cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
PENAMBAHAN TANIN KAYU CHESTNUT (Castanea sativa Mill.) DALAM RANSUM KOMERSIAL TERHADAP PERFORMA BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) Zulhairi, Febri; Erwan, Edi; Rodiallah, Muhammad
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan  tanin kayu chestnut dalam ransum komersial terhadap performan meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum burung puyuh. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2021 di Peternakan Masyarakat Jalan Garuda Sakti KM. 1 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan 100 ekor puyuh petelur yang dibagi secara acak berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Adapun tiap ulangan terdiri atas 5 ekor puyuh petelur. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (Kontrol tanpa penambahan tanin CS), P1 (Ransum komersial + tanin CS 0,1%/kg), P2 (Ransum komersial + tanin CS 0,2%/kg) dan P3 (Ransum komersial + tanin CS 0,3%/kg). Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum puyuh petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tanin CS hingga level 0,3% dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum puyuh petelur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tanin CS sampai level 0,3% masih dapat mempertahankan performa puyuh petelur, ditinjau dari konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum.
PERFORMANS AYAM KUB UMUR 7-75 HARI DENGAN PEMBERIAN TEPUNG DAUN SINGKONG (Manihot utilissima) FERMENTASI (Effective microorganism) DALAM RANSUM Pardosi, Untung; Zebua, Eva Krisman
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun singkong (Manihot utilissima) fermentasi (Effective microorganism) dalam ransum terhadap performans (konsumsi ransum pertambahan bobot badan dan konversi ransum)  ayam KUB umur 7-75 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (t) yang terdiri dari P0 = 0%, P1 = 2%, P2 = 4%, P3 = 6%, dan masing-masing memiliki 5 ulangan (r). Penelitian ini menggunakan metode Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) yang hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun singkong dalam ransum ayam KUB umur 75 hari memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan harian dan konversi ransum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun singkong dalam ransum terbaik adalah pada level 2%.
PEMANFAATAN BOKASHI BATANG PISANG DAN CANGKANG TELUR TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) Rahayu, Risma; Hanafi, Nevy Diana; Tafsin, Ma’ruf; Tampubolon, Yusni Khairani
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana komposisi yang tepat dan respon tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureum) jika diberikan bokashi batang pisang dengan penambahan cangkang telur. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan dan Laboratorium Riset Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Juli hingga Oktober 2023. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 yaitu P01 = pupuk feses kambing, P02 = batang pisang 90%, P1 = batang pisang 85% + cangkang telur 5%, P2: batang pisang 80% + cangkang telur 10%, P3 = batang pisang 75% + cangkang telur 15% dan P4 = batang pisang 70% + cangkang telur 20% dan masing–masing perlakuan memiliki 5 ulangan. Peubah penelitian yang diamati adalah tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan penambahan cangkang telur memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering. Hasil penelitian yang terbaik pada tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering rumput gajah terdapat pada P1 (batang pisang 85% + cangkang telur 5%) jika dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Kesimpulannya P1 (batang pisang 85%+ cangkang telur 5%) adalah komposisi dengan hasil yang terbaik dibandingkan perlakuan yang lainnya karena produktivitasnya.
PENGARUH UKURAN INDEKS BENTUK TELUR TERHADAP PERSENTASE DAYA TETAS DAN BOBOT TETAS DOC (Day Old Chick) AYAM KUB Harahap, Ari Ashari; Nurmi, Aisyah; Harahap, Muharram Fajrin; Siregar, Zunaedi Arrasyid
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran indeks bentuk telur terhadap persentase daya tetas telur dan bobot tetas DOC (Day Old Chick) ayam KUB. Telur ayam KUB yang digunakan berjumlah 75 butir diperoleh secara komersil dari usaha peternakan rakyat mandiri. Telur yang dikoleksi terdiri dari tiga kelompok yaitu lonjong (indeks 68,78-78,93), normal (indeks 78,94-86,45) dan bulat (indeks 86,46-98,59). Telur ditempatkan secara berkelompok (RAK) dalam mesin tetas dan  dieramkan selama 21-23 hari. Data yang diamati meliputi data persentase daya tetas telur (%) dan bobot tetas telur (gram). Danat hasil pengamatan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Anova. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ukuran indeks bentuk telur ayam KUB pada kelompok A memiliki daya tetas sebesar 84%, dan kelompok B dan C memiliki daya tetas sebesar 68 %. Sedangkan pada bobot tetas ukuran indeks bentuk telur ayam KUB pada kelompok A memiliki bobot tetas sebesar 34,43 gram, kelompok B sebesar 35,97 gram, dan kelompok C memiliki bobot tetas sebesar 34.68 gram. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini bahwa indeks bentuk telur tidak menjadi faktor yang mempengaruhi persentase daya tetas  dan bobot tetas telur ayam KUB.
Penerapan Otomatisasi Thermo Hygrostat Sebagai Controlling Temperatur Dan Relative Humidity Pada Kandang Budidaya Maggot BSF Nur'aini, Nur'aini; Suningsih, Nining; Setyawan, Harry Prayoga
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18818

Abstract

Faktor lingkungan (suhu dan kelembaban udara) menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam budidaya maggot BSF, dimana suhu dan kelembaban lingkungan pemeliharaan yang tidak optimal dan stabil sesuai dengan kebutuhan hidup maggot BSF akan menyebabkan pertumbuhan dan produktivitas maggot BSF rendah bahkan mengalami penurunan dalam setiap periode pemanenan. Pengontrolan dan pengaturan otomatis terhadap suhu dan kelembaban udara pada kandang maggot BSF sangat dibutuhkan sebagai penanganan terhadap ketidakstabilan suhu dan kelembaban lingkungan pemeliharaan. Thermohygrostat merupakan rangkaian alat yang dirancang sebagai controller sekaligus pengatur suhu dan kelembaban dalam kandang maggot BSF yang bekerja secara otomatis sehingga suhu dan kelembaban dalam kandang maggot BSF tetap stabil sesuai yang diinginkan (set point). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu pemeliharaan maggot BSF terbaik bagi pertumbuhan, produksi dan kandungan nutrisi maggot segar melalui penerapan thermohygrostat sebagai pengontrol dan pengatur suhu dan kelembaban pada kandang maggot BSF. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah : R0 = Suhu Lingkungan (Ambient); R1 = Set point Thermohygrostat 23 oC; R2 = Set point Thermohygrostat 27 oC; R3 = Set point Thermohygrostat 31 oC. Hasil penelitian menunjukkan pengontrolan suhu dan kelembaban udara menggunakan thermohygrostat pada kandang pemeliharaan maggot BSF menghasilkan suhu dan kelembaban udara yang stabil pada setiap perlakuan dengan pertumbuhan, produksi dan kandungan nutrisi maggot segar terbaik dihasilkan pada suhu pemeliharaan 27 oC dan kelembaban 60%-80%.
BOBOT POTONG, PERSENTASE KARKAS SERTA PERSENTASE GIBLET AYAM BROILER PENGARUH DARI PEMBERIAN TEPUNG BIJI DURIAN DALAM RANSUM Herlina, Betty; Sadjadi, Sadjadi; Karyono, Teguh; Setiawan, Bagus Dimas
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung biji durian dalam ransum komersial terhadap bobot potong, persentase karkas serta persentase giblet ayam broiler. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Mataram Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 6 perlakukan dan 4 ulangan, Dimana masing-masing ulangan menggunakan 4 ayam broiler sehingga total ayam digunakan 96 ekor. Perlakuan terdiri dari P0 = 100% Ransum komersial P1 =  97% Ransum Komersial + 3% Tepung Biji Durian, P2 = 93% Ransum Komersial +  6% Tepung Biji Durian, P3  = 91% Ransum Komersial + 9% Tepung Biji Durian, P4 =  88% Ransum komersial  + 12% Tepung Biji Durian, P5 =  85% Ransum Komersial + 15% Tepung Biji Durian. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah Bobot Potong, Bobot Karkas, Bobot Giblet terdiri dari : (Bobot Hati (%) Bobot Jantung (%) dan Bobot gizzard (%). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan maka akan dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung biji durian dalam ransum berpengaruh nyata terhadap persentase karkas (p>0,5) dan berpengaruh tidak nyata terhadap bobot potong serta persentase giblet ayam broiler (P<0,5).
PENAMBAHAN TANIN KAYU CHESTNUT (Castanea sativa Mill.) DALAM RANSUM KOMERSIAL TERHADAP PRODUKSI TELUR DAN KADAR KOLESTEROL BURUNG PUYUH (Coturnix japonica) Irfan, Isbul; Erwan, Edi; Rodiallah, Muhammad
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18209

Abstract

Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang diketahui mempunyai beberapa khasiat yaitu sebagai astringen, anti diare, anti bakteri dan antioksidan. Pemberian tannin kayu chestnut (0,20%) juga dapat mempercepat pertumbuhan dan mengurangi kematian ayam pedaging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tanin Castanea sativa Mill. dalam ransum komersial terhadap produksi telur, berat telur dan kadar kolesterol telur burung puyuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2021 yang berlokasi di Garuda Sakti jalan Sepakat gang Keluarga dan analisis sampel dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Universitas Andalas kota Padang,  Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan burung puyuh betina jenis Coturnix Japonica yang di pelihara mulai DOQ sebanyak 100 ekor umur 0 sampai 56 hari dan tepung kayu chestnut  merupakan  sumber  tanin   yang  ditambahkan  dalam  ransum   yang berfungsi sebagai zat aditif pakan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap unit kandang terdiri dari 5 ekor burung puyuh (Coturnix Coturnix) dengan Perlakuan R0 : Kontrol Tanpa penambahan Castanea sativa (CS) R1 : Ransum Komersial + tanin CS  0,1%/kg.  R2  :  Ransum  Komersial  +  tanin  CS  0,2%/kg.  R3  :  Ransum Komersial + tanin CS 0,3%/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tanin kayu chestnut (Castanea sativa Mill.) pada taraf 0,1-0,3% ke ransum komersil dapat menurunkan kadar kolesterol dan mempertahankan kadar produksi telur dan berat telur. Perlakuan terbaik adalah pemberian tanin Kayu Chestnut (Castanea  sativa  Mill.)  pada taraf  0,3%  di  dalam  ransum  komersial  terhadap kandungan kolestrol telur terendah yaitu 826,26 mg/dL. Kata kunci:  Burung Puyuh, Tanin Kayu Chestnut, Produksi Telur, Berat Telur dan Kadar Kolesterol Telur
PERBEDAAN PENGGUNAAN BIOSLURRY DAN PUPUK KOMERSIAL PADA TANAMAN PAKAN RUMPUT PAKCHONG Winurdana, Alfan Setya; Rahmawati, Resti Yuliana
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18518

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan pupuk kimia komersial dan bioslurry pada pemeliharaan rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan membandingkan 2 jenis rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) yang diberi 2 perlakuan berbeda pada petak lahan yang diulang 5 kali. Adapun perlakuan sebagai berikut : P1 : Penanaman rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) dengan menggunakan Bioslurry P2 : Penanaman rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) dengan menggunakan pupuk NPK. Variabel penelitian yang diamati adalah berat segar dan berat kering tanaman rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand). Data penelitian dianalisis menggunakan analisis UJI T (t- Test Students) untuk mengetahui perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan berat segar tanaman pada perlakuan bioslurry sebesar 5,95 kg, sedangkan pada perlakuan NPK menghasilkan 5,89 kg. Untuk berat kering bioslurry menghasilkan 1,21 kg, sedikit lebih tinggi dibandingkan NPK yang menghasilkan 1,18 kg. Meskipun perbedaan antara kedua perlakuan tersebut kecil, namun bioslurry menunjukkan kinerja yang sedikit lebih baik dalam mendukung pertumbuhan rumput gajah. Bioslurry, sebagai pupuk organik, tidak hanya menyediakan nutrisi penting (N, P, K) tetapi juga memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan retensi air, yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Di sisi lain, pupuk NPK memberikan unsur hara dengan cepat tetapi tidak memberikan kontribusi terhadap perbaikan tanah dalam jangka panjang. Temuan ini menunjukkan bahwa bioslurry dapat menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan dibandingkan pupuk kimia, meningkatkan kualitas tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan.
KAJIAN PERFORMA PRODUKSI AYAM BROILER PADA SISTEM KANDANG CLOSED HOUSE (STUDI KASUS UD. BILKIS) Urrahmah, Annisa; Amran, Muhammad; Novita Sari, Wenny; Trisna, Ade
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian performa produksi ayam broiler pada sistem kandang closed house di peternakan UD. Bilkis. Peternakan UD. Bilkis memiliki daya tampung ayam broiler sebanyak 12.000 ekor, Peternakan UD. Bilkis terletak di Kabupaten Bireun. Performa yang dianalisis adalah bobot badan (g), konsumsi ransum (g) dan konversi ransum ayam broiler UD. Bilkis. Pengambilan data pada penelitian ini berlangsung dari tanggal 01 Oktober 2023 – 04 November 2023. Data diambil dalam satu periode panen. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian didapatkan rataan bobot badan yaitu 1.874 g/ekor atau 1,90 kg/ekor, konsumsi ransum 3.144,77 g/ekor/minggu atau 3,14 kg/ekor/minggu dan nilai FCR 1,68. Serta data penunjang deplesi 1,82%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peternakan UD. Bilkis menenjukkan performa produksi yang baik dana sudah sesuai dengan standar dari produksi ayam broiler.
Pengaruh Perbedaan Rasio Pakan Komersial dengan Pakan Lokal Terhadap Produktivitas Ayam Kampung Asli (AKA) Harahap, Kalidangan; Pane, Doharni; Tampubolon, Yusni Khairani; Nikmatia, Ulfa
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18958

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio pakan komersial dengan pakan lokal terhadap produktivitas Ayam Kampung Asli (AKA). Penelitian tersebut dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2023 di Unit Peternakan Ayam Kampung. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3, yaitu perlakuan T1 = 60% pakan komersial : 40% dedak padi, T2 = 80% pakan komersial : 20% dedak padi dan T3 = 100% pakan komersial. Variabel yang diamatiadalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot badan akhir dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perbedaan rasio pakan komersial dengan pakan lokal memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap nilai konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot badan akhir dan konversi pakan. Disimpulkan bahwa pengunaan campuran dedak padi dan pakan komersial pada pakan ayam kampung asli (AKA) memberikan pengaruh terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot badan akhir dan konversi pakan. Rasio penggunaan terbaik dedak padi dengan pakan komersial yaitu ada pada perlakuan T2 (80% pakan komersial : 20% dedak padi).