cover
Contact Name
Iriyanto Widisuseno
Contact Email
humanika@undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humanika@undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HUMANIKA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14129418     EISSN : 25025783     DOI : -
Humanika ISSN 2502-5783 (online), ISSN 1412-9418 (print) is an open access and peer-reviewed journal published by Faculty of Humanities, Diponegoro University, Indonesia. This Journal published twice a year (January-June and July-December).The scope of journal is: Literature, Linguistics, History, Art, Religion, and Philosophy.
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
MNEMONIC DEVICE (KALENDER) UNTUK PENGAYAAN LITERASI MUSIM MENUJU SUMBA BARAT DAYA YANG BERDAULAT PANGAN Laksono, Paschalis Maria; Christianto R., Wisma Nugraha; Widada, Arif Wahyu; Anantasari, Esti; Marlina, Inda; Nandiswara, Olga Aurora; Dhanwani, Natasha Devanand
HUMANIKA Vol 28, No 1 (2021): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i1.35653

Abstract

Kedaulatan pangan adalah solusi bagi kelaparan. Namun demikian di Sumba Barat Daya, kondisi lapar tersebut berkelindan menyatu dengan perubahan kondisi alam, sosial, ekonomi, dan budaya. Pengadaan dan kecukupan pangan pun dibayangkan bertautan dengan kebutuhan untuk memenuhi kontrak-kontrak sosial dalam komunitas setempat, yaitu dengan moralitas yang ditampilkan melalui rangkaian ritual daur hidup sepanjang tahun. Kelindan pengadaan pangan, yang utamanya lewat kegiatan pertanian dan peternakan, dengan rangkaian kegiatan ritual ini diperlukan penataan agar hidup lebih terorganisir dan adaptif terhadap perubahan lingkungan. Kelindan ini secara tradisional telah diantisipasi menggunakan berbagai macam media. Salah satu di antaranya adalah kalender musim yang di Sumba Barat Daya dan banyak tempat lain sudah terabaikan. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan aplikasi kalender musim sebagai mnemonic device yang dapat membantu petani, untuk menemukenali kembali jiwa alam sehingga mereka dapat bertani selaras dengan irama alam. Selain itu, kalender musim menjadi sarana pencatatan mengenai tanda-tanda alam yang selama ini samar, sehingga petani mampu menyeimbangkan diri antara kepentingan pemenuhan komoditas dan juga pemenuhan kebutuhan hidupnya. Secara partisipatoris penelitian dilakukan selama tiga tahun, yaitu tahun pertama menghasilkan identifikasi masalah; tahun kedua menghasilkan rumusan model kedaulatan pangan, dan tahun ketiga berisi rangkaian workshop uji coba model. Artikel ini khusus mengulas bagaimana model kedaulatan pangan yang berupa mnemonic device itu diperkaya melalui serangkaian workshop, yang diikuti para pemangku kepentingan di Sumba Barat Daya serta komunitas mahasiswa Sumba yang ada di Yogyakarta. Pengayaan kalender musim ini diharapkan mempermudah serta memperluas aksesibilitas penggunanya secara lintas gender, usia, dan strata sosial. Apresiasi kalender musim akan menjamin petani insaf akan pentingnya mendahulukan kedaulatan pangan daripada gengsi sosial.
FORMASI IDEOLOGI DAN NEGOSIASI DALAM CERPEN SIPLEG KARYA OKA RUSMINI: KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI Sayekti, Fitria Tungging; Noor, Redyanto; Suryadi, M
HUMANIKA Vol 28, No 2 (2021): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i2.38390

Abstract

Penelitian ini membahas hegemoni berlatar tempat di daerah Bali, dalam cerpen Sipleg karya Oka Rusmini. Bahasan pertama yaitu formasi ideologi apa saja yang dimiliki para tokoh pada cerita melalui kutipan dalam cerpen Sipleg. Setiap tokoh memiliki ideologi yang mempengaruhi pemikiran dan sikapnya kepada orang lain di sekitarnya. Tanpa disadari ideologi yang mereka yakini memunculkan tindakan hegemoni kepada tokoh lain di cerita Sipleg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formasi ideologi apa saja yang terdapat di dalam cerpen Sipleg karangan Oka Rusmini. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui ideologi apa yang dinegosiasikan oleh pengarang, yang dimunculkan melalui tokoh Sipleg dalam cerpen karangannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara membaca dan mencatat kutipan dialog dalam cerpen. Formasi ideologi dan negosiasi ideologi dianalisis menggunakan teori hegemoni Gramsci. Oka Rusmini sebagai pengarang memunculkan hegemoni yang dilakukan oleh tokoh lelaki bernama I Wayan Sager memiliki ideologi konservatisme dan anarkisme. Ideologi yang dominan terdapat pada cerita adalah ideologi konservatisme dan ideologi anarkisme. Pengarang memunculkan ideologi baru yaitu ideology feminisme. 
ALEGORI KEMATIAN DALAM PUISI JANĀZAH IMRA’AH KARYA ADŪNĪS: KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK Kurniawati, Fauziyah; Annabil, Muhammad Naufal
HUMANIKA Vol 28, No 2 (2021): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i2.40197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan alegori kematian dalam puisi Janāzah Imra’ah karya Adūnīs berdasarkan perpektif teori strukturalisme genetik dari Lucien Goldmann. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif  dengan sumber data primer berupa puisi Janāzah Imra’ah dan sumber data sekunder berupa buku-buku pendukung lainnya. Peneliti menggunakan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan data. Untuk mendapatkan data yang benar-benar valid, peneliti menggunakan teknik validasi data dengan menggunakan triangulasi data, ketekunan membaca, dan diskusi ahli; yakni menggali pemahaman terkait penelitian dari teman sejawat dan dosen yang ahli di bidangnya. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis deskriptif yang meliputi reduksi, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah (a) fakta kemanusiaan ditegaskan melalui hakikat kematian dan refleksi cinta manusia terhadap kebaikan dalam hidup demi menujunya; (b) subjek kolektif dielaborasikan dalam paradoks makna kematian berdasarkan persepsi peran dan karakter setiap entitas; (c) pandangan dunia diuraikan dalam rekognisi kematian dengan letupan cinta yang menggerakkan manusia untuk menjawab segala persoalan hidup; (d) struktur karya sastra dijabarkan dalam bentuk interaksi antara personalitas tokoh dengan objek-objek dalam setiap sekat bait puisi; dan (e) dialektika pemahaman-penjelasan dirumuskan selaras dengan konsep puisi, yaitu pandangan dunia pengarang tentang rekognisi kematian dengan letupan cinta yang menggerakkan manusia untuk menjawab segala persoalan hidup digunakan untuk menjelaskan strukturasi karya sastra.
TRADISI WA’A RAI SIWE DALAM PROSES PERKAWINAN MASYARAKAT DI DESA WORA KECAMATAN WERA KABUPATEN BIMA Nurfah, Nurfah
HUMANIKA Vol 28, No 2 (2021): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i2.41103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan-alasan yang melatarbelakangi masyarakat Desa Wora Kecamatan Wera Kabupaten Bima melakukan adat wa'a rai siwe serta untuk mengetahui apa saja dampak dan bagaimana persepsi masyarakat terhadap tradisi wa’a rai siwe dalam proses perkawinan masyarakat Desa Wora Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Eksplorasi ini merupakan konsentrat lapangan dengan jenis pemeriksaan yang subjektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan investigasi, khususnya penelitian lapangan yang menggambarkan informasi dan data di lapangan berdasarkan realitas yang diperoleh dari atas ke bawah dan kemudian menguraikannya secara menyeluruh. Teknik pengumpulan informasi yang digunakan adalah strategi persepsi, pertemuan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan laki-laki melakukan wa’a rai siwe didasarkan pada tindakan rasional instrumental, tindakan emosional dan tindakan tradisional. Hal demikian juga disebabkan oleh faktor keinginan menikah cepat, permintaan mahar yang tinggi, tidak adanya persetujuan dari orangtua gadis, dan kehamilan. Disisi lain, wa’a rai siwe dalam proses perkawinan masyarakat Desa Wora Kecamatan Wera Kabupaten Bima juga menimbulkan beberapa dampak yang cukup serius bagi orangtua dan keluarga pihak laki-laki dan perempuan seperti: Dapat menimbulkan keretakan hubungan dalam keluarga, menurunkan harkat dan martabat orangtua, serta dapat mempengaruhi status sosial orangtua dan keluarga. Dari beberapa variable tersebut sehingga memunculkan persepsi masyarakat, dimana ada yang setuju dan tidak setuju dengan wa’a rai siwe dalam proses perkawinan.
RAMBUT PEREMPUAN DAN MITOS KECANTIKAN DALAM METROPOP HAIR-QUAKE KARYA MARISKOVA Intan, Tania
HUMANIKA Vol 28, No 2 (2021): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i2.38908

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan cara rambut perempuan dikonstruksi oleh mitos kecantikan dalam novel metropop Hair-quake (2014) karya Mariskova. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dikumpulkan melalui pembacaan tertutup, dengan teknik dokumentasi. Data kemudian diinterpretasi dan dianalisis dengan landasan teoretis yang relevan. Dalam penelitian ini, gagasan yang diapropriasi adalah teori-teori dari Synnott, Manning, dan Wolf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rambut sebagai simbol identitas perempuan di satu sisi bersifat fisik dan privat, namun di sisi lain bersifat publik. Keberadaannya terus didefinisikan oleh tren yang dikonstruksi dan disosialisasikan media dan pihak dominan. Mitos kecantikan dalam novel Hair-quake beroperasi pada wilayah pekerjaan, kultur, dan seksualitas perempuan. Protagonis sebagai perempuan dewasa, lajang, cerdas, dan mandiri, masih memaknai tubuhnya melalui negosiasi dengan nilai-nilai yang ditawarkan pihak orang lain.
KOLOKASI LEKSIKON COVID-19 DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS DI RANAH CYBERSPACE Setyaningsih, Nina; Larassati, Anisa; Suryaningtyas, Valentina Widya
HUMANIKA Vol 28, No 2 (2021): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i2.40600

Abstract

Salah satu dampak Covid-19 atau virus Corona di bidang bahasa adalah munculnya istilah baru yang berkaitan dengan Covid-19. Para pengguna internet berkontribusi dalam munculnya leksikon Covid-19 khususnya ketika membicarakan topik tersebut di berbagai artikel dan media sosial baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kata kunci dan pola kolokasi leksikon bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang berhubungan dengan Covid-19 yang ada di ranah cyberspace. Analisis menggunakan metode kuantitatif melalui peranti lunak AntConc untuk mengidentifikasi frekuensi kemunculan dan metode kualitatif melalui pendekatan linguistik korpus untuk mendeskripsikan output yang diperoleh dari AntConc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korpus bahasa Inggris dan bahasa Indonesia memiliki tema pembahasan yang sama seperti terlihat dari banyaknya kata kunci yang muncul di kedua korpus yang memiliki makna dan tema yang sama. Perbedaan terlihat pada variasi pola kolokasi, yaitubahasa Indonesia memiliki 6 pola kolokasi, sedangkan bahasa Inggris memiliki 4 pola. Hal ini disebabkan oleh perbedaan struktur gramatika masing-masing bahasa. Perbedaan lain adalah kemunculan kata yang memiliki makna setara dengan deaths dalam korpus bahasa Indonesia yang lebih sedikit, sementara jumlah kematian yang diakibatkan oleh Covid-19 di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia.
THE GREATEST LOVE OF ALL DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT EKSISTENSIALISME FRIEDRICH WILHELM NIETZSCHE Wilujeng, Sri Rahayu
HUMANIKA Vol 28, No 2 (2021): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i2.42874

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan makna filsafat tersembunyi yang terkandung dalam lagu The Greatest Love of All. Objek material dari penelitian ini adalah lirik lagu tersebut. Dalam paper ini digunakan filsafat eksistensialisme Nietzsche sebagai objek formal. Metode hermeunitika digunakan dalam penelitian untuk memahami  makna teks. Unsur-unsur yang digunakan adalah interpretasi, analisa, koherensi dan idealisasi. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa ada hubungan antara lirik lagu  The Greatest Love of All dan filsafat  eksistensialisme Nietzsche. Filsafat Nietzsche yang mendasarkan diri pada eksistensi manusia membahas manusia secara dalam kehidupan nyata, bukan manusia dalam arti umum dengan nilai-nilai abstrak. Dalam lirik lagu TGLA terkandung pandangan dasar eksistensialisme Nietzsche. Eksistensi manusia  merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan. Menjadi The Greatest dapat dimaknai upaya menjadi Übermensch. Ada beberapa karakter yang dimiliki oleh The Greatest yaitu: sifat kesatria, pemberani, percaya diri, mencintai hidup, selalu berkreasi dan berjuang meraih kehormatan. Karakter seperti ini dibutuhkan dalam usaha menjadi Übermensch atau manusia agung. Menjadi Übermensch  merupakan kehormatan dan pencapaian tertinggi dari manusia. Seorang  Übermensch adalah seorang kreator yang selalu melampaui dirinya untuk menjadi lebih baik.  Upaya menjadi The Greatest merupakan upaya meneguhkan eksistensi diri. Ketika eksistensi diakui, maka manusia tidak akan mati. Ia akan terus hidup dengan prestasi dan kreasi.
ARENA PENARI GANDRUNG SEWU DI BANYUWANGI (PERSPEKTIF BOURDIUE) Riswari, Aninditya Ardhana
HUMANIKA Vol 28, No 2 (2021): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i2.40604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arena penari Gandrung Sewu di Banyuwangi melalui perspektif praktik sosial Bourdieu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif melalui pendekatan fenomenologi, di mana peneliti terjun langsung ke lapangan guna melalui proses pengamatan dan wawancara secara mendalam terhadap informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gandrung Sewu muncul sebagai pembaruan atas kesenian Gandrung dengan sisi yang berbeda. Gelaran ini menawarkan arena baru yang tidak sama dengan Gandrung, yakni arena untuk menunjukkan kualitas dan kemampuan diri. Kondisi tersebut tentu tidak jauh dari karakter khas mereka sebagai masyarakat Using yang selalu ingin dilihat dan terlihat, sehingga upaya atas kompetisi justru berusaha dikuasai. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa arena penari Gandrung Sewu yang dihadirkan oleh gelaran tersebut telah menjadi wadah mobilitas kelas sosial bagi masyarakat guna mendapat pengakuan di lingkungan tempatnya hidup dan berkembang.
PENOLAKAN VAKSINASI: IMAJINASI MORAL DAN PERAN MEDIA SOSIAL Rahayuwati, Rahayuwati
HUMANIKA Vol 28, No 2 (2021): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i2.39912

Abstract

Program vaksinasi merupakan sebuah langkah pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mencegah dan mengurangi penyebaran penyakit menular tertentu seperti campak, cacar, polio, hepatitis B, tuberkulosis, difteri, tetanus, batuk rejan/pertusis, dan juga covid 19. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pemerintah mewajibkan kepada seluruh masyarakat melakukan vaksinasi. Namun, program tersebut mendapat berbagai macam respon dari masyarakat, salah satunya adalah muncul penolakan terhadap vaksinasi oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Di Indonesia, terdapat kelompok anti vaksin di facebook, bernama GAVI (Gerakan Anti Vaksin dan Imunisasi). GAVI secara aktif menyatakan penolakan terhadap vaksinasi berdasar pada argumen ajaran agama Islam. Melihat kompleksitas permasalahan yang dihadapi, permasalahan tentang vaksinasi merupakan sebuah permasalahan sosial yang patut untuk dikaji lebih lanjut. Data dalam studi ini diperoleh dengan observasi pada diskusi online di media sosial, khususnya pada kelompok GAVI di facebook, dan studi pustaka pada penelitian sebelumnya. Dalam penelitian ini, penolakan vaksinasi dilihat sebagai sebuah upaya mewujudkan cita-cita imajinasi moral menjadi seorang Muslim yang baik dan taat kepada ajaran agama Islam dan melihat bagaimana media sosial berperan dalam memengaruhi keputusan seseorang terhadap vaksinasi. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan argumen bahwa bagi sebagian umat Muslim di Indonesia, vaksinasi hukumnya haram dilakukan. Mereka meyakini bahwa dalam proses pembuatannya, vaksin menggunakan bahan dari babi, yang hukumnnya haram untuk dikonsumsi. Sehingga, untuk mewujudkan imajinasi moral menjadi seorang Muslim yang baik dan taat terhadap ajaran agama, menolak vaksinasi menjadi sebuah kebenaran dan pilihan rasional bagi mereka. Kelompok GAVI hadir untuk melihat bagaimana media sosial berperan sebagai wadah untuk menyuarakan penolakan vaksinasi, dan memengaruhi keputusan seseorang terhadap vaksinasi.
DIGITAL INFLUENCER DALAM UPAYA REAKTUALISASI BUDAYA PACCE’ MASYARAKAT BUGIS-MAKASSAR DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Hatimah, Khusnul; amaliah, Nur; Putri, Sarah Arsitha; Hakim, Abdul
HUMANIKA Vol 28, No 2 (2021): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i2.40733

Abstract

Fenomena pandemi Covid-19 yang terjadi, berakibat pada perubahan prilaku masyarakat, termasuk masyarakat Bugis-Makassar. Perubahan ini, menyebabkan memudarnya penerapan salah satu budaya lokal masyarakat Bugis-Makassar, yaitu budaya pacce’ atau perasaan empati antar sesama. Karena itu, kajian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penguatan penerapan budaya pacce’ di tengah kondisi apapun, dengan melibatkan digital influencer. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive kualitative, dengan menggunakan literature research. Hasil dari kajian literatur ini menunjukkan: 1) kondisi new normal masyarakat Bugis-Makassar berdampak pada perubahan tata sosial dan budaya masyarakat, dari yang ramah menjadi lebih tertutup 2) keberadaan budaya pacce’ di tengah kondisi pandemi Covid-19 dapat mewujudkan lingkungan masyarakat yang damai dan harmonis, 3) kemampuan digital influencer dalam mempengaruhi dan mengubah sikap dan kebiasaan masyarakat dianggap dapat memperkuat keberadaan budaya pacce’. Kesimpulannya, peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya penguatan penerapan budaya pacce’ masyarakat Bugis-Makassar dapat dilakukan dengan memberdayakan peran digital influencer.