cover
Contact Name
anyan
Contact Email
anyanright@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvoxedukasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
ISSN : 20864450     EISSN : 25801058     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: - Pendidikan dan Pengajaran - Metode/Model/Strategi Pembelajaran - Teori Pembelajaran - Penelitian Tindakan Kelas (PTK) - Evaluasi dan Hasil Belajar - Media Pembelajaran Interaktif - e-Learning - Multimedia Pendidikan - Bahan ajar - Kurikulum - Rencana Pembelajaran VOX EDUKASI terbit 2 kali per tahun pada bulan April dan Nopember.
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM PENINGKATAN PROFESI GURU SMA NEGERI 1 DI KECAMATAN KETUNGAU HULU KABUPATEN SINTANG Beni, Agustinus; Arifin, Arifin; Broto, Mani Festati
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.2833

Abstract

ABSTRAKGuru professional dapat menggerakkan dinamika kemajuan pendidikan nasional, untuk itu diperlukan suatu proses pembinaan berkesinambungan, tepat sasaran dan efektif dengan didukung oleh beberapa unsur.  Unsur-unsur tersebut dapat dipadukan untuk menghasilkan suatu sistem yang dapat bekerja menuju pembentukan guru-guru yang  professional baik kualitas maupun kuantitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Peningkatan Profesionalisme Guru SMA Negeri 1 Ketungau Hulu dengan Pendekatan Deskriptif Kualitatif dengan sumber data utama adalah guru, sedangkan sumber data sekunder berupa dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan kegiatan MGMP, PKB, Diklat, pengembangan kurikulum masih kurang, karena tidak semua guru dikirim dalam kegiatan tersebut. juga kurangnya kesiapan dalam pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi. 2) Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan peningkatan profesionalisme guru adalah pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutanya itu kurangnya pemahaman guru terhadap materi ajar, dan kurangnya kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan sebagai penunjang menjadi guru profesional. 3) Upaya terhadap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan peningkatan profesionalisme guru sudah dilaksanakan terkait pelaksanaan PKB, MGMP, pengembangan kurikulum, diklat pada tingkat sekolah, daerah, maupun provinsi tetapi pencapaian tersebut belum sepenuhnya maksimal. Dinas pendidikan maupun sekolah perlu terus mengupayakan peningkatan profesionalisme guru. Analisis ini berdampak pada terciptanya penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik, meningkatkan kinerja dan kualitas guru untuk menjadi guru yang professional, dan terwujudnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.Kata Kunci: Kebijakan Sekolah, Peningkatan Profesi, GuruABSTRACTProfessional teachers can drive the dynamics of national education progress, for this a continuous, targeted and effective coaching process is needed, supported by several elements. These elements can be combined to produce a system that can work towards the formation of professional teachers in both quality and quantity. This research aims to describe the Implementation of the Policy for Increasing Teacher Professionalism at SMA Negeri 1 Ketungau Hulu using a Qualitative Descriptive Approach with the main data source being teacherThe results of the research show that: 1) the implementation of MGMP, PKB, Education and Training activities, curriculum development is still lacking, because not all teachers are sent to these activities. also a lack of readiness in the use of technology, information and communications, while the secondary data source is documents. 2) The obstacles faced in implementing increased teacher professionalism are ongoing professional development, namely a  lack of teacher understanding of teaching material, and a lack of opportunities to take part in training to support becoming a professional teacher. 3) Efforts to overcome the obstacles faced in the implementation of increasing teacher professionalism have been carried out regarding the implementation of PKB, MGMP, curriculum development, training at school, regional and provincial levels but these achievements have not been fully maximized. Education departments and schools need to continue to strive to increase teacher professionalism. This analysis has an impact on creating better education delivery, improving the performance and quality of teachers to become professional teachers, and realizing public understanding of the importance of education.Keyword: School Policy, Professional Improvement, Teacher
PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SMA NEGERI 1 SEPAUK KABUPATEN SINTANG Susanto, Edy; Tohardi, Ahmad; Juliana, Ari
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2886

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan, dukungan, pengontrol dan mediator dalam meningkatkan prestasi belajar pada SMA Negeri 1 Sepauk Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriftif. Metode ini digunakan sebagai upaya untuk mencari informasi sedalam-dalamnya mengenai peran komite sekolah melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komite sekolah di SMA Negeri 1 Sepauk Kabupaten Sintang telah melaksanakan perannya sebagai pemberi pertimbangan, dukungan, pengontrol dan mediator dengan baik. Komite sekolah juga terlibat dalam membantu pelaksanaan kegiatan/program sekolah. Komite sekolah diharapkan terus menjadi penghubung yang baik antara sekolah, orang tua siswa dan masyarakat. Karena hubungan yang baik akan menciptakan kerjasama dan meningkatkan peran aktif orang tua siswa dan masyarakat dalam membantu sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.Kata Kunci: Komite Sekolah, Prestasi Belajar, SiswaABSTRACTThis study aims to explain the role of the school committee as a giver of consideration, support, controller and mediator in improving learning achievement at SMAN 1 Sepauk, Sintang Regency. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive analysis approach. This method is used as an attempt to find as much information as possible about the role of the school committee through document studies, interviews, and observations.The results of this study indicate that the school committee at SMA Negeri 1 Sepauk, Sintang Regency has carried out its role as a giver of consideration, support, controller and mediator well. The school committee is also involved in assisting the implementation of school activities/programs. The school committee is expected to continue to be a good liaison between the school, parents and the community. Because a good relationship will create cooperation and increase the active role of parents and the community in helping schools to improve student achievement.Keywords: School Committee, Learning Achievement, Students.
KESIAPAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN TATAP MUKA PASCA PANDEMI COVID-19 Hasmawaty, Hasmawaty; Haeruddin, Haeruddin; Fajriani, Kartika; Cayati, Cayati; Usman, Usman
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2236

Abstract

ABSTRAKPerubahan pembelajaran dari pembelajran online selama pandemic ke pembelajaran tatap muka tentu saja membutuhkan kesiapan dari peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesiapan mahasiswa menghadapi pembelajaran tatap muka pasca pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengam metiode deskriptif. PEngumuplan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis  dengan analisis data model interaktif (Miles and Huberman, 2007). Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, reduksi data, memaparkan data dan pengambilan kesimpulan. subjek penelitian 15 mahasiswa semester III dan objek penelitian adalah kesiapan mahasiswa menghadapi pembelajaran tatap muka pasca Pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan kesiapan untuk menghadapi perubahan metode pembelajaran dari pembelajaran online ke pembelajaran tatap muka. Persiapan mahasiswa dalam menghadapi pembelajaran tatap muka pasca pandemic meliputi kesiapan mental, kesiapan fisik dan keterampilan manajemen waktu.Kata Kunci: Pembelajaran Tatap Muka, Kesiapan belajarABSTRACTThe purpose of this study is to analyze student readiness for face-to-face learning after the Covid-19 pandemic. This study used a case study qualitative approach with interactive model data analysis (Miles and Huberman, 2007). The stages of the research include data collection, data reduction, data presentation and conclusion. the research subjects were 15 semester III students and the object of research was the readiness of students to face face-to-face learning after the Covid-19 Pandemic. The results of the study answer the formulation of the problem that student preparation for face-to-face learning after the pandemic includes mental readiness, physical readiness and time management skills.Keywords: Face-to-Face Learning, Readiness to learn 
PENERAPAN PENGAJARAN BERBASIS TUGAS DALAM BAHASA MANDARIN SEBAGAI BAHASA ASING Lina, Lina
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.3186

Abstract

ABSTRAKSetelah metode pengajaran berbasis tugas menjadi populer, banyak peneliti tertarik dengan metode ini, contohnya untuk pengajaran bahasa mandarin dan bahasa asing lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami serta mengembangkan pengajaran berbasis tugas yang di implementasikan ke dalam pengajaran bahasa mandarin. Metode Penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Penelitian ini secara singkat menjelaskan prinsip-prinsip pengajaran dan karakteristik pengajaran bahasa mandarin berbasis tugas, dan merangkum keunggulan dan kekurangan dari metode pengajaran berbasis tugas untuk mengajar bahasa Mandarin sebagai bahasa asing serta masalah yang akan dihadapi dalam penerapan pengajaran berbasis tugas ke dalam pengajaran bahasa mandarin.Kata Kunci : Pengajaran berbasis tugas, Bahasa mandarin, Bahasa mandarin sebagai Bahasa asing ABSTRACTAfter task-based teaching methods became popular, many researchers became interested in this method, for example, for teaching Mandarin and other foreign languages. The purpose of this research is to understand and develop task-based teaching implemented in Mandarin language teaching. The research method used is literature review. This study briefly explains the principles of task-based teaching and the characteristics of task-based Mandarin language teaching, and summarizes the advantages and disadvantages of task-based teaching methods for teaching Mandarin as a foreign language as well as the challenges that will be encountered in implementing task-based teaching into Mandarin language teaching.Keyword: Task-based teaching, Mandarin language, Mandarin as a foreign language
MODEL KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMP NEGERI 3 KECAMATAN SEPAUK Wahdah, Zannatul; Tohardi, Ahmad; Sudrajat, Ajat
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2973

Abstract

ABSTRAKModel kepemimpinan kepala sekolah yang diterapkan sangat berdampak pada penguatan kinerja guru dan staf di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan model kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 3 Kecamatan Sepauk. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Subyek penelitiannya adalah kepala sekolah, guru, staf, siswa dan pengawas. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Dalam meningkatkan kinerja guru, staf dan siswa di sekolah, kepala sekolah mengedepankan model kepemimpinan yang berlandaskan pada kekuatan identitas diri yang terwujud dalam kesadaran akan pentingnya disiplin, tangungjawab, inisiatif warga sekolah (2) Dalam pengembangan sumber daya, kepala sekolah menerapkan model kepemimpinan transformatif sehingga mendorong pengembangan diri dan profesionalisme guru melalui kegiatan pelatihan, bimtek, seminar, lokakarya sesuai bidang keahlian guru dan staf. (3) Dalam menjalankan peran supervisi dan pengawasan kepala sekolah menggunakan model kepemimpinan autentik sehingga merangsang peningkatan kontribusi positif warga sekolah. Agar kinerja guru semakin meningkat maka model kepemimpinan yang dijalankan harus semakin adaptif bagi terbangunya  kinerja individu maupun manajemen sekolah yang lebih berdaya saing, serta memiliki pengaruh positif bagi penguatan kinerja guru, manajemen pembelajaran dan mutu layanan pendidikan di SMP Negeri 3 Kecamtan Sepauk.Kata Kunci: Model, Kepemimpinan,Kinerja, GuruABSTRACTThe school principal's leadership model that is implemented has a big impact on strengthening the performance of teachers and staff in schools. The aim of this research is to describe the leadership model of the principal at SMP Negeri 3 Sepauk Sintang district. The form of this research is qualitative research with a case study design. The research subjects were school principals, teachers, staff, students and supervisior. The research results show that (1) In improving the performance of teachers, staff and students in schools, school principals prioritize a leadership model that is based on the strength of self-identity which is manifested in awareness of the importance of discipline, responsibility and initiative of school members (2) In developing resources, School principals apply a transformative leadership model so as to encourage self-development and professionalism of teachers through training activities, technical guidance, seminars, workshops according to the areas of expertise of teachers and staff. (3) In carrying out the role of supervision and control, the school principal uses an authentic leadership model so as to stimulate an increase in the positive contribution of the school community. In order for teacher performance to increase, the leadership model implemented must be more adaptive to develop individual performance and school management that is more competitive, and have a positive influence on strengthening teacher performance, learning management and the quality of educational services at SMP Negeri 3 Sepauk District.Keywords: Model, Leadership, Performance, Teacher
PENGARUH MEDIA PERMAINAN PASIR KINETIK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS 2 SDLB-C1 DI SLB-B NEGERI PEMBINA PALEMBANG Wasih, Waliya; Mawardah, Mutia
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2835

Abstract

ABSTRAKMenulis permulaan merupakan tahap awal menguasai kemampuan menulis lanjutan dan merupakan prasyarat untuk 3 belajar pada tahap selanjutnya. Sebelum seorang anak menguasai kemampuan menulis dengan baik, perlu adanya prasyarat dalam menulis yang harus dikuasai yaitu kemampuan dalam menulis permulaan. kemampuan motorik halus atau kemampuan menulis anak sangatlah penting untuk dikuasai oleh anak-anak sejak usia dini hingga dewasa, sebab dari kemampuan menulis, tulisan seorang anak dapat mencerminkan karakternya, menambah percaya diri anak, mengekspresikan diri, dan kemampuan fisik. Bagaimanapun juga belajar menulis adalah salah satu kunci kesuksesan di dalam pendidikan dan kehidupan yang lebih luas. Berdasarkan uji hipotesis (paired sample t-test) diperoleh nilai rata-rata t = -24.832 dan sig.(2-tailed) = 0.000 maka t<0.05 dan p<0.01. Maka terdapat perbedaan hasil signitifikan antara hasil kemampuan menulis permulaan pada data pretest dan data posttest yang artinya ada pengaruh media permainan pasir kinetik terhadap kemampuan menulis permulaan pada anak tunagrahita sedang kelas 2 SDLB-C1 di SLB-B Negeri Pembina Palembang.Kata Kunci: Kemampuan Menulis Pemulaan, Tunagrahita Sedang, Media Permainan Pasir KinetikABSTRACTBeginning writing is the initial stage of mastering advanced writing skills and is a prerequisite for learning at the next stage. Before a child masters the ability to write well, there needs to be a prerequisite for writing that must be mastered, namely the ability to write initially. Children's fine motor skills or writing skills are very important for children to master from an early age to adulthood, because from writing skills, a child's writing can reflect his character, increase the child's self-confidence, self-expression and physical abilities. After all, learning to write is one of the keys to success in education and life more broadly. Based on the hypothesis test (paired sample t-test), the average value t = -24.832 and sig.(2-tailed) = 0.000, so t<0.05 and p<0.01. So there is a significant difference in the results between the results of initial writing ability in the pretest data and posttest data, which means that there is an influence of the kinetic sand game media on the initial writing ability of mentally retarded children in class 2 SDLB-C1 at SLB-B Negeri Pembina Palembang.Keywords: beginning writing skills, moderate mental redartion, kinetic sand play media 
KEPRAKTISAN PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIPBOOK MAKER DALAM PEMBELAJARAN KEARIFAN LOKAL DI SMP NEGERI 12 PONTIANAK Simarmata, Mai Yuliastri; Agustina, Rini; Mastuti, Dewi Leni; Saray, Sari Oktaviani
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.2691

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepraktisan terhadap penggunaan pengembangan e-modul berbasis flipbook maker dalam pembelajaran kearifan lokal di SMP Negeri 12 Pontianak. Adapun Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Sampel dalam penelitian ini adalah respon kelas VII SMP Negeri 12 Pontianak dengan jumlah siswa sebanyak 37 peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa angket yang telah divalidasi dengan hasil validasi bahwa instrument layak untuk digunakan. Pertanyaan angket yang diberikan sebanyak 15 pertanyaan, Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul berbasis flipbook maker dalam pembelajaran kearifan lokal termasuk kategori praktis digunakan dalam proses pembelajaran dengan hasil respon peserta didik 93,74%.Kata kunci: kepraktisan, e-modul, flipbook maker, kearifan lokal ABSTRACTThis study aims to determine the practicality of using flipbook maker-based e-module development in learning local wisdom at SMP Negeri 12 Pontianak. The research method used in this research is Research and Development (R&D). The sample in this study was the class VII response of SMP Negeri 12 Pontianak with a total of 37 students. The instrument used is a questionnaire that has been validated with validation results that the instrument is feasible to use. Questionnaires were given as many as 15 questions. The results of the study can be concluded that the use of flipbook maker-based e-modules in learning local wisdom is included in the practical category used in the learning process with student response results of 93.74%.Keyword: Racticality, E-Module, Flipbook Maker, Local Wisdom
PENINGKATAN REGULASI EMOSI MELALUI PENDEKATAN EXPERIENTIAL LEARNING PADA MAHASISWA PPG PRA JABATAN Stevanus, Ivan; Budhayanti, Clara Ika Sari
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.3277

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan regulasi emosi melalui pendekatan experiential learning mahasiswa Program Profesi Guru Prajabatan. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas secara kolaboratif bersama Dosen Bimbingan dan Konseling melalui dua tahapan siklus penelitian tindakan. Subjek penelitian sebanyak 17 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan skala regulasi emosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode expressive writing dapat meningkatkan regulasi emosi mahasiswa dengan hasil rerata-skor regulasi emosi aksi pra tindakan sebesar 85,69, pada siklus I sebesar 90,60, dan pada siklus II meningkat menjadi 99,23. Rerata tersebut didukung dengan hasil observasi dan wawancara mahasiswa dan dosen disimpulkan bahwa: (1) mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan pemberian tindakan, (2) mahasiswa mampu mengenal emosi, dan tidak malu untuk tampil di depan umum, (3) mahasiswa lebih memahami emosi yang dirasakannya, (4) mahasiswa mengetahui strategi dalam mengurangi emosi negatif, (5) Mahasiswa mampu merespon dengan emosi yang tepat, dan mampu menyelesaikan masalah emosi mereka secara personal.Kata Kunci : regulasi emosi, pendekatan experiential learningABSTRACTThe aim of this research is to describe improving emotional regulation through an experiential learning approach for students in the Pre-Service Teacher Professional Program. This research uses a collaborative classroom action method with Guidance and Counseling Lecturers through two stages of the action research cycle. The research subjects were 17 students. Data collection methods use observation, interviews and emotional regulation scales. The results of the research show that the expressive writing method can improve students' emotional regulation with the average pre-action emotional regulation score of 85.69, in cycle I it was 90.60, and in cycle II it increased to 99.23. This average is supported by the results of observations and interviews of students and lecturers. It is concluded that: (1) students are actively involved in action giving activities, (2) students are able to recognize emotions, and are not embarrassed to appear in public, (3) students better understand emotions. he feels, (4) students know strategies for reducing negative emotions, (5) Students are able to respond with the right emotions, and are able to solve their emotional problems personally.Keyword: emotion regulation, experiential learning approach
PERAN GURU DALAM MENSTIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI Mahmud, Bonita
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2898

Abstract

ABSTRAKUsia dini merupakan kesempatan emas bagi para orang tua dan pendidik untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan pada anak. Salah satu aspek yang harus distimulasi adalah kemampuan motorik kasar. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam proses pemberian stimulasi tersebut. Penelitian bertujuan untuk meneliti tentang peran guru dalam menstimulasi kemampuan motorik kasar pada anak usia dini. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjabarkan secara menyeluruh dan mendalam tentang kondisi objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki beberapa peran, yaitu sebagai pengajar, fasilitator, motivator, evaluator, model atau teladan yang baik, dan peran dalam pengadministrasian. Tentunya peran yang berfungsi dengan baik akan memberikan dampak positif, diantaranya akan sangat membantu tumbuh kembang anak.Kata Kunci: Anak usia dini, Motorik kasar, Peran guru, Stimulasi, Tumbuh kembang anakABSTRACTEarly childhood is a golden opportunity for parents and educators to develop various aspects of children development.  One aspect that must be stimulated is gross motoric skills.  The teacher has an urgent role in the process of providing this stimulation.  This objective of the study is to examine the role of teachers in stimulating gross motor skills in early childhood.  This research is a qualitative research, which aims to describe thoroughly and deeply about the condition of the object of research.  The result shows that the teacher has several roles, such as a teacher, facilitator, motivator, evaluator, role model, and has a role in administration.  Definitely, an appropriate functioning role will have a positive impact, including assisting a great children's growth and development.Keywords: Early childhood, Gross motor skills, The role of teacher, Stimulation, Child growth & development 
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI PADA MATA PELAJARAN IPA DALAM MATERI MANUSIA DAN LINGKUNGAN DI KELAS V SDN 09 SEMADAI Purwantini, Marta Ninik; Rokhiyah, Isti; Astuti, Indri
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 14, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v14i2.2246

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan desain pengembangan video animasi pembelajaran pada materi manusia dan lingkungan; 2) mengetahui profil video animasi pada pembelajaran manusia dan lingkungan; 3) mengetahui efektivitas media video animasi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dalam materi manusia dan lingkungan; dan 4) Mengetahui efektivitas media video animasi respon siswa pada mata pelajaran IPA dalam materi manusia dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tahapan dalam pengembangan media video animasi pembelajaran ini dimulai dari menganalisis terlebih dahulu potensi dan masalah, pengumpulan data dan materi produk, desain naskah dan produk media video animasi pembelajaran, pengujian, revisi, validasi, implementasi di sekolah yang diteliti kemudian dievaluasi; 2) pengembangan video animasi pembelajaran ini valid berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media dengan kategori layak; 4) Siswa tertarik dan dapat memahami materi yang disampaikan melalui media video animasi pembelajaran yang didesain secara menarik dan atraktif; 3) media video animasi pembelajaran IPA terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan memicu respon yang positif dari siswa.Kata Kunci: Hasil Belajar, Media Pembelajaran IPA, Respon Siswa, Video Animasi.ABSTRACTThis study aims to: 1) Produce a design for the development of learning animation videos on human and environmental materials; 2) Knowing the profile of animated videos on human and environmental learning; 3) Knowing the effectiveness of animated video media on student learning outcomes in science subjects in human and environmental materials; 4) Knowing the effectiveness of student response animated video media in science subjects in human and environmental materials. This research uses the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, & Evaluation). The results of the study show that: 1) the stages in the development of learning animated video media start with analyzing potentials and problems first, collecting data and product materials, designing scripts and learning animated video media products, testing, revising, validating, implementing in the schools studied then evaluated; 2) The development of learning animation videos is valid based on the assessment of material experts and media experts in the proper category; 4) Students are interested and able to understand the material presented through learning animated video media that is designed in an attractive and attractive way; 3) Science learning media that was developed, namely in the form of animated videos, proved to be effective in improving student learning outcomes and triggering positive responses from students.Keywords: Learning Outcomes, Science Learning Media, Student Responses, Animated Videos.