cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,400 Documents
Peran Self-Control dalam Menurunkan Risiko Adiksi TikTok pada Remaja dan Dewasa Awal: Studi Literatur Mey Wahyu Nur Hidayah; Ilmi Fitri Islami; Mareta Aurynisa; Anggun April Seli Ivonesa; Wiryo Nuryono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40478

Abstract

Penggunaan TikTok yang berlebihan pada remaja dan dewasa awal berpotensi berkembang menjadi perilaku adiktif yang berdampak negatif pada kehidupan akademik, psikologis, dan sosial. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam munculnya adiksi tersebut adalah self-control. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self-control dan adiksi TikTok pada remaja dan dewasa awal melalui metode studi literatur dengan teknik analisis isi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-control memiliki hubungan negatif dengan adiksi TikTok, artinya semakin tinggi kemampuan self-control individu, semakin rendah risiko adiksi TikTok yang dialami. Self-control berperan sebagai faktor protektif melalui mekanisme pengawasan diri, penghambatan diri, dan pengaturan diri dalam mengendalikan penggunaan TikTok.
Sinandong dalam Perspektif Dua Generasi pada Masyarakat Melayu Serdang Bedagai Rahma Andien Arezsya; Muthia Ayyuni Helmi; Resti Andini; Salma Nursyah Billa; Elly Prihasti Wuriyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif generasi tua dan generasi muda terhadap sinandong sebagai tradisi lisan Melayu di Sumatera Utara, serta mengidentifikasi kesenjangan pemahaman dan keterlibatan antargenerasi dalam pelestariannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring (Google Form) terhadap responden masyarakat Melayu di Kabupaten Serdang Bedagai dan sekitarnya dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 91,7% responden telah mengenal sinandong, namun terdapat perbedaan signifikan dalam praktiknya. Seluruh responden generasi tua pernah mempraktikkan sinandong, sedangkan 83,3% generasi muda tidak pernah terlibat secara langsung. Pewarisan sinandong masih didominasi oleh lingkungan keluarga, sementara peran pendidikan formal dan media digital masih terbatas. Meskipun seluruh responden menyatakan bahwa sinandong penting untuk dilestarikan, keterlibatan aktif generasi muda masih rendah. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran dan praktik pelestarian budaya. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelestarian yang adaptif melalui digitalisasi, integrasi dalam pendidikan, serta penguatan ruang kreatif agar sinandong tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Manusia sebagai Makhluk Beradaptasi: Tinjauan Literatur dalam Perspektif Psikologi, Sosial, dan Teknologi Siti Sopiah; Ichlasul Akmal; Lidya Indrayani; Ety Dwi Wikastri; Fetrimen Fetrimen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep manusia sebagai makhluk beradaptasi melalui pendekatan tinjauan literatur dalam perspektif psikologi, sosial, dan teknologi. Adaptasi merupakan proses multidimensional yang melibatkan interaksi antara faktor biologis, psikologis, dan sosial dalam merespons perubahan lingkungan yang dinamis. Metode yang digunakan adalah literature review kualitatif deskriptif dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah terpercaya yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2026, bersumber dari jurnal internasional dan nasional bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan adaptasi manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu faktor psikologis (motivasi, coping, regulasi emosi, dan fleksibilitas kognitif), faktor sosial (dukungan sosial dan interaksi lingkungan), faktor biologis (kondisi fisik dan sistem saraf), serta faktor teknologi (literasi digital dan kemampuan memanfaatkan teknologi). Resiliensi terbukti menjadi komponen penting yang mendukung keberhasilan adaptasi, terutama dalam menghadapi tekanan dan perubahan yang tidak terduga. Teori Adaptasi Roy, teori resiliensi, dan teori adaptasi psikologis memberikan kerangka konseptual yang kuat dalam memahami dinamika adaptasi manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi merupakan proses dinamis dan berkelanjutan yang sangat diperlukan agar manusia dapat bertahan, berkembang, dan berfungsi secara optimal dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.
Perbandingan Penetapan Dispensasi Kawin di Bawah Umur (Studi Penetapan Nomor 15/Pdt.P/2020/PA.Pts dan Penetapan Nomor 0228/Pdt.P/2020/PA.Pkj) Fata Algerie Nasution; Mardalena Hanifah; Ulfia Hasanah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40481

Abstract

Dispensasi kawin merupakan pengecualian terhadap batas usia minimum perkawinan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Tidak adanya parameter yang jelas mengenai frasa “alasan mendesak” menimbulkan perbedaan penafsiran hakim, sebagaimana terlihat pada Penetapan Nomor 15/Pdt.P/2020/PA.Pts yang mengabulkan permohonan dan Penetapan Nomor 0228/Pdt.P/2020/PA.Pkj yang menolak permohonan meskipun pokok perkaranya relatif serupa. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan pertimbangan hukum hakim dalam kedua penetapan tersebut serta akibat hukumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan metode studi komparatif (comparative study), menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan kedua hakim sama-sama menggunakan penafsiran teleologis dan konsep Maslahah Mursalah, namun menghasilkan penetapan berbeda karena perbedaan orientasi kemaslahatan yang diprioritaskan. Diperlukan pengaturan yang lebih jelas mengenai indikator “alasan mendesak” guna mengurangi perbedaan penafsiran hakim.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam dalam Menjawab Tantangan di Era Modern Muhammad Nazaruddin; Jasiah Jasiah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40482

Abstract

Kurikulum Pendidikan Islam menghadapi tantangan besar di era modern yang ditandai dengan perkembangan teknologi, globalisasi, serta perubahan nilai sosial yang cepat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Kurikulum Pendidikan Islam dapat beradaptasi dan tetap relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat modern. Pendekatan yang digunakan adalah kajian konseptual dengan menelaah berbagai literatur terkait pendidikan Islam, perkembangan kurikulum, dan tantangan kontemporer. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kurikulum Pendidikan Islam perlu mengintegrasikan niai-nilai agama dengan ilmu pengetahuan, teknologi, serta menekankan pembentukan karakter (akhlak), kemampuan berpikir kritis, dan literasi digital. Selain itu, diperlukan inovasi dalam metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Transformasi Kurikulum Bahasa Arab Menuju Standar Global: Kajian Sistematis atas Mobilitas Akademik dan Kolaborasi Internasional Maulidya Harahap; Nisa Nur Fitria; Acep Hermawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40483

Abstract

Internasionalisasi kurikulum bahasa Arab merupakan langkah strategis untuk menjawab tuntutan globalisasi dan meningkatkan daya saing pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi standar global, mobilitas akademik, dan kolaborasi internasional dalam pengembangan kurikulum bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA melalui analisis artikel dari Web of Science, DOAJ, dan Google Scholar menggunakan pendekatan thematic synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan CEFR perlu disesuaikan dengan karakteristik bahasa Arab, terutama fenomena diglosia dan konteks budaya Islam. Selain itu, mobilitas akademik, baik secara fisik maupun virtual, berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi bahasa, wawasan lintas budaya, dan jejaring internasional. Pengembangan kurikulum juga memerlukan kolaborasi antarlembaga yang didukung teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dengan demikian, internasionalisasi kurikulum bahasa Arab perlu mengintegrasikan standar global dan kebutuhan lokal secara kontekstual guna menghasilkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing internasional.
An Error Analysis of English Grammatical Errors Made by Efl Learners: a Contrastive Analysis Perspective Dhini Aulia; Azhara Dwi Lathifah; Hafiza Maifira; Ahmad Zain Anwar; Elwan Ridhonta Sinulingga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40484

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan tata bahasa yang dihasilkan oleh pembelajar EFL Indonesia menggunakan kerangka Analisis Kesalahan (Error Analysis/EA) dan Analisis Kontrastif (Contrastive Analysis/CA). Studi ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan dari teks bahasa Inggris tertulis pembelajar. Analisis mengikuti prosedur Analisis Kesalahan yang diusulkan oleh Corder (1975), sedangkan klasifikasi kesalahan didasarkan pada Taksonomi Strategi Permukaan yang dikembangkan oleh Dulay, Burt, dan Krashen (1982). Temuan menunjukkan total lima belas kesalahan tata bahasa yang dikategorikan menjadi empat jenis: penghilangan, penambahan, informasi yang salah, dan penataan yang salah. Di antara kategori-kategori ini, informasi yang salah merupakan jenis kesalahan yang paling sering terjadi, yaitu sebesar 40,0% dari total kesalahan, diikuti oleh penambahan (26,7%), penghilangan (20,0%), dan penataan yang salah (13,3%). Lebih lanjut, hasil menunjukkan bahwa kesalahan intralingual (73,3%) terjadi lebih sering daripada kesalahan interlingual (26,7%), menunjukkan bahwa kesulitan pembelajar terutama disebabkan oleh penguasaan aturan tata bahasa Inggris yang belum lengkap. Analisis Kontrastif lebih lanjut mengungkapkan bahwa perbedaan struktural antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris berkontribusi pada beberapa kesalahan, khususnya yang melibatkan penggunaan kala, kata kerja kopula, dan struktur kalimat. Studi ini menyoroti pentingnya memahami kesalahan pembelajar untuk meningkatkan praktik pengajaran bahasa Inggris dan menyarankan bahwa instruksi tata bahasa eksplisit yang dikombinasikan dengan penjelasan kontrastif dapat membantu mengurangi ketidakakuratan tata bahasa di antara pembelajar EFL Indonesia.
Pengaruh Film Edukatif terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun Putri Windari; Khusnul Khotimah; Mufaro’ah Mufaro’ah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40485

Abstract

Sebagai komponen penting dalam perkembangan bahasa mereka, materi pembelajaran yang menarik harus mendukung kemampuan anak-anak Indonesia untuk mengekspresikan diri dalam bahasa ibu mereka. Kartun membantu perkembangan bahasa dan pemahaman anak-anak dengan memadukan aspek visual dan auditori. Di zaman globalisasi ini, teknologi berkembang sangat pesat serta menjadi pendukung dalam beraktivitas. Seperti televisi, media elektronik yang hampir seluruh lapisan masyarakat punya. Salah satunya, film animasi yang digandrungi oleh anak-anak. Bagian dari kemampuan bahasa yang harus dimiliki oleh anak adalah kemampuan anak dalam menyimak dan berbicara. Begitu banyak cara yang dilakukan agar merangsang kemampuan bahasa anak berkembang, diantaranya dengan memanfaatkan video animasi sebagai media pembelajaran yang disesuaikan dengan tema pembelajaran yang sedang berlangsung.
Pemikiran Al-Ghazali tentang Integrasi Islam dan Sains Usvatun Khasanah; Agus Wahyu Triatmo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40486

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan modern telah memunculkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum dalam pendidikan Islam sehingga menghambat terbentuknya paradigma keilmuan yang holistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Al-Ghazali tentang integrasi Islam dan sains serta relevansinya dalam mengatasi dikotomi ilmu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui analisis karya-karya Al-Ghazali, seperti Ihya’ Ulum al-Din, Al-Munqidz min al-Dhalal, dan Mizan al-‘Amal, serta literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang seluruh ilmu sebagai satu kesatuan yang berlandaskan tauhid. Melalui klasifikasi ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah, Al-Ghazali tidak memisahkan ilmu agama dari sains, melainkan menempatkan keduanya sesuai fungsi dan prioritasnya. Konsep ini relevan bagi pendidikan Islam kontemporer dalam membangun integrasi ilmu yang harmonis.
Pendidikan Karakter sebagai Upaya Mengelola Stres Emosional pada Peserta Didik Generasi Z Anisa Rahma Nastiti; Abdul Khobir; Chomsah Rachmawati; Selma Remanda Hanesti; Muhammad Nabih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40487

Abstract

Penelitian ini menganalisis fungsi pendidikan karakter dalam membekali Generasi Z dengan strategi untuk mengelola ketegangan emosional di era digital. Generasi ini, yang telah berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang pesat, sering menghadapi tuntutan akademis, tantangan sosial, dan paparan media sosial yang intens. Studi ini dilaksanakan melalui tinjauan literatur, meliputi pengkajian berbagai literatur terkait pendidikan karakter, kesejahteraan mental remaja, dan kemajuan teknologi. Temuan kajian mengindikasikan bahwa pendidikan karakter berkontribusi dalam menumbuhkan empati, disiplin diri, dan resiliensi emosional pada kaum muda. Dukungan dari keluarga, institusi pendidikan, dan komunitas juga memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan emosional remaja. Lebih lanjut, penggunaan teknologi secara bertanggung jawab sangat krusial untuk mengurangi dampak negatif seperti stres, kekhawatiran, dan keterasingan sosial. Oleh karena itu, implementasi pendidikan karakter yang komprehensif esensial untuk mendukung kesehatan mental Generasi Z.