cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Educate : Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 25277677     EISSN : 26148331     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Educate : Jurnal Teknologi Pendidikan, ISSN: 2527-7677, EISSN: 2614-8331 merupakan jurnal ilmiah yang terbit 2 kali dalam 1 tahun, berisi artikel dan hasil penelitian para peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang pendidikan. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Juli tahun 2016 yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ibn Khaldun Bogor.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
KAMITA: A WEB-BASED INTERACTIVE MEDIA TO INTRODUCE “KAMI” & “KITA” DIFFERENCES TO THE 1st-3rd GRADER IN SDN SAMPETAN Adhitya Amarulloh; Rima Yunika Pratiwi; Arsyananda Rabbani
EDUCATE Vol 10 No 2 (2025): Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v10i2.19909

Abstract

The distinction between the Indonesian pronouns "kami" and "kita" denoting exclusive and inclusive meanings, respectively is a linguistic feature not commonly found in many other languages. However, in a daily context, particularly among young generations, there has been a noticeable trend of misusing these pronouns. If this issue remains unaddressed, it may lead to a gradual decline in public understanding of the structural and grammatical concepts of the Indonesian language. In response to this concern, Kamita was developed as an interactive web-based learning platform based on Scratch, designed to improve primary school students’ comprehension and proper usage of the pronouns "kami" and "kita". This educational technology incorporates visual, auditory, animation, and interactive gaming elements to foster an engaging and informative learning experience. Scratch was selected for its capacity to simplify programming concepts through a visual block-based interface, making it particularly appropriate for educational technology aimed at young learners. Kamita is expected to serve as an innovative solution in the teaching of Bahasa Indonesia, especially in reinforcing the correct use of personal pronouns, thereby supporting the development of linguistic literacy from an early age.
MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA STUDI LITERATUR TERHADAP LITERASI SAINS: DISCOVERY LEARNING MODEL IN THE IMPLEMENTATION OF MERDEKA CURRICULUM: A LITERATURE STUDY ON SCIENCE LITERACY Tamrin, Muhammad Faridzi
EDUCATE Vol 10 No 2 (2025): Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v10i2.20050

Abstract

Perkembangan era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Teknologi kecerdasan buatan, seperti ChatGPT, menawarkan solusi inovatif untuk mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan literasi digital. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman dan pemanfaatan teknologi ini, terutama dalam konteks pengembangan keterampilan digital yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pengaruh penggunaan ChatGPT terhadap literasi digital dan apa saja tantangan yang muncul saat penerapan teknologi ini dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan framework PRISMA untuk menyaring dan menganalisis artikel ilmiah dari database Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan keterampilan literasi digital, seperti kemampuan mencari informasi, menulis, dan berpikir kritis. Namun, terdapat tantangan dalam penerapannya, seperti keterbatasan infrastruktur digital dan ketergantungan terhadap teknologi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan pelatihan dan panduan etis untuk memaksimalkan pemanfaatan ChatGPT. Dengan pendekatan yang tepat, ChatGPT dapat menjadi alat pembelajaran revolusioner yang mendukung pengembangan sumber daya manusia di era digital.
PENGEMBANGAN APLIKASI EDUKATIF MATERI MATA PENCAHARIAN KELAS IV DI SD NEGERI SOKOWATEN BARU: DEVELOPMENT OF EDUCATIONAL APPLICATIONS ON THE SUBJECT OF LIVELIHOODS IN CLASS IV AT THE SOKOWATEN BARU ELEMENTARY SCHOOL Putri Rahmadani, Anifah Putri Rahmadani; Ignatius Kevin Susanto; Stefani Mercy Denisa; Vinsensius Anjudo Purba
EDUCATE Vol 10 No 2 (2025): Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v10i2.20706

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan menghasilkan aplikasi edukatif berbasis teknologi untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada materi “Mata Pencaharian” bagi peserta didik kelas IV SD Negeri Sokowaten Baru, Bantul. Proses pengembangan mengikuti model ADDIE yang meliputi lima tahapan: analisis kebutuhan, desain konten dan media, pengembangan aplikasi, implementasi, serta evaluasi. Pada tahap analisis, kuesioner dan wawancara dengan guru serta peserta didik mengungkap kesenjangan pemahaman konsep pekerjaan dan keterbatasan media interaktif. Konten visual dirancang di Canva, refleksi dilakukan melalui Padlet, evaluasi interaktif menggunakan Quizizz, dan seluruh rangkaian dipadukan dalam platform Nearpod. Validasi tiga ahli menunjukkan skor rata‑rata 3,93 (kategori sangat baik). Implementasi uji coba kelompok kecil melibatkan lima peserta didik; hasil pretest dan posttest memperlihatkan peningkatan skor rata‑rata dari 5,6 menjadi 9,4 dengan effect size Cohen’s d = 3,33 (kategori sangat tinggi). Hasil tersebut menegaskan bahwa integrasi multimedia dan gamifikasi dalam Nearpod efektif meningkatkan pemahaman konsep mata pencaharian serta motivasi belajar peserta didik.
DISCOVERING ONE'S OWN KNOWLEDGE: A CRITICAL REVIEW AND OPPORTUNITIES FOR IMPLEMENTING DISCOVERY LEARNING IN THE DIGITAL ERA Nurzaelani, Mohammad Muhyidin; Muslim, Suyitno; Khaerudin
EDUCATE Vol 10 No 2 (2025): Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v10i2.20798

Abstract

21st century education demands a learning approach that not only transmits knowledge but also encourages students to actively construct their own understanding through direct involvement and critical thinking. In this context, the discovery learning approach becomes increasingly relevant. Discovery learning was first popularized by Jerome S. Bruner in the 1960s as a learning approach that emphasizes the active process of discovering concepts and principles through exploration and direct experience. This approach is rooted in the theory of constructivism which believes that knowledge is constructed through active interaction with the environment and the cognitive involvement of learners. This study adopts a qualitative approach with a library research type. The main objectives of this study are to examine in depth the principles of discovery learning, explore the possibilities of its application in the digital era, and explore the challenges and limitations in its application.
PERSEPSI GURU TERHADAP ATRIBUT KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM DIFUSI INOVASI DI SEKOLAH: TEACHERS' PERCEPTIONS OF INDEPENDENT LEARNING CURRICULUM ATTRIBUTES IN THE DIFFUSION OF INNOVATIONS IN SCHOOLS Syarif, Syarifuddin
EDUCATE Vol 10 No 2 (2025): Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v10i2.20828

Abstract

Permasalahan dalam proses difusi inovasi kurikulum di tingkat sekolah meliputi terbatasnya keterlibatan stakeholder, kualitas sumberdaya manusia, dan pendampingan kurikulum. Dalam konteks ini, muncul ide baru yaitu kurikulum merdeka belajar, yang menjadi fokus bagi pimpinan sekolah dan guru di sekolah. Namun, untuk mewujudkan konsep ini secara efektif dan efisien, penting untuk menjalankan proses difusi inovasi kurikulum merdeka belajar secara sistematis. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian pada konteks proses difusi inovasi yang terkait sejauh mana atribut inovasi kurikulum dipahami dan direspon secara positif oleh adoptor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara deskriptif persepsi guru terhadap atribut inovasi kurikulum merdeka belajar di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian difusi (diffusion research) yang dikembangkan oleh Rogers, untuk mendapatkan data tentang persepsi guru terhadap atribut inovasi kurikulum merdeka belajar. Teknik pengumpulan data menggunakkan observasi, analisis dokumen, wawancara dan kuesioner. Sumber data diperoleh dari observasi, analisis dokumen, wawancara dan kuesioner persepsi Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah, serta Guru. Teknik pengambilan sampel informan penelitian yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif Miles dan Huberman. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa atribut inovasi kurikulum merdeka belajar telah disetujui dan menyebar di lingkungan sekolah.
PENERAPAN METODE FLIPPED CLASSROOM DALAM PENGEMBANGAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PROGRAM PELATIHAN DI PT. XYZ: APPLICATION OF THE FLIPPED CLASSROOM METHOD IN DEVELOPING A LEARNING MANAGEMENT SYSTEM FOR TRAINING PROGRAMS AT PT. XYZ Bryan Louis Febianto; Jessica Florencia; Tanika Dewi Sofianti; Aditya Tirta Pratama; Ivan Kurniawan
EDUCATE Vol 10 No 2 (2025): Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v10i2.20892

Abstract

Munculnya pandemi COVID-19 membuat banyak institusi melakukan migrasi dan menggunakan platform daring untuk melakukan aktivitas. Oleh karena itu, penggunaan platform daring meningkat secara signifikan untuk mengimbangi trend saat ini. Sebuah platform learning management system yang ideal dan konten e-learning baik sangat penting untuk keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karena itu, riset ini bertujuan untuk mendesain dan mengembangkan materi e-learning yang digunakan untuk program pelatihan di PT. XYZ, dengan menggunakan metodologi flipped class. Permasalahan yang ada saat ini adalah platform dan konten pelatihan yang dimiliki PT. XYZ masih kurang baik dan belum dikembangkan secara optimal. Oleh karena itu, riset ini digunakan sebagai perbaikan dan peningkatan dari program pelatihan yang ada saat ini di perusahaan. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengembangkan konten e-learning dengan topik pemograman Python (Python Programming) dengan menggunakan metodologi flipped class. Setelah pengembangan dilakukan, evaluasi dilakukan dan hasilnya, penerapan metodologi flipped class dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran untuk topik Python Programming. Berdasarkan User acceptance test, total nilai dari konten dan e-learning yang sudah diperbaiki dan ditingkatkan adalah 68%.
PENGEMBANGAN KARTU FLASH CARD MATERI PENGURANGAN MELALUI MODEL KAMP MENINGKATKAN SELF EFFICACY: DEVELOPMENT OF SUBTRACTION FLASH CARDS THROUGH CAMP MODEL TO INCREASE SELF EFFICACY Pratama, Adha; Amalia, Shofi Nur; Fatih, Muhammad
EDUCATE Vol 10 No 2 (2025): Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v10i2.20940

Abstract

The objectives of this study are to: (1) outline the steps involved in creating instructional materials based on flashcards that teach subtraction of numbers 1–10 using the Kemp Model; (2) evaluate the media's viability and validity using expert assessments; and (3) investigate how the media affects Grade I students at SDN 2 Kalipucung, Blitar Regency, in terms of their increased self-efficacy. Using a research and development (R&D) methodology, the study concentrated on creating and assessing cutting-edge educational materials for use in primary school. Pretest–posttest measures of self-efficacy, student response questionnaires, and expert validation sheets were among the tools used to collect data. According to validation results, the media was very feasible in the opinion of media and subject matter experts. Additionally, after using the media, students' self-efficacy significantly increased, as evidenced by effectiveness testing, which showed average scores moving from the "fair" to the "good" category. These results imply that flashcard materials created with the Kemp Model are useful in boosting students' confidence in their ability to acquire mathematics in addition to being theoretically and practically sound.
POTRET KESIAPAN SISWA SMA NEGERI 1 JAMPANG TENGAH SUKABUMI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MASA DEPAN: PORTRAIT OF STUDENTS' READINESS OF SMA NEGERI 1 JAMPANG TENGAH SUKABUMI IN FACING FUTURE CHALLENGES Nurhayati, Dr Nurhayati MPd
EDUCATE Vol 10 No 2 (2025): Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v10i2.19945

Abstract

Kesiapan mental untuk masa depan merupakan faktor penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan adaptif, terutama dalam menghadapi transformasi digital yang begitu cepat. Sementara siswa menunjukkan motivasi tinggi untuk mencapai kesuksesan, beberapa tantangan non akademik tetap menjadi hambatan signifikan untuk mengembangkan kesiapan mental yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai faktor terhadap kesiapan mental siswa untuk masa depan, antara lain keterampilan akademik, keterampilan sosial, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, kesadaran sosial, penguasaan teknologi, kesadaran pengembangan diri, dan soft skill. Studi ini menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan sampel 305 siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Smart PLS 3.0. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hanya empat dari tujuh konstruksi eksogen yang secara signifikan mempengaruhi kesiapan mental siswa: seperti penguasaan teknologi (β = 0,401; p < 0,001), kemampuan beradaptasi (β = 0,307; p < 0,001), soft skill (β = 0,233; p < 0,001), dan kesadaran pengembangan diri (β = 0,135; p < 0,05). Sebaliknya, keterampilan akademik, kemampuan berfikir kritis, dan keterampilan sosial tidak menunjukkan efek langsung yang signifikan. Temuan ini menggarisbawahi bahwa kesiapan masa depan siswa lebih kuat dibentuk oleh dimensi afektif dan keterampilan abad ke-21 daripada kompetensi akademik tradisional. Oleh karena itu, strategi pendidikan harus bergeser ke arah penguatan kemampuan siswa untuk mengintegrasikan teknologi, beradaptasi dengan perubahan, mengembangkan kesadaran diri, dan menguasai kompetensi interpersonal. Pergeseran ini sangat penting untuk memelihara individu yang tangguh mental, mampu menavigasi kompleksitas dan ketidakpastian masa depan
DILEMA PEMBELAJARAN DIGITAL: MUDAH DICERNA, SULIT MENDALAM? THE DIGITAL LEARNING DILEMMA: EASY TO DIGEST, HARD TO IMMERSE? Ahmad Rosikhul Fahmi; Renata Dwi Yasarah; Ahmad Puspa Radya Yuhda; Fithrotun Nada; Nisfi Laila Fitrasari
EDUCATE Vol 10 No 2 (2025): Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v10i2.21060

Abstract

Penelitian ini menyelidiki dilema pembelajaran digital di kalangan mahasiswa Indonesia terkait polarisasi antara kemudahan akses konten edukatif visual (Instagram/TikTok/YouTube) dan kedalaman pemrosesan informasi akademik, berdasarkan temuan pendahuluan bahwa >80% responden mengakses konten visual harian namun 65% mengalami penurunan minat baca teks panjang. Dengan desain kuantitatif deskriptif-korelasional, data dikumpulkan melalui kuesioner Likert valid (α=0.87) pada 50 mahasiswa S1 (56% perempuan; 72% usia 18-20 tahun) dianalisis secara statistik (SPSS 26.0) menggunakan korelasi Pearson, uji-t, dan ANOVA. Hasil mengungkap: (1) preferensi kuat terhadap konten visual (mean=4.12) berkorelasi negatif signifikan dengan kebiasaan membaca teks panjang (r=-0.58) dan kedalaman pemahaman (r=-0.37), (2) dampak lebih kritis pada perempuan (p=0.01), mahasiswa semester awal (r=-0.72), dan pengguna multitasking, (3) meski demikian, mahasiswa semester akhir menunjukkan ketahanan lebih tinggi (skor 3.92) melalui strategi adaptif seperti integrasi konten visual-tekstual. Simpulan penelitian mengonfirmasi eksistensi dilema "mudah dicerna vs sulit mendalam" yang bersumber pada mekanisme neuroplastisitas kompetitif, sekaligus merekomendasikan model Hybrid Learning Scaffolding (HLS) berbasis kurasi konten, literasi ganda, dan desain multimedia terpadu untuk mentransformasi konten visual menjadi jembatan menuju pemahaman mendalam.
KELAS CERDAS DIGITAL: TRANSFORMASI TEKNOLOGI YANG MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN: DIGITAL SMART CLASSROOM: TECHNOLOGICAL TRANSFORMATION THAT IMPROVES THE QUALITY OF LEARNING Jepri, Jumadi; Edward, Ruben; Thertina, Erlis; Permana, Rangga
EDUCATE Vol 10 No 2 (2025): Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v10i2.21118

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital menuntut integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya inovatif yang berkembang adalah penerapan kelas cerdas digital yang menggabungkan kecerdasan buatan, media interaktif, dan platform daring untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manfaat, tantangan, dan strategi implementasi kelas cerdas digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah artikel dan jurnal ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2020–2025, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan relevan dengan topik kelas cerdas digital. Sumber diperoleh dari database akademik seperti Google Scholar, SpringerLink, dan ERIC. Seleksi dilakukan melalui penyaringan judul-abstrak dan pembacaan penuh. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik melalui teknik pengkodean untuk mengidentifikasi tema utama: manfaat, tantangan, dan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas cerdas digital meningkatkan keterlibatan siswa, mendukung pembelajaran yang dipersonalisasi, serta mengembangkan keterampilan abad ke-21. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya pelatihan guru, pembaruan kurikulum, penguatan infrastruktur, serta kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta agar transformasi digital dalam pendidikan berjalan efektif dan berkelanjutan.