cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,294 Documents
Implementasi Modul Ajar Berdiferensiasi Pada Pembelajaran Matematika di Kelas V SDN 101061 Lau Dendang: Studi Kualitatif Elvi Mailani; Vini Anandita Adha; Fathia Az-Zahra Nazfa; Feby Natasya; Azzahra Julaika; Yuricha Nadwa At-Tazkia Rambe
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40524

Abstract

Modul ajar berdiferensiasi merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar peserta didik. Pada pembelajaran matematika sekolah dasar, modul ajar berdiferensiasi membantu guru menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi modul ajar berdiferensiasi pada pembelajaran matematika di kelas V SDN 101061 Lau Dendang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi modul ajar berdiferensiasi mampu meningkatkan partisipasi siswa, motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika. Selain itu, penggunaan model Problem Based Learning (PBL), media pembelajaran digital, diskusi kelompok, dan asesmen diagnostik mendukung keberhasilan implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sarana pembelajaran, pengelolaan waktu, dan pemahaman guru mengenai strategi diferensiasi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kompetensi guru agar pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan secara optimal di sekolah dasar.
Faktor Lingkungan terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini: Kajian Literatur Salwa Haryati; Fifit Aulia; Cut Puteri Balqis; Nurul Kamaliah; Debi Apriyani; Faizatul Faridy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40525

Abstract

Lingkungan memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan bahasa di usia dini. Berdasarkan studi yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2025, tinjauan literatur ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi perkembangan bahasa pada anak usia dini. Metodologi yang digunakan melibatkan penelusuran sepuluh artikel yang diterbitkan di jurnal ilmiah nasional bergengsi. Temuan menunjukkan bahwa perkembangan bahasa anak dipengaruhi oleh konteks keluarga, sekolah, pergaulan sebaya, dan internet. Perkembangan bahasa anak mendapat manfaat dari keterlibatan verbal orang tua yang sering dan dari gaya pengasuhan yang lebih demokratis. Sebaliknya, waktu menonton layar tanpa pengawasan dapat berdampak negatif pada pemerolehan bahasa. Lingkungan sekolah dan sosial juga memainkan peran penting dalam membantu anak-anak mengembangkan kemampuan komunikasi mereka melalui bermain dan pengajaran. Terakhir, agar perkembangan bahasa anak mencapai potensi penuhnya, sangat penting bagi mereka untuk menerima jenis bantuan lingkungan yang tepat.
Optimalisasi Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea Mays L.) pada Tanah Ultisol melalui Aplikasi Pupuk Hijau Paitan (Tithonia Diversifolia) dan Pengaturan Jarak Tanam Zulfahmi Zulfahmi; Akhir Abadi Tanjung; Emmi Juwita Siregar; Mustopa Husein Lubis; Januardi Rosyidi Lubis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk hijau paitan (Tithonia diversifolia) dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) pada tanah Ultisol. Penelitian dilaksanakan di lokasi Perkebunan Percontohan Fakultas Pertanian Unand, Limau Manis, Padang pada September 2018 hingga Januari 2019. Riset menerapkan pola faktorial pola Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah dosis pupuk hijau paitan yang sejumlah atas 5 ton/ha, 10 ton/ha, 15 ton/ha, dan 20 ton/ha. Faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri atas 60 cm × 20 cm, 75 cm × 20 cm, dan 90 cm × 20 cm. Pengolahan data menggunakan uji F dan diteruskan dalam Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada tingkat 5%. Riset menunjukkan dimana perlakuan dalam pemberian pupuk hijau paitan dan jarak tanam memiliki dampak nyata pada jumlah daun dan lebar daun tanaman jagung, oleh karena itu tidak berdampak nyata pada tinggi tanaman, panjang daun, dan panjang tongkol. Pemberian pupuk hijau paitan dosis 20 ton/ha menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung terbaik. Jarak tanam 75 cm × 20 cm menghasilkan pertumbuhan tanaman terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Kombinasi pemberian pupuk hijau paitan 20 ton/ha dengan jarak tanam 75 cm × 20 cm mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah Ultisol.
Menganalisis Penggunaan Istilah Kimia Serapan dalam Pembelajaran Kimia Dasar Deby Natalia Naibaho; Enjelita Enjelita; Liwantry Romaito Hasianna Sirait; Sinta Kusuma Ningrum; Syah Auliani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40528

Abstract

Penggunaan istilah kimia serapan dalam pembelajaran kimia menjadi salah satu ebagi yang memengaruhi pemahaman siswa terhadap materi kimia. Banyak istilah kimia berasal dari ebagi asing, seperti ebagi Inggris, Latin, dan Yunani, sehingga sering menimbulkan kesulitan dalam memahami konsep ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan istilah kimia serapan dalam proses pembelajaran kimia serta mengetahui pengaruhnya terhadap pemahaman siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan ebagi pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi pada buku ajar kimia dan proses pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah kimia serapan digunakan secara luas dalam pembelajaran kimia karena dianggap mampu mempertahankan makna ilmiah suatu konsep. Namun, penggunaan istilah tersebut juga menyebabkan sebagian siswa mengalami kesulitan memahami materi akibat kurangnya pemahaman terhadap makna istilah. Oleh karena itu, diperlukan penjelasan yang lebih sederhana serta penggunaan media pembelajaran yang mendukung agar siswa lebih mudah memahami istilah kimia serapan. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran kimia di sekolah.
Kajian Etnografi Mangalap Tondi Etnis Angkola sebagai Praktik Budaya dalam Penguatan Psikologis Djogi Hot Jonathan Siburian; Dea Saputri; Irgi Fahrezi Lubis; Lawri Aulia Hasibuan; Elly Prihasti Wuriyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40529

Abstract

Mangalap Tondi merupakan tradisi lisan etnis Angkola yang dilakukan untuk memanggil kembali jiwa (tondi) seseorang yang melemah akibat trauma atau penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosesi ritual Mangalap Tondi, nilai serta mekanisme psikologis di dalamnya, dan peran tradisi ini dalam menumbuhkan pola pikir berdasarkan Teori Mindset Carol S. Dweck. Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi, penelitian ini mendeskripsikan kearifan lokal kelompok budaya secara naratif. Hasil analisis etnografi komunikasi model SPEAKING Dell Hymes menunjukkan ritual ini merupakan peristiwa tutur sakral yang melibatkan latar fisik-psikologis spesifik (Setting/Scene), partisipasi komunitas (Participants), tujuan pemulihan (Ends), urutan tindakan senyap hingga formula verbal (Act Sequence), nada khidmat (Keys), media beras dan telur (Instrumentalities), norma keheningan total (Norms), serta bergenre upacara tradisional (Genre). Secara psikologis, kondisi pascatrauma korban merepresentasikan Fixed Mindset (pola pikir statis) yang ditandai dengan perasaan hampa, melamun, dan gangguan psikosomatis. Pelaksanaan ritual bertindak sebagai intervensi eksternal dan katalis yang memicu pergeseran menuju Growth Mindset (pola pikir berkembang). Melalui efek kejut (shock therapy) tuturan verbal, simbol budaya, dan dukungan kolektif, korban merekonstruksi keyakinan baru bahwa jiwanya telah utuh kembali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Mangalap Tondi berfungsi efektif sebagai instrumen penguatan psikologis dan resiliensi diri berbasis kearifan lokal.
Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini dalam Konteks Multibahasa Dewi Anjani; Dian Putri Madanesti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40530

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini karena berperan dalam komunikasi, ekspresi diri, dan pembentukan kognisi. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang multibahasa, anak sering terpapar lebih dari satu bahasa sejak dini, seperti bahasa ibu, bahasa Indonesia, dan bahasa asing. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengkaji proses perkembangan bahasa anak dalam situasi multilingual. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak multibahasa dapat mengembangkan fleksibilitas berpikir, kepekaan sosial, dan keluwesan komunikasi. Pemerolehan bahasa berlangsung melalui dua jalur, yaitu bilingualisme simultan dan sekuensial, serta dipengaruhi oleh kualitas interaksi anak dengan lingkungan. Kekhawatiran terhadap keterlambatan bicara pada anak multibahasa tidak terbukti, bahkan mereka menunjukkan kemampuan kognitif dan linguistik yang lebih baik. Peran aktif orang tua dan pendidik sangat diperlukan dalam membimbing anak agar perkembangan bahasa berjalan seimbang dan mendukung identitas budaya anak.
Manifestasi Iman dalam Perlindungan Anak Perempuan: Kajian Psikologi Agama terhadap Pencegahan Kekerasan Seksual Ulpa Nurjanah; Astuti Darmiyanti; Vismaia Nur Fitriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40532

Abstract

Tingginya angka kekerasan seksual pada anak, termasuk di lingkungan keagamaan, mengindikasikan adanya kesenjangan paradoksal antara pemahaman kognitif agama dan penghayatan spiritual. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam peran manifestasi iman dalam membentuk perilaku perlindungan terhadap anak perempuan melalui perspektif psikologi agama. Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa keimanan dan kesadaran muraqabah berfungsi sebagai kontrol internal yang efektif mencegah perilaku menyimpang. Pendidikan agama berbasis tarbiyah jinsiyah turut membekali anak dengan perisai perlindungan mental. Kesimpulannya, pencegahan kekerasan seksual menuntut keselarasan ilmu dan iman, sinergi Tri Pusat Pendidikan, serta solidaritas perlindungan kolektif dari masyarakat (takaful ijtima'i).
Paradigma Baru dalam Capaian Pembelajaran PAI Nur Hamidah; Zamsiswaya Zamsiswaya; Mirawat Mirawat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40533

Abstract

Artikel ini mengkaji transformasi paradigma dalam capaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era Kurikulum Merdeka. Pergeseran dari pendekatan teacher-centered menuju student-centered membawa implikasi signifikan terhadap desain pembelajaran, implementasi, dan evaluasi PAI. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis dokumen kebijakan, jurnal ilmiah, dan buku referensi terkait capaian pembelajaran PAI . Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma baru capaian pembelajaran PAI menekankan pada: (1) integrasi dimensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan; (2) pembelajaran kontekstual berbasis kehidupan nyata; (3) diferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik; (4) pengembangan karakter profil pelajar Pancasila berdimensi Islami. Implementasi paradigma baru ini menghadapi tantangan seperti kesiapan guru, ketersediaan sumber belajar, dan perubahan mindset stakeholder. Namun, paradigma baru membuka peluang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan moderat dan toleran.
Strategi Pembelajaran Inovatif dan Interaktif dalam Pendidikan Agama Islam Romaito Rambe; Zamziswaya Zamziswaya; Mirawati Mirawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran inovatif dan interaktif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) guna meningkatkan kualitas dan efektivitas proses belajar mengajar di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber pustaka relevan seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inovatif dan interaktif seperti Flipped Classroom, Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), dan Gamifikasi mampu meningkatkan motivasi, kemandirian, kreativitas, serta pemahaman konseptual siswa terhadap ajaran Islam. Strategi tersebut juga memperkuat keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Simpulan penelitian menegaskan bahwa strategi pembelajaran inovatif dan interaktif efektif dalam menciptakan suasana belajar yang partisipatif, menyenangkan, dan kontekstual dengan kebutuhan generasi digital.
Mekanisme Hukum Acara Perdata dalam Sistem Hukum Indonesia Galih Bimantara; Muhammad Daerobi; M.Guntur Aji JN; Fadel Muhamad; Dinalara D. Butar Butar; Farahdinny Siswajanthy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40535

Abstract

Hukum acara perdata merupakan bagian penting dari sistem hukum nasional yang berfungsi sebagai sarana pelaksanaan hukum materiil perdata. Tanpa hukum acara yang jelas dan teratur, hak-hak yang diatur dalam hukum materiil tidak akan dapat ditegakkan dan dilindungi oleh negara. Jurnal ini membahas secara mendalam mengenai mekanisme hukum acara perdata yang berlaku di Indonesia, yang bersumber dari Hukum Perdata Barat (Eropa Kontinental) dan hukum adat, serta diatur dalam peraturan perundang-undangan seperti HIR, RBg, dan KUHPerdata. Pembahasan meliputi landasan hukum, asas-asas utama, tahapan proses beracara di pengadilan, hingga upaya hukum yang tersedia bagi para pihak. Melalui kajian ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif mengenai bagaimana penyelesaian sengketa perdata berlangsung di Indonesia, serta peran hakim dan para pihak dalam menegakkan keadilan.