JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
26,490 Documents
Pengggunaan Murattal Mahmud Khalil Al-Hussary terhadap Kemampuan Baca Al Qur’an pada Anak di Musholla Nurul Ikhlas
Kutsiyyah, Kutsiyyah;
Fairuzie, Hedie Khomaini El
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12667
Penggunaan murattal saat membaca Al Qur’an selain enak didengar juga bisa membantu pembacanya mudah dalam melafalkan serta menghayati bacaan. Penggunaan murattal Mahmud Khalil Al-Hussary termasuk yang mudah dibacakan dan sederhana dalam lagunya. Umumnya murattal ini banyak digunakan di mushalla-mushalla Jawa, khususnya Jawa Timur. Namun di Madura ada yang menerapkannya yakni di musholla Nurul Ikhlas Desa Artodung Pamekasan. Hal tersebut jarang ditemukan di wilayah Madura. Oleh karena itu menjadi perlu untuk dikaji lebih lanjut. Ada tiga tujuan dalam penelitian ini yakni; 1) alasan penggunaan metode murattal Mahmud Khalil Al-Hussary dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an di Musolla Nurul Ikhlas Desa Artodung Pamekasan, 2) Implementasi murattal Mahmud Khalil Al-Hussary untuk kemampuan membaca Al-Quran di musholla Nurul Ikhlas, 3) faktor pendukung dan penghambat dalam membaca Al Qur’an melalui murattal Mahmud Khalil Al-Hussary. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian berbasis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Sebagai hasilnya diketahui bahwa 1) menggunakan metode murattal Mahmud Khalil Al-Hussary yaitu mudah praktekkan kepada anak usia pendidikan dasar dan membantu memperlancar bacaan Al-Qur’an, 2) Implementasi murattal tersebut sangat sederhana yaitu membaca secara bergantian diawali oleh ustadz/guru dengan menggunakan irama syekh Mahmud Khalil Al-Hussary, yang kemudian diikuti oleh santri secara bersamaan dan satu persatu. rekaman murattal Qari syekh Mahmud Khalil Al-Hussary sebagai media pendamping, 3) keakraban/kedekatan antara ustadz dan santri menjadi faktor pendukung untuk memudahkan dalam membaca AL -Quran melalui murattal Mahmud Khalil Al-Hussary dan di sisi lain handphone (hp) menjadi penghambat dalam cepat belajar baca AL Qur’an melalui murattal tersebut, yakni santri membawa hp ke mushalla serta bermain game dan sejenisnya.
Transformasi Birokrasi Pasca Pandemi Covid-19
Azmi, Khaidar;
Kusuma, Gede Wijaya;
Firmansyah, Jovan Prima;
Pramono, Wahyudi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12668
Pandemi Covid-19 telah membuat banyak perubahan, tidak hanya dari segi ekonomi maupun sosial namun juga merambah kepada tatanan pemerintahan yang saat ini harus menyesuaikan dengan adaptasi kebiasaan baru (new normal), hal ini diikuti dengan adanya berbagai instrumen hukum baru dengan menerbitkan berbagai produk peraturan perundang-undangan sebagai konsekuensi Indonesia sebagai negara hukum. Di tengah krisis Pandemi Covid-19 banyak menciptakan tantangan baru di berbagai bidang tak terkecuali birokrasi. Salah satu kondisi normal baru saat ini terjadinya transformasi birokrasi secara fundamental dari birokrasi yang sebelumnya menggunakan cara-cara manual terus berkembang hingga saat ini menyesuaikan dengan sendirinya menuju transformasi teknologi informasi yang tetap berorientasi pada hasil. Pemanfaatan teknologi informasi membawa perubahan positif secara masif pada budaya dan cara pikir tersendiri, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sebagian besar sektor pelayanan merubah pola pelayanan yang dilakukan secara manual/ tatap muka, bertransformasi melalui teknologi digital. Pemerintah yang mendewasakan adalah pemerintahan yang memberikan dan mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakatnya secara aktif pasca pandemic Covid-19. Pelayanan kepada Masyarakat tidak hanya sebatas pada pelayanan publik tetapi juga termasuk pemberdayaan masyarakat kecil, menyiapkan Masyarakat untuk memahami hakikat Pembangunan yang muncul dari kemampuan Masyarakat itu sendiri yang lebih diharapkan saat ini.
Pertumbuhan, Perkembangan dan Peserta Didik
Limbong, Dinda Qurrota;
Maharani, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12677
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, perkembangan dan peserta didik, melalui pertumbuhan dan perkembang sebelum lahir dan pertumbuhan dan perkembangan setelah lahir. Metode yang digunakan adalah kajian literature atau tinjauan pustaka. Kajian literature adalah desain penelitian yang digunakan dalam memngumpulkan sumber data yang berkaitan dengan suatu topic, kajian literature bertujuan mendeskripsikan konten pokok informasi yang didapat, pada kajian literature tahapan penelitian dilakukan mulai dari pengumpulan artikel-artikel ilmiah, pembahasan dan kesimpulan. Sumber data penelitian berupa artikel-artikel jurnal nasional. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan pertumbuhan dan perkembangan manusia, berlangsung sejak sebelum kelahiran (prenstsl) sampai dengan mencapai kedewasaan, yaitu dari mulai pertumbuhan dan perkembangan sebelum lahir sampai dengan pertumbuhan dan perkembangan setelah lahir. Pertumbuhan peserta didik adalah proses perubahan fisik individu, Perkembangan peserta didik merupakan perubahan yang menunjukkan tingkah laku dan berinteraksi dengan lingkungan nya, peserta didik ini pada usia 6 atau 7 tahun sampai dengan 12 atau 13 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini pertumbuhan merupakan perubahan secara fisologis yang bersifat konkrit yang terdapat ukuran, besar dan luas, dan struktur biologis. Perkembangan adalah perkembangan yang terletak pada fungsi dan organ psikologis peserta didik.
Implementasi Pancasila Sila Ketiga Pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia
Hakim, Abdul;
Salsabilah, Latifah;
Novianti, Syafira Dwi;
Zharfan, M. Shiddiq;
Supriyono, Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12678
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pengimplementasian mahasiwa terhadap Pancasila sila ke-3. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil observasi menunjukan bahwa pertama, mahasiswa telah menerapkan pancasila sila ketiga dalam kegiatan sehari-hari. kedua,mahasiswa memiliki sikap persatuan dan kepedulian terhadap sesama teman. ketiga,sikap peduli terhadap konflik dan gotong royong di masyarakat masih belum terlaksana seutuhnya pada masing- masing individu mahasiswa. keempat.penyampaian materi oleh guru pendidikan pancasila sangat membantu mahasiswa dalam memahami arti implementasi pancasila sila ketiga. terakhir mahasiswa tidak memiliki keterpaksaan dalam membantu masyarakat walaupun berbeda ras,suku,dan agama.
Analisis Kemampuan Representasi Matematika Siswa Sekolah Dasar terhadap Materi Segitiga
Alfina, Nadilla;
Alwi, Fachrizal;
Wandini, Rora Rizki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12679
Keahlian representasi matematika dibutuhkan siswa untuk memahmi materi dan menyelesaikan soal. Fakta menunjukkan diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan represetasi sisetematis siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kemampuan representasi sistematis siswa SD kelas 6 pada materi segitiga. Metode penelitian ini berupa deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui tes tertulis, wawancara, dokunentasi dan catatan peneliti. Subjek penelitian adalah siswa kelas 6 yang berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan representasi visual berhasil dikuasai siswa tetapi pada saat diberikan contoh lain, siswa tidak bisa menjawab. Representasi gambar hanya dikuasai oleh beberapa siswa saja karena sebagian lainnya masih tidak percaya diri, representasi persamaan juga hanya dikuasai oleh satu orang siswa sebab sebagian besar siswa belum memahami bagaimana pengerjaan materi yang terdapat pada soal, dan pada representasi kata dapat dikuasai oleh keseluruhan siswa, tetapi ketika diberikan kasus lain siswa tidak bisa menjawab dikarenakan tidak tau bagaimana cara pengerjaan soal nya.
Penerapan P5 pada Materi Pembelajaran Identitas Diri Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar
Iyan, Acep;
Nurdiansyah, Muhamad Farhan;
Zulfikar, Muhamad Fikri;
Rustini, Tin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12680
Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai - nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penguatan profil pelajar Pancasila terbentuk dengan latar belakang yang mengkhawatirkan pembentukan karakter siswa mulai menurun. Dengan kemajuan pembangunan dan Seiring berjalannya waktu, pelajar Indonesia merasa disorientasi terhadap identitasnya. Keberangkatan Permasalahan ini disebabkan oleh tindakan pemerintah yang menyasar pelajar Indonesia Termasuk juga pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan penelitian pustaka (library research), yaitu penelitian yang memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitian. Penelitian kepustakaan merupakan mengumpulkan data pustaka yang diperoleh dari berbagai sumber informasi kepustakaan yang berkaitan dengan obyek penelitian seperti melalui abstrak, indeks, review, jurnal dan buku referensi (Sugiyono, 2012). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan P5 pada materi pembelajaran identitas diri mata pelajaran IPS di sekolah dasar menunjukan bahwa penerapan konsep Profil pelajar Pancasila pada muatan konten materi identitas diri di dasarkan pada nilai-nilai yang termuat pada P5 yaitu, beriman kepada tuhan, kemandirian serta penalaran kritis. Tujuan dari penerapan nilai tersebut dalam materi identitas adalah untuk membentuk karaktrer siswa yang unggul dan memiliki daya saing baik dalam sekala nasional maupun global.
Perbedaan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Pembelajaran Konvensional pada Materi Operasi Hitung Pecahan
Wandini, Rora Rizky;
Zahratunnisa, Elvira;
Panjaitan, Dwika Aulia Fitrah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12681
Dalam pembelajaran matematika disekolah guru masih banyak menggunakan pembelajaran secara monoton yang biasanya disebut dengan pembelajaran konvensional, sehinga murid mudah merasa bosan dan kurang menikmati dan memahami proses dalam pembelajaran di kelas dan pada ahirnya pembelajaran tidak terselesaikan. Pada saat ini, Berbagai model pembelajaran yang membantu meningkatkan minat belajar siswa telah dikembangkan oleh para ahli matematika. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tradisional merupakan dua kategori model pembelajaran yang dibedakan dalam penelitian ini. Sejauh mana keefektifan siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan tipe model kooperatif dan konvensional diselidiki dalam kedua model pembelajaran tersebut. Selain digunakan dalam penelitian ini, tinjauan pustaka juga digunakan untuk menghasilkan tulisan ilmiah seperti skripsi, dan dilanjutkan dengan tulisan yang mengkaji literatur yang relevan dengan masalah dan topik penelitian. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok siswa yang terdiri dari satu kelompok tradisional dan satu kelompok kooperatif seperti puzzle. Nilai ujian, observasi langsung, dan catatan lapangan menjadi sumber informasi hasil belajar setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa ketika menggunakan metode pembelajaran tradisional dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi mata kuliah operasi perhitungan pecahan.
Problematika Penerapan Wahdatul Ulum di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Padang , Azizah Lolo Banta;
Daulay , Afrahul Fadhilah;
Siahaan , Muhammad Iqbal Ardian Toni;
Priska , Priska;
Wulan, Sari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12683
Wahdatul ulum adalah visi, konsep dan paradigma keilmuan yang memiliki kesatuan atau eksistensi dari semua cabang komunitas ilmiah ilmu yang benar-benar bersumber dari ALLAH SWT. berbeda dengan filsafat ilmu yang lebih menekankan pendekatan reduksionis, konsep Wahdatul Ulum lebih menekankan penyatuan.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana penelitian kualitatif sebagai metode ilmiah sering digunakan dan dilaksanakan oleh sekolompok peneliti.Hasil penelitian menjelaskan bahwa Wahdatul Ulum di universitas islam negeri sumatera utara ini tidak diterapkan sepenuhnya padahal ilmu yang di pelajari di dalam kelas harus adanya nilai nilai keislaman ataupun integrasi keilmuan sehingga Wahdatul Ulum bisa berkembang dan yang menjadi Problematika lainnya ialah ketika wahdatul ulum ini di masukkan ke dalam kurikulum para dosen mengajarkan Wahdatul Ulum ini dengan penafsiran atau keahlian masing masing Atau dengan kompetensinya masing-masing yang ada pada prodinya.Sehingga Wahdatul Ulum ini tidak diterapkan sepenuhnya padahal ilmu yang di pelajari di dalam kelas harus adanya nilai nilai keislaman ataupun integrasi keilmuan sehingga Wahdatul Ulum bisa berkembang.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Pemanfaatan Sarana dan Prasarana yang Tersedia di Sekolah MIS. Ikhlasiyah Tuamang
Maulani, Syafina; Budiman, Budiman;
Panjaitan, Devi Hertina;
Serungke, Mayang;
Rahmadani, Suci;
Rambe, Nursamsia;
Natasya, Alya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12684
Proses pendidikan memang memerlukan fasilitas atau peralatan yang mendukung kegiataan belajar mengajar agar proses belajar dapat berjalan dengan maksimal, jika semua peralatan dan fasilitas yang sudah ada harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik dan benar agar bisa digunakan secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sarana dan prasarana di mis Ikhlasiyah tuamang . Sumber data yaitu kepala sekolah dan guru bidang sarana dan prasarana. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam observasi ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil observasi pengelolaan sarana dan prasarana di Mis Ikhlasiyah tuamang sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari 5 tahap pengelolaan sarana dan prasarana yaitu perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemanfaatan, dan penghapusan yang sudah berjalan baik. Pengelolaan sarana dan prasarana terus dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan generasi yang berprestasi, berkualitas dan berguna bagi masyarakat, bangsa dan agama.
Meningkatkan Perkembangan Kognitif Melalui Pembelajaran Sains Dengan Metode Proyek
Irawati, Deswi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v7i3.12688
Penelitian ini membahas tentang Meningkatkan perkembangan kognitif melalui pembelajaran sains dengan metode proyek. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), yang menempatkan posisi peneliti dan merefleksikan secara kritis dan kolaboratif suatu implementasi rencana pembelajaran. Refleksi dilakukan terhadap guru dan siswa. Hasili di pembahasan adalah kemampuan dan kemampuan yang bersikap luwes dan terbuka, yang ditandai dengan kecenderungan mendominasi anak selama pembelajaran berlangsung. Kendala teramati adalah guru masih belum bersikap luwes dan terbuka, yang ditandai dengan kecenderungan mendominasi anak selama pembelajaran berlangsung. guru-siswa adalah faktor utama yang menyebabkan masih munculnya kendala tersebut karena implementasi matematika realistik di TK dianggap sebagai sesuatu yang telah lama diketahui dan biasa dipraktikan oleh guru-guru di TK sedangkan dianggap baru.