cover
Contact Name
Iriyanto Widisuseno
Contact Email
humanika@undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humanika@undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HUMANIKA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14129418     EISSN : 25025783     DOI : -
Humanika ISSN 2502-5783 (online), ISSN 1412-9418 (print) is an open access and peer-reviewed journal published by Faculty of Humanities, Diponegoro University, Indonesia. This Journal published twice a year (January-June and July-December).The scope of journal is: Literature, Linguistics, History, Art, Religion, and Philosophy.
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
ANALISIS SUBJEKTIFITAS MEDIA DARING JEPANG MENGENAI ISU LARANGAN KELUAR MASUK JEPANG PADA MASA PANDEMI VIRUS COVID-19: SEBUAH PENELITIAN SEMIOTIK Gifari, Ichsan; Iskandar, Kurniawaty
HUMANIKA Vol 27, No 2 (2020): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v27i2.33494

Abstract

Adanya polarisasi antara media beraliran konservatif dan progresif merupakan jalan tengah bagi media cetak untuk menjaga sirkulasi pembaca yang kian menurun, akibat angka kelahiran Jepang yang menurun. Tulisan ini berisi analisa terkait media massa Yomiuri Shimbun dan Asahi Shimbun dalam bahasa Inggris yaitu, The Japan News dan The Asahi Shimbun, untuk memahami pembingkaian antara media massa konservatif dan progresif Jepang terkait isu larangan keluar-masuk Jepang bagi masyarakat Internasional pada masa pandemi COVID-19 sebagai media acuan untuk memahami keadaan Jepang. Peneliti menggunakan metode kualitatif, konten analisis, dengan pendekatan semiotik di mana peneliti menggunakan perangkat lunak Corpus of Contemporary American English (COCA) untuk menyaring kata benda berfrekuensi rendah dengan jumlah >5 yang menjadi kosakata kunci untuk memahami perdebatan larangan keluar-masuk Jepang selama bulan Januari-Agustus 2020. Terkumpul 19 artikel berita The Japan News dan 21 artikel berita The Asahi Shimbun  dengan mencari istilah Ban/Re-entry/Travel/Entry. Setelah disaring, ditemukan 22 kata benda >5 yang sama-sama digunakan The Japan News dan The Asahi Shimbun. Selain itu ditemukan 5 kata benda yang hanya ditemukan disalah satu media namun dengan jumlah >5. Berdasarkan hasil temuan penelitian, The Japan News dapat dipahami merupakan media pro pemerintah yang jarang mengkritisi pemerintah, kritik akan dilontarkan bila kebijakan pemerintah mengganggu perekonomian dan berhubungan dengan Keidanren (Asosiasi Bisnis Jepang). Dilain sisi, The Asahi Shimbun merupakan media kontra pemerintah yang mengkritisi pemerintah namun memiliki kedekatan dengan Perdana Menteri Shinzo Abe dan Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga. Untuk memahami data informasi media massa Jepang secara stratejik kedua media massa memiliki peranan penting untuk masyarakat Internasional.
YOUTUBE AS A MEDIUM FOR INDONESIAN TODDLERS’ SECOND LANGUAGE ACQUISITION (AN ANALYSIS THROUGH CHILDREN SONGS) Farahsani, Yashinta; Rini, Ika Puspita; Jaya, Patria Handung
HUMANIKA Vol 27, No 2 (2020): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v27i2.33793

Abstract

Language acquisition for children is started when they produce words on their own. Children’s language normally develop in line with their age. Usually they can produce sentence and speak their mother tongue language fluently at the age of three. In the same time, children are able to acquire other language which is called second language acquisition (SLA). In Indonesia, English has become second language that has become the main subject at school, from the elementary level to the university level. Toddlers are children at the range of age between 2-3 years. This is the peak time to acquire language, and at this age, children are able to create phrase or simple sentence. Since the technology has developed very rapidly, children also can get more facilities to learn language. One of the media to learn language is YouTube. Using interview method, the writers did interview to 21 respondents as the parents of pre-school students. There were four questions to answer and the answers were described based on the respondents’ opinion. The research results that children can start to learn English through YouTube by watching English songs. Their attraction in watching is followed by imitating the word, the way the characters sing, and also the manner. Parents become guide to improve the children’s process of English learning after they watched YouTube.
BENTUK DAN MAKNA REDUPLIKASI ADJEKTIVA DALAM BAHASA MINANGKABAU DIALEK SUNGAYANG DI KAB.TANAH DATAR Hutri, Kemala; Deliana, Deliana; Nasution, Khairina
HUMANIKA Vol 27, No 2 (2020): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v27i2.33074

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk mendeskipsikan  bentuk-bentuk  dan  makna  reduplikasi  adjketiva  pada  bahasa Minangkabau dialek Sungayang di Kab. Tanah Datar. Salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia.Metode yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah deskiftif  kualitatif,  sumber  data  yaitu  dari  data  lisan  dan  tulisan dengan  teknik  pengumpulan  data  menggunakan  metode  simak  dan  metode  cakap  kemudian  analisis  data dengan  metode  padan  dan  metode  agih  yang dilanjutkan  dengan  teknik  pembaca  markah.  Hasil  penelitian menunjukkan bentuk reduplikasi adjektiva yang ada pada bahasa Minangkabau dialek Sungayang ini adalah (1) pengulangan seluruh, (2) pengulangan sebagian (3) pengulangan  dengan perubahan fonem dan (4) pengulangan berimbuhan.  Makna  yang  terdapat  pada  reduplikasi  bahasa  Minangkabau  adalah  (1)  bentuk  reduplikasi adjektiva  bahasa  Minangkabau  dalam  bentuk  dasar  menunjukkan  makna  jamak,  (2)  makna  reduplikasi    yang menyatakan sifat seseorang yang menyerupaiapa yang dimaksud dengan kata dasar, (3) reduplikasi adjektiva dalam bahasa Minangkabau   yang mempelihatkan seseorang bersifat meniru pembawaan dari kata dasar, (4) reduplikasi adjektiva dalam bahasa Minangkabau yang menunjukkan pengertian yang jamak darikata dasar yang dimaksud. Selain mempunyai makna gramatikal reduplikasi  adjektiva bahasa Minangkabau juga memiliki makna idiomatis, metafora dan untuk menyatakan penghalusan atau pengaburan.
GAGASAN KEWARGANEGARAAN INDONESIA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Winarno, Winarno; Muchtarom, Muchtarom; Rusnaini, Rusnaini
HUMANIKA Vol 27, No 2 (2020): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v27i2.34100

Abstract

Kewarganegaraan bukan sekedar status hukum formal, tetapi juga merupakan identitas politik yang berkembang sesuai dengan konteks sosial politik. Indonesia adalah negara besar yang kaya akan tradisi, etnis, dan budaya. Kekayaan ini akan menjadi masalah yang cukup pelik jika masyarakat Indonesia tidak mampu memahami sejarahnya. Pengungkapan kesejarahan kewarganegaraan Indonesia sangat penting dilakukan, karena hal tersebut menjadi titik awal dalam pengembangan jati diri bangsa dan karakter bangsa yang membedakannya dengan bangsa lain. Atribut kewarganegaraan terdiri dari; rasa identitas, hak, kewajiban, keterlibatan dalam urusan publik, dan penerimaan nilai-nilai sosial dasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui atribut kewarganegaraan Indonesia berdasarkan konteks historis kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis dokumen dan ditunjang dengan wawancara. Data tersebut bersumber dari berbagai literatur terkait tentang sejarah kewarganegaraan di Indonesia dan para ahli sejarah dan kewarganegaraan. Dalam penelitian ini  analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan sejarahnya, konsep kewarganegaraan Indonesia dilatarbelakangi oleh klasifikasi penduduk Hindia Belanda yang diskriminatif. Rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) memutuskan rumusan warga negara Indonesia yaitu “orang Indonesia asli dan bangsa lain”, sebagai bentuk penguatan jati diri bangsa Indonesia yang berhak atas kemerdekaan. Rumusan ini lebih lanjut dituangkan dalam Pasal 6 dan 26 UUD 1945. Atribut identitas menjadi ciri penting kewarganegaraan Indonesia dalam perspektif sejarah.
THE SOUND CORRESPONDENCE OF TEOCHEW, HAKKA, AND CANTONESE Novita, Sherly; Widayati, Dwi; Tarigan, Bahagia
HUMANIKA Vol 27, No 2 (2020): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v27i2.33140

Abstract

This research is based on a theory in Historical Comparative Linguistics. This theory is also called a diachronic theory, which involves the analysis of the form and regularity of changes in common languages such as those accompanied by sound changes. The objects of the research are Teochew (TC), Hakka (HK), and Cantonese (CO) dialects used in Medan city. These three dialects are categorized into the Sino-Tibetan family. Sino-Tibetan (ST) as one of the largest language families in the world, with more first-language speakers than even Indo-Europeans, is having more than 1.1 billion speakers of Sinitic (the Chinese dialects) constitute the world's largest speech community. According to STEDT (Sino-Tibetan Etymological Dictionary and Thesaurus), Chinese is considered as a Sino-Tibetan language family. The research method used is the qualitative method. The data collection method and technique used to refer to the conversation method with the techniques of recording and writing. The data were analyzed using the qualitative method of glottochronology. The result of the research shows that TC, HK, and CO were related in terms of sound correspondences and were separated thousands of years ago. TC and HK were related and both corresponded identically one similar vowel, one similar consonant, and one different phoneme, and one similar syllable. TC and CO were related and both corresponded to one similar vowel, one similar vocalic cluster, one similar consonant, and one different phoneme, and one similar syllable. HK and CO were related and both corresponded identically, one similar vowel, one similar consonant, one different phoneme, one different vocalic cluster, and one similar syllable. From all the findings and discussion in this research, the writer has concluded that HK and CO are the closest dialects among the three compared dialects.
DINAMIKA PENDIDIKAN DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT Wilujeng, Sri Rahayu; Syamsuddin, M Mukhtasar; Murtiningsih, Rr. Siti
HUMANIKA Vol 27, No 2 (2020): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v27i2.34762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sejarah pendidikan di Indonesia secara cara umum, kebijakan pendidikan pada setiap jaman, dan pendidikan di Indonesia dari perpektif filsafat. Penelitian ini adalah penelitian filsafat atas masalah aktual yaitu pendidikan. Dalam penelitian ini digunakan metode linear dengan melalui beberapa  tahap yaitu persepsi, refleksi dan menyusun konsepsi. Unsur-unsur metode yang digunakan adalah interpretasi, analisa-sintesa, kesinambungan historis, dan idealisasi. Hasil dari penelitian ini adalah pendidikan di Indonesia semakin mengarah kepada ontologi pendidikan positivistik dan semakin kehilangan orientasi humanistiknya karena melihat manusia tidak secara utuh. Pendidikan lebih memperhatikan aspek kognitif dan mengabaikan aspek lainnya. Nilai-nilai pragmatisme dalam pendidikan semakin menguat pada era reformasi. Pendidikan sebagai program untuk menyiapkan anak didik untuk memenuhi kebutuhan industri. Terjadi reduksi makna pendidikan yang esensinya adalah aktivitas budaya menjadi aktivitas ekonomi. Pendidikan hanya mencetak manusia menjadi homo faber. Pendidikan menghilangkan kesempatan manusia menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan sebagai suatu aktivitas khas manusia jauh lebih bermakna dari sekedar mencetak tenaga kerja. Pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia.
THE USES OF MYTH AND RITUALS AS COMMUNICATION STRATEGIES FOR ENVIRONMENTAL PRESERVATION BY KRATON NGIYOM IN SEKARALAS AND SEKARPUTIH VILLAGES Parani, Rizaldi; Berliana, Brigitta; Putri, Liza Diniarizky; Annisarizki, Annisarizki; Malik, Abdul
HUMANIKA Vol 28, No 1 (2021): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i1.37326

Abstract

Kraton Ngiyom is a non-profit organization that focuses on environmental preservation. To overcome the environmental problems in the villages of Sekaralas and Sekarputih, Ngawi, East Java, especially regarding the condition of damage to the forest area and both springs in the village area, Kraton Ngiyom uses communication strategies based on local wisdom by utilizing mythologically oriented instrument and ceremonies as a medium of communication to encourage the public to care and actively contribute in carrying out environmental preservation activities. This study aims to answer the research question of how the Kraton Ngiyom uses myth and rituals as communication strategies for environmental conservation in the villages of Sekaralas and Sekarputih. This study employs an ethnographic study approach. Data collection was carried out using direct observation and in-depth interviews with five informants. The results of this study found that the communication strategies based on local wisdom are well implemented by Kraton Ngiyom through 2 instruments, namely myths and rituals. The myth is used by Kraton Ngiyom to deliver environmental preservation messages to the people of Sekaralas and Sekarputih villages, while the rituals are used by Kraton Ngiyom as instruments to support the delivery of messages, which is to encourage changes in village community behavior. The process of delivering messages through myths, which was maximized in the implementation of a ceremony, succeeded in changing the behavior of Sekaralas and Sekarputih villagers to become more concerned about their environmental conditions and to take initiatives in undertaking environmental conservation efforts.
PERANAN SANDUR KEMBANG DESA DALAM PELESTARIAN KESENIAN SANDUR DI BOJONEGORO, JAWA TIMUR Firdaus, Elvin Nuril; Sukmawan, Sony
HUMANIKA Vol 28, No 1 (2021): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i1.35771

Abstract

Sandur merupakan seni pertunjukan tradisional yang tumbuh dan berkembang di wilayah masyarakat agraris, yaitu masyarakat yang memenuhi kebutuhan hidupnya bersumber dari produksi dan pemeliharaan tanaman dan pertanian. Sandur mengisahkan tentang kehidupan masyarakat agraris, interaksi antarmasyarakat, bercocok tanam, hingga transisi masyarakat agraris menuju masyarakat urban. Salah satu daerah tempt berkembangnya Sandur adalah Bojonegoro. Sandur pernah mencapai masa kejayaannya di Bojonegoro. Seiring berjalannya waktu, Sandur dianggap kurang relevan dengan kehidupan masyarakat modern karena tidak ada penyesuaian dengan perkembangan zaman dan tidak ada regenerasi. Hal tersebut ditambah dengan hantaman modernisasi yang semakin memperburuk keadaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya pelestarian Sandur melalui kelompok Sandur Kembang Desa, yaitu sekelompok pemuda yang mempertahankan kesenian Sandur dengan cara menginovasi cerita dalam Sandur agar dapat diterima masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Desa Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara tidak terstruktur dan observasi nonpartisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Sandur terancam punah karena tidak adanya regenerasi dan ceritanya yang dianggap kurang relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Hal tersebut menjadikan minat masyarakat terhadap kesenian Sandur semakin berkurang. Sandur Kembang Desa merupakan kelompok kesenian yang menginovasi Sandur di tengah pola kehidupan masyarakat yang bergeser mengikuti arus modernisasi. Inovasi Sandur Kembang Desa terinspirasi dari gaya hidup masyarakat modern, sehingga pertunjukannya mampu menarik perhatian masyarakat. Nilai-nilai yang diangkat dalam cerita Sandur Kembang Desa merupakan nilai-nilai yang relevan dengan masyarakat modern, tanpa mengubah nilai-nilai tradisional Sandur. Adanya inovasi dari Sandur Kembang Desa diharapkan mampu mempertahankan eksistensi Sandur di tengah perkembangan budaya modern.
EKSPRESI BAHASA POLITIK DIKALANGAN MENTERI: STUDI ANALISIS TALK SHOW MATA NAJWA “GONO-GINI KURSI MENTERI” Aini, Qurratul
HUMANIKA Vol 28, No 1 (2021): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i1.36491

Abstract

Bahasa yang diapakai dalam suatu masyarakat bersifat arbiter, hal ini menyebabkan munculnya variasi bahasa. Salah satu variasi dalam bahasa adalah bahasa politik yang digunakan sebagai media komunikasi oleh para politisi. Para politisi lebih banyak memilih untuk menggunakan bahasa retorika dalam diskusi politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana penggunaan bahasa politik dikalangan para politisi dan apa maksud dari retorika bahasa tersebut. Penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan untuk mengetahui makna tersembunyi dibalik topeng retorika bahasa, sehingga akan terungkap apa makna sebenarnya dan apa tujuan penggunaan bahasa tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitataif, yaitu mendeskripsikan data sesuai dengan apa adanya. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan menggunakan Teknik catat dan Teknik simak. Dari hasil penelitian ini dtemukan bahwa ekspresi bahasa yang digunakan oleh politisi termasuk dalam varian register bahasa. Fungsi dari register bahasa adalah untuk memperhalus bahasa yang digunakan dan bernilai moral, dengan tujuan untuk menyimpan makna yang sebenarnya dari tuturan. Sehingga variasi ini akan menciptakan kedamaian dan image para politisi juga akan terjaga. Variasi yang termasuk dalam konteks ini adalah bahasa politik berupa bentuk pertama dan bahasa politik berupa ungkapan.
STRIVING FOR SUPERIORITY TOKOH HARUMI TAKASUGI DALAM MANGA TAKASUGI SAN CHI NO OBENTOU KARYA NOZOMI YANAHARA (SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA ALFRED ADLER) Suryandari, Agustina; Noor, Redyanto; Kistanto, Nurdin Harry
HUMANIKA Vol 28, No 1 (2021): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i1.37360

Abstract

Perjuangan adalah satu hal yang harus terus diusahakan untuk memperoleh keberhasilan. Manga Takasugi san chi no Obentou karya Nozomi Yanahara dengan jelas menunjukkan proses perjuangan seorang perjaka bernama Harumi Takasugi untuk menjadi wali seorang anak di bawah umur. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana proses perjuangan tokoh Harumi Takasugi untuk menjadi wali yang bertanggung jawab dalam manga Takasugi san Chi No Obentou karya Nozomi Yanahara. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan psikoloi sastra, dengan memanfaatkan teori Striving for Superiority yang dikemukakan oleh Alfred Adler untuk menunjukkan awal kebangkitan seseorang dari rasa inferioritasnya. Data penelitian diambil dari beberapa adegan yang menunjukkan proses perjuangan tokoh Harumi Takasugi dari kondisi inferior sampai mencapai superioritasnya. Hasil penelitian proses striving for superiority menunjukkan dengan jelas bahwa keagresifan, motivasi diri, berpikir positif, rela berkorban, dan bekerja keras menjadikan striving for superiority yang dilakukan tokoh Harumi menjadi motor penggerak untuk mengalahkan perasaan inferiornya dan bahkan kepuasan menjadi kebahagiaan yang dirasakan tokoh Harumi di dalam manga Takasugi san Chi No Obentou karya Nozomi Yanahara.