cover
Contact Name
Fauziah
Contact Email
fauziah.fahrullah@gmail.com
Phone
+6282123089992
Journal Mail Official
ojsbunda@gmail.com
Editorial Address
AKADEMI KEBIDANAN BUNGA HUSADA SAMARINDA Jalan Abdul Wahab Sjahranie Gang 3 No.12 RT.10 Kelurahan Gunung Kelua –Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Kode Pos: 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
ISSN : 26227487     EISSN : 26227495     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda. Adapun ruang lingkup/topik dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah bidang Kebidanan, Kandungan dan Pendidikan Kebidanan. Dalam setiap edisinya, Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” menerbitkan 5 hingga 8 (delapan) artikel/ hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Kebidanan Bunga Husada (Akbid Bunda) saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 450 Documents
Metode Mendongeng Mengatasi Masalah Keterlambatan Bicara Dan Bahasa Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Muslimat NU 02 Desa Tambak Rejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang Mitayakuna Stianto; Siti Fatimah; Fatmawati; Inge Devita Fatma; Novi Lailatul Hikmah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.422

Abstract

Keterlambatan  bicara  dan  bahasa  dapat  mengakibatkan  kesulitan  belajar,  kesulitan membaca dan menulis serta mempengaruhi pencapaian akademik anak hingga dewasa. Menurut World Health Organization (WHO) 2019, gangguan perkembangan bahasa diseluruh  dunia   memiliki  angka   kejadian   sebanyak   27,5%  dari  149.000.000  yang mengalami keterlambatan  bicara  dan  bahasa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode mendongeng dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini yang mengalami keterlambatan bicara. Sampel terdiri dari 61 anak usia 4–6 tahun dari populasi 154 anak. Pre-test menunjukkan bahwa hanya 18 anak (29,51%) yang mampu menjawab pertanyaan bahasa dengan benar, sedangkan pada post-test meningkat menjadi 43 anak (70,49%). Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks menghasilkan nilai Z = -4,279 dan p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan setelah intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa metode mendongeng  pada anak usia 4-6 tahun di TK Muslimat NU 02 Desa Tambak Rejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang efektif dalam menstimulasi perkembangan bahasa dan bicara pada anak usia dini.
Pentingnya Kesehatan Seksual Dalam Penanganan Bencana Perspektif Dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Yekti Satriyandari; Siti Istiyati; Cesa Septiana
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.425

Abstract

Latar Belakang: Situasi bencana sering kali menempatkan kesehatan seksual sebagai isu yang terabaikan, padahal kebutuhan seksual tetap ada bahkan dalam kondisi darurat. Ketiadaan ruang privat, stres psikologis, dan tekanan sosial dalam pengungsian dapat meningkatkan risiko disfungsi seksual pada perempuan, terutama yang menggunakan kontrasepsi hormonal seperti suntik DMPA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi problematika seksual perempuan pengguna KB hormonal dalam situasi bencana serta menyoroti pentingnya dukungan psikososial dalam penanganannya. Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap 27 responden perempuan pengguna KB hormonal di wilayah terdampak bencana, dengan analisis tematik untuk menggali persepsi dan pengalaman mereka. Hasil: Mayoritas responden mengalami disfungsi seksual yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor hormonal dan tekanan psikososial akibat bencana. Aktivitas seksual tetap dianggap penting sebagai mekanisme coping dan penguat relasi pasangan. Ketiadaan ruang privat menjadi hambatan utama, sehingga muncul aspirasi kuat untuk menyediakan "bilik mesra" di pengungsian sebagai bentuk dukungan kemanusiaan yang inklusif. Kesimpulan: Kesehatan seksual merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam respon bencana. Pendekatan penanggulangan bencana yang berperspektif gender dan memperhatikan kebutuhan seksual dapat meningkatkan kesejahteraan psikososial penyintas, serta mencegah kekerasan berbasis gender.
Pengaruh Video Animasi Pemeriksaan SADARI Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Pencegahan Kanker Payudara Pada Remaja Putri Di SMK Al-Hidayah Cinere Depok Liza Puspa Dewi; Nurhaliza; Junaida Rahmi
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.427

Abstract

Latar Belakang: SADARI merupakan metode skrining sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri oleh wanita sebagai deteksi dini kanker payudara. Video animasi sebagai media edukasi yang dapat meningkatkan pemahaman dan perilaku remaja putri dalam pencegahan kanker payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Video Animasi Tentang SADARI Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Pencegahan Kanker Payudara Pada Remaja Putri Di SMK Al-Hidayah Cinere Depok. Metode Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 97 siswa remaja putri yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku sebelum dan sesudah intervensi berupa video animasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan video animasi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah (45,3%) dan perilaku pencegahan yang kurang baik (50,5%). Setelah intervensi, terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan menjadi tinggi (67,4%) dan perilaku pencegahan yang lebih baik (72,1%). Uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan video animasi terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku pencegahan kanker payudara. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini bahwa terdapat pengaruh video animasi pemeriksaan SADARI terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan kanker payudara pada remaja putri di SMK Al-hidayah Cinere Depok. Saran diharapkan remaja putri mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku SADARI guna deteksi dini kanker payudara.
Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi Kelas X Di MAN 1 Sleman Yogyakarta Putri, Firsta Fadhlila; Kurniati, Nurul; Rohmah, Fathiyatur
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.431

Abstract

Dismenore adalah ketidaknyamanan yang terjadi pada saat seorang perempuan mengalami menstruasi yang menyebabkan aktifitas sehari-hari penderita terganggu. Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling banyak dialami oleh perempuan. Salah satu faktor dismenore yang terjadi pada remaja adalah kadar hemoglobin yaitu saat kadar hemoglobin kurang dari 12 gr/dL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan kejadian dismenore primer pada siswi kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 siswi diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data pada kategori kadar hemoglobin dengan pemeriksaan menggunakan alat ukur kadar hemoglobin digital dan pada kategori kejadian dismenore menggunakan Numeric Rating Scale. Analisis data yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 54 responden didapatkan bahwa seluruh responden (100%) mengalami dismenore dan angka kejadian anemia 27,8%. Hasil uji bivariat didapatkan bahwa ada hubungan kadar hemoglobin dengan kejadian dismenore primer pada siswi kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman dengan nilai p value 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini kondisi kurangnya kadar hemoglobin dalam tubuh dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya dismenore dan remaja putri hendaknya memperhatikan asupan zat besi pada konsumsi sehari-harinya karena jika asupan zat besi kurang dapat meningkatkan risiko terjadinya dismenore
Hubungan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Fasya, Rizfi Pramesi Lalita; Nurul Soimah; Andri Nur Sholihah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.432

Abstract

Kejadian balita pendek atau biasa disebut stunting merupakan keadaan dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan menurut umur yang kurang dari -2 SD median standar pertumbuhan anak dari WHO. WHO pada tahun 2022 secara global menyebutkan sebanyak 22,3% atau 148,1 juta anak usia dibawah lima tahun di dunia mengalami stunting. Hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menyebutkan apabila angka prevalensi stunting di Indonesia dan Yogyakarta masing – masing 21,6% dan 18%. Salah satu upaya intervensi spesifik yang dapat mengatasi penyebab langsung dari stunting ini salah satunya adalah praktik pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskemas Sentolo I. Desain penelitian yang dipakai yaitu case control. Populasi sebanyak 362 balita. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 106 balita dengan 53 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 53 balita yang tidak stunting sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel yang dipakai yaitu purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk melihat riwayat pemberian ASI Eksklusif. Analisis data menggunakan Chi-Square dan Odds Ratio. Hasil analisis chi-square mendapatkan p-value sama dengan 0,001 (p kurang dari 0,05) yang artinya terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Sedangkan hasil Odds Ratio (OR) sama dengan 6,833, maknanya balita dengan riwayat tidak diberikan ASI eksklusif memiliki 6,833 kali risiko lebih besar untuk mengalami kejadian stunting.
Pengaruh Konseling Pranikah Terhadap Pengetahuan Calon Pengantin Di Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau Maresa’ Daun Langi; Yogho Prastyo; Rusmiati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.434

Abstract

Sebelum memasuki masa berumah tangga, penting bagi pasangan yang akan menikah untuk memahami masalah dan solusi yang berkaitan dengan kesehatan keluarga. Pemahaman ini membantu pasangan memahami satu sama lain dan mengantisipasi risiko yang mungkin muncul akibat kesehatan yang tidak terjaga.Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling pranikah terhadap pengetahuan calon pengantin di Kecamatan Malinau Kota. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi pre-eksperiment one-group pretest-posttest design Sampel penelitian terdiri dari 40 calon pengantin. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menujukan bahwa pada pre-test diperoleh tingkat pengetahuan 37 calon pengantin dikategorikan baik dan tiga lainnya cukup Pada post test, seluruh 40 calon pengantin menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik yang baik Uji Wilcoxon menghasilkan Asymp. Sig < 0,05 (0,000 < 0,05) yang berrti terdapat pengaruh konseling pranikah terhadap pengetahuan calon pengantin.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling pranikah sangat penting untuk membantu calon pengantin dan masyarakat luas dalam memahami kehidupan rumah tangga dan menjaga kesehatan keluarga.
Hubungan Pengetahuan Dengan Keikutsertaan Ibu Pada Kelas Ibu Balita Di Puskesmas Long Loreh Kabupaten Malinau Cillina; Yuni Retnowati; Selvia Febrianti
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.435

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita yaitu dengan meningkatkan program kesehatan anak, salah satunya adalah mengadakan kelas ibu balita. Kegiatan kelas ibu balita adalah media untuk belajar dalam kelompok tatap muka tentang kesehatan ibu dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang perawatan pada anak usia 0-5 tahun dan perawatan bayi baru lahir melalui praktik menggunakan buku KIA (Maternal and Child) Kesehatan). Di Puskesmas Long Loreh masih kurangnya partisipasi ibu dalam kegiatan kelas ibu balita sehingga kelas menjadi kurang efektif. Selama ini tingkat kehadiran ibu balita pada saat penyelenggaraan kelas hanya sekitar 7 orang (50% ) yang hadir dari total ideal jumlah peserta yaitu 15 peserta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan ibu pada kelas ibu balita. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Long Loreh, dengan metode penelitian bersifat kuantitatif. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan design cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 0-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Long Loreh sejumlah 86 ibu. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan random sampling. Sehingga didapatkan responden sebanyak 46 ibu. Responden diberikan kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan ibu tentang kelas ibu balita, analisis bivariat menggunakan chis square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu tentang kelas ibu balita dengan keikutsertaan ibu dalam kelas ibu balita dengan menilai P-Value 0,001<0,05. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi terhadap petugas kesehatan khususnya puskesmas hendaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya ibu balita agar mengikuti kelas ibu balita untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam merawat dan mengasuh anaknya.
Studi Kasus Pada Ny. L Dengan Gagal Ginjal Kronik Melalui Terapi Menghisap Es Batu Untuk Membatu Mengurangi Rasa Haus Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Adinda Yulia Putri; Ikit Netra Wirakhmi
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.438

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) atau Chronic Kidney Disease (CKD) adalah kondisi di mana fungsi dan struktur ginjal abnormal lebih dari tiga bulan, menyebabkan gangguan metabolisme, keseimbangan cairan, elektrolit, dan peningkatan ureum. Pasien GGK sering menjalani hemodialisis dan pembatasan cairan, yang memicu mulut kering dan rasa haus. Mengonsumsi es batu diusulkan sebagai cara mengurangi haus, karena memberikan efek segar, dingin, dan mensinyalkan ke otak bahwa kebutuhan cairan terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi menghisap es batu dalam menurunkan rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, yaitu studi mendalam pada satu individu (objek tunggal) dalam jangka waktu tertentu secara berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Intensitas haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dengan rentang skala 0-10. Hasil setelah diberikan terapi menghisap es batu, intensitas haus pasien mengalami penurunan signifikan. Skala haus pasien yang semula 8 (haus berat) menurun menjadi 4 (haus ringan). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa terapi menghisap es batu efektif dalam mengurangi rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang membatasi asupan cairan. Pendekatan sederhana ini dapat menjadi intervensi yang bermanfaat untuk meningkatkan kenyamanan pasien Gagal Ginjal Kronik.
Pijat Common Cold dan Nebulizer untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Balita dengan Bronkopneumonia Steffani Fransisca; Murniati; Devi Tri Nur
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.444

Abstract

Bronkopneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan bawah yang sering menyerang balita dan dapat menyebabkan gangguan bersihan jalan napas tidak efektif. Penatalaksanaan keperawatan terhadap masalah ini tidak hanya mengandalkan terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan intervensi nonfarmakologis yang mendukung peningkatan fungsi pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan pijat common cold dan terapi nebulizer dalam membantu mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada balita dengan bronkopneumonia. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif terhadap balita yang dirawat di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Intervensi yang diberikan berupa pijat common cold sebanyak dua kali sehari dan terapi nebulizer sesuai indikasi medis selama tiga hari berturut-turut. Hasil menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen, serta penurunan intensitas batuk dan produksi sekret. Penerapan pijat common cold dan nebulizer terbukti efektif dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer untuk meningkatkan bersihan jalan napas pada balita dengan bronkopneumonia.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Postpartum Blues Di Wilayah Kerja Puskesmas Sleman Eva Novita; Pratika Wahyuhidaya; Fayakun Nur Rohmah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.452

Abstract

World Health Organization (WHO) mencatat prevalensi postpartum blues secara umum dalam populasi dunia adalah 3-8% dengan 50% kasus terjadi pada usia produktif yaitu 20-50 tahun. Prevalensi postpartum blues di beberapa negara berbeda antara lain seperti di Jepang mencapai 15-50%, Yunani mencapai 44,5% dan Prancis mencapai 31,7%. Angka kejadian postpartum blues di Indonesia mencapai 23% sedangkan skrining dengan menggunakan EPDS didapatkan bahwa 14-17% wanita postpartum beresiko mengalami postpartum blues. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian postpartum blues di Wilayah Puskesmas Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Cross Sectional. Populasi adalah ibu yang melahirkan di Puskesmas Sleman. Teknik pengambilan sampel dengan kuota sampling sebanyak 30 ibu nifas. Pengambilan data dengan kuesioner karakteristik responden EPDS, dan kuesioner dukungan suami dan beban kerja. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian ini diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Usia dengan p-value = 0,003, Paritas p-value = 0,007, Dukungan Suami p-value = 0,003 dan Beban Kerja p-value = 0,011 terhadap kejadian Postpartum Blues. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada ibu nifas untuk dapat mengenali gejala yang berkaitan dengan postpartum blues