cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
Evaluasi Dampak Lingkungan Dari Sistem Budidaya Peternakan Sapi Potong Di Desa Q1 Tambah Asri Yusmidar, Yusmidar; Safriyani, Etty; Nofrida, Hayatun
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19849

Abstract

Ternak sapi potong merupakan jenis ternak ruminansia yang dibudidayakan untuk menghasilkan daging sebagai produk utama. Sistem budidaya peternakan sapi potong memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan, namun juga dapat menimbulkan dampak lingkungan akibat pengelolaan limbah yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem budidaya peternakan sapi potong di Desa Q1 Tambah Asri, mengidentifikasi dampak lingkungan yang dihasilkan, serta memberikan rekomendasi untuk pengelolaannya. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik survei dan analisis laboratorium terhadap parameter lingkungan, seperti pH, kelembaban, suhu, COD, BOD, amoniak, dan mikroba E. coli. Data diperoleh dari wawancara dengan peternak menggunakan kuesioner dan analisis sampel lingkungan. Studi ini berfokus pada dampak lingkungan yang disebabkan oleh sistem pengelolaan limbah yang masih tradisional dan kurang efektif. Tempat penelitian dilakukan di Desa Q1 Tambah Asri, Kecamatan Tugumulo, Kabupaten Musi Rawas, pada bulan September hingga November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya peternakan sapi potong di Desa Q1 Tambah didominasi oleh pola pemeliharaan tradisional dengan rata-rata lima ekor sapi per peternak. Dampak lingkungan yang signifikan ditemukan, terutama pada parameter kelembaban (65,6%), suhu (33,76°C), COD (6380,7 mg/L), BOD (1000 mg/L), dan amoniak (270,7 mg/L), yang semuanya melampaui baku mutu lingkungan berdasarkan Permen LH No. 05 Tahun 2014. Kondisi ini menunjukkan tingginya tingkat pencemaran lingkungan akibat bahan organik dan senyawa kimia dari limbah peternakan, yang dapat mencemari air, udara, dan tanah di sekitar area peternakan. Meski nilai pH (6,8) dan mikroba E. coli (1600 mg/L) masih dalam batas aman, perhatian tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada eskalasi pencemaran lebih lanjut. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran meliputi pengelolaan limbah yang lebih efektif, seperti penggunaan teknologi biofilter atau kolam anaerobik untuk menurunkan kadar COD dan BOD dalam air limbah.
PENDAPATAN USAHA AYAM KUB DI SEKOLAH TINGGI PERTANIAN FLORES BAJAWA Ngaku, Maria Alfonsa; Deze, Liliana Regina; Wea, Yulianti Susanti; Papu, Marianus
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18986

Abstract

Ayam kampung unggulan Balitbangtan (KUB) adalah ayam bukan ras yang dapat menghasilakn daging dan telur, produksi telur dari ayam KUB yaitu cukup banyak dapat mencapai 50% per hari. Ayam KUB ini merupakan hasil dari penelitian Badan Penelitian Ternak-Badan Litbang Pertanian dan dilisensikan kepada PT. ayam Kampung Indonesia (AKI) atau lebih tepatnya diperoleh dari hasil persilangan kemudian dikembangkan secara luas. Usaha ayam kampung umumnya diusahakan oleh peternak kecil dipedesaan sebagai usaha sampingan. Namun dengan cara tersebut keuntungan peternak sangat kecil, karena usahanya belum mengarah pada usaha komersial. Usaha ayam lokal unggul dengan cara manajemen profesional yang baik, dapat meningkatkan nilai ekonomi peternak lebih optimal. Usaha ayam kampung dapat terus diusahakan oleh peternak kecil di pedesaan, walaupun skala pemeliharaannya masih rendah. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih satu Bulan yaitu mulai bulan pada bulan Juni-Juli Tahun 2024. Lokasi penelitian tersebut tepat di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa. Perguruan tinggi tersebut bergerak dibidang pertanian dan peternakan. Populasi ternak unggas yang di pelihara di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa sebanyak 100 ekor. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil langsung dari lokasi penelitian. Pendapatan dari usaha ayam KUB yang dipelihara di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa selama satu periode pemeliharaan mendapatkan keuntungan yang signifikan kurang lebih 65%. Tentunya hal ini tidak terlepas dari pola manajemen pemeliharaan yang baik sehingga berdampak pada keuntungan yang diperoleh. Selain itu pihak Kandang/ karyawan kandang tentunya juga memperhatikan kesehatan pada ayam KUB sehingga dapat menekankan angka kematian yang tinggi pada ayam.
PENGARUH PEMAKAIAN TEPUNG IKAN ASIN DALAM RANSUM BERBASIS JERAMI PADI AMONIASI TERHADAP PH DAN VFA SECARA IN-VITRO Nasution, Riska Romaito; Hermon, Hermon; Zain, Mardiati; Batubara, Junianto S
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian tepung ikan asin afkir dalam ransum berbasis jerami padi amoniasi terhadap pH dan VFA secara In-Vitro. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 (empat) ransum perlakuan yaitu: R0 (Ransum + 2% tepung ikan komersil), R1 (Ransum + 2% tepung ikan asin afkir), R2 (Ransum + 3% tepung ikan asin afkir), R3 (Ransum + 4% tepung ikan asin afkir) dan 4 (empat) ulangan (kelompok). Penelitian menunjukkan bahwa ransum perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pH dan total VFA. Nilai pH rumen berkisar antara 6,90 sampai 7,12 dan produksi VFA berkisar antara 87,50 sampai 105,00 mM. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa pemakaian tepung ikan asin afkir pada persentase 3% dapat mempertahankan nilai pH dan meningkatkan konsentrasi VFA. 
TINGKAT PREVALENSI DAN PREFERENSI INFESTASI CAPLAK PADA SAPI BALI FARM PETERNAKAN KAMPUS UNIKI DI DESA PALOH SEULIMENG KECAMATAN JEUMPA KABUPATEN BIREUEN Syakir, Ahmad; Husna, Asmaul; Haryadi, Haryadi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19284

Abstract

Salah satu masalah yang dialami peternak sapi adalah munculnya parasit yang perlu diatasi yaitu ektoparasit. Caplak merupakan salah satu ektoparasit yang sering ditemukan pada hewan ternak dan dapat mengurangi kualitas serta kuantitas produk ternak.  Untuk itu, studi ini dilakukan untuk memahami tingkat prevalensi dan preferensi infestasi caplak menurut bagian tubuh pada sapi bali yang dipelihara di Kandang Peternakan Sapi Kampus Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia , Kabupaten Bireun. Penelitian ini menggunakan metode purprosive sampling yaitu memilih sampel sapi bali  berumur 1-4 tahun  dengan sistem pemeliharaan secara semi intensif.   Terdapat total 25 ekor sapi potong yang terdiri dari 4 jantan dan 21 betina.   Pengambilan caplak dilakukan secara manual dengan pinset dimulai dari bagian kepala, leher, punggung, perut, selangkangan kaki depan, dan selangkangan kaki belakang.   Caplak yang diidentifikasi adalah Boophilus microplus yang merupakan salah satu spesies caplak dari sub genus Boophilus dengan tingkat prevalensi 92%% dan preferensi tertinggi terdapat pada bagian leher dengan rata-rata 36,5 ekor caplak per sapi. 
Kualitas Interior dan Eksterior Telur Setelah Diberikan Ransum Rendah Protein (Low Crude Protein Diets) Gea, Desiria; Nasution, Zakiyah; Pane, Doharni; Laia, Nursanti
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18959

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas interior   (albumen,   yolk dan haugh unit) dan kualitas eksterior (berat telur dan ketebalan kerabang/thickness) telur ayam layer setelah diberikan ransum rendah protein. Penelitian tersebut dilaksanakan selama 14 hari selama periode koleksi telur dan pengujian secara berkala. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yang terdiri dari R0 (Ransum dengan Protein Kasar 17%), P1 (Ransum dengan Protein Kasar 15%). Penelitian ini menggunakan alat pengujian kualitas interior dan eksterior yakni Egg Analyzer Unit (EAU) Orka Food Technology Ltd, UT 84010, USA. Variabelyang diamati adalah skor kuning telur,tinggi albumen, kekuatan kerabang dan ketebalan kerabang telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum dengan protein yang diturunkan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kualitas interior dan eksterior telur yang dihasilkan. Kesimpulan pada penelitian ini yakni kualitas telur yang dihasilkan dengan pemberian ransum standar setara dengan ayam diberi ransum dengan protein yang diturunkan (low crude protein diets).
KERAGAMAN BIOMASSA HIJAUAN PAKAN DI PT. ELUAN MAHKOTA Jiyanto, Jiyanto; Wirawan, Purnama; Zainab, Siti; Saputra, Danang
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.6742

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis hijauan, produksi hijauan dan carrying capacity. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan purposif sampling. Sampel diambil secara acak dari 7 divisi yang ada di PT Eluan Mahkota (EMA). Pengambilan sampel masing-masing divisi  diambil 3 titik lokasi. Kemudian sampel di timbang serta dilakukan pemisahan untuk setiap jenis rumput guna dilakukan pengamatan. Sampel dianalisis secara deskriptif dan perhitungan secara matematis. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan di PT Eluan Mahkota ditemukan 19 jenis hijauan yang di dominasi oleh jenis pakis, paitan dan rumput malela. Produksi hijauan segar yang diperoleh dari PT Eluan Mahkota sebanyak 38.159 ton/th dengang carrying capacity 0,78 ST Ha-1.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN KERBAU RAWA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Setiawan, Bagus Dimas; Adlan, Zulhapi Utama; Jati, Putri Zulia; Agustina, Syintia Dwi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan kerbau rawa berbasis kearifan lokal di Kabupaten Musi Rawas Utara. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan mengintegrasikan kajian literatur, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan lokal. Aspek-aspek yang dikaji meliputi nilai Lq, KPPTR, LFA, SWOT Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal dalam pemeliharaan kerbau rawa, seperti pengelolaan lahan adaptif dan praktik tradisional yang ramah lingkungan, berpotensi menjadi dasar pengembangan kawasan yang berkelanjutan. Strategi yang dirumuskan mencakup penguatan kapasitas masyarakat lokal, adopsi teknologi yang sesuai dengan kondisi rawa, perlindungan ekosistem, dan pengembangan kelembagaan berbasis komunitas. Implementasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian ekosistem rawa, serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengarahkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Musi Rawas Utara melalui pengelolaan kawasan kerbau rawa yang terintegrasi. Dengan pendekatan berbasis kearifan lokal, kawasan ini berpotensi menjadi model pembangunan daerah yang harmonis antara manusia dan lingkungan.
PERBANDINGAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN LAJU PERTUMBUHAN AYAM PARENT STOCK STRAIN COBB DAN ROSS JANTAN DI PT. CHAROEN POKPHAND JAYA FARM UNIT 3 SEMARANG TEGAL. Daffarrel, Reyhan; Suswoyo, H. Imam; Susanto, Agus
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.17374

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pertumbuhan bobot badan, laju pertumbuhan, uniformity, dan feed convertion ratio antar strain ayam jantan Cobb dan Ross di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit 3 Semarang Tegal. Data diperoleh dari recording di Perusahaan PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit 3 Semarang Tegal. Data yang digunakan yaitu data recording mengenai umur ayam fase layer, data bobot badan ayam jantan 34 minggu. Data yang telah didapat diolah secara matematik dengan Microsoft Excel. Data yang diperoleh kemudian ditabulasi kedalam tabel dan grafik dengan rumus rata-rata. Data dianalisis menggunakan independent sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan nyata (P>0,05) antara pertambahan bobot badan dan laju pertumbuhan absolut terhadap kedua strain. Hasil perhitungan menunjukkan uniformity dari kandang 22 strain Cobb memiliki nilai uniformity yang sangat baik sebesar 94%, lebih besar dibandingkan dengan kandang 18 strain Ross memiliki nilai uniformity sebesar 84%. Hasil perhitungan didapatkan pada ayam strain Cobb pada kandang 22 memiliki FCR sebesar 2,46 sedangkan pada kandang 18 strain Ross memiliki nilai FCR sebesar 2,44. Kesimpulan didapatkan bahwa pertambahan bobot badan, dan laju pertumbuhan tidak dipengaruhi strain ayam
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica Forsk.) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KAMPUNG SUPER FASE STARTER Silitonga, Lisnawaty; Yuanita, Iis; Ma'rifah, Siti; Wibowo, Satrio; Sujoko, Heri; Purba, Devi Azhari
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.) fermentasi terhadap performa ayam kampung super fase starter. Tepung kangkung air difermentasi secara anaerob selama 14 hari dicampur dalam ransum dan digunakan sebagai perlakuan. Metode penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali pengulangan. Perlakuan yang diujikan adalah P0 (ransum basal); P1 (penambahan tepung kangkung air fermentasi 3%); P2 (penambahan tepung kangkung air fermentasi 6%); P3 (penambahan tepung kangkung air fermentasi 9%). Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung kangkung air fermentasi tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, konversi ransum, pertambahan bobot badan dan mortalitas pada ayam kampung super fase starter. Pemberian tepung kangkung air fermentasi sampai dengan level 9% masih dapat diberikan kepada ayam kampung super fase starter tanpa menimbulkan efek yang negatif terhadap konsumsi ransum, konversi ransum dan pertambahan bobot badan. Secara numerik angka mortalitas rendah (kecil)
HUBUNGAN INFESTASI ENDOPARASIT DENGAN TINGGI PUNDAK DAN PANJANG BADAN PEDET SAPI POTONG YANG DIPELIHARA EKSTENSIF DI PETERNAKAN RAKYAT DESA LABUHAN LABO PADANGSIDIMPUAN Nurhalimah, Masayu; Sipahutar, Luky Wahyu; Hasibuan, Ali Akbar
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.19820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infestasi endoparasit dengan tinggi pundak dan panjang badan pedet sapi potong yang dipelihara ekstensif di peternakan rakyat Desa Labuhan Labo Padangsidimpuan. Penelitian dilaksanakan di Peternakan Rakyat Desa Labuhan Labo Padangsidimpuan Provinsi Sumatera Utara, Indonesia dan Laboratorium Mix Farming Experience Prodi Peternakan UM Tapsel pada bulan Mei tahun 2024. Jenis penelitian adalah penelitian survei terhadap 30 ekor pedet yang diperoleh secara accidental sampling dari peternakan rakyat Desa Labuhan Labo. Pengumpulan data berdasarkan 2 variable meliputi pengamatan infestasi jumlah telur cacing (variabel X) dan tinggi pundak serta panjang badan pedet (variabel Y). Pengambilan data dimensi dilakukan dengan cara pengukuran secara langsung dengan roll meter. Sampel feses diperoleh dari pedet yang telah dilakukan pengukuran sebanyak ±10 gram feses melalui bagian kolon (dalam anus) dan dibawa ke laboratorium untuk identifikasi jumlah telur cacing menggunakan uji metode Natif . Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah infestasi telur cacing dan tinggi pundak pedet sapi potong yang dipelihara secara ekstensif di Desa Labuhan Labo Padangsidimpuan tidak memiliki hubungan yang kuat dimana korelasi variable X dengan variable Y sebesar 0,3289 dengan persamaan regresinya y=11.425x + 0. 901. Untuk jumlah infestasi telur cacing dan panjang badan pedet sapi potong juga tidak memiliki hubungan yang kuat dimana korelasi variable X dengan variable Y sebesar 0,25391 dengan persamaan regresinya y= 0.108x + 71.833. Dapat disimpulkan bahwa jumlah infestasi endoparasit dengan tinggi pundak dan panjang badan pedet sapi potong yang dipelihara ekstensif di peternakan rakyat desa labuhan labo padangsidimpuan tidak memiliki hubungan korelasi yang kuat.