cover
Contact Name
Yuniar Siska Novianti
Contact Email
yuniar@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geosapta@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal GEOSAPTA
ISSN : 24603457     EISSN : 25275844     DOI : -
Jurnal Geosapta- Geosapta is a scientific period journal which is published in every January and July every year, contains scientific articles on Geosciences for Mining Applications from Exploration & Geology, Geomechanics, Coal and Mineral Processing, Management and Mineral-Coal Economic, and Mining Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
EKSTRAKSI EMAS DAN PERAK MENGGUNAKAN TIOUREA Rapele, Nanda Pratiwi; Fajar, Nur Alam; Febriana, Fitri; Ridzuan, M
Geosapta Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i1.11593

Abstract

Emas dan perak adalah mineral logam yang dimamfaatkan sebagai perhiasan, konduktor, dan argentometri. Keberadaan emas di alam terikat dengan mineral pembawa sehingga dibutuhkan teknik pemisahan emas dan perak yang ekonomis, efektif dan ramah terhadap lingkungan. Metode ekstraksi emas yang umum digunakan adalah metode sianidasi dan amalgamasi, tetapi metode tersebut memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu alternatif ramah lingkungan dan efektif dalam mengekstraksi emas dan perak dari bijihnya adalah metode tiourea yang menggunakan GOLDIX 575. Penelitian dimulai dengan pengambilan sampel bijih di lapangan, kemudian dilakukan fraksinasi dengan ukuran partikel bijih 80 mesh, 140 mesh, dan 200 mesh. Hasil analisis mikroskopis, XRD, dan SEM memperlihatkan sampel bijih emas mengandung mineral yang terdiri dari kuarsa, kalsit, hematit, magnetit, biotit serta sebagian kecil mineral sulfida seperti pirit dan spalerit. Kadar bijih yang ditentukan dengan analisis AAS masing-masing sebesar 2 ppm Au dan 2,7 ppm Ag. Percobaan pelindian bijih emas dilakukan dengan variabel yang digunakan adalah: persen padatan 35%, 40%, dan 45%; konsentrasi tiourea (GOLDIX 575) sebesar 400 ppm, 500 ppm, dan 600 ppm, serta waktu reaksi 1 jam, 2 jam, 4 jam, 8 jam, 24 jam dan 48 jam. Kondisi pada pelindian emas dan perak dijaga pada pH larutan 10-11, kecepatan pengadukan 169 rpm, pada suhu kamar dan tekanan atmosfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju ekstraksi emas tertinggi sebesar 77,68%, sedangkan ekstraksi perak tertinggi sebesar 59,46%.
STRUCTURAL CONTROL ON MINERALIZATION HIGH SULPHIDATION DEPOSITS IN MOTOMBOTO AREA Banto, Abdul Thayib; Kasim, Muhammad; Manyoe, Intan Noviantari; Setiono, Setiono
Geosapta Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i1.12171

Abstract

Suatu kontrol utama pembentukan alterasi dan mineralisasi adalah struktur geologi, karena dapat menjadi jalur fluida hidrotermal yang membawa mineral ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kondisi geologi dan menganalisis kontrol struktur geologi terhadap mineralisasi. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan. Observasi lapangan terdiri dari pengamatan geomorfologi, struktur geologi dan litologi. Geomorfologi terdiri pengamatan bentang alam dan stadia sungai. Struktur geologi berupa kekar dan sesar. Litologi meliputi alterasi dan mineralisasi. Hasil observasi lapangan dianalisis geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi serta analisis laboratorium seperti petrografi dan mineragrafi. Hasil penelitian mendapatkan satuan geomorfologi punggungan vulkanik Motomboto dan satuan perbukitan erosional Motomboto. Hasil analisis stratigrafi dan analisis petrografi didapatkan satuan latit, satuan riolit porfiri, satuan breksi vulkanik dan satuan endapan aluvial. Hasil dari analisis struktur geologi mendapatkan arah umum kekar NE-SW, NW-SE, N-S, NEE-SWW dan sesar terdiri sesar geser dan sesar normal. Secara megaskopis dan analisis mineragrafi, mineral logam yang teramati adalah pirit, kalkopirit, galena, sfalerit, tenanntit-tetrahedrit, kovelit, arsenopirit, emas dan azurit. Hasil analisis kontrol struktur terhadap mineralisasi, mineralisasi terbatas pada breksi hidrotermal yang merupakan batuan hasil dari zona hancuran zona sesar, kemudian terisi oleh fluida hidrotermal yang membawa mineral ekonomis. Struktur geologi daerah penelitian dapat menjadi jalur masuk fluida hidrotermal.
Pengaruh Campuran Sekam Padi pada Briket Batubara Fachruzzaki, Fachruzzaki; Halim, Halim; Lestari, Rina
Geosapta Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i1.10740

Abstract

Perusahaan tambang batubara banyak terdapat di Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalsel. Sisa pengolahan maupun pengujian batubara kebanyakan dibiarkan oleh perusahaan sehingga terbuang begitu saja. Batubara sisa ini bisa dimanfaatkan untuk dibuat briket. Namun seringkali briket batubara susah menyala dan menimbulkan banyak abu. Maka dari itu perlu penelitian dengan mencampurkannya dengan sekam padi. Sekam padi banyak didapatkan di daerah ini karena selain wilayah industri, juga terdapat wilayah pertanian yang cukup luas. Permasalahan yang ada yaitu sekam padi dan sisa batubara ini tidak banyak yang memanfaatkan sehingga penelitian ini sangat penting dilaksanakan untuk bisa menghasilkan bahan bakar energi alternatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif ekperimental. Batubara dihaluskan hingga 18 mesh. Sekam padi dikarbonisasi hingga didapatkan arang sekam kemudian menjadi bahan pencampur batubara dalam pembuatan briket dengan perekat tepung tapioka. Hasil penelitian menunjukkan briket BT-01 dengan komposisi 75% batubara dan 25% sekam memiliki nilai kalor paling tinggi dan waktu menyala lebih panjang. Hasil penelitian ini sangat penting untuk menjadi bahan pertimbangan untuk pemanfaatan lebih lanjut untuk rumah tangga maupun industri mengengah
Analisis Kestabilan Terowongan menggunakan Data Pemantauan Deformasi Massa Batuan dengan Total Station Pada Terowongan Kereta Api Notog Hulwani, Zati; Sulistianto, Budi; Widodo, Nuhindro Priagung; Septiyanto, Eko; Musyafiq, Ahmad Na’im
Geosapta Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i1.11764

Abstract

Pada masa kini, penggunaan terowongan baik untuk keperluan pertambangan maupun sipil seperti sarana transportasi (kereta api, saluran air untuk pembangkit listrik tenaga air) semakin berkembang. Kestabilan terowongan menjadi salah satu faktor yang sangat penting dan membutuhkan perhatian yang lebih bagi kelangsungan dan kelancaran kegiatan transportasi. Penelitian ini dilakukan di terowongan kereta api Notog BH 1440 yang berlokasi di jalur antara Cirebon - Kroya (Cikro), Jawa Tengah, Indonesia. Analisis deformasi berdasarkan hasil pemantauan massa batuan dengan mengukur displacement massa batuan di sekitar terowongan. Pengukuran deformasi (displacement) massa batuan menggunakan total station pada STA 395 dengan 3 titik pantau, A = dinding kiri (sebelah Timur), B = atap, dan C = dinding kanan (sebelah Barat). Besar deformasi terowongan pada setiap titik yaitu, titik A = 2,4 mm, titik B = 1,5 mm, dan titik C = 2,2 mm, terowongan dikategorikan masih dalam keadaan stabil. Penentuan kriteria kestabilan terowongan didasarkan pada laju perpindahan menurut Zhenxiang (1984), Cording (1974), dan UG Geotech PT. Freeport (2000). Berdasarkan hasil pengolahan data pemantauan displacement massa batuan didapatkan kestabilan terowongan pada titik A stabil; titik B relatif stabil menurut Zhenxiang (1984) dan Cording (1974) – stabil menurut UG Geotech PT. Freeport (2000); dan titik C stabil.
Karakteristik Biobriket Campuran Bottom Ash Batubara dengan Arang Tempurung Kelapa dan Arang Kayu Triantoro, Agus; Mustofa, Adip; Gultom, Michael Owen
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.14240

Abstract

Pemenuhan kebutuhan bahan bakar energi dalam masyarakat semakin meningkat maka diperlukan penanganan khusus. Potensi bottom ash yang melimpah berasal dari limbah penggunaan batubara pada PLTU, serta banyaknya produksi arang tempurung kelapa dan arang kayu yang dapat dibuat menjadi bahan pembuatan briket yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan sampel dengan menggunakan komposisi variasi bottom ash, arang tempurung kelapa, arang kayu, perekat dan kapur. Kemudian dilakukan uji analisis proximate, uji calorific value dan uji pembakaran pada ukuran partikel 60 mesh dan 80 mesh. Berdasarkan hasil uji laboratorium semakin banyak komposisi bottom ash maka akan semakin naik nilai kandungan air, kandungan air terbesar 10.10% terdapat pada sampel 60A, sedangkan komposisi arang tempurung kelapa dan arang  kayu semakin banyak maka kandungan airnya semakin kecil. Komposisi nilai kandungan air terkecil terdapat pada sampel 80D yaitu sebesar 5.77%. Nilai kalori yang dihasilkan berbanding lurus dengan komposisi arang tempurung kelapa dan arang kayu, semakin naik komposisi arangnya maka nilai kalorinya juga semakin naik. Nilai kalori tertinggi terdapat pada biobriket sampel 80D yaitu sebesar 6,515.89 cal/gram. pada ukuran mesh 80 mesh analisis kualitas briket dan kualitas uji pembakaran lebih baik dibandingkan dengan ukuran partikel 60 mesh.
Kebutuhan Energi Listrik Guna Menggerakkan Sektor Ekonomi Strategis di Provinsi Kalimantan Selatan Putri, Karina Shella; Nurhakim, Nurhakim; Novianti, Yuniar Siska; Safitri, Nurma
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.14358

Abstract

Pemenuhan kebutuhan energi listrik di Provinsi Kalimantan Selatan diperkirakan tumbuh pesat, dengan adanya kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri, sehingga diperlukan suplai energi listrik yang cukup besar. Kajian akan dihadapkan pada dua kondisi ekonomi, yaitu Business as Usual, dimana Provinsi Kalimantan Selatan masih mengalami pemulihan kondisi perekonomian yang merupakan dampak pandemi Covid-19, dan pertumbuhan ekonomi optimis, dimana Provinsi Kalimanatan Selatan mengalami percepatan ekonomi yang ditandai dengan terlaksananya rencana investasi proyek-proyek dalam kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri. Metode yang digunakan dalam menentukan kebutuhan energi listrik adalah permodelan ekonometrika dengan pendekatan Ordinary Least Square (OLS). Model konsumsi energi listrik menggunakan variabel independent PDRB, jumlah penduduk, tarif rata-rata listrik, dan rasio elektrifikasi. PDRB dimodelkan menggunakan variabel independent jumlah tenaga kerja, pengeluaran pemerintah, dan investasi. Seluruh variabel menggunakan data historis dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2021. Skenario 1 menghasilkan forecast PDRB dengan laju pertumbuhan rata-rata 2,72%. Kebutuhan energi listrik dari tahun 2022 sampai dengan 2025 untuk skenario 1 berturut-turut dalam satuan GWh antara lain 3.159,42; 3.228,31; 3.251,60; dan 3.250,94. Skenario 2 menggunakan pertumbuhan ekonomi optimis sebesar 4,3% sebagai acuan forecast kebutuhan energi listrik dengan hasil berturut-turut dari tahun 2022 sampai dengan 2025 dalam satuan GWh antara lain 3.164,90; 3.251,73; 3.319,55; dan 3.374,17. Skenario 1 dengan asumsi perekonomian masih dalam masa pemulihan menghasilkan rata-rata pertumbuhan permintaan energi listrik sebesar 1,61%. Sedangkan skenario 2 dengan asumsi terealisasinya proyek kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri menghasilkan rata-rata pertumbuhan permintaan energi listrik sebesar 2,55%. 
Curug Bayan Sebagai sarana Pembelajaran Geoscience Di Lereng Gunung api Slamet, Banyumas-Jawa Tengah Widagdo, Asmoro; Iswahyudi, Sachrul; Setijadi, Rachmad; Waluyo, Gentur
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.13326

Abstract

Pengunjung dari kalangan akademisi geoscience (geofisika, geologi, geografi dan pertambangan) ke obyek wisata Curug Bayan di lereng selatan Gunung Slamet-Kabupaten Banyumas perlu mendapatkan informasi pembelajaran aspek kebumian (geoscience) pada lokasi yang dikunjunginya. Penggalian nilai ilmiah Curug Bayan perlu dilakukan sebagai informasi kepada masyarakat geoscience  yang tertarik mengetahuinya. Penelitian potensi pembelajaran kebumian di Curug Bayan ini adalah melalui urutan langkah dari kajian publikasi/pustaka dan pengamatan singkapan lapangan. Curug Bayan memiliki makna edukasi kebumian yang penting mengenai aliran lava purba, proses pendinginan lava pijar hingga membentuk batuan beku andesit, mekanisme gerusan air sungai atau erosi sungai vertical, bagian-bagian lereng gunung api, pertambangan, hidrologi dan vegetasi.
Analisis Petrografi dan Geokimia Batuan Ultramafik Kompleks Ofiolit Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara Hasria, Hasria; Ramadhan, Alan Muhammad; Okto, Ali; Masri, Masri; Bahdad, Bahdad; Ngkoimani, La Ode; Azzaman, Muhammad Arba
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.14112

Abstract

Area studi terletak pada daerah Laronanga Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Studi ini bertujuan untuk menentukan karakteristik batuan ultramafik berdasarkan analisis petrografi dan geokimia. Analisis petrografi digunakan untuk menentukan nama batuan sedangkan analisis geokimia dengan XRF (X-Ray Fluorescence) bertujuan untuk menentukan jenis magma, afinitas magma dan lingkungan asal magma. Hasil analisis petrografi menunjukkan bahwa batuan ultramafik area studi merupakan batuan beku ultramafik jenis peridotit-harzburgit. Adapun hasil analisis XRF batuan memperlihatkan bahwa jenis batuan beku di area studi adalah batuan peridotit-gabro dengan tipe afinitas/seri magmanya termasuk ke dalam seri tholeitic series, serta lingkungan asal terbentuk magma adalah berasal dari Oceanic Ridge and Floor atau Mid Oceanic Ridge (MOR).
Inventarisasi Titik-Titik Gerakan Tanah Pasca Bencana Longsor di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan Arifin, Yulian Firmana; Nurhakim, Nurhakim; Hidayat, Taufik; Saputra, Adi; Akram, Muh.; Mikhael, Peredrik F.
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.14011

Abstract

Hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Propinsi Kalimantan Selatan selama bulan Januari 2021 memicu terjadinya banjir dan longsor di berbagai kabupaten. Salah satu kabupaten yang terdampak adalah Kabupaten Tanah Laut. Dari data BNPB, bencana banjir dan longsor di Kabupaten ini menimbulkan 7 jiwa meninggal dunia, 27024 jiwa mengungsi dan lebih dari 42 ribu jiwa terdampak. Identifikasi gerakan tanah dilakukan dengan menganalisis citra satelit dan foto udara dari pesawat tak berawak (drone). Foto-foto ini diolah dengan bantuan aplikasi Orthophoto. Data ini kemudian dibandingkan dengan data citra satelit sebelum  terjadi bencana dengan bantuan Sistem Informasi Geografis ArcGIS. Hasilnya digunakan untuk inventarisasi potensi longsor dibeberapa titik-titik di Tanah Laut. Hasil studi memperlihatkan daerah-daerah yang rentan terjadi gerakan tanah susulan pada 47 lokasi di Gunung Keramaian, 14 titik di Guntung Besar, dan 3 titik di Bukit Tamiyang. Hasil studi tanah ini dijadikan bahan evaluasi dan masukan bagi pemerintah daerah setempat dalam pelaksanakan kebijakan mitigasi bencana. Hal ini disebabkan ketiga lokasi merupakan daerah perkebunan (Gunung Keramaian dan Guntung Besar) dan destinasi wisata (Bukit Tamiyang).
Mineralogi dan Mobilitas Unsur pada Lithium dan Logam Tanah Jarang pada Lumpur Sidoarjo (Lusi), Indonesia Hakim, Andy Yahya Al; Anggayana, Komang; Indriati, Teti; Sulistijo, Budi; Syafrizal, Syafrizal; Heriawan, Mohamad Nur; Widayat, Agus Haris
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.13936

Abstract

Lumpur Sidoarjo (Lusi) merupakan manivestasi gunung lumpur (mud volcano) yang mengeluarkan erupsi sejak Mei 2006 hingga saat ini. Kegiatan penelitian dengan fokus elemen tanah jarang pada Lusi menjadi perhatian karena volume lumpur yang terus bertambah, serta potensi logam yang bernilai ekonomis. Studi ini bertujuan untuk mengetahui mineralogi Lusi berdasarkan studi mikroskopi optik dan elektron, serta konfirmasi dari geokimia untuk memahami kelimpahan unsur. Sampel didominasi seperti kuarsa, Ca-feldspar, mineral filosilikat seperti muskovit. Kaolinit teramati pada semua sampel, merupakan mineral lempung yang dapat menangkap elemen tanah jarang (rare-earth element) melalui mekanisme adsorpsi dan substitusi ion. Analisa geokimia menunjukkan kelimpahan unsur lithium pada Lusi mengalami pengayaan sebanyak 3 hingga 5 kali jika dibandingkan dengan kelimpahan unsur di kerak bumi. Terdapat korelasi unsur yang kuat antara unsur lithium (r>0,8) dengan Sr, Rb, Be, K, Cs, diduga terkayakan pada mineral silikat dengan struktur berlapis seperti kaolinit dan muskovit. Unsur light rare-earth elements menunjukkan kelimpahan yang lebih tinggi dengan heavy rare-earth elements. Lithium merupakan unsur yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut karena mengalami pengayaan dan kemungkinan berikatan membentuk garam klorida atau mineral lain. Logam tanah jarang, walaupun mengalami pengayaan, dengan kondisi ilmu pengetahuan saat ini bukan merupakan target utama untuk kegiatan eksplorasi lanjutan.