mengembangkan keterampilan visualisasi, penalaran, dan komunikasi spasial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi level kemampuan literasi spasial siswa berdasarkan tiga domain utama, yaitu visualisasi, penalaran, dan komunikasi spasial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 60 siswa kelas V SD Negeri 118 Palembang. Instrumen pengumpulan data berupa tes uraian menggunakan indikator literasi spasial dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori sedang (73.33%), sementara 15% termasuk dalam kategori tinggi dan 11.67% dalam kategori rendah. Rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 37.66 menunjukkan bahwa capaian siswa masih tergolong rendah secara numerik. Capaian tertinggi ditemukan pada domain visualisasi (65.50%), sedangkan penalaran dan komunikasi spasial menunjukkan capaian yang rendah, masing-masing sebesar 23.75% dan 27.25%. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran yang terarah untuk mengembangkan kemampuan penalaran dan komunikasi spasial siswa secara menyeluruh dan kontekstual.
Desain Pembelajaran dengan Pemanfaatan Augmented Reality untuk Penguatan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Materi Ruang Tiga Dimensi
Monika, Sintia;
Putri, Agustiany Dumeva;
Zahra, Atika;
Agustiani, Riza
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.14740
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lintasan belajar tentang dimensi tiga dalam materi sudut dengan tujuan meningkatkan kemampuan literasi numerasi di kelas XII Madrasah Aliyah. Pendekatan yang digunakan adalah menggunakan teknologi augmented reality dalam konteks ruang kelas. Metode penelitian yang diterapkan adalah design research (DR), yang terdiri dari tiga tahap: Tahap pertama preparing of experiments, tahap kedua design experiment, dan tahap ketiga retrospective analysis. Tahapan preparing of experiments menghasilkan hipotesis aktivitas pembelajaran berupa Hyphotetical Learning Trajectory (HLT), tahap design experiment menghasilkan gambaran tentang bagaiamana aktivitas pembelajaran di kelas atau Actual Learning Trajectory (ALT), sedangkan melalui tahap retrospective analysis didapat teori berupa Local Instruction Theory (LIT). Desain pembelajaran mencakup tiga aktivitas yang memanfaatkan teknologi augmented reality di ruang kelas, membantu siswa berinteraksi dengan menampilkan ruang kelas dalam bentuk augmented reality untuk membantu pemahaman konsep sudut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa juga memberikan respon yang sesuai dengan konjektur berpikir siswa yang telah diduga pada HLT, sehingga hal ini dapat menunjukkan bahwa HLT yang telah peneliti rancang berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Analisis lembar aktivitas siswa dan tes akhir menunjukkan bahwa kemampuan literasi yang cukup baik dengan capaian maksimal di 2 dari 3 indikator literasi numerasi.