cover
Contact Name
Fauziah
Contact Email
fauziah.fahrullah@gmail.com
Phone
+6282123089992
Journal Mail Official
ojsbunda@gmail.com
Editorial Address
AKADEMI KEBIDANAN BUNGA HUSADA SAMARINDA Jalan Abdul Wahab Sjahranie Gang 3 No.12 RT.10 Kelurahan Gunung Kelua –Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Kode Pos: 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
ISSN : 26227487     EISSN : 26227495     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda. Adapun ruang lingkup/topik dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah bidang Kebidanan, Kandungan dan Pendidikan Kebidanan. Dalam setiap edisinya, Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” menerbitkan 5 hingga 8 (delapan) artikel/ hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Kebidanan Bunga Husada (Akbid Bunda) saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 450 Documents
Hubungan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi Kelas XI Di MAN 3 Sleman Mellynda Fortius; Nurul Mahmudah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.399

Abstract

Latar belakang: Ketidakteraturan menstruasi dapat mengindikasikan anovulasi yang berisiko menyebabkan infertilitas, sementara perdarahan berlebihan dapat memicu anemia. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memperburuk Premenstrual Syndrome (PMS) dan dismenorea, mengganggu produktivitas remaja, serta menimbulkan gejala fisik seperti nyeri perut dan kepala serta perubahan emosi. Dalam jangka panjang, gangguan menstruasi yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko masalah kesuburan dan gangguan kesehatan yang lebih serius. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan status gizi dengan siklus menstruasi pada siswi kelas XI di MAN 3 Sleman. Metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian korelasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. sampel yang digunakan adalah 71 siswi kelas XI di MAN 3 Sleman. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan timbangan dan microtoise untuk mengukur status gizi dan kuesioner untuk mengukur siklus menstruasi. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling, dengan cara simple random sampling. Analisa data  menggunakan uji korelasi uji Spearman Rank. Hasil penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi tertinggi adalah siswi dengan status gizi baik yang memiliki siklus menstruasi normal sebanyak 40 siswi (56,3%). Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rank menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Hal ini berarti terdapat hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada siswi kelas XI di MAN 3 Sleman, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,791 yang menunjukkan tingkat kekuatan hubungan yang kuat. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada siswi kelas XI di MAN 3 Sleman. Temuan terpenting dalam penelitian ini adalah, bahwa status gizi yang baik berperan penting dalam keteraturan siklus menstruasi. Saran: diharapkan agar MAN 3 Sleman dapat menyelenggarakan program penyuluhan tentang gizi yang optimal. Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel lain yang relevan seperti stres dan aktivitas fisik, atau dengan menggunakan sampel yang lebih besar agar hasil yang diperoleh lebih representatif.
Literature Review: Asuhan Kebidanan Komplementer Pemberian Permen Jahe Terhadap Frekuensi Mual Muntah Ibu Hamil Aulia, Devy Lestari Nurul; Anjani, Arum Dwi; Yenny; Haryati Harun; Desi Afrina; Yesi Syahrini; Erlina; Helda Febrina; Sridistuti; Megawati Sitorus; Yunita; Rizki Agustina; Sisty Chintya Lola
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.400

Abstract

Kehamilan merupakan proses alamiah yang akan menimbulkan perubahan fisik maupun psikis akibat adanya perubahan hormon. Seringkali kehamilan memasuki masa kritis apabila tidak dilalui dengan nyaman oleh ibu hamil. Untuk itu ibu hamil harus mampu beradaptasi secara fisiologis maupun psikis terhadap pengaruh hormon kehamilan. Dampak dari perubahan hormon tersebut adalah rasa mual dan muntah yang sering terjadi pada awal kehamilan terutama pada pagi hari dan dapat juga terjadi setiap hari. Keadaan tersebut memicu rasa nyeri bahkan dapat menyebabkan kematian karena tidak ditangani dengan baik. Jahe mengandung minyak atsiri (essential oil) yang dapat menyegarkan dan mengurangi rasa mual. ​​Serta dapat memperlancar peredaran darah. Selain itu dapat mengurangi rasa tegang, kepala terasa segar dan dapat menekan rasa mual. ​​Aroma harum jahe disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan oleoresensi menimbulkan rasa pedas yang dapat menghangatkan tubuh dan mengeluarkan keringat. Tujuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dari tiga pangkalan data elektronik termasuk Google Scholar. Penelitian ini berdasarkan penelitian yang dipublikasikan antara tahun 2021 sampai dengan tahun 2025.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Nyeri Dismenore Pada Mahasiswi Semester I Program Studi S1 Kebidanan Di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Silmi Fuji Lestari; Nurul Mahmudah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.401

Abstract

Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan suatu gejala sakit yang umum sering dialami wanita saat sebelum atau selama menstruasi, ditandai dengan nyeri perut bagian bawah yang bisa menjalar ke pinggang, punggung bagian bawah, dan paha. Kondisi ini dapat bertambah parah bila disertai dengan kondisi psikis yang tidak stabil, seperti stres, depresi, cemas berlebihan, dan keadaan sedih atau gembira yang berlebihan. Dampak dismenore cukup besar bagi sebagian remaja putri karena sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat stres dengan nyeri dismenore pada mahasiswi semester I Program Studi S1 Kebidanan di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Jenis Penelitian ini adalah survey analitik dengan desain pendekatan cross sectional atau pengambilan data sekaligus pada satu saat. Pengambil Sampel dengan teknik probability random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 83 mahasiswi semester I Program Studi S1 Kebidanan di Universitas Aisyiyah Yogyakarta tahun 2025. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah uji statistik menggunakan analisis korelasi Kendall Tau (τ). Hasil diperoleh nilai signifikan (2-tailed) sebesar 0,001 berarti (p < 0,05), Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan nyeri dismenore pada Mahasiswi Semester I Program Studi S1 Kebidanan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2025, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,397 yang menunjukkan tingkat keeratan hubungan yang cukup. Mahasiswi disarankan agar dapat melakukan aktivitas positif yang dapat membantu mengelola stres misalnya berolahraga di hari libur. hal ini membuat tubuh lebih rileks, sehingga pekerjaan yang dilakukan terasa lebih mudah dan tenang.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Nutrisi Pada Balita Dengan Kejadian Stunting Anisa Safira Nuzullaika; Nita Hestiyana; Desilestia Dwi Salmarini; Noval
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.402

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi angka stunting di Kota Banjarmasin Tahun 2023 mengalami kenaikan 4,1% dibandingan pada Tahun 2022 lalu. Ibu yang punya pengetahuan rendah tentang nutrisi pada balita, akan berdampak mengalami stunting dibandingkan dengan ibu yang berpengetahuan baik. Studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin, didapatkan balita usia 24-59 bulan ada 1.257 balita diantaranya 74 mengalami stunting. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi dengan kejadian stunting di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Tahun 2024. Metode: Penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Tahun 2024 berjumlah 30 orang. Data Analisa dengan teknik analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Berdasarkan analisis data didapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu balita tentang nutrisi tahun 2024 di wilayah puskesmas pekauman banjarmasin sebagian besar termasuk dalam kategori kurang sebanyak 23 responden (76%), sedangkan 5 responden masuk kategori cukup (17%), dan 2 responden termasuk dalam kategori baik (7%) dan untuk data kejadian stunting tahun 2024 di wilayah puskesmas pekauman banjarmasin sebagian besar termasuk dalam kategori tidak stunting sebanyak 26 responden (86,7%), sedangkan 4 responden masuk kategori stunting (13,3%) dan berdasarkan uji hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi pada balita (0,247>0,05) tidak ada hubungannya dengan kejadian stunting di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Simpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi pada balita dengan kejadian stunting bisa disebabkan adanya keterbatasan penelitian, variabel belum mewakili semua faktor yang mempengaruhi kejadian stunting.
Pengaruh Teknik Relaksasi Guided Imagery terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Nifas Post Sectio Caesarea Rochaida, Try; Friscila, Ika; Nastiti, Kunti; Sarkiah, Sarkiah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.403

Abstract

Latar Belakang: Gangguan psikologis pada fase post partum sectio caesarea diantaranya kecemasan yang dirasakan secara terus menerus dapat memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan secara keseluruhan yang dapat mengakibatkan depresi postpartum. Pendekatan non farmakologi teknik relaksasi dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan yaitu guided imagery. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi relaksasi guided imagery terhadap penurunan kecemasan ibu nifas post sectio caesarea di RSUD Pambalah Batung Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode: penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre experimental dengan design one group pretest postest design. Sampel adalah ibu nifas post section caesarea di ruang nifas berjumlah 20 orang, diambil dengan teknik non probability sampling dengan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil: sebagian besar umur responden tidak berisiko sebanyak 17 orang (85%), mayoritas pendidikan SMA sebanyak 9 orang (45%), mayoritas pekerjaan Ibu Rumah Tangga sebanyak 14 orang (70%). Hasil nilai rata-rata pre test sebesar 115,95 dan post test sebesar 81,65. Hasil analisis bivariat didapatkan hasil nilai significancy p-value 0,001. Kesimpulan: terdapat pengaruh peberian terapi relaksasi guided imagery terhadap penurunan kecemasan ibu nifas post sectio caesarea.
Hubungan Paritas Dan Umur Ibu Dengan Kejadian Abortus Di RSU Queen Latifa Kulon Progo Suprapti, Wiwit; Suyani
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.405

Abstract

WHO memperkirakan sekitar 15-20% kematian ibu disebabkan oleh abortus. Angka kematian ibu karena abortus tidak aman diperkirakan 100.000 wanita setiap tahun, 99% diantaranya terjadi di Negara berkembang termasuk Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas dan umur ibu pada kejadian abortus di RSU Queen latifa Kulon Progo. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah case control. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah usia dan paritas ibu dan variabel terikat adalah kejadian abortus. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 150 ibu hamil dengan abortus. Dari perhitungan rumus slovin diatas didapatkan sebanyak 109,09 responden penelitian. Data penelitian diperoleh melalui catatan rekam medis ibu. Analisis data menggunakan Analisa univariat dan analisis uji chi square dengan ketelitian 95% (0.05). Hasil Terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kejadian abortus pada pasien ibu hamil di RSU Queen Latifa Kulon Progo. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji chi square diperoleh nilai p-value sebesar 0,002 (0,002<0,05). Tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian abortus pada pasien ibu hamil di RSU Queen Latifa Kulon Progo. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji chi square diperoleh nilai p-value sebesar 0,093 (0,093>0,05). Simpulan usia ibu berpengaruh terhadap kejadian abortus sedangkan paritas tidak berpengaruh terhadap kejadian abortus. Saran diharapkan RSU Queen Latifa Kulon Progo dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik terutama edukasi dan proses penyebaran informasi mengenai usia ideal untuk hamil dan melahirkan serta frekuensi melahirkan.
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Sirih Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Susmita Indah Lestari; Ika Friscila; Noval; Dede Mahdiyah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.406

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas merupakan masa pemulihan organ-organ reproduksi yang mengalami perubahan selama kehamilan dan persalinan, seperti terjadinya robekan perineum. Salah satu penyebab terjadinya penyulit masa nifas sampai dengan pada kematian puerperium adalah terjadinya infeksi pada luka perineum karena kurang tepatnya perawatan luka yang memadai sehingga dapat menimbulkan perdarahan sekunder pada masa nifas. Pengobatan pada luka jahitan dan yang tidak diobati dapat menjadi media masuknya kuman dan dapat menyebabkan infeksi. Pengobatan menggunakan bahan alami yang aman, mudah, cepat dan efektif dalam penyembuhan luka perineum adalah menggunakan bahan yang mudah ditemukan di alam dan sekitar tempat tinggal seperti daun sirih. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian rebusan daun sirih terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas pekauman. Metode: Penelitian ini menggunakan Pre eksperimen dengan rancangan Pretest Posttest Design. Sampel penelitian menggunakan teknik Purposive sampling yaitu ibu nifas dengan luka perineumberjumlah 10 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Marginal homogeneity. Hasil: Penyembuhan luka perineum sebelum diberikan rebusan daun sirih didapatkan hasil bahwa sebanyak 8 orang (80%) mengalami penyembuhan luka kurang baik dan sebanyak 2 orang (20%) mengalami penyembuhan luka buruk, kemudian penyembuhan luka perineum setelah diberikan rebusan daun sirih didapatkan hasil bahwa sebanyak 8 orang (80%) mengalami penyembuhan luka baik dan sebanyak 2 orang (20%) mengalami penyembuhan luka kurang baik. Rebusan daun sirih dapat memprcepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas pekauman (p value = 0,008 < 0,05 ). Simpulan: Air rebusan daun sirih berpengaruh terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas pekauman.
Karakteristik Ibu Menyusui dalam Persepsi dan Perilaku terhadap Terapi Komplementer untuk Produksi ASI di Kalimantan Utara Nurrahmi Umami; Ririn Ariyanti; Annisa Eka Permatasari
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.407

Abstract

Breast milk (ASI) is the primary source of nutrition for infants and plays a vital role in their growth and development. However, many breastfeeding mothers experience challenges, particularly related to low milk production. One emerging solution is the use of complementary therapies. This study aimed to identify the characteristics of breastfeeding mothers and their perceptions and behaviors towards complementary therapy to enhance breast milk production in the working area of Pantai Amal Public Health Center, Tarakan City, North Kalimantan. A descriptive quantitative design was used with 62 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using observation sheets and open interviews with 10 selected mothers. The results showed that most respondents were of reproductive age (20–35 years), had basic to intermediate education, and were not formally employed. Knowledge about complementary therapy was generally low, and most respondents had never consciously used it. However, most expressed interest in trying complementary therapy if provided with appropriate education by health workers. These findings highlight the need for targeted health education interventions to improve maternal health literacy regarding complementary therapies in breastfeeding.
Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Suntik Kombinasi Dengan Timbulnya Efek Samping Di PMB NM Wafiq Azizah Putri; Laurensia Yunita; Novita Dewi Iswandari; Nur Lathifah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.408

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan populasi yang tidak terkendali akan menyebabkan kepadatan penduduk. Upaya pengendalian kelahiran dilaksanakan melalui program keluarga berencana. Salah satu kontrasepsi yang populer di Indonesia adalah kontrasepsi suntik dengan jumlah pengguna metode kontrasepsi suntik sebesar 62,42%. Efek samping penggunaan kontrasepsi suntik hormonal adalah amenorea, spotting dan penambahan berat badan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik hormonal dengan timbulnya efek samping di Praktik Mandiri Bidan Neneng Mahfuzah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi sebanyak 237 responden, sampel sebanyak 70 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data primer, instrument penelitian menggunakan ceklis dan di analisis menggunakan uji Kolmogrov Smirnov. Hasil: Hasil penelitian ini lama pemakaian kontrasepsi suntik mayoritas ≥ 2 tahun sebanyak 59 responden (84,29%) dan < 2 tahun sebanyak 11 responden (15,71%). Efek samping berupa amenorea sebanyak 20 responden (28,58%), spotting sebanyak 25 responden (35,71%), penambahan berat badan sebanyak 19 responden (27,14%) dan lainnya sebanyak 6 responden (8,57%). Ada hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik kombinasi dengan timbulnya efek samping (p value = 0,000). Simpulan: Ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik kombinasi dengan timbulnya efek samping di Praktik Mandiri Bidan Neneng Mahfuzah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan ataupun pengalaman belajar untuk melakukan penelitian selanjutnya terkhusus tentang lama pemakaian kontrasepsi suntik dan efek sampingnya.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Pendekatan Modelling Terhadap Pengetahuan Ibu Dalam Menstimulasi Tumbuh Kembang Bayi 3-6 Bulan Di Puskesmas Talise Nur Eka Dyastuti
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v7i2.409

Abstract

Rendahnya kemampuan anak disebabkan oleh kurangnya kegiatan yang bisa merangsang motorik halus anak. Kemampuan ibu-ibu dalam deteksi dini gangguan perkembangan anak balita, terutama di pedesaan, masih relatif rendah. Tujuan penelitian yaitu diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan dengan pendekatan modelling terhadap pengetahuan ibu dalam menstimulasi tumbuh kembang bayi 3-6 bulan di Puskesmas Talise. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 ibu yang mempunyai balita dengan teknik pengambilan cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji Wilcoson 0.005 < (α 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara pengetahuan ibu dalam menstimulasi tumbuh kembang bayi 3-6 bulan di Puskesmas Talise.